Kategori: Berita Utama

  • Hari Kesaktian Pancasila 2026: Meneguhkan Nilai Persatuan di Tengah Perubahan Zaman

    Hari Kesaktian Pancasila 2026: Meneguhkan Nilai Persatuan di Tengah Perubahan Zaman

    Setiap tanggal 1 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila, sebuah momentum untuk mengenang perjalanan sejarah bangsa sekaligus merefleksikan kembali arti penting Pancasila sebagai dasar negara dan pemersatu bangsa.

    Pada tahun 2026, peringatan Hari Kesaktian Pancasila kembali menjadi ruang refleksi bagi seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia pendidikan tinggi. Bagi perguruan tinggi, momentum ini tidak semata-mata dimaknai melalui upacara atau seremoni, tetapi juga sebagai pengingat bahwa nilai-nilai Pancasila perlu terus hadir dalam kehidupan akademik, sosial, dan kemasyarakatan.

    Peringatan Hari Kesaktian Pancasila secara nasional pada 1 Oktober 2026 dilaksanakan dengan mengacu pada pedoman pemerintah. Upacara tingkat pusat diselenggarakan di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur.

    Di lingkungan kampus, Pancasila seharusnya tidak berhenti sebagai materi yang dipelajari di ruang kelas. Nilai-nilainya dapat tumbuh melalui hal-hal sederhana yang dilakukan setiap hari.

    Menghargai pendapat teman ketika berdiskusi, bekerja sama dalam organisasi, memberikan ruang bagi perbedaan, menjaga etika dalam menyampaikan kritik, hingga menggunakan media sosial secara bertanggung jawab merupakan bagian dari praktik nilai Pancasila dalam kehidupan mahasiswa.

    Sebab, menjadi generasi Pancasila bukan berarti harus selalu berbicara tentang Pancasila. Lebih dari itu, nilai Pancasila dapat terlihat dari cara seseorang memperlakukan orang lain.

    Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, tantangan generasi muda pun semakin beragam. Perbedaan pendapat dapat dengan mudah berubah menjadi perdebatan, sementara informasi yang belum terverifikasi dapat menyebar hanya dalam hitungan detik.

    Dalam situasi tersebut, semangat persatuan menjadi semakin penting.

    Perguruan tinggi merupakan ruang perjumpaan berbagai latar belakang. Mahasiswa datang dari daerah, budaya, keluarga, pengalaman, dan cara pandang yang berbeda. Perbedaan tersebut bukan sesuatu yang harus dihilangkan, melainkan menjadi bagian dari kekayaan kehidupan akademik.

    Di kampus, mahasiswa belajar bahwa tidak semua orang harus memiliki pendapat yang sama. Perbedaan pandangan justru dapat menjadi kesempatan untuk belajar mendengarkan, memahami, berdialog, dan mencari solusi bersama.

    Semangat tersebut sejalan dengan nilai Pancasila yang menempatkan persatuan sebagai bagian penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

    Karena itu, Hari Kesaktian Pancasila dapat menjadi pengingat bahwa menjaga persatuan tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Ia dapat dimulai dari lingkungan terdekat: ruang kelas, organisasi mahasiswa, komunitas, tempat tinggal, hingga ruang digital.

    Hari Kesaktian Pancasila juga tidak dapat dilepaskan dari perjalanan sejarah Indonesia. Peringatan setiap 1 Oktober menjadi momentum untuk mengenang peristiwa sejarah yang terjadi pada 1965 sekaligus meneguhkan kembali pentingnya menjaga Pancasila dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pemerintah secara rutin menjadikan Monumen Pancasila Sakti sebagai lokasi utama peringatan tingkat nasional.

    Namun, memaknai sejarah bukan berarti sekadar menghafalkan tanggal dan peristiwa. Sejarah seharusnya membantu generasi muda memahami bagaimana sebuah bangsa menghadapi berbagai tantangan dan mengapa persatuan menjadi sesuatu yang perlu terus dirawat.

    Bagi mahasiswa, belajar sejarah berarti belajar memahami perjalanan bangsa dengan kritis, terbuka, dan bertanggung jawab. Dengan pemahaman tersebut, generasi muda dapat mengambil pelajaran dari masa lalu tanpa kehilangan semangat untuk membangun masa depan.

    Pancasila akan tetap hidup ketika nilai-nilainya hadir dalam tindakan nyata.

    Di lingkungan perguruan tinggi, pengamalan tersebut dapat diwujudkan melalui budaya akademik yang menjunjung kejujuran, menghargai keberagaman, membangun kolaborasi, menyampaikan pendapat dengan santun, serta menggunakan ilmu pengetahuan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

    Mahasiswa juga memiliki peran penting dalam menciptakan ruang digital yang sehat. Sebelum membagikan sebuah informasi, misalnya, membiasakan diri untuk memeriksa sumber dan kebenarannya. Sebelum memberikan komentar, belajar mempertimbangkan dampaknya terhadap orang lain.

    Kelihatannya sederhana. Namun, justru dari kebiasaan-kebiasaan kecil itulah karakter kebangsaan dibentuk.

    Hari Kesaktian Pancasila pada akhirnya bukan hanya tentang bagaimana kita mengingat sejarah, tetapi juga tentang bagaimana kita membawa nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan hari ini.

    Mari menjadikan Pancasila bukan sekadar sesuatu yang kita hafalkan, tetapi nilai yang kita hidupi—dalam belajar, berkarya, berdialog, bekerja sama, dan memberikan manfaat bagi sesama.

