Category: Berita Utama

  • Mahasiswa UPY Raih Medali Emas Kejurda Pencak Silat DIY 2026, Harumkan Nama Kampus dan Bidik PON 2028

    Mahasiswa UPY Raih Medali Emas Kejurda Pencak Silat DIY 2026, Harumkan Nama Kampus dan Bidik PON 2028

    Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta (UPY). Rizky Febrian, mahasiswa Program Studi Manajemen angkatan 2022, berhasil meraih Medali Emas pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) Pencak Silat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 2026 yang diselenggarakan oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) DIY pada 4–7 Juli 2026.

    Kejuaraan bergengsi tingkat provinsi tersebut menjadi ajang kompetisi bagi atlet-atlet terbaik dari seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta. Untuk kategori pelajar, peserta berasal dari berbagai sekolah di DIY, sedangkan kategori dewasa diikuti oleh atlet-atlet terbaik yang mewakili masing-masing kabupaten dan kota. Selama empat hari pelaksanaan, kejuaraan berlangsung meriah dengan menjunjung tinggi nilai sportivitas, persaudaraan, dan semangat kompetisi yang sehat.

    Keberhasilan Rizky meraih medali emas tidak hanya menjadi kebanggaan bagi dirinya, tetapi juga bagi keluarga besar Universitas PGRI Yogyakarta. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa UPY mampu mengembangkan potensi secara seimbang, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.

    Lebih dari sekadar kompetisi, Kejurda Pencak Silat DIY 2026 memiliki peran strategis dalam pembinaan atlet daerah. Khusus kategori dewasa, kejuaraan ini menjadi ajang seleksi atlet yang akan mengikuti Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) sebagai tahap pembinaan menuju Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON). Atlet-atlet terbaik selanjutnya dipersiapkan untuk memperkuat kontingen DIY pada PON XXII Nusa Tenggara Barat–Nusa Tenggara Timur (NTB–NTT) 2028.

    Rizky Febrian mengaku sangat bersyukur atas pencapaian yang berhasil diraihnya setelah melalui proses latihan dan perjuangan yang panjang.

    “Senang sekali bisa menjadi juara satu di Kejurda ini karena akhirnya penantian hampir empat tahun terbayarkan. Semoga prestasi ini bisa menjadi pemantik semangat bagi generasi berikutnya untuk terus berprestasi. Saya juga berharap dapat terus berkembang, bertanding di ajang PON NTB–NTT 2028, serta mengharumkan nama Daerah Istimewa Yogyakarta dan almamater tercinta, Universitas PGRI Yogyakarta,” ungkap Rizky.

    Rektor Universitas PGRI Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., turut menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih Rizky. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari kerja keras, disiplin, dan konsistensi yang patut menjadi teladan bagi seluruh mahasiswa.

    “Prestasi yang diraih Rizky menunjukkan bahwa mahasiswa UPY memiliki semangat juang yang tinggi dan mampu bersaing di berbagai bidang. Universitas akan terus memberikan dukungan kepada mahasiswa untuk mengembangkan potensi, baik di bidang akademik, olahraga, seni, maupun kompetisi lainnya. Kami berharap pencapaian ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berprestasi dan membawa nama baik UPY di tingkat yang lebih tinggi,” ujar Prof. Paiman.

    Keberhasilan Rizky Febrian semakin menegaskan komitmen Universitas PGRI Yogyakarta dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan prestasi mahasiswa secara holistik. Melalui berbagai pembinaan dan dukungan terhadap kegiatan kemahasiswaan, UPY terus mendorong lahirnya generasi muda yang unggul, berkarakter, dan mampu berkontribusi bagi masyarakat, daerah, maupun bangsa. Prestasi ini diharapkan menjadi awal dari langkah-langkah besar berikutnya bagi Rizky Febrian dalam menapaki jenjang kompetisi yang lebih tinggi. Dengan semangat pantang menyerah dan dukungan penuh dari civitas akademika UPY, peluang untuk tampil membela Daerah Istimewa Yogyakarta pada PON NTB–NTT 2028 menjadi target yang semakin nyata untuk diwujudkan.

  • UPY Tutup Program SEA-Teacher Batch 11 Inbound Gelombang 1, Pererat Persahabatan dan Kolaborasi Pendidikan Internasional

    UPY Tutup Program SEA-Teacher Batch 11 Inbound Gelombang 1, Pererat Persahabatan dan Kolaborasi Pendidikan Internasional

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) secara resmi menutup rangkaian Program SEA-Teacher Batch 11 Inbound Gelombang 1 Tahun 2026 melalui kegiatan Farewell Ceremony yang diselenggarakan pada Selasa (26/5/2026). Kegiatan ini menjadi penanda berakhirnya program pertukaran mahasiswa internasional sekaligus momentum untuk mempererat persahabatan dan kerja sama pendidikan antara UPY dengan perguruan tinggi mitra di kawasan Asia Tenggara.

    Farewell Ceremony berlangsung di Ruang Sidang Rektorat Universitas PGRI Yogyakarta dan dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, jajaran Kantor Urusan Kerja Sama (KUK), serta empat mahasiswa peserta SEA-Teacher Batch 11 Inbound Gelombang 1, yakni Abrielle Gene Loreña, Berg Odiada Valenzuela, Denise Khesha Cahilig Tacaisan, dan Mark Steven Osmeña Tandoy.

    Program SEA-Teacher merupakan salah satu program internasional yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa calon guru dari berbagai negara untuk memperoleh pengalaman praktik mengajar, mengenal budaya lokal, serta memperkuat kompetensi profesional melalui pembelajaran lintas negara. Selama mengikuti program di UPY, para mahasiswa menjalani berbagai aktivitas akademik dan praktik mengajar di sekolah mitra, sekaligus berinteraksi langsung dengan sivitas akademika dan masyarakat Indonesia.

    Dalam sambutannya, pihak Universitas PGRI Yogyakarta menyampaikan apresiasi atas dedikasi, semangat belajar, serta partisipasi aktif para mahasiswa selama mengikuti program. Kehadiran mahasiswa internasional dinilai tidak hanya memperkaya suasana akademik kampus, tetapi juga memperkuat proses internasionalisasi yang terus dikembangkan UPY.

    Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai prosesi perpisahan. Para peserta diberikan kesempatan untuk berbagi kesan dan pengalaman selama berada di Indonesia. Mereka mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan belajar di UPY, mengenal budaya Indonesia secara lebih dekat, serta menjalin persahabatan dengan mahasiswa, dosen, dan masyarakat sekitar.

    Usai seremoni di lingkungan kampus, rombongan melanjutkan kunjungan ke Sekolah Mutiara Persada, lokasi para mahasiswa menjalani praktik mengajar selama program berlangsung. Kunjungan tersebut menjadi momen berpamitan kepada kepala sekolah, guru pamong, tenaga kependidikan, serta para siswa yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan akademik mereka di Indonesia.

    Dalam suasana yang penuh kehangatan, para mahasiswa menyampaikan ucapan terima kasih atas bimbingan, dukungan, serta pengalaman mengajar yang mereka peroleh selama berada di sekolah. Bagi para peserta, pengalaman tersebut menjadi bekal berharga dalam mengembangkan kompetensi sebagai calon pendidik yang memiliki perspektif global.

    Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilakukan penyerahan cendera mata dan sesi foto bersama sebagai simbol persahabatan yang telah terjalin antara Universitas PGRI Yogyakarta, Sekolah Mutiara Persada, dan para mahasiswa peserta SEA-Teacher. Momen tersebut menjadi pengingat bahwa kolaborasi pendidikan mampu melampaui batas negara melalui semangat saling belajar dan menghargai keberagaman budaya.

    Melalui penyelenggaraan Farewell Ceremony ini, Universitas PGRI Yogyakarta berharap hubungan baik dengan perguruan tinggi mitra dalam program SEA-Teacher dapat terus berkembang menjadi kolaborasi yang lebih luas, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun pertukaran mahasiswa dan dosen.

    Program ini sekaligus mempertegas komitmen UPY dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi. Dengan membuka ruang kolaborasi lintas negara, UPY terus berupaya menghadirkan pengalaman belajar berkelas internasional yang mampu membentuk lulusan berwawasan global, adaptif terhadap keberagaman budaya, serta siap menghadapi tantangan dunia pendidikan di masa depan.

    Lebih dari sekadar program pertukaran mahasiswa, SEA-Teacher menjadi jembatan persahabatan antarbangsa yang memperkaya pengalaman akademik sekaligus menanamkan nilai saling menghormati, kolaborasi, dan kepedulian sebagai fondasi dalam membangun pendidikan yang berkualitas di tingkat regional maupun global.

  • UPY Perkuat Transformasi Pendidikan Digital melalui Seminar dan Workshop AI in Education Bersama Acer Indonesia

    UPY Perkuat Transformasi Pendidikan Digital melalui Seminar dan Workshop AI in Education Bersama Acer Indonesia

    Yogyakarta – Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi pendidikan berbasis teknologi melalui penyelenggaraan Seminar dan Workshop bertema “AI in Education: Innovations for Future-Ready Learning” pada Jumat (22/5/2026). Bertempat di Auditorium Kampus 1 UPY, kegiatan ini diikuti sekitar 300 peserta yang terdiri atas guru, dosen, mahasiswa, praktisi pendidikan, serta perwakilan sekolah-sekolah di Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Universitas PGRI Yogyakarta, Acer Indonesia, ECOMPUS, PT PGRI DIY, serta berbagai sekolah di DIY. Seminar dan workshop tersebut menjadi wadah untuk memperluas pemahaman mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan sekaligus mempersiapkan tenaga pendidik menghadapi tantangan pembelajaran di era digital.

    Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan tamu undangan, dilanjutkan dengan penayangan video profil Universitas PGRI Yogyakarta sebagai bentuk pengenalan institusi kepada seluruh peserta. Acara kemudian dibuka secara resmi melalui menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars PGRI, serta pembacaan doa.

    Dalam sambutannya, Rektor Universitas PGRI Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., menegaskan bahwa perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan artifisial, harus dimanfaatkan sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

    “Transformasi digital tidak dapat dihindari. Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk mempersiapkan pendidik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai kemanusiaan dalam proses pembelajaran,” ungkapnya.

    Sementara itu, Riko Gunawan selaku Product and Solution Director Acer Indonesia menyampaikan komitmen Acer dalam mendukung dunia pendidikan melalui penyediaan solusi teknologi yang mampu memperkuat proses belajar mengajar serta meningkatkan kompetensi digital para pendidik.

    Momentum penting dalam kegiatan ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Universitas PGRI Yogyakarta, Acer Indonesia, dan PT Compuls. Penandatanganan dilakukan oleh Rektor UPY bersama perwakilan Acer Indonesia dan PT Compuls, serta disaksikan oleh perwakilan Pengurus Besar PGRI dan Pemerintah Daerah DIY. Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, industri teknologi, dan organisasi profesi pendidikan.

    Usai penandatanganan kerja sama, kegiatan dilanjutkan dengan presentasi dari Toni Priyono, Presales & Acer Education Solution Consultant, yang memaparkan berbagai inovasi teknologi pendidikan serta implementasi AI untuk mendukung pembelajaran yang lebih efektif dan interaktif. Selanjutnya, Supri Hartanto, M.Pd. dari Universitas PGRI Yogyakarta memperkenalkan berbagai program unggulan kampus dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.

    Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar PGRI, Drs. R. Kadarmanta Baskara Aji, M.M., turut memberikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin. Ia menekankan pentingnya peningkatan kompetensi guru agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat.

    Sebagai simbol dimulainya kolaborasi dan inovasi pendidikan, dilakukan pemukulan gong yang dilanjutkan dengan peluncuran Gerakan Nasional 1 Juta Guru Mahir Coding dan Kecerdasan Artifisial. Program tersebut diresmikan oleh Sekretaris Jenderal PB PGRI bersama perwakilan Pemerintah Daerah DIY dan PGRI DIY sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi digital dan kompetensi AI bagi para guru di Indonesia.

