Senin 4 Maret 2024, telah resmi Fakultas Bisnis berubah menjadi Fakultas Bisnis dan Hukum. Perubahan nama tersebut diresmikan langsung oleh Rektor UPY, Dr.Ir Paiman, M.P
Doa bersama dan peresmian perubahan nama Fakultas Bisnis menjadi Fakultas Bisnis dan Hukum di adakan di ruang sidang Fakultas Bisnis dan Hukum di Gedung C lantai 3, yang dihadiri juga oleh Wakil Rektor II, Dekan, Wakil Dekan, Kaprodi, Dosen & Karyawan, dan perwakilan ormawa di lingkungan Fakultas Bisnis dan Hukum.
Sebelumnya dulu Fakultas Ekonomi berubah menjadi Fakultas Bisnis yang ditetapkan tanggal 16 September 2019 dengan Hasil pertimbangan senat UPY tanggal 25 Juni 2019 yang menyetujui perubahan nama fakultas di lingkungan UPY. Dalam hal ini Fakultas Ekonomi berubah menjadi Fakultas Bisnis dengan membawahi 2 prodi yaitu manajemen dan akuntansi. Kemudian terdapat prodi baru yang ditambahkan yaitu prodi bisnis digital.
Sementara saat ini Fakultas Bisnis berubah menjadi Fakultas Bisnis dan Hukum yang ditetapkan tanggal 24 Januari 2024 dan mengelola 4 Prodi yaitu, Akuntansi, Manajemen, Bisnis Digital, serta Prodi Baru yaitu Hukum Bisnis.
Pada 29 Februari dan 4 Maret telah di adakan MoU UPY dengan DPP Ikatemi dan MoA antara Fakultas Saintek dengan DPC Ikatemi Bantul. Acara tersebut diadakan di ruang Rektor yang di hadiri pimpinan dan pejabat UPY serta dari DPP / DPC Ikatemi Bantul antara lain, Ketua DPP ikatemi, Bidang akademik DPP, ketua DPD Yogyakarta, Ketua DPC Ikatemi Bantul, Ketua DPC Ikatemi Sleman, anggota Ikatemi RSUD Prambanan, RSUD Sardjito, Dinas kesehatan bantul, RS Respira Jogja, RSUD Sleman.
Sementara untuk MoA dengan Fakultas Saintek kedua belah pihak sepakat untuk meningkatkan tridarma perguruan tinggi dan Prodi Teknologi Rekayasa Elektro-medis, peningkatan akreditasi prodi Elektromedis UPY, hibah peralatan Rumah sakit untuk praktikum, peningkatan jumlah mahasiswa dan kelas RPL.
Acara tersebut berlangsung dengan baik dan sesuai harapan kedua belah pihak apa yang sudah didiskusikan dan dituangkan dalam perjanjian MoU dan MoA dapat terlaksana.
Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) menyelenggarakan acara “Expo KKN UPY 2024”, yang merupakan Gelar Karya KKN Angkatan 38 Tahun 2024, bertempat di halaman kampus setempat, Kamis (7/3/2024). Kegiatan itu dihadiri oleh Rektor UPY Dr. Ir.Paiman, M.P, yang sekaligus secara seremonial melakukan penarikan mahasiswa peserta KKN UPY.
Juga tampak hadir dalam acara itu, Pembina Yayasan PGRI Armansyah, Carik Kalurahan Ngestiharjo Dedy Ridwanmas mewakili Lurah, para dukuh se- Kalurahan Ngestiharjo, civitas akademika dari UPY serta para mahasiswa KKN Angkatan 38 dan dosen UPY. Ketua KKN Angkatan 38 dan Panitia Expo KKN UPY 2024 Bintang Wicaksono mengemukakan, bahwa KKN Angkatan 38 tahun 2024 dilaksanakan dalam 3 skema yaitu skema regular yang ditempatkan di 5 kecamatan, yang terbagi dalam 7 kalurahan di Kabupaten Bantul. Kemudian skema alternative yang ditempatkan di 1 kalurahan Ngestiharjo, Bantul.
“Juga ada 7 kalurahan lain yang ada di KKN Skema Mandiri yaitu di Wonosobo, Klaten, Magelang dan Kabupaten Cilacap. Peserta KKN Angkatan 38 totalnya ada 883 mahasiswa, yang tersebar dalam 3 skema tersebut,” terang Bintang.