  • Pengumuman Wisuda Periode I (Offline 24 Oktober 2026) Tahun Akademik 2026/2027

    Pengumuman Wisuda Periode I (Offline 24 Oktober 2026) Tahun Akademik 2026/2027

    Bagi para calon wisudawan dan wisudawati, mari persiapkan diri sebaik-baiknya dan ikuti seluruh rangkaian informasi serta ketentuan wisuda yang telah ditetapkan. Pastikan setiap persyaratan administrasi dan tahapan persiapan telah dipenuhi agar momen berharga ini dapat berlangsung dengan lancar dan penuh makna.

    Berikut informasi selengkapnya silahkan di unduh dibawah ini:

    PENGUMUMAN WISUDA 1 2026-2027 24102026
    PESERTA WISUDA 24 OKT 2026

  • 14 Mahasiswa UPY Siap Menimba Pengalaman Profesional melalui Kesempatan Magang di Taiwan

    14 Mahasiswa UPY Siap Menimba Pengalaman Profesional melalui Kesempatan Magang di Taiwan

    Kesempatan untuk belajar tidak selalu hadir di ruang kelas. Bagi 14 mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta (UPY), proses belajar berikutnya akan berlangsung di lingkungan profesional di Taiwan melalui Program Internship Internasional Taiwan Gelombang 1 Tahun 2026.

    Sebanyak 10 mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Bisnis dan Hukum (FBH) dan 4 mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) FKIP resmi dilepas dalam kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang Rektorat Lantai 2, Kampus 1 UPY, Senin (14/9/2026).

    Kesepuluh mahasiswa Manajemen yang mengikuti program ini adalah Ade Suheb, Chio Amora, Fifther Geserila Sriandi, Muhammad Daffa Rivai, Muhammad Dwi Santoso, Muhammad Sirajullail, Nadia Zulfani, Sekar Indah Andini, Wa Ode Ibnu Pati, dan Wildan Muhammad Najmi.

    Sementara itu, empat mahasiswa PBI yang turut mengikuti program yakni Ahmad Abdurrosyid Asshidiq, Muhammad Farid Al Mubarok, Muhammad Sulthan Maulana Asy-syauqi, dan Royhan Fadil Rosyidin.

    Kegiatan pelepasan dihadiri jajaran pimpinan dan pengurus yayasan, Rektor UPY, Wakil Rektor III, pimpinan FKIP dan FBH, para wakil dekan, ketua program studi, serta jajaran Kantor Urusan Kerja Sama (KUK) UPY.

    Kepala KUK UPY, Dr. Wahyudi, M.Ed., dalam laporan kegiatannya menyampaikan bahwa program internship internasional merupakan salah satu bentuk implementasi kerja sama sekaligus bagian dari pengembangan internasionalisasi UPY.

    Melalui program tersebut, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk memperoleh pengalaman kerja dan pembelajaran dalam lingkungan internasional, memperluas wawasan dan kompetensi, sekaligus membangun jejaring dengan berbagai pihak di negara tujuan.

    Para mahasiswa akan menjalani internship di tiga institusi di Taiwan, yaitu HOTEL CHAM CHAM Tainan, Chateau Beach Resort, dan Royal Seasons Hotel Taipei Nanjing West.

    Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan akademik maupun profesional setelah menyelesaikan program dan kembali ke Indonesia.

    Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama UPY, Dr. Septian Aji Permana, M.Pd., memberikan apresiasi kepada mahasiswa dan seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya program.

    Menurutnya, pengalaman internasional tidak berhenti ketika mahasiswa menyelesaikan internship. Interaksi dengan lingkungan kerja, mitra, dosen, maupun institusi di negara tujuan dapat menjadi bagian dari jejaring yang bermanfaat untuk pengembangan karier dan pendidikan pada masa mendatang.

    Mahasiswa juga diharapkan membawa pengalaman tersebut kembali ke UPY dan membagikannya kepada mahasiswa lainnya. Jejaring yang terbentuk selama program pun diharapkan dapat membuka berbagai peluang pengembangan diri, termasuk kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang magister, baik di dalam maupun luar negeri.

    Dukungan juga disampaikan Drs. John Sabari, M.Si., selaku Pengurus Yayasan Pembina Universitas PGRI Yogyakarta. Ia memberikan motivasi kepada mahasiswa agar memanfaatkan kesempatan belajar di luar negeri dengan sebaik-baiknya.

    Selain kompetensi, mahasiswa diingatkan untuk menjaga kedisiplinan, tanggung jawab, sikap, serta nama baik UPY selama berada di Taiwan. Pengalaman tersebut diharapkan turut membentuk karakter dan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan.

    Rektor UPY Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P. secara resmi melepas 14 mahasiswa peserta Program Internship Internasional Taiwan Gelombang 1 Tahun 2026.

    Dalam pesannya, Rektor mengingatkan mahasiswa untuk menaati peraturan dan tata tertib yang berlaku, baik di tempat internship maupun di negara tujuan. Mahasiswa juga diharapkan mampu beradaptasi dengan lingkungan baru, menghormati budaya setempat, menjaga komunikasi dengan mitra, serta menjalankan tanggung jawab selama mengikuti program.

    Lebih dari sekadar pengalaman bekerja di luar negeri, mahasiswa diharapkan menjadikan kesempatan tersebut sebagai ruang untuk memperluas wawasan dan mengenal dunia dari perspektif yang lebih luas.

    Mahasiswa juga diharapkan kembali ke Indonesia dengan membawa pengetahuan, pengalaman, dan wawasan baru yang dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri, program studi, maupun UPY.