    Memasuki sesi siang, peserta mengikuti workshop yang terbagi ke dalam tiga kelas tematik. Workshop pertama mengangkat tema Membangun Ekosistem Pendidikan, yang membahas strategi pengembangan lingkungan belajar berbasis teknologi. Workshop kedua membahas Personal Learning Management System (LMS) untuk memperkuat kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran digital secara mandiri. Sementara itu, workshop ketiga memperkenalkan Animasi 3D Berbasis Artificial Intelligence, yang memberikan pengalaman praktis mengenai pemanfaatan AI dalam menciptakan media pembelajaran yang kreatif dan inovatif.

    Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Diskusi interaktif, sesi praktik, hingga berbagi pengalaman menjadi bukti tingginya semangat para pendidik untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi pendidikan.

    Melalui penyelenggaraan seminar dan workshop ini, Universitas PGRI Yogyakarta berharap dapat menjadi bagian dari percepatan transformasi pendidikan nasional. Tidak hanya meningkatkan kompetensi digital para pendidik, kegiatan ini juga diharapkan mampu melahirkan inovasi pembelajaran yang lebih kreatif, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik di era kecerdasan artifisial.

    Sebagai perguruan tinggi yang terus berkomitmen terhadap kemajuan pendidikan, UPY akan terus memperluas kolaborasi dengan berbagai mitra strategis dalam menghadirkan program-program yang relevan dengan perkembangan zaman. Melalui sinergi antara dunia pendidikan, industri, dan organisasi profesi, UPY optimistis dapat berkontribusi dalam mencetak pendidik masa depan yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan global.

  • UPY Perkuat Kompetensi Global Mahasiswa melalui Student Mobility Programme International English Boost Camp 2026

    UPY Perkuat Kompetensi Global Mahasiswa melalui Student Mobility Programme International English Boost Camp 2026

    Yogyakarta – Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas jejaring internasional melalui penyelenggaraan Student Mobility Programme: International English Boost Camp 2026 bertema “Empowering Confidence Among Young Communicators”. Program kolaboratif ini berlangsung pada 8–15 Juni 2026 di Kampus Universitas PGRI Yogyakarta dengan melibatkan Politeknik Ungku Omar (PUO), Malaysia, serta International Transnational Education Association (ITEA) sebagai mitra internasional.

    Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata implementasi internasionalisasi pendidikan di UPY yang bertujuan meningkatkan kemampuan komunikasi berbahasa Inggris, memperluas wawasan lintas budaya, serta membangun jejaring akademik mahasiswa di tingkat global. Lebih dari 20 mahasiswa UPY mengikuti program tersebut bersama peserta dan pemateri dari Politeknik Ungku Omar dalam berbagai sesi pembelajaran interaktif yang dirancang untuk meningkatkan kepercayaan diri sebagai komunikator muda di era internasional.

    Program diawali pada 8 Juni 2026 dengan kedatangan delegasi Politeknik Ungku Omar melalui Bandara Internasional Yogyakarta (YIA). Tim Universitas PGRI Yogyakarta bersama perwakilan ITEA menyambut dan mendampingi para peserta hingga menuju penginapan sebagai persiapan mengikuti rangkaian kegiatan.

    Suasana akademik yang hangat mulai terasa pada 9 Juni 2026 melalui Opening Ceremony yang berlangsung di Ruang Sidang Rektorat UPY. Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan kedua negara, pemutaran video profil institusi, sambutan dari pimpinan Universitas PGRI Yogyakarta, perwakilan bidang kerja sama, serta ITEA. Momentum tersebut juga dimanfaatkan sebagai ajang mempererat hubungan kelembagaan melalui penjajakan kerja sama dan pertukaran cendera mata sebagai simbol persahabatan antarinstitusi.

    Setelah pembukaan, peserta mengikuti sesi “Express Yourself!” yang berfokus pada pengembangan kemampuan memperkenalkan diri, membangun rasa percaya diri, serta meningkatkan keterampilan komunikasi lintas budaya. Kegiatan berlanjut dengan sesi “Say It Smoothly!”, yang membekali peserta dengan teknik menyampaikan gagasan secara efektif menggunakan bahasa Inggris dalam konteks akademik maupun internasional.

    Pada hari berikutnya, peserta mengikuti sesi “Connect & Collaborate!” yang mengembangkan kemampuan bekerja sama dalam tim multikultural sekaligus membangun jejaring internasional. Selanjutnya, sesi “Create & Innovate!” mengajak mahasiswa mengasah kreativitas serta kemampuan berpikir kritis dalam menyelesaikan berbagai tantangan melalui pendekatan kolaboratif.

    Sebagai bagian dari penguatan kompetensi komunikasi, peserta juga mengikuti The Grand Communicator Challenge, sebuah kegiatan yang memberikan kesempatan kepada setiap kelompok untuk merancang proyek kolaboratif dan strategi presentasi sebagai implementasi kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan kerja sama yang telah dipelajari selama program berlangsung.

    Nuansa pembelajaran semakin kaya ketika peserta mengikuti Participants Presentation Session. Dalam sesi ini, mahasiswa UPY mempresentasikan tema language and culture, memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia sekaligus berbagi pengalaman akademik bersama peserta internasional. Diskusi berlangsung dinamis dan menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai pendidikan, bahasa, serta keberagaman budaya di masing-masing negara.

    Program internasional ini tidak hanya berlangsung di lingkungan kampus. Peserta juga diajak mengunjungi Desa Wisata Krebet, Bantul, dalam kegiatan berbasis pengabdian kepada masyarakat. Bersama warga setempat, mahasiswa mengikuti aktivitas pembelajaran Bahasa Inggris dasar, pelatihan membatik, serta permainan tradisional dakon sebagai bagian dari pengenalan budaya Indonesia. Interaksi tersebut menjadi pengalaman berharga yang memperlihatkan bahwa pembelajaran bahasa dapat berjalan berdampingan dengan pelestarian budaya lokal.

    Pada 12 Juni 2026, seluruh peserta mempresentasikan hasil proyek kolaboratif mereka dalam sesi Project Showcase. Beragam ide kreatif ditampilkan sebagai refleksi atas pengalaman belajar selama mengikuti program. Kegiatan kemudian ditutup melalui Closing Ceremony yang diisi dengan penyampaian kesan dan pesan, penyerahan sertifikat kepada peserta, serta apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya program.

    Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Cultural Visit pada 13–14 Juni 2026 ke sejumlah destinasi budaya dan wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kunjungan ini memberikan kesempatan kepada peserta internasional untuk mengenal lebih dekat sejarah, budaya, serta kearifan lokal Indonesia, sekaligus mempererat hubungan persahabatan yang telah terjalin selama program berlangsung.

    Program resmi berakhir pada 15 Juni 2026 dengan keberangkatan delegasi Politeknik Ungku Omar menuju Bandara Internasional Yogyakarta untuk kembali ke Malaysia. Meski rangkaian kegiatan telah usai, semangat kolaborasi yang terbangun diharapkan terus berlanjut melalui berbagai program akademik internasional pada masa mendatang.

    Student Mobility Programme: International English Boost Camp 2026 menjadi bukti nyata komitmen Universitas PGRI Yogyakarta dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi. Melalui kolaborasi bersama Politeknik Ungku Omar dan ITEA, mahasiswa tidak hanya memperoleh peningkatan kompetensi berbahasa Inggris, tetapi juga pengalaman lintas budaya, kemampuan komunikasi global, serta jejaring internasional yang akan menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan dunia profesional di masa depan.

    UPY meyakini bahwa pendidikan merupakan jembatan yang mampu menghubungkan berbagai bangsa. Oleh karena itu, program-program internasional seperti ini akan terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya mencetak lulusan yang unggul, adaptif, berwawasan global, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya lokal.

  • UPY Perkuat Kerja Sama Indonesia–Malaysia melalui Seminar Antarbangsa Bersama PGRI DIY dan KGMMB

    UPY Perkuat Kerja Sama Indonesia–Malaysia melalui Seminar Antarbangsa Bersama PGRI DIY dan KGMMB

    Yogyakarta – Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) terus memperkuat jejaring internasional di bidang pendidikan melalui penyelenggaraan Seminar Antarbangsa Universitas PGRI Yogyakarta bersama PGRI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Kesatuan Guru-Guru Melayu Malaysia Barat (KGMMB). Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 30 Desember 2025 di Auditorium UPY ini menjadi momentum strategis untuk mempererat kolaborasi antara Indonesia dan Malaysia dalam pengembangan pendidikan, khususnya di kalangan pendidik dan akademisi.

    Seminar antarbangsa tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan Universitas PGRI Yogyakarta, di antaranya Ketua Pembina UPY Armansyah Prasakti, S.H., S.Pn., M.H., Ketua Pengurus Yayasan Pembina UPY Drs. John Sabari, M.Si. beserta jajaran, Rektor UPY Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., para wakil rektor, dekan, wakil dekan, ketua program studi, serta pimpinan dan delegasi dari Kesatuan Guru-Guru Melayu Malaysia Barat (KGMMB). Kehadiran para pemangku kepentingan dari kedua negara mencerminkan semangat bersama dalam membangun kemitraan pendidikan yang berkelanjutan.

    Dalam sambutannya, Rektor UPY menegaskan bahwa kerja sama internasional merupakan salah satu langkah strategis universitas dalam meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui forum ilmiah seperti ini, perguruan tinggi memiliki ruang untuk saling bertukar gagasan, pengalaman, dan praktik baik dalam menghadapi tantangan pendidikan di era global.

    Seminar menghadirkan sejumlah narasumber dari Indonesia dan Malaysia yang membahas berbagai isu strategis dalam dunia pendidikan dan pengembangan profesi guru.

    Materi pertama disampaikan oleh Dr. Hj. Ishak Bin Hj. Abd. Manaf dengan tajuk “Faktor Penyumbang Kepada Niat Pekerja Untuk Menyertai Kesatuan Sekerja.” Dalam paparannya, ia menjelaskan berbagai faktor yang memengaruhi partisipasi tenaga kerja dalam organisasi profesi serta pentingnya keberadaan serikat sebagai wadah peningkatan kesejahteraan dan profesionalisme.

    Selanjutnya, Dr. Hj. Ahmad Sharani bin Abdul Seliban memaparkan materi bertajuk “Analisis Dokumentasi Strategik: Evolusi, Dinamika, dan Impak Pertemuan Guru Nusantara (PGN) dalam Arus Pendidikan Serantau.” Materi tersebut mengulas perjalanan kolaborasi guru di kawasan Nusantara sekaligus menegaskan pentingnya sinergi regional dalam menghadapi transformasi pendidikan.

    Dari Indonesia, Ketua PGRI Daerah Istimewa Yogyakarta, Dr. Didik Wardaya, S.E., M.Pd., menyampaikan materi bertajuk “Pendidikan Pilar Indonesia Maju PGRI.” Ia menekankan bahwa kualitas pendidikan menjadi fondasi utama dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan berdaya saing. Menurutnya, organisasi profesi guru memiliki peran penting dalam meningkatkan kompetensi pendidik sekaligus memperkuat ekosistem pendidikan nasional.

    Sementara itu, Rizki Erdiantoro, M.Pd., membawakan materi bertema “When Media Meets Humanity: Supporting Students’ Mental Health in School.” Paparan tersebut menyoroti pentingnya pemanfaatan media pembelajaran yang humanis untuk mendukung kesehatan mental peserta didik di lingkungan sekolah. Di tengah perkembangan teknologi digital, guru dituntut tidak hanya mampu mengajar, tetapi juga menjadi pendamping yang mampu menciptakan ruang belajar yang aman, nyaman, dan mendukung kesejahteraan psikologis siswa.

    Diskusi berlangsung dinamis dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Berbagai pertanyaan, gagasan, dan pengalaman dibagikan dalam sesi diskusi, menciptakan suasana akademik yang produktif sekaligus memperkuat jejaring profesional antara akademisi, guru, dan organisasi pendidikan dari kedua negara.

    Penyelenggaraan Seminar Antarbangsa ini merupakan bagian dari komitmen Universitas PGRI Yogyakarta untuk terus memperluas kerja sama internasional, khususnya dengan institusi pendidikan dan organisasi profesi guru di kawasan Asia Tenggara. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya berhenti pada forum ilmiah, tetapi juga berkembang menjadi berbagai program nyata, seperti penelitian bersama, pertukaran akademisi, pengembangan kurikulum, hingga peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan.

