Category: Berita Utama

  • UPY dan University of Gwadar Pakistan Perkuat Jejaring Global melalui Penandatanganan MoU

    UPY dan University of Gwadar Pakistan Perkuat Jejaring Global melalui Penandatanganan MoU

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali memperkuat langkah internasionalisasinya melalui kunjungan akademik sekaligus penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama University of Gwadar, Pakistan, Rabu (29/7/2026). Kegiatan berlangsung di Ruang Sidang Rektorat Lantai 2, Kampus 1 UPY, dalam suasana hangat dan penuh keakraban.

    Kerja sama ini menjadi langkah strategis bagi UPY dan University of Gwadar dalam membangun hubungan kelembagaan yang lebih erat sekaligus membuka peluang kolaborasi di berbagai bidang. Tidak sekadar menjadi dokumen kerja sama, MoU tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi lahirnya program-program akademik yang konkret dan memberikan manfaat bagi kedua institusi.

    Kegiatan dihadiri Kepala Kantor Urusan Kerja Sama (KUK) UPY, Dr. Wahyudi, M.Ed., beserta jajaran, serta Kepala Program Magister Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (PIPS) UPY, Dr. Victor Novianto, M.Hum. Dari pihak UPY, kegiatan turut menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring kerja sama internasional dan memperkuat peran universitas dalam membangun kemitraan global.

    Acara diawali dengan pembukaan oleh Kepala Divisi Kerja Sama Luar Negeri UPY, Taufik Muhtarom, M.Pd., Ph.D. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Kepala KUK UPY, Dr. Wahyudi, M.Ed., yang mewakili pimpinan universitas. Kemudian dilanjutkan sambutan dari perwakilan University of Gwadar, Pakistan.

    Dalam sambutannya, kedua pihak menegaskan pentingnya membangun kerja sama internasional yang tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi dapat diterjemahkan menjadi berbagai kegiatan akademik yang berkelanjutan.

    Prosesi penandatanganan MoU menjadi salah satu agenda utama kegiatan. Penandatanganan tersebut menandai dimulainya hubungan kerja sama resmi antara UPY dan University of Gwadar sekaligus menjadi landasan bagi pengembangan berbagai program bersama.

    Usai penandatanganan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi mengenai potensi implementasi kerja sama. Sejumlah peluang yang dibahas antara lain pertukaran mahasiswa dan dosen, penelitian bersama, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan berbagai program internasional.

    Diskusi berlangsung dinamis dengan semangat untuk menemukan ruang kolaborasi yang dapat segera diwujudkan. Pertukaran gagasan tersebut juga menjadi kesempatan bagi kedua institusi untuk saling mengenal potensi, kebutuhan, dan kekuatan masing-masing.

    Bagi UPY, kerja sama dengan University of Gwadar menjadi bagian dari komitmen untuk terus memperluas jejaring akademik lintas negara. Kolaborasi internasional diharapkan dapat memberikan pengalaman baru bagi sivitas akademika sekaligus membuka kesempatan untuk belajar, berbagi pengetahuan, dan menghasilkan karya bersama dengan mitra dari berbagai belahan dunia.

    Kegiatan kunjungan dan penandatanganan MoU ini berlangsung dengan lancar dan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama. Suasana keakraban yang terbangun sepanjang kegiatan menunjukkan bahwa kerja sama akademik dapat tumbuh dari komunikasi yang terbuka dan semangat untuk saling menguatkan.

    Melalui kerja sama tersebut, UPY dan University of Gwadar diharapkan dapat segera mengembangkan berbagai program kolaboratif yang berdampak bagi sivitas akademika maupun masyarakat. Tidak hanya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, kemitraan ini juga diharapkan dapat memperkuat program internasionalisasi kedua perguruan tinggi.

    Bagi UPY, setiap kerja sama internasional bukan sekadar menambah daftar mitra, tetapi menjadi kesempatan untuk menghubungkan gagasan, memperluas pengalaman, dan menciptakan ruang belajar yang melampaui batas negara.

    Dengan semangat tersebut, UPY terus berkomitmen membangun jejaring global yang produktif dan berkelanjutan, sekaligus menghadirkan semakin banyak peluang bagi mahasiswa dan dosen untuk tumbuh sebagai bagian dari komunitas akademik dunia.

  • PKKMB di Depan Mata: Saatnya Mahasiswa Baru UPY Memulai Cerita

    PKKMB di Depan Mata: Saatnya Mahasiswa Baru UPY Memulai Cerita

    Menjadi mahasiswa baru merupakan salah satu fase yang penuh cerita. Setelah melewati masa sekolah, proses penerimaan mahasiswa, dan berbagai urusan administrasi, kini saatnya memasuki lingkungan baru sebagai bagian dari keluarga besar perguruan tinggi.

    Bagi mahasiswa baru Universitas PGRI Yogyakarta, salah satu kegiatan yang akan menjadi pengalaman awal di lingkungan kampus adalah Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).

    Bagi sebagian mahasiswa, PKKMB mungkin terdengar seperti kegiatan yang penuh dengan jadwal, pengarahan, perkenalan, dan aktivitas bersama. Bagi sebagian lainnya, mungkin muncul pertanyaan sederhana: “Harus bawa apa, ya?”, “Nanti duduk sama siapa?”, atau bahkan pertanyaan yang sangat manusiawi, “Kalau belum punya teman bagaimana?”

    Tenang. Hampir semua mahasiswa baru pernah berada pada fase yang sama.

    Jangan Hanya Siapkan Atribut, Siapkan Mental Juga

    Menjelang PKKMB, mahasiswa baru biasanya mulai sibuk mempersiapkan berbagai kebutuhan. Mulai dari pakaian, perlengkapan yang ditentukan panitia, alat tulis, identitas, hingga berbagai kebutuhan pribadi selama mengikuti kegiatan.

