Penulis: Humas UPY

  • Pengumuman Pendaftaran EPT Oktober 2019

    PENGUMUMAN

    Nomor : 071/UPT BAHASA-UPY/X/2019

    Diumumkan kepada mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta bahwa dalam rangka meningkatkan kompetensi mahasiswa di bidang bahasa Inggris, maka Universitas PGRI Yogyakarta melalui Unit Pelaksana Teknis Bahasa (UPT) Bahasa akan menyelenggarakan English Proficiency Test (EPT) Bulan Oktober 2019. Sertifikat EPT tersebut sebagai syarat Ujian Skripsi/Pendadaran dan dapat dicantumkan dalam Surat Keterangan Pendamping Ijasah (SKPI). Adapun jadwal pelaksanaan kegiatan sertifikasi EPT Oktober 2019 tersaji dalam tabel berikut :

    Tabel Pendaftaran Tes EPT Oktober 2019

    Kuota Peserta

    : 400 peserta.

    Tanggal dan Cara Pendaftaran

    : 14 – 23 Oktober 2019. Pendaftaran online melalui web : sertifikasi.upy.ac.id .

    Batas Akhir Penyerahan bukti slip pembayaran

    : 23 Oktober 2019 pada jam kerja maksimal jam 16.00 WIB.

    Pengumuman Pembagian Kelompok

    : 25 Oktober 2019. Di umumkan di website: upy.ac.id

    Tanggal Tes

    : 28 – 31 Oktober 2019. Di umumkan di website: upy.ac.id

    Contact Person

    : 082284338906 (Tias).

    Biaya

    : Rp 150.000,00 sudah termasuk biaya ujian ulang dan pembayaran dilakukan melalui bank BNI.

    Alur pendaftaran terlampir di halaman kedua surat pengantar yang dicetak. Mohon dibaca dengan cermat dan teliti. Demikian pengumuman ini disampaikan untuk menjadikan perhatian sebagaimana mestinya.

    DOWNLOAD PENGUMUMAN

  • Pelaksanaan Rapat Koordinasi Bidang Kemahasiswaan Perguruan Tinggi Dengan Tema Mewujudkan Mahasiswa Yang Berkarakter, Bermutu, Serta Berdaya Saing Unggul

    Pelaksanaan Rapat Koordinasi Bidang Kemahasiswaan Perguruan Tinggi Dengan Tema Mewujudkan Mahasiswa Yang Berkarakter, Bermutu, Serta Berdaya Saing Unggul

    YOGYAKARTA – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah V Yogyakarta menyelenggarakan Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim) Bidang III dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah V Tahun 2019 pada tanggal 9 Oktober 2019 bertempat di Ruang Sidang Utama Kantor LLDikti Wilayah V Yogyakarta. Rakorpim Bidang III dan LLDikti Wilayah V merupakan kegiatan yang rutin digelar setiap tahun. Adapun untuk tahun ini Rakorpim Bidang III dan LLDikti Wilayah V merupakan kegiatan yang kedua di tahun 2019 setelah kegiatan yang sama dilaksanakan pada tanggal 29 Maret 2019. Perserta Rapat Koordinasi Pimpinan Perguruan Tinggi Bidang III dan LLDikti Wilayah V adalah seluruh Pimpinan Perguruan Tinggi bidang Kemahasiswaan di lingkungan LLDikti Wilayah V Yogyakarta, baik perguruan tinggi negeri maupun swasta. Narasumber dalam Rakorpim Bidang III kali ini adalah Prof. Dr. Didi Achjari, S.E., M.Com., Ak., Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V Yogyakarta., Dr. Misbah Fikrianto, M.M., M.Si., Kepala Subdirektorat Penalaran dan Kreativitas, Direktorat Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, dan Drs. Beny Suharsono, M.Si, Paniradya Pati Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Rakorpim Bidang III dibuka pada pukul 08.00 WIB oleh Kepala Bagian Akademik, Kemahasiswaan dan Sumber Daya Tunggul Priyono, S.H., M.Hum Bersama dengan Dr. Misbah Fikrianto, M.M., M.Si. Pada sesi pertama Dr. Misbah Fikrianto, M.M., M.Si. menyampaikan paparan berkaitan dengan program dan kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Kemahasiswaan Kemristekdikti. Beliau juga menyampaikan betapa pentingnya mahasiswa mengikuti kegiatan-kegiatan yang bersifat Kokulikuler maupun ekstrakulikuler. Hal tersebut sangat berprngaruh terhadap rangking poerguruan tinggi yang salah satu unsur penilaiannya adalah kegiatan kemahasiswaan. Untuk mengukur nilai kegiatan kemahasiswaan, Kemristekdikti telah meluncurkan Sistem Pemeringkatan Kemahasiswaan (SIMKATMAWA) yang didalamnya berisi laporan dari setiap perguruan tinggi tentang kegiatan kemahasiswaan yang diikuti oleh mahasiswa di perguruan tinggi tersebut. Misbah juga menyampaikan betapa pentingnya dukungan dana dari perguruan tinggi untuk kegiatan kemahasiswaan, karena rata-rata dukungan dana dari perguruan tinggi untuk kegiatan kemahasiswaan masih dibawah 10% dari total dana perguruan tinggi. Sehingga misbah menyarankan kalua mau kegiatan kemahasiswaan maju, maka dana yang disediakan sebaiknya lebih dari 10% dari total anggaran perguruan tinggi.

