🇯🇵✨ UNTUK KAMU, PARA SISWA & MAHASISWA YANG PUNYA RENCANA KE JEPANG!
Punya impian untuk kuliah, belajar, atau membangun karier di Jepang? Yuk, cari tahu gimana caranya bisa sampai ke sana! 🎓✈️
✨ JAPAN EDUCATION FAIR 2027 ✨
Temukan berbagai informasi tentang: 🎓 Study in Japan 💰 Beasiswa 🏫 Japanese Language Courses 💼 Vocational & University Courses ✈️ Peluang pendidikan dan karier di Jepang
📍 Universitas PGRI Yogyakarta 🗓️ Minggu, 24 Januari 2027 ⏰ 10.00–14.00 WIB
🎁 Datang dan dapatkan E-Certificate!
Jangan cuma jadi Japan dream — mulai cari tahu jalannya dari sekarang. 🇯🇵✨
FREE REGISTRATION! Scan QR Code pada poster dan sampai jumpa di Japan Education Fair 2027!
Program Studi Akuntansi Fakultas Bisnis dan Hukum (FBH) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali menggelar Accounting Festival (AccFest) #3 sebagai bagian dari peringatan Dies Natalis ke-29 Program Studi Akuntansi. Mengusung tema “Dulu Bermimpi, Kini Menginspirasi: Perjalanan dari Mahasiswa Akuntansi Menuju Dunia Profesional”, kegiatan ini menjadi momentum refleksi sekaligus inspirasi bagi sivitas akademika untuk terus berkembang dan berkontribusi di dunia profesional.
Accounting Festival #3 dihadiri oleh Dekan Fakultas Bisnis dan Hukum, jajaran dosen, mahasiswa, staf Program Studi Akuntansi, serta alumni. Tidak hanya menjadi ajang perayaan, kegiatan ini juga menghadirkan ruang berbagi pengalaman melalui Accounting Talkshow 2026, yang mempertemukan mahasiswa dengan alumni sukses sebagai bekal menghadapi tantangan dunia kerja.
Rangkaian acara diawali dengan sesi talkshow yang menghadirkan salah satu alumni terbaik Program Studi Akuntansi UPY, Adviant Novita, S.Ak. Dalam pemaparannya, ia berbagi kisah perjalanan karier sekaligus menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam organisasi selama masa perkuliahan.
Menurutnya, pengalaman berorganisasi tidak hanya melatih kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan kerja sama tim, tetapi juga menjadi modal penting ketika memasuki dunia profesional. Aktivitas organisasi memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar mengelola tanggung jawab, membangun relasi, serta meningkatkan kepercayaan diri yang sangat dibutuhkan di lingkungan kerja.
Suasana talkshow berlangsung interaktif. Mahasiswa antusias memanfaatkan kesempatan untuk berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai tantangan memasuki dunia kerja, strategi mengembangkan karier, hingga cara mempersiapkan diri agar mampu bersaing di era yang semakin kompetitif.
Setelah sesi inspiratif tersebut, rangkaian acara dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh salah satu mahasiswa Program Studi Akuntansi. Doa dipanjatkan sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus harapan agar Program Studi Akuntansi UPY senantiasa berkembang, mencetak lulusan berkualitas, serta memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan dan profesi akuntansi.
Momen penuh makna kemudian dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Kepala Program Studi Akuntansi, Ningrum Pramudiati, S.E., M.Si., Ak., CA. Potongan tumpeng diserahkan kepada Hari Purnama, S.E., M.M. sebagai perwakilan dosen, Yoga Dwi Santoso sebagai perwakilan Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi (HMP-AKT UPY), serta salah satu mahasiswa sebagai simbol kebersamaan dan sinergi seluruh keluarga besar Program Studi Akuntansi.
Prosesi tersebut menjadi simbol rasa syukur atas perjalanan panjang Program Studi Akuntansi selama 29 tahun dalam menghasilkan lulusan yang kompeten, profesional, dan berintegritas.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap perjalanan Program Studi Akuntansi, kegiatan dilanjutkan dengan penayangan Video Harapan yang berisi pesan dan doa dari Dekan, dosen, serta mahasiswa. Melalui video tersebut, seluruh sivitas akademika menyampaikan harapan agar Program Studi Akuntansi terus berkembang menjadi program studi yang unggul, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan global.