    Namun, ada satu persiapan yang tidak kalah penting dan tidak perlu dimasukkan ke dalam tas, yaitu kesiapan mental.

    Memasuki perguruan tinggi berarti memasuki lingkungan belajar yang berbeda. Mahasiswa akan bertemu dengan teman-teman dari berbagai daerah, latar belakang, karakter, dan pengalaman. Karena itu, penting untuk datang dengan pikiran terbuka dan kesiapan untuk beradaptasi.

    Tidak perlu khawatir jika belum mengenal siapa pun. Justru PKKMB dapat menjadi salah satu kesempatan pertama untuk berkenalan dan membangun pertemanan baru.

    Siapa tahu, teman yang awalnya hanya diajak bertanya, “Kamu dari prodi mana?”, beberapa tahun kemudian justru menjadi partner mengerjakan tugas, teman berdiskusi, bahkan teman seperjuangan menghadapi skripsi.

    Kenali Kampus, Bukan Sekadar Hafal Gedung

    Mahasiswa baru juga perlu mulai mengenal lingkungan kampus. Tidak harus langsung hafal seluruh ruangan seperti petugas navigasi.

    Cukup mulai dengan mengetahui lokasi penting seperti ruang perkuliahan, perpustakaan, fasilitas akademik, tempat layanan mahasiswa, ruang organisasi, hingga fasilitas umum yang tersedia di lingkungan kampus.

    Mengenal lingkungan kampus akan membantu mahasiswa beradaptasi lebih cepat ketika perkuliahan dimulai.

    Selain mengenal tempat, mahasiswa juga perlu memahami bahwa kampus memiliki berbagai aturan dan budaya akademik. Mulai dari etika berkomunikasi dengan dosen, kedisiplinan mengikuti perkuliahan, penggunaan fasilitas kampus, hingga tata cara menyampaikan pendapat secara baik dan bertanggung jawab.

    Mulai Belajar Menjadi Mahasiswa

    Perbedaan antara siswa dan mahasiswa bukan sekadar perubahan sebutan. Di perguruan tinggi, mahasiswa memiliki ruang yang lebih luas untuk mengembangkan diri sekaligus tanggung jawab yang lebih besar terhadap proses belajarnya.

    Mahasiswa dituntut lebih mandiri dalam mencari informasi, mengatur waktu, menyelesaikan tugas, serta mengambil keputusan.

    Jika di sekolah dulu mungkin ada yang rajin mengingatkan, “Jangan lupa mengerjakan PR,” di perguruan tinggi alarm utamanya adalah diri sendiri.

    Karena itu, sejak awal mahasiswa baru perlu mulai membangun kebiasaan positif. Belajar mengatur jadwal, mencatat agenda penting, menjaga komunikasi, dan tidak menunda pekerjaan dapat menjadi kebiasaan sederhana yang sangat membantu selama menjalani kehidupan perkuliahan.

    Jangan Takut Bertanya

    Salah satu hal yang sering dialami mahasiswa baru adalah rasa sungkan untuk bertanya. Takut dianggap tidak tahu, takut salah, atau takut pertanyaannya terlalu sederhana.

    Padahal, bertanya merupakan bagian penting dari proses belajar.

    Jika belum memahami informasi selama PKKMB, jangan ragu bertanya kepada panitia, dosen, tenaga kependidikan, maupun teman. Tidak ada salahnya bertanya tentang hal yang belum dipahami.

    Daripada diam-diam bingung lalu tersesat mencari ruangan, lebih baik bertanya. Kampus memang tempat untuk belajar, bukan tempat untuk menguji kemampuan membaca pikiran.

    Gunakan PKKMB untuk Membangun Relasi

    PKKMB bukan hanya tentang mengikuti rangkaian kegiatan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk membangun relasi.

    Mahasiswa baru dapat mulai mengenal teman satu program studi, mahasiswa dari fakultas lain, organisasi kemahasiswaan, komunitas, maupun berbagai kegiatan yang tersedia di kampus.

    Relasi yang dibangun sejak awal dapat memberikan banyak manfaat selama masa studi. Teman dapat menjadi tempat bertukar informasi, berdiskusi, bekerja sama dalam tugas, hingga saling memberikan dukungan ketika menghadapi tantangan perkuliahan.

    Namun, tidak perlu memaksakan diri untuk langsung memiliki banyak teman. Bangun hubungan secara alami dan tetap menjadi diri sendiri.

    Jangan Lupa Jaga Kondisi Tubuh

    Persiapan PKKMB juga perlu memperhatikan kesehatan. Pastikan tubuh mendapatkan istirahat yang cukup, mengonsumsi makanan dan minuman yang baik, serta mempersiapkan kebutuhan pribadi sesuai ketentuan kegiatan.

    Semangat boleh tinggi, tetapi tubuh juga punya batas.

    Jangan sampai hari pertama menjadi mahasiswa baru justru diawali dengan kurang tidur karena sibuk mempersiapkan segala sesuatu hingga larut malam. Apalagi jika penyebabnya adalah memilih foto profil grup angkatan selama dua jam.

    Persiapan yang baik justru membuat mahasiswa dapat mengikuti kegiatan dengan lebih nyaman dan maksimal.

    Jadikan PKKMB sebagai Langkah Pertama

    PKKMB merupakan salah satu langkah awal mahasiswa dalam mengenal kehidupan perguruan tinggi. Setelah kegiatan selesai, perjalanan sesungguhnya sebagai mahasiswa baru akan dimulai.

