Penulis: Humas UPY

  • “Mereka yang Tak Pernah Libur: Refleksi Kemanusiaan di Hari Buruh 1 Mei 2025”

    “Mereka yang Tak Pernah Libur: Refleksi Kemanusiaan di Hari Buruh 1 Mei 2025”

    Setiap 1 Mei, jalanan di berbagai kota dipenuhi suara dan langkah. Spanduk-spanduk terbentang tinggi, orasi bergema, dan ribuan pekerja dari berbagai sektor turun ke jalan bukan sekadar untuk unjuk rasa, tapi untuk didengar. Hari Buruh bukan hanya hari libur nasional—ia adalah hari untuk mengenang, menghargai, dan memperjuangkan mereka yang setiap hari membuat dunia tetap berjalan.

    Di balik baju seragam, helm proyek, hingga jas kantor, ada manusia. Ada cerita tentang Ayah yang berangkat sebelum matahari terbit dan pulang saat anak-anak sudah tertidur. Ada Ibu yang bekerja ganda, di kantor dan di rumah. Ada mereka yang tidak punya pilihan selain lembur demi selembar upah yang cukup untuk sekadar bertahan hidup.

    Tahun 2025 membawa banyak tantangan baru. Dunia kerja terus berubah, digitalisasi merambah, tetapi tak semua buruh mendapat akses yang sama. Masih ada yang digaji tak layak. Masih banyak yang tidak terlindungi secara hukum. Dan masih terlalu sering kita lupa, bahwa di balik produk yang kita pakai, layanan yang kita nikmati, makanan yang kita santap—ada keringat manusia yang bekerja dalam diam.

    Namun, Hari Buruh bukan hanya tentang penderitaan. Ini juga tentang dignitas, harga diri. Tentang buruh yang memilih untuk tidak menyerah. Tentang mereka yang tetap berdiri tegak walau hak belum sepenuhnya ditegakkan. Ini hari yang mengingatkan kita bahwa pekerja bukan mesin. Mereka punya harapan, keluarga, dan impian.

    Di Hari Buruh 1 Mei 2025 ini, mari berhenti sejenak. Bukan hanya untuk berlibur, tapi untuk mengingat. Bahwa pekerjaan adalah bentuk pengabdian. Bahwa keadilan di dunia kerja bukan hal mewah, tapi hak. Dan bahwa perubahan tak datang dari diam, melainkan dari keberanian untuk bersuara.

  • Sosialisasi Kekayaan Intelektual dan Apostille di Universitas PGRI Yogyakarta: Meningkatkan Pemahaman dan Perlindungan Hak Cipta

    Sosialisasi Kekayaan Intelektual dan Apostille di Universitas PGRI Yogyakarta: Meningkatkan Pemahaman dan Perlindungan Hak Cipta

    Yogyakarta, 22 April 2025 – Universitas PGRI Yogyakarta (UPY), melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), menggelar kegiatan Penyebarluasan Informasi Kekayaan Intelektual (KI) dan Sosialisasi Apostille pada Selasa, 22 April 2025, di Ruang Multimedia UPY. Kegiatan ini melibatkan dosen dan mahasiswa UPY serta narasumber dari Guru Kekayaan Intelektual (RuKI), yang berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai aspek legalitas dan perlindungan hak atas karya ilmiah, produk, dan inovasi.

    Hadir juga di antaranya Kepala LPPM UPY, Dr. Marti Widya Sari, S.T., M.Eng, yang membuka acara dengan sambutannya, serta Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkumham DIY, Eem Nurmanah, S.Sos, M.Si, yang juga memberikan sambutan. Keduanya menyampaikan betapa pentingnya perlindungan terhadap karya intelektual, terutama bagi para akademisi yang terlibat dalam riset, pengembangan produk, dan publikasi ilmiah.

    Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman sivitas akademika, khususnya dosen dan mahasiswa, tentang pentingnya perlindungan Kekayaan Intelektual (KI) di tengah berkembangnya dinamika inovasi dan kreativitas di era digital. Dalam sesi diskusi yang berlangsung antusias, peserta diberikan informasi terkait langkah-langkah untuk mendaftarkan hak kekayaan intelektual, serta bagaimana proses Apostille dapat berperan dalam pengesahan dokumen internasional.