    Sedangkan dalam kesempatan kedua, Prof. Didi menyampaikan pesan dari Menristekdikti kepada seluruh pimpinan bidang kemahasiswaan terkait beberapa hal penting yang antara lain, mahasiswa tidak dilarang untuk menyampaikan aspirasi, tetapi dengan cara yang santun, mematuhi peraturan, dan tidak merusak fasilitas umum. Pimpinan bidang kemahasiswaan juga dihimbau untuk menampung aspirasi mahasiswa dengan dengan mengajak diskusi, dan menghimbau kepada mahasiswa agar dalam menyampaikan aspirasi tidak arogan serta tidak melanggar aturan hokum.

    Dalam kesempatan ketiga, Drs. Beny Suharsono, M.Si. menyampikan paparan tentang Tata Nilai Budaya Yogyakarta. Beliau menyampaikan tentang tata nilai budaya Jawa yg memiliki kekhasan semangat pengaktualisasiannya, berupa pengerahan segenap sumberdaya (golong gilig), secara terpadu (sawiji), dalam kegigihan dan kerja keras yg dinamis (greget), disertai kepercayaan diri dalam bertindak (sengguh), tidak muncur dalam menghadapi resiko apapun (ora mingkuh). Beny juga menyampaikan Trilogi Falsafah Keistimewaan Yogyakarta yaitu Hamemayu Hayuning Bawana, Sengkan Paraning Dumadi, dan Manunggaling Kawula Gusti.

    Beny juga mengajak pimpinan perguruan tinggi bidang kemahasiswaan untuk ikut mengakses Dana Keistimewaan Yogyakarta yang telah disediakan, karena selama ini perguruan tinggi belum ada yang mengakses dana tersebut. Untuk membedakan lulusan perguruan tinggi Yogya dengan daerah lain, beliau juga menghimbau agar mahasiswa dapat berbaur dengan masyarakat sekitar, sehingga bagi perguruan tinggi yang mempunyai asrama mahasiswa, agar digunakan untuk mahasiswa tahun pertama dan tahun kedua saja, selanjutnya untuk tahun ketiga dan seterusnya agar tinggal diluar asrama berbaur dengan masyarakat sehingga dapat menyerap budaya-budaya lokal dari masyarakat sekitar dan agar perputaran ekonomi masyarakat juga meningkat.

    Rakorpim Bidang III ini ditutup secara resmi pada pukul 15.00 WIB. Namun setelah acara ditutup masih ada acara dari Paguyuban Kemahasiswaan Jogja 35 (PKJ 35) yang dipimpin oleh Dr. Fadlil dari Universitas Ahmad Dahlan. Dalam kesempatan ini membahas agenda-agenda kegiatan PKJ 35 yang merupakan kolaborasi dari seluruh perguruan tinggi di Yogyakarta dengan harapan dapat menaikkan peringkat Kegiatan Kemahasiswaan di masing-masing perguruan tinggi. Hadir pula dalam kesempatan ini AKBP Sinungwati S.H., M.I.P., Kepala Sub Direktorat Pembinaan Ketertiban Penyuluhan Ditbinmas Polda DIY, yang menyampaikan terima kasih atas tertib dan damainya pelaksanaan penyampaian aspirasi mahasiswa dalam Gejayan Memanggil tahun 2019. Beliau menyampaikan bahwa tertibnya mahasiswa Yogyakarta merupakan buah dari didikan yang diberikan oleh masing-masing perguruan tinggi. Sinungwati juga mengucapkan terima kasih atas kolaborasi dari perguruan tinggi dalam pelaksanaan Festival Budaya Indonesia yang telah sukses digelar di Museum Serangan Oemoem 1 Maret pada tanggal 2 Oktober 2019 yang lalu. Beliau berharap agar kerjasama ini terus berlanjut pada kesempatan yang akan datang.

