Category: Berita Utama

  • Pendidikan Sejarah UPY Ajak Generasi Muda Membaca Geopolitik dan Masa Depan Indonesia

    Pendidikan Sejarah UPY Ajak Generasi Muda Membaca Geopolitik dan Masa Depan Indonesia

    Memahami masa depan bangsa tidak cukup hanya dengan melihat apa yang sedang terjadi hari ini. Sejarah memberikan pelajaran dari masa lalu, sementara geopolitik membantu membaca perubahan dunia dan posisi Indonesia di dalamnya.

    Semangat tersebut menjadi landasan Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) bersama Lembaga Strategi Inteligensia Indonesia dalam menyelenggarakan Seminar Kebangsaan bertema “Tantangan Geopolitik dan Peluang Masa Depan Indonesia: dalam Perspektif Sejarah dan Pendidikan”, Selasa (14/7/2026), di Auditorium Universitas PGRI Yogyakarta.

    Seminar menjadi ruang akademik untuk mempertemukan perspektif sejarah, pendidikan, geopolitik, dan intelijen dalam membaca dinamika dunia yang semakin kompleks. Kegiatan ini sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga strategis dalam memperkuat wawasan kebangsaan serta menumbuhkan cara pandang yang kritis dan visioner.

    Kegiatan diikuti mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah dan berbagai program studi di lingkungan UPY, dosen, tenaga kependidikan, guru sejarah dan IPS di Daerah Istimewa Yogyakarta, serta masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap sejarah dan isu-isu strategis kebangsaan. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa pembahasan mengenai sejarah dan geopolitik tidak hanya relevan di ruang akademik, tetapi juga dekat dengan kehidupan masyarakat.

    Di tengah persaingan kekuatan besar, dinamika kawasan Indo-Pasifik, disrupsi teknologi, hingga perubahan rantai pasok dan energi, Indonesia menghadapi tantangan yang menuntut ketahanan serta strategi adaptif. Kondisi tersebut membuat kemampuan membaca perubahan global menjadi semakin penting, khususnya bagi generasi muda.

    Seminar menghadirkan tiga narasumber dari latar belakang keilmuan yang beragam.

    Dr. Stepi Anriani, S.IP., M.Si. dari Universitas Indonesia membahas lanskap geopolitik global dan posisi strategis Indonesia dalam menghadapi berbagai perubahan menuju Indonesia Emas 2045.

    Perspektif sosial politik kemudian disampaikan Prof. Dr. Zuly Qodir, M.Ag. dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Ia mengangkat dinamika sosial politik dan berbagai tantangan kebangsaan yang muncul di tengah perubahan global.

    Sementara itu, Dr. Muhammad Iqbal Birsyada, M.Pd. dari Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP UPY membawa peserta melihat kembali sejarah kerajaan-kerajaan Nusantara, seperti Majapahit, Demak, Pajang, dan Mataram, untuk menemukan pelajaran strategis yang masih relevan dalam membaca masa depan Indonesia.

    Pendekatan historis tersebut menjadi salah satu bagian menarik dalam seminar. Sejarah tidak ditempatkan sekadar sebagai catatan masa lalu, tetapi sebagai sumber pembelajaran untuk memahami pentingnya persatuan, visi maritim, diplomasi, serta kewaspadaan terhadap konflik internal.

    Melalui perspektif tersebut, pendidikan sejarah memiliki peran yang semakin penting. Mahasiswa dan generasi muda tidak hanya diajak untuk mengetahui apa yang terjadi di masa lalu, tetapi juga belajar memahami mengapa sesuatu terjadi dan bagaimana pengalaman tersebut dapat menjadi bekal dalam mengambil keputusan untuk masa depan.

    Seminar Kebangsaan ini diharapkan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada peserta mengenai perkembangan geopolitik global dan implikasinya terhadap kepentingan nasional Indonesia. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang refleksi untuk menggali nilai-nilai strategis dari perjalanan sejarah bangsa sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.

    Kolaborasi antara Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP UPY dan Lembaga Strategi Inteligensia Indonesia juga membuka peluang pengembangan kerja sama yang lebih luas dalam bidang akademik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

    Bagi UPY, forum seperti ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pendidikan tinggi yang tidak hanya membekali mahasiswa dengan pengetahuan di ruang kelas, tetapi juga mendorong mereka untuk peka terhadap perubahan, mampu berpikir kritis, memahami sejarah, serta memiliki wawasan kebangsaan yang kuat.

    Sebab, menyiapkan Indonesia menuju 2045 bukan hanya tentang membayangkan masa depan, tetapi juga tentang belajar dari perjalanan bangsa, membaca perubahan zaman, dan menyiapkan generasi yang mampu mengambil peran di dalamnya.

  • Dosen BK UPY Raih Gelar Doktor, Perkuat SDM Akademik Kampus

    Dosen BK UPY Raih Gelar Doktor, Perkuat SDM Akademik Kampus

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali menambah jajaran dosen bergelar doktor. Kali ini, Taufik Agung Pranowo, M.Pd., dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK), resmi menyandang gelar Doktor, menjadi bagian dari langkah berkelanjutan UPY dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia akademik.

    Bertambahnya dosen bergelar doktor menjadi kabar membanggakan bagi sivitas akademika UPY. Capaian tersebut tidak hanya menjadi pencapaian personal bagi Dr. Taufik Agung Pranowo, tetapi juga menjadi energi baru bagi pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya di bidang Bimbingan dan Konseling.

    Sebagai dosen Prodi BK, kehadiran Dr. Taufik diharapkan semakin memperkuat proses pembelajaran sekaligus memperluas pengembangan keilmuan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kompetensi akademik dan pengalaman yang dimiliki menjadi modal penting untuk mendorong lahirnya gagasan, penelitian, serta inovasi layanan Bimbingan dan Konseling yang semakin adaptif terhadap perkembangan zaman.

    Bagi UPY, peningkatan kualifikasi akademik dosen merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem perguruan tinggi yang unggul. Dosen tidak hanya berperan sebagai pengajar di ruang kelas, tetapi juga sebagai penggerak ilmu pengetahuan, peneliti, sekaligus pendamping mahasiswa dalam menyiapkan diri menghadapi tantangan kehidupan dan dunia profesional.

    Capaian Dr. Taufik Agung Pranowo sekaligus menegaskan komitmen UPY untuk terus mendorong dosen meningkatkan kompetensi dan kualifikasi akademiknya. Semakin kuat kapasitas akademik dosen, semakin besar pula peluang UPY menghadirkan pembelajaran yang berkualitas dan berdampak bagi mahasiswa.