Suasana haru dan penuh kebanggaan semakin terasa ketika diputar video rekap perjalanan mahasiswa selama menempuh pendidikan di Program Studi Akuntansi. Dokumentasi tersebut menampilkan berbagai aktivitas akademik, organisasi, kompetisi, pengabdian kepada masyarakat, hingga berbagai prestasi yang berhasil diraih mahasiswa selama menjalani proses pembelajaran di UPY.
Accounting Festival #3 bukan sekadar perayaan Dies Natalis, tetapi juga menjadi ruang refleksi atas perjalanan panjang Program Studi Akuntansi dalam membangun kualitas pendidikan. Melalui tema “Dulu Bermimpi, Kini Menginspirasi”, kegiatan ini mengajak mahasiswa untuk berani memiliki mimpi besar sekaligus mempersiapkan diri dengan kompetensi, karakter, dan pengalaman yang akan mengantarkan mereka menuju dunia profesional.
Melalui penyelenggaraan Accounting Festival #3, Program Studi Akuntansi Universitas PGRI Yogyakarta kembali menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan akademik yang tidak hanya unggul dalam pembelajaran, tetapi juga mampu membangun karakter, memperkuat jejaring alumni, dan menumbuhkan semangat berprestasi. Diharapkan kegiatan ini menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus belajar, berkarya, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan profesi akuntansi di masa depan.
Pembelajaran sejarah akan terasa lebih bermakna ketika peserta didik dapat melihat, mengamati, dan merasakan langsung jejak-jejak masa lalu. Semangat itulah yang mewarnai kunjungan edukasi rombongan SMA Negeri 1 Gerung, Nusa Tenggara Barat, ke Museum Laboratorium Sejarah Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas PGRI Yogyakarta (UPY). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pembelajaran sejarah melalui pendekatan kontekstual dan berbasis pengalaman langsung (experiential learning).
Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi agenda wisata edukasi, tetapi juga menghadirkan ruang belajar yang menghubungkan teori di dalam kelas dengan bukti-bukti sejarah yang nyata. Melalui berbagai koleksi dan media pembelajaran yang dimiliki Museum Laboratorium Sejarah UPY, para siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih hidup, interaktif, dan inspiratif.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi pembelajaran mengenai Sejarah Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Materi disampaikan secara komunikatif dengan mengulas perjalanan panjang Yogyakarta sejak masa Kesultanan, kontribusinya dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, hingga lahirnya status keistimewaan yang dimiliki DIY sebagai bagian penting dari sejarah bangsa.
Dalam sesi tersebut, para siswa diajak memahami bahwa Keistimewaan DIY bukan hanya persoalan administrasi pemerintahan, melainkan merupakan hasil perjalanan sejarah yang sarat dengan nilai perjuangan, pengabdian, serta komitmen terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan serta berdialog mengenai nilai-nilai nasionalisme, kepemimpinan, dan semangat kebangsaan yang diwariskan oleh para tokoh dan masyarakat Yogyakarta. Melalui pembelajaran tersebut, siswa diajak merefleksikan pentingnya memahami sejarah sebagai fondasi dalam membangun karakter dan identitas bangsa.
Setelah sesi materi, rombongan melanjutkan kegiatan dengan mengeksplorasi berbagai media pembelajaran yang dikembangkan di Laboratorium Sejarah UPY. Beragam koleksi edukatif seperti diorama, maket, arsip sejarah, foto-foto dokumentasi, peta, replika benda bersejarah, hingga media pembelajaran interaktif menjadi sarana bagi peserta untuk memahami berbagai peristiwa sejarah secara lebih konkret.
Melalui koleksi tersebut, para siswa dapat melihat bagaimana bukti-bukti sejarah digunakan untuk merekonstruksi kehidupan masyarakat pada masa lampau. Proses belajar tidak lagi hanya berpusat pada hafalan peristiwa, tetapi berkembang menjadi aktivitas mengamati, menganalisis, dan menginterpretasikan berbagai sumber sejarah secara kritis.
Pendekatan pembelajaran yang diterapkan di Museum Laboratorium Sejarah UPY mendorong peserta untuk berpikir historis, yaitu memahami hubungan sebab-akibat suatu peristiwa, menafsirkan berbagai sumber sejarah, serta mengaitkan nilai-nilai masa lalu dengan kehidupan masa kini. Suasana belajar yang interaktif membuat para siswa lebih antusias mengikuti setiap sesi dan terlibat aktif dalam diskusi bersama pengelola museum.