    Prosesi pelepasan kemudian dilakukan secara simbolis oleh Rektor UPY bersama jajaran pimpinan universitas dan pihak terkait, dilanjutkan dengan dokumentasi bersama para mahasiswa peserta. Program Internship Internasional Taiwan Gelombang 1 Tahun 2026 menjadi bagian dari komitmen UPY dalam memberikan pengalaman belajar yang lebih luas bagi mahasiswa. Melalui kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan lingkungan profesional dan budaya internasional, mahasiswa tidak hanya dipersiapkan untuk menjadi lulusan yang kompeten, tetapi juga pribadi yang adaptif, percaya diri, berjejaring, dan siap menghadapi dunia yang semakin terhubung.

  • Tujuh Mahasiswa PG PAUD UPY Siap Jalani Internship International di Thailand

    Tujuh Mahasiswa PG PAUD UPY Siap Jalani Internship International di Thailand

    Tujuh mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) bersiap mengikuti Program Internship International di Al Hidayah Foundation, Thailand. Sebelum berangkat, ketujuh mahasiswa tersebut secara resmi dilepas dalam acara yang berlangsung di Ruang Sidang FKIP Lantai 1, Kampus 2 UPY, Kamis (10/9/2026).

    Program internship yang berlangsung pada 10 September hingga 8 Oktober 2026 ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman praktis di lingkungan pendidikan internasional sekaligus memperluas wawasan mengenai praktik Pendidikan Anak Usia Dini di negara lain.

    Ketujuh mahasiswa peserta program tersebut yaitu Diva Roso Utami, Olga Hapsominataf, Tesa Yuldani Rumbawa, Oktrivena Kadato, Asifatul Muna, Mutiara Kalista, dan Najiyatul Aliyah.

    Kegiatan pelepasan dihadiri Dekan FKIP, Wakil Dekan III FKIP, Ketua Program Studi PG PAUD, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Herdi Handoko, S.Pd., M.Pd., bidang pendidikan dan kerja sama Prodi PG PAUD, Kepala Kantor Urusan Kerja Sama (KUK) Dr. Wahyudi, M.Ed., Kepala Divisi Kerja Sama Luar Negeri, Kepala Divisi Kerja Sama Dalam Negeri, serta para mahasiswa peserta internship.

    Ketua Program Studi PG PAUD, Dr. Windi Wulandari Iman Utama, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan dukungannya kepada mahasiswa yang mengikuti program tersebut. Ia berpesan agar kesempatan internship dimanfaatkan untuk memperoleh pengalaman praktis, meningkatkan kompetensi profesional, serta mengenal berbagai praktik pendidikan anak usia dini dalam lingkungan internasional.

    Mahasiswa juga diharapkan mampu menjaga nama baik Program Studi PG PAUD dan UPY selama berada di Thailand.

    Pesan serupa disampaikan Kepala KUK UPY, Dr. Wahyudi, M.Ed. Menurutnya, internship internasional menjadi bagian penting dalam penguatan internasionalisasi dan pengembangan jejaring kerja sama UPY.

    Selain memperoleh pengalaman profesional, mahasiswa dibekali pentingnya kemampuan beradaptasi, membangun komunikasi lintas budaya, serta menjaga hubungan baik dengan mitra internasional. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi representasi UPY yang menunjukkan sikap profesional, disiplin, dan bertanggung jawab.

    Sementara itu, Dekan FKIP UPY Dr. Esti Setiawati, M.Pd., secara resmi melepas ketujuh mahasiswa untuk menjalankan program internship di Al Hidayah Foundation Thailand.

    Dalam pesannya, Dekan FKIP memberikan dukungan penuh sekaligus mengingatkan mahasiswa untuk menjaga sikap, etika, serta nama baik fakultas dan universitas. Pengalaman selama berada di Thailand diharapkan dapat menjadi bekal dalam meningkatkan kompetensi dan kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja.

    Tidak berhenti pada pengalaman personal, mahasiswa juga diharapkan membawa pulang berbagai pengetahuan dan praktik baik yang diperoleh selama program untuk dibagikan dan dikembangkan di lingkungan FKIP UPY.

    Program Internship International PG PAUD UPY menjadi salah satu bentuk nyata pembelajaran yang membawa mahasiswa keluar dari batas ruang kelas. Melalui pengalaman langsung di lingkungan internasional, mahasiswa dapat melihat bagaimana pendidikan anak usia dini diterapkan dalam konteks budaya dan lingkungan yang berbeda.

    Bagi UPY, kesempatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen untuk memperluas pengalaman belajar mahasiswa, memperkuat internasionalisasi, dan membangun jejaring kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi sivitas akademika.

    Selama hampir satu bulan di Thailand, ketujuh mahasiswa diharapkan tidak hanya menjalankan tugas internship, tetapi juga belajar, beradaptasi, membangun jejaring, dan membawa pulang pengalaman berharga untuk menjadi pendidik PAUD yang semakin kompeten dan berwawasan global.

  • Mahasiswa PPG Cagur UPY Gelar Pengabdian Masyarakat dalam Projek Kepemimpinan, Olah Limbah Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi di Desa Koripan

    Mahasiswa PPG Cagur UPY Gelar Pengabdian Masyarakat dalam Projek Kepemimpinan, Olah Limbah Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi di Desa Koripan

    Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) melaksanakan Projek Kepemimpinan di Desa Koripan, Kabupaten Bantul, pada Minggu, 13 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di kediaman Ketua RT 01, Bapak Komi, tersebut mengangkat pemanfaatan limbah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi sebagai bentuk edukasi dan kegiatan kreatif yang dapat memberikan nilai guna bagi masyarakat.

    Kegiatan ini dilaksanakan oleh kelompok mahasiswa PPG CAGUR UPY yang diketuai oleh Andika Tri Wijaya, S.Pd. dan dibimbing oleh Dr. Abdul Aziz Saefudin, M.Pd. . Projek tersebut menjadi salah satu bentuk implementasi kemampuan mahasiswa dalam merancang dan melaksanakan kegiatan berbasis masyarakat, sekaligus melatih kepemimpinan, kerja sama, komunikasi, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan.