    Selamat atas capaian akademik Dr. Taufik Agung Pranowo, M.Pd. Semoga gelar doktor yang diraih menjadi langkah baru untuk terus mengembangkan ilmu, menginspirasi mahasiswa, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan serta masyarakat.

  • Kuliah Perdana Maba UPY: Selamat Datang di Babak Baru Perjalanan Akademik!

    Kuliah Perdana Maba UPY: Selamat Datang di Babak Baru Perjalanan Akademik!

    Setelah melewati rangkaian penerimaan mahasiswa baru dan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), kini saatnya mahasiswa baru Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) memasuki babak yang sesungguhnya: kuliah pertama.

    Jika sebelumnya mahasiswa baru sibuk mencari informasi tentang PKKMB, mengenal lingkungan kampus, berkenalan dengan teman baru, dan memastikan tidak salah masuk ruangan, kini tantangannya sedikit berbeda. Kalender akademik mulai terisi, jadwal kuliah mulai berjalan, dan satu kata yang perlahan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mulai terdengar: tugas.

    Tenang, tidak perlu panik. Semua mahasiswa senior juga pernah mengalami hari pertama kuliah. Ada yang datang terlalu pagi karena takut terlambat, ada yang mencari ruang kelas sambil membuka peta kampus, dan ada pula yang duduk dengan tenang tetapi sebenarnya masih bertanya dalam hati, “Ini nanti dosennya masuk dari pintu yang mana, ya?”

    Itulah warna-warni hari pertama menjadi mahasiswa.

    Memasuki perguruan tinggi berarti memasuki lingkungan belajar yang berbeda. Mahasiswa mulai memiliki ruang yang lebih luas untuk mengatur waktu, menentukan aktivitas, membangun relasi, serta mengembangkan kemampuan sesuai minat dan bidang keilmuan.

    Di ruang kuliah, mahasiswa tidak hanya akan mendapatkan materi dari dosen. Mereka juga akan belajar berdiskusi, menyampaikan pendapat, bekerja dalam kelompok, melakukan penelitian, memecahkan masalah, dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis.

    Karena itu, kuliah pertama bukan sekadar pertemuan awal. Ini adalah kesempatan untuk mulai membangun kebiasaan sebagai mahasiswa.

    Hari pertama kuliah mungkin terasa sedikit canggung. Teman-teman baru belum semuanya dikenal, dosen masih terasa asing, dan lingkungan kampus mungkin belum sepenuhnya familiar.

    Tidak masalah.

    Adaptasi memang membutuhkan waktu. Tidak semua orang langsung merasa nyaman pada hari pertama. Ada yang mudah bergaul, ada yang membutuhkan waktu untuk membuka diri. Keduanya sama-sama wajar.

    Mulailah dari hal sederhana. Sapa teman di sebelah, kenalkan diri, bertanya tentang jadwal kuliah, atau berdiskusi mengenai tugas. Bisa jadi percakapan sederhana tersebut menjadi awal pertemanan yang berlangsung sampai wisuda.

    Dunia perkuliahan juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenali cara belajar yang paling sesuai dengan dirinya.

    Ada mahasiswa yang senang membuat catatan lengkap. Ada yang lebih mudah memahami materi melalui diskusi. Ada pula yang baru bisa fokus belajar ketika suasana sudah benar-benar tenang.

    Tidak perlu memaksakan diri mengikuti gaya belajar orang lain. Yang terpenting adalah menemukan cara yang membuat proses belajar menjadi efektif dan bertanggung jawab.

    Namun satu hal yang perlu diingat: jangan sampai metode belajar berubah menjadi metode menunda belajar.

    Kalimat “Nanti malam saja belajarnya” jika diulang terlalu sering bisa berubah menjadi “Besok saja, kan masih ada waktu.” Tiba-tiba ujian sudah di depan mata.

    Salah satu tantangan terbesar mahasiswa baru adalah mengelola waktu.

    Selain mengikuti perkuliahan, mahasiswa mungkin ingin mengikuti organisasi, komunitas, kegiatan kemahasiswaan, kompetisi, pekerjaan paruh waktu, atau aktivitas lainnya.

    Semua kegiatan tersebut dapat memberikan pengalaman berharga, tetapi tetap perlu disesuaikan dengan kemampuan dan prioritas.

    Mulailah membuat jadwal sederhana. Catat jadwal kuliah, tugas, kegiatan, dan waktu istirahat. Jangan lupa menyisakan waktu untuk diri sendiri.

    Sebab mahasiswa juga manusia. Baterai tubuh dan pikiran tidak bisa di-charge menggunakan kabel USB.

    Kuliah merupakan ruang untuk belajar. Karena itu, mahasiswa tidak perlu takut bertanya ketika belum memahami materi.

    Bertanya bukan tanda bahwa seseorang tidak pintar. Justru keberanian bertanya menunjukkan adanya keinginan untuk memahami sesuatu dengan lebih baik.

    Tetap perhatikan etika ketika berkomunikasi dengan dosen. Gunakan bahasa yang sopan, sampaikan pertanyaan dengan jelas, dan manfaatkan berbagai kanal komunikasi yang telah disediakan oleh kampus.

    Kebiasaan berkomunikasi dengan baik akan menjadi bekal penting, bukan hanya selama kuliah, tetapi juga ketika memasuki dunia profesional.

    Masa menjadi mahasiswa memiliki banyak kesempatan untuk berkembang di luar ruang kelas.

    Mahasiswa dapat mengikuti organisasi kemahasiswaan, komunitas, kegiatan sosial, seminar, pelatihan, kompetisi, maupun berbagai aktivitas positif lainnya.

    Pengalaman tersebut dapat membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim, kreativitas, dan kemampuan memecahkan masalah.

    Namun, bukan berarti harus mengikuti semua kegiatan yang ada. Pilihlah kegiatan yang sesuai dengan minat, tujuan, dan kemampuan mengatur waktu.

    Karena menjadi mahasiswa aktif bukan berarti harus memiliki jadwal sampai penuh sesak. Yang penting adalah aktif, produktif, dan tetap sehat.

    Mahasiswa baru tidak perlu merasa harus langsung berprestasi sejak hari pertama.

    Tidak perlu membandingkan diri dengan teman yang sudah memiliki banyak pengalaman atau kemampuan tertentu. Setiap mahasiswa memiliki titik awal dan perjalanan masing-masing.

