Penulis: Humas UPY

  • Fakultas Saintek UPY Resmi Memiliki Dosen Bergelar Doktor

    Fakultas Saintek UPY Resmi Memiliki Dosen Bergelar Doktor

    Fakultas Saintek Universitas PGRI Yogyakarta terus memperkuat kualitas sumberdaya manusia tenaga pendidik dengan bertambahnya satu dosen bergelar Doktor. Ialah Dr. Marti Widya Sari, S.T, M.Eng. Dosen program studi S1 Infromatika, yang berhasil meraih gelar Doktor (S3) di Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

    Dihadapan para penguji, promotor dan co-promotor, Marti sukses mempertahankan disertasi yang ia bawakan berjudul Pengembangan Sistem Produksi Terintegrasi untuk Personalisasi Produk Melalui Social Manufacturing Industri 4.0

    Bertambahnya dosen bergelar doktor ini disambut gembira berbagai pihak civitas akademika UPY, khususnya di Fakultas Saintek dan Prodi Informatika Universitas PGRI Yogyakarta. Dr. Marti Widya Sari merupakan dosen pertama yang berhasil meraih gelar Doktor (S3) yang ada di lingkungan Fakultas Saintek.

    Bertambahya satu dosen bergelar doktor akan sangat penting bagi UPY dan fakultas khususnya prodi Informatika, dalam memperkuat kualitas pendidikan dan pembelajaran bagi mahasiswa.

    “Ketambahan doktor baru dijajaran tenaga pendidik diharapkan dapat menjadi energi baru untuk maju dan berkembang memperkuat kualitas serta berkontribusi dalam perkembangan fakultas dan prodi,”ujar Dr. Paiman, Rektor UPY.

    Menurutnya “Dengan perolehan gelar yang dicapai oleh Dr. Marti, selain menambah deretan dosen bergelar Doktor tentunya juga memotivasi teman-teman sejawatnya sesama dosen yang belum bergelar doktor di UPY. Selain untuk memperdalam ilmu pengetahuan di bidang yang digelutinya, gelar doktor memiliki prestise tersendiri bagi yang menyandangnya. Dosen bergelar doktor juga menjadi motor dalam pergerakan perkembangan suatu Institusi Pendidikan atau Universitas.”Tandasnya. (peb)

    baca juga: https://www.upy.ac.id/berita/kejurnas-upy-cup-iii-antar-pelajar-mahasiswa-digelar-24-27-agustus-2022

    baca juga: https://www.upy.ac.id/berita/makarya

  • Kejurnas UPY CUP III antar Pelajar – Mahasiswa Digelar 24-27 Agustus 2022

    Kejurnas UPY CUP III antar Pelajar – Mahasiswa Digelar 24-27 Agustus 2022

    UKM Pencak Silat Universitas PGRI Yogyakarta menggelar kejuaraan pencak silat tingkat nasional yang di ikuti oleh siswa siswi tingkat SMA/Sederajat dan mahasiswa. Kejuaraan Nasional Pencak Silat UPY Cup III ini di selenggarakan selama 4 hari yang di di buka pada Rabu, 24 Agustus 2022 di Auditorium Universitas PGRI Yogyakarta dan di ikuti oleh lebih dari 200 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia dan puncak acara tersebut pada hari Sabtu, 27 Agustus 2022. Pembukaan acara tersebut juga di meriahkan dengan penampilan dari Yayasan Indonesia Down Syndrome Insani.

    Bukan hanya itu, dalam acara tahunan yang diadakan oleh UKM Pencak silat tersebut juga dihadiri oleh Dr. Septian Aji Permana, S. Pd., M.Pd  selaku wakil rektor III Universitas PGRI Yogyakarta, Danang Hanjaru S.Pd selaku pembina UKM Pencak Silat Universitas PGRI Yogyakarta.

    “Saya merasa bangga kepada mahasiswa khususnya UKM Pencak Silat UPY yang mampu menggelar Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional antar pelajar-mahasiswa yang diikuti dari berbagai daerah di Indonesia, semoga dengan adanya kegiatan ini akan ada atlet-atlet muda potensial yang siap terjun di kejuaraan International.”Jelas Dr. Septian Aji.

