Penulis: Humas UPY

  • DISKUSI MENYAMBUT PERMENRISTEKDIKTI NO. 55 TAHUN 2018

    DISKUSI MENYAMBUT PERMENRISTEKDIKTI NO. 55 TAHUN 2018

    Kementrian PSDM BEM KM UPY menyelenggarakan kegiatan Kajian Isu dengan tema “Menyambut PERMENRISTEKDIKTI NO. 55 Tahun 2018” di Auditorium Universitas PGRI Yogyakarta yang bertepatan pada tanggal 21 November 2018, berlangsung dari pukul 14:30-17:30 WIB.

    Diskusi tersebut di selenggarakan untuk mengkaji PERMENRISTEKDIKTI NO. 55 Tahun 2018 tentang Pembinaan Idieologi Bangsa dalam kegiatan kemahasiswaan di lingkungan kampus melalui UKM PIB, yang Sekaligus melegalkan kembali organisasi ekstra masuk dalam kehidupan kampus, permenristekdikti ini di keluarkan pada tanggal 28 Oktober 2018 bertepatan dengan hari sumpah pemuda yang ke-90 oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (bapak Muhamad Nasir)

    Kegiatan itu terbuka untuk umum, di hadiri oleh beberapa mahasiswa delegasi dari berbagai organisasi Intra kampus dan mahasiswa umum Universitas PGRI Yogyakarta, juga menghadirkan tiga orang Pemateri yakni Dr Muhamad Ikbal Birsyada M.Pd, Rasyid ripamole, Muhamad Fairuzzabadi M.Kom.

    Diskusi yang dipandu oleh saudara taufik hidayat tersebut diawali dari pemateri yang mengupas permenristekdikti tersebut dari berbagai sudut pandang (sejarah, hukum, hingga kemahasiswaan) kemudian di berikan waktu kepada masing-masing delegasi dari berbagai organisasi intra kmpus untuk menyampaikan pendapatnya, hingga sesi terakhir tanya jawab dari semua audiens yang hadir.

    Diskusi yang cukup alot itupun sangat menarik karena berbagai pendapat di tuangkan dalam forum tersebut, yang mengupas sangat dalam terkait dampak positif maupun negative dari terbitnya permenristekdikti tersebut, baik terhadap organisasi intra, organisasi ekstra kampus itu sendiri, mahasiswa, Perguruan tinggi, hingga terhadap penguatan ideology bangsa (ideology pancasila). dari Wakil Rektor III bidang kemahasiswaan sendiri (Muhamad fairuzzabadi, M.Kom) menyampaikan akan meleksanakan rapat internal di tataran rektorat juga menunggu surat edaran lanjutan Menrestekdikti terkait PERMENRSITEKDIKTI NO. 55 tahun 2018 tersebut untuk kemudian di tindaklanjuti.

  • Pencak Silat UPY Sabet Medali Emas

    Pencak Silat UPY Sabet Medali Emas

    Pekan Olahraga Mahasiswa tingkat Daerah (POMDA) DIY, Cabang Olahraga Pencak Silat, diselenggarakan oleh BAPOMI DIY, bertempat di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta (UPNYK).

    3 Desember 2018 by UKM Pencak Silat UPY

    Yogyakarta, 1-2 Desember 2018, UKM Pencak Silat Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) baru saja berlaga dalam Kompetisi POMDA Cabor Pencak Silat DIY. Kompetisi ini diikuti oleh ratusan Mahasiswa/i yang mewakili Perguruan Tinggi yang ada di DIY. Terdata, ada 19 PTN/PTS yang unjuk aksi dalam kompetisi ini. Sangat semarak dan meriah tentunya. Pertandingan pencak silat yang berlokasi di UPN Veteran Yogyakarta ini menyajikan berbagai kategori, dari Kategori Tanding Putra kelas A-F, Kategori Tanding Putri kelas A-F, Kategori Seni Tunggal, dan Kategori Seni Ganda.