    Ada yang cepat menemukan bidang yang disukai, ada yang membutuhkan waktu untuk mencoba berbagai hal. Ada yang langsung aktif berorganisasi, ada pula yang lebih nyaman membangun kemampuan akademik terlebih dahulu.

    Yang penting adalah terus berkembang.

    Hari pertama tidak menentukan seluruh perjalanan kuliah. Yang menentukan adalah konsistensi dalam menjalani prosesnya.

    Segenap pimpinan dan sivitas akademika Universitas PGRI Yogyakarta mengucapkan selamat menjalani kuliah pertama kepada seluruh mahasiswa baru UPY.

    Selamat memasuki ruang-ruang kelas, bertemu dengan dosen, mengenal teman baru, dan memulai perjalanan akademik yang penuh pengalaman.

    Jika hari pertama masih merasa gugup, itu wajar.

    Jika masih bingung mencari ruang kelas, juga wajar.

    Jika belum hafal nama semua teman, tidak masalah.

    Dan jika setelah kuliah pertama langsung mendapatkan tugas, jangan kaget. Itu bukan tanda bahwa kampus sedang terburu-buru—mungkin memang begitulah cara dunia perkuliahan menyambut mahasiswa baru.

    Nikmati prosesnya. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, bangun relasi yang baik, manfaatkan kesempatan untuk berkembang, dan jangan takut mencoba hal-hal baru yang positif.

    Karena beberapa tahun dari sekarang, Anda mungkin akan melihat kembali foto hari pertama kuliah dan tersenyum sambil berkata:

    “Ternyata waktu berjalan cepat. Dulu masih bingung mencari kelas, sekarang sudah sibuk mempersiapkan wisuda.”

    Selamat datang di perjalanan baru.

    Selamat menjalani kuliah pertama, mahasiswa baru UPY!

    Belajar, bertumbuh, berproses, dan berkarya bersama Universitas PGRI Yogyakarta.

  • PKKMB UPY 2026 Tuntas, Bekali Mahasiswa Baru dengan Wawasan, Kepemimpinan, dan Soft Skill

    PKKMB UPY 2026 Tuntas, Bekali Mahasiswa Baru dengan Wawasan, Kepemimpinan, dan Soft Skill

    Rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) Tahun 2026 resmi berakhir pada Sabtu (5/9/2026). Mengusung semangat menyambut mahasiswa baru sebagai bagian dari keluarga besar UPY, rangkaian kegiatan PKKMB berlangsung sejak 1 September 2026 dengan menghadirkan berbagai materi yang dirancang untuk membekali mahasiswa dalam menjalani kehidupan akademik, berorganisasi, hingga mengembangkan potensi diri.

    Rangkaian PKKMB UPY 2026 diawali dengan upacara pembukaan pada Selasa (1/9/2026) yang berlangsung di halaman Kampus 1 UPY. Kegiatan dibuka secara langsung oleh Rektor UPY, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., sekaligus menjadi momentum awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan kampus, nilai-nilai akademik, serta semangat menjadi bagian dari sivitas akademika UPY.

    Usai upacara pembukaan, mahasiswa baru mengikuti sesi materi bertajuk “Generasi Emas Tidak Lahir Begitu Saja: Peran Mahasiswa dan Pendidikan Tinggi dalam Menjaga Masa Depan Indonesia, Kebudayaan, dan Kearifan Lokal.”

    Materi tersebut menghadirkan tiga narasumber, yakni Widihasto Wasana Putra, Ketua Sekber Keistimewaan DIY; Dr. Kaharuddin, M.Hum., dari Sekretariat Wakil Presiden RI; serta Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D., Kepala LLDIKTI Wilayah V Yogyakarta.

    Melalui sesi tersebut, mahasiswa diajak memahami bahwa menjadi generasi masa depan tidak cukup hanya dengan memiliki kecakapan akademik. Mahasiswa juga memiliki peran dalam menjaga identitas budaya, memahami kearifan lokal, serta mengambil bagian dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa.

    Memasuki hari kedua, Rabu (2/9/2026), rangkaian PKKMB dilanjutkan dengan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM-TD). Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal dasar-dasar pengelolaan organisasi sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir strategis.

    Materi pertama, “Konseptualisasi, Perencanaan Strategis, dan Pengembangan Program Kerja Organisasi”, disampaikan oleh Dr. Yanuar Bagas Arwansyah, M.Pd., Wakil Dekan III FKIP UPY.

    Mahasiswa kemudian mendapatkan materi “Administrasi Akademik Modern: Menghubungkan Data, Layanan, dan Inovasi untuk Pengalaman Belajar yang Lebih Baik” yang disampaikan oleh Riry Dwi Frearita, S.M., alumni Program Studi Manajemen UPY.

    Melalui LKMM-TD, mahasiswa tidak hanya diperkenalkan pada aktivitas organisasi, tetapi juga dibekali kemampuan merancang program, mengelola administrasi, bekerja secara sistematis, dan memahami pentingnya kolaborasi dalam mencapai tujuan bersama.

    Hari ketiga, Kamis (3/9/2026), mahasiswa baru mengikuti kegiatan Soft Skill yang dilaksanakan di Auditorium UPY. Sesi ini dirancang untuk membantu mahasiswa mengenali potensi diri sekaligus mempersiapkan kemampuan interpersonal yang dibutuhkan selama menjalani kehidupan perkuliahan maupun ketika memasuki dunia profesional.

    Materi pertama bertajuk “Generasi Apik UPY: Adaptif di Kampus Inklusif dan Unggul dalam Karya” disampaikan oleh Ramdan Harjana, M.Pd., dosen Pendidikan Luar Biasa (PLB) UPY, bersama Agista Cahya Nirmala, S.M., Sukma Yuli Aryanti, M.Pd., dan Wahyu Naufal.

    Materi tersebut mengajak mahasiswa untuk memahami pentingnya kemampuan beradaptasi, membangun lingkungan kampus yang inklusif, serta mengembangkan karya sesuai dengan potensi dan minat masing-masing.

    Sementara itu, materi kedua bertajuk “Lead the Way: Memimpin Diri dan Menemukan Solusi di Era Gen Z – Leadership & Problem Solving” disampaikan oleh Dr. Saptaningsih Sumarmi, S.E., M.M. dan Amalia Nur Utami.