Kunjungan edukasi ini memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya memperluas wawasan sejarah, tetapi juga menumbuhkan rasa ingin tahu, kemampuan berpikir kritis, serta apresiasi terhadap kekayaan sejarah dan budaya Indonesia. Pengalaman belajar secara langsung diharapkan mampu membangun kesadaran generasi muda bahwa sejarah merupakan bagian penting dalam membentuk karakter, identitas, dan semangat kebangsaan.
Museum Laboratorium Sejarah Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas PGRI Yogyakarta terus berkomitmen menjadi ruang edukasi yang terbuka bagi berbagai institusi pendidikan dari seluruh Indonesia. Melalui inovasi media pembelajaran dan pendekatan berbasis pengalaman, museum ini menghadirkan pembelajaran sejarah yang lebih menarik, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan generasi masa kini.
Kunjungan dari SMA Negeri 1 Gerung menjadi salah satu bukti bahwa kolaborasi antarlembaga pendidikan mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Universitas PGRI Yogyakarta berharap kegiatan serupa terus berkembang sebagai bagian dari upaya bersama menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap sejarah, budaya, dan jati diri bangsa, sehingga nilai-nilai luhur masa lalu dapat terus diwariskan kepada generasi penerus Indonesia.
Mari terus melangkah bersama untuk mewujudkan Indonesia yang Berdaulat, Adil, dan Makmur. Semangat kemerdekaan menjadi pengingat untuk terus berkarya, berkontribusi, dan membawa perubahan positif bagi negeri.
Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81!
Komitmen Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) dalam mendukung penguatan karakter generasi muda kembali diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UPY, Dr. Mohammad Iskandar Dzulkurnain, M.Pd., hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Peningkatan Pendidikan Karakter bagi siswa-siswi kelas XII SMA Negeri 1 Minggir, Rabu (15/7/2026).
Mengangkat tema “Mengenal Pembelajaran di Kampus”, kegiatan ini menjadi ruang inspiratif bagi para siswa untuk memperoleh gambaran mengenai kehidupan perguruan tinggi sekaligus mempersiapkan diri menghadapi masa depan sejak dini. Melalui sesi yang berlangsung interaktif, para peserta diajak memahami bahwa kesuksesan di dunia perkuliahan dan dunia kerja tidak datang secara instan, melainkan dibangun melalui kebiasaan positif dan keputusan yang tepat sejak masih di bangku sekolah.
Dalam pemaparannya, Dr. Mohammad Iskandar Dzulkurnain menegaskan bahwa masa depan tidak dimulai setelah seseorang lulus sekolah, tetapi justru dibentuk dari langkah-langkah kecil yang dilakukan setiap hari.
“Masa depan tidak dimulai nanti setelah lulus, tetapi dimulai dari sekarang. Setiap keputusan kecil yang kita ambil hari ini akan menentukan kualitas kehidupan kita di masa depan,” ungkapnya di hadapan para siswa.
Beliau juga mengajak para peserta untuk mengenali berbagai tantangan yang dihadapi Generasi Z saat ini. Menurutnya, perkembangan teknologi digital memberikan banyak kemudahan, tetapi di sisi lain juga menghadirkan berbagai distraksi yang dapat menghambat pengembangan potensi diri apabila tidak disikapi dengan bijak.
Dalam sesi tersebut, Dr. Mohammad Iskandar menyoroti kebiasaan yang kerap ditemui di kalangan remaja, seperti penggunaan media sosial secara berlebihan, tingginya distraksi digital, hingga aktivitas yang kurang produktif seperti nongkrong hingga larut malam. Kebiasaan-kebiasaan tersebut, menurutnya, sering kali membuat siswa kehilangan fokus dalam mempersiapkan masa depan.
Tidak hanya membahas tantangan kehidupan digital, beliau juga mengulas pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang kini mulai mengubah berbagai sektor kehidupan, termasuk dunia pendidikan dan dunia kerja. Namun, ia mengingatkan bahwa secanggih apa pun teknologi berkembang, terdapat nilai-nilai kemanusiaan yang tidak dapat digantikan oleh mesin.
“Artificial Intelligence dapat membantu manusia menyelesaikan banyak pekerjaan, tetapi AI tidak dapat menggantikan integritas, empati, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kreativitas, dan kedisiplinan diri. Justru kemampuan-kemampuan itulah yang akan menjadi pembeda dan nilai tambah setiap individu di masa depan,” jelasnya.