    Berkat kegigihan yang luar biasa, Alhamdulillah, Team Pencak Silat Universtas PGRI Yogyakarta berhasil membawa pulang 4 mendali dengan rincian 1 Medali Emas, 1 Medali Perak, dan 2 Medali Perunggu. Dari yang paling kiri, atas nama Panggah Santoso (TI) peraih medali perunggu kelas B Putra, Riyani (Manajemen) peraih medali perunggu kelas A Putri, Shofia Novianti (TI) medali emas kelas B Putri, dan Bachtiar Ar-rosyad (PGSD) medali perak kelas C Putra.

    Nuryantono, selaku Manajer Team Pencak Silat UPY mengucapkan selamat kepada para pemenang, serta terimakasih yang amat sangat kepada Pembina, Pelatih, Atlet, Official, dan semua pihak yang selalu memberikan support kepada Team Pencak Silat UPY. “Pelaksanaan POMDA Cabor Pencak Silat ini tidak semata-mata hanya mengejar kemenangan. Namun yang paling penting adalah kita bisa memandang pertandingan ini sebagai ajang melestarikan budaya bangsa, persahabatan, silaturami antar peserta, supporter, dan juga panitia,” ujar Yantono saat ditemui dilokasi pertandingan.

    Setelah 2 hari pertandingan berjalan dengan lancar, pertandingan selesai. Penutupan serta pembagian hadiah dilangsungkan pada Minggu sore. Gemuruh kemenangan pun semakin jelas terasa saat berlangsungnya penyerahan medali dan piala kepada para juara oleh pihak Bapomi dan UPN selaku penyelenggara.

  • PENGUMUMAN HASIL TES EPT PERIODE V

    Pengumuman Hasil Tes EPT Periode V

    N0. 50/UPT-B/UPY/XI/2018

    Diumumkan untuk seluruh peserta EPT Periode V bahwa UPT Bahasa telah selesai menyelenggarakan Tes EPT Periode V dan hasil tes bisa di download di link di bawah. Untuk peserta tes EPT Periode V yang dinyatakan LULUS, diwajibkan untuk mengecek NAMA LENGKAP, TEMPAT TANGGAL LAHIR, BULAN LAHIR, TANGGAL LAHIR DAN TAHUN LAHIR DAN APABILA TERDAPAT KEKELIRUAN DATA DIRI, SEGERA KONFIRMASI DATA DIRI DENGAN CARA KETIK NAMA LENGKAP DAN TTL, KEMUDIAN KIRIM WA KE PENGELOLA UPT BAHASA (Tias, NOMOR WA : 082284338906) BATAS WAKTU KONFIRMASI DATA DIRI SAMPAI TANGGAL 3 DESEMBER 2018. JIKA DATA DIRI SUDAH BENAR, TIDAK PERLU KONFIRMASI.

    Untuk peserta yang dinyatakan TIDAK LULUS PADA UJIAN EPT PERIODE V DAN PERIODE SEBELUMNYA, dapat mengikuti ujian ulang EPT yang akan dibuka pendaftarannya pada tanggal 29 November – 5 Desember 2018, dengan mengikuti prosedur pendaftaran. Pendaftaran dilakukan di UPT Bahasa pada jam kerja.

    DOWNLOAD PESERTA LULUS

    DOWNLOAD PESERTA TIDAK LULUS

    Yogyakarta, 26 November 2018

    Kepala UPT Bahasa UPY

    Sujatmiko, M.Hum

    NIS. 19830609201310 1 002

  • PENGUMUMAN PENGAMBILAN SERTIFIKAT BNSP ACTION PROGRAM PERIODE 2 BULAN OKTOBER 2018

    Diumumkan kepada peserta Ujian LSP Action Program Periode 2 yang ujian di tanggal 2-3 Oktober 2018 dan dinyatakan Kompeten, bahwa sertifikat BNSP sudah jadi dan bisa di ambil pada :

    Tanggal : 26 November – 10 Desember 2018

    Waktu : Jam Kerja 08.00-15.00

    Tempat : PPTIK UPY, Kampus Unit 1, Gd C Lantai 4

    Pengambilan sertifikat harus diambil sendiri tidak bisa diwakilkan.

