Bekali Siswa Menatap Dunia Kampus, Dosen UPY Ajak Generasi Z Bangun Masa Depan Sejak Hari Ini

Written by

in

Komitmen Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) dalam mendukung penguatan karakter generasi muda kembali diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UPY, Dr. Mohammad Iskandar Dzulkurnain, M.Pd., hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Peningkatan Pendidikan Karakter bagi siswa-siswi kelas XII SMA Negeri 1 Minggir, Rabu (15/7/2026).

Mengangkat tema “Mengenal Pembelajaran di Kampus”, kegiatan ini menjadi ruang inspiratif bagi para siswa untuk memperoleh gambaran mengenai kehidupan perguruan tinggi sekaligus mempersiapkan diri menghadapi masa depan sejak dini. Melalui sesi yang berlangsung interaktif, para peserta diajak memahami bahwa kesuksesan di dunia perkuliahan dan dunia kerja tidak datang secara instan, melainkan dibangun melalui kebiasaan positif dan keputusan yang tepat sejak masih di bangku sekolah.

Dalam pemaparannya, Dr. Mohammad Iskandar Dzulkurnain menegaskan bahwa masa depan tidak dimulai setelah seseorang lulus sekolah, tetapi justru dibentuk dari langkah-langkah kecil yang dilakukan setiap hari.

“Masa depan tidak dimulai nanti setelah lulus, tetapi dimulai dari sekarang. Setiap keputusan kecil yang kita ambil hari ini akan menentukan kualitas kehidupan kita di masa depan,” ungkapnya di hadapan para siswa.

Beliau juga mengajak para peserta untuk mengenali berbagai tantangan yang dihadapi Generasi Z saat ini. Menurutnya, perkembangan teknologi digital memberikan banyak kemudahan, tetapi di sisi lain juga menghadirkan berbagai distraksi yang dapat menghambat pengembangan potensi diri apabila tidak disikapi dengan bijak.

Dalam sesi tersebut, Dr. Mohammad Iskandar menyoroti kebiasaan yang kerap ditemui di kalangan remaja, seperti penggunaan media sosial secara berlebihan, tingginya distraksi digital, hingga aktivitas yang kurang produktif seperti nongkrong hingga larut malam. Kebiasaan-kebiasaan tersebut, menurutnya, sering kali membuat siswa kehilangan fokus dalam mempersiapkan masa depan.

Tidak hanya membahas tantangan kehidupan digital, beliau juga mengulas pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang kini mulai mengubah berbagai sektor kehidupan, termasuk dunia pendidikan dan dunia kerja. Namun, ia mengingatkan bahwa secanggih apa pun teknologi berkembang, terdapat nilai-nilai kemanusiaan yang tidak dapat digantikan oleh mesin.

“Artificial Intelligence dapat membantu manusia menyelesaikan banyak pekerjaan, tetapi AI tidak dapat menggantikan integritas, empati, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kreativitas, dan kedisiplinan diri. Justru kemampuan-kemampuan itulah yang akan menjadi pembeda dan nilai tambah setiap individu di masa depan,” jelasnya.

Lebih lanjut, beliau memberikan gambaran mengenai perjalanan selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Menurutnya, masa kuliah selama empat tahun merupakan fase yang sangat menentukan dalam membangun kompetensi, karakter, serta kesiapan menghadapi dunia profesional.

Ia menjelaskan bahwa perjalanan mahasiswa idealnya melalui empat fase utama, yaitu adaptasi, ketika mahasiswa belajar menyesuaikan diri dengan lingkungan dan budaya akademik; eksplorasi, saat mulai menggali potensi, minat, dan berbagai pengalaman organisasi maupun akademik; pengalaman, melalui berbagai aktivitas seperti magang, penelitian, kompetisi, maupun pengabdian kepada masyarakat; serta akselerasi, yaitu fase mempersiapkan diri memasuki dunia kerja atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Para siswa tampak aktif mengikuti materi serta berdiskusi mengenai tantangan pendidikan tinggi, peluang pengembangan diri, hingga keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi perubahan dunia kerja di era digital.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi Universitas PGRI Yogyakarta dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan karakter di sekolah sekaligus memperkenalkan dunia perguruan tinggi kepada calon mahasiswa. Melalui kolaborasi antara sekolah dan perguruan tinggi, diharapkan para siswa memiliki motivasi yang lebih kuat untuk terus belajar, mengembangkan potensi diri, serta mempersiapkan masa depan secara lebih matang.

Sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen mencetak lulusan unggul, berkarakter, dan adaptif terhadap perkembangan zaman, Universitas PGRI Yogyakarta terus menghadirkan berbagai kegiatan edukatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui semangat berbagi ilmu dan pengalaman, UPY berharap dapat menginspirasi generasi muda untuk menjadi pribadi yang tangguh, berintegritas, serta siap menghadapi tantangan global dengan kompetensi dan karakter yang kuat.