    Perwakilan salah satu panitia dari acara Kejurnas UPY Cup III, Paryadi, merasa bangga dapat melaksanakan event tersebut setelah sebelumnya di tiadakan karena adanya pandemi, ia juga merasa senaang karena sasaran Kejurnas Pencak Silat UPY Cup III tidak hanya dari DIY dan Jateng saja namun dapat terselenggara secara nasional, selain itu dalam wawancaranya Paryadi juga berpesan untuk seluruh peserta kejuaraan tersebut agar tetap sportif dan tetap semangat. (Peb, Risma, Latifah / UPY Jurnalistik Persada)

    baca juga: https://www.upy.ac.id/berita/upy-mengirim-27-mahasiswa-dalam-program-pertukaran-mahasiswa-seluruh-indonesia

    baca juga: https://www.upy.ac.id/berita/makarya

  • UPY Mengirim 27 Mahasiswa Dalam Program Pertukaran Mahasiswa Seluruh Indonesia

    UPY Mengirim 27 Mahasiswa Dalam Program Pertukaran Mahasiswa Seluruh Indonesia

    Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi telah menghadirkan salah atau program unggulan kampus merdeka yakni Pertukaran Mahasiswa Merdeka atau biasa disebut juga PMM.

    Progran unggulan ini merupakan angkatan ke -2, peserta yang berpartisipasi dalam Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka ini adalah Mahasiswa Kampus Merdeka.

    Pada tahun ini merupakan tahun pertama Universitas PGRI Yogyakarta mengikuti Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka. Universitas PGRI Yogyakarta telah mengirimkan mahasiswa yang telah lolos pendaftaran sebanyak 27 mahasiswa.

    27 Mahasiswa ini akan menempuh perkuliahan yang tersebar di 17 Universitas seluruh Indonesia selama satu semester. Dalam program ini mahasiswa dibebaskan untuk memilih mata kuliah yang ada di Universitas yang akan dituju, selain itu mahasiswa juga akan mendapatkan Modul Nusantara. Modul ini bertujuan untuk mengetahui keberagaman agama kebudayaan, sejarah tempat yang ada disekitar universitas, melakukan refleksi. Selain itu mahasiswa juga diajak untuk melakukan kegiatan sosial.

    Ahmad Riyadi, M. Kom selaku Wakil Rektor 1 Universitas PGRI Yogyakarta menyampaikan “Syukur Alhamdulillah pada tahun ini merupakan tahun pertama Universitas PGRI Yogyakarta mengikuti PMM 2. harapan saya, mahasiswa dapat bersungguh sungguh menjalankan program ini dengan baik dan semoga ilmu wawasan yang didapatkan selama satu semester dapat bermanfaat dan dapat dibagikan kepada teman teman Universitas PGRI Yogyakarta.”

    Wakil Rektor 3 Universitas PGRI Yogyakarta, Dr. Septian Aji Permana, M.Pd. berpesan kepada mahasiswa untuk tetap semangat dalam menjalankan rintangan rintangan yang terdapat di program Pertukaran Mahasiswa Merdeka dan selalu menjaga nama baik Universitas PGRI Yogyakarta. selain itu beliau juga berharap semoga ditahun berikutnya mahasiswa yang berminat mengikuti program unggulan kampus merdeka lebih meningkat. (peb)

    baca juga: https://www.upy.ac.id/berita/surat-keterangan-penerima-bantuan-pendidikan-kip-merdeka-2022-universitas-pgri-yogyakarta

    baca juga: https://www.upy.ac.id/berita/makarya

  • SURAT KETERANGAN PENERIMA BANTUAN PENDIDIKAN KIP MERDEKA 2022 UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

    SURAT KETERANGAN PENERIMA BANTUAN PENDIDIKAN KIP MERDEKA 2022 UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

    BERIKUT ADALAH SURAT KETERANGAN DAFTAR PENERIMA BANTUAN PENDIDIKAN KIP MERDEKA 2022 UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

    Silahkan Klik Unduh Untuk Melihat Daftarnya

  • Rektor Apresiasi Museorium Sejarah UPY Yang Berpartisipasi Dalam Jogja Museum Expo 2022