    Diharapkan sertifikat segera diambil sesuai waktu yang telah ditentukan, apabila tidak diambil di waktu yang telah ditentukan, jika terjadi kehilangan bukan tanggung jawab PPTIK.

    Demikian pengumuman kami sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.

    info via WA : 085878897513

    26 November 2018

    PPTIK UPY

  • PENERIMAAN CALON PEGAWAI UPY TAHUN 2018 TAHAP 2

    PENERIMAAN CALON PEGAWAI UPY TAHUN 2018 TAHAP 2

    Universitas PGRI Yogyakarta membuka kesempatan bagi putra-putri terbaik bangsa untuk formasi Tenaga Edukatif, Programmer, Staf Jurnalistik (Menguasai Fotografi), untuk persyaratan dan informasi selengkapnya bisa diunduh melalui link DOWNLOAD

  • MENGENAL LEBIH DEKAT ASAL USUL SUKU DAYAK HINDU BUDHA BUMI SEGANDU INDRAMAYU, JAWA BARAT

    MENGENAL LEBIH DEKAT ASAL USUL SUKU DAYAK HINDU BUDHA  BUMI SEGANDU INDRAMAYU, JAWA BARAT

    Ketua Program Studi PIPS Dr. Gunawan Sridiyatmiko, M.Pd Memberikan Kenang-kenanagan kepada wakil pimpinan Suku Dayak Hindu-Budha Bumi Segandu

    Dosen, Mahasiswa dan Suku Dayak Indramayu Foto bersama di Depan Padepokan Suku Dayak Bumi Segandu Indramayu, Jawa Barat

    Jumat s/d Minggu, 13 dan 15 Juli 2018, 19 mahasiswa Program Pascasarjana (S2) Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas PGRI Yogyakarta Mengadakan Penelitian Lapangan di Suku Dayak, Indramayu, Jawa Barat, Dalam Penelitian ini di dampingi oleh Direktur PPs Dr. Sunarti, M.Pd, Kaprodi Dr. Gunawan Sridiyatmiko, M.Pd, Dr. Elsa Putri Ermisa Syafril, M.Pd dan Sumardi, S.Pd

    Kegiatan ini adalah sebagai kegiatan kuliah lapangan untuk menerapkan pemahaman mahasiwa dalam bersosialisasi secara langsung pada masyarakat terutama pada Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu Indramayu.

    Menurut Panglima Perang Suku Dayak Hindu-Budha Bumi Segandu Indramayu, Tarxim Bin Kalsim, bahwa Suku Dayak Hindu-Budha Bumi Segandu Indramayu ini tidak ada kaitannya sama sekali dengan Suku Dayak yang ada di Kalimantan.

    Berikut adalah penjelasannya:

    Kata “suku” artinya kaki, yang mengandung makna bahwa setiap manusia berjalan dan berdiri di atas kaki masing- masing untuk mencapai tujuan sesuai dengan kepercayaan dan keyakinannya masing- masing.
    Kata “Dayak” berasal dari kata “ayak” atau “ngayak” yang artinya memilih atau menyaring. Makna kata “dayak” di sini adalah menyaring, memilah dan memilih mana yang benar dan mana yang salah.
    Memilih mana yang benar dan mana yang salah. Kata “Hindu” artinya kandungan atau rahim. filosofinya adalah bahwa setiap manusia dilahirkan dari kandungan sang ibu (perempuan).
    Sedangkan kata “Budha”, asal dari kata “wuda”, yang artinya telanjang. Makna filosofisnya adalah bahwa setiap manusia dilahirkan dalam keadaan telanjang.
    Selanjutnya adalalah kata “Bumi Segandu Indramayu”. Bumi mengandung makna wujud, sedangkan “segandu” bermakna sekujur badan. Gabungan kedua kata ini, yakni “Bumi Segandu” mengandung makna filosofis sebagai kekuatan hidup.
    Adapun kata “Indramayu”, mengandung pengertian : “In” maknanya adalah ‘inti ; “Darma” artinya orang tua, dan kata “Ayu”, maknanya perempuan. Makna filosofisnya adalah bahwa ibu (perempuan) merupakan sumber hidup, karena dari rahimnyalah kita semua dilahirkan. Itu sebabnya menghormati kaum perempuan, yang tercermin dalam ajaran dan kehidupan mereka sehari hari.