    Antusiasme peserta sangat terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi. Mahasiswa dan dosen dari berbagai program studi mengungkapkan bahwa sosialisasi ini sangat bermanfaat, terutama bagi mereka yang terlibat dalam pengembangan produk, penelitian, dan karya tulis ilmiah. Para peserta menyadari bahwa kreativitas dan inovasi harus diimbangi dengan pemahaman yang baik mengenai legalitas serta perlindungan hak atas karya yang dihasilkan.

    “Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa dan dosen UPY tidak hanya kreatif, tetapi juga semakin sadar akan pentingnya perlindungan hukum atas karya mereka. Ini adalah langkah awal yang penting dalam mewujudkan iklim akademik yang tidak hanya produktif, tetapi juga melindungi hasil karya intelektual mereka,” ujar Retno Widati, SH, MPA, salah satu narasumber dari Guru Kekayaan Intelektual (RuKI).

    Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi titik awal bagi mahasiswa dan dosen untuk lebih memahami aspek hukum yang menyertai karya-karya ilmiah mereka. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membuka wawasan mengenai pentingnya memperhatikan legalitas dalam setiap karya yang dihasilkan.

  • Mahasiswa Tipe Akademik atau Non-Akademik: Siapa Kamu?

    Mahasiswa Tipe Akademik atau Non-Akademik: Siapa Kamu?

    Halo, teman-teman mahasiswa! Saat berada di kampus, kita pasti bertemu dengan berbagai jenis orang. Ada yang serius banget sama kuliah, ada yang lebih suka ngelamun di kantin, dan ada juga yang sibuk di organisasi. Ternyata, berdasarkan cara mereka menjalani kehidupan kampus, mahasiswa bisa dibagi menjadi dua tipe besar: akademik dan non-akademik. Kamu termasuk yang mana?

    Yuk, kita cari tahu!

    Mahasiswa Tipe Akademik: Si Cinta Buku

    Mahasiswa tipe akademik adalah mereka yang menganggap kuliah adalah misi utama mereka di dunia ini. Bagi mereka, skripsi adalah semacam tiket emas yang harus diselesaikan dengan sempurna. Jadwal kuliah, ujian, tugas, dan segala hal yang berhubungan dengan akademik adalah “main course” dalam hidup mereka.

    Contoh di Kampus:

    • Setiap kali ada dosen datang, mereka selalu di barisan depan dengan notebook dan pulpen yang siap pakai. Kalau ada quiz dadakan, mereka sudah siap dengan bahan bacaan yang entah dari mana mereka dapatkan (dan pastinya bukan dari Wikipedia).
    • Mereka adalah orang yang selalu terlihat di ruang perpustakaan, di depan komputer, atau di grup WhatsApp kelas. Kalau ada yang tanya “Eh, tugasnya gimana?”, mereka pasti udah siap jawab, “Tugasnya? Udah selesai tadi malam.”
    • Laporan, makalah, dan ujian? No problem. Mereka menghadapi semua itu dengan senyum di wajah, seperti seseorang yang siap menaklukkan dunia.

    Tapi jangan salah, meskipun kelihatan serius banget, mahasiswa tipe akademik juga punya sisi humor. Coba deh tanya mereka soal deadline, mereka bisa tertawa sambil bilang, “Bahkan deadline aja nggak bisa mengalahkan tekad aku!”

    Mahasiswa Tipe Non-Akademik: Si Penguasa Organisasi

    Di sisi lain, ada mahasiswa tipe non-akademik yang lebih tertarik menghabiskan waktunya di luar kelas daripada duduk berjam-jam di ruang kuliah. Mereka adalah para pengurus organisasi, anggota klub, atau sekadar orang yang selalu ada di acara kampus. Kuliah adalah bagian dari hidup mereka, tetapi bukan segalanya.