    Rektor Apresiasi Museorium Sejarah UPY Yang Berpartisipasi Dalam Jogja Museum Expo 2022

    Memperingati satu dasawarsa Keistimewaan Yogyakarta, Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan Jogja Museum Expo 2022 pada tanggal 15 – 19 Agustus 2022 bertempat di Sleman City Hall. Pameran yang bertajuk “Ujwalita” dengan sub-judul “Merayakan Keragaman dan Meneguhkan Keistimewaan” menampilkan koleksi-koleksi museum yang telah dipilih untuk merespon momen satu dasawarsa Keistimewaan Yogyakarta. Lebih dari 36 Museum ikut andil dalam perhelatan ini.

    Museum Laboratorium Sejarah UPY (Museorium Sejarah UPY) turut ikut serta dalam kegiatan tersebut. Museorium Sejarah UPY membawa beberapa koleksi untuk ditampilkan pada pameran ini, adapun koleksi yang dipamerkan adalah Miniatur Tugu Pal Putih, Miniatur Tugu Golong Gilig, Buah Maja, Kertas Papyrus, Lukisan Tutankhamun serta koleksi lainnya dalam bentuk digital.

    Rektor Universitas PGRI Yogyakarta, Dr. Ir. Paiman, MP,  mengapreasi positif atas semangat dan partisipasi Museum Lab. Sejarah dalam kegiatan ini. Ia  berharap kedepan Museum Lab. Sejarah UPY semakin maju dan berkibar.

    Kepala Museum Lab. Sejarah UPY, Drs. John Sabari, M. Si menyampaikan bahwa Museum Lab. Sejarah telah melakukan proses revitalisasi yang cukup mendasar, diantaranya adalah peremajaan, renovasi tataruang serta digitalisasi koleksi Museum. Ia menyatakan kedepan Museum Lab. Sejarah akan terus didorong menjadi lebih maksimal lagi berkiprah pada level nasional. Ia jg menjelaskan jika Museum Lab. Sejarah sudah dapat diakses secara digital, ke depan akan terus dikembangkan.

    Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Yogyakarta, Dr. Muhammad Iqbal Birsyada, M.Pd menyampaikan harapan bahwasannya untuk mengedukasi masyarakat serta memahami nilai-nilai sejarah, Museum tidak hanya sekedar sebagai tempat pameran koleksi-koleksi yang ada namun lebih lanjut Museum juga dapat berperan aktif  menjadi media pembelajaran sejarah bagi peserta didik dan masyarakat yang kreatif dan menyenangkan. Iqbal menegaskan pula bahwa pada saat ini Prodi Pendidikan Sejarah sedang merancang pengembangan alternatif alternatif media pembelajaran yang dapat dimanfaatkan oleh guru sejarah dan peserta didik.

    “Melalui pameran ini harapannya Museum Lab. Sejarah dan Prodi Pendidikan Sejarah UPY dapat memberikan sumbangsih wujud nyata untuk masyarakat luas.”Jelas Iqbal.

    Ia berharap Museum Lab. Sejarah UPY dapat menjadi icon bagi peminat sejarah, peserta didik maupun masyarakat luas di Indonesia. (peb)

    baca juga: https://www.upy.ac.id/berita/museum-lab-upy-ikuti-jogja-museum-expo-di-sleman-city-hall

    baca juga: https://www.upy.ac.id/berita/seminar-nasional-call-for-papers-prodi-bk-2022

  • Museum Lab UPY ikuti Jogja Museum Expo di Sleman City Hall

    Museum Lab UPY ikuti Jogja Museum Expo di Sleman City Hall

    Dalam rangka memperingati satu dasawarsa Keistimewaan Yogyakarta, diselenggarakan Jogja Museum Expo 2022  pada tanggal 15 – 19 Agustus 2022 bertempat di Sleman City Hall. Pameran yang bertajuk “Ujwalita” dengan sub-judul “Merayakan Keragaman dan Meneguhkan Keistimewaan” menampilkan koleksi-koleksi museum yang telah dipilih untuk merespon momen satu dasawarsa Keistimewaan Yogyakarta.