    Suku Dayak Bumi Segandu adalah sekelompok komunitas lokal yang mempercayai suatu ajaran bersama dan menetap di Desa Krimun, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Anggota kelompok kepercayaan ini diklaim berjumlah ribuan yang anggotanya berasal dari berbagai macam daerah, seperti Subang, Cirebon, hingga Jawa Timur. Mereka murni terbentuk sebagai kelompok berbasis kepercayaan terhadap keyakinan.

    Kelompok masyarakat ini tidak memiliki identitas legal seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP). Mereka tidak memiliki salah satu agama sebagaimana agama yang diakui oleh negara. Namun Mereka masih merasa menjadi bagian dari Negara Indonesia. Hanya saja, mereka memiliki perspektif lain dalam memandang cara hidup. Bagi kelompok ini, KTP adalah sesuatu yang menyusahkan. Mereka berkeyakinan bahwa diri mereka yang mereka bawa kemana-mana itulah tanda pengenal yang sesungguhnya.

    Dosen dan Mahasiwa foto bersama dengan Ta mad atau Eran Takmad Diningrat Gusti Alam Pemimpin Suku Dayak Bumi Segandu Indramayu

    Asal usul

    Kelompok masyarakat ini menunjukan eksistensinya sejak akhir tahun 90-an kepada masyarakat luas. Mereka membangun komunitas dengan berpegang teguh pada spiritualitas sebagai dasar pembentukan ajarannya. Mereka menyebut kepercayaannya sebagai agama Jawa, mereka melakukan penggalian kembali kepercayaan dan nilai-nilai spiritualitas masyarakat Jawa masa lalu. Mereka berpikir bahwa agama-agama besar yang ada saat ini, termasuk agama yang diakui oleh pemerintah Indonesia, telah terkontaminasi kepentingan-kepentingan individu yang sarat dengan keserakahan. Hal inilah yang menyebabkan kelompok kepercayaan ini menggali kembali nilai-nilai budaya masyarakat Jawa dan membangun ulang nilai-nilai komunal.

    Kelompok tersebut dianalogikan sebagai sekumpulan manusia terpilih karena tidak semua orang dapat menjalankan peraturan seperti yang telah disyaratkan oleh komunitas tersebut. Selain itu, makna “Hindu Budha” dalam pemahaman komunitas ini diartikan sebagai jiwa dan raga. Mereka yang tergabung diandaikan sebagai manusia yang baru saja dilahirkan oleh ibunya dalam keadaan telanjang. Mereka yang telah menjadi Bodhisatvva sebagai wujud menyatunya diri mereka dengan makrokosmos, akan menanggalkan pakaian ala kehidupan era modern yang marak terjadi saat ini. Anggota kelompok komunitas ini akan telanjang dengan hanya mengenakan celana pendek berwarna hitam-putih. Warna tersebut merupakan simbol dari kehidupan yang saling berpasangan. Selain itu, mereka juga akan mengenakan aksesoris terbuat dari kayu dan bambu sebagai bentuk kedekatan mereka dengan alam. Kemana pun anggota kelompok komunitas ini pergi, mereka akan selalu mengenakan pakaian dan aksesoris tersbut. Cara berpakaian yang demikian kemudian masyarakat “modern” sering memandang mereka sebagai kelompok orang gila.

    Pendirian komunitas itu sendiri bebas dari campur tangan pemerintah. Adalah seorang Ta mad yang memulai pembentukan komunitas ini dengan mendirikan sebuah padepokan yang bernama Padepokan Nyi Ratu Kembar di Desa Karimun, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Tanah tempat dibangunnya padepokan tersebut sendiri adalah warisan dari mertua Ta mad. Sejak perenungannya berhasil melahirkan sebuah aliran kepercayaan baru, pengikutnya menjadi semakin banyak dan terbentuknya kelompok masyarakat Dayak Hindu Budha Bumi Segandu Indramayu.