Dikatakan, kegiatan Expo KKN UPY 2024 berupa Gelar Karya KKN Angkatan 38 ini merupakan salah satu bukti bahwa inovasi dan kolaborasi mahasiswa bersama masyarakat di lingkungan lokasi KKN sesuai temanya yaitu “Inovasi dan kolaborasi bersama guna mewujudkan masyarakat berdaya dan mandiri”.
Menurut Bintang, tercatat ada 987 progam yang dibuat oleh mahasiswa dimana 76persennya progamnya bersifat inovasi dan kolaborasi. Adapun sisanya adalah kegiatan rutin seperti Bimbel, TPA dan kegiatan – kegiatan yang wajib mahasiswa untuk membantu anak – anak dalam pendidikan. Sementara dari progam inovasi yang terbentuk antara lain progam yang bekerjasama dengan UMKM, memanfaatkan sumber daya yang ada di lingkungan mahasiswa tempat KKN. Juga berupa produk dalam bentuk kemasan sampai ke inovasi penjualan. “Harapan dari kegiatan tersebut setelah mahasiswa selesai KKN, apa yang telah ditinggalkan di masyarakat sampai dengan pemasarannya akan terus bisa berlanjut dan tidak berhenti,” ungkap Bintang.
Lanjut dia menjelaskan, tujuan dari ekspo ini adalah untuk menunjukan hasil dari mahasiswa yang ber KKN, yang kurang lebih ada 56 produk yang ditampilkan. Inovasinya tidak hanya berupa produk tapi ada inovasi membangun atau membentuk bank sampah di beberapa padukuhan, yang belum ada bank sampahnya lantaran mengikuti visi misi Kabupaten Bantul yang bersih sampah 2025 dan Bantul Bersama.
Dalam kegiatan gelar karya KKN angkatan 38 tahun 2024 selain memamerkan hasil karya mahasiswa yang KKN juga dimeriahkan dengan hiburan band perfomce dan tebus sembako murah untuk masyarakat sekitar kampus sebanyak 200 pack serta pelepasan burung merpati sebagai symbol sudah berakhirnya kegiatan KKN Angkatan 38 tahun 2024.
Rektor UPY Paiman dalam sambutannya sebelum melakukan seremoni pelepasan jaket KKN mengatakan, setelah KKN usai silahkan para mahasiswa untuk segera menyusun proposal pengajuan skripsi supaya cepat bisa lulus, kalau bisa sebelum 4 tahun sudah lulus dan jadi sarjana. “Saya doakan semoga saudara 4 tahun tepat atau bisa kurang dari 4 tahun di UPY. Saudara lulus dari UPY karena sudah mengikuti berbagi kegiatan yang salah satunya adalah KKN yang diwajibkan bagi mahasiswa di UPY ini,”ucap dia. “Dari hasil kerja yang dilakukan dalam membantu masyarakat selama KKN dan dalam membantu memasarkan produk – produk yang dihasilkan oleh Masyarakat, bisa mensuport memasarkan produk – produknya sehingga terjadi peningkatan kesejahteraan masyarakatnya dan hubungannya tidak boleh berhenti sampai di sini saja. Tetapi kalau masih dihubungi oleh masyarakat setempat tolong dibantu pasalnya masyarakat adalah bagian dari tanggung jawab kita di dalam meningkatkan kesejahteraan,” tegas Paiman.
Dalam rangka peningkatan dan penguatan layanan publik kekayaan intelektual di Yogyakarta, Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) bersama Direktoral Jendral Kekayaan Intelektual (DJKI) dari Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Republik Indonsesia menyelenggarakan acara ‘DJKI Mendengar’ bertempat, di kampus setempat, Selasa (5/3/2024).
Acara diikuti oleh lebih kurang 200 peserta yang berasal dari civitas akademika UPY dan beberapa perwakilan kampus yang lain. Juga dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan Ham DIY Agung Rektono Seto, S.E, M.Si, yang sekaligus membuka acara ‘DJKI Mendengar’, Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Kelembagaan UPY, Ahmad Riyadi,S.Si, M.Kom yang mewakili Rektor UPY yang berhalangan hadir, serta 4 orang nara sumber dari DJKI Kementrian Hukum dan HAM RI dan beberapa undangan lainnya. Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM DIY dalam sambutannya mengemukakan, bahwa acara ini merupakan langkah awal yang baik karena untuk mengenalkan kekayaan intelektual kepada civitas akademika. Menurut Agung Rektono, karena selama ini masyarakat tahunya hanya hak cipta padahal yang dilayani dari Dirjen Intelektual ada hak cipta, paten, merk , diseain industri dan lainnya.