    Melalui kegiatan ini, UPY berharap hubungan baik antara Indonesia dan Malaysia, khususnya di sektor pendidikan, semakin erat dan mampu melahirkan berbagai inovasi yang memberikan manfaat bagi kedua negara. Semangat kolaborasi lintas bangsa diyakini menjadi salah satu kunci dalam mencetak pendidik yang profesional, adaptif, serta mampu menjawab tantangan pendidikan di era global.

    Sebagai kampus yang terus mendorong internasionalisasi, Universitas PGRI Yogyakarta akan senantiasa membuka ruang kolaborasi dengan berbagai mitra nasional maupun internasional. Dengan semangat berbagi pengetahuan, memperkuat jejaring, dan membangun pendidikan yang berkualitas, UPY optimistis dapat terus berkontribusi dalam melahirkan sumber daya manusia unggul yang siap menghadapi masa depan.

  • 340 Wisudawan Resmi Dikukuhkan, UPY Dorong Lulusan Terus Berkembang dan Berinovasi

    340 Wisudawan Resmi Dikukuhkan, UPY Dorong Lulusan Terus Berkembang dan Berinovasi

    Yogyakarta – Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali mencetak lulusan berkualitas melalui penyelenggaraan Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Periode III Tahun Akademik 2025/2026 yang berlangsung khidmat pada Sabtu, 27 Juni 2026, di Auditorium Kampus 1 UPY. Sebanyak 340 wisudawan dan wisudawati resmi dikukuhkan sebagai lulusan yang siap melangkah ke dunia profesional dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

    Prosesi wisuda menjadi momentum istimewa yang menandai berakhirnya perjalanan akademik sekaligus awal pengabdian para lulusan di tengah dinamika kehidupan yang terus berkembang. Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti auditorium, ketika para wisudawan didampingi keluarga tercinta menerima pengukuhan atas perjuangan yang telah ditempuh selama menempuh pendidikan di Universitas PGRI Yogyakarta.

    Dalam sambutannya, Rektor Universitas PGRI Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang telah berhasil menyelesaikan studi. Ia berharap ilmu pengetahuan, keterampilan, serta nilai-nilai yang diperoleh selama menempuh pendidikan di UPY dapat menjadi bekal berharga dalam menjalani kehidupan profesional maupun pengabdian kepada masyarakat.

    “Harapan kami, mudah-mudahan dengan bekal ilmu yang telah saudara miliki dapat menjadi modal yang berharga untuk meraih kesuksesan dalam mengabdikan diri kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Hendaknya wisudawan dan wisudawati terus berupaya mengembangkan diri sehingga mampu beraktualisasi sebagai sarjana dan magister pendidikan yang profesional,” tutur Rektor.

    Lebih lanjut, Prof. Paiman mendorong para lulusan untuk terus meningkatkan kompetensi sesuai perkembangan zaman, baik dengan berkarier di dunia kerja, membangun usaha, maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

    Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia, UPY terus menghadirkan berbagai pilihan pendidikan lanjutan. Saat ini, UPY memiliki tiga program studi magister, yakni Magister Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (PIPS), Magister Pendidikan Dasar, dan Magister Manajemen.

    Selain itu, Universitas PGRI Yogyakarta juga telah dipercaya oleh Kementerian Pendidikan untuk menyelenggarakan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan melalui lima program studi, yaitu PPG Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, PPG Pendidikan Sejarah, PPG Pendidikan Guru Sekolah Dasar, PPG Pendidikan Matematika, serta PPG Bimbingan dan Konseling.

    Rektor menegaskan bahwa kesempatan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para lulusan yang ingin berkarier sebagai pendidik profesional.

    “UPY siap menjadi gerbang sukses masa depan bagi saudara yang ingin melanjutkan pendidikan. Kami berharap kesempatan ini dapat dimanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan kompetensi dan memperluas kontribusi dalam dunia pendidikan,” ujarnya.

    Pada kesempatan tersebut, Rektor juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh orang tua dan keluarga wisudawan yang telah memberikan kepercayaan kepada Universitas PGRI Yogyakarta dalam mendampingi proses pendidikan putra-putrinya.

    “Kami mengucapkan selamat dan rasa bangga kepada bapak, ibu, orang tua, serta keluarga wisudawan dan wisudawati. Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada UPY untuk mendidik dan membekali putra-putri terbaik bangsa,” ungkapnya.

    Kepada para lulusan, Prof. Paiman berpesan agar senantiasa menjaga nama baik almamater dalam setiap langkah pengabdian dan perjalanan karier. Menurutnya, integritas, profesionalisme, serta semangat belajar sepanjang hayat merupakan modal penting untuk menghadapi tantangan di masa depan.

    Wisuda Periode III Tahun Akademik 2025/2026 tidak hanya menjadi seremoni akademik, tetapi juga menjadi simbol keberhasilan kolaborasi antara mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan keluarga dalam membangun insan yang unggul. Dengan bekal ilmu, karakter, dan pengalaman yang diperoleh selama menempuh pendidikan di UPY, para lulusan diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

    Universitas PGRI Yogyakarta akan terus berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat melalui tata kelola perguruan tinggi yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada kualitas. Sejalan dengan visi tersebut, UPY optimistis dapat terus melahirkan lulusan yang kompeten, berdaya saing global, serta mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan di masa depan.

    Selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati Universitas PGRI Yogyakarta Periode III Tahun Akademik 2025/2026. Teruslah belajar, berkarya, dan menginspirasi. Jadilah pribadi yang membawa manfaat bagi sesama, menjaga nama baik almamater, serta berkontribusi nyata untuk kemajuan Indonesia.

  • UPY Lepas Kontingen PEKSIMIPROV DIY 2026, Siap Tampilkan Talenta Terbaik dan Harumkan Nama Almamater

    UPY Lepas Kontingen PEKSIMIPROV DIY 2026, Siap Tampilkan Talenta Terbaik dan Harumkan Nama Almamater

    Yogyakarta – Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) secara resmi melepas kontingen mahasiswa untuk mengikuti Pekan Seni Mahasiswa Indonesia Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (PEKSIMIPROV DIY) 2026 yang akan diselenggarakan pada 22–29 Juni 2026 di sejumlah perguruan tinggi, yakni Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Pelepasan kontingen dilaksanakan pada Selasa, 23 Juni 2026, sebagai bentuk dukungan dan apresiasi universitas kepada mahasiswa yang akan membawa nama baik almamater di ajang seni bergengsi tingkat provinsi.