    Unduh Paparan Rakorpim Bidang III

    1. Strategi Pengembangan Kemahasiswaan – Misbah Fikrianto

    2. Tata Nilai Budaya Yogya – Beny Suharsono

    Sumber: http://lldikti5.ristekdikti.go.id/home/detailpost/pelaksanaan-rapat-koordinasi-bidang-kemahasiswaan-perguruan-tinggi-dengan-tema-mewujudkan-mahasiswa-yang-berkarakter-bermutu-serta-berdaya-saing-unggul

    Baca juga: http://upy.ac.id/berita/pvto-upy-menyelenggarakan-workshop-teknologi-yamaha

  • PVTO UPY Menyelenggarakan Workshop Teknologi Yamaha

    PVTO UPY Menyelenggarakan Workshop Teknologi Yamaha

    Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif bersama Yamaha menyelenggarakan Workshop Teknologi Yamaha, di Auditorium Universitas PGRI  Yogyakarta pada hari Rabu, 2 Oktober 2019. Workshop ini diikuti 130 peserta dari mahasiswa dan 8 Sekolah SMK yang berada di daerah Yogyakarta dan sekitarnya. “Kegiatan ini akan rutin diselenggarakan atas kerjasama PVTO UPY dan Yamaha sebagai sarana untuk berbagi informasi khususnya mengenai kemajuan teknologi otomotif,” ujar Bayu Gilang Purnomo, M.Pd. sebagai Ketua Program Sarjana PVTO.

    Bapak Sukrisno Beni Istiyawan sebagai Chief Yamaha menyatakan bahwa Workshop Teknologi Yamaha ini sebagai sarana untuk sharing membagikan informasi mengenai teknologi otomotif  yang berkembang saat ini seperti Technology Bluecore dan YM-Jet F1 Yamaha. Yamaha memilih PVTO UPY sebagai partner dalam workshop ini adalah selain karena ingin berkembang bersama dalam dunia otomotif juga karena lokasi yang strategis.

    Sementara itu, Ketua Program Sarjana PVTO mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat penting bagi siswa jurusan Otomotif dan mahasiswa khususnya Program Sarjana PVTO karena dapat menambah wawasan tentang setiap perkembangan teknologi dibidang otomotif. “Diharapkan melalui kegiatan ini, siswa bersama mahasiswa dapat memanfaatkannya dan mengembangkan laboratorium melalui pengetahuan otomotif khususnya,” terang Sukrisno Beni. Selain workshop, Yamaha juga menyelenggarakan pameran kendaraan terbarunya serta menyediakan service hemat kendaraan roda dua bagi masyarakat umum di sekitar UPY.

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/farmasis-milenial-di-era-40

  • PENGUMUMAN PENDAFTARAN ACTION PROGRAM PERIODE VI BULAN OKTOBER 2019

     

    NB :

    1. Pendaftar yang sudah melakukan pembayaran diharapkan langsung menyerahkan bukti pembayaran ke PPTIK agar terverifikasi dan sudah terdaftar sebagai peserta.

    2. Jika ada pendaftar yang sudah membayar tetapi kuota sudah penuh maka akan diikutkan di periode selanjutnya.

    3. Pendaftar dinyatakan sebagai peserta setelah mengumpulkan bukti pembayaran di PPTIK dan sudah terverifikasi.

     

    Untuk mendaftar kunjungi web sertifikasi.upy.ac.id

  • Farmasis Milenial Di Era 4.0

    Farmasis Milenial Di Era 4.0

    Program Studi Farmasi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas PGRI Yogyakarta pada kamis (19/9) lalu, mengadakan Sosialisasi Farmasi UPY dan Kajian ilmu kefarmasian dengan tema “Farmasis Milenial di Era 4.0”. Acara tersebut dilaksanakan di ruang multimedia Gedung A unit 1 UPY dan dihadiri juga rektor UPY, Dr Ir Paiman MP. Acara ini merupakan bagian dari promosi Prodi Farmasi UPY pada penerimaan mahasiswa jalur khusus sampai penerimaan september 2019. Adapun untuk peserta sendiri dihadiri 50 orang yaitu alumni SMA/SMK sederajat dan Asisten Apoteker di Yogyakarta. Acara ini didahului dengan kajian kefarmasian mulai dari pengertian farmasi sampai dengan peran farmasi di era 4.0.