Lebih lanjut, beliau memberikan gambaran mengenai perjalanan selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Menurutnya, masa kuliah selama empat tahun merupakan fase yang sangat menentukan dalam membangun kompetensi, karakter, serta kesiapan menghadapi dunia profesional.
Ia menjelaskan bahwa perjalanan mahasiswa idealnya melalui empat fase utama, yaitu adaptasi, ketika mahasiswa belajar menyesuaikan diri dengan lingkungan dan budaya akademik; eksplorasi, saat mulai menggali potensi, minat, dan berbagai pengalaman organisasi maupun akademik; pengalaman, melalui berbagai aktivitas seperti magang, penelitian, kompetisi, maupun pengabdian kepada masyarakat; serta akselerasi, yaitu fase mempersiapkan diri memasuki dunia kerja atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Para siswa tampak aktif mengikuti materi serta berdiskusi mengenai tantangan pendidikan tinggi, peluang pengembangan diri, hingga keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi perubahan dunia kerja di era digital.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi Universitas PGRI Yogyakarta dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan karakter di sekolah sekaligus memperkenalkan dunia perguruan tinggi kepada calon mahasiswa. Melalui kolaborasi antara sekolah dan perguruan tinggi, diharapkan para siswa memiliki motivasi yang lebih kuat untuk terus belajar, mengembangkan potensi diri, serta mempersiapkan masa depan secara lebih matang.
Sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen mencetak lulusan unggul, berkarakter, dan adaptif terhadap perkembangan zaman, Universitas PGRI Yogyakarta terus menghadirkan berbagai kegiatan edukatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui semangat berbagi ilmu dan pengalaman, UPY berharap dapat menginspirasi generasi muda untuk menjadi pribadi yang tangguh, berintegritas, serta siap menghadapi tantangan global dengan kompetensi dan karakter yang kuat.
Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak guru profesional yang berkualitas melalui penyelenggaraan Evaluasi Pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Gelombang 1 Semester 1 Tahun 2026. Kegiatan yang digelar oleh Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UPY ini berlangsung pada Senin, 29 Juni 2026, di Hotel Swiss-Belboutique Yogyakarta.
Evaluasi tersebut menjadi langkah strategis dalam memastikan kualitas penyelenggaraan program PPG sekaligus sebagai upaya penjaminan mutu yang berkelanjutan. Melalui forum ini, seluruh pemangku kepentingan diajak untuk bersama-sama merefleksikan pelaksanaan program, mengidentifikasi berbagai tantangan, serta menyusun langkah-langkah perbaikan demi menghadirkan pendidikan profesi guru yang semakin adaptif terhadap kebutuhan dunia pendidikan.
Sebanyak 85 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri atas berbagai unsur penting dalam ekosistem penyelenggaraan PPG. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor I UPY, jajaran pimpinan FKIP yang meliputi Dekan dan para Wakil Dekan, Koordinator Program Studi PPG, dosen pengampu dari berbagai bidang studi seperti PGSD, PPKn, PBSI, dan Bimbingan Konseling (BK), guru pamong, kepala sekolah mitra, hingga tim layanan manajemen PPG.
Kegiatan diawali dengan laporan pelaksanaan program yang disampaikan oleh Koordinator Program Studi PPG UPY, Dr. Dhiniaty Gularso, S.Si., M.Pd. Dalam laporannya, ia menyampaikan bahwa evaluasi merupakan bagian penting dalam siklus peningkatan mutu pendidikan agar penyelenggaraan PPG senantiasa relevan dengan perkembangan kebutuhan sekolah, peserta didik, dan dunia pendidikan secara umum.
Selanjutnya, kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I UPY, Ahmad Riyadi, M.Kom. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa evaluasi bukan sekadar mengukur capaian program, melainkan menjadi ruang kolaborasi untuk membangun sistem pendidikan profesi guru yang semakin berkualitas.
“Program PPG memiliki peran strategis dalam melahirkan guru profesional yang siap menghadapi dinamika pendidikan masa depan. Oleh karena itu, setiap masukan, evaluasi, dan pengalaman dari seluruh pihak menjadi bekal berharga untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan program di UPY,” ujarnya.