    PEKSIMIPROV merupakan ajang yang mempertemukan mahasiswa berbakat dari berbagai perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta untuk berkompetisi sekaligus menampilkan kreativitas, inovasi, dan ekspresi seni dalam berbagai cabang lomba. Bagi UPY, keikutsertaan dalam ajang ini menjadi bagian dari komitmen universitas dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa, tidak hanya pada bidang akademik, tetapi juga seni, budaya, dan kreativitas.

    Ketua Kontingen UPY, Mas Bintang (Abin), menyampaikan bahwa seluruh peserta telah menjalani berbagai persiapan secara maksimal sebelum mengikuti kompetisi.

    “Kami tidak hanya membawa nama UPY, tetapi juga membawa harapan seluruh sivitas akademika. Setiap anggota kontingen telah mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya dan siap memberikan penampilan terbaik di setiap tangkai lomba,” ungkapnya.

    Kontingen UPY tahun ini terdiri atas mahasiswa dari berbagai program studi yang akan berlaga pada enam tangkai lomba, yaitu Fotografi, Tulis Puisi, Tulis Cerpen, Menyanyi Dangdut, Baca Puisi, dan Desain Poster. Selain menargetkan prestasi, keikutsertaan mahasiswa dalam PEKSIMIPROV juga menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring, mempererat silaturahmi antarmahasiswa perguruan tinggi, serta saling bertukar inspirasi melalui karya seni.

    Dalam sambutannya, Wakil Rektor III UPY, Dr. Septian Aji Permana, M.Pd., memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar senantiasa menjaga semangat, sportivitas, dan integritas selama mengikuti kompetisi.

    “Mahasiswa UPY adalah representasi kampus dan harapan masa depan. Tunjukkan bahwa kalian mampu bersaing dengan karakter yang baik, kompetensi yang unggul, serta menjunjung tinggi sportivitas. Jadikan setiap pengalaman dalam kompetisi ini sebagai proses belajar untuk terus berkembang,” pesannya.

    Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kemenangan memang menjadi tujuan, namun nilai-nilai seperti disiplin, kerja keras, rasa percaya diri, dan kemampuan berkolaborasi merupakan bekal yang jauh lebih berharga dalam membentuk karakter mahasiswa.

    Semangat dan dukungan juga mengalir dari seluruh sivitas akademika UPY. Kehadiran para dosen, tenaga kependidikan, serta rekan-rekan mahasiswa dalam pelepasan kontingen menjadi wujud kebersamaan dan optimisme agar para delegasi mampu memberikan penampilan terbaik selama kompetisi berlangsung.

    Partisipasi UPY dalam PEKSIMIPROV DIY 2026 sekaligus menjadi cerminan komitmen universitas dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung pengembangan minat, bakat, dan kreativitas mahasiswa secara berkelanjutan. Kampus percaya bahwa prestasi tidak hanya lahir dari ruang kelas, tetapi juga tumbuh melalui pengalaman berkarya, berkompetisi, dan berkolaborasi.

    Melalui keikutsertaan pada PEKSIMIPROV DIY 2026, Universitas PGRI Yogyakarta berharap para mahasiswa dapat menampilkan karya terbaik, meraih prestasi yang membanggakan, sekaligus menjadi duta seni yang membawa nama baik almamater di tingkat provinsi. Apa pun hasil yang diraih nantinya, keberanian untuk berkarya dan berkompetisi merupakan pencapaian yang patut diapresiasi sebagai bagian dari proses menjadi generasi muda yang kreatif, berkarakter, dan berdaya saing.

    Seluruh keluarga besar Universitas PGRI Yogyakarta mengucapkan selamat berjuang kepada Kontingen PEKSIMIPROV DIY 2026. Semoga setiap langkah yang ditempuh menjadi pengalaman berharga, mengantarkan prestasi terbaik, dan semakin mengharumkan nama Universitas PGRI Yogyakarta di tingkat regional maupun nasional.

  • Kolaborasi Akademik Internasional: Dosen UPY Menjadi Guest Lecturer di Mariano Marcos State University Filipina

    Kolaborasi Akademik Internasional: Dosen UPY Menjadi Guest Lecturer di Mariano Marcos State University Filipina

    Komitmen Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) dalam memperluas jejaring internasional sekaligus berkontribusi pada pengembangan pendidikan global kembali diwujudkan melalui kegiatan Guest Lecturer yang diselenggarakan di Mariano Marcos State University (MMSU), Filipina, pada 13 November 2025. Kegiatan yang berlangsung di Hall MMSU tersebut diikuti oleh siswa-siswi dan mahasiswa MMSU sebagai peserta utama.

    Kegiatan Guest Lecturer ini menghadirkan Dosen Prodi PBI UPY yaitu Juang Kurniawan S, S.Pd., M.Pd.B.I, yang menjadi bagian dari upaya penguatan wawasan, pola pikir (mindset), serta kesiapan generasi muda yang tengah mempersiapkan diri memasuki dunia pendidikan dan profesi keguruan. Melalui forum akademik internasional ini, peserta memperoleh perspektif yang lebih luas mengenai tantangan dan peluang yang akan dihadapi calon pendidik di era global yang terus berkembang.

    Acara dibuka oleh pihak MMSU dan berlangsung dalam suasana yang tertib, hangat, dan penuh antusiasme. Pada sesi utama, pemateri membahas berbagai isu strategis terkait dunia pendidikan, peran guru di masa depan, serta pentingnya pengembangan kompetensi akademik, karakter, dan profesionalisme bagi calon lulusan program pendidikan.

    Materi yang disampaikan tidak hanya menyoroti pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan pedagogik, tetapi juga menekankan perlunya kemampuan adaptasi, kreativitas, serta kepemimpinan yang dibutuhkan oleh pendidik di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang semakin pesat.