    Melalui materi ini, mahasiswa diajak memahami bahwa kepemimpinan tidak selalu dimulai dari memimpin orang lain. Kepemimpinan juga dimulai dari kemampuan mengelola diri, mengambil keputusan, menghadapi persoalan, serta menemukan solusi secara kreatif dan bertanggung jawab.

    Setelah mengikuti rangkaian pembekalan, mahasiswa baru memperoleh kesempatan untuk mengenal lebih dekat berbagai organisasi kemahasiswaan melalui Expo Organisasi Mahasiswa (Ormawa) yang digelar pada Sabtu (5/9/2026).

    Expo Ormawa menjadi ruang bagi mahasiswa baru untuk melihat secara langsung beragam aktivitas organisasi dan komunitas yang tersedia di lingkungan UPY. Tidak sekadar menjadi ajang pengenalan, kegiatan ini membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk menemukan ruang yang sesuai dengan minat, bakat, dan potensi mereka.

    Organisasi kemahasiswaan menjadi salah satu ruang penting bagi mahasiswa untuk belajar di luar kelas. Melalui kegiatan organisasi, mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama, kreativitas, hingga manajemen kegiatan.

    Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan upacara penutupan PKKMB UPY 2026. Penutupan menjadi penanda berakhirnya masa pengenalan sekaligus awal perjalanan baru mahasiswa sebagai bagian dari keluarga besar Universitas PGRI Yogyakarta.

    PKKMB UPY 2026 dirancang tidak sekadar sebagai kegiatan untuk mengenalkan fasilitas dan lingkungan kampus. Lebih dari itu, rangkaian kegiatan menjadi proses awal untuk membangun karakter mahasiswa agar mampu beradaptasi, berpikir kritis, berorganisasi, berkolaborasi, serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan bangsa.

    Dari wawasan kebangsaan dan kebudayaan, keterampilan manajemen organisasi, pengembangan soft skill, hingga pengenalan berbagai organisasi mahasiswa, setiap rangkaian memberikan bekal yang saling melengkapi bagi mahasiswa baru.

    Dengan berakhirnya PKKMB UPY 2026, perjalanan mahasiswa baru sesungguhnya baru dimulai. Kampus menjadi ruang untuk bertumbuh, mencoba, gagal, belajar, berkarya, dan menemukan versi terbaik dari diri masing-masing.

    Universitas PGRI Yogyakarta berharap seluruh mahasiswa baru dapat menjalani perjalanan akademiknya dengan penuh semangat dan tanggung jawab, sekaligus berani mengambil kesempatan untuk berkembang di berbagai bidang.

    Selamat datang di keluarga besar Universitas PGRI Yogyakarta. Selamat memulai perjalanan, bertumbuh bersama, dan menorehkan karya terbaik untuk masa depan.

  • YP-UPY Serahkan SK Beasiswa Pendidikan kepada Awardee Tahun Ajaran 2026/2027

    YP-UPY Serahkan SK Beasiswa Pendidikan kepada Awardee Tahun Ajaran 2026/2027

    Yogyakarta, 11 September 2026 — Yayasan Pembina Universitas PGRI Yogyakarta (YP-UPY) secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Penerima Beasiswa Pendidikan YP-UPY Tahun Ajaran 2026/2027 kepada delapan mahasiswa. Kegiatan berlangsung di Universitas PGRI Yogyakarta, Jumat (11/9).

    Penyerahan SK menjadi bagian penting dari Program Beasiswa Pendidikan YP-UPY, yang hadir sebagai wujud komitmen yayasan dalam memperluas akses generasi muda terhadap pendidikan tinggi.

    Pada tahun ajaran 2026/2027, beasiswa dibuka melalui tiga kategori:

    • Beasiswa Alumni SMA PGRI se-Indonesia
    • Beasiswa Rekomendasi YP-UPY
    • Beasiswa Internasional Timor Leste

    Program ini memberi kesempatan bagi generasi muda dari berbagai latar belakang untuk menempuh pendidikan di Universitas PGRI Yogyakarta. Selain dukungan pembiayaan, YP-UPY juga ingin mendorong penerima beasiswa mengembangkan potensi diri dan mempersiapkan diri memasuki dunia profesional.

    Ketua Pembina YP-UPY, Armansyah Prasakti, S.H., Sp.N., M.H., menegaskan bahwa program ini merupakan langkah nyata yayasan dalam memperluas akses pendidikan.

    “Ini adalah pertama kalinya YP-UPY menyelenggarakan beasiswa secara langsung. Kami ingin memastikan tidak ada keinginan untuk kuliah yang terhambat karena keterbatasan akses. Karena itu, kami berkomitmen membuka kesempatan seluas-luasnya bagi generasi muda yang ingin melanjutkan pendidikan S1 maupun S2. Semoga para penerima beasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk membangun kompetensi, meraih cita-cita, dan mempersiapkan masa depan.”

    Ketua Pembina YP-UPY menambahkan, penerima beasiswa diharapkan menjalani perkuliahan dengan sungguh-sungguh. Beasiswa ini diharapkan menjadi motivasi untuk berprestasi dan mengembangkan kompetensi sesuai bidang yang ditekuni.

    Penyerahan SK dilakukan langsung oleh pimpinan YP-UPY kepada delapan awardee, menandai dimulainya perjalanan mereka sebagai bagian dari civitas akademika Universitas PGRI Yogyakarta.

    Salah satu penerima beasiswa mengaku bersyukur atas kesempatan yang diberikan.

    “Saya mengucapkan terima kasih kepada UPY dan YP-UPY. Beasiswa ini tentunya sangat meringankan pembiayaan pendidikan saya. Kesempatan ini akan saya manfaatkan sebaik mungkin, salah satunya dengan berusaha lulus tepat waktu,” ujarnya.

    Melalui program ini, YP-UPY berharap semakin banyak generasi muda dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, memperoleh bekal yang memadai untuk memasuki dunia kerja, dan membangun karier sesuai bidang studi yang ditempuh.

    Program Beasiswa Pendidikan YP-UPY diharapkan terus berkembang sebagai kontribusi nyata yayasan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperluas akses pendidikan bagi generasi muda.

    Selamat kepada seluruh Awardee Beasiswa Pendidikan YP-UPY Tahun Ajaran 2026/2027. Semoga kesempatan ini menjadi langkah awal untuk terus belajar, berkembang, meraih cita-cita, dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.

  • Mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta Hadirkan CERDAS CERIA melalui EduPlay Ceria dan Wayang Edukatif

    Mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta Hadirkan CERDAS CERIA melalui EduPlay Ceria dan Wayang Edukatif

    Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) Universitas PGRI Yogyakarta berhasil lolos pendanaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2026 melalui program bertajuk “CERDAS CERIA: Penguatan Karakter dan Pola Hidup Sehat Anak SD Negeri Kebonharjo melalui Media Edukasi Interaktif Berbasis Numerasi.” 

    Program ini diketuai oleh Ana Nurhidayah dengan anggota tim yang terdiri atas Yuliandani, Risma Hani Aulia, Aida Muflihah Roihani, dan Mentha Ramadhani, dan didampingi oleh dosen pembimbing yaitu Bapak Dr. Padrul Jana, S.Pd., M.Sc.  Tim melaksanakan program bersama SD Negeri Kebonharjo sebagai mitra dengan sasaran utama siswa kelas IV, V, dan VI.

    Dalam pelaksanaan programnya, Tim CERDAS CERIA memperoleh dukungan pendanaan dari Universitas PGRI Yogyakarta sebesar Rp1.000.000 sebagai dana pendamping serta Kemdiktisaintek sebesar Rp6.500.000 sebagai dana utama pelaksanaan program. Dukungan pendanaan tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen dalam mendukung pelaksanaan kegiatan pengabdian mahasiswa serta pengembangan inovasi edukasi bagi masyarakat.

    Program CERDAS CERIA merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang berfokus pada penguatan karakter, penerapan pola hidup sehat, serta pengembangan kemampuan numerasi siswa sekolah dasar melalui media pembelajaran yang kreatif dan interaktif. Program ini menyasar siswa SD Negeri Kebonharjo, khususnya kelas IV, V, dan VI, sebagai subjek utama penerima manfaat. Dalam wawancara dengan Kepala SD Negeri Kebonharjo, disampaikan bahwa siswa masih memerlukan penguatan dalam hal sikap sopan santun dan pembiasaan karakter positif. Kepala sekolah mengatakan bahwa “siswa masih perlu diingatkan secara berulang untuk menerapkan sikap tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, budaya saling menghargai antarsiswa dan upaya mencegah perilaku perundungan (bullying) juga masih perlu diperkuat di lingkungan sekolah”.

    Dalam pelaksanaannya, Tim CERDAS CERIA menghadirkan dua media produk utama, yaitu Aplikasi EduPlay Ceria dan Wayang Edukatif. Kedua media tersebut dirancang untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan sekaligus membantu siswa memahami materi yang diberikan melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

    EduPlay Ceria merupakan aplikasi edukasi interaktif yang memadukan pembelajaran dengan permainan. Di dalamnya terdapat berbagai aktivitas yang membantu siswa mengembangkan kemampuan numerasi sekaligus memperoleh pemahaman mengenai pola hidup sehat dan nilai-nilai karakter. Dengan konsep belajar sambil bermain, siswa diharapkan lebih aktif dan antusias dalam mengikuti proses pembelajaran.

    Selain aplikasi, Wayang Edukatif menjadi media pembelajaran yang digunakan untuk menyampaikan pesan mengenai karakter dan pola hidup sehat melalui cerita. Tokoh dan alur cerita dalam wayang digunakan untuk menghadirkan situasi yang dekat dengan kehidupan siswa, sehingga pesan edukatif dapat lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan media ini juga diharapkan dapat meningkatkan ketertarikan siswa terhadap proses pembelajaran.

    Program CERDAS CERIA bertujuan untuk membantu siswa membangun kebiasaan hidup sehat, mengenali dan menerapkan karakter positif, serta mengembangkan kemampuan numerasi melalui kegiatan yang interaktif dan kontekstual. Pembelajaran tidak hanya diarahkan pada pemahaman materi, tetapi juga pada bagaimana siswa dapat menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

    Keberadaan program ini juga memberikan manfaat bagi SD Negeri Kebonharjo sebagai mitra, terutama dalam menyediakan alternatif media pembelajaran yang dapat digunakan untuk mendukung kegiatan edukasi di sekolah. Guru dapat memanfaatkan EduPlay Ceria dan Wayang Edukatif sebagai media pendukung dalam menyampaikan materi secara lebih kreatif, sedangkan siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih aktif, menarik, dan menyenangkan.

    Melalui pelaksanaan PKM-PM Tahun 2026 ini, Tim CERDAS CERIA Universitas PGRI Yogyakarta berharap program yang telah dikembangkan dapat memberikan dampak positif bagi siswa dan sekolah. Tidak hanya selama program berlangsung, media EduPlay Ceria dan Wayang Edukatif diharapkan dapat terus dimanfaatkan sebagai media pendukung pembelajaran dan penguatan karakter di SD Negeri Kebonharjo.

    Dengan mengusung semangat “Belajar Ceria, Karakter Kuat, Hidup Sehat”, Tim CERDAS CERIA berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya membantu siswa belajar, tetapi juga mendorong mereka untuk tumbuh menjadi generasi yang sehat, berkarakter, aktif, dan memiliki kemampuan numerasi yang baik.

  • Mahasiswa Pendidikan Sejarah UPY Raih Medali Perunggu di Kejuaraan Taekwondo Internasional

    Mahasiswa Pendidikan Sejarah UPY Raih Medali Perunggu di Kejuaraan Taekwondo Internasional

    Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) di kancah internasional. Ahmad Basuki, mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah angkatan 2024, berhasil meraih Bronze Medal pada kategori Kyorugi Senior Under 68 kg Male dalam ajang International 2nd Gelora Taekwondo Indonesia Championship 2026.

    Keberhasilan tersebut menjadi capaian tersendiri bagi Ahmad Basuki. Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa, ia mampu menunjukkan bahwa prestasi akademik dan nonakademik dapat berjalan beriringan ketika didukung oleh kedisiplinan, konsistensi, dan kemauan untuk terus berkembang.

    Kejuaraan International 2nd Gelora Taekwondo Indonesia Championship 2026 diikuti atlet dari berbagai daerah di Indonesia serta peserta dari mancanegara. Ajang tersebut menjadi ruang bagi para atlet untuk menguji kemampuan teknik, mental bertanding, sekaligus menjunjung tinggi nilai sportivitas dalam kompetisi.

    Turun pada kategori Kyorugi Senior Under 68 kg Putra, Ahmad Basuki tampil dengan semangat juang yang tinggi. Melalui pertandingan yang kompetitif, ia mampu menjaga konsistensi performa dan menunjukkan kemampuan teknik yang baik hingga berhasil mengamankan posisi ketiga.

