Belajar Sejarah dengan Cara Berbeda, Museum Laboratorium Sejarah UPY Sambut Kunjungan Akademik STIT Al-Khairiyah Cilegon

Written by

in

Museum Laboratorium Sejarah Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali menjadi destinasi pembelajaran yang inspiratif dengan menerima kunjungan akademik dari Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Khairiyah Cilegon, pada Senin, 11 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi akademik sekaligus menghadirkan pengalaman belajar sejarah yang kontekstual, interaktif, dan bermakna bagi mahasiswa.

Kunjungan tersebut tidak sekadar menjadi agenda studi lapangan, tetapi juga menghadirkan ruang dialog mengenai pentingnya museum sebagai media pembelajaran yang mampu menjembatani teori di ruang kuliah dengan pengalaman langsung di lapangan. Melalui pendekatan ini, mahasiswa diajak memahami bahwa sejarah tidak hanya dipelajari melalui buku, tetapi juga melalui jejak-jejak nyata yang masih tersimpan dan terawat hingga saat ini.

Selama kegiatan berlangsung, para mahasiswa memperoleh penjelasan mengenai beragam koleksi yang dimiliki Museum Laboratorium Sejarah UPY. Mulai dari artefak, dokumentasi sejarah, hingga berbagai sumber pembelajaran yang menjadi bagian penting dalam proses pendidikan sejarah.

Setiap koleksi dipaparkan dengan konteks historis yang utuh sehingga peserta dapat memahami hubungan antara peristiwa masa lalu dengan bukti-bukti sejarah yang masih dapat disaksikan saat ini. Pendekatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang lebih konkret sekaligus membantu mahasiswa melihat sejarah sebagai ilmu yang hidup dan dekat dengan kehidupan masyarakat.

Tidak hanya mengenalkan koleksi museum, pengelola juga mengajak peserta berdiskusi mengenai peran museum sebagai media pembelajaran lintas disiplin ilmu, termasuk dalam pendidikan anak usia dini. Diskusi berlangsung hangat dengan membahas bagaimana nilai-nilai sejarah dapat dikenalkan kepada anak sejak usia dini melalui media visual, cerita, benda bersejarah, dan pengalaman belajar yang menyenangkan.

Bagi mahasiswa PAUD, wawasan ini menjadi bekal penting untuk merancang proses pembelajaran yang kreatif sekaligus menanamkan kecintaan terhadap sejarah kepada anak-anak sejak dini. Melalui pendekatan yang sesuai dengan karakteristik peserta didik usia dini, sejarah dapat dikenalkan sebagai bagian dari pembentukan karakter, identitas budaya, dan rasa cinta tanah air.

Suasana kunjungan berlangsung penuh antusiasme. Para mahasiswa tampak aktif mengamati setiap koleksi, mengajukan berbagai pertanyaan, serta berdiskusi langsung dengan pengelola museum mengenai pengelolaan koleksi maupun pemanfaatannya dalam proses pembelajaran.

Interaksi yang terjalin menunjukkan tingginya minat peserta terhadap pembelajaran sejarah yang dikemas secara kontekstual dan aplikatif. Pengalaman belajar di museum memberikan perspektif baru bahwa proses pendidikan akan semakin bermakna ketika mahasiswa dapat melihat, menyentuh, dan memahami langsung objek-objek yang menjadi bagian dari perjalanan sejarah bangsa.

Museum Laboratorium Sejarah UPY terus berkomitmen menjadi ruang edukasi yang terbuka bagi berbagai institusi pendidikan. Kehadirannya tidak hanya mendukung pembelajaran bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah, tetapi juga menjadi laboratorium pembelajaran yang relevan bagi berbagai bidang ilmu, termasuk pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, hingga masyarakat umum.

Melalui kunjungan akademik ini, diharapkan mahasiswa Program Studi PAUD STIT Al-Khairiyah Cilegon memperoleh pengalaman belajar yang inspiratif sekaligus mampu mengembangkan kreativitas dalam merancang pembelajaran sejarah yang menarik, menyenangkan, dan sesuai dengan perkembangan peserta didik.

Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa kolaborasi antarlembaga pendidikan memiliki peran penting dalam memperkaya pengalaman belajar mahasiswa. Dengan membuka ruang pembelajaran di luar kelas, Universitas PGRI Yogyakarta terus mendorong lahirnya calon pendidik yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu menghadirkan pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan berorientasi pada pengembangan karakter peserta didik.