    Akan ada ruang kuliah, tugas, praktikum, organisasi, kegiatan kemahasiswaan, penelitian, hingga berbagai pengalaman yang akan membentuk perjalanan selama berada di kampus.

    Tidak perlu terburu-buru ingin menjadi mahasiswa yang paling aktif, paling berprestasi, atau paling dikenal. Nikmati prosesnya. Temukan minat, kembangkan kemampuan, dan jangan takut mencoba hal-hal baru yang positif.

    Setiap mahasiswa memiliki perjalanan masing-masing.

    Selamat Datang, Mahasiswa Baru UPY!

    Universitas PGRI Yogyakarta menyambut para mahasiswa baru dengan semangat kebersamaan dan optimisme. PKKMB diharapkan menjadi pintu awal bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan akademik, membangun relasi, mengembangkan karakter, serta mempersiapkan diri menjadi bagian dari masyarakat akademik yang aktif dan bertanggung jawab.

    Untuk mahasiswa baru UPY, tidak perlu terlalu banyak khawatir.

    Kalau belum hafal nama gedung, masih wajar. Kalau belum punya teman, nanti akan bertemu. Kalau masih bingung dengan dunia perkuliahan, memang begitulah proses awalnya.

    Yang penting, datang dengan pikiran terbuka, semangat belajar, sikap positif, dan keberanian untuk mencoba.

    Karena perjalanan sebagai mahasiswa bukan tentang siapa yang paling cepat beradaptasi, tetapi tentang bagaimana setiap individu terus belajar, berkembang, dan menemukan versi terbaik dari dirinya.

    Selamat datang di Universitas PGRI Yogyakarta. Selamat mengikuti PKKMB, mahasiswa baru!

    Kampus baru, teman baru, pengalaman baru. Semoga langkah pertama ini menjadi awal dari perjalanan yang penuh prestasi, inspirasi, dan cerita yang akan selalu dikenang.

  • UPY Tambah Dosen Bergelar Doktor, Dr. Ahmad Riyadi Perkuat Pengembangan Akademik dan Transformasi Digital

    UPY Tambah Dosen Bergelar Doktor, Dr. Ahmad Riyadi Perkuat Pengembangan Akademik dan Transformasi Digital

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali mencatatkan perkembangan positif dalam penguatan sumber daya manusia akademik. Komitmen tersebut ditandai dengan bertambahnya dosen bergelar doktor di lingkungan UPY, yakni Dr. Ahmad Riyadi, M.Kom., yang saat ini dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Rektor I UPY sekaligus dosen pada Program Studi Informatika.

    Penambahan dosen bergelar doktor ini menjadi bagian penting dari upaya UPY untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya dalam mendukung pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Kehadiran akademisi dengan kualifikasi doktor diharapkan semakin memperkuat atmosfer akademik, pengembangan keilmuan, penelitian, serta inovasi di lingkungan universitas.

    Sebagai akademisi di bidang komputer dan informatika, Dr. Ahmad Riyadi memiliki peran strategis dalam mendorong pengembangan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Kompetensi tersebut juga menjadi relevan dengan kebutuhan perguruan tinggi dalam menghadapi transformasi digital dan perubahan dunia pendidikan yang berlangsung semakin dinamis.

    Dalam kapasitasnya sebagai Wakil Rektor I, Dr. Ahmad Riyadi turut berperan dalam penguatan bidang akademik UPY. Kehadiran sosok pimpinan yang sekaligus aktif sebagai dosen menjadi modal penting untuk membangun kebijakan akademik yang tidak hanya berorientasi pada tata kelola, tetapi juga dekat dengan kebutuhan pembelajaran, penelitian, dan pengembangan kompetensi mahasiswa.

    Bertambahnya dosen bergelar doktor di lingkungan UPY juga menunjukkan keseriusan universitas dalam membangun budaya akademik yang semakin kuat. Peningkatan kualifikasi akademik dosen tidak semata-mata menjadi pencapaian individual, tetapi diharapkan memberikan dampak lebih luas terhadap peningkatan mutu pendidikan dan layanan akademik bagi mahasiswa.

    Bagi mahasiswa Program Studi Informatika, kehadiran Dr. Ahmad Riyadi menjadi tambahan energi dalam pengembangan wawasan dan kompetensi di bidang teknologi informasi. Perkembangan teknologi yang begitu cepat menuntut mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu berpikir kritis, kreatif, adaptif, dan mampu menerapkan ilmu untuk menjawab berbagai persoalan di masyarakat.

    UPY meyakini bahwa kualitas perguruan tinggi tidak hanya dibangun melalui sarana dan teknologi, tetapi juga melalui kualitas manusia yang berada di dalamnya. Dosen merupakan salah satu fondasi utama dalam menciptakan proses pendidikan yang bermutu sekaligus membangun ekosistem akademik yang mendorong mahasiswa untuk terus belajar dan berkembang.

    Dengan bertambahnya dosen bergelar doktor, UPY optimistis langkah penguatan kualitas sumber daya manusia akademik akan terus berlanjut. Capaian ini sekaligus menjadi dorongan bagi seluruh sivitas akademika untuk menjadikan pengembangan kompetensi sebagai bagian dari perjalanan bersama menuju universitas yang semakin unggul, inovatif, dan berdaya saing.

    Selamat dan sukses kepada Dr. Ahmad Riyadi, M.Kom. Semoga capaian akademik ini semakin memperkuat kontribusi dan pengabdian bagi Universitas PGRI Yogyakarta serta memberikan manfaat bagi kemajuan pendidikan, teknologi, dan masyarakat.

  • Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 2026: Meneladani Akhlak Mulia di Tengah Perubahan Zaman

    Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 2026: Meneladani Akhlak Mulia di Tengah Perubahan Zaman

    Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW sekaligus merefleksikan kembali keteladanan beliau dalam menjalani kehidupan. Peringatan Maulid Nabi bukan sekadar mengenang sebuah peristiwa sejarah, tetapi menjadi kesempatan untuk menumbuhkan kembali semangat meneladani akhlak, sikap, dan nilai-nilai kemanusiaan yang diajarkan Rasulullah SAW.

    Di tengah kehidupan modern yang terus mengalami perubahan, nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW tetap relevan. Kejujuran, kesabaran, kasih sayang, tanggung jawab, kepedulian terhadap sesama, serta sikap menghargai perbedaan merupakan nilai yang dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk di lingkungan perguruan tinggi.

    Peringatan Maulid Nabi dapat menjadi ruang refleksi bagi setiap individu. Kehidupan yang semakin cepat terkadang membuat manusia terlalu sibuk mengejar berbagai pencapaian hingga lupa untuk memperhatikan kualitas diri dan hubungan dengan orang lain.

    Rasulullah SAW memberikan contoh bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari apa yang dimiliki, tetapi juga dari bagaimana seseorang memberikan manfaat bagi orang lain.

    Bagi mahasiswa, keteladanan tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai hal sederhana. Belajar dengan sungguh-sungguh, menghormati dosen dan tenaga kependidikan, menjaga hubungan baik dengan teman, menghindari tindakan yang merugikan orang lain, serta menggunakan ilmu untuk memberikan manfaat merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai tersebut dalam kehidupan kampus.

    Era digital menghadirkan tantangan tersendiri bagi generasi muda. Media sosial memungkinkan seseorang berkomunikasi dengan siapa saja dan menyampaikan pendapat secara cepat. Namun, kemudahan tersebut juga membutuhkan kebijaksanaan dan tanggung jawab.

    Keteladanan Rasulullah SAW tentang menjaga lisan dan memperlakukan orang lain dengan baik dapat diterapkan dalam kehidupan digital. Sebelum memberikan komentar, membagikan informasi, atau merespons suatu persoalan, penting untuk mempertimbangkan dampaknya terhadap orang lain.

    Menjadi generasi yang religius bukan berarti menjauh dari perkembangan teknologi. Justru nilai-nilai agama dapat menjadi pedoman agar teknologi digunakan untuk hal-hal yang positif dan bermanfaat.

    Media sosial dapat menjadi ruang untuk berbagi pengetahuan, menyebarkan inspirasi, mempererat silaturahmi, serta menghadirkan pesan-pesan kebaikan.

    Lingkungan perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh pengetahuan akademik. Kampus juga menjadi ruang pembentukan karakter dan kepribadian mahasiswa.

    Dalam konteks tersebut, semangat Maulid Nabi dapat menjadi pengingat bahwa kecerdasan intelektual perlu berjalan beriringan dengan kecerdasan emosional dan moral. Ilmu yang tinggi akan semakin bermakna ketika disertai integritas, kepedulian, dan akhlak yang baik.

    Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa memiliki posisi strategis untuk membawa perubahan positif. Mereka tidak hanya dituntut memiliki kompetensi sesuai bidang keilmuan, tetapi juga mampu menjadi pribadi yang memiliki kepedulian sosial dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

    Meneladani Rasulullah SAW tidak selalu harus melalui tindakan besar. Kebaikan dapat dimulai dari lingkungan terdekat.

    Membantu teman yang mengalami kesulitan, menghargai pendapat yang berbeda, menjaga kebersihan lingkungan kampus, bersikap jujur dalam mengerjakan tugas, hingga memberikan semangat kepada orang lain merupakan contoh sederhana yang dapat dilakukan setiap hari.

    Kebaikan yang dilakukan secara konsisten akan membentuk budaya positif. Dari lingkungan kampus, nilai tersebut diharapkan dapat terbawa ke masyarakat dan kehidupan profesional setelah mahasiswa menyelesaikan pendidikan.

    Indonesia merupakan bangsa yang memiliki keberagaman agama, suku, budaya, dan latar belakang. Dalam kondisi tersebut, semangat persaudaraan dan saling menghormati menjadi bagian penting dalam menjaga kehidupan yang harmonis.

    Keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam membangun kehidupan masyarakat yang menjunjung keadilan, persaudaraan, dan penghormatan terhadap sesama menjadi nilai yang relevan untuk terus dihidupkan.

    Peringatan Maulid Nabi dapat menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian, mempererat silaturahmi, dan membangun lingkungan yang lebih damai, baik di dalam maupun di luar kampus.

    Universitas PGRI Yogyakarta terus mendorong lahirnya generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.

    Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu momentum untuk mengingat kembali bahwa pendidikan pada akhirnya bukan hanya tentang seberapa tinggi ilmu yang diperoleh, tetapi juga tentang seberapa besar ilmu tersebut dapat memberikan manfaat bagi kehidupan.

    Semangat meneladani Rasulullah SAW dapat dimulai dari langkah sederhana: memperbaiki diri, menjaga ucapan, menghargai sesama, jujur dalam setiap tindakan, serta terus berusaha memberikan manfaat di mana pun berada.

    Segenap pimpinan dan sivitas akademika Universitas PGRI Yogyakarta mengucapkan:

    Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H / 2026

    Mari meneladani akhlak Rasulullah SAW dengan menghadirkan kejujuran, kasih sayang, kepedulian, dan kebaikan dalam setiap langkah kehidupan.

    Semoga peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum untuk memperkuat iman, memperbaiki akhlak, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan semangat untuk terus memberikan manfaat bagi sesama.

