Category: Berita Utama

  • Perkuat Mutu Pendidikan Guru, UPY Gelar Evaluasi Komprehensif Pelaksanaan PPG Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026

    Perkuat Mutu Pendidikan Guru, UPY Gelar Evaluasi Komprehensif Pelaksanaan PPG Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak guru profesional yang berkualitas melalui penyelenggaraan Evaluasi Pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Gelombang 1 Semester 1 Tahun 2026. Kegiatan yang digelar oleh Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UPY ini berlangsung pada Senin, 29 Juni 2026, di Hotel Swiss-Belboutique Yogyakarta.

    Evaluasi tersebut menjadi langkah strategis dalam memastikan kualitas penyelenggaraan program PPG sekaligus sebagai upaya penjaminan mutu yang berkelanjutan. Melalui forum ini, seluruh pemangku kepentingan diajak untuk bersama-sama merefleksikan pelaksanaan program, mengidentifikasi berbagai tantangan, serta menyusun langkah-langkah perbaikan demi menghadirkan pendidikan profesi guru yang semakin adaptif terhadap kebutuhan dunia pendidikan.

    Sebanyak 85 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri atas berbagai unsur penting dalam ekosistem penyelenggaraan PPG. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor I UPY, jajaran pimpinan FKIP yang meliputi Dekan dan para Wakil Dekan, Koordinator Program Studi PPG, dosen pengampu dari berbagai bidang studi seperti PGSD, PPKn, PBSI, dan Bimbingan Konseling (BK), guru pamong, kepala sekolah mitra, hingga tim layanan manajemen PPG.

    Kegiatan diawali dengan laporan pelaksanaan program yang disampaikan oleh Koordinator Program Studi PPG UPY, Dr. Dhiniaty Gularso, S.Si., M.Pd. Dalam laporannya, ia menyampaikan bahwa evaluasi merupakan bagian penting dalam siklus peningkatan mutu pendidikan agar penyelenggaraan PPG senantiasa relevan dengan perkembangan kebutuhan sekolah, peserta didik, dan dunia pendidikan secara umum.

    Selanjutnya, kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I UPY, Ahmad Riyadi, M.Kom. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa evaluasi bukan sekadar mengukur capaian program, melainkan menjadi ruang kolaborasi untuk membangun sistem pendidikan profesi guru yang semakin berkualitas.

    “Program PPG memiliki peran strategis dalam melahirkan guru profesional yang siap menghadapi dinamika pendidikan masa depan. Oleh karena itu, setiap masukan, evaluasi, dan pengalaman dari seluruh pihak menjadi bekal berharga untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan program di UPY,” ujarnya.

    Rangkaian evaluasi berlangsung secara komprehensif dengan membahas berbagai aspek penting dalam pelaksanaan PPG. Sesi pertama menghadirkan pemaparan hasil Monitoring dan Evaluasi (Monev) secara umum yang disampaikan oleh Dr. Muhardila Fauziah, M.Sc. bersama Rian Nurizka, M.Pd. Pemaparan tersebut memberikan gambaran menyeluruh mengenai pelaksanaan program selama satu semester, termasuk berbagai capaian dan aspek yang masih memerlukan penyempurnaan.

    Suasana diskusi semakin dinamis ketika perwakilan Kepala Sekolah Mitra turut memberikan evaluasi secara langsung mengenai pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Berbagai masukan yang disampaikan menjadi bahan refleksi penting dalam meningkatkan kesiapan mahasiswa PPG saat menjalankan praktik mengajar di sekolah.

    Selain evaluasi umum, forum juga membahas sejumlah aspek spesifik yang menjadi fondasi utama dalam penyelenggaraan PPG. Evaluasi Pelaksanaan PPL Terbimbing dipandu oleh Titis Sunanti, S.Pd., M.Si., sementara Evaluasi Perkuliahan Akademik disampaikan oleh Dr. Laela Sagita, M.Sc. Adapun Evaluasi Aktivitas Kemahasiswaan dipaparkan oleh Rian Nurizka, M.Pd. Ketiga sesi tersebut memberikan gambaran menyeluruh mengenai kualitas proses pembelajaran, pelaksanaan praktik lapangan, hingga pengembangan karakter dan kompetensi mahasiswa.

    Sebagai bagian dari proses penjaminan mutu, seluruh peserta juga berpartisipasi dalam pengisian angket kepuasan serta mengikuti diskusi terbuka. Pendekatan partisipatif ini memungkinkan setiap pihak menyampaikan pengalaman, masukan, serta rekomendasi secara langsung sehingga evaluasi yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kondisi di lapangan.

    Puncak kegiatan ditandai dengan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) berdasarkan seluruh temuan dan rekomendasi yang diperoleh selama proses evaluasi. RTL tersebut akan menjadi dasar penyempurnaan kebijakan, peningkatan layanan akademik, penguatan sistem pendampingan mahasiswa, serta pengembangan kualitas penyelenggaraan Program PPG pada periode berikutnya.

    Melalui kegiatan evaluasi ini, Universitas PGRI Yogyakarta kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan Program Pendidikan Profesi Guru yang unggul, adaptif, dan berorientasi pada mutu. Dengan semangat kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah mitra, guru pamong, dan seluruh pemangku kepentingan, UPY optimistis mampu terus melahirkan guru-guru profesional yang tidak hanya kompeten dalam bidang akademik, tetapi juga berkarakter, inovatif, serta siap menjawab tantangan pendidikan di era global.