    Rahmat A Hi Wahid M.farm.,Apt (Dosen Farmasi UPY sekaligus Pemateri Acara) menyampaikan “seorang healthcare professional yang dibekali dengan knowledge dan skills yang khusus yang dapat membantu mendapatkan hasil terapi terbaik dari pengobatannya, karena itu apoteker/farmasis memainkan peran yang penting dalam tim healthcare menuju pelayanan holistik untuk pasien.”Ujar Rahmat.

    Pada era 4.0 dengan kemajuan teknologi yang sangat pesat kini yang merupakan pengembangan dari teknologi digital pada revolusi industri 3.0. berbagai terobosan baru yang tak hanya dalam bidang digital (artificial intelligence), tetapi juga pada bidang fisika(penemuan material baru), biologi(bio-engineering), internet of things dan teknologi-teknologi lainnya. Banyak sekali peran-peran teknologi mesin yang sudah mulai menggantikan peran manusia. “Lalu dimana peran farmasi? Peran farmasi yaitu pelayanan langsung farmasi yang tidak bisa tergantikan oleh mesin, salah satu peran yaitu entrepeneur.”jelas Rahmat. Farmasis Millenial di Era 4.0 tidak hanya bekerja dibalik layar saja, tetapi wajib menerapkan paradigma Patient oriented dengan penguatan softskill kompetensi pengembangan diri.

    Rektor UPY dalam sambutannya mengungkapkan “Tentunya Farmasi sendiri merupakan bisnis yang tidak akan pernah mati karena berkaitan dengan kesehatan. Dan Farmasi UPY sendiri berbeda dengan farmasi yang lain karena farmasi UPY lebih konsentrasi di tanaman herbal.”ujar paiman.

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/kesuksesan-itu-direncanakan-bukan-kebetulan

  • PENGUMUMAN PENGAMBILAN SERTIFIKAT BNSP

    Diumumkan kepada mahasiswa peserta ujian Sertifikasi BNSP pada tanggal 30-31 Juli 2019 yang dinyatakan KOMPETEN, sertifikat sudah selesai dicetak dan dapat diambil di PPTIK UPY Gd C Lantai 4 pada jam kerja. Paling lambat pengambilan sertifikat 31 Oktober 2019, apabila tidak diambil pada waktu yang telah ditentukan dan terjadi kerusakan atau hilang bukan tanggung jawab PPTIK.

    Berikut kami lampirkan daftar nama yang kompeten dan dapat mengambil sertifikat :

    Download

    NB. Pengambilan sertifikat tidak boleh diwakilkan.

  • Kesuksesan Itu Direncanakan, Bukan Kebetulan

    Kesuksesan Itu Direncanakan, Bukan Kebetulan

    Keberhasilan seseorang atau kesuksesan seseorang itu direncanakan, bukan karena faktor kebetulan. Jadi hidup itu, memilih bukan pilihan. Hadapi kehidupan dengan kerja keras, maka suatu saat nanti kehidupan akan lunak kepada kalian semua.

    Sebaliknya jika sekarang lunak dalam menghadapi kehidupan, maka kelak kehidupan yang akan keras kepada kalian. Oleh karena itu, jangan mudah menyerah, karena sukses ditentukan oleh dirimu sendiri bukan oleh orang lain.

    Dr Ir Paiman MP, Rektor Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) dihadapan peserta upacara wisuda sarjana periode  tahun akademik  2019/2020 di kampus setempat, kemarin. Berhasil diwisuda 439 orang yang terdiri 125 laki-laki dan 314 wanita.

    Lebih lanjut rektor mengatakan, tidak penting berapa kali saudara gagal dalam mencoba, tetapi yang terpenting setiap kali gagal harus bangkit kembali.

    ‘Jaga semangatmu, dan teruslah berjuang. Insya Allah, sukses akan ada digenggamanmu,’ ujar Rektor UPY dalam memberi semangat kepada para wisudawan. ‘Jangan takut gagal,’ katanya lagi.