    Keistimewaan dalam hal ini dimulai dari munculnya Kerajaan Mataram pada abad ke-16 yang diikuti dengan berbagai peristiwa budaya dan politik, termasuk munculnya Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kadipaten Pakualaman.

    Museum Laboratorium Sejarah UPY (Museorium Sejarah UPY) turut ikut serta dalam kegiatan tersebut. Museorium Sejarah UPY membawa beberapa koleksi untuk ditampilkan pada pameran ini, adapun koleksi yang dipamerkan adalah Miniatur Tugu Pal Putih, Miniatur Tugu Golong Gilig, Buah Maja, Kertas Papyrus dan Lukisan Tutankhamun.

    Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Yogyakarta, Dr. Muhammad Iqbal Birsyada, M.Pd menyampaikan harapan bahwasannya untuk mengedukasi masyarakat untuk memahami nilai-nilai sejarah. Museum tidak hanya sebagai pameran koleksi-koleksi yang ada namun lebih lanjut juga sebagai media pembelajaran sejarah bagi peserta didik dan masyarakat yang aktif dan menyenangkan.

    “Melalui pameran ini harapannya Museum Lab. Sejarah dan Prodi Pendidikan Sejarah UPY dapat memberikan sumbangsih karya-karya kami untuk masyarakat luas.”Jelas Iqbal.

    Ia berharap untuk Museum Lab. Sejarah UPY dapat menjadi salah satu icon Museum Lab. Sejarah yang menjadi rujukan baik bagi peminat sejarah, peserta didik maupun masyarakat di Indonesia. (peb)

    baca juga: https://www.upy.ac.id/berita/terus-berinovasi-dan-berkreasi-melestarikan-kebudayaan-melalui-kegiatan-sentama-pgsd-upy

    baca juga: https://www.upy.ac.id/berita/makarya

  • Strengthening solidarity through the activities of the new management of HMP History Education

    Strengthening solidarity through the activities of the new management of HMP History Education

    On Monday, December 27, 2021, in Garongan Tourism Village, Turi, Sleman, HMP History Education UPY held a new management training activity with the theme & LDQUO; Makraban Night (Makrab) & RDQUO ; Which was followed by HMP Hemators in Yogyakarta, historical education students, and several historical education alumni of PGRI University in Yogyakarta. This makrab activity was carried out for 2 days 1 night starting from Monday 27 December at 13:00 to Tuesday 28 December at 10:30.

    The event is started from Breafing and the committee’s preparation with the southern parking lot of Unit 1 campus at 13:00. And followed by participant registration and departure to Garongan Tourism Village, Turi, Sleman. The departure of makrab participants was carried out together using transportation in the form of motorbikes. When he arrived at Garongan Tourism Village, participants did an ishoma and preparation.

    On the first day the activity began at 16:30 which was opened by the MC and continued with the HMP Chairperson Nurul Ismi Lestari and the remarks along with sharing material from the Father Triwahana M. Pd. And the event continued with Ice Breaking, Ishoma, HMP Education and Training of History Education, film screenings and participants began to rest or sleep at 23:00. And the Makrab event on the second day began at 04:00 for Muslim participants was welcome to the Fajr Prayer first. And continued gymnastics, natural exploration, breakfast, and there are some material delivered by Mr. Drs. Muhammad Iqbal Biresyada M. Pd and the last activity at this time is Outbound.

    After all the series of events have been completed at 11:00 the participants preparation returned to their homes. So it can be concluded that the purpose of the HMP HMP History Education (Makrab) Training is to strengthen the sense of solidarity and familiarize themselves from fellow HMP Historical Education members and from friends of history study programs starting from the early semesters or from the upper semester. (Nurul Ismi Lestari & Ndash; Chair of HMP History Education)

