Kategori: Berita Utama

  • UPY Bertekad Menjadi Perguruan Tinggi Unggul

    UPY Bertekad Menjadi Perguruan Tinggi Unggul

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY), tahun 2030 bertekad menjadi perguruan tinggi unggul dengan menghasilkan lulusan yang bertaqwa, kompetitif, profesional, memiliki komitmen nasional, dan berwawasan global. Maka untuk mewujudkan itu, sejak beberapa tahun terakhir ini UPY mulai berbenah.

    Rektor Universitas PGRI Yogyakarta, Dr Ir Paiman MP, mengatakan hal itu saat memwisuda 240 sarjana dan pasca sarjana di Auditorium Kampus UPY, Jalan PGRI 1 Sonosewu, Yogyakarta, Sabtu (30/6). Dari jumlah wisudawan tersebut, 91 laki-laki dan 149 wanita serta 29 lulusan program Magister Pendidikan (S2) dan 211 orang lulusan program strata satu (S1).

    Wisudawan S1 terdapat tiga orang (1,42 persen) meraih predikat lulus, 15 orang (7,11 persen) meraih predikat memuaskan, 133 orang (63,03 persen) meraih predikat sangat memuaskan, dan 60 orang (28,44 persen) meraih predikat dengan pujian atau cumlaude.

    Sementara wisudawan Pascasarjana (S2) terdapat empat orang (13,79 persen) meraih predikat memuaskan, dan 19 orang (65,52 persen) meraih predikat sangat memuaskan dan enam orang (20,69 persen) meraih predikat dengan pujian atau cumlaude.  

    Lebih lanjut Rektor UPY, Paiman mengatakan, tahapan mencapai visi, misi, tujuan dan sasaran UPY tahun 2018-2022 memasuki tahapan ketiga. Yakni membangun image untuk mewujudkan keunggulan UPY pada tingkat ASEAN.

    Untuk mewujudkan keunggulan tersebut, rektor mendorong ditingkatkan kinerja bidang akademik dan kelembagaan, bidang SDM, dan bidang kemahasiswaan, alumni dan kerja sama. ‘Hal itu kami lakukan agar UPY bisa lari lebih cepat untuk mengejar target yang telah ditetapkan,’ katanya.

    Untuk dapat mewujudkan target tersebut, seluruh sivitas akademika berkomitmen UPY siap bertumbuh 10x lebih besar. ‘Kami harus lari lebih cepat secara eksponensial, tidak cukup hanya berjalan secara linier. Kami harus bahu-membahu merapatkan barisan untuk membangun kekuatan bersama,’ ujarnya.

    ‘Kami selalu berpikir positip dan eksponensial bahwa semua itu bisa diwujudkan. Kami yakin dan selalu mencari solusi apa yang harus dilakukan serta cepat bertindak untuk meraih target. Apalagi apa yang selama ini kami cita-citakan mendapat sambutan positif dari pihak Yayasan Pembina Universitas PGRI Yogyakarta (YP-UPY),’ imbuhnya.

    Untuk mempercepat keinginan tersebut, maka untuk memperluas akses pendidikan di masyarakat UPY tahun 2018/2019 telah membuka program studi baru untuk program S1. Yaitu Pendidikan Luar Biasa (PLB) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

    ‘Kini kami mohon doanya semoga prodi baru Teknik Industri segera mendapat izin operasional dari Kemenristekdikti tahun ini,’ katanya.

    ‘Tahun ini, kami juga sedang berusaha mengajukan pembukaan tiga program studi baru ilmu kesehatan. Yaitu prodi, Farmasi, Analis Kesehatan dan Ilmu Gizi,’ tambah rektor.

    Di hadapan wisudawan rektor berpesan, bahwa sukses bukan faktor kebetulan, tetapi harus direncanakan. Sebab, kata dia, hidup itu memilih. Maka hadapi hidup dengan kerja keras, maka kelak suatu saat kehidupan akan lunak.