    Rangkaian kegiatan diawali dengan perkenalan anggota kelompok kepada masyarakat yang hadir. Sesi ini menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi dan menciptakan suasana yang lebih akrab antara mahasiswa dengan masyarakat Desa Koripan.

    Selanjutnya, mahasiswa menyampaikan materi mengenai pemanfaatan limbah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi. Dalam penyampaian materi, peserta diberikan pemahaman mengenai permasalahan yang dapat ditimbulkan apabila minyak jelantah dibuang secara sembarangan serta pentingnya mengolah kembali limbah rumah tangga menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.

    Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah. Mahasiswa memberikan contoh secara langsung mengenai tahapan pengolahan minyak jelantah hingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar lilin aromaterapi. Peserta juga diberikan kesempatan untuk mengikuti proses praktik sehingga kegiatan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga memberikan pengalaman secara langsung.

    Kegiatan kemudian diakhiri dengan dokumentasi bersama antara mahasiswa PPG CAGUR UPY dan masyarakat Desa Koripan sebagai bentuk kenang-kenangan sekaligus dokumentasi pelaksanaan Projek Kepemimpinan.

    Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa PPG CAGUR UPY berharap masyarakat dapat memperoleh wawasan baru mengenai pemanfaatan limbah rumah tangga, khususnya minyak jelantah. Minyak jelantah yang selama ini sering dianggap sebagai limbah dan dibuang begitu saja ternyata masih dapat dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai guna dan berpotensi memiliki nilai ekonomis.

    Bagi mahasiswa, Projek Kepemimpinan ini menjadi pengalaman penting dalam mengembangkan kemampuan untuk bekerja secara kolaboratif, mengelola kegiatan, berkomunikasi dengan masyarakat, serta menerapkan pengetahuan yang dimiliki dalam kehidupan nyata. Kegiatan ini sekaligus memperkuat peran mahasiswa PPG sebagai calon guru yang tidak hanya memiliki kompetensi pedagogis, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan lingkungan.

    Projek Kepemimpinan yang dilaksanakan oleh kelompok mahasiswa PPG CAGUR UPY di Desa Koripan diharapkan dapat menjadi langkah kecil yang memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam membangun kesadaran untuk mengelola limbah secara lebih bijak dan kreatif.

    Tim Mahasiswa Penyelenggara:

    Adelia Widyawati, S.Pd, Andika Tri Wijaya, S.Pd, Ervyani Kurnia Rahmah, S.Pd, Fatma Nur Aisyah,S.Pd, Makhrifat, S.Pd, Nadia Nurunnisa, S.Pd, Putri Mahardika, S.Pd, Tria Opika, S.Pd, Wida Dien Ramadhan, S.Pd, Zaidah Nurul Khusna, S.Pd

  • Pendidikan Sejarah UPY Ajak Generasi Muda Membaca Geopolitik dan Masa Depan Indonesia

    Pendidikan Sejarah UPY Ajak Generasi Muda Membaca Geopolitik dan Masa Depan Indonesia

    Memahami masa depan bangsa tidak cukup hanya dengan melihat apa yang sedang terjadi hari ini. Sejarah memberikan pelajaran dari masa lalu, sementara geopolitik membantu membaca perubahan dunia dan posisi Indonesia di dalamnya.

    Semangat tersebut menjadi landasan Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) bersama Lembaga Strategi Inteligensia Indonesia dalam menyelenggarakan Seminar Kebangsaan bertema “Tantangan Geopolitik dan Peluang Masa Depan Indonesia: dalam Perspektif Sejarah dan Pendidikan”, Selasa (14/7/2026), di Auditorium Universitas PGRI Yogyakarta.

    Seminar menjadi ruang akademik untuk mempertemukan perspektif sejarah, pendidikan, geopolitik, dan intelijen dalam membaca dinamika dunia yang semakin kompleks. Kegiatan ini sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga strategis dalam memperkuat wawasan kebangsaan serta menumbuhkan cara pandang yang kritis dan visioner.

    Kegiatan diikuti mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah dan berbagai program studi di lingkungan UPY, dosen, tenaga kependidikan, guru sejarah dan IPS di Daerah Istimewa Yogyakarta, serta masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap sejarah dan isu-isu strategis kebangsaan. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa pembahasan mengenai sejarah dan geopolitik tidak hanya relevan di ruang akademik, tetapi juga dekat dengan kehidupan masyarakat.

    Di tengah persaingan kekuatan besar, dinamika kawasan Indo-Pasifik, disrupsi teknologi, hingga perubahan rantai pasok dan energi, Indonesia menghadapi tantangan yang menuntut ketahanan serta strategi adaptif. Kondisi tersebut membuat kemampuan membaca perubahan global menjadi semakin penting, khususnya bagi generasi muda.

    Seminar menghadirkan tiga narasumber dari latar belakang keilmuan yang beragam.

    Dr. Stepi Anriani, S.IP., M.Si. dari Universitas Indonesia membahas lanskap geopolitik global dan posisi strategis Indonesia dalam menghadapi berbagai perubahan menuju Indonesia Emas 2045.

    Perspektif sosial politik kemudian disampaikan Prof. Dr. Zuly Qodir, M.Ag. dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Ia mengangkat dinamika sosial politik dan berbagai tantangan kebangsaan yang muncul di tengah perubahan global.

    Sementara itu, Dr. Muhammad Iqbal Birsyada, M.Pd. dari Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP UPY membawa peserta melihat kembali sejarah kerajaan-kerajaan Nusantara, seperti Majapahit, Demak, Pajang, dan Mataram, untuk menemukan pelajaran strategis yang masih relevan dalam membaca masa depan Indonesia.