    Nilai dan ajaran

    Nilai dan ajaran pada Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu Indramayu terbentuk pada tahun 1970-an dan diajarkan oleh Ta mad atau Eran Takmad Diningrat Gusti Alam. Ta mad adalah pendiri komunitas kepercayaan ini karena adanya kejenuhan yang dia alami terhadap peraturan-peraturan pemerintah. Ta mad banyak melakukan refleksi dan introspeksi diri terhadap berbagai permasalahan yang terjadi di sekitarnya. Lalu, ia meyakini bahwa kembali ke alam (back to nature) adalah ajaran terbaik bagi manusia. Mendekatkan diri kepada alam dipercaya sebagai inti dari kehidupan manusia.

    Wujud dari ajaran kembali ke alam tersebut tercermin dalam nilai-nilai yang mereka junjung sehari-hari. Mereka sangat mengagungkan nilai-nilai alamiah seperti menghargai perempuandan anak-anak. Bagi mereka, kaum perempuan memiliki martabat dan derajat yang amat tinggi, karena dari mereka lah lahir individu-inidividu baru. Hal itu tentu tidak bisa dilakukan oleh kaum pria, dimana pun dan oleh siapa pun. Begitu juga dengan anak-anak, mereka selalu menganggap benar segala perkataan dan perbuatan anak-anak yang terlihat lugu. Para lelaki kelompok kepercayaan ini berpijak untuk mengabdi pada perempuan, termasuk ibu, istri, dan anak perempuan mereka. Tidak heran jika kemudian banyak di antara mereka yang mencari nafkah di luar rumah sekaligus mengurus rumah tangga seperti memasak, membersihkan rumah, dan pekerjaan rumah tangga lainnya.

    Ritual

    Kelompok Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu Indramayu melakukan ritual bernama “kum-kum” atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan rendaman. Ritual ini mereka lakukan untuk melatih kesabaran. Kum-kum sendiri mereka lakukan selama empat bulan dalam satu tahun tepatnya setiap pukul 23.00. Sebelum kum-kum, mereka biasanya melakukan kidung terlebih dahulu. Setelahnya, mereka akan berjalan ke sungai kecil di dekat perkampungan mereka untuk merendam diri hingga pagi hari tiba. Selama berendam, mereka tidak diperbolehkan memakai pakaian atas. Selain itu, mereka harus mampu menahan dinginnya udara malam dan air sungai berikut gigitan ikan kecil-kecil yang hidup di sungai. Hal itu memang tidak mudah untuk dilakukan; perlu pembiasaan mengingat tujuan utama dari ritual ini adalah untuk melatih kesabaran.

    Setelah ritual kum-kum selesai, mereka tidak lantas pulang ke rumah pada pagi harinya. Mereka harus melakukan ritual lanjutan berupa mepe atau berjemur. Mereka akan berjemur pada pagi hari hingga celana mereka kembali kering. Tujuan dari ritual ini adalah untuk mendekatkan manusia dengan alam tanah. Setelah menyelesaikan rangkaian ritual tersebut, mereka akan merasa menjadi orang baru kembali. Selanjutnya, sisa waktu delapan bulan ke depan bisa mereka pergunakan untuk mencari nafkah demi mencukupi kebutuhan hidup anak dan istrinya. Apabila nafkah mereka berlebih, mereka akan memberikannya pada komunitas yang membutuhkan. Setelah itu, empat bulan selanjutnya akan mereka manfaatkan untuk ritual dan mendekatkan diri dengan alam. Siklus ritual tersebut telah mereka kerjakan secara teratur selama bertahun-tahun.

    Ritual lain yang dilakukan oleh kelompok aliran kepercayaan ini juga banyak mengikutsertakan kelompok perempuan. Bertempat di Pendopo Nyi Ratu Kembar, setiap malam Jumat kliwon mereka berkumpul bersama. Beberapa laki-laki bertelanjang dada dan mengenakan celana pendek hitam putih. Mereka duduk mengelilingi kolam kecil di dalam pendopo. Sementara kaum perempuan, duduk berselonjor di luar pendopo. Mula-mula, mereka akan melantunkan Kidung Alas Turi dan Pujian Alam secara bersama-sama. Bacaan tersebut dilanutnkan dalam bahasa Jawa Cirebon dan dikarang langsung oleh pendiri komunitas ini, yaitu Takmad Diningrat.