    Also read: https://www.upy.ac.id/berita/stadium-general-disability-anpa-batas-potenti-potence- education-out-nasa-in-era-era-revolution- 40

    macarya (student work): & nbsp; https: //www.upy .ac.id/news/macarya

  • SEMINAR NASIONAL & CALL FOR PAPERS PRODI BK 2022

    SEMINAR NASIONAL & CALL FOR PAPERS PRODI BK 2022

    “Kecerdasan Budaya dan Praktik Bimbingan dan Konseling di Era Society 5.0” menjadi tema pada Seminar Nasional & Call For Papers yang diselenggarakan oleh Prodi Bimbingan dan Konseling dibantu oleh himpunan mahasiswa program studi bimbingan dan konseling (HMP BK) pada Kamis, 14 Juli 2022 pukul 08.00 s/d selesai, dan acara ini dibuka oleh dekan FKIP yaitu Dr. Esti Setiawati, M.Pd. Sub tema Call For Papers ada enam (6) yaitu: BK Multibudaya, BK di Era Society, Pendidikan Karakter, Teknologi Informasi BK, Media BK, dan Keterampilan Dasar Konseling.

    Prodi bimbingan dan konseling menghadirkan tiga (3) narasumber sekaligus, Pemateri-pemateri di Seminar Nasional tahun 2022 ini sangat luar biasa. Pemateri pertama yaitu Prof. Dr. Suwarna Dwijonagoro, M.Pd sebagai Guru Besar Pendidikan Bahasa Jawa Universitas Negeri Yogyakarta, pemateri kedua yaitu Dr. Heru Mugiarso, M.P.d, Kons sebagai Dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling S1, S2, S3 dan PPK BK Universitas Negeri Semarang, dan pemateri yang ketiga yaitu Dr. (Cand.) Iis Lathifah Nuryanto, M.Pd sebagai Dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas PGRI Yogyakarta. Acara ini dipandu juga oleh moderator yang sangat luar biasa yaitu Amir Hidayat, S.Pd sebagai Alumni Mahasiswa BK UPY angkatan 2013 dan Guru BK di SMAN 3 Purwokerto).

    Materi yang disampaikan pun sangat bagus dan menarik untuk dibahas. dengan para peserta seminar nasional yang mayoritasnya mahasiswa. Materi yang pertama disampaikan oleh Prof. Dr. Suwarna Dwijonagoro, M.Pd mengenai “Peran Budaya dalam Bidang Pendidikan di Era 5.0” yang mana Kristalisasi nilai-nilai budaya tidak mudah lapuk kena hujan dan lekang terkena panas. Nilai-nilai cenderung bersifat abadi walaupun iptek terus berkembang. Karena sikap megalomania manusia (senang bermegah dengan hal-hal yang baru) nilai-nilai lama cenderung diabaikan. Oleh karena itu, trahing Jawi tidak perlu kerut larut oleh ombyaking jaman, ngeli tetapi tidak keli. Caranya dengan memanfaatkan kemajuan iptek untuk merestorasi, mengeksplorasi, dan mempublikasi nilai-nilai budaya lokal menuju kancah pergaulan budaya global seperti musik hip hop Jawa(https://www.youtube.com/watch?v=pNa0VDGLZfU), wayang hip hop, IoT (Internet of Thing). Manfaatkan teknologi untuk mengembangkan budaya Jawi, membina budi pekerti dan praktik baik sesuai dengan amanat UU No.5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

    Materi yang kedua disampaikan oleh Dr. Heru Mugiarso, M.Pd, Kons mengenai “Kompetensi Multikultural dalam Konseling Lintas Budaya” yang menjadi pokok bahasannya yaitu isu multikultural dalam latar masyarakat plural, konsep dasar konseling lintas budaya dan permasalahan, serta pengembangan kompetensi multikultural. Keterampilan multikultural yang relevan menurut Sue dan Arredondo, ada 2 butir keterampilan yang relevan untuk dikembangkan pada pelayanan BK di sekolah kita, yakni: 1. Keterampilan Guru BK sebagai Pribadi Multikultural, 2. Keterampilan Guru BK dalam menyampaikan materi pengembangan kompetensi multikultural kepada peserta didik melalui berbagai format layanan (klasikal, kelompok dan individual). Metode Pengembangan Kompetensi Multikultural Siswa dari berbagai metode yang ada, hasil riset membuktikan bahwa metode yang paling efektif antara lain dengan menggunakan Experiential Learning yakni pembelajaran melalui penyajian pengalaman langsung kepada peserta didik. Teknik dalam Experiential Learning ada Problem solving, Personal development, Work and community placement, Activity Based, dan Project work.