    Selama kegiatan berlangsung, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Hal tersebut terlihat dari aktifnya sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung dinamis. Berbagai pertanyaan diajukan terkait dunia pendidikan, tantangan profesi guru, hingga strategi pengembangan diri yang dapat dipersiapkan sejak masa studi.

    Interaksi yang terjalin antara pemateri dan peserta menciptakan suasana akademik yang hidup dan inspiratif. Para siswa dan mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan baru mengenai pendidikan keguruan, tetapi juga mendapatkan motivasi untuk terus mengembangkan potensi diri dalam menghadapi tantangan pendidikan global.

    Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana pertukaran gagasan dan pengalaman antarnegara dalam bidang pendidikan. Melalui dialog akademik yang terbuka, peserta diajak untuk memahami bahwa profesi guru memiliki peran strategis dalam membentuk generasi masa depan yang berkualitas, berkarakter, dan mampu bersaing di tingkat internasional.

    Selain memperkuat pemahaman tentang dunia pendidikan, kegiatan Guest Lecturer ini juga menjadi wujud nyata implementasi internasionalisasi pendidikan yang terus dikembangkan oleh Universitas PGRI Yogyakarta. Kehadiran UPY dalam forum akademik internasional menunjukkan komitmen institusi untuk terus membangun kolaborasi global yang memberikan manfaat bagi sivitas akademika maupun mitra pendidikan di berbagai negara.

    Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung dengan lancar dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa dan mahasiswa MMSU memiliki perspektif yang lebih luas mengenai profesi pendidik serta kesiapan yang lebih matang dalam menempuh pendidikan keguruan dan menghadapi dunia kerja di masa depan.

    Universitas PGRI Yogyakarta akan terus mendorong berbagai program kolaborasi internasional yang mendukung pengembangan kompetensi akademik, penguatan jejaring global, serta peningkatan kualitas pendidikan. Dengan semangat kolaborasi dan berbagi pengetahuan, UPY berkomitmen untuk turut berkontribusi dalam mencetak generasi pendidik yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global.

  • Atlet Pencak Silat UPY Borong Prestasi di Sangiran Championship III Tingkat Nasional 2026

    Atlet Pencak Silat UPY Borong Prestasi di Sangiran Championship III Tingkat Nasional 2026

    Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta (UPY). Kali ini, para atlet yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pencak Silat UPY berhasil meraih sejumlah gelar juara pada ajang Sangiran Championship III Tingkat Nasional 2026, membuktikan bahwa mahasiswa UPY tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga mampu berprestasi di bidang olahraga dan seni bela diri.

    Kejuaraan tingkat nasional tersebut menjadi ajang kompetisi yang mempertemukan pesilat-pesilat terbaik dari berbagai daerah di Indonesia. Dalam kompetisi yang berlangsung penuh semangat dan sportivitas tersebut, atlet-atlet UPY tampil gemilang dan berhasil membawa pulang sejumlah medali serta penghargaan bergengsi.

    Prestasi tertinggi diraih oleh Nesyaila Zahra, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) angkatan 2024, yang berhasil meraih Juara 1 Kelas Under A Putri Dewasa sekaligus dinobatkan sebagai Pesilat Terbaik Putri Dewasa. Capaian tersebut menjadi bukti kualitas teknik, mental bertanding, dan dedikasi tinggi yang dimiliki atlet muda UPY tersebut.

    Prestasi membanggakan lainnya diraih oleh Habib Khoiron, mahasiswa Program Studi Ilmu Keolahragaan (IKOR) angkatan 2025, yang sukses meraih Juara 1 Kelas E Putra Dewasa. Sementara itu, Bagas Endjang Septian, mahasiswa IKOR angkatan 2023, juga tampil impresif dengan menyabet Juara 1 Kelas I Putra Dewasa.

    Di kategori putri, Reva Ariana Puspita, mahasiswa Program Studi Hukum Bisnis angkatan 2024, berhasil meraih Juara 1 Kelas A Putri Dewasa, menambah daftar prestasi gemilang yang diraih kontingen UPY dalam kejuaraan tersebut.

    Tak kalah membanggakan, Faidha Mauliya Khasanah, mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah angkatan 2023, turut menyumbangkan prestasi dengan meraih Juara 3 Kelas B Putri Dewasa, menunjukkan semangat juang dan konsistensi dalam mengembangkan potensi diri melalui olahraga pencak silat.

    Keberhasilan para atlet UKM Pencak Silat UPY ini merupakan hasil dari proses latihan yang disiplin, kerja keras yang berkelanjutan, serta dukungan berbagai pihak, mulai dari pelatih, pembina UKM, hingga lingkungan kampus yang terus mendorong pengembangan potensi mahasiswa di berbagai bidang.

    Prestasi yang diraih juga mencerminkan komitmen Universitas PGRI Yogyakarta dalam mendukung kegiatan kemahasiswaan sebagai bagian penting dari pembentukan karakter, kepemimpinan, dan daya saing mahasiswa. Melalui berbagai wadah pengembangan minat dan bakat, UPY terus berupaya mencetak generasi muda yang unggul, berprestasi, dan mampu berkontribusi positif bagi masyarakat.

    Keberhasilan para atlet UKM Pencak Silat UPY di ajang Sangiran Championship III Tingkat Nasional 2026 diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus mengembangkan potensi diri, berani berkompetisi, dan mengukir prestasi di berbagai bidang.

    Universitas PGRI Yogyakarta menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh atlet yang telah mengharumkan nama almamater di tingkat nasional. Semoga capaian ini menjadi motivasi untuk terus melangkah, berjuang, dan meraih prestasi yang lebih tinggi di masa mendatang.

    Selamat kepada para juara. Terus berprestasi, terus menginspirasi, dan terus mengharumkan nama Universitas PGRI Yogyakarta di tingkat nasional maupun internasional.

  • Menjelang Wisuda: Bahagia, Haru, dan Sedikit Panik Memikirkan Masa Depan

    Menjelang Wisuda: Bahagia, Haru, dan Sedikit Panik Memikirkan Masa Depan

    Ada satu momen yang selalu dinantikan oleh mahasiswa selama menjalani kehidupan di bangku kuliah: wisuda. Setelah bertahun-tahun bergelut dengan tugas, praktikum, presentasi, penelitian, revisi, hingga perjuangan menyelesaikan skripsi, akhirnya tibalah garis finis yang selama ini menjadi tujuan.