    Contoh di Kampus:

    • Mereka adalah orang yang selalu muncul di setiap acara kampus. Mulai dari seminar, konser, hingga acara bazar. Kalau ada acara, mereka pasti terlibat—baik jadi panitia, pengisi acara, atau bahkan sekadar jadi penonton yang tidak pernah ketinggalan.
    • Tugas kuliah? Oh, mereka juga menyelesaikan, tapi biasanya di waktu-waktu terakhir, sambil menyelipkan sedikit kegiatan organisasi di sela-sela pekerjaan rumah. “Kalau bisa multitasking, kenapa enggak?”
    • Mereka juga dikenal dengan kemampuan luar biasa dalam bernegosiasi, baik dalam hal mencari sponsor untuk acara atau meminta teman sekelas untuk menunda pengumpulan tugas sampai dua hari lagi.

    Meskipun nggak selalu terjun ke dunia akademik, mahasiswa tipe non-akademik punya kreativitas yang nggak kalah hebatnya. Mereka bisa bikin acara keren dengan anggaran yang pas-pasan, dan kalau ditanya soal laporan, mereka akan menjawab, “Yang penting ide kreatif saya jalan, nanti tugas bisa dikerjain malam minggu.”

    Akademik vs Non-Akademik: Siapa yang Lebih Hebat?

    Banyak orang suka berdebat, mana yang lebih penting, akademik atau non-akademik? Jawabannya, keduanya punya peran yang sama penting!

    • Mahasiswa akademik memberikan kontribusi besar untuk dunia pendidikan dengan menyelesaikan tugas dan penelitian, sedangkan mahasiswa non-akademik memberikan warna dan kegembiraan di kampus dengan berbagai acara dan organisasi.
    • Akademik tanpa organisasi bisa terasa kering, sementara organisasi tanpa akademik bisa kehilangan arah. Jadi, keduanya saling melengkapi!

    Kesimpulan: Jangan Terjebak di Stereotip

    Jadi, jangan khawatir kalau kamu merasa tidak cocok sepenuhnya dengan tipe akademik atau non-akademik. Sebagai mahasiswa, kita bisa menyeimbangkan keduanya. Terkadang, kita butuh buku untuk ujian, dan di lain waktu kita butuh berorganisasi untuk memperluas jaringan. Yang terpenting adalah menikmati setiap pengalaman dan tidak lupa untuk selalu memiliki waktu untuk diri sendiri.

    Dan yang pasti, jangan lupa, kampus bukan hanya tempat belajar, tapi juga tempat bersenang-senang. Jadi, apakah kamu lebih sering di ruang kelas atau ruang organisasi, yang penting tetap semangat dan jangan pernah kehilangan humor!

    Selamat berjuang di kampus, ya!

  • Mahasiswa UPY, Andreyan Lintang Saputra, Raih Emas di Kejuaraan Nasional Pencak Silat Diponegoro Championship II 2025

    Mahasiswa UPY, Andreyan Lintang Saputra, Raih Emas di Kejuaraan Nasional Pencak Silat Diponegoro Championship II 2025

    Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta (UPY). Andreyan Lintang Saputra, mahasiswa dari Program Studi Bimbingan dan Konseling, berhasil meraih Juara 1 kategori Dewasa Putra Kelas C dalam ajang bergengsi Diponegoro Championship II 2025, kejuaraan pencak silat tingkat nasional yang digelar pada 18–20 April 2025 di GOR Samapta, Kota Magelang.

    Kemenangan ini bukanlah yang pertama bagi Andreyan. Mahasiswa berprestasi ini telah berulang kali mengharumkan nama kampus melalui berbagai kejuaraan pencak silat yang diikutinya. Konsistensinya dalam meraih gelar juara menjadi bukti nyata dedikasi dan semangat juangnya, baik sebagai atlet maupun sebagai duta kampus dalam bidang non-akademik.

    Dalam pernyataannya, Andreyan menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas pencapaian tersebut.

    “Saya sangat bersyukur atas hasil ini. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan mendoakan. Semoga ini bisa menjadi penyemangat juga bagi teman-teman mahasiswa UPY lainnya untuk terus berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik,” ujarnya.

