Kategori: Berita Utama

  • Dosen UPY dan Praktisi Berkolaborasi Penguatan Teknologi Kesehatan Nasional

    Dosen UPY dan Praktisi Berkolaborasi Penguatan Teknologi Kesehatan Nasional

    Perkembangan teknologi sangat masif dan mempengaruhi berbagai ranah kehidupan manusia. Hal ini juga mempengaruhi bidang kesehatan. Teknologi kesehatan juga mengalami perkembangan yang sangat cepat. Karena hal ini dibutuhkan multidisiplin ilmu untuk menghadapi tantangan disrupsi teknologi di era revolusi industry 4.0.

    Tantangan inilah yang dijawab oleh dosen dan sekaligus peneliti Ekha Rifki Fauzi, SKM, MPH, dengan Solikhah, Dr.PH. dan Angger Maharesi, AMd.EM.  Mereka telah melakukan penelitian dalam bidang teknologi kesehatan, khususnya peralatan terapi yaitu Smart Phototherapy Device.

    Penelitian tersebut, telah diusulkan dan mendapatkan pendanaan dari Dikti Litbang Muhammadiyah tahun 2022 dan didanai juga dari DRTPM Kemendikbud tahun 2023 untuk pengembangan dari TKT 4 ke TKT 5. Tentunya hasil penelitian ini juga sedang proses permohonan paten sederhana dan luaran artikel Q2 terindeks scopus.

    Pendanaan pertama dari Dikti Litbang Muhammadiyah, peneliti membuat phototherapy dengan penyematan teknologi IoT (Internet of Things) untuk monitoring tingkat dosis terapi sinar biru ke pasien. Dimana penelitian tersebut masih menempati TKT ke-4 yang dikembangkan.

    Sedangkan pada pendanaan dari DRTPM Kemendikbud pada Program Bantuan Biaya Luaran Prototipe tahun 2023, peneliti akan mengembangkan phototherapy menjadi lebih aman dari rekam medis pasien dan telemedisin. Pengembangan ini nantinya disematkan data logger dan kamera untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas terapi sinar biru pada pasien hyperbilirubinemia pada bayi baru lahir.

    Kolaborasi ini akan bermuara ke hilirisasi hasil penelitian yang didukung dari tiap-tiap institusi, baik dari Universitas PGRI Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan, dan RSUD Prambanan. Tentunya kolaborasi ini ialah salah satu jawaban dari akademisi dan praktisi menjawab program ketahanan dan kemandirian teknologi kesehatan dalam negeri.

    baca juga: https://www.upy.ac.id/berita/lelang-penawaran-alat-laboratorium-plb

  • Lelang Penawaran Alat Laboratorium PLB

    Lelang Penawaran Alat Laboratorium PLB

    Universitas PGRI Yogyakarta Prodi Pendidikan Luar Biasa akan melaksanakan lelang
    penawaran alat laboratorium dengan penawaran secara tertulis online tanpa kehadiran
    peserta lelang melalui internet dengan mengisikan Form pendaftaran.

    Untuk informasi lebih lanjut silahkan download pengumuman disini

  • Peluang Menarik dengan Global Class: Mengambil Mata Kuliah di Luar Negeri di Universitas PGRI Yogyakarta

    Peluang Menarik dengan Global Class: Mengambil Mata Kuliah di Luar Negeri di Universitas PGRI Yogyakarta

    Universitas PGRI Yogyakarta kini membuka peluang menarik bagi para mahasiswa dengan adanya program Global Class. Program ini memungkinkan mahasiswa untuk mengambil mata kuliah di luar negeri, membuka kesempatan untuk mendapatkan pengalaman berharga dan pengetahuan internasional yang berharga. Artikel ini akan mengeksplorasi program Global Class di Universitas PGRI Yogyakarta dan mengapa menjadi pilihan menarik bagi para calon mahasiswa.