    Pendekatan historis tersebut menjadi salah satu bagian menarik dalam seminar. Sejarah tidak ditempatkan sekadar sebagai catatan masa lalu, tetapi sebagai sumber pembelajaran untuk memahami pentingnya persatuan, visi maritim, diplomasi, serta kewaspadaan terhadap konflik internal.

    Melalui perspektif tersebut, pendidikan sejarah memiliki peran yang semakin penting. Mahasiswa dan generasi muda tidak hanya diajak untuk mengetahui apa yang terjadi di masa lalu, tetapi juga belajar memahami mengapa sesuatu terjadi dan bagaimana pengalaman tersebut dapat menjadi bekal dalam mengambil keputusan untuk masa depan.

    Seminar Kebangsaan ini diharapkan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada peserta mengenai perkembangan geopolitik global dan implikasinya terhadap kepentingan nasional Indonesia. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang refleksi untuk menggali nilai-nilai strategis dari perjalanan sejarah bangsa sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.

    Kolaborasi antara Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP UPY dan Lembaga Strategi Inteligensia Indonesia juga membuka peluang pengembangan kerja sama yang lebih luas dalam bidang akademik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

    Bagi UPY, forum seperti ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pendidikan tinggi yang tidak hanya membekali mahasiswa dengan pengetahuan di ruang kelas, tetapi juga mendorong mereka untuk peka terhadap perubahan, mampu berpikir kritis, memahami sejarah, serta memiliki wawasan kebangsaan yang kuat.

    Sebab, menyiapkan Indonesia menuju 2045 bukan hanya tentang membayangkan masa depan, tetapi juga tentang belajar dari perjalanan bangsa, membaca perubahan zaman, dan menyiapkan generasi yang mampu mengambil peran di dalamnya.

  • Dosen BK UPY Raih Gelar Doktor, Perkuat SDM Akademik Kampus

    Dosen BK UPY Raih Gelar Doktor, Perkuat SDM Akademik Kampus

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali menambah jajaran dosen bergelar doktor. Kali ini, Taufik Agung Pranowo, M.Pd., dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK), resmi menyandang gelar Doktor, menjadi bagian dari langkah berkelanjutan UPY dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia akademik.

    Bertambahnya dosen bergelar doktor menjadi kabar membanggakan bagi sivitas akademika UPY. Capaian tersebut tidak hanya menjadi pencapaian personal bagi Dr. Taufik Agung Pranowo, tetapi juga menjadi energi baru bagi pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya di bidang Bimbingan dan Konseling.

    Sebagai dosen Prodi BK, kehadiran Dr. Taufik diharapkan semakin memperkuat proses pembelajaran sekaligus memperluas pengembangan keilmuan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kompetensi akademik dan pengalaman yang dimiliki menjadi modal penting untuk mendorong lahirnya gagasan, penelitian, serta inovasi layanan Bimbingan dan Konseling yang semakin adaptif terhadap perkembangan zaman.

    Bagi UPY, peningkatan kualifikasi akademik dosen merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem perguruan tinggi yang unggul. Dosen tidak hanya berperan sebagai pengajar di ruang kelas, tetapi juga sebagai penggerak ilmu pengetahuan, peneliti, sekaligus pendamping mahasiswa dalam menyiapkan diri menghadapi tantangan kehidupan dan dunia profesional.

    Capaian Dr. Taufik Agung Pranowo sekaligus menegaskan komitmen UPY untuk terus mendorong dosen meningkatkan kompetensi dan kualifikasi akademiknya. Semakin kuat kapasitas akademik dosen, semakin besar pula peluang UPY menghadirkan pembelajaran yang berkualitas dan berdampak bagi mahasiswa.

    Selamat atas capaian akademik Dr. Taufik Agung Pranowo, M.Pd. Semoga gelar doktor yang diraih menjadi langkah baru untuk terus mengembangkan ilmu, menginspirasi mahasiswa, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan serta masyarakat.

  • Kuliah Perdana Maba UPY: Selamat Datang di Babak Baru Perjalanan Akademik!

    Kuliah Perdana Maba UPY: Selamat Datang di Babak Baru Perjalanan Akademik!

    Setelah melewati rangkaian penerimaan mahasiswa baru dan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), kini saatnya mahasiswa baru Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) memasuki babak yang sesungguhnya: kuliah pertama.

    Jika sebelumnya mahasiswa baru sibuk mencari informasi tentang PKKMB, mengenal lingkungan kampus, berkenalan dengan teman baru, dan memastikan tidak salah masuk ruangan, kini tantangannya sedikit berbeda. Kalender akademik mulai terisi, jadwal kuliah mulai berjalan, dan satu kata yang perlahan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mulai terdengar: tugas.

    Tenang, tidak perlu panik. Semua mahasiswa senior juga pernah mengalami hari pertama kuliah. Ada yang datang terlalu pagi karena takut terlambat, ada yang mencari ruang kelas sambil membuka peta kampus, dan ada pula yang duduk dengan tenang tetapi sebenarnya masih bertanya dalam hati, “Ini nanti dosennya masuk dari pintu yang mana, ya?”

    Itulah warna-warni hari pertama menjadi mahasiswa.

    Memasuki perguruan tinggi berarti memasuki lingkungan belajar yang berbeda. Mahasiswa mulai memiliki ruang yang lebih luas untuk mengatur waktu, menentukan aktivitas, membangun relasi, serta mengembangkan kemampuan sesuai minat dan bidang keilmuan.

    Di ruang kuliah, mahasiswa tidak hanya akan mendapatkan materi dari dosen. Mereka juga akan belajar berdiskusi, menyampaikan pendapat, bekerja dalam kelompok, melakukan penelitian, memecahkan masalah, dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis.