    Meneladani Rasulullah, menumbuhkan kebaikan, membangun generasi berakhlak dan berkemajuan.

  • UPY Hadiri Launching Pendidikan Khas Kejogjaan, Perkuat Komitmen Pendidikan Berbasis Nilai Budaya Yogyakarta

    UPY Hadiri Launching Pendidikan Khas Kejogjaan, Perkuat Komitmen Pendidikan Berbasis Nilai Budaya Yogyakarta

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) turut menghadiri peluncuran Pendidikan Khas Kejogjaan (PKJ) di Perguruan Tinggi yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berkolaborasi dengan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V dan Dewan Pendidikan DIY, Kamis (20/8/2026), di Ruang Sidang Utama Rektorat UNY.

    UPY dalam kegiatan tersebut diwakili oleh Wakil Rektor I, Dr. Ahmad Riyadi, M.Kom. Kegiatan yang diluncurkan oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan sekaligus memperkuat implementasi nilai-nilai budaya Yogyakarta dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi.

    Kegiatan ini diikuti 244 peserta dari 123 perguruan tinggi di DIY. Peserta berasal dari berbagai perguruan tinggi, baik PTN maupun PTS di bawah Kemdiktisaintek, perguruan tinggi di bawah Kementerian Agama, maupun perguruan tinggi kementerian/lembaga lainnya. Setiap perguruan tinggi mengirimkan dua perwakilan, yakni pimpinan perguruan tinggi dan satu pendamping dari bidang akademik atau dosen yang memiliki keterkaitan dengan Pendidikan Khas Kejogjaan.

    Kepala LLDIKTI Wilayah V DIY, Prof. Setyabudi Indartono, menyampaikan bahwa Byawara PKJ memiliki tiga tujuan utama. Pertama, memperkenalkan Pendidikan Khas Kejogjaan yang berlandaskan budaya Ngayogyakarta Hadiningrat dan konsep Widya Saka Tunggal. Kedua, membahas kiprah serta implementasinya di perguruan tinggi. Ketiga, menanamkan nilai-nilai PKJ kepada pimpinan, dosen, dan mahasiswa.

    Menurutnya, implementasi PKJ diarahkan untuk membentuk Jalma Kang Utama yang memiliki jiwa Satriya Ngayogyakarta, dengan nilai sawiji, greget, sengguh, ora mingkuh sebagai karakter utama dalam menjalankan kehidupan dan pengabdian.

    Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Dr. Brian Yuliarto turut memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Byawara PKJ. Ia menilai nilai-nilai luhur Yogyakarta, seperti mangayu hayuning bawana, sawiji, greget, sengguh, ora mingkuh, dan golong gilig, tetap relevan dalam membentuk generasi yang unggul secara keilmuan sekaligus memiliki karakter dan integritas.

    Pendidikan tinggi, menurutnya, tidak hanya memiliki tanggung jawab menghasilkan lulusan yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga membentuk pribadi yang peka terhadap persoalan sosial serta memahami akar budaya yang menjadi bagian dari identitasnya.

    Ia berharap Byawara PKJ tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi dapat melahirkan langkah konkret dan model integrasi nilai-nilai Kejogjaan dalam pembelajaran maupun pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.

    Pandangan tersebut sejalan dengan yang disampaikan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Dalam sambutannya, Sri Sultan menegaskan bahwa Pendidikan Khas Kejogjaan perlu mampu memperpendek jarak antara ilmu yang dipelajari di perguruan tinggi dengan kehidupan nyata masyarakat.

    Pendidikan, menurut Sri Sultan, tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang cakap secara teknis. Lebih dari itu, pendidikan harus membentuk manusia yang mampu memahami dampak dari ilmu yang dimilikinya, menentukan arah, serta bertanggung jawab terhadap pilihan yang diambil.

    Karena itu, nilai-nilai Kejogjaan perlu diwujudkan dalam laku nyata melalui pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun budaya kelembagaan perguruan tinggi. Keraton dipandang sebagai horizon nilai, kampus sebagai pusat daya kritis berbasis pengetahuan, sementara kampung menjadi ruang kenyataan hidup tempat ilmu dan nilai tersebut diuji serta diimplementasikan.

    Ketua Dewan Pendidikan DIY, Prof. Dr. Sutrisno Wibawa, menambahkan bahwa Pendidikan Khas Kejogjaan diarahkan untuk membentuk Jalma Kang Utama dalam konteks modern dan futuristik. Sosok tersebut diharapkan menjadi insan yang cerdas dan unggul tanpa kehilangan jati diri serta akar budayanya.

    Nilai-nilai tersebut tercermin melalui sikap toleran, adil, cinta tanah air, berpikiran lurus, serta memiliki orientasi pada kemaslahatan bangsa dan masyarakat. Pada akhirnya, seluruh nilai tersebut bermuara pada filosofi Hamemayu Hayuning Bawana, yakni menjaga harmoni antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan.

    Bagi UPY, keikutsertaan dalam Byawara PKJ menjadi bagian dari upaya memperkuat wawasan dan komitmen perguruan tinggi terhadap pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan kompetensi akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kepribadian yang berakar pada nilai budaya.

    Nilai-nilai budaya lokal memiliki ruang yang penting dalam membangun pendidikan tinggi yang relevan dengan perkembangan zaman. Integrasi tersebut diharapkan dapat berjalan secara kontekstual melalui proses pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kehidupan akademik sehari-hari.

    Melalui forum bersama ini, perguruan tinggi di DIY diharapkan dapat membangun pemahaman dan praktik yang lebih konkret dalam menghidupkan Pendidikan Khas Kejogjaan. Bukan sekadar mengenalkan budaya Yogyakarta, tetapi menjadikannya sebagai nilai yang hadir dalam cara berpikir, bersikap, berkarya, dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.