    1. Memperluas Wawasan dan Pengalaman Internasional Dengan program Global Class, mahasiswa memiliki kesempatan untuk belajar di universitas mitra di luar negeri. Ini adalah kesempatan langka untuk memperluas wawasan dan pengalaman internasional mereka. Dalam lingkungan akademik yang berbeda, mahasiswa dapat belajar tentang budaya, bahasa, dan cara pandang yang berbeda, yang dapat membantu mereka menjadi lebih terbuka, toleran, dan berpikiran luas.

    2. Menambah Nilai Akademik dan Profesional Mengambil mata kuliah di luar negeri dari universitas terkemuka dapat menambah nilai akademik dan profesional mahasiswa. Mereka akan terpapar pada metode pengajaran yang berbeda dan dapat memperdalam pengetahuan dalam bidang studi tertentu. Pengalaman belajar di luar negeri juga dapat menjadi poin tambahan pada resume mereka, yang akan menjadi daya tarik bagi calon pengusaha atau institusi akademis di masa depan.

    3. Pengembangan Bahasa Asing Program Global Class juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan bahasa asing mereka. Ketika berada di lingkungan di mana bahasa yang berbeda digunakan sehari-hari, mahasiswa akan secara alami meningkatkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa tersebut. Ini dapat membantu mereka dalam banyak aspek kehidupan, baik akademik maupun profesional.

    4. Membangun Jaringan Internasional Ketika mengambil mata kuliah di luar negeri, mahasiswa akan bertemu dengan rekan mahasiswa dari berbagai negara. Ini membuka peluang untuk membangun jaringan internasional yang berharga. Jaringan ini dapat menjadi sumber dukungan dan kolaborasi di masa depan, baik dalam karier profesional maupun proyek-proyek akademik.

    5. Memperluas Perspektif Karier Program Global Class membuka pintu bagi mahasiswa untuk mempertimbangkan karier global. Mereka dapat menggabungkan pengetahuan dan pengalaman dari berbagai budaya untuk menerapkan solusi inovatif dalam tantangan global. Perspektif internasional yang kuat dapat membantu mahasiswa bersaing di pasar kerja yang semakin global.

    Program Global Class di Universitas PGRI Yogyakarta menawarkan peluang menarik bagi para mahasiswa untuk mengambil mata kuliah di luar negeri dan mendapatkan pengalaman internasional yang berharga. Dengan memperluas wawasan, meningkatkan nilai akademik, membangun jaringan internasional, dan memperluas perspektif karier, mahasiswa dapat mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi tantangan masa depan dalam lingkungan global. Program ini adalah langkah maju yang positif bagi universitas dan mahasiswanya, membuka pintu bagi keberhasilan yang lebih besar di masa depan.

    baca juga: https://www.upy.ac.id/berita/dosen-upy-dan-rsud-prambanan-berkolaborasi-mengembangkan-alat-kesehatan-dengan-teknologi-iot-pada-infant-warmer

  • Dosen UPY dan RSUD Prambanan Berkolaborasi Mengembangkan alat kesehatan dengan teknologi IoT pada Infant Warmer

    Dosen UPY dan RSUD Prambanan Berkolaborasi Mengembangkan alat kesehatan dengan teknologi IoT pada Infant Warmer

    Permasalahan pada layanan kesehatan ibu dan anak, khususnya perawatan bayi baru lahir semakin kompleks. Beban kerja tenaga kesehatan juga mengalami kenaikan yang signifikan. Salah satu dukungan keberhasilan layanan kesehatan yaitu dengan adanya alat kesehatan yang modern dan kekinian. Misal seperti pada perawatan bayi baru lahir biasanya pasien bayi diletakkan didalam alat infant warmer untuk menghangatkan suhu tubuh dari lingkungan sekitarnya.

    Infant warmer yang terkadang digunakan dalam monitoring kondisi pasien, tenaga kesehatan dalam hal ini, perawat harus berjaga bergantian dan bertatap muka dengan pasien. Tetapi dengan penyematan teknologi IoT (Internet of Things) dapat memudahkan pekerjaan tenaga kesehatan menjadi lebih efektif dan efisien hanya melalui gadget. Hal inilah yang telah dilakukan salah satu dosen Prodi Teknologi Rekayasa Elektro-medis Universitas PGRI Yogyakarta yang berkolaborasi dengan Teknisi Elektro-medis RSUD Prambanan, yaitu Ekha Rifki Fauzi dan Angger Maharesi. Mereka mengembangkan infant warmer dengan menggunakan teknologi IoT dalam pemantauan suhu tubuh bayi dan tingkat saturasi oksigen pasien secara real-time.