    Karena itu, kuliah pertama bukan sekadar pertemuan awal. Ini adalah kesempatan untuk mulai membangun kebiasaan sebagai mahasiswa.

    Hari pertama kuliah mungkin terasa sedikit canggung. Teman-teman baru belum semuanya dikenal, dosen masih terasa asing, dan lingkungan kampus mungkin belum sepenuhnya familiar.

    Tidak masalah.

    Adaptasi memang membutuhkan waktu. Tidak semua orang langsung merasa nyaman pada hari pertama. Ada yang mudah bergaul, ada yang membutuhkan waktu untuk membuka diri. Keduanya sama-sama wajar.

    Mulailah dari hal sederhana. Sapa teman di sebelah, kenalkan diri, bertanya tentang jadwal kuliah, atau berdiskusi mengenai tugas. Bisa jadi percakapan sederhana tersebut menjadi awal pertemanan yang berlangsung sampai wisuda.

    Dunia perkuliahan juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenali cara belajar yang paling sesuai dengan dirinya.

    Ada mahasiswa yang senang membuat catatan lengkap. Ada yang lebih mudah memahami materi melalui diskusi. Ada pula yang baru bisa fokus belajar ketika suasana sudah benar-benar tenang.

    Tidak perlu memaksakan diri mengikuti gaya belajar orang lain. Yang terpenting adalah menemukan cara yang membuat proses belajar menjadi efektif dan bertanggung jawab.

    Namun satu hal yang perlu diingat: jangan sampai metode belajar berubah menjadi metode menunda belajar.

    Kalimat “Nanti malam saja belajarnya” jika diulang terlalu sering bisa berubah menjadi “Besok saja, kan masih ada waktu.” Tiba-tiba ujian sudah di depan mata.

    Salah satu tantangan terbesar mahasiswa baru adalah mengelola waktu.

    Selain mengikuti perkuliahan, mahasiswa mungkin ingin mengikuti organisasi, komunitas, kegiatan kemahasiswaan, kompetisi, pekerjaan paruh waktu, atau aktivitas lainnya.

    Semua kegiatan tersebut dapat memberikan pengalaman berharga, tetapi tetap perlu disesuaikan dengan kemampuan dan prioritas.

    Mulailah membuat jadwal sederhana. Catat jadwal kuliah, tugas, kegiatan, dan waktu istirahat. Jangan lupa menyisakan waktu untuk diri sendiri.

    Sebab mahasiswa juga manusia. Baterai tubuh dan pikiran tidak bisa di-charge menggunakan kabel USB.

    Kuliah merupakan ruang untuk belajar. Karena itu, mahasiswa tidak perlu takut bertanya ketika belum memahami materi.

    Bertanya bukan tanda bahwa seseorang tidak pintar. Justru keberanian bertanya menunjukkan adanya keinginan untuk memahami sesuatu dengan lebih baik.

    Tetap perhatikan etika ketika berkomunikasi dengan dosen. Gunakan bahasa yang sopan, sampaikan pertanyaan dengan jelas, dan manfaatkan berbagai kanal komunikasi yang telah disediakan oleh kampus.

    Kebiasaan berkomunikasi dengan baik akan menjadi bekal penting, bukan hanya selama kuliah, tetapi juga ketika memasuki dunia profesional.

    Masa menjadi mahasiswa memiliki banyak kesempatan untuk berkembang di luar ruang kelas.

    Mahasiswa dapat mengikuti organisasi kemahasiswaan, komunitas, kegiatan sosial, seminar, pelatihan, kompetisi, maupun berbagai aktivitas positif lainnya.

    Pengalaman tersebut dapat membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim, kreativitas, dan kemampuan memecahkan masalah.

    Namun, bukan berarti harus mengikuti semua kegiatan yang ada. Pilihlah kegiatan yang sesuai dengan minat, tujuan, dan kemampuan mengatur waktu.

    Karena menjadi mahasiswa aktif bukan berarti harus memiliki jadwal sampai penuh sesak. Yang penting adalah aktif, produktif, dan tetap sehat.

    Mahasiswa baru tidak perlu merasa harus langsung berprestasi sejak hari pertama.

    Tidak perlu membandingkan diri dengan teman yang sudah memiliki banyak pengalaman atau kemampuan tertentu. Setiap mahasiswa memiliki titik awal dan perjalanan masing-masing.

    Ada yang cepat menemukan bidang yang disukai, ada yang membutuhkan waktu untuk mencoba berbagai hal. Ada yang langsung aktif berorganisasi, ada pula yang lebih nyaman membangun kemampuan akademik terlebih dahulu.

    Yang penting adalah terus berkembang.

    Hari pertama tidak menentukan seluruh perjalanan kuliah. Yang menentukan adalah konsistensi dalam menjalani prosesnya.

    Segenap pimpinan dan sivitas akademika Universitas PGRI Yogyakarta mengucapkan selamat menjalani kuliah pertama kepada seluruh mahasiswa baru UPY.

    Selamat memasuki ruang-ruang kelas, bertemu dengan dosen, mengenal teman baru, dan memulai perjalanan akademik yang penuh pengalaman.

    Jika hari pertama masih merasa gugup, itu wajar.

    Jika masih bingung mencari ruang kelas, juga wajar.

    Jika belum hafal nama semua teman, tidak masalah.

    Dan jika setelah kuliah pertama langsung mendapatkan tugas, jangan kaget. Itu bukan tanda bahwa kampus sedang terburu-buru—mungkin memang begitulah cara dunia perkuliahan menyambut mahasiswa baru.

    Nikmati prosesnya. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, bangun relasi yang baik, manfaatkan kesempatan untuk berkembang, dan jangan takut mencoba hal-hal baru yang positif.