  • Belajar Sejarah dari Sumber Aslinya, Museum Laboratorium Sejarah UPY Sambut Kunjungan Akademik Universitas PGRI Palangka Raya

    Belajar Sejarah dari Sumber Aslinya, Museum Laboratorium Sejarah UPY Sambut Kunjungan Akademik Universitas PGRI Palangka Raya

    Museum Laboratorium Sejarah Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali menjadi destinasi pembelajaran sejarah berbasis pengalaman langsung. Pada Jumat, 22 Mei 2026, museum menerima kunjungan akademik dari mahasiswa dan dosen Universitas PGRI Palangka Raya dalam rangka memperdalam pemahaman mengenai sejarah, budaya, serta nilai-nilai kebangsaan melalui pembelajaran kontekstual.

    Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat wawasan sejarah sekaligus membangun jejaring akademik antarperguruan tinggi yang memiliki perhatian terhadap pengembangan pendidikan sejarah di Indonesia. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mendapatkan pengalaman belajar yang lebih bermakna melalui interaksi langsung dengan berbagai sumber sejarah.

    Selama berada di Museum Laboratorium Sejarah UPY, rombongan diajak mengamati beragam koleksi museum yang terdiri atas artefak, diorama, maket, dokumentasi sejarah, serta berbagai media pembelajaran yang selama ini dimanfaatkan sebagai sarana edukasi bagi mahasiswa maupun masyarakat umum. Setiap koleksi dipaparkan secara komprehensif oleh pengelola museum dengan menjelaskan latar belakang historis, fungsi, hingga nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

    Pendekatan pembelajaran yang interaktif tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami sejarah secara lebih konkret. Tidak hanya mempelajari peristiwa masa lalu melalui buku, para mahasiswa juga dapat melihat secara langsung bukti-bukti sejarah yang menjadi bagian penting dalam perjalanan bangsa Indonesia.

    Salah satu materi yang mendapat perhatian besar dalam kunjungan ini adalah sejarah Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Peserta memperoleh penjelasan mengenai perjalanan sejarah Kesultanan Yogyakarta, perannya dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, hingga proses lahirnya status Keistimewaan DIY yang memiliki nilai historis, budaya, dan konstitusional bagi bangsa Indonesia.

    Diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Mahasiswa serta dosen Universitas PGRI Palangka Raya aktif mengajukan berbagai pertanyaan mengenai hubungan antara sejarah lokal dengan identitas nasional, pelestarian warisan budaya, serta tantangan menjaga nilai-nilai sejarah di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.

    Melalui dialog tersebut, peserta diajak merefleksikan bahwa Keistimewaan DIY bukan sekadar bentuk pengaturan pemerintahan daerah, melainkan hasil perjalanan sejarah panjang yang sarat dengan nilai perjuangan, nasionalisme, serta pelestarian budaya. Pemahaman tersebut diharapkan mampu memperkuat kesadaran sejarah sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap kekayaan budaya Indonesia.

    Pihak Museum Laboratorium Sejarah UPY menyambut baik kunjungan akademik ini sebagai bentuk sinergi positif antarperguruan tinggi dalam memperkuat kualitas pembelajaran sejarah. Museum tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda-benda bersejarah, tetapi juga sebagai laboratorium pembelajaran yang menghadirkan pengalaman edukatif, inspiratif, dan kontekstual bagi generasi muda.

    Kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk memperluas pengalaman belajar mahasiswa di luar ruang kelas melalui observasi langsung terhadap berbagai sumber sejarah. Pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) diyakini mampu meningkatkan pemahaman mahasiswa sekaligus membangun kemampuan berpikir kritis dalam mengkaji berbagai peristiwa sejarah.

    Melalui kunjungan akademik ini, Universitas PGRI Yogyakarta kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan Museum Laboratorium Sejarah sebagai ruang edukasi yang terbuka bagi berbagai institusi pendidikan. Diharapkan kolaborasi semacam ini terus berkembang sehingga mampu memperkuat jejaring akademik, meningkatkan kualitas pembelajaran sejarah, serta menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap sejarah, budaya, dan identitas bangsa Indonesia.

  • Mahasiswa IKOR UPY Raih Gelar Juara Pro Futsal League 2025/2026, Dipanggil Ikuti Training Camp Timnas Indonesia

    Mahasiswa IKOR UPY Raih Gelar Juara Pro Futsal League 2025/2026, Dipanggil Ikuti Training Camp Timnas Indonesia

    Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta (UPY). Guntur Sulistyo Ariwibowo, mahasiswa Program Studi Ilmu Keolahragaan (IKOR), berhasil mengukir prestasi gemilang dengan membawa klub Bintang Timur Surabaya meraih gelar Juara Pro Futsal League Indonesia 2025/2026. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UPY mampu bersaing dan berprestasi di level profesional, sekaligus mengharumkan nama almamater di kancah olahraga nasional.

    Capaian tersebut semakin istimewa karena Guntur juga dipercaya masuk dalam Player List Training Camp Tim Nasional Futsal Indonesia. Pemanggilan ini merupakan bagian dari proses pembinaan dan seleksi pemain yang akan dipersiapkan menghadapi berbagai agenda internasional. Kesempatan tersebut menjadi langkah penting dalam perjalanan kariernya sebagai atlet futsal profesional sekaligus membuka peluang untuk mengenakan lambang Garuda di dada.

    Prestasi yang diraih Guntur merupakan buah dari kerja keras, disiplin, serta konsistensi dalam menjalani latihan dan kompetisi. Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa, ia mampu menunjukkan bahwa prestasi akademik dapat berjalan beriringan dengan pencapaian di bidang olahraga apabila dibarengi komitmen dan semangat pantang menyerah.