    Materi yang ketiga disampaikan oleh Iis Lathifah Nuryanto, M.Pd mengenai “Literasi Digital dalam Bimbingan dan Konseling” ada 4 pilar literasi digital yaitu cakap bermedia digital, budaya bermedia digital, etis bermedia digital, dan aman bermedia digital. Literasi digital dalam layanan bimbingan dan konseling menurut Bariyyah & Permatasari (2019) menyatakan bahwa jika konselor sekolah tidak mau mempelajari keterampilan layanan media secara online, citra mereka akan semakin buruk, terlihat buta teknologi, terlalu kaku dan tidak akan berkembang. Literasi digital dapat diasumsikan sebagai kompetensi penunjang agar konselor sekolah memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam memilah sumber-sumber digital, untuk mempermudah dalam mengembangkan media layanan agar lebih relevan dengan era digital saat ini. Sejatinya Pendidikan yaitu: membuat individu dari apa adanya menjadi yang seharusnya. Sering dulu, baru sharing (bijak dalam menggunakan media sosial dan bijak dalam bertukar informasi).

    Setelah seminar nasional selesai dilanjut dengan call for papers yaitu sebuah wadah bagi para peneliti untuk mempublikasikan hasil penelitian mereka. Dalam seminar nasional ini, hasil penelitian akan dipublikasikan dalam skala nasional dan dibukukan dalam prosiding ber-ISBN, dengan jumlah enam (6) presentator. Acara call for papers dipandu oleh bapak Taufik Agung Pranowo, M.Pd selaku dosen bimbingan dan konseling Universitas PGRI Yogyakarta. (Jurnalistik HMP BK UPY)

    baca juga: https://www.upy.ac.id/berita/accounting-talk-show-prospek-karir-seorang-akuntan-di-masa-depan

    baca juga: https://www.upy.ac.id/berita/fkip-upy-kembali-sambut-doktor-baru

  • Accounting Talk Show – Prospek Karir Seorang Akuntan di Masa Depan

    Accounting Talk Show - Prospek Karir Seorang Akuntan di Masa Depan

    Sabtu, 16 Juli 2022 Himpunan Mahasiswa Prodi Akuntansi menyelenggarakan kegiatan Accounting Talk Show dengan tema “Prospek Karir Seorang Akuntan di Masa Depan”. Bentuk dari kegiatan Accounting Talk Show ini adalah talk show mengenai prospek karir seorang akuntan di masa depan dan penyampaian informasi seputar program studi akuntansi yang ditunjukan kepada siswa-siswi SMA/SMK sederajat dan masyarakat umum. Narasumber yang dihadirkan pada kegiatan talk show ini merupakan narasumber yang luar biasa dan ahli di bidang nya masing–masing.

    Narasumber tersebut diantaranya Bapak Husni Mubarok, SE., Ak., CA., ACPA sebagai narasumber 1 beliau merupakan seorang akuntan yang bekerja sebagai direktur PT Sapta Chakra Persada dan Administration Head Nasmoco Group. Kemudian Narasumber 2 yaitu Saudara Prima Aristama, S.Ak beliau merupakan Alumni Mahasiswa Prodi Akuntansi yang bekeja sebagai pemeriksa ahli pertama di BPK Perwakilan Maluku. Kemudian Narasumber ke 3 yaitu Ibu Yennisa, SE., M.Sc., Ak., CA., CTA beliau merupakan Dosen Prodi Akuntansi Universitas PGRI Yogyakarta.

    Acara Accounting Talk Show dimulai pukul 09.00 WIB yang dipandu oleh Moderator 1 yaitu Ibu Lulu Amalia Nusron., SE., M.Ak., Ak beliau merupakan Dosen Prodi Akuntansi. Beliau memoderatori Narasumber 1 yaitu bapak husni yang memberikan penjelasan terkait karir seorang akuntan. Kemudian narasumber 2 yaitu Saudari Prima beliau menyampaikan terkait karir seorang mahasiswa akuntansi setelah lulus dari Prodi Akuntansi Universitas PGRI Yogyakarta dan juga memberikan penjelasan terkait karir seorang akuntan menjadi Auditor Eksternal. Kemudian acara selanjutnya dipandu oleh moderator 2 yaitu Saudara Adiek Putranto beliau merupakan Mahasiswa Prodi Akuntansi.