    ‘Sebaliknya bila hidup ini dihadapi dengan lunak, maka suatu saat kehidupan akan keras kepada anda. Untuk itu, pesan saya jangan mudah menyerah, karena sukses ditentukan oleh dirimu sendiri bukan orang lain,’ pesannya.

  • Materi Pembekalan KKN UPY 2018

    Materi Pembekalan KKN UPY 2018

    Model penyelenggaraan Kuliah Kerja Nyata Universitas PGRI Yogyakarta Tahun Akademik 2017/2018 ada 2 jenis, yaitu: Kuliah Kerja Nyata Reguler dengan ketentuan sebagai berikut : Dilaksanakan di masyarakat (bermalam di masyarakat) selama satu bulan, Peserta adalah mahasiswa yang belum bekerja. Untuk Kuliah Kerja Nyata Alternatif, dengan ketentuan sebagai berikut : Dilaksanakan di komunitas sosial, panti sosial, panti asuhan, pondok pesantren, minimal 4 jam per hari, Melaksanakan kegiatan bakti kampus minimal 9 jam per minggu, Waktu Pelaksanaan selama satu bulan, Peserta adalah mahasiswa yang sudah bekerja atau sudah berkeluarga.

    Adapun untuk menunjang pelaksanaan KKN UPY 2018, diadakan pembekalan KKN UPY 2018, yang dilaksanakan Rabu, 31 Januari 2018, Kamis 1 Februari 2018, Sabtu, 3 Februari 2018 pukul 08.00, yang bertempat di Auditorium Universitas PGRI Yogyakarta. Kelengkapan Dokumen KKN dapat diunduh pada tautan berikut ini:

    1. Form Observasi
    2. Matrik Rencana
    3. Kelengkapan Dokumen

    Adapun materi pembekalan KKN dapat diunduh disini

  • UPY Bersiap Jadi Universitas Berkelas ASEAN

    UPY Bersiap Jadi Universitas Berkelas ASEAN

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) terus mempersiapkan diri menjadi universitas berkelas ASEAN pada 2022 mendatang. Berbagai upaya dilakukan untuk mencapai target tersebut.

    “Salah satu upaya mewujudkan visi itu dengan mewajibkan semua dosen ambil S3 karena sangat bagus jika 30 persen dari dosen kami bisa meraih doktor pada empat tahun ke depan,” papar Rektor UPY Dr Ir Paiman MP disela pembukaan rangkaian Dies Natalis ke-55 UPY di kampus setempat, Senin (13/11/2017).

    Menurut Paiman, peningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) tersebut sangat penting untuk meningkatkan daya saing UPY di tingkat ASEAN. Tenaga dosen yang kompeten akan mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas. Sebab Perguruan Tinggi (PT) akan kesusahan untuk bersaing bila SDM tenaga dosen masih bergelar master (S2).

    Selain SDM, UPY juga melakukan pembenahan dalam sarana prasarana dan fasilitas kampus. Diantaranya pengembangan laboratorium, sarana perkuliahan dan peningkatan kualitas Teknologi Informasi (TI) kampus.

    Kampus tersebut juga berupaya meningkatkan kerjasama, baik PT didalam maupun luar negeri. Sebut saja dalam program pertukaran mahasiswa penelitian bersama, penerbitan jurnal dan sebagainya.

    “Kami juga berupaya selalu mendorong mahasiswa agar membangun prestasi dan kebersamaan dalam mendukung UPY sebagai kampus yang unggul. Termasuk dalam dies kali ini juga kami rangkai guna membangun kebersamaan bersaing di tingkat global, utamanya ASEAN,” tandasnya.

    Sementara Ketua Panitia Dies Natalis UPY ke-55, Drs Rosalia Indriyati Saptatininingsih MSi menjelaskan dies natalis bermakna penting bagi DIY. Salah satunya sebagai penanda tingkat kemajuan dalam berkarya dalam ambil bagian pembangunan bangsa khususnya dalam bidang pendidikan.

    “Usia lima puluh lima ini menjadi bukti UPY mempunyai daya tarik khusus dan mampu bertahan di tengah persaingan yang makin ketat di antara perguruan-perguruan tinggi negeri maupun swasta,” imbuhnya.