Rangkaian evaluasi berlangsung secara komprehensif dengan membahas berbagai aspek penting dalam pelaksanaan PPG. Sesi pertama menghadirkan pemaparan hasil Monitoring dan Evaluasi (Monev) secara umum yang disampaikan oleh Dr. Muhardila Fauziah, M.Sc. bersama Rian Nurizka, M.Pd. Pemaparan tersebut memberikan gambaran menyeluruh mengenai pelaksanaan program selama satu semester, termasuk berbagai capaian dan aspek yang masih memerlukan penyempurnaan.
Suasana diskusi semakin dinamis ketika perwakilan Kepala Sekolah Mitra turut memberikan evaluasi secara langsung mengenai pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Berbagai masukan yang disampaikan menjadi bahan refleksi penting dalam meningkatkan kesiapan mahasiswa PPG saat menjalankan praktik mengajar di sekolah.
Selain evaluasi umum, forum juga membahas sejumlah aspek spesifik yang menjadi fondasi utama dalam penyelenggaraan PPG. Evaluasi Pelaksanaan PPL Terbimbing dipandu oleh Titis Sunanti, S.Pd., M.Si., sementara Evaluasi Perkuliahan Akademik disampaikan oleh Dr. Laela Sagita, M.Sc. Adapun Evaluasi Aktivitas Kemahasiswaan dipaparkan oleh Rian Nurizka, M.Pd. Ketiga sesi tersebut memberikan gambaran menyeluruh mengenai kualitas proses pembelajaran, pelaksanaan praktik lapangan, hingga pengembangan karakter dan kompetensi mahasiswa.
Sebagai bagian dari proses penjaminan mutu, seluruh peserta juga berpartisipasi dalam pengisian angket kepuasan serta mengikuti diskusi terbuka. Pendekatan partisipatif ini memungkinkan setiap pihak menyampaikan pengalaman, masukan, serta rekomendasi secara langsung sehingga evaluasi yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kondisi di lapangan.
Puncak kegiatan ditandai dengan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) berdasarkan seluruh temuan dan rekomendasi yang diperoleh selama proses evaluasi. RTL tersebut akan menjadi dasar penyempurnaan kebijakan, peningkatan layanan akademik, penguatan sistem pendampingan mahasiswa, serta pengembangan kualitas penyelenggaraan Program PPG pada periode berikutnya.
Melalui kegiatan evaluasi ini, Universitas PGRI Yogyakarta kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan Program Pendidikan Profesi Guru yang unggul, adaptif, dan berorientasi pada mutu. Dengan semangat kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah mitra, guru pamong, dan seluruh pemangku kepentingan, UPY optimistis mampu terus melahirkan guru-guru profesional yang tidak hanya kompeten dalam bidang akademik, tetapi juga berkarakter, inovatif, serta siap menjawab tantangan pendidikan di era global.
Museum Laboratorium Sejarah Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali menjadi destinasi pembelajaran sejarah berbasis pengalaman langsung. Pada Jumat, 22 Mei 2026, museum menerima kunjungan akademik dari mahasiswa dan dosen Universitas PGRI Palangka Raya dalam rangka memperdalam pemahaman mengenai sejarah, budaya, serta nilai-nilai kebangsaan melalui pembelajaran kontekstual.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat wawasan sejarah sekaligus membangun jejaring akademik antarperguruan tinggi yang memiliki perhatian terhadap pengembangan pendidikan sejarah di Indonesia. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mendapatkan pengalaman belajar yang lebih bermakna melalui interaksi langsung dengan berbagai sumber sejarah.
Selama berada di Museum Laboratorium Sejarah UPY, rombongan diajak mengamati beragam koleksi museum yang terdiri atas artefak, diorama, maket, dokumentasi sejarah, serta berbagai media pembelajaran yang selama ini dimanfaatkan sebagai sarana edukasi bagi mahasiswa maupun masyarakat umum. Setiap koleksi dipaparkan secara komprehensif oleh pengelola museum dengan menjelaskan latar belakang historis, fungsi, hingga nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Pendekatan pembelajaran yang interaktif tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami sejarah secara lebih konkret. Tidak hanya mempelajari peristiwa masa lalu melalui buku, para mahasiswa juga dapat melihat secara langsung bukti-bukti sejarah yang menjadi bagian penting dalam perjalanan bangsa Indonesia.