    Keikutsertaan UPY dalam kegiatan tersebut sekaligus menegaskan komitmen universitas untuk terus berkontribusi dalam membangun pendidikan tinggi yang unggul secara akademik, berkarakter, berakar pada budaya, serta adaptif menghadapi tantangan masa depan.

  • JAPAN EDUCATION FAIR 2027

    JAPAN EDUCATION FAIR 2027

    🇯🇵✨ UNTUK KAMU, PARA SISWA & MAHASISWA YANG PUNYA RENCANA KE JEPANG!

    Punya impian untuk kuliah, belajar, atau membangun karier di Jepang?
    Yuk, cari tahu gimana caranya bisa sampai ke sana! 🎓✈️

    ✨ JAPAN EDUCATION FAIR 2027 ✨

    Temukan berbagai informasi tentang:
    🎓 Study in Japan
    💰 Beasiswa
    🏫 Japanese Language Courses
    💼 Vocational & University Courses
    ✈️ Peluang pendidikan dan karier di Jepang

    📍 Universitas PGRI Yogyakarta
    🗓️ Minggu, 24 Januari 2027
    ⏰ 10.00–14.00 WIB

    🎁 Datang dan dapatkan E-Certificate!

    Jangan cuma jadi Japan dream — mulai cari tahu jalannya dari sekarang. 🇯🇵✨

    FREE REGISTRATION!
    Scan QR Code pada poster dan sampai jumpa di Japan Education Fair 2027!

  • Accounting Festival #3: Merayakan 29 Tahun Prodi Akuntansi UPY, Dari Mimpi Mahasiswa Menuju Inspirasi Dunia Profesional

    Accounting Festival #3: Merayakan 29 Tahun Prodi Akuntansi UPY, Dari Mimpi Mahasiswa Menuju Inspirasi Dunia Profesional

    Program Studi Akuntansi Fakultas Bisnis dan Hukum (FBH) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali menggelar Accounting Festival (AccFest) #3 sebagai bagian dari peringatan Dies Natalis ke-29 Program Studi Akuntansi. Mengusung tema “Dulu Bermimpi, Kini Menginspirasi: Perjalanan dari Mahasiswa Akuntansi Menuju Dunia Profesional”, kegiatan ini menjadi momentum refleksi sekaligus inspirasi bagi sivitas akademika untuk terus berkembang dan berkontribusi di dunia profesional.

    Accounting Festival #3 dihadiri oleh Dekan Fakultas Bisnis dan Hukum, jajaran dosen, mahasiswa, staf Program Studi Akuntansi, serta alumni. Tidak hanya menjadi ajang perayaan, kegiatan ini juga menghadirkan ruang berbagi pengalaman melalui Accounting Talkshow 2026, yang mempertemukan mahasiswa dengan alumni sukses sebagai bekal menghadapi tantangan dunia kerja.

    Rangkaian acara diawali dengan sesi talkshow yang menghadirkan salah satu alumni terbaik Program Studi Akuntansi UPY, Adviant Novita, S.Ak. Dalam pemaparannya, ia berbagi kisah perjalanan karier sekaligus menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam organisasi selama masa perkuliahan.

    Menurutnya, pengalaman berorganisasi tidak hanya melatih kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan kerja sama tim, tetapi juga menjadi modal penting ketika memasuki dunia profesional. Aktivitas organisasi memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar mengelola tanggung jawab, membangun relasi, serta meningkatkan kepercayaan diri yang sangat dibutuhkan di lingkungan kerja.

    Suasana talkshow berlangsung interaktif. Mahasiswa antusias memanfaatkan kesempatan untuk berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai tantangan memasuki dunia kerja, strategi mengembangkan karier, hingga cara mempersiapkan diri agar mampu bersaing di era yang semakin kompetitif.

    Setelah sesi inspiratif tersebut, rangkaian acara dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh salah satu mahasiswa Program Studi Akuntansi. Doa dipanjatkan sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus harapan agar Program Studi Akuntansi UPY senantiasa berkembang, mencetak lulusan berkualitas, serta memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan dan profesi akuntansi.

    Momen penuh makna kemudian dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Kepala Program Studi Akuntansi, Ningrum Pramudiati, S.E., M.Si., Ak., CA. Potongan tumpeng diserahkan kepada Hari Purnama, S.E., M.M. sebagai perwakilan dosen, Yoga Dwi Santoso sebagai perwakilan Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi (HMP-AKT UPY), serta salah satu mahasiswa sebagai simbol kebersamaan dan sinergi seluruh keluarga besar Program Studi Akuntansi.

    Prosesi tersebut menjadi simbol rasa syukur atas perjalanan panjang Program Studi Akuntansi selama 29 tahun dalam menghasilkan lulusan yang kompeten, profesional, dan berintegritas.

    Sebagai bentuk apresiasi terhadap perjalanan Program Studi Akuntansi, kegiatan dilanjutkan dengan penayangan Video Harapan yang berisi pesan dan doa dari Dekan, dosen, serta mahasiswa. Melalui video tersebut, seluruh sivitas akademika menyampaikan harapan agar Program Studi Akuntansi terus berkembang menjadi program studi yang unggul, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan global.

    Suasana haru dan penuh kebanggaan semakin terasa ketika diputar video rekap perjalanan mahasiswa selama menempuh pendidikan di Program Studi Akuntansi. Dokumentasi tersebut menampilkan berbagai aktivitas akademik, organisasi, kompetisi, pengabdian kepada masyarakat, hingga berbagai prestasi yang berhasil diraih mahasiswa selama menjalani proses pembelajaran di UPY.