    Hasil dari kegiatan kuliah lapangan ini diharapkan mahasiswa mampu mengambil segi positif yang ada pada suku dayak hindu-budha bumi segandu Indramayu, Jawa Barat. Kuliah lapangan ini juga dapat dijadikan refrensi bahwa di Indonesia yang terdiri dari beberapa pulau, suku, ras, golongan dan agama, kedepan dapat dijadikan untuk meningkatkan pemahaman tentang perlunya hidup rukun dan damai antar anak bangsa walaupun berbeda-beda latar belakang dan golongan.

  • DOSEN PASCASARJANA MELAKSANAKAN PENGABDIAN MASYARAKAT DI GUNUNGKIDUL, BANTUL DAN KULON PROGO

    DOSEN PASCASARJANA MELAKSANAKAN PENGABDIAN MASYARAKAT  DI GUNUNGKIDUL, BANTUL DAN KULON PROGO

    Kegiatan pengabdian masyarakat merupakan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dosen Pascasarjana UPY memiliki komitmen untuk melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi tersebut. Kegiatan ini dapat dinilai sebagai salah satu tugas bagi lembaga, para dosen, para karyawan, dan para mahasiswa.

    Kegiatan semacam ini, meruapakan bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat hal ini dapat berupa kegiatan terstruktur, kelompok maupun mandiri. Teknis pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dikoordinasikan oleh Lembaga Pusat Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Yogyakarta dan/atau bersama dengan pimpinan Fakultas/Jurusan/Program Studi.

    Dalam rangka meningkatkan kerjasama dengan pihak mitra, Program Studi PIPS UPY melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di wilayah Kabupaten Gunungkidul, Bantul dan Kulonprogo, dengan sasaran Guru-guru IPS SMP. Pada Tahun 2017 Program studi PIPS UPY memberikan pelatihan penulisan proposal penelitiian Tindakan Kelas dan Penulisan Artikel Jurnal Ilmiah. Guru-guru yang tergabung dalam MGMP IPS di tiga kabupaten tersebut. Kegiatan ini melibatkan empat orang dosen, yaitu: Dr. Sunarti, M.Pd, Dr. Salamah, M.Pd., Dr. Gunawan Sridiyatmiko, M.Pd dan Dr. Esti Setiawati, M.Pddan 1 Staf Program Pascasarjana Sumardi, S.Pd. Kegiatan ini yang dihadiri oleh Kepala Dinas Dikpora masing-masing Kabupaten.

    Materi tentang metodologi penelitian tindakan kelas dan Penulisan artikel jurnal ilmiah Disampaikan Oleh Dr. Sunarti, M.Pd., materi Instrumen penelitian tindakan kelas oleh Dr. Gunawan Sridiyatmiko, M.Pd dan Dr. Esti Setiawati, M.Pd. serta penulisan laporan PTK oleh Dr. Salamah, M.Pd.

    Setelah pemberian materi, kegiatan pelatihan dilanjutkan dengan praktik menulis proposal PTK dan Penulisan Junral Ilmiah yang difasilitasi melalui kegiatan klinik dan presentasi. Kegiatan ini diakadakan dalam kurun waktu 36 jam di tiap-tiap kelompok. Walaupun kegiatan ini dilaksanakan dalam beberapa hari namun seluruh peserta dan tim terlihat antusias mengikuti acara ini.

    Gambar 1. Peserta Pelatihan Penulisan PTK dan Jurnal di MGMP Kulon Progo

    Gambar 2. Dosen Pascasarjana UPY Pemberi Materi Pelatihan

    Hasil kegiatan ini adalah peningkatan pemahaman tentang Metodologi Penelitian PTK dan Penulisan Artikel jurnal Ilmiah.

    Diharapakan oleh para pihak mitra kegiatan seperti ini dapat dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya.