    Apresiasi tinggi juga datang dari Wakil Rektor III UPY Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama, Dr. Septian Aji Permana, M.Pd, yang menyampaikan rasa bangganya terhadap pencapaian Andreyan.

    “Prestasi Andreyan adalah bukti bahwa mahasiswa UPY mampu bersaing dan unggul di tingkat nasional. Kami berharap pencapaian ini dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk terus mengembangkan potensi mereka dan meraih prestasi di berbagai bidang, baik nasional maupun internasional,” ungkapnya.

    Kemenangan ini sekaligus mempertegas komitmen UPY dalam mendukung pengembangan minat dan bakat mahasiswa secara menyeluruh, tidak hanya pada aspek akademik, tetapi juga dalam kegiatan olahraga dan seni yang turut membentuk karakter unggul dan berdaya saing global.

  • Sosialisasi Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi 4.0 & Aplikasi SAPTO 2.0

    Sosialisasi Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi 4.0 & Aplikasi SAPTO 2.0

    SOSIALISASI INSTRUMEN AKREDITASI PT 4.0 & APLIKASI SAPTO 2.0

    LLDIKTI Wilayah V bersama BAN-PT mengundang seluruh perguruan tinggi untuk mengikuti kegiatan penting ini dalam rangka peningkatan mutu eksternal perguruan tinggi melalui pemahaman lebih dalam tentang instrumen akreditasi 4.0 dan aplikasi SAPTO 2.0.

    • Senin, 28 April 2025
    • 08.00 WIB – selesai
    • Terbuka untuk seluruh perguruan tinggi secara daring


    Keynote Speech:
    Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D. (Kepala LLDIKTI Wilayah V)

    Narasumber:
    – Prof. Dr. Ir. Ari Purbayanto, M.Sc. (Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT)
    – Dewan Eksekutif BAN-PT lainnya

    Ikuti melalui Zoom
    ID: 862 8509 5743 | Passcode: 55231

    Live Streaming di YouTube:
    s.id/sos-IAPT4SAPTO2-25

    Mari bersama tingkatkan pemahaman dan kualitas akreditasi perguruan tinggi! Pastikan kampus Anda hadir dan aktif!

    sumber: https://lldikti5.kemdikbud.go.id/home/detailpost/sosialisasi-instrumen-akreditasi-perguruan-tinggi-40-aplikasi-sapto-20

  • UPY Sambut Mahasiswa SEA-Teacher Batch 10 dan Tandatangani MoA Internasional

    UPY Sambut Mahasiswa SEA-Teacher Batch 10 dan Tandatangani MoA Internasional

    Yogyakarta, 23 April 2025 – Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) menyambut penuh suka cita kehadiran mahasiswa peserta program SEA-Teacher (Southeast Asian Teacher Project) batch ke 10 gelombang 2 tahun 2025 dari Northern Iloilo State University (NISU) dan University of San Jose-Recoletos, Filipina. Acara penyambutan resmi digelar di Ruang Sidang Rektorat UPY dan dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas.

    Acara ini turut dihadiri oleh Rektor UPY, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P, dan Ketua Yayasan Pembina UPY, Drs. John Sabari, M.Si, serta para dekan dari berbagai fakultas di lingkungan UPY. Dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi, penyambutan ini juga disertai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UPY dengan NISU, Filipina.

    Penandatanganan MoA dilakukan oleh Dekan FKIP UPY, Dr. Esti Setiawati, M.Pd, dan Chairperson of BEED, NISU Main Campus, Dr. Ave Marie P. Genodia, sebagai bentuk penguatan kerja sama internasional dalam bidang pendidikan.

    Dalam batch ke-10 program SEA-Teacher ini, terdapat total 9 mahasiswa dari dua universitas di Filipina yang akan mengikuti berbagai aktivitas akademik dan kultural di UPY. Para peserta akan menjalani program pengajaran di sekolah mitra, yakni Sekolah Mutiara Persada, sekaligus merasakan langsung sistem pendidikan serta budaya Indonesia.