Salah satu materi yang mendapat perhatian besar dalam kunjungan ini adalah sejarah Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Peserta memperoleh penjelasan mengenai perjalanan sejarah Kesultanan Yogyakarta, perannya dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, hingga proses lahirnya status Keistimewaan DIY yang memiliki nilai historis, budaya, dan konstitusional bagi bangsa Indonesia.
Diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Mahasiswa serta dosen Universitas PGRI Palangka Raya aktif mengajukan berbagai pertanyaan mengenai hubungan antara sejarah lokal dengan identitas nasional, pelestarian warisan budaya, serta tantangan menjaga nilai-nilai sejarah di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.
Melalui dialog tersebut, peserta diajak merefleksikan bahwa Keistimewaan DIY bukan sekadar bentuk pengaturan pemerintahan daerah, melainkan hasil perjalanan sejarah panjang yang sarat dengan nilai perjuangan, nasionalisme, serta pelestarian budaya. Pemahaman tersebut diharapkan mampu memperkuat kesadaran sejarah sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap kekayaan budaya Indonesia.
Pihak Museum Laboratorium Sejarah UPY menyambut baik kunjungan akademik ini sebagai bentuk sinergi positif antarperguruan tinggi dalam memperkuat kualitas pembelajaran sejarah. Museum tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda-benda bersejarah, tetapi juga sebagai laboratorium pembelajaran yang menghadirkan pengalaman edukatif, inspiratif, dan kontekstual bagi generasi muda.
Kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk memperluas pengalaman belajar mahasiswa di luar ruang kelas melalui observasi langsung terhadap berbagai sumber sejarah. Pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) diyakini mampu meningkatkan pemahaman mahasiswa sekaligus membangun kemampuan berpikir kritis dalam mengkaji berbagai peristiwa sejarah.
Melalui kunjungan akademik ini, Universitas PGRI Yogyakarta kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan Museum Laboratorium Sejarah sebagai ruang edukasi yang terbuka bagi berbagai institusi pendidikan. Diharapkan kolaborasi semacam ini terus berkembang sehingga mampu memperkuat jejaring akademik, meningkatkan kualitas pembelajaran sejarah, serta menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap sejarah, budaya, dan identitas bangsa Indonesia.
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta (UPY). Guntur Sulistyo Ariwibowo, mahasiswa Program Studi Ilmu Keolahragaan (IKOR), berhasil mengukir prestasi gemilang dengan membawa klub Bintang Timur Surabaya meraih gelar Juara Pro Futsal League Indonesia 2025/2026. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UPY mampu bersaing dan berprestasi di level profesional, sekaligus mengharumkan nama almamater di kancah olahraga nasional.
Capaian tersebut semakin istimewa karena Guntur juga dipercaya masuk dalam Player List Training Camp Tim Nasional Futsal Indonesia. Pemanggilan ini merupakan bagian dari proses pembinaan dan seleksi pemain yang akan dipersiapkan menghadapi berbagai agenda internasional. Kesempatan tersebut menjadi langkah penting dalam perjalanan kariernya sebagai atlet futsal profesional sekaligus membuka peluang untuk mengenakan lambang Garuda di dada.
Prestasi yang diraih Guntur merupakan buah dari kerja keras, disiplin, serta konsistensi dalam menjalani latihan dan kompetisi. Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa, ia mampu menunjukkan bahwa prestasi akademik dapat berjalan beriringan dengan pencapaian di bidang olahraga apabila dibarengi komitmen dan semangat pantang menyerah.
Keberhasilan ini juga mencerminkan komitmen Universitas PGRI Yogyakarta dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa secara menyeluruh, baik di bidang akademik maupun nonakademik. UPY terus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan bakat, minat, dan kompetensi sehingga mampu berprestasi di tingkat regional, nasional, hingga internasional.
Rektor Universitas PGRI Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas pencapaian tersebut.
“Selamat kepada Guntur Sulistyo Ariwibowo atas prestasi luar biasa yang telah diraih. Keberhasilan menjadi juara Pro Futsal League Indonesia sekaligus mendapatkan kesempatan mengikuti Training Camp Tim Nasional merupakan pencapaian yang sangat membanggakan. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa UPY untuk terus berjuang, mengembangkan potensi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa melalui bidang yang mereka tekuni,” ungkapnya.
Bagi Guntur, pencapaian ini bukanlah garis akhir, melainkan awal dari perjalanan yang lebih besar. Kesempatan mengikuti pemusatan latihan Tim Nasional menjadi tantangan baru untuk terus meningkatkan kualitas diri, memperkaya pengalaman bertanding, serta memberikan performa terbaik demi mengharumkan nama Indonesia di pentas internasional.