    Keberhasilan ini juga mencerminkan komitmen Universitas PGRI Yogyakarta dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa secara menyeluruh, baik di bidang akademik maupun nonakademik. UPY terus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan bakat, minat, dan kompetensi sehingga mampu berprestasi di tingkat regional, nasional, hingga internasional.

    Rektor Universitas PGRI Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas pencapaian tersebut.

    “Selamat kepada Guntur Sulistyo Ariwibowo atas prestasi luar biasa yang telah diraih. Keberhasilan menjadi juara Pro Futsal League Indonesia sekaligus mendapatkan kesempatan mengikuti Training Camp Tim Nasional merupakan pencapaian yang sangat membanggakan. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa UPY untuk terus berjuang, mengembangkan potensi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa melalui bidang yang mereka tekuni,” ungkapnya.

    Bagi Guntur, pencapaian ini bukanlah garis akhir, melainkan awal dari perjalanan yang lebih besar. Kesempatan mengikuti pemusatan latihan Tim Nasional menjadi tantangan baru untuk terus meningkatkan kualitas diri, memperkaya pengalaman bertanding, serta memberikan performa terbaik demi mengharumkan nama Indonesia di pentas internasional.

    Prestasi ini sekaligus menjadi inspirasi bahwa mimpi besar dapat diwujudkan melalui kerja keras, disiplin, dan tekad yang kuat. Universitas PGRI Yogyakarta berharap semakin banyak mahasiswa yang mengikuti jejak Guntur dengan terus berkarya, berprestasi, dan berani membawa nama almamater ke panggung yang lebih luas.

    Sebagai kampus yang berkomitmen mencetak lulusan unggul, adaptif, dan berdaya saing, UPY akan terus mendukung lahirnya generasi muda yang tidak hanya berprestasi di ruang kelas, tetapi juga mampu menjadi kebanggaan Indonesia melalui berbagai bidang, termasuk olahraga. Prestasi Guntur Sulistyo Ariwibowo menjadi bukti bahwa semangat juang dan dedikasi mampu membuka jalan menuju pencapaian yang lebih tinggi, bahkan hingga level tim nasional.

  • Beyond Commitment, Beyond Theory: Seminar Hasil Penelitian Akuntansi UPY Perkuat Budaya Riset untuk Bisnis Berkelanjutan

    Beyond Commitment, Beyond Theory: Seminar Hasil Penelitian Akuntansi UPY Perkuat Budaya Riset untuk Bisnis Berkelanjutan

    Komitmen membangun budaya akademik yang kuat terus diwujudkan oleh Program Studi Akuntansi Universitas PGRI Yogyakarta (UPY). Melalui Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Akuntansi, Seminar Hasil Penelitian kembali diselenggarakan sebagai agenda akademik tahunan yang mempertemukan dosen, alumni, dan mahasiswa dalam ruang berbagi ilmu pengetahuan dan hasil riset terkini.

    Mengusung tema “Beyond Commitment: Sustainability in Action For Business Continuity”, seminar berlangsung pada Sabtu, 15 November 2025, di Auditorium Universitas PGRI Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi wadah bagi dosen dan alumni untuk mempresentasikan hasil penelitian yang telah dipublikasikan sekaligus memberikan inspirasi kepada mahasiswa dalam mempersiapkan penelitian ilmiah mereka.

    Seminar Hasil Penelitian tidak sekadar menjadi forum presentasi karya ilmiah, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran yang memperkenalkan mahasiswa pada proses penelitian yang sistematis, mulai dari penyusunan metodologi, pengumpulan data, hingga publikasi hasil penelitian. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh referensi akademik yang relevan sekaligus motivasi untuk menghasilkan penelitian yang berkualitas dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

    Seminar menghadirkan tiga narasumber dengan pengalaman riset yang luas di bidang akuntansi, keberlanjutan, dan transformasi digital.

    Pemateri pertama, Dr. Tri Siwi Nugrahani, S.E., M.Si., Ak., CA., memaparkan hasil penelitiannya berjudul “Determinants of Sustainability Report Quality in Indonesian Public Companies: An Isomorphism Theory Approach.” Penelitian tersebut mengungkap bahwa kualitas Sustainability Report perusahaan publik di Indonesia masih berada pada kategori sedang sehingga memerlukan peningkatan, baik dari sisi regulasi maupun implementasi di tingkat perusahaan.

    Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa faktor-faktor seperti pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) pada aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan, tekanan dari kreditor, asosiasi industri, serta difusi kepemilikan saham memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keberlanjutan. Sementara itu, tekanan pemerintah dan ukuran perusahaan belum menunjukkan pengaruh yang berarti terhadap kualitas laporan tersebut.

    Pemateri kedua, Rahandhika Ivan Adhyaksana, S.E., M.Si., membahas penelitian mengenai pengaruh kinerja keuangan, human capital, dan kinerja lingkungan terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja keuangan dan kualitas sumber daya manusia memiliki pengaruh positif serta signifikan terhadap peningkatan nilai perusahaan. Sebaliknya, kinerja lingkungan belum menjadi faktor dominan yang memengaruhi penilaian perusahaan dalam konteks penelitian tersebut.

    Sementara itu, pemateri ketiga, Rosa Dwi Andini Putri, S.Ak., mempresentasikan penelitian berjudul “The Importance of Collaborative Network, Digital Leadership to Improve AIS Outcomes and Sustainability in SMEs.” Penelitian ini mengangkat pentingnya jaringan kolaboratif dan kepemimpinan digital dalam meningkatkan efektivitas Sistem Informasi Akuntansi (Accounting Information System/AIS) serta mendukung keberlanjutan UMKM, khususnya di sektor pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Berlandaskan teori Resource-Based View, penelitian tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan sumber daya internal, dukungan teknologi digital, dan kolaborasi antarpelaku usaha mampu memperkuat daya saing UMKM sekaligus meningkatkan kinerja keberlanjutan. Temuan tersebut juga menegaskan bahwa digitalisasi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan bisnis di era transformasi digital.

