
Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) secara resmi menutup rangkaian Program SEA-Teacher Batch 11 Inbound Gelombang 1 Tahun 2026 melalui kegiatan Farewell Ceremony yang diselenggarakan pada Selasa (26/5/2026). Kegiatan ini menjadi penanda berakhirnya program pertukaran mahasiswa internasional sekaligus momentum untuk mempererat persahabatan dan kerja sama pendidikan antara UPY dengan perguruan tinggi mitra di kawasan Asia Tenggara.
Farewell Ceremony berlangsung di Ruang Sidang Rektorat Universitas PGRI Yogyakarta dan dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, jajaran Kantor Urusan Kerja Sama (KUK), serta empat mahasiswa peserta SEA-Teacher Batch 11 Inbound Gelombang 1, yakni Abrielle Gene Loreña, Berg Odiada Valenzuela, Denise Khesha Cahilig Tacaisan, dan Mark Steven Osmeña Tandoy.
Program SEA-Teacher merupakan salah satu program internasional yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa calon guru dari berbagai negara untuk memperoleh pengalaman praktik mengajar, mengenal budaya lokal, serta memperkuat kompetensi profesional melalui pembelajaran lintas negara. Selama mengikuti program di UPY, para mahasiswa menjalani berbagai aktivitas akademik dan praktik mengajar di sekolah mitra, sekaligus berinteraksi langsung dengan sivitas akademika dan masyarakat Indonesia.
Dalam sambutannya, pihak Universitas PGRI Yogyakarta menyampaikan apresiasi atas dedikasi, semangat belajar, serta partisipasi aktif para mahasiswa selama mengikuti program. Kehadiran mahasiswa internasional dinilai tidak hanya memperkaya suasana akademik kampus, tetapi juga memperkuat proses internasionalisasi yang terus dikembangkan UPY.
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai prosesi perpisahan. Para peserta diberikan kesempatan untuk berbagi kesan dan pengalaman selama berada di Indonesia. Mereka mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan belajar di UPY, mengenal budaya Indonesia secara lebih dekat, serta menjalin persahabatan dengan mahasiswa, dosen, dan masyarakat sekitar.
Usai seremoni di lingkungan kampus, rombongan melanjutkan kunjungan ke Sekolah Mutiara Persada, lokasi para mahasiswa menjalani praktik mengajar selama program berlangsung. Kunjungan tersebut menjadi momen berpamitan kepada kepala sekolah, guru pamong, tenaga kependidikan, serta para siswa yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan akademik mereka di Indonesia.
Dalam suasana yang penuh kehangatan, para mahasiswa menyampaikan ucapan terima kasih atas bimbingan, dukungan, serta pengalaman mengajar yang mereka peroleh selama berada di sekolah. Bagi para peserta, pengalaman tersebut menjadi bekal berharga dalam mengembangkan kompetensi sebagai calon pendidik yang memiliki perspektif global.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilakukan penyerahan cendera mata dan sesi foto bersama sebagai simbol persahabatan yang telah terjalin antara Universitas PGRI Yogyakarta, Sekolah Mutiara Persada, dan para mahasiswa peserta SEA-Teacher. Momen tersebut menjadi pengingat bahwa kolaborasi pendidikan mampu melampaui batas negara melalui semangat saling belajar dan menghargai keberagaman budaya.





Melalui penyelenggaraan Farewell Ceremony ini, Universitas PGRI Yogyakarta berharap hubungan baik dengan perguruan tinggi mitra dalam program SEA-Teacher dapat terus berkembang menjadi kolaborasi yang lebih luas, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun pertukaran mahasiswa dan dosen.
Program ini sekaligus mempertegas komitmen UPY dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi. Dengan membuka ruang kolaborasi lintas negara, UPY terus berupaya menghadirkan pengalaman belajar berkelas internasional yang mampu membentuk lulusan berwawasan global, adaptif terhadap keberagaman budaya, serta siap menghadapi tantangan dunia pendidikan di masa depan.
Lebih dari sekadar program pertukaran mahasiswa, SEA-Teacher menjadi jembatan persahabatan antarbangsa yang memperkaya pengalaman akademik sekaligus menanamkan nilai saling menghormati, kolaborasi, dan kepedulian sebagai fondasi dalam membangun pendidikan yang berkualitas di tingkat regional maupun global.