    Medali perunggu yang diraihnya tidak datang secara instan. Capaian tersebut merupakan buah dari proses latihan yang disiplin, kerja keras, serta komitmen untuk terus meningkatkan kemampuan di tengah tanggung jawabnya sebagai mahasiswa.

    Bagi Ahmad, arena pertandingan menjadi ruang lain untuk belajar. Jika di ruang kelas ia ditempa untuk memahami sejarah dan membangun kemampuan berpikir kritis, maka di arena taekwondo ia belajar tentang disiplin, keberanian, ketahanan mental, dan bagaimana tetap tenang ketika menghadapi tekanan.

    Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah UPY memiliki ruang yang luas untuk mengembangkan potensi. Keunggulan mahasiswa tidak hanya tercermin melalui capaian akademik, tetapi juga melalui kemampuan mengembangkan minat dan bakat di berbagai bidang.

    Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah UPY, Dr. Muhammad Iqbal Birsyada, M.Pd. menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas prestasi yang diraih Ahmad Basuki. Capaian tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk berani mengembangkan potensi, mengikuti berbagai kompetisi, serta membawa nama baik almamater melalui bidang yang mereka tekuni.

    Dukungan terhadap pengembangan potensi mahasiswa menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga membentuk pribadi yang percaya diri, disiplin, sportif, dan mampu menghadapi berbagai tantangan.

    Program Studi Pendidikan Sejarah UPY berkomitmen untuk terus memberikan ruang bagi mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan akademik maupun nonakademik. Prestasi Ahmad Basuki menjadi salah satu bukti bahwa semangat belajar dan semangat berprestasi dapat tumbuh bersama.

    Dari ruang kelas hingga arena pertandingan, setiap proses memiliki pelajarannya sendiri. Bagi Ahmad Basuki, medali perunggu ini bukan sekadar penghargaan, melainkan hasil dari perjalanan panjang yang masih akan terus berlanjut. Semoga capaian tersebut menjadi pijakan untuk meraih prestasi yang lebih tinggi sekaligus menginspirasi mahasiswa UPY lainnya untuk berani bermimpi, berproses, dan mengukir prestasi.

  • UPY dan Eurasian Campus Sri Lanka Perkuat Kolaborasi Internasional melalui MoU dan Guest Lecturer

    UPY dan Eurasian Campus Sri Lanka Perkuat Kolaborasi Internasional melalui MoU dan Guest Lecturer

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) terus memperluas jejaring akademik internasional melalui penguatan kerja sama dengan berbagai institusi pendidikan tinggi di mancanegara. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara UPY dan Eurasian Campus, Sri Lanka, yang dirangkaikan dengan kegiatan Guest Lecturer, Rabu (12/8/2026).

    Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang Rektorat Lantai 2, Kampus 1 UPY, tersebut menjadi momentum penting bagi kedua institusi untuk memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus membuka ruang kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, pertukaran akademik, dan berbagai kegiatan internasional lainnya.

    Dari jajaran UPY hadir Rektor UPY Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., Wakil Rektor III Dr. Septian Aji Permana, M.Pd., Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Wibowo, M.Kom., Dekan Fakultas Bisnis dan Hukum (FBH) Dr. Tri Siwi Nugrahani, M.Si., Ak., CA., Kepala Lembaga Kerja Sama Akademik (LKA) Juang Kurniawan Syahruzah, M.Pd.B.I., Kepala Kantor Urusan Kerja Sama (KUK) Dr. Wahyudi, M.Ed., Kaprodi Manajemen Latifah Putranti, S.E., M.Sc., serta Kaprodi Magister Manajemen Dr. Tasrim, S.E., M.Si.

    Sementara itu, delegasi Eurasian Campus, Sri Lanka, dipimpin oleh Ven. Dr. Delthara Gnanananda, selaku Vice Chancellor. Delegasi turut terdiri atas Dr. Dilki Navodha, Registrar; Mr. A. K. B. Silva, Bursar; Mr. A. N. B. Silva, Director of International Affairs; Dr. Tharindu Rajathilake, Dean-FIT; Miss. Nilaksha Harshani, Head of Student Affairs; serta Ven. Henanigala Sugathadheera, Head of Student Welfare.

    Kegiatan diawali dengan registrasi dan penyambutan delegasi Eurasian Campus. Acara kemudian dibuka oleh Taufik Muhtarom, M.Pd., Ph.D., yang memandu seluruh rangkaian kegiatan.

    Nuansa persahabatan kedua negara terasa sejak awal acara melalui menyanyikan Lagu Indonesia Raya yang dilanjutkan dengan lagu nasional Sri Lanka. Dua lagu kebangsaan tersebut menjadi simbol penghormatan sekaligus pengingat bahwa kerja sama pendidikan mampu menjadi jembatan yang mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang dan negara.

    Suasana semakin akrab ketika peserta menyaksikan video profil UPY dan Eurasian Campus. Melalui tayangan tersebut, masing-masing institusi memperkenalkan lingkungan akademik, program pendidikan, serta potensi yang dapat dikembangkan melalui kerja sama.

    Dalam sambutannya, Rektor UPY, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., menyampaikan apresiasi atas kunjungan delegasi Eurasian Campus ke UPY. Menurutnya, kerja sama internasional menjadi bagian penting dalam mendorong perguruan tinggi untuk terus berkembang dan menghadirkan pengalaman akademik yang lebih luas bagi sivitas akademika.

    Kolaborasi dengan Eurasian Campus diharapkan tidak berhenti pada seremoni penandatanganan dokumen, tetapi dapat diterjemahkan ke dalam berbagai program nyata yang melibatkan mahasiswa dan dosen dari kedua institusi.

    Hal senada disampaikan Vice Chancellor Eurasian Campus, Ven. Dr. Delthara Gnanananda. Ia menyampaikan apresiasi atas kesempatan membangun hubungan kelembagaan dengan UPY serta berharap kerja sama yang telah disepakati dapat berkembang menjadi berbagai kegiatan kolaboratif yang memberikan manfaat bagi kedua perguruan tinggi.

    Setelah sesi sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pengantar Guest Lecturer yang disampaikan oleh Kepala KUK UPY, Dr. Wahyudi, M.Ed. Sesi ini menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan karena tidak hanya mempertemukan dua institusi, tetapi juga menghadirkan ruang pertukaran gagasan dan pengalaman akademik secara langsung.

    Guest Lecturer menghadirkan narasumber dari Eurasian Campus, Sri Lanka, yang membagikan wawasan kepada peserta. Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk berdiskusi dan menggali perspektif baru dari narasumber.

    Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan yang disampaikan. Diskusi tersebut menjadi gambaran bahwa kolaborasi internasional tidak selalu harus dimulai dari kegiatan yang besar. Ia dapat tumbuh dari percakapan, pertanyaan, dan keinginan untuk belajar satu sama lain.

    Momentum utama kegiatan ditandai dengan penandatanganan MoU antara UPY dan Eurasian Campus, Sri Lanka, yang turut diperkuat dengan penandatanganan dokumen kerja sama berupa Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation Agreement (IA).

    Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen kedua institusi untuk mengembangkan kerja sama yang lebih terarah dan dapat diimplementasikan dalam berbagai program akademik maupun kelembagaan.

    Usai prosesi penandatanganan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama pimpinan dan delegasi kedua institusi. Rangkaian acara kemudian ditutup melalui ramah tamah yang menjadi ruang untuk mempererat komunikasi dan hubungan kelembagaan dalam suasana yang lebih informal.

    Melalui penandatanganan MoU, MoA, dan IA serta pelaksanaan Guest Lecturer, UPY dan Eurasian Campus diharapkan dapat segera merealisasikan berbagai program kolaborasi yang berkelanjutan.

    Kerja sama tersebut diharapkan mampu membuka peluang bagi pertukaran mahasiswa dan dosen, pengembangan kegiatan akademik bersama, penelitian kolaboratif, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, serta berbagai program internasional lainnya.

    Bagi UPY, penguatan kemitraan dengan Eurasian Campus menjadi bagian dari langkah strategis untuk memperluas jejaring global sekaligus memberikan semakin banyak ruang bagi mahasiswa dan dosen untuk memperoleh pengalaman akademik lintas budaya.

    Lebih dari sekadar menandatangani dokumen, kerja sama ini menjadi langkah untuk membangun jembatan pengetahuan antara Yogyakarta dan Sri Lanka. Dari ruang sidang rektorat, diharapkan lahir gagasan-gagasan baru yang kelak bergerak lebih jauh menjadi kolaborasi, karya, dan manfaat nyata bagi masyarakat.

  • UPY Terus Bertumbuh, Dr. Palupi Sri Wijayanti Tambah Deretan Dosen Bergelar Doktor

    UPY Terus Bertumbuh, Dr. Palupi Sri Wijayanti Tambah Deretan Dosen Bergelar Doktor

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali memperkuat kualitas sumber daya manusia akademiknya dengan bertambahnya dosen bergelar doktor di lingkungan universitas. Kali ini, capaian tersebut diraih oleh Dr. Palupi Sri Wijayanti, M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Matematika UPY.

    Gelar doktor yang diraih Dr. Palupi Sri Wijayanti menjadi bagian dari komitmen UPY dalam mendorong peningkatan kualifikasi dan kompetensi dosen. Pencapaian tersebut tidak hanya menjadi prestasi personal, tetapi juga menjadi energi baru bagi pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan UPY.

    Sebagai dosen Pendidikan Matematika, peningkatan kualifikasi akademik ini diharapkan semakin memperkuat proses pembelajaran dan pengembangan keilmuan matematika di UPY. Matematika yang kerap dianggap sebagai bidang ilmu yang penuh angka dan rumus, sejatinya membutuhkan pendekatan pembelajaran yang kreatif, kontekstual, dan mampu membangun cara berpikir logis serta kritis mahasiswa.

    Kehadiran dosen bergelar doktor juga menjadi bagian dari upaya UPY membangun atmosfer akademik yang semakin dinamis. Lingkungan akademik yang kuat tidak hanya ditandai dengan tersedianya ruang belajar dan fasilitas pendukung, tetapi juga oleh hadirnya dosen yang terus mengembangkan kapasitas keilmuan dan menjadi teladan bagi mahasiswa dalam semangat belajar sepanjang hayat.

    Bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika, capaian Dr. Palupi Sri Wijayanti diharapkan dapat memberikan manfaat dalam pengembangan wawasan akademik sekaligus memperkaya pengalaman belajar. Kompetensi dan pengalaman akademik dosen dapat menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk memahami matematika tidak sekadar sebagai kumpulan rumus, tetapi sebagai ilmu yang dekat dengan kehidupan dan memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir sistematis.

    Bertambahnya dosen bergelar doktor juga menjadi indikator positif dalam perjalanan UPY meningkatkan mutu pendidikan tinggi. Penguatan kualitas dosen diharapkan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas penelitian, publikasi ilmiah, inovasi pembelajaran, serta pengabdian kepada masyarakat.

    UPY meyakini bahwa perjalanan akademik seorang dosen tidak berhenti ketika gelar doktor berhasil diraih. Justru, gelar tersebut menjadi awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk membagikan pengetahuan, menghasilkan karya ilmiah, membimbing generasi muda, serta memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat.

    Dengan bertambahnya Dr. Palupi Sri Wijayanti, M.Pd. dalam jajaran dosen bergelar doktor, UPY semakin optimistis membangun ekosistem pendidikan tinggi yang unggul, adaptif, dan berorientasi pada pengembangan sumber daya manusia.

    Selamat dan sukses kepada Dr. Palupi Sri Wijayanti, M.Pd. Semoga pencapaian ini menjadi inspirasi bagi sivitas akademika UPY untuk terus bertumbuh, meningkatkan kompetensi, dan menghadirkan kontribusi terbaik bagi pendidikan Indonesia.

  • Selamat Melaksanakan PKKMB UPY 2026: Selamat Datang di Babak Baru Perjalananmu!

    Selamat Melaksanakan PKKMB UPY 2026: Selamat Datang di Babak Baru Perjalananmu!

    Ada satu fase dalam kehidupan yang sering membuat perasaan campur aduk: menjadi mahasiswa baru. Ada rasa senang karena akhirnya mengenakan status sebagai mahasiswa, ada rasa penasaran dengan kehidupan kampus, dan mungkin ada sedikit rasa gugup karena harus beradaptasi dengan lingkungan yang benar-benar baru.

    Bagi mahasiswa baru Universitas PGRI Yogyakarta, Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UPY 2026 menjadi salah satu langkah awal untuk mengenal lebih dekat lingkungan akademik, kehidupan kemahasiswaan, serta keluarga besar Universitas PGRI Yogyakarta.