    Accounting Festival #3 bukan sekadar perayaan Dies Natalis, tetapi juga menjadi ruang refleksi atas perjalanan panjang Program Studi Akuntansi dalam membangun kualitas pendidikan. Melalui tema “Dulu Bermimpi, Kini Menginspirasi”, kegiatan ini mengajak mahasiswa untuk berani memiliki mimpi besar sekaligus mempersiapkan diri dengan kompetensi, karakter, dan pengalaman yang akan mengantarkan mereka menuju dunia profesional.

    Melalui penyelenggaraan Accounting Festival #3, Program Studi Akuntansi Universitas PGRI Yogyakarta kembali menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan akademik yang tidak hanya unggul dalam pembelajaran, tetapi juga mampu membangun karakter, memperkuat jejaring alumni, dan menumbuhkan semangat berprestasi. Diharapkan kegiatan ini menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus belajar, berkarya, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan profesi akuntansi di masa depan.

  • Belajar Sejarah dari Jejak Peradaban, Siswa SMAN 1 Gerung NTB Dalami Keistimewaan DIY di Museum Laboratorium Sejarah UPY

    Belajar Sejarah dari Jejak Peradaban, Siswa SMAN 1 Gerung NTB Dalami Keistimewaan DIY di Museum Laboratorium Sejarah UPY

    Pembelajaran sejarah akan terasa lebih bermakna ketika peserta didik dapat melihat, mengamati, dan merasakan langsung jejak-jejak masa lalu. Semangat itulah yang mewarnai kunjungan edukasi rombongan SMA Negeri 1 Gerung, Nusa Tenggara Barat, ke Museum Laboratorium Sejarah Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas PGRI Yogyakarta (UPY). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pembelajaran sejarah melalui pendekatan kontekstual dan berbasis pengalaman langsung (experiential learning).

    Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi agenda wisata edukasi, tetapi juga menghadirkan ruang belajar yang menghubungkan teori di dalam kelas dengan bukti-bukti sejarah yang nyata. Melalui berbagai koleksi dan media pembelajaran yang dimiliki Museum Laboratorium Sejarah UPY, para siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih hidup, interaktif, dan inspiratif.

    Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi pembelajaran mengenai Sejarah Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Materi disampaikan secara komunikatif dengan mengulas perjalanan panjang Yogyakarta sejak masa Kesultanan, kontribusinya dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, hingga lahirnya status keistimewaan yang dimiliki DIY sebagai bagian penting dari sejarah bangsa.

    Dalam sesi tersebut, para siswa diajak memahami bahwa Keistimewaan DIY bukan hanya persoalan administrasi pemerintahan, melainkan merupakan hasil perjalanan sejarah yang sarat dengan nilai perjuangan, pengabdian, serta komitmen terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    Diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan serta berdialog mengenai nilai-nilai nasionalisme, kepemimpinan, dan semangat kebangsaan yang diwariskan oleh para tokoh dan masyarakat Yogyakarta. Melalui pembelajaran tersebut, siswa diajak merefleksikan pentingnya memahami sejarah sebagai fondasi dalam membangun karakter dan identitas bangsa.

    Setelah sesi materi, rombongan melanjutkan kegiatan dengan mengeksplorasi berbagai media pembelajaran yang dikembangkan di Laboratorium Sejarah UPY. Beragam koleksi edukatif seperti diorama, maket, arsip sejarah, foto-foto dokumentasi, peta, replika benda bersejarah, hingga media pembelajaran interaktif menjadi sarana bagi peserta untuk memahami berbagai peristiwa sejarah secara lebih konkret.

    Melalui koleksi tersebut, para siswa dapat melihat bagaimana bukti-bukti sejarah digunakan untuk merekonstruksi kehidupan masyarakat pada masa lampau. Proses belajar tidak lagi hanya berpusat pada hafalan peristiwa, tetapi berkembang menjadi aktivitas mengamati, menganalisis, dan menginterpretasikan berbagai sumber sejarah secara kritis.

    Pendekatan pembelajaran yang diterapkan di Museum Laboratorium Sejarah UPY mendorong peserta untuk berpikir historis, yaitu memahami hubungan sebab-akibat suatu peristiwa, menafsirkan berbagai sumber sejarah, serta mengaitkan nilai-nilai masa lalu dengan kehidupan masa kini. Suasana belajar yang interaktif membuat para siswa lebih antusias mengikuti setiap sesi dan terlibat aktif dalam diskusi bersama pengelola museum.

    Kunjungan edukasi ini memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya memperluas wawasan sejarah, tetapi juga menumbuhkan rasa ingin tahu, kemampuan berpikir kritis, serta apresiasi terhadap kekayaan sejarah dan budaya Indonesia. Pengalaman belajar secara langsung diharapkan mampu membangun kesadaran generasi muda bahwa sejarah merupakan bagian penting dalam membentuk karakter, identitas, dan semangat kebangsaan.

    Museum Laboratorium Sejarah Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas PGRI Yogyakarta terus berkomitmen menjadi ruang edukasi yang terbuka bagi berbagai institusi pendidikan dari seluruh Indonesia. Melalui inovasi media pembelajaran dan pendekatan berbasis pengalaman, museum ini menghadirkan pembelajaran sejarah yang lebih menarik, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan generasi masa kini.

    Kunjungan dari SMA Negeri 1 Gerung menjadi salah satu bukti bahwa kolaborasi antarlembaga pendidikan mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Universitas PGRI Yogyakarta berharap kegiatan serupa terus berkembang sebagai bagian dari upaya bersama menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap sejarah, budaya, dan jati diri bangsa, sehingga nilai-nilai luhur masa lalu dapat terus diwariskan kepada generasi penerus Indonesia.