Prestasi ini sekaligus menjadi inspirasi bahwa mimpi besar dapat diwujudkan melalui kerja keras, disiplin, dan tekad yang kuat. Universitas PGRI Yogyakarta berharap semakin banyak mahasiswa yang mengikuti jejak Guntur dengan terus berkarya, berprestasi, dan berani membawa nama almamater ke panggung yang lebih luas.
Sebagai kampus yang berkomitmen mencetak lulusan unggul, adaptif, dan berdaya saing, UPY akan terus mendukung lahirnya generasi muda yang tidak hanya berprestasi di ruang kelas, tetapi juga mampu menjadi kebanggaan Indonesia melalui berbagai bidang, termasuk olahraga. Prestasi Guntur Sulistyo Ariwibowo menjadi bukti bahwa semangat juang dan dedikasi mampu membuka jalan menuju pencapaian yang lebih tinggi, bahkan hingga level tim nasional.
Komitmen membangun budaya akademik yang kuat terus diwujudkan oleh Program Studi Akuntansi Universitas PGRI Yogyakarta (UPY). Melalui Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Akuntansi, Seminar Hasil Penelitian kembali diselenggarakan sebagai agenda akademik tahunan yang mempertemukan dosen, alumni, dan mahasiswa dalam ruang berbagi ilmu pengetahuan dan hasil riset terkini.
Mengusung tema “Beyond Commitment: Sustainability in Action For Business Continuity”, seminar berlangsung pada Sabtu, 15 November 2025, di Auditorium Universitas PGRI Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi wadah bagi dosen dan alumni untuk mempresentasikan hasil penelitian yang telah dipublikasikan sekaligus memberikan inspirasi kepada mahasiswa dalam mempersiapkan penelitian ilmiah mereka.
Seminar Hasil Penelitian tidak sekadar menjadi forum presentasi karya ilmiah, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran yang memperkenalkan mahasiswa pada proses penelitian yang sistematis, mulai dari penyusunan metodologi, pengumpulan data, hingga publikasi hasil penelitian. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh referensi akademik yang relevan sekaligus motivasi untuk menghasilkan penelitian yang berkualitas dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Seminar menghadirkan tiga narasumber dengan pengalaman riset yang luas di bidang akuntansi, keberlanjutan, dan transformasi digital.
Pemateri pertama, Dr. Tri Siwi Nugrahani, S.E., M.Si., Ak., CA., memaparkan hasil penelitiannya berjudul “Determinants of Sustainability Report Quality in Indonesian Public Companies: An Isomorphism Theory Approach.” Penelitian tersebut mengungkap bahwa kualitas Sustainability Report perusahaan publik di Indonesia masih berada pada kategori sedang sehingga memerlukan peningkatan, baik dari sisi regulasi maupun implementasi di tingkat perusahaan.
Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa faktor-faktor seperti pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) pada aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan, tekanan dari kreditor, asosiasi industri, serta difusi kepemilikan saham memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keberlanjutan. Sementara itu, tekanan pemerintah dan ukuran perusahaan belum menunjukkan pengaruh yang berarti terhadap kualitas laporan tersebut.
Pemateri kedua, Rahandhika Ivan Adhyaksana, S.E., M.Si., membahas penelitian mengenai pengaruh kinerja keuangan, human capital, dan kinerja lingkungan terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja keuangan dan kualitas sumber daya manusia memiliki pengaruh positif serta signifikan terhadap peningkatan nilai perusahaan. Sebaliknya, kinerja lingkungan belum menjadi faktor dominan yang memengaruhi penilaian perusahaan dalam konteks penelitian tersebut.
Sementara itu, pemateri ketiga, Rosa Dwi Andini Putri, S.Ak., mempresentasikan penelitian berjudul “The Importance of Collaborative Network, Digital Leadership to Improve AIS Outcomes and Sustainability in SMEs.” Penelitian ini mengangkat pentingnya jaringan kolaboratif dan kepemimpinan digital dalam meningkatkan efektivitas Sistem Informasi Akuntansi (Accounting Information System/AIS) serta mendukung keberlanjutan UMKM, khususnya di sektor pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta.