    Karena beberapa tahun dari sekarang, Anda mungkin akan melihat kembali foto hari pertama kuliah dan tersenyum sambil berkata:

    “Ternyata waktu berjalan cepat. Dulu masih bingung mencari kelas, sekarang sudah sibuk mempersiapkan wisuda.”

    Selamat datang di perjalanan baru.

    Selamat menjalani kuliah pertama, mahasiswa baru UPY!

    Belajar, bertumbuh, berproses, dan berkarya bersama Universitas PGRI Yogyakarta.

  • PKKMB UPY 2026 Tuntas, Bekali Mahasiswa Baru dengan Wawasan, Kepemimpinan, dan Soft Skill

    PKKMB UPY 2026 Tuntas, Bekali Mahasiswa Baru dengan Wawasan, Kepemimpinan, dan Soft Skill

    Rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) Tahun 2026 resmi berakhir pada Sabtu (5/9/2026). Mengusung semangat menyambut mahasiswa baru sebagai bagian dari keluarga besar UPY, rangkaian kegiatan PKKMB berlangsung sejak 1 September 2026 dengan menghadirkan berbagai materi yang dirancang untuk membekali mahasiswa dalam menjalani kehidupan akademik, berorganisasi, hingga mengembangkan potensi diri.

    Rangkaian PKKMB UPY 2026 diawali dengan upacara pembukaan pada Selasa (1/9/2026) yang berlangsung di halaman Kampus 1 UPY. Kegiatan dibuka secara langsung oleh Rektor UPY, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., sekaligus menjadi momentum awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan kampus, nilai-nilai akademik, serta semangat menjadi bagian dari sivitas akademika UPY.

    Usai upacara pembukaan, mahasiswa baru mengikuti sesi materi bertajuk “Generasi Emas Tidak Lahir Begitu Saja: Peran Mahasiswa dan Pendidikan Tinggi dalam Menjaga Masa Depan Indonesia, Kebudayaan, dan Kearifan Lokal.”

    Materi tersebut menghadirkan tiga narasumber, yakni Widihasto Wasana Putra, Ketua Sekber Keistimewaan DIY; Dr. Kaharuddin, M.Hum., dari Sekretariat Wakil Presiden RI; serta Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D., Kepala LLDIKTI Wilayah V Yogyakarta.

    Melalui sesi tersebut, mahasiswa diajak memahami bahwa menjadi generasi masa depan tidak cukup hanya dengan memiliki kecakapan akademik. Mahasiswa juga memiliki peran dalam menjaga identitas budaya, memahami kearifan lokal, serta mengambil bagian dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa.

    Memasuki hari kedua, Rabu (2/9/2026), rangkaian PKKMB dilanjutkan dengan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM-TD). Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal dasar-dasar pengelolaan organisasi sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir strategis.

    Materi pertama, “Konseptualisasi, Perencanaan Strategis, dan Pengembangan Program Kerja Organisasi”, disampaikan oleh Dr. Yanuar Bagas Arwansyah, M.Pd., Wakil Dekan III FKIP UPY.

    Mahasiswa kemudian mendapatkan materi “Administrasi Akademik Modern: Menghubungkan Data, Layanan, dan Inovasi untuk Pengalaman Belajar yang Lebih Baik” yang disampaikan oleh Riry Dwi Frearita, S.M., alumni Program Studi Manajemen UPY.

    Melalui LKMM-TD, mahasiswa tidak hanya diperkenalkan pada aktivitas organisasi, tetapi juga dibekali kemampuan merancang program, mengelola administrasi, bekerja secara sistematis, dan memahami pentingnya kolaborasi dalam mencapai tujuan bersama.

    Hari ketiga, Kamis (3/9/2026), mahasiswa baru mengikuti kegiatan Soft Skill yang dilaksanakan di Auditorium UPY. Sesi ini dirancang untuk membantu mahasiswa mengenali potensi diri sekaligus mempersiapkan kemampuan interpersonal yang dibutuhkan selama menjalani kehidupan perkuliahan maupun ketika memasuki dunia profesional.

    Materi pertama bertajuk “Generasi Apik UPY: Adaptif di Kampus Inklusif dan Unggul dalam Karya” disampaikan oleh Ramdan Harjana, M.Pd., dosen Pendidikan Luar Biasa (PLB) UPY, bersama Agista Cahya Nirmala, S.M., Sukma Yuli Aryanti, M.Pd., dan Wahyu Naufal.

    Materi tersebut mengajak mahasiswa untuk memahami pentingnya kemampuan beradaptasi, membangun lingkungan kampus yang inklusif, serta mengembangkan karya sesuai dengan potensi dan minat masing-masing.

    Sementara itu, materi kedua bertajuk “Lead the Way: Memimpin Diri dan Menemukan Solusi di Era Gen Z – Leadership & Problem Solving” disampaikan oleh Dr. Saptaningsih Sumarmi, S.E., M.M. dan Amalia Nur Utami.

    Melalui materi ini, mahasiswa diajak memahami bahwa kepemimpinan tidak selalu dimulai dari memimpin orang lain. Kepemimpinan juga dimulai dari kemampuan mengelola diri, mengambil keputusan, menghadapi persoalan, serta menemukan solusi secara kreatif dan bertanggung jawab.

    Setelah mengikuti rangkaian pembekalan, mahasiswa baru memperoleh kesempatan untuk mengenal lebih dekat berbagai organisasi kemahasiswaan melalui Expo Organisasi Mahasiswa (Ormawa) yang digelar pada Sabtu (5/9/2026).