    Antusiasme peserta terlihat sepanjang seminar berlangsung. Para mahasiswa dari semester 1, 3, 5, dan 7, bersama dosen, alumni, tamu undangan, serta peserta dari luar Universitas PGRI Yogyakarta, aktif mengikuti diskusi dan sesi tanya jawab. Interaksi yang terbangun menciptakan suasana akademik yang dinamis, sekaligus memperkaya wawasan peserta mengenai perkembangan penelitian di bidang akuntansi dan bisnis berkelanjutan.

    Melalui Seminar Hasil Penelitian ini, Program Studi Akuntansi UPY berharap mahasiswa tidak hanya memahami teori yang dipelajari di ruang kuliah, tetapi juga mampu melihat bagaimana penelitian menjadi instrumen penting dalam menghasilkan solusi atas berbagai tantangan di dunia usaha dan industri. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menumbuhkan budaya riset, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta membangun tradisi akademik yang produktif di lingkungan kampus.

    Sejalan dengan semangat “Beyond Commitment: Sustainability in Action For Business Continuity”, Universitas PGRI Yogyakarta terus mendorong sivitas akademika untuk menghasilkan penelitian yang tidak hanya unggul secara ilmiah, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha. Dengan memperkuat budaya penelitian sejak dini, UPY optimistis dapat melahirkan lulusan yang adaptif, inovatif, serta mampu berkontribusi dalam menciptakan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

  • Perkuat Wawasan Sejarah, Prodi Sejarah Peradaban Islam UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Kunjungi Museum Laboratorium Sejarah UPY

    Perkuat Wawasan Sejarah, Prodi Sejarah Peradaban Islam UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Kunjungi Museum Laboratorium Sejarah UPY

    Museum Laboratorium Sejarah Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas PGRI Yogyakarta menerima kunjungan dari Program Studi Sejarah Peradaban Islam UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon pada Senin, 18 Mei 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperluas wawasan mahasiswa mengenai pembelajaran sejarah berbasis museum, khususnya pada kajian koleksi numismatik yang dimiliki Museum Laboratorium Sejarah UPY. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diperkenalkan pada berbagai koleksi mata uang kuno dan benda numismatik sebagai sumber pembelajaran sejarah yang memiliki nilai historis, ekonomi, dan budaya.

    Kedatangan rombongan mahasiswa dan dosen pendamping disambut langsung oleh pengelola museum serta sivitas akademika Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP UPY. Dalam sambutannya, pihak museum menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut sebagai bentuk penguatan jejaring akademik antarperguruan tinggi. Selain menjadi media silaturahmi, kegiatan ini juga diharapkan mampu membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan pendidikan sejarah dan pelestarian budaya.

    Selama kegiatan berlangsung, peserta diajak mengenal berbagai koleksi yang tersimpan di Museum Laboratorium Sejarah UPY. Koleksi berupa artefak budaya, dokumentasi perjuangan bangsa, media pembelajaran sejarah, hingga berbagai koleksi numismatik diperkenalkan secara langsung kepada mahasiswa. Melalui penjelasan dari pengelola museum, peserta memperoleh pemahaman mengenai nilai historis dan fungsi edukatif dari setiap koleksi yang dipamerkan, termasuk perkembangan mata uang dari berbagai periode sejarah di Indonesia.

    Mahasiswa tampak aktif berdiskusi dan mengamati koleksi museum sebagai bagian dari proses pembelajaran kontekstual. Kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang berbeda karena mahasiswa dapat berinteraksi langsung dengan sumber sejarah di luar ruang kelas. Kajian numismatik yang diperkenalkan dalam kegiatan ini juga memberikan gambaran mengenai perkembangan perdagangan, sistem ekonomi, serta dinamika sosial masyarakat pada masa lampau.

    Di tengah perkembangan era digital saat ini, museum memiliki peran penting sebagai ruang edukasi dan pelestarian budaya. Museum tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga menjadi media literasi budaya dan penguatan identitas nasional bagi generasi muda. Oleh karena itu, keberadaan Museum Laboratorium Sejarah UPY diharapkan terus menjadi sarana pembelajaran yang inovatif, interaktif, dan relevan dengan perkembangan zaman.

    Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama dan penyerahan cendera mata sebagai simbol persahabatan antarinstansi pendidikan. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan hubungan baik antara Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP UPY dengan Program Studi Sejarah Peradaban Islam UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dapat terus terjalin dan berkembang. Sinergi antarperguruan tinggi menjadi langkah penting dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang sejarah dan kebudayaan Indonesia.

  • LPPM UPY Perkuat Ketahanan Pangan Desa Lewat Program Desa Binaan Berbasis Integrated Farming

    LPPM UPY Perkuat Ketahanan Pangan Desa Lewat Program Desa Binaan Berbasis Integrated Farming

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan program pengabdian yang berdampak nyata bagi masyarakat. Salah satunya diwujudkan melalui keikutsertaan dalam Sosialisasi Program Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) Kemdiktisaintek Tahun 2026, yang diselenggarakan oleh Tim Pengabdi di bawah kepemimpinan Dr. Marti Widya Sari, S.T., M.Eng., IPM. Kegiatan berlangsung pada Rabu (8/7/2026) di Hotel Dermaga Keluarga Sonosewu, Bantul.