    Alat infant warmer hasi dari pengembangan ini juga dilengkapi dengan data logger sebagai perekam medis history dari pasien dan kamera untuk membantu telemedicine antara perawat jaga dengan dokter jika pasien membutuhkan tindakan darurat.

    Pengembangan infant warmer ini merupakan salah satu kolaborasi dari hasil iuaran hibah internal Universitas PGRI Yogyakarta tahun 2023. Selain itu, alat ini juga telah mendapatkan pendanaan pendaftaran permohonan paten dan pemeriksaan substantif paten dari program Unggulan Berpotensi Kekayaan Intelektual (UBER-KI) tahun 2023 Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

    Kemudian alat infant warmer ini masih proses pengajuan paten sederhana dengan nomor permohonan S00202304645. Alat ini juga telah lulus tes kalibrasi dan dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan perawatan di ruang perawatan bayi RSUD Prambanan.

    Hasil dari kolaborasi ini mencerminkan bahwa implementasi dari tridharma perguruan tinggi yang mengutamakan kemanfaatan hasil penelitian yang dapat digunakan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Alat ini juga nantinya akan dilakukan hilirisasi dalam penguatan produksi alat kesehatan dalam negeri dengan TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri) mencapai 70-90%. Mari berkolaborasi dalam kebaikan untuk masyarakat sehat dan sejahtera.

    baca juga: https://www.upy.ac.id/berita/upy-masuk-15-universitas-terbaik-di-jogja

  • UPY Masuk 15 Universitas Terbaik di Jogja

    UPY Masuk 15 Universitas Terbaik di Jogja

    Selamat! Universitas PGRI Yogyakarta Masuk Peringkat 15 Universitas Terbaik di Yogyakarta versi Webometric tahun 2023

  • PENGUMUMAN REGISTRASI SEMESTER GASAL 2023-2024

    PENGUMUMAN REGISTRASI SEMESTER GASAL 2023-2024

    PENGUMUMAN REGISTRASI SEMESTER GASAL 2023-2024

    untuk informasi lebih lanjut silahkan download file disini

  • KALENDER AKADEMIK 2023/2024

    KALENDER AKADEMIK 2023/2024

    Berikut Link Download Kalender Akademik 2023/2024

  • Universitas PGRI Yogyakarta Akan Menyelenggarakan Seminar Internasional Upincase Ke-4 Tahun 2023

    Universitas PGRI Yogyakarta Akan Menyelenggarakan Seminar Internasional Upincase Ke-4 Tahun 2023

    Universitas PGRI Yogyakarta akan menyelenggarakan Seminar Internasional The 5th UPY International on Applied Science and Education (UPINCASE) 2023 dan The 2nd UPY International Conference on Education and Social Science (UPINCESS) 2023, pada tanggal 26 dan 27 September 2023 secara virtual. Tema pada UPINCASE 2023 ini adalah “The Impact of Science and Technology on Modern Society”, dan tema pada UPINCESS 2023 ini adalah “The Impact of Technology on Education and Social Dynamics”.

    Pada UPINCASE ke-5 tahun ini akan menghadirkan keynote speakers dari 3 (tiga) negara, yaitu dari Tiongkok, Thailand, dan Indonesia, seperti tercantum di bawah ini.

    Prof. Dr. Panarat Cherntanomwong (King Mongkuts Institute of Technology Ladkrabang, Thailand)

    Theme: The Impact of Information and Communication Technology on Education in Modern Society

     

    Li Li (Suzhou Polytechnic Institute of Agriculture (SPIA), Tiongkok)

    Theme: Challenges, Opportunities, and Implications of Artificial Intelligence in the Modern World

     

    Marti Widya Sari, S.T., M.Eng (Universitas PGRI Yogyakarta, Indonesia)

    Theme: Technological Innovation for Sustainable Development in the Modern Era

     

    Pada UPINCESS ke-2 tahun ini akan menghadirkan keynote speakers dari 3 (tiga) negara, yaitu dari Malaysia, Filipina, dan Indonesia, seperti tercantum di bawah ini.