    SEA-Teacher Project merupakan inisiatif internasional yang digagas oleh The Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO). Program ini bertujuan untuk memperluas wawasan dan pengalaman mahasiswa keguruan dalam praktik mengajar lintas negara serta mendorong pertukaran budaya dan pemahaman antarbangsa.

    Program ini bukan hanya menjadi ajang berbagi pengetahuan dan metode pendidikan, tetapi juga memperkuat nilai-nilai persahabatan dan kolaborasi antar negara Asia Tenggara. UPY berharap kehadiran mahasiswa SEA-Teacher ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mencetak pendidik-pendidik masa depan yang tangguh, terbuka, dan berwawasan global.

  • Mengenal Mahasiswi UPY Ishma Aulya, Eksplorasi Banyak Hal dan Diterima Kerja sebelum Lulus Kuliah

    Mengenal Mahasiswi UPY Ishma Aulya, Eksplorasi Banyak Hal dan Diterima Kerja sebelum Lulus Kuliah

    Periode kuliah dan berstatus sebagai mahasiswa, jadi momen yang dioptimalkan Ishma Aulya Warliani. Mahasiswi prodi Manajemen Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) angkatan 2021 ini, banyak mengeksplorasi diri dengan berbagai organisasi, kegiatan, hingga bekerja.

    Perempuan kelahiran Bantul ini, selain kuliah juga bekerja di sebuah perusahaan digital marketing di daerah Sleman. Ia sendiri bekerja sejak tahun 2020 silam. “Kebetulan bulan ini kontrakku udah habis dan alhmdulillah aku lolos di KAI sebagai pramugari,”katanya.

    Diakui, kesempatan untuk bekerja di KAI akan ia ambil sembari menyelesaikan tugas akhirnya. “Kebetulan aku tinggal skripsi dan saat ini juga masih nunggu info penempatan. Jadi aku akan kebut skripsinya,”jelasnya.

    Selain memiliki beberapa pengalaman kerja, Ishma juga masih aktif di Duta Budaya DIY. Ia sendiri diamanahi sebagai runner up 3. Selain itu juga masih aktif di dunia modelling sebagai muse, hingga talent.

    Perempuan yang bercita-cita menjadi pengusaha ini memaparkan, dalam konteks individu, ia juga telah menorehkan berbagai prestasi. Baik di konteks akademik maupun non-akademik.

    Beberapa capaiannya di bidang akademik meliputi, menjadi mahasiwa program pembinaan wirausaha dari kemendikbudristek, Runner Up 3 Duta Budaya DIY 2025. “Sementara di dunia kerja saya meraih Best Customer Service 2022, dan Best Leader 2023 juga 2024,” ulasnya.

    Di luar ragam kesibukan dan pencapaian itu, ia juga masih berusaha konsisten menekuni hobinya. Diakui, hobi dan kegiatan lain yang ia jalani sekarang adalah sebagai make-up artist (MUA). Ia suka dengan dunia kecantikan, akhirnya otodidak belajar make-up dan membuat usaha jasa make-up.

    “Aku juga suka masak, aku mulai buka katering kecil-kecilan. Selain itu aku hobi menyanyi dan menari, aku gunakan itu di kegiatan budayaku,” tandasnya.

  • Momentum Silaturahmi: SLB se-Kabupaten Bantul Syawalan di UPY

    Momentum Silaturahmi: SLB se-Kabupaten Bantul Syawalan di UPY

    Bantul, 16 April 2025 — Guru dan karyawan Sekolah Luar Biasa (SLB) se-Kabupaten Bantul menggelar acara syawalan bersama di Auditorium Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) pada Rabu, 16 April 2025. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat tali silaturahmi serta memperkuat semangat bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan inklusif di wilayah Bantul.

    Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor III UPY bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama, Dr. Septian Aji Permana, M.Pd, Ketua MKKS Kabupaten Bantul, Krisdi Suharwanto, S.Pd, serta perwakilan dari Dinas Dikpora DIY, Dr. Wiji Suparno, S.Pd., M.Phil.