“Kepada bapak ibu yang memiliki karya cipta, silahkan didaftarkan hak ciptanya, juga patennya lantaran ini bisa menaikkan dan menambah nilai bagi bapak ibu dosen, bisa untuk menambah nilai akreditasi baik untuk pribadi atau institusi kampus,” terang dia.
“Untuk mahasiswa yang sedang KKN bisa untuk pendampingan UMKM. Pasalnya belum semua UMKM memahami tentang pendaftaran merk atau ciptaannya, yang nantinya bisa dibantu untuk melakukan pendaftaran,” imbuh Agung.
Hak intelektual tidak hanya didaftarkan saja tetapi juga perlindungannya, yang semuanya itu akan menaikkan promise-nya sebab kalau tidak dilindungi bisa diambil oleh pihak lain. Selain pendaftaran Hak Cipta, DJKI juga melayani pendaftaran PT dan layanan keimigrasian .
Agung pun berharap Kehadiran DJKI yang datang langsung dari pusat akan dapat membuka wawasan guna menambah literasi terkait dengan kekayaan intelektual, yang juga nantinya dapat memacu untuk meningkatkan perekonomian di Yogyakarta.
Sementara, Wakil Rektor 1 UPY Ahmad Riyadi dalam sambutannya menyampaikan, bahwa UPY baru kali pertama menyelenggarakan acara ini serta baru pertama kali kedatangan tamu dari DJKI. Ahmad berharap semoga pertemuan ini membawa manfaat bagi kita semua.
Ahmad Riyadi menjelaskan bahwa Kampus UPY ini rata –rata mayoritas baru hak cipta yang diajukan karena kebetulan yang paten dari industri yang dihasilkan mengurusnya baru sampai hak cipta. “Ini kebetulan sekali dari DJKI memberikan wawasan pada kita semua sehingga nanti bisa mendukung, menfasilitasi dan mengurus hak paten dari yang diakui dan diklaim oleh kita,”ungkap Rahmad.
Sebagai nara sumber acara ‘DJKI Mendengar’ ini ada 4 dari DJKI Kementrian hukum dan HAM RI, diantaranya adalah Stefanus Ronaldo menyampaikan tentang Hak Cipta, Agus Dwiyanto tentang Merek. Adapun yang menyampaikan Desain Industri adalah Wiliayu serta masalah Paten disampaikan oleh Raden Gitta Ferindra.
Dari empat narasumber tersebut memaparkan bagaimana dan cara mengurus, mulai sejak pengurusannya dari awal termasuk apa dan bagaimana kendalanya sampai proses bisa dipatenkan produk atau produksi atau hasil karya kita. Sementara sebagai moderator acara ini adalah Arip Febrianto, Dosen Program Pendidikan Guru SD UPY.
Bagi peserta yang namanya sudah terdaftar dimohon untuk join grub TELEGRAM untuk mengikuti informasi berikutnya, untuk join silahkan klik link atau scan barcode berikut :
Selamat & Sukses Bapak Prof. Dr. Sukadari, S.E., S.H., M.M. atas terbitnya SK Profesor/Guru Besar dalam bidang Ilmu Pendidikan serta Ibu Prof. Dr. Sunarti, M.Pd atas terbitnya SK Profesor/Guru Besar dalam bidang Ilmu Pendidikan Bahasa Indonesia.
Diksara IX Racana Arjuna-Srikandi dilaksanakan selama 3 hari, dimulai pada hari Jumat (23/2/24) hingga Minggu (25/2/24) yang dilaksanakan di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kegiatan Diksara ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Racana Arjuna-Srikandi Universitas PGRI Yogyakarta. Diksara IX memuat kegiatan pendidikan kepramukaan yang berfokus pada aspek keterampilan spiritual, intelektual, fisik, emosional, dan sosial masyarakat. Peserta Diksara IX dilatih untuk menerapkan keterampilan tersebut di lapangan.
Kak Rika selaku pembina Racana Arjuna-Srikandi membuka kegiatan Diksara IX di Gubug Pramuka Kwartir Cabang Bantul pada Jumat (23/2/24) pukul 11.00 WIB.
“Saya berharap seluruh peserta Diksara kali ini dapat dilantik dan dikukuhkan bersama-sama nantinya. Oleh karena itu, butuh solidaritas dan kekeluargaan yang baik dalam menjalani kegiatan ini”, ujar Kak Rika.