  • Dirgahayu Republik Indonesia ke-81

    Dirgahayu Republik Indonesia ke-81

    🇮🇩 Dirgahayu Republik Indonesia ke-81!

    Mari terus melangkah bersama untuk mewujudkan Indonesia yang Berdaulat, Adil, dan Makmur. Semangat kemerdekaan menjadi pengingat untuk terus berkarya, berkontribusi, dan membawa perubahan positif bagi negeri.

    Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81!

  • Bekali Siswa Menatap Dunia Kampus, Dosen UPY Ajak Generasi Z Bangun Masa Depan Sejak Hari Ini

    Bekali Siswa Menatap Dunia Kampus, Dosen UPY Ajak Generasi Z Bangun Masa Depan Sejak Hari Ini

    Komitmen Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) dalam mendukung penguatan karakter generasi muda kembali diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UPY, Dr. Mohammad Iskandar Dzulkurnain, M.Pd., hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Peningkatan Pendidikan Karakter bagi siswa-siswi kelas XII SMA Negeri 1 Minggir, Rabu (15/7/2026).

    Mengangkat tema “Mengenal Pembelajaran di Kampus”, kegiatan ini menjadi ruang inspiratif bagi para siswa untuk memperoleh gambaran mengenai kehidupan perguruan tinggi sekaligus mempersiapkan diri menghadapi masa depan sejak dini. Melalui sesi yang berlangsung interaktif, para peserta diajak memahami bahwa kesuksesan di dunia perkuliahan dan dunia kerja tidak datang secara instan, melainkan dibangun melalui kebiasaan positif dan keputusan yang tepat sejak masih di bangku sekolah.

    Dalam pemaparannya, Dr. Mohammad Iskandar Dzulkurnain menegaskan bahwa masa depan tidak dimulai setelah seseorang lulus sekolah, tetapi justru dibentuk dari langkah-langkah kecil yang dilakukan setiap hari.

    “Masa depan tidak dimulai nanti setelah lulus, tetapi dimulai dari sekarang. Setiap keputusan kecil yang kita ambil hari ini akan menentukan kualitas kehidupan kita di masa depan,” ungkapnya di hadapan para siswa.

    Beliau juga mengajak para peserta untuk mengenali berbagai tantangan yang dihadapi Generasi Z saat ini. Menurutnya, perkembangan teknologi digital memberikan banyak kemudahan, tetapi di sisi lain juga menghadirkan berbagai distraksi yang dapat menghambat pengembangan potensi diri apabila tidak disikapi dengan bijak.

    Dalam sesi tersebut, Dr. Mohammad Iskandar menyoroti kebiasaan yang kerap ditemui di kalangan remaja, seperti penggunaan media sosial secara berlebihan, tingginya distraksi digital, hingga aktivitas yang kurang produktif seperti nongkrong hingga larut malam. Kebiasaan-kebiasaan tersebut, menurutnya, sering kali membuat siswa kehilangan fokus dalam mempersiapkan masa depan.

    Tidak hanya membahas tantangan kehidupan digital, beliau juga mengulas pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang kini mulai mengubah berbagai sektor kehidupan, termasuk dunia pendidikan dan dunia kerja. Namun, ia mengingatkan bahwa secanggih apa pun teknologi berkembang, terdapat nilai-nilai kemanusiaan yang tidak dapat digantikan oleh mesin.

    “Artificial Intelligence dapat membantu manusia menyelesaikan banyak pekerjaan, tetapi AI tidak dapat menggantikan integritas, empati, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kreativitas, dan kedisiplinan diri. Justru kemampuan-kemampuan itulah yang akan menjadi pembeda dan nilai tambah setiap individu di masa depan,” jelasnya.

    Lebih lanjut, beliau memberikan gambaran mengenai perjalanan selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Menurutnya, masa kuliah selama empat tahun merupakan fase yang sangat menentukan dalam membangun kompetensi, karakter, serta kesiapan menghadapi dunia profesional.

    Ia menjelaskan bahwa perjalanan mahasiswa idealnya melalui empat fase utama, yaitu adaptasi, ketika mahasiswa belajar menyesuaikan diri dengan lingkungan dan budaya akademik; eksplorasi, saat mulai menggali potensi, minat, dan berbagai pengalaman organisasi maupun akademik; pengalaman, melalui berbagai aktivitas seperti magang, penelitian, kompetisi, maupun pengabdian kepada masyarakat; serta akselerasi, yaitu fase mempersiapkan diri memasuki dunia kerja atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

    Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Para siswa tampak aktif mengikuti materi serta berdiskusi mengenai tantangan pendidikan tinggi, peluang pengembangan diri, hingga keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi perubahan dunia kerja di era digital.

    Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi Universitas PGRI Yogyakarta dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan karakter di sekolah sekaligus memperkenalkan dunia perguruan tinggi kepada calon mahasiswa. Melalui kolaborasi antara sekolah dan perguruan tinggi, diharapkan para siswa memiliki motivasi yang lebih kuat untuk terus belajar, mengembangkan potensi diri, serta mempersiapkan masa depan secara lebih matang.

    Sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen mencetak lulusan unggul, berkarakter, dan adaptif terhadap perkembangan zaman, Universitas PGRI Yogyakarta terus menghadirkan berbagai kegiatan edukatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui semangat berbagi ilmu dan pengalaman, UPY berharap dapat menginspirasi generasi muda untuk menjadi pribadi yang tangguh, berintegritas, serta siap menghadapi tantangan global dengan kompetensi dan karakter yang kuat.