  • MAHASISWA UPY THE NEXT INDONESIANEXT

    MAHASISWA UPY THE NEXT INDONESIANEXT

    INDONESIANEXT 2018 merupakan salah satu karya CSR Telkomsel. Program CSR pendidikan yang ditujukan untuk mahasiswa aktif D1 hingga Pascasarjana untuk mempersiapkan daya saing global dengan meningkatkan kompetensi baik keterampilan keras dan pelatihan soft skill dengan dilatih, instruktur yang kompeten dan bersertifikat. dikelola oleh PT. Sistem Piranti Destination sebagai mitra pelaksana konten program. Pelaksanaan program roadshow IndonesiaNEXT2018 yang akan diselenggarakan di 8 kota besar di Indonesia, seperti Bogor, Semarang, Padang, Lampung, Pontianak, Makassar, Bandung dan Malang.

    Mengambil tema “Yes, Im The Next”, IndonesiaNEXT 2018. Seminar inspiratif yang menghadirkan para pembicara dari praktisi bisnis yang telah sukses di bidangnya ini diharapkan akan memberikan gambaran tentang persaingan di industri, serta wawasan tentang peningkatan mutu dan kompetensi sumber daya manusia agar dapat berkompetisi dengan tenaga kerja berkelas dalam skala global.

    Program ini dihadiri lebih dari dari 500 mahasiswa di daerah Semarang dan sekitarnya, program ini memiliki beberapa rangkaian acara: seminar Inspiratif dan talkshow, Pelatihan Pemasaran Digital, Pelatihan Pengolahan Data, persiapan ujian dan Sertifikasi Internasional. Yang Terbaik dari daerah akan diundang ke Bootcamp nasional.

    Beberapa minggu yang lalu (11/10/18) kami dari perwakilan Universitas PGRI Yoyakarta yang berjumlah 17 mahasiswa dari berbagai program studi berkesempatan mengikuti rangkaian program Roadshow IndonesiaNext2018 di Auditorium Prof. Soedarto Universitas Diponegoro Semarang berupa seminar inspiratif dan talkshow. Seminar inspiratif ini menghadirkan para pembicara dari praktisi bisnis yang telah sukses di bidangnya dalam program ini diharapkan akan memberikan gambaran tentang persaingan di industri, serta wawasan tentang peningkatan mutu dan kompetensi sumber daya manusia agar dapat berkompetisi dengan tenaga kerja berkelas dalam skala global.

    Dari seminar inspiratif dan talkshow tersebut dipilih 400 peserta yang selanjutnya akan mengikuti pelatihan digital marketing yang dilaksanakan selama tiga hari pada 16-17 Oktober 2018 dan 5 November 2018. 6 mahasiswa dari berbagai program studi Universitas PGRI Yogyakarta berkesempatan mengikuti pelatihan digital marketing tersebut. Pelatihan digital marketing tersebut dilaksanakan di Universitas Diponegoro Semarang.

    Beberapa pilihan materi yang disediakan dalam pelatihan digital marketing yaitu Digital Content Marketing using Hubspot, Technical Design Presentation using Microsoft Office Powerpoint 2013, dan Visual Design and Communication using Adobe Photoshop CS6/CC.

    Setelah mendapatkan pelatihan, 400 peserta terpilih akan mengikuti persiapan ujian terkait opsi sertifikasi internasional yang diminati. Ujian sertifikasi internasional sendiri diadakan secara online dan dilaksanakan di Lab. Komputer Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang, yang terdiri dari sertifikasi Digital Marketing Certified Hubspot, Adobe Certified Associate Photoshop CS6/Creative Cloud 2018, dan Microsoft Office Specialist Powerpoint 2013.

                Kemudian, dari 400 peserta sertifikasi, akan dipilih 100 peserta yang mendapatkan scoring sertifikasi terbaik, yang berkesempatan untuk mengikuti pelatihan Technical Data Processing dan ujian sertifikasi internasional Microsoft Office Specialist Excel 2013.