    Dalam sambutannya, Ketua Panitia, Suyanto, S.Pd, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya acara syawalan tersebut. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang hadir serta apresiasi kepada UPY atas dukungan dan fasilitas tempat yang diberikan.

    Wakil Rektor III UPY, Dr. Septian Aji Permana, M.Pd, menyampaikan terima kasih atas undangan yang diberikan dan menyampaikan permohonan maaf dari Rektor UPY, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P, yang berhalangan hadir karena tugas dinas. Dalam sambutannya, Dr. Septian Aji menekankan pentingnya acara syawalan sebagai momen untuk memperkuat semangat kebersamaan dan kinerja dalam mendidik generasi penerus bangsa secara ikhlas dan berkelanjutan.

    Senada dengan hal tersebut, Dr. Wiji Suparno, S.Pd., M.Phil. dari Dinas Dikpora DIY, menegaskan bahwa syawalan adalah sarana penting untuk mempererat persaudaraan antar tenaga pendidik serta sebagai refleksi untuk terus meningkatkan mutu pendidikan di Bantul.

    Acara syawalan juga diisi dengan berbagai kegiatan hiburan seperti penampilan hadroh dari SLBN 1 Bantul serta persembahan lagu-lagu islami. Tausiyah dengan tema Hikmah Syawalan disampaikan oleh Abdullah Sunomo, M.Pd, yang memberikan pesan-pesan spiritual dan motivasi dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.

    Semangat kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan ini diharapkan dapat terus dipelihara dan menjadi fondasi kuat bagi para guru dan karyawan SLB se-Kabupaten Bantul dalam menjalankan tugas mulianya. Syawalan ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan juga manifestasi dari komitmen untuk tetap solid dan saling mendukung demi kemajuan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.

  • Selamat Hari Kartini 21 April 2025 – Untuk Perempuan-perempuan Hebat Indonesia

    Selamat Hari Kartini 21 April 2025 – Untuk Perempuan-perempuan Hebat Indonesia

    Selamat Hari Kartini 2025! Pada hari yang penuh makna ini, kita merayakan perjuangan R.A. Kartini, sosok yang menginspirasi gerakan emansipasi perempuan di Indonesia. Hari ini, kita menghormati para perempuan hebat di seluruh penjuru negeri yang terus berjuang untuk kesetaraan, pendidikan, dan kesempatan yang setara bagi semua.

    Kepada setiap perempuan Indonesia yang terus berkarya, berinovasi, dan memberi dampak positif, kami menghargai setiap langkah perjuangan Anda. Semangat Kartini yang telah membakar api perubahan, mendorong kita untuk terus maju dan tak kenal lelah dalam mewujudkan impian, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun dunia profesional.

    Mari bersama-sama kita teruskan semangat Kartini untuk memperjuangkan hak-hak perempuan, memberi ruang bagi suara perempuan untuk didengar, dan membuka lebih banyak peluang untuk generasi perempuan berikutnya.

    Untuk perempuan-perempuan hebat Indonesia, Anda adalah sumber inspirasi dan kekuatan bangsa. Semoga keberanian, cinta, dan semangat Anda terus menyinari jalan menuju masa depan yang lebih adil dan sejahtera bagi semua. Perempuan, Bahagiakan Dirimu!

  • Selamat merayakan Hari Paskah 2025!

    Selamat merayakan Hari Paskah 2025!

    Pada hari yang penuh sukacita ini, kita merayakan kebangkitan Kristus, yang membawa kehidupan baru bagi seluruh umat manusia. Paskah adalah simbol kemenangan atas maut, pengharapan yang tidak pernah pudar, dan kasih yang melampaui segala sesuatu.

    Semoga semangat kebangkitan Kristus menginspirasi kita untuk terus hidup dalam kasih, damai, dan pengharapan yang tak tergoyahkan. Mari kita renungkan makna sejati dari Paskah, memperkuat iman kita, dan menyebarkan cinta kasih kepada sesama di sekitar kita.

    Selamat Hari Paskah! Semoga damai dan sukacita kebangkitan Kristus selalu menyertai kita, sekarang dan selamanya.