
Pembelajaran sejarah akan terasa lebih bermakna ketika peserta didik dapat melihat, mengamati, dan merasakan langsung jejak-jejak masa lalu. Semangat itulah yang mewarnai kunjungan edukasi rombongan SMA Negeri 1 Gerung, Nusa Tenggara Barat, ke Museum Laboratorium Sejarah Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas PGRI Yogyakarta (UPY). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pembelajaran sejarah melalui pendekatan kontekstual dan berbasis pengalaman langsung (experiential learning).
Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi agenda wisata edukasi, tetapi juga menghadirkan ruang belajar yang menghubungkan teori di dalam kelas dengan bukti-bukti sejarah yang nyata. Melalui berbagai koleksi dan media pembelajaran yang dimiliki Museum Laboratorium Sejarah UPY, para siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih hidup, interaktif, dan inspiratif.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi pembelajaran mengenai Sejarah Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Materi disampaikan secara komunikatif dengan mengulas perjalanan panjang Yogyakarta sejak masa Kesultanan, kontribusinya dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, hingga lahirnya status keistimewaan yang dimiliki DIY sebagai bagian penting dari sejarah bangsa.
Dalam sesi tersebut, para siswa diajak memahami bahwa Keistimewaan DIY bukan hanya persoalan administrasi pemerintahan, melainkan merupakan hasil perjalanan sejarah yang sarat dengan nilai perjuangan, pengabdian, serta komitmen terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan serta berdialog mengenai nilai-nilai nasionalisme, kepemimpinan, dan semangat kebangsaan yang diwariskan oleh para tokoh dan masyarakat Yogyakarta. Melalui pembelajaran tersebut, siswa diajak merefleksikan pentingnya memahami sejarah sebagai fondasi dalam membangun karakter dan identitas bangsa.
Setelah sesi materi, rombongan melanjutkan kegiatan dengan mengeksplorasi berbagai media pembelajaran yang dikembangkan di Laboratorium Sejarah UPY. Beragam koleksi edukatif seperti diorama, maket, arsip sejarah, foto-foto dokumentasi, peta, replika benda bersejarah, hingga media pembelajaran interaktif menjadi sarana bagi peserta untuk memahami berbagai peristiwa sejarah secara lebih konkret.
Melalui koleksi tersebut, para siswa dapat melihat bagaimana bukti-bukti sejarah digunakan untuk merekonstruksi kehidupan masyarakat pada masa lampau. Proses belajar tidak lagi hanya berpusat pada hafalan peristiwa, tetapi berkembang menjadi aktivitas mengamati, menganalisis, dan menginterpretasikan berbagai sumber sejarah secara kritis.



Pendekatan pembelajaran yang diterapkan di Museum Laboratorium Sejarah UPY mendorong peserta untuk berpikir historis, yaitu memahami hubungan sebab-akibat suatu peristiwa, menafsirkan berbagai sumber sejarah, serta mengaitkan nilai-nilai masa lalu dengan kehidupan masa kini. Suasana belajar yang interaktif membuat para siswa lebih antusias mengikuti setiap sesi dan terlibat aktif dalam diskusi bersama pengelola museum.
Kunjungan edukasi ini memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya memperluas wawasan sejarah, tetapi juga menumbuhkan rasa ingin tahu, kemampuan berpikir kritis, serta apresiasi terhadap kekayaan sejarah dan budaya Indonesia. Pengalaman belajar secara langsung diharapkan mampu membangun kesadaran generasi muda bahwa sejarah merupakan bagian penting dalam membentuk karakter, identitas, dan semangat kebangsaan.
Museum Laboratorium Sejarah Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas PGRI Yogyakarta terus berkomitmen menjadi ruang edukasi yang terbuka bagi berbagai institusi pendidikan dari seluruh Indonesia. Melalui inovasi media pembelajaran dan pendekatan berbasis pengalaman, museum ini menghadirkan pembelajaran sejarah yang lebih menarik, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan generasi masa kini.
Kunjungan dari SMA Negeri 1 Gerung menjadi salah satu bukti bahwa kolaborasi antarlembaga pendidikan mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Universitas PGRI Yogyakarta berharap kegiatan serupa terus berkembang sebagai bagian dari upaya bersama menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap sejarah, budaya, dan jati diri bangsa, sehingga nilai-nilai luhur masa lalu dapat terus diwariskan kepada generasi penerus Indonesia.