    Tahap selanjutnya adalah pelatihan Communication Skill, dimana akan ditentukan 30 peserta (TOP 30 Area) dari setiap kota berdasarkan nilai sertifikasi terbaik. Para peserta akan dilatih oleh pembicara dari Talk Inc. agar dapat melakukan presentasi dengan menarik, komunikatif, komprehensif, dan informatif. Tahapan ini akan diakhiri dengan evaluasi dan penilaian dari trainer berdasarkan presentasi yang dibuat dan disajikan peserta di depan panel, untuk kemudian mendapatkan 3 peserta terbaik dari tiap-tiap kota (TOP 3 Area).

    Selanjutnya, peserta TOP 3 Area akan mendapatkan pembekalan secara intensif dalam tahap National Bootcamp, dengan materi Impactful Presentation and Communication, Critical Thinking, dan Industry Insight dan pada akhirnya,  peserta terbaik IndonesiaNEXT 2018 dipilih melalui proses National Qualification Panel.

    Gambar 1.1 Pelaksanaan Seminar Inspirati dan Talkshow

     

    Gambar 2.1 Pelaksanaan Pelatihan Digital Marketing

     

    Gambar 2.1 Pelaksanaan Ujian Sertifikasi Internasional

  • KOPMA UPY MENGIKUTI KOMPETISI KOPERASI NASIONAL

    KOPMA UPY MENGIKUTI KOMPETISI KOPERASI NASIONAL

    Lusa Kemarin (4/11) menjadi akhir pekan yang membahagiakan sekaligus membanggakan bagi Kopma UPY, karena Kopma UPY mampu mengirimkan perwakilan sebanyak 1 tim (3 orang) untuk mengikuti Kompetisi Koperasi Nasional. Dalam ajang Kompetisi Koperasi yang diselenggarakan di Bandung ini ditargetkan ada 20 tim dari berbagai Kopma di seluruh Indonesia, dan Kopma UPY menjadi salah satu dari bagian tersebut. Tim Kopma UPY yang terdiri dari Robertus Robianto (Pendidikan Matematika / 2017), Inry Rantika (Manajemen / 2016), dan Reni Bella Fitriana Dewi (PGSD / 2015), berhasil meraih peringkat 6 besar dalam kompetisi tersebut bersamaan dengan Kopma Besar lainnya.

    Kompetisi Koperasi Nasional atau KRESNA yang diselenggarakan oleh Kopma Bumi Siliwangi UPI merupakan agenda yang melibatkan koperasi mahasiswa rekanan se-Indonesia. Rangkaian acara Kompetisi Koperasi Nasional atau KRESNA pada tanggal 4 November 2018 dimulai dengan talkshow dengan tema “Mewujudkan Koperasi yang Kompetitif di Era Revolusi Industri 4.0”. Setelah acara tersebut dilanjutkan dengan pemaparan technical meeting pelaksanaan Kompetisi Koperasi Nasional. Pada babak pertama yaitu tes tertulis. Dalam babak ini tim Kopma UPY berhasil masuk urutan ke-5, satu tingkat lebih unggul dari tim tuan rumah (Kopma Bumi Siliwangi UPI). Pada babak kedua ini, 6 tim terbaik yang mendapat nilai tertinggi di babak sebelumnya akan diadu untuk memilih 4 tim terbaik untuk menuju ke babak selanjutnya (semifinal). 6 tim terbaik tersebut adalahtim Kopma UPY yang berhadapan dengan tim Kopma UGM 2, tim Kopma UIN Jakarta, tim Kopma UNAIR, tim Kopma BS UPI, serta Kopma UGM 1. Dalam sesi inilah Kopma UPY meraih 6 besar dalam kompetisi tersebut. Walaupun tidak keluar sebagai pemenang juara umum, namun Kopma UPY mendapatkan berbagai pengalaman yang berharga, Menjalin Relasi dengan teman-teman Kopma se-Indonesia,berbagi pengalaman dalam berorganisasi, dan cara mengembangankan Usaha yang ada di KOPMA, dan banyak hal lainnya demi kemajuan Kopma. Lebih lanjut, diharapkan dengan mengikuti acara tersebut, kedepannya Kopma UPY mampu untuk mengadakan kegiatan yang serupa demi meningkatkan Eksistensi Kopma UPY di Kopma se-Indonesia pada khususnya serta Universitas PGRI Yogyakarta pada umumnya.