    Mengusung tema “Pemberdayaan Desa Binaan: Penguatan Ketahanan Pangan melalui Penerapan Integrated Farming Berbasis Pemberdayaan Masyarakat di Desa Ngestiharjo, Bantul”, kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi multipihak untuk menciptakan desa yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan.

    Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui pendekatan Integrated Farming, program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi pangan, tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal, inovasi teknologi, dan pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan.

    Ketua Tim Pengabdi, Dr. Marti Widya Sari, S.T., M.Eng., IPM., dalam laporannya menyampaikan bahwa keberhasilan program desa binaan sangat bergantung pada sinergi berbagai pihak. Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi ini menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi sekaligus membangun komitmen bersama dalam pelaksanaan program di lapangan.

    Rangkaian acara diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan oleh pembawa acara, laporan Ketua Tim Pengabdi, serta sambutan dari Lurah Ngestiharjo yang menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam membangun desa yang tangguh dan berdaya saing.

    Selanjutnya, Tim Pengabdi memaparkan konsep, tujuan, serta mekanisme pelaksanaan Program PDB Tahun 2026. Pemaparan tersebut memberikan gambaran menyeluruh mengenai tahapan implementasi program yang akan dijalankan bersama masyarakat Desa Ngestiharjo.

    Wawasan peserta semakin diperkaya melalui penyampaian materi dari Bappeda Kabupaten Bantul mengenai penerapan Integrated Farming sebagai strategi meningkatkan ketahanan pangan sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Konsep pertanian terpadu ini mengintegrasikan berbagai sektor, seperti pertanian, peternakan, dan perikanan sehingga mampu menghasilkan sistem produksi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

    Tidak hanya itu, narasumber dari Akademi Perikanan Yogyakarta turut memberikan pelatihan mengenai penerapan aquaponik, teknologi budidaya yang menggabungkan perikanan dan pertanian dalam satu sistem terpadu. Inovasi ini dinilai memiliki potensi besar untuk diterapkan di lingkungan masyarakat sebagai alternatif penguatan ketahanan pangan sekaligus peningkatan nilai ekonomi keluarga.

    Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, terutama saat sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan dan gagasan disampaikan terkait implementasi program di tingkat masyarakat, mulai dari strategi pemberdayaan kelompok tani hingga pengelolaan hasil pertanian secara berkelanjutan. Diskusi tersebut mencerminkan semangat kolaboratif seluruh pihak dalam menyukseskan program desa binaan.

    Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur, di antaranya jajaran LPPM Universitas PGRI Yogyakarta, Tim Pengabdi, Bappeda Kabupaten Bantul, Pemerintah Kalurahan Ngestiharjo, Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kasihan, Akademi Perikanan Yogyakarta, para ketua program studi di lingkungan UPY, Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati Asri Tambak, Kelompok Bank Sampah Mitra Melati Tambak, mahasiswa, serta sejumlah mitra pendukung lainnya. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut menjadi bukti kuat bahwa pembangunan desa membutuhkan sinergi lintas sektor.

    Melalui pelaksanaan Program Pemberdayaan Desa Binaan Tahun 2026, LPPM Universitas PGRI Yogyakarta kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga aktif menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Program ini diharapkan mampu menjadi model pemberdayaan desa berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat meningkatkan ketahanan pangan, memperkuat ekonomi masyarakat, sekaligus mendorong terwujudnya pembangunan desa yang berkelanjutan.

    Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan pengabdian, Universitas PGRI Yogyakarta terus berupaya menjadikan ilmu pengetahuan sebagai kekuatan untuk menghadirkan perubahan positif bagi masyarakat, sejalan dengan visinya sebagai perguruan tinggi yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing global.

  • GAIN #7 HMP Akuntansi UPY Pererat Kebersamaan Mahasiswa Baru Lewat Edukasi, Kepemimpinan, dan Kebersamaan

    GAIN #7 HMP Akuntansi UPY Pererat Kebersamaan Mahasiswa Baru Lewat Edukasi, Kepemimpinan, dan Kebersamaan

    Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi (HMP-AKT) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali sukses menyelenggarakan Great Accounting Orientation (GAIN) #7, sebuah kegiatan orientasi yang dirancang untuk menyambut sekaligus mempererat kebersamaan mahasiswa baru Program Studi Akuntansi. Mengusung tema “Embracing the New Journey, Crafting Memories Together”, kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu, 1–2 November 2025, di Desa Wisata Plosokuning, Bangunkerto, Turi, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Sebagai agenda tahunan HMP-AKT UPY, GAIN tidak hanya menjadi ajang perkenalan antarmahasiswa baru, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter, pengembangan jiwa kepemimpinan, serta penguatan rasa kekeluargaan di lingkungan Program Studi Akuntansi. Melalui perpaduan kegiatan akademik dan nonakademik, peserta diajak membangun relasi yang positif sejak awal perjalanan mereka sebagai mahasiswa.

    Ketua Program Studi Akuntansi UPY, Ningrum Pramudiati, SE., M.Si., Ak., CA. menyampaikan bahwa kegiatan orientasi yang dikemas secara edukatif dan humanis menjadi bagian penting dalam mendukung proses adaptasi mahasiswa baru di lingkungan perguruan tinggi.

    “Mahasiswa baru tidak hanya membutuhkan pengenalan terhadap lingkungan kampus, tetapi juga ruang untuk membangun jejaring, mengenal budaya akademik, dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap program studi. Melalui GAIN, kami berharap mereka mampu memulai perjalanan akademiknya dengan semangat, percaya diri, dan siap berkembang bersama,” ujarnya.

