Tempa Jiwa Kepemimpinan di Alam Terbuka, PPG UPY Gelar Kursus Keterampilan Kepramukaan 2026

Written by

in

Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) terus berkomitmen mencetak calon guru yang tidak hanya unggul dalam kompetensi akademik, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan, kemampuan kolaborasi, serta kepedulian sosial. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Kursus Keterampilan Kepramukaan PPG UPY 2026 yang berlangsung di Kebun Buah Mangunan, Bantul.

Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan kompetensi mahasiswa PPG dalam mempersiapkan diri sebagai pendidik profesional yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai kepramukaan ke dalam proses pembelajaran maupun pembinaan karakter peserta didik di lingkungan sekolah.

Mengusung konsep pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning), kursus ini dirancang agar peserta tidak hanya memahami teori kepramukaan, tetapi juga mampu mempraktikkan berbagai keterampilan yang akan dibutuhkan ketika menjalankan tugas sebagai guru sekaligus pembina Pramuka.

Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Guru Universitas PGRI Yogyakarta, Dr. Dhiniaty Gularso, M. Pd, menjelaskan bahwa pendidikan profesi guru tidak cukup hanya berfokus pada penguasaan kompetensi pedagogik dan profesional. Guru masa depan juga dituntut memiliki karakter kuat, kemampuan memimpin, bekerja sama, serta menjadi teladan bagi peserta didik.

“Kepramukaan merupakan salah satu media pendidikan karakter yang sangat efektif. Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar memimpin, berkolaborasi, menyelesaikan masalah, sekaligus menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial yang nantinya dapat diterapkan di sekolah,” jelasnya.

Selama pelaksanaan kegiatan, peserta mengikuti berbagai materi dan praktik yang dirancang secara sistematis. Pelatihan diawali dengan Pelatihan Dasar Kepramukaan, yang memberikan pemahaman mengenai Undang-Undang Gerakan Pramuka, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), prinsip dasar, serta metode kepramukaan sebagai landasan dalam pembinaan peserta didik.

Selanjutnya, peserta mengikuti Pelatihan Kepemimpinan dan Dinamika Kelompok melalui berbagai aktivitas kolaboratif yang melatih kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim, serta pengambilan keputusan dalam berbagai situasi.

Pada sesi Pelatihan Keterampilan Kepramukaan, mahasiswa memperoleh pengalaman praktik mengenai berbagai teknik kepramukaan yang dapat diterapkan dalam kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Berbagai simulasi lapangan memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengasah keterampilan sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dalam memimpin kegiatan.

Materi berikutnya membahas Manajemen Risiko dalam Kegiatan Pramuka, yang membekali mahasiswa dengan kemampuan mengidentifikasi potensi risiko, menyusun langkah mitigasi, serta menerapkan prosedur keselamatan dalam setiap aktivitas luar ruangan.

Sebagai pelengkap pembelajaran karakter, kegiatan juga menghadirkan api unggun dan pentas seni yang menjadi ruang bagi peserta untuk menumbuhkan kreativitas, solidaritas, rasa percaya diri, serta mempererat kebersamaan antarmahasiswa.

Seluruh rangkaian pelatihan menggunakan metode pembelajaran yang menempatkan peserta sebagai subjek aktif. Diskusi, simulasi, praktik lapangan, refleksi kelompok, hingga evaluasi berkelanjutan menjadi bagian dari proses pembelajaran yang diterapkan.

Selain mengikuti pre-test dan post-test, peserta juga memperoleh penilaian melalui observasi praktik serta penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai bentuk evaluasi terhadap kompetensi yang telah dicapai selama pelatihan.

Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga pengalaman nyata yang dapat menjadi bekal ketika menjalankan profesi sebagai guru di masa depan.

Kursus Keterampilan Kepramukaan ini memberikan berbagai manfaat strategis bagi mahasiswa PPG. Di antaranya meningkatkan kemampuan mengelola kegiatan ekstrakurikuler Pramuka, memperkuat kompetensi kepemimpinan, menanamkan karakter disiplin dan tanggung jawab, meningkatkan kemampuan komunikasi dan kolaborasi, serta memperdalam pemahaman mengenai pendidikan karakter berbasis nilai-nilai kepramukaan.

Bekal tersebut diharapkan mampu melahirkan lulusan PPG yang tidak hanya kompeten dalam aspek pedagogik dan profesional, tetapi juga mampu menjadi pembina Pramuka yang inspiratif dan teladan dalam membentuk karakter peserta didik.

Dr. Dhiniaty Gularso, M. Pd, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini sebagai bagian dari komitmen universitas dalam menyiapkan guru yang adaptif terhadap tantangan pendidikan masa depan.

“Guru memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa. Melalui Kursus Keterampilan Kepramukaan ini, kami berharap mahasiswa PPG tidak hanya menjadi pendidik yang menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi sosok yang mampu menginspirasi, membimbing, dan menanamkan nilai-nilai karakter kepada peserta didik,” ungkapnya.

Melalui penyelenggaraan Kursus Keterampilan Kepramukaan PPG UPY 2026, Universitas PGRI Yogyakarta kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan profesi guru yang holistik. Dengan memadukan penguatan kompetensi akademik, kepemimpinan, dan pendidikan karakter, UPY terus berupaya mencetak guru profesional yang siap menjawab tantangan dunia pendidikan sekaligus menjadi agen perubahan bagi kemajuan bangsa.