    Prof. Dr. Sharifah Zannierah Syed Marzuki (Universiti Teknologi MARA, Malaysia)

    Theme: Harnessing the Power of Technology for 21st Century Learning

     

    Dr. Fernan T. Tupas (Northern Iloilo State University, Ajuy Campus, Filipina)

    Theme: The Influence of Social Media on Social Interaction and Interpersonal Relationships

     

    Sujatmiko, M.Hum (Universitas PGRI Yogyakarta, Indonesia)

    Theme: Cyberbullying and its Impact on Mental Health and Social Wellbeing

    Tema pada UPINCASE 2023 ini adalah “The Impact of Science and Technology on Modern Society”, dan tema pada UPINCESS 2023 ini adalah “The Impact of Technology on Education and Social Dynamics”. Call for Paper meliputi Applied Science, Information Technology and Engineering untuk UPINCASE 2023, serta Education and Social Science untuk UPINCESS 2023. Silahkan dapat mengakses laman upincase.upy.ac.id dan upincess.upy.ac.id untuk informasi lebih lanjut.

    baca juga: https://www.upy.ac.id/berita/15-mahasiswa-upy-berpartisipasi-mengikuti-program-pertukaran-mahasiswa-merdeka-3

  • 15 Mahasiswa UPY Berpartisipasi mengikuti Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka 3

    15 Mahasiswa UPY Berpartisipasi mengikuti Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka 3

    Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi telah menghadirkan salah atau program unggulan kampus merdeka yakni Pertukaran Mahasiswa Merdeka atau biasa disebut juga PMM. Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka tahun 2023 (PMM 3) adalah sebuah program pertukaran mahasiswa dalam negeri selama satu semester untuk mendapatkan pengalaman belajar di perguruan tinggi terbaik di seluruh Indonesia. Melalui program ini, mahasiswa akan mendapatkan pengakuan sks hingga 20 sks, lebih mengenal keberagaman, mengasah kemampuan leadership mahasiswa, membangun jejaring di masa kuliah.

    Selama menjalani program ini, mahasiswa akan didampingi oleh dosen pembimbing masing-masing yang dipilih dari seluruh negeri. Selain itu, mahasiswa juga akan mendapatkan materi tentang “Modul Nusantara”, serta dukungan dari PMM 3. Adapun, jika mahasiswa terpilih, mahasiswa akan mendapatkan pengakuan sks dari mata kuliah yang diambil di luar kampus asal.

    Tahun ini merupakan tahun ke-2 bagi Universitas PGRI Yogyakarta mengikuti Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka. Universitas PGRI Yogyakarta telah mengirimkan mahasiswa yang telah lolos pendaftaran sebanyak 15 mahasiswa ke Universitas di luar pulau jawa, seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

    Mahasiswa Universitas PGRI yogyakarta ini akan mengikuti pertukaran mahasiswa merdeka dalam jangka 1 semester. Dalam program ini mahasiswa dibebaskan untuk memilih mata kuliah yang ada di Universitas yang akan dituju, selain itu mahasiswa juga akan mendapatkan Modul Nusantara. Modul ini bertujuan untuk mengetahui keberagaman agama kebudayaan, sejarah tempat yang ada disekitar universitas, melakukan refleksi. Selain itu mahasiswa juga diajak untuk melakukan kegiatan sosial.

    Rektor UPY, Dr. Ir. Paiman, M.P menyampaikan harapannya kepada mahasiswa supaya bersungguh sungguh menjalankan program ini dengan baik dan ilmu wawasan yang didapatkan selama satu semester dapat bermanfaat dan dapat dibagikan kepada teman-teman di Universitas PGRI Yogyakarta. Serta selalu menjaga nama baik Universitas PGRI Yogyakarta ini.