    Hari pertama diawali dengan rangkaian kegiatan formal yang berisi sesi pemaparan materi dan diskusi inspiratif. Bertempat di pendopo Desa Wisata Plosokuning, seluruh peserta mengikuti penyampaian materi dari para dosen, alumni, dan perwakilan organisasi mahasiswa di lingkungan Fakultas Bisnis dan Hukum UPY.

    Materi pertama disampaikan oleh Baniady Gennody Pronosokodewo, S.E., M.Si., yang memberikan motivasi kepada mahasiswa baru mengenai pentingnya membangun karakter, integritas, dan kesiapan menghadapi tantangan selama menjalani perkuliahan. Selanjutnya, sesi kedua menghadirkan alumni Program Studi Akuntansi, Febri Ariadi, S.Ak., yang berbagi pengalaman mengenai dunia akademik hingga persiapan memasuki dunia profesional.

    Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi sharing bersama organisasi kemahasiswaan. Perwakilan HMP Akuntansi UPY, Tetra Ragil Saputra dan Daniah Heni Lestari, memperkenalkan berbagai program kerja organisasi sekaligus mengajak mahasiswa baru aktif berkontribusi dalam kegiatan kemahasiswaan. Sementara itu, perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Bisnis dan Hukum (BEM FBH) UPY, Muhammad Afif Rifki dan Jihan Almas Vienansyah, turut memberikan gambaran mengenai peran organisasi mahasiswa dalam mengembangkan potensi kepemimpinan dan keterampilan sosial mahasiswa.

    Memasuki malam hari, suasana kegiatan berubah menjadi lebih hangat melalui berbagai agenda nonformal yang dirancang untuk mempererat hubungan antarpeserta. Pentas seni menjadi pembuka, di mana setiap kelompok menampilkan kreativitas melalui pertunjukan menyanyi, menari, hingga drama yang berhasil menciptakan suasana penuh keceriaan.

    Kebersamaan semakin terasa saat seluruh peserta berkumpul mengelilingi api unggun. Dalam suasana yang akrab, mereka mengikuti kegiatan tukar kado, berbagi cerita, serta menuliskan kesan dan pesan selama mengikuti GAIN #7. Momen tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus memperkuat ikatan persahabatan yang mulai terjalin di antara mahasiswa baru.

    Hari kedua diawali dengan senam pagi bersama untuk membangun semangat dan kebugaran peserta. Selanjutnya, mahasiswa mengikuti kegiatan outbound dan susur sungai yang dipandu oleh pengelola Desa Wisata Plosokuning. Berbagai tantangan dalam kegiatan tersebut melatih kemampuan bekerja sama, komunikasi, kepemimpinan, serta penyelesaian masalah secara kolaboratif.

    Sebagai penutup rangkaian kegiatan, panitia menghadirkan Color Fun, sebuah aktivitas penuh warna yang menjadi simbol semangat, optimisme, dan kebersamaan. Dengan iringan musik yang meriah, para peserta saling melempar bubuk warna, menciptakan suasana penuh kegembiraan sekaligus menjadi kenangan manis di awal perjalanan mereka sebagai keluarga besar Program Studi Akuntansi UPY.

    Ketua HMP Akuntansi UPY menyampaikan bahwa GAIN #7 diharapkan mampu menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru untuk tumbuh menjadi pribadi yang aktif, adaptif, dan memiliki semangat kolaborasi.

    “Kami berharap GAIN bukan sekadar kegiatan orientasi, tetapi menjadi awal lahirnya kebersamaan, persahabatan, dan semangat untuk berkembang bersama. Semoga mahasiswa baru dapat memanfaatkan masa kuliah dengan sebaik-baiknya, aktif berorganisasi, berprestasi, dan memberikan kontribusi positif bagi program studi maupun masyarakat,” ungkapnya.

    Melalui penyelenggaraan Great Accounting Orientation (GAIN) #7, Universitas PGRI Yogyakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan akademik yang inklusif, humanis, dan berorientasi pada pengembangan karakter mahasiswa. Dengan memadukan edukasi, kepemimpinan, dan kebersamaan, GAIN menjadi momentum penting dalam membentuk generasi mahasiswa Akuntansi UPY yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa kolaboratif, integritas, dan kepedulian terhadap sesama.

  • Mahasiswa Pendidikan Sejarah FKIP UPY Raih Prestasi Nasional pada Sangiran Championship 3

    Mahasiswa Pendidikan Sejarah FKIP UPY Raih Prestasi Nasional pada Sangiran Championship 3

    Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI Yogyakarta kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat nasional melalui capaian mahasiswa dalam bidang nonakademik. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah atas nama Faidha Mauliya Khasanah berhasil meraih Juara 3 Kelas B Putri Dewasa dalam ajang Sangiran Championship 3 Tingkat Nasional. Prestasi tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mengharumkan nama institusi pada kompetisi tingkat nasional.

    Sangiran Championship 3 merupakan kejuaraan nasional pencak silat bergengsi yang memperebutkan Piala Bupati Sragen. Kegiatan tersebut diselenggarakan pada tanggal 13–15 Mei 2026 bertempat di GOR Diponegoro, Sragen, dan diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Kompetisi ini menjadi wadah pengembangan potensi atlet muda sekaligus sarana pembinaan karakter, sportivitas, dan semangat kompetitif generasi muda dalam bidang olahraga pencak silat.

    Keberhasilan yang diraih Faidha Mauliya Khasanah mencerminkan semangat kerja keras, disiplin, dan konsistensi dalam mengembangkan kemampuan diri di tengah tanggung jawab sebagai mahasiswa. Capaian tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa Pendidikan Sejarah FKIP UPY tidak hanya berprestasi dalam bidang akademik, tetapi juga mampu menunjukkan kualitas dan daya saing pada bidang nonakademik di tingkat nasional. Prestasi ini sekaligus menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus aktif mengembangkan potensi, minat, dan bakat yang dimiliki secara optimal.

    Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas PGRI Yogyakarta senantiasa memberikan dukungan terhadap pengembangan kompetensi mahasiswa melalui berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik. Dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen institusi dalam menciptakan lulusan yang unggul, berkarakter, adaptif, dan mampu bersaing di berbagai bidang. Selain itu, pencapaian mahasiswa di tingkat nasional diharapkan dapat memperkuat citra positif program studi dan institusi di tengah masyarakat.

    Atas prestasi yang telah diraih tersebut, keluarga besar Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas PGRI Yogyakarta menyampaikan apresiasi serta ucapan selamat kepada Faidha Mauliya Khasanah. Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan prestasi dan memberikan kontribusi positif bagi institusi maupun masyarakat luas. Semoga capaian ini menjadi langkah awal menuju prestasi-prestasi yang lebih tinggi pada masa mendatang.

  • Tempa Jiwa Kepemimpinan di Alam Terbuka, PPG UPY Gelar Kursus Keterampilan Kepramukaan 2026

    Tempa Jiwa Kepemimpinan di Alam Terbuka, PPG UPY Gelar Kursus Keterampilan Kepramukaan 2026

    Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) terus berkomitmen mencetak calon guru yang tidak hanya unggul dalam kompetensi akademik, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan, kemampuan kolaborasi, serta kepedulian sosial. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Kursus Keterampilan Kepramukaan PPG UPY 2026 yang berlangsung di Kebun Buah Mangunan, Bantul.

    Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan kompetensi mahasiswa PPG dalam mempersiapkan diri sebagai pendidik profesional yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai kepramukaan ke dalam proses pembelajaran maupun pembinaan karakter peserta didik di lingkungan sekolah.

    Mengusung konsep pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning), kursus ini dirancang agar peserta tidak hanya memahami teori kepramukaan, tetapi juga mampu mempraktikkan berbagai keterampilan yang akan dibutuhkan ketika menjalankan tugas sebagai guru sekaligus pembina Pramuka.

    Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Guru Universitas PGRI Yogyakarta, Dr. Dhiniaty Gularso, M. Pd, menjelaskan bahwa pendidikan profesi guru tidak cukup hanya berfokus pada penguasaan kompetensi pedagogik dan profesional. Guru masa depan juga dituntut memiliki karakter kuat, kemampuan memimpin, bekerja sama, serta menjadi teladan bagi peserta didik.

    “Kepramukaan merupakan salah satu media pendidikan karakter yang sangat efektif. Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar memimpin, berkolaborasi, menyelesaikan masalah, sekaligus menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial yang nantinya dapat diterapkan di sekolah,” jelasnya.

    Selama pelaksanaan kegiatan, peserta mengikuti berbagai materi dan praktik yang dirancang secara sistematis. Pelatihan diawali dengan Pelatihan Dasar Kepramukaan, yang memberikan pemahaman mengenai Undang-Undang Gerakan Pramuka, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), prinsip dasar, serta metode kepramukaan sebagai landasan dalam pembinaan peserta didik.

    Selanjutnya, peserta mengikuti Pelatihan Kepemimpinan dan Dinamika Kelompok melalui berbagai aktivitas kolaboratif yang melatih kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim, serta pengambilan keputusan dalam berbagai situasi.

    Pada sesi Pelatihan Keterampilan Kepramukaan, mahasiswa memperoleh pengalaman praktik mengenai berbagai teknik kepramukaan yang dapat diterapkan dalam kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Berbagai simulasi lapangan memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengasah keterampilan sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dalam memimpin kegiatan.

    Materi berikutnya membahas Manajemen Risiko dalam Kegiatan Pramuka, yang membekali mahasiswa dengan kemampuan mengidentifikasi potensi risiko, menyusun langkah mitigasi, serta menerapkan prosedur keselamatan dalam setiap aktivitas luar ruangan.

    Sebagai pelengkap pembelajaran karakter, kegiatan juga menghadirkan api unggun dan pentas seni yang menjadi ruang bagi peserta untuk menumbuhkan kreativitas, solidaritas, rasa percaya diri, serta mempererat kebersamaan antarmahasiswa.

    Seluruh rangkaian pelatihan menggunakan metode pembelajaran yang menempatkan peserta sebagai subjek aktif. Diskusi, simulasi, praktik lapangan, refleksi kelompok, hingga evaluasi berkelanjutan menjadi bagian dari proses pembelajaran yang diterapkan.

    Selain mengikuti pre-test dan post-test, peserta juga memperoleh penilaian melalui observasi praktik serta penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai bentuk evaluasi terhadap kompetensi yang telah dicapai selama pelatihan.

    Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga pengalaman nyata yang dapat menjadi bekal ketika menjalankan profesi sebagai guru di masa depan.

    Kursus Keterampilan Kepramukaan ini memberikan berbagai manfaat strategis bagi mahasiswa PPG. Di antaranya meningkatkan kemampuan mengelola kegiatan ekstrakurikuler Pramuka, memperkuat kompetensi kepemimpinan, menanamkan karakter disiplin dan tanggung jawab, meningkatkan kemampuan komunikasi dan kolaborasi, serta memperdalam pemahaman mengenai pendidikan karakter berbasis nilai-nilai kepramukaan.

    Bekal tersebut diharapkan mampu melahirkan lulusan PPG yang tidak hanya kompeten dalam aspek pedagogik dan profesional, tetapi juga mampu menjadi pembina Pramuka yang inspiratif dan teladan dalam membentuk karakter peserta didik.