    Namun menariknya, menjelang hari wisuda, perasaan mahasiswa biasanya bercampur menjadi satu. Ada rasa bahagia karena perjuangan akademik berhasil dituntaskan, ada rasa haru karena akan meninggalkan kehidupan kampus yang penuh cerita, dan ada pula rasa deg-degan memikirkan kehidupan setelah menyandang gelar sarjana.

    Bahkan tidak sedikit yang mengaku bahwa menjelang wisuda, pertanyaan yang paling sering muncul bukan lagi soal revisi skripsi, melainkan:

    “Setelah ini mau kerja di mana?”

    atau

    “Kapan lanjut S2?”

    dan tentu saja pertanyaan legendaris dari keluarga besar saat kumpul bersama:

    “Sudah wisuda, kapan nikah?”

    Untungnya, pertanyaan terakhir bukan bagian dari syarat kelulusan.

    Wisuda Bukan Akhir, Melainkan Awal Perjalanan Baru

    Banyak orang menganggap wisuda sebagai garis akhir dari perjalanan pendidikan. Padahal, wisuda sejatinya adalah awal dari babak baru kehidupan.

    Gelar akademik yang diperoleh bukan sekadar simbol keberhasilan, tetapi juga tanggung jawab untuk terus belajar, berkembang, dan memberikan kontribusi kepada masyarakat. Dunia setelah kampus akan menghadirkan tantangan yang berbeda, mulai dari dunia kerja, dunia usaha, pendidikan lanjutan, hingga berbagai kesempatan pengembangan diri lainnya.

    Karena itu, menjelang wisuda, mahasiswa perlu mempersiapkan diri tidak hanya secara administratif, tetapi juga secara mental dan emosional.

    Persiapan Menjelang Hari Wisuda

    Salah satu hal yang paling sering menjadi perhatian mahasiswa menjelang wisuda adalah persiapan teknis. Mulai dari memastikan seluruh persyaratan akademik telah terpenuhi, melengkapi dokumen administrasi, hingga mempersiapkan pakaian yang akan dikenakan saat prosesi wisuda.

    Tidak jarang pula mahasiswa mulai sibuk mencari lokasi foto terbaik di kampus. Taman kampus yang biasanya hanya dilewati begitu saja mendadak berubah menjadi studio foto dadakan. Setiap sudut kampus terasa memiliki nilai historis tersendiri.

    Selain itu, keluarga juga mulai ikut bersemangat. Ada yang sudah menyiapkan karangan bunga, ada yang merencanakan acara syukuran, bahkan ada yang lebih sibuk memilih pakaian daripada wisudawannya sendiri.

    Di balik semua kesibukan tersebut, satu hal yang paling penting adalah menjaga kesehatan dan kebahagiaan menjelang hari istimewa tersebut. Bagaimanapun, wisuda adalah momen yang layak dinikmati setelah perjuangan panjang selama masa studi.

    Untuk yang Akan Diwisuda: Banggalah pada Dirimu Sendiri

    Sering kali mahasiswa terlalu fokus melihat pencapaian orang lain hingga lupa menghargai perjuangannya sendiri.

    Padahal, setiap mahasiswa memiliki cerita yang berbeda. Ada yang harus membagi waktu antara kuliah dan bekerja. Ada yang merantau jauh dari keluarga. Ada yang menghadapi berbagai tantangan pribadi selama proses perkuliahan. Ada pula yang harus berjuang lebih keras untuk menyelesaikan studinya.

    Karena itu, jika hari wisuda akhirnya tiba, berikan apresiasi kepada diri sendiri. Tidak semua perjalanan mudah, tetapi Anda berhasil melewatinya.

    Tidak masalah jika perjalanan Anda berbeda dengan teman yang lain. Yang terpenting adalah Anda tidak menyerah dan terus melangkah hingga mencapai titik ini.

    Untuk Para Wisudawan: Dunia Menanti Kontribusi Terbaikmu

    Setelah prosesi wisuda selesai dan toga dikembalikan, kehidupan nyata akan mulai berjalan dengan ritmenya sendiri. Akan ada tantangan baru, peluang baru, serta pengalaman baru yang mungkin belum pernah dibayangkan sebelumnya.

    Bagi yang sedang mencari pekerjaan, jangan berkecil hati jika belum langsung mendapatkan kesempatan yang diinginkan. Bagi yang ingin berwirausaha, jangan takut untuk memulai. Bagi yang melanjutkan studi, teruslah memperluas wawasan dan kemampuan diri.

    Kesuksesan tidak selalu datang dengan cepat, dan setiap orang memiliki garis waktunya masing-masing.

    Yang paling penting adalah terus belajar, beradaptasi, menjaga integritas, serta tidak berhenti mengembangkan potensi yang dimiliki.

    Wisuda Adalah Awal untuk Terus Berkarya

    Universitas PGRI Yogyakarta percaya bahwa setiap lulusan memiliki peran penting dalam membangun masyarakat, bangsa, dan dunia yang lebih baik. Ilmu yang diperoleh selama masa kuliah bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

    Momentum wisuda menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak berhenti saat menerima ijazah. Justru setelah itu, proses belajar akan berlangsung dalam bentuk yang berbeda melalui pengalaman, pekerjaan, pengabdian, dan kehidupan sehari-hari.

    Kepada seluruh mahasiswa yang akan diwisuda maupun yang telah resmi menjadi alumni, tetaplah melangkah dengan optimisme dan semangat berkarya. Jangan takut menghadapi tantangan baru, karena setiap langkah yang diambil adalah bagian dari proses menuju masa depan yang lebih baik.

    Dan jika suatu saat nanti Anda merindukan masa kuliah, tenang saja. Foto-foto wisuda, kenangan bersama teman, serta cerita tentang perjuangan mengerjakan tugas hingga tengah malam akan selalu menjadi bagian indah yang tidak akan terlupakan.

    Selamat mempersiapkan wisuda dan selamat menempuh perjalanan baru, para calon alumni dan alumni Universitas PGRI Yogyakarta.

    Hari ini toga dikenakan, besok mimpi-mimpi besar mulai diwujudkan.