    Saudari putra memoderatori Narasumber 3 yaitu Ibu Yennisa yang memberikan penjelasan terkait Program Studi Akuntansi terkait Keungulan, fasilitas, dan lulusan dari jurusan Akuntansi UPY dapat bekerja di bidang apa saja. Setiap selesai penyampaian dari narasumber terdapat sesi tanya jawab. Para peserta talk show sangat aktif bertanya k epada ketiga pemateri tersebut. Kemudian acara ditutup oleh kedua moderator yaitu Ibu Lulu dan Saudara Putra pada pukul 11.30 WIB

    baca juga: https://www.upy.ac.id/berita/fkip-upy-kembali-sambut-doktor-baru

    baca juga: https://www.upy.ac.id/berita/makarya

  • Terus Berinovasi dan Berkreasi Melestarikan Kebudayaan Melalui Kegiatan SENTAMA PGSD UPY

    Terus Berinovasi dan Berkreasi Melestarikan Kebudayaan Melalui Kegiatan SENTAMA PGSD UPY

    PGSD Universitas PGRI Yogyakarta mengadakan kegiatan pagelaran seni tari dan drama yang bertujuan untuk memenuhi tugas akhir Mata Kuliah Seni tari dan drama. Acara tersebut merupakan pagelaran pertama kali yang diselenggarakan oleh PGSD Universitas PGRI Yogyakarta. Acara yang bersifat untuk umum tersebut di adakan di concert hall Taman Budaya Yogyakarta (TBY). Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari yang setiap kelompok terdiri dari 3 kelas masing-masing sekitar ±100 orang tiap kelompoknya.

    Hari pertama kegiatan diadakan pada hari sabtu (23/7) sekaligus pembukaan pagelaran dengan penampilan dari kelompok B (PGSD angkatan 2020 kelas A1, A3, A9) yang membawakan tema “Estungkara”.

    Hari kedua kegiatan diadakan pada hari Minggu (24/7) dengan penampilan dari Kelompok A (PGSD angkatan 2020 kelas A2, A4, A8) dengan tema “Kebudayaan”.

    Sementara itu di hari ketiga sekaligus penutupan rangkaian kegiatan SENTAMA PGSD UPY dilaksanakan pada hari senin (25/7) dengan penampilan dari kelompok C (PGSD angkatan 2020 kelas A5, A6, A7) yangg membawakan tema “Purba Pahlawan Batik”.

    Dalam Pagelaran tersebut dihadiri juga oleh Dr. Esti Setiawati, M.Pd selaku dekan PGSD, Beny Dwi Lukito Aji, M.Pd selaku kaprodi PGSD, Putri Rachmawati, S.Pd, M.Sn selaku dosen Seni Tari dan Drama, serta beberapa mahasiswa dan masyarakat umum.

    Putri Rachmawati, S.Pd, M.Sn selaku pembimbing pagelaran seni tari dan drama tersebut dari awal merasa gugup, akan tetapi Putri merasa sangat bangga terhadap anak didiknya karena berhasil menampilkan karya yang sangat luar biasa. Selain itu beliau juga menyampaikan tujuan diadakannya pegelaran tersebut adalah menuntut mahasiswa untuk bisa berkreatifitas, berinovasi, mengeluarkan potensi yang ada di dalam diri mereka, dan melestarikan kebudayaan di era globalisasi dengan menekankan pendidikan karakter.

    “kami berharap semoga pagelaran seni tari dan drama untuk kedepannya bisa lebih baik lagi, mahasiswa PGSD UPY bisa menampilkan hasil karyanya yang lebih baik, lebih kompak, bisa bertanggung jawab, terus berinovasi, terus berproses dan bertumbuh.”jelas Putri. (peb)

    baca juga: https://www.upy.ac.id/berita/fkip-upy-kembali-sambut-doktor-baru

    baca juga: https://www.upy.ac.id/berita/makarya