    PKKMB bukan sekadar kegiatan untuk mengenalkan gedung, ruangan, aturan, atau berbagai fasilitas kampus. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa baru untuk mulai memahami bagaimana kehidupan sebagai mahasiswa, membangun relasi, mengenal berbagai peluang pengembangan diri, serta mempersiapkan langkah untuk menjalani perjalanan akademik di perguruan tinggi.

    Memasuki kampus untuk pertama kali tentu menghadirkan pengalaman yang berbeda bagi setiap mahasiswa. Ada yang datang dengan penuh percaya diri, ada yang langsung mencari teman yang terlihat familiar, dan ada pula yang masih sibuk memastikan, “Ini gedung yang benar, kan?” tidak perlu khawatir.

    Menjadi mahasiswa baru berarti memang sedang berada pada tahap belajar mengenal lingkungan. Tidak harus langsung hafal seluruh sudut kampus dalam satu hari. Yang penting adalah berani bertanya, berani berkenalan, dan berani mencoba.

    Bisa jadi teman yang pertama kali ditemui saat PKKMB nantinya menjadi teman satu kelompok tugas, teman berdiskusi, partner mengikuti organisasi, atau bahkan teman seperjuangan sampai wisuda.

    Masa awal perkuliahan merupakan waktu penting untuk membangun kebiasaan dan karakter sebagai mahasiswa. Karena itu, PKKMB diharapkan menjadi ruang pengenalan yang membantu mahasiswa memahami budaya akademik dan kehidupan kampus.

    Mahasiswa baru akan mulai mengenal berbagai aktivitas akademik maupun nonakademik yang dapat menjadi bagian dari perjalanan mereka selama menempuh pendidikan.

    Mulai dari kegiatan organisasi mahasiswa, komunitas, kegiatan sosial, pengembangan minat dan bakat, hingga berbagai kesempatan untuk meningkatkan kompetensi.

    Jangan hanya berpikir, “Yang penting kuliah dan pulang.”

    Sebab, kehidupan mahasiswa memiliki banyak kesempatan untuk belajar di luar ruang kelas. Siapa tahu, pengalaman mengikuti kegiatan kampus justru membuka jalan menuju prestasi, relasi, pengalaman profesional, bahkan peluang yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan.

    Salah satu kekhawatiran yang cukup sering dirasakan mahasiswa baru adalah belum memiliki teman. Apalagi ketika melihat mahasiswa lain datang berkelompok, sementara kita masih berdiri sambil memegang ponsel seolah sedang menunggu instruksi dari satelit.

    Tenang.

    Semua orang memulai dari titik yang sama. Tidak perlu memaksakan diri langsung memiliki banyak teman. Mulailah dengan sapaan sederhana.

    “Hai, kamu dari prodi mana?”

    Kalimat sederhana tersebut bisa menjadi awal dari sebuah pertemanan yang panjang.

    Yang terpenting adalah tetap terbuka, menghargai orang lain, dan menjadi diri sendiri.

    Menjadi mahasiswa juga berarti mulai belajar lebih mandiri. Jika sebelumnya jadwal belajar banyak diatur oleh sekolah dan orang tua, di perguruan tinggi mahasiswa memiliki tanggung jawab yang lebih besar terhadap dirinya sendiri.

    Mulai dari mengatur jadwal kuliah, mencatat tugas, menjaga komunikasi dengan dosen, mengelola waktu, hingga menentukan kegiatan yang ingin diikuti.

    Tidak ada salahnya mulai belajar membuat agenda sejak sekarang. Kalender digital boleh digunakan, buku catatan juga boleh. Yang penting bukan aplikasinya, tetapi benar-benar digunakan.

    Karena di dunia perkuliahan, kalimat “Saya lupa ada tugas” biasanya tidak terlalu membantu ketika tenggat waktu sudah lewat.

    UPY merupakan ruang bagi mahasiswa untuk belajar dan berkembang. Karena itu, manfaatkan masa kuliah sebaik mungkin.

    Tidak harus langsung menjadi mahasiswa yang paling aktif atau paling berprestasi. Cobalah berbagai kegiatan yang sesuai dengan minat dan kemampuan.

    Ikuti organisasi, komunitas, kegiatan sosial, kompetisi, seminar, pelatihan, atau aktivitas positif lainnya. Dari sana mahasiswa dapat menemukan pengalaman, membangun jaringan, dan mengenali potensi diri.

    Kuliah bukan hanya tentang mendapatkan nilai, tetapi juga tentang membangun pengalaman yang akan menjadi bekal ketika memasuki dunia profesional dan kehidupan bermasyarakat.

    Empat tahun atau lebih di perguruan tinggi mungkin terasa panjang ketika baru memulai. Namun, waktu biasanya berjalan lebih cepat daripada yang dibayangkan.

    Hari ini mungkin masih bingung mencari ruang kuliah. Beberapa tahun kemudian, bisa jadi sudah sibuk mempersiapkan skripsi dan wisuda.

    Karena itu, nikmati setiap prosesnya. Tidak perlu terlalu takut dengan masa depan. Fokuslah pada apa yang bisa dilakukan hari ini, terus belajar, dan jangan ragu meminta bantuan ketika menghadapi kesulitan.

    Perjalanan setiap mahasiswa berbeda. Ada yang cepat menemukan passion, ada yang membutuhkan waktu lebih lama. Ada yang langsung aktif berorganisasi, ada yang lebih nyaman fokus pada akademik. Semuanya memiliki proses masing-masing.

    Segenap pimpinan dan sivitas akademika Universitas PGRI Yogyakarta mengucapkan selamat melaksanakan kegiatan PKKMB UPY 2026 kepada seluruh mahasiswa baru.

    Selamat datang di lingkungan akademik Universitas PGRI Yogyakarta.

    Jadikan PKKMB sebagai langkah pertama untuk mengenal kampus, membangun pertemanan, menemukan potensi diri, dan mempersiapkan perjalanan akademik yang penuh pengalaman.

    Datanglah dengan semangat, ikuti kegiatan dengan baik, buka diri terhadap pengalaman baru, dan jangan takut untuk bertanya.

    Jika hari pertama masih merasa gugup, itu wajar. Jika belum hafal semua nama gedung, juga tidak masalah. Jika belum punya teman, jangan khawatir—perjalanan baru saja dimulai.

    Kampus baru, teman baru, pengalaman baru, dan cerita baru sedang menunggu.

    Selamat mengikuti PKKMB UPY 2026.

    Selamat datang, mahasiswa baru UPY!

    Mari mulai perjalanan bersama, tumbuh bersama, dan wujudkan prestasi bersama.