Kepala Lembaga Kemahasiswaan dan Alumni (LKA) Universitas PGRI Yogyakarta, Kak Anindita juga turut hadir dalam kegiatan pembukaan dan pelepasan peserta Diksara IX. Kak Anindita melepas 22 peserta Diksara IX seusai upacara pembukaan kegiatan dilaksanakan.
Pada hari pertama, Jumat (23/2/24) peserta Diksara IX melakukan perjalanan dari Gubug Pramuka Kwartir Cabang Bantul menuju Lapangan Dwi Sapta Ringinharjo seusai upacara pembukaan dan pelepasan. Perjalanan kemudian dilanjutkan pada hari kedua, Sabtu (24/3/24) peserta melanjutkan perjalanan menuju Goa Selarong. Dalam setiap perjalanan, peserta diberikan penugasan berdasarkan bekal yang diperoleh dari pemberian materi saat Pra-Diksara IX, seperti Ilmu Medan, Peta, dan Kompas (IMPK), Pertolongan Pertama (PP), dan Ilmu Komunikasi Lapangan (Ilkom Lap).
Kegiatan Diksara IX ditutup dengan upacara pelantikan dan pengukuhan anggota racana yang telah melalui serangkaian kegiatan Diksara IX. Penutupan kegiatan dilaksanakan pada Minggu (25/2/24) yang bertempat di Goa Selarong, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kak Rika, selaku pembina Racana Arjuna-Srikandi melantik dan mengukuhkan 22 peserta Diksara IX menjadi Anggota Racana Arjuna-Srikandi Universitas PGRI Yogyakarta. Upacara pelantikan dan pengukuhan peserta Diksara IX dilaksanakan di tengah guyuran hujan. Meskipun begitu, hujan bukanlah penghalang dan tidak menyurutkan semangat peserta dan panitia dalam melaksanakan serangkaian prosesi upacara pengukuhan. Hal ini justru menambah kesakralan selama upacara pengukuhan berlangsung.
Yogyakarta, 02 Februari 2024 – Lima mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) Semester 5 Universitas PGRI Yogyakarta (UPY), yaitu Anandita Nadia Rakasiwi, Wilda, Rodia Hasibuan, Duwiyanti, dan Risma Gibrihi, telah resmi dilepas untuk menjalani kegiatan internship di Thailand. Acara pelepasan berlangsung di ruang sidang rektorat UPY dan dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, termasuk Bapak Dra. Johanes Sabari, M.Si, Ketua Pengurus Yayasan Pembina UPY.
Pelepasan mahasiswa ini merupakan langkah penting dalam mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan dunia nyata dan mengembangkan kompetensi yang diperlukan dalam dunia PAUD. Selama kegiatan internship di Thailand, kelima mahasiswa ini akan dibimbing oleh tiga dosen PG-PAUD yang berpengalaman, yaitu Syariah Anggita Sakti, M.Pd., Novianti Retno Urtami, M.Pd., dan Khikmah Novitasdari, M.Pd.
Dalam sambutannya, Bapak Dra. Johanes Sabari, M.Si, mengungkapkan harapannya bahwa mahasiswa yang menjalani internship ini dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan di bidang PAUD. “Ini adalah peluang emas untuk belajar dan berkontribusi dalam pengembangan pendidikan anak usia dini, baik di Indonesia maupun di tingkat internasional,” ujarnya.
Wakil Rektor 3 UPY, Dr. Septian Aji Permana M.Pd, juga memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Ia berharap agar mahasiswa dapat menjalani internship dengan semangat dan dedikasi tinggi, serta membawa pulang pengalaman berharga untuk kemajuan Program Studi PAUD di UPY.
Kegiatan pelepasan mahasiswa ini turut dihadiri oleh Dr. Victor Novianto M.Hum (Kepala Kantor Kerjasama dan Urusan Internasional UPY), Eko Perianto, M.Si (Wakil Dekan 3 FKIP), Syahria Anggita Sakti, M.Pd (Ketua Program Studi PG-PAUD), serta para dosen PG-PAUD UPY. Mereka memberikan semangat dan doa terbaik agar mahasiswa dapat mengoptimalkan waktu internship mereka di Thailand. Semoga kegiatan internship ini menjadi pengalaman yang berharga dan membuka peluang baru bagi kemajuan pendidikan anak usia dini di Indonesia. Selamat berjuang, Anandita Nadia Rakasiwi, Wilda, Rodia Hasibuan, Duwiyanti, dan Risma Gibrihi!