    Sementara itu Wakil Rektor lll UPY Bidang Kemahasiswaan Kerjasama dan Alumni, Dr. Septian Aji Permana, M.Pd. berpesan kepada mahasiswa untuk tetap semangat dalam menjalankan program selama Pertukaran Mahasiswa Merdeka dan selalu menjaga nama baik Universitas PGRI Yogyakarta. Selain itu beliau juga berharap semoga ditahun berikutnya mahasiswa yang berminat mengikuti program unggulan kampus merdeka lebih meningkat.

    baca juga: https://www.upy.ac.id/berita/penandatanganan-mou-antara-upy-dan-nisu-filipina

    baca juga: https://www.upy.ac.id/berita/info-kampus

  • Penandatanganan MoU antara UPY dan NISU Filipina

    Penandatanganan MoU antara UPY dan NISU Filipina

    Kerjasama dua negara yaitu Indonesia dan Filipina, antara Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) bersama Northern Iloilo State University (NISU) resmi berlanjut pada hari Senin, 17 Juli 2023 yang lalu. Dengan ditandatanganinya Memorandum of Understanding (MoU) langsung oleh Presiden NISU Bobby D. Gerardo, D. Eng dan Rektor UPY Dr. Ir. Paiman, M.P, serta disaksikan oleh pejabat kampus Dr. Victor Novianto, M. Hum (Kepala Kantor Kerjasama dan Urusan Internasional), Pebri Prihatmoko, S.Pd., M. Eng (Prodi Elektromedis) dan Nugraeni Putrie Windarti (Staff Kantor Kerjasama dan Urusan Internasional) dari UPY, adapun dari NISU hadir Jomartin C. Limson, DPA (VP- Academic Affairs), dan MA. Xerxa Doan P. Billones-Franco Ed.D (Director – CICO, NISU).

    MoU tersebut menjadi landasan bagi kedua institusi pendidikan tinggi untuk bekerja sama dalam berbagai bidang penting. Melalui MoU ini, UPY dan NISU akan memperkuat hubungan kolaboratif dalam menciptakan sinergi antara kedua lembaga pendidikan. Kerjasama ini akan mencakup berbagai aspek, seperti pertukaran pengetahuan dan pengalaman, penelitian bersama, program pertukaran mahasiswa dan dosen.

    Dr. Ir Paiman, M.P menyampaikan kedepanya UPY dan NISU dapat bekerja sama dan berharap bisa mengundang NISU untuk berkunjung ke UPY. Sebelumnya salah satu dosen yaitu Dr. Fernan P. Tupas dari NISU telah bergabung dalam kegiatan seminar internasional yaitu UPINCASE (International Conference on Applied Science), sebagai salah satu pembicara yang akan dilaksanakan UPY di bulan Agustus 2023 mendatang.

     

    Kerjasama yang terjalin antara kedua universitas berharap untuk saling memberikan manfaat dan meningkatkan kualitas pendidikan serta pengembangan sumber daya manusia di wilayah masing-masing. MoU ini dapat menjadi wadah untuk memperluas wawasan dan perspektif akademik bagi mahasiswa dan dosen dari kedua belah pihak. Tidak hanya itu, MoU ini juga berpotensi membuka peluang baru bagi penelitian dan kolaborasi ilmiah antara kedua institusi, yang dapat berkontribusi pada pemecahan masalah lokal dan global, serta menghasilkan inovasi yang berdampak positif bagi masyarakat.

    Dengan penandatanganan MoU antara Universitas PGRI Yogyakarta dan Northern Iloilo State University makin mempercepat terwujudnya perubahan eksponensial terutama dalam memperkuat kerjasama bilateral antar-negara dan menciptakan iklim pendidikan yang lebih inklusif dan berdaya saing di wilayah Asia Tenggara dan Pasifik.

    baca juga: https://www.upy.ac.id/berita/taufik-muhtarom-dosen-muda-upy-raih-gelar-phd-di-taiwan-dengan-sangat-memuaskan

    baca juga: https://www.upy.ac.id/berita/makarya