    Expo Ormawa menjadi ruang bagi mahasiswa baru untuk melihat secara langsung beragam aktivitas organisasi dan komunitas yang tersedia di lingkungan UPY. Tidak sekadar menjadi ajang pengenalan, kegiatan ini membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk menemukan ruang yang sesuai dengan minat, bakat, dan potensi mereka.

    Organisasi kemahasiswaan menjadi salah satu ruang penting bagi mahasiswa untuk belajar di luar kelas. Melalui kegiatan organisasi, mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama, kreativitas, hingga manajemen kegiatan.

    Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan upacara penutupan PKKMB UPY 2026. Penutupan menjadi penanda berakhirnya masa pengenalan sekaligus awal perjalanan baru mahasiswa sebagai bagian dari keluarga besar Universitas PGRI Yogyakarta.

    PKKMB UPY 2026 dirancang tidak sekadar sebagai kegiatan untuk mengenalkan fasilitas dan lingkungan kampus. Lebih dari itu, rangkaian kegiatan menjadi proses awal untuk membangun karakter mahasiswa agar mampu beradaptasi, berpikir kritis, berorganisasi, berkolaborasi, serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan bangsa.

    Dari wawasan kebangsaan dan kebudayaan, keterampilan manajemen organisasi, pengembangan soft skill, hingga pengenalan berbagai organisasi mahasiswa, setiap rangkaian memberikan bekal yang saling melengkapi bagi mahasiswa baru.

    Dengan berakhirnya PKKMB UPY 2026, perjalanan mahasiswa baru sesungguhnya baru dimulai. Kampus menjadi ruang untuk bertumbuh, mencoba, gagal, belajar, berkarya, dan menemukan versi terbaik dari diri masing-masing.

    Universitas PGRI Yogyakarta berharap seluruh mahasiswa baru dapat menjalani perjalanan akademiknya dengan penuh semangat dan tanggung jawab, sekaligus berani mengambil kesempatan untuk berkembang di berbagai bidang.

    Selamat datang di keluarga besar Universitas PGRI Yogyakarta. Selamat memulai perjalanan, bertumbuh bersama, dan menorehkan karya terbaik untuk masa depan.

  • YP-UPY Serahkan SK Beasiswa Pendidikan kepada Awardee Tahun Ajaran 2026/2027

    YP-UPY Serahkan SK Beasiswa Pendidikan kepada Awardee Tahun Ajaran 2026/2027

    Yogyakarta, 11 September 2026 — Yayasan Pembina Universitas PGRI Yogyakarta (YP-UPY) secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Penerima Beasiswa Pendidikan YP-UPY Tahun Ajaran 2026/2027 kepada delapan mahasiswa. Kegiatan berlangsung di Universitas PGRI Yogyakarta, Jumat (11/9).

    Penyerahan SK menjadi bagian penting dari Program Beasiswa Pendidikan YP-UPY, yang hadir sebagai wujud komitmen yayasan dalam memperluas akses generasi muda terhadap pendidikan tinggi.

    Pada tahun ajaran 2026/2027, beasiswa dibuka melalui tiga kategori:

    • Beasiswa Alumni SMA PGRI se-Indonesia
    • Beasiswa Rekomendasi YP-UPY
    • Beasiswa Internasional Timor Leste

    Program ini memberi kesempatan bagi generasi muda dari berbagai latar belakang untuk menempuh pendidikan di Universitas PGRI Yogyakarta. Selain dukungan pembiayaan, YP-UPY juga ingin mendorong penerima beasiswa mengembangkan potensi diri dan mempersiapkan diri memasuki dunia profesional.

    Ketua Pembina YP-UPY, Armansyah Prasakti, S.H., Sp.N., M.H., menegaskan bahwa program ini merupakan langkah nyata yayasan dalam memperluas akses pendidikan.

    “Ini adalah pertama kalinya YP-UPY menyelenggarakan beasiswa secara langsung. Kami ingin memastikan tidak ada keinginan untuk kuliah yang terhambat karena keterbatasan akses. Karena itu, kami berkomitmen membuka kesempatan seluas-luasnya bagi generasi muda yang ingin melanjutkan pendidikan S1 maupun S2. Semoga para penerima beasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk membangun kompetensi, meraih cita-cita, dan mempersiapkan masa depan.”

    Ketua Pembina YP-UPY menambahkan, penerima beasiswa diharapkan menjalani perkuliahan dengan sungguh-sungguh. Beasiswa ini diharapkan menjadi motivasi untuk berprestasi dan mengembangkan kompetensi sesuai bidang yang ditekuni.

    Penyerahan SK dilakukan langsung oleh pimpinan YP-UPY kepada delapan awardee, menandai dimulainya perjalanan mereka sebagai bagian dari civitas akademika Universitas PGRI Yogyakarta.

    Salah satu penerima beasiswa mengaku bersyukur atas kesempatan yang diberikan.

    “Saya mengucapkan terima kasih kepada UPY dan YP-UPY. Beasiswa ini tentunya sangat meringankan pembiayaan pendidikan saya. Kesempatan ini akan saya manfaatkan sebaik mungkin, salah satunya dengan berusaha lulus tepat waktu,” ujarnya.

    Melalui program ini, YP-UPY berharap semakin banyak generasi muda dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, memperoleh bekal yang memadai untuk memasuki dunia kerja, dan membangun karier sesuai bidang studi yang ditempuh.

    Program Beasiswa Pendidikan YP-UPY diharapkan terus berkembang sebagai kontribusi nyata yayasan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperluas akses pendidikan bagi generasi muda.

    Selamat kepada seluruh Awardee Beasiswa Pendidikan YP-UPY Tahun Ajaran 2026/2027. Semoga kesempatan ini menjadi langkah awal untuk terus belajar, berkembang, meraih cita-cita, dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.