    Oleh karena itu, ia berharap mudah-mudahan dengan bekal ilmu yang telah dimiliki menjadi modal yang sangat berharga untuk meraih kesuksesan dalam mengabdikan diri kepada masyarakat, bangsa dan negara.

    Perlu diketahui bahwa, tingkat kesuksesan itu berbanding lurus dengan seberapa besar usaha yang dilakukan. Tidak ada kesuksesan yang gratis, tetapi dibutuhkan doa, perjuangan dan pengorbanan.

    Hendaknya wisudawan terus berupaya untuk mengembangkan diri, sehingga mampu beraktualisasi diri sebagai sarjana, dan magister pendidikan yang profesional.

    Kepada para alumni, selain akan segera terjun mengabdikan diri untuk kepentingan kemajuan masyarakat, bangsa, dan negara, juga perlu mengembangkan dan meningkatkan kualitas diri secara terus menerus.

    sumber: https://www.suaramerdeka.com/news/baca/200207/kesuksesan-itu-direncanakan-bukan-kebetulan

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/acara-wisuda-upy-42-wisudawan-meraih-cumlaude

  • Acara Wisuda UPY: 42% Wisudawan Meraih Cumlaude

    Acara Wisuda UPY: 42% Wisudawan Meraih Cumlaude

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) menyelenggarakan Wisuda Sarjana Periode I Tahun Akademik 2019/ 2020, Sabtu (28/9/2019), di Aula Kampus UPY, Jalan IKIP PGRI, Sonosewu, Yogyakarta. Selain orang tua dan pendamping para wisudawan/ wisudawati, acara ini juga dihadiri oleh pimpinan LLDIKTI Wilayah V Yogyakarta, APTISI Wilayah V Yogyakarta, Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Yogyakarta, dan perwakilan dari relasi Bank, serta Kepala Desa Ngestiharjo, Bantul, beserta jajarannya.

    Rektor UPY, Dr. Ir. Paiman, MP, menjelaskan, bahwa prosesi wisuda bagi wisudawan/ wisudawati program sarjana UPY tersebut diikuti oleh 439 orang, yang terdiri atas 125 laki-laki dan 314 wanita. Wisudawan Sarjana (S1) terdapat, tiga orang meraih predikat lulus, 18 orang predikat memuaskan, 157 orang meraih predikat sangat memuaskan dan 260 orang (42%) meraih predikat pujian atau cumlaude.

    Wisudawan/ wisudawati program S1 yang berhasil meraih prestasi tertinggi yaitu, Mentari Eka Rahayu Almirasari, S.Pd program studi PGSD dengan indeks prestasi (IP) 3,97. Lulusan yang tercepat adalah Rezki Mitayani, S.Pd dari prodi PGSD, lama studi 3,7 tahun. Lulusan wisuda yang termuda adalah Anggita Pramesti, S.Pd prodi Bimbingan Konseling usia 20 tahun, 9 bulan. Sedangkan lulusan wisudawan tertua adalah Anonius Sumardiyana, S.Pd prodi PPKn, usia 53 tahun, 7 bulan.

    “Wisuda mengandung makna melekatnya tanggung jawab dengan gelar akademik yang dicapai sebagai pengakuan bidang keilmuan. Wisuda merupakan awal dimulainya meniti kehidupan yang sebenarnya. Dan wisuda bukan akhir dari pembelajaran, namun merupakan proses belajar langsung di masyarakat. Dunia terus berubah cepat dan ikuti perubahan itu, jangan terlena, terlewatkan belajar sehingga kehilangan kesempatan,” pesan Paiman.

    Rektor UPY juga menitipkan pesan berupa motivasi kepada para wisudawan dan wisudawati, bahwa sukses itu direncanakan, bukan factor kebetulan. Hidup itu memilih bukan pilihan. Hadapi kehidupan ini dengan kerja keras, maka kelak suatu saat kehidupan akan lunak kepada anda. Tetapi jika sekarang anda lunak enghadapi kehidupan ini, maka kelak kehidupan akan keras kepada anda.