Berlandaskan teori Resource-Based View, penelitian tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan sumber daya internal, dukungan teknologi digital, dan kolaborasi antarpelaku usaha mampu memperkuat daya saing UMKM sekaligus meningkatkan kinerja keberlanjutan. Temuan tersebut juga menegaskan bahwa digitalisasi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan bisnis di era transformasi digital.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang seminar berlangsung. Para mahasiswa dari semester 1, 3, 5, dan 7, bersama dosen, alumni, tamu undangan, serta peserta dari luar Universitas PGRI Yogyakarta, aktif mengikuti diskusi dan sesi tanya jawab. Interaksi yang terbangun menciptakan suasana akademik yang dinamis, sekaligus memperkaya wawasan peserta mengenai perkembangan penelitian di bidang akuntansi dan bisnis berkelanjutan.
Melalui Seminar Hasil Penelitian ini, Program Studi Akuntansi UPY berharap mahasiswa tidak hanya memahami teori yang dipelajari di ruang kuliah, tetapi juga mampu melihat bagaimana penelitian menjadi instrumen penting dalam menghasilkan solusi atas berbagai tantangan di dunia usaha dan industri. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menumbuhkan budaya riset, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta membangun tradisi akademik yang produktif di lingkungan kampus.
Sejalan dengan semangat “Beyond Commitment: Sustainability in Action For Business Continuity”, Universitas PGRI Yogyakarta terus mendorong sivitas akademika untuk menghasilkan penelitian yang tidak hanya unggul secara ilmiah, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha. Dengan memperkuat budaya penelitian sejak dini, UPY optimistis dapat melahirkan lulusan yang adaptif, inovatif, serta mampu berkontribusi dalam menciptakan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Museum Laboratorium Sejarah Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas PGRI Yogyakarta menerima kunjungan dari Program Studi Sejarah Peradaban Islam UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon pada Senin, 18 Mei 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperluas wawasan mahasiswa mengenai pembelajaran sejarah berbasis museum, khususnya pada kajian koleksi numismatik yang dimiliki Museum Laboratorium Sejarah UPY. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diperkenalkan pada berbagai koleksi mata uang kuno dan benda numismatik sebagai sumber pembelajaran sejarah yang memiliki nilai historis, ekonomi, dan budaya.
Kedatangan rombongan mahasiswa dan dosen pendamping disambut langsung oleh pengelola museum serta sivitas akademika Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP UPY. Dalam sambutannya, pihak museum menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut sebagai bentuk penguatan jejaring akademik antarperguruan tinggi. Selain menjadi media silaturahmi, kegiatan ini juga diharapkan mampu membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan pendidikan sejarah dan pelestarian budaya.
Selama kegiatan berlangsung, peserta diajak mengenal berbagai koleksi yang tersimpan di Museum Laboratorium Sejarah UPY. Koleksi berupa artefak budaya, dokumentasi perjuangan bangsa, media pembelajaran sejarah, hingga berbagai koleksi numismatik diperkenalkan secara langsung kepada mahasiswa. Melalui penjelasan dari pengelola museum, peserta memperoleh pemahaman mengenai nilai historis dan fungsi edukatif dari setiap koleksi yang dipamerkan, termasuk perkembangan mata uang dari berbagai periode sejarah di Indonesia.
Mahasiswa tampak aktif berdiskusi dan mengamati koleksi museum sebagai bagian dari proses pembelajaran kontekstual. Kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang berbeda karena mahasiswa dapat berinteraksi langsung dengan sumber sejarah di luar ruang kelas. Kajian numismatik yang diperkenalkan dalam kegiatan ini juga memberikan gambaran mengenai perkembangan perdagangan, sistem ekonomi, serta dinamika sosial masyarakat pada masa lampau.
Di tengah perkembangan era digital saat ini, museum memiliki peran penting sebagai ruang edukasi dan pelestarian budaya. Museum tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga menjadi media literasi budaya dan penguatan identitas nasional bagi generasi muda. Oleh karena itu, keberadaan Museum Laboratorium Sejarah UPY diharapkan terus menjadi sarana pembelajaran yang inovatif, interaktif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama dan penyerahan cendera mata sebagai simbol persahabatan antarinstansi pendidikan. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan hubungan baik antara Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP UPY dengan Program Studi Sejarah Peradaban Islam UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dapat terus terjalin dan berkembang. Sinergi antarperguruan tinggi menjadi langkah penting dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang sejarah dan kebudayaan Indonesia.