    Dr. Dhiniaty Gularso, M. Pd, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini sebagai bagian dari komitmen universitas dalam menyiapkan guru yang adaptif terhadap tantangan pendidikan masa depan.

    “Guru memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa. Melalui Kursus Keterampilan Kepramukaan ini, kami berharap mahasiswa PPG tidak hanya menjadi pendidik yang menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi sosok yang mampu menginspirasi, membimbing, dan menanamkan nilai-nilai karakter kepada peserta didik,” ungkapnya.

    Melalui penyelenggaraan Kursus Keterampilan Kepramukaan PPG UPY 2026, Universitas PGRI Yogyakarta kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan profesi guru yang holistik. Dengan memadukan penguatan kompetensi akademik, kepemimpinan, dan pendidikan karakter, UPY terus berupaya mencetak guru profesional yang siap menjawab tantangan dunia pendidikan sekaligus menjadi agen perubahan bagi kemajuan bangsa.

  • Belajar Sejarah dengan Cara Berbeda, Museum Laboratorium Sejarah UPY Sambut Kunjungan Akademik STIT Al-Khairiyah Cilegon

    Belajar Sejarah dengan Cara Berbeda, Museum Laboratorium Sejarah UPY Sambut Kunjungan Akademik STIT Al-Khairiyah Cilegon

    Museum Laboratorium Sejarah Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali menjadi destinasi pembelajaran yang inspiratif dengan menerima kunjungan akademik dari Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Khairiyah Cilegon, pada Senin, 11 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi akademik sekaligus menghadirkan pengalaman belajar sejarah yang kontekstual, interaktif, dan bermakna bagi mahasiswa.

    Kunjungan tersebut tidak sekadar menjadi agenda studi lapangan, tetapi juga menghadirkan ruang dialog mengenai pentingnya museum sebagai media pembelajaran yang mampu menjembatani teori di ruang kuliah dengan pengalaman langsung di lapangan. Melalui pendekatan ini, mahasiswa diajak memahami bahwa sejarah tidak hanya dipelajari melalui buku, tetapi juga melalui jejak-jejak nyata yang masih tersimpan dan terawat hingga saat ini.

    Selama kegiatan berlangsung, para mahasiswa memperoleh penjelasan mengenai beragam koleksi yang dimiliki Museum Laboratorium Sejarah UPY. Mulai dari artefak, dokumentasi sejarah, hingga berbagai sumber pembelajaran yang menjadi bagian penting dalam proses pendidikan sejarah.

    Setiap koleksi dipaparkan dengan konteks historis yang utuh sehingga peserta dapat memahami hubungan antara peristiwa masa lalu dengan bukti-bukti sejarah yang masih dapat disaksikan saat ini. Pendekatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang lebih konkret sekaligus membantu mahasiswa melihat sejarah sebagai ilmu yang hidup dan dekat dengan kehidupan masyarakat.

    Tidak hanya mengenalkan koleksi museum, pengelola juga mengajak peserta berdiskusi mengenai peran museum sebagai media pembelajaran lintas disiplin ilmu, termasuk dalam pendidikan anak usia dini. Diskusi berlangsung hangat dengan membahas bagaimana nilai-nilai sejarah dapat dikenalkan kepada anak sejak usia dini melalui media visual, cerita, benda bersejarah, dan pengalaman belajar yang menyenangkan.

    Bagi mahasiswa PAUD, wawasan ini menjadi bekal penting untuk merancang proses pembelajaran yang kreatif sekaligus menanamkan kecintaan terhadap sejarah kepada anak-anak sejak dini. Melalui pendekatan yang sesuai dengan karakteristik peserta didik usia dini, sejarah dapat dikenalkan sebagai bagian dari pembentukan karakter, identitas budaya, dan rasa cinta tanah air.

    Suasana kunjungan berlangsung penuh antusiasme. Para mahasiswa tampak aktif mengamati setiap koleksi, mengajukan berbagai pertanyaan, serta berdiskusi langsung dengan pengelola museum mengenai pengelolaan koleksi maupun pemanfaatannya dalam proses pembelajaran.

    Interaksi yang terjalin menunjukkan tingginya minat peserta terhadap pembelajaran sejarah yang dikemas secara kontekstual dan aplikatif. Pengalaman belajar di museum memberikan perspektif baru bahwa proses pendidikan akan semakin bermakna ketika mahasiswa dapat melihat, menyentuh, dan memahami langsung objek-objek yang menjadi bagian dari perjalanan sejarah bangsa.

    Museum Laboratorium Sejarah UPY terus berkomitmen menjadi ruang edukasi yang terbuka bagi berbagai institusi pendidikan. Kehadirannya tidak hanya mendukung pembelajaran bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah, tetapi juga menjadi laboratorium pembelajaran yang relevan bagi berbagai bidang ilmu, termasuk pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, hingga masyarakat umum.

    Melalui kunjungan akademik ini, diharapkan mahasiswa Program Studi PAUD STIT Al-Khairiyah Cilegon memperoleh pengalaman belajar yang inspiratif sekaligus mampu mengembangkan kreativitas dalam merancang pembelajaran sejarah yang menarik, menyenangkan, dan sesuai dengan perkembangan peserta didik.

    Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa kolaborasi antarlembaga pendidikan memiliki peran penting dalam memperkaya pengalaman belajar mahasiswa. Dengan membuka ruang pembelajaran di luar kelas, Universitas PGRI Yogyakarta terus mendorong lahirnya calon pendidik yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu menghadirkan pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan berorientasi pada pengembangan karakter peserta didik.