    “Jangan mudah menyerah, karena sukses ditentukan oleh dirimu sendiri bukan oleh orang lain. Tidak penting berapa kali anda gagal dalam mencoba, tetapi yang terpenting setiap kali gagal anda harus bangkit kembali. Jaga semangat dan teruslah berjuang, sukses akan ada digenggaman. Jangan hanya menunggu tetapi kejar dan jemput impianmu. Untuk mewujudkan masa depan gemilang, berusahalah sebaik yang anda bisa, selebihnya biar menjadi takdir atas ikhtiar anda,”tukasnya.

    sumber: https://bernasnews.com/acara-wisuda-upy-42-wisudawan-meraih-cumlaude/

    baca juga : http://upy.ac.id/berita/meningkatkan-kemampuan-dan-profesionalitas-kinerja-pegawai

  • Daftar pencairan Beasiswa PPA 2019

    Terkait tindak lanjut beasiswa PPA 2019, sudah bisa di cairkan per tanggal 25 september 2019 berikut daftar nama-nama penerimanya juga jadwalnya.

    Edaran Pengambilan Butab PPA Kirim0001

    Lamp 1. Jadwal Pengambilan Buku Tabungan BTN PPA 2019 Kirim

    Lamp 2.SK Penerima PPA 2019 Tahap I

  • Meningkatkan Kemampuan dan Profesionalitas Kinerja Pegawai

    Meningkatkan Kemampuan dan Profesionalitas Kinerja Pegawai

    Universitas PGRI Yogyakarta pada 12-13 september 2019 lalu mengadakan diklat pegawai di Auditorium UPY dengan mengusung tema “Humanism Glocal Entrepeneur”. Diklat khusus untuk pegawai baru tersebut di ikuti oleh 102 peserta dari tenaga pendidik dan tenaga kependidikan dari angkatan 2016-2019 yang dilaksanakan selama 2 hari. Acara tersebut di buka langsung oleh ketua YP UPY , Armansyah Prasakti SH SPn MH.

    Ketua YP UPY menyambut baik kegiatan diklat ini dan berharap pelaksanaan diklat berjalan dengan lancar dan sukses sampai selesainya semua kegiatan. “Baik dosen maupun karyawan semua mempunyai tanggung jawab, jadi mari kita bekerja bersama-sama secara optimal dan berikan yang terbaik demi menuju UPY yang Apik dan Unggul.”tandas Armansyah.

    Dalam sambutannya, Ketua Panitia Diklat, Meilany Nonsi Tentua Ssi MT menjelaskan “diklat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalitas pelayanan di UPY.” Mengacu pada visi misi UPY untuk menjadi perguruan tinggi unggul tentu saja pelayanan adalah sesuatu yang penting terutama disebuah Instansi. “kita harus bekerja secara profesional dengan memberikan pelayanan yang baik dan optimal, jadi mari kita sambut kegiatan ini dengan semangat dan bahagia”lanjutnya.

    Dalam kegiatan tersebut, peserta diklat dijelaskan pula bagaimana sejarah panjang Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) yang merupakan perubahan dari IKIP PGRI Yogyakarta yang telah berdiri sejak tahun 1962 dan berganti menjadi Universitas PGRI Yogyakarta pada 25 Juni 1997. Dijelaskan Drs John Sabari Msi “bahwa dalam proses perkembangan sampai mencapai usia yang cukup dewasa lembaga ini mengalami pasang surut termasuk berpindah-pindah gedung sebelum akhirnya memiliki gedung sendiri. Menyimak sejarah perkembangan UPY kiranya dapat diambil nilai-nilai paedagogis yang sangat tinggi, yaitu nilai heroisme, patriotisme, nasionalisme dan perjuangan tanpa pamrih serta kerja keras. Dengan bekal dan modal sumber daya yang sangat terbatas, namun UPY mampu bertahan dan berkembang. Bahkan dengan tekat kuat dan semangat pantang menyerah para founding fathers, kendatipun perkembangan institusi ini mengalami pasang surut, namun pada akhirnya mencapai tingkat perkembangan seperti sekarang ini.“Jelas John Sabari. Adapula materi khusus bagi tenaga kependidikan (karyawan) maupun tenaga pendidik (dosen) yang dikemas pula dalam bentuk games sebagai pelatihan kerjasama sebuah tim juga meningkatkan kreatifitas.

    Rektor UPY, Dr Ir Paiman MP, menegaskan “kita harus mempunyai arah yang sama, memiliki persepsi yang sama dan melakukan pekerjaan bersama-sama untuk UPY yang apik dan unggul”. Paiman menjelaskan, “bahkan kami di rektorat  dan Yayasan mempunyai obsesi yaitu untuk jangka panjang kita bisa memiliki kampus terpadu.“Ungkap Paiman.

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/fkip-upy-peduli-air