
Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali menegaskan komitmennya dalam menyiapkan calon guru yang profesional, berkarakter, dan peduli terhadap perlindungan peserta didik melalui penyelenggaraan Workshop Anti Bullying, Kesehatan Mental, serta Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Satuan Pendidikan.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 23 Mei 2026, di Hotel Galery Prawirotaman Yogyakarta ini diikuti oleh berbagai unsur civitas akademika PPG FKIP UPY, mulai dari pimpinan universitas, pengelola program PPG, dosen, guru pamong, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa PPG Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026.
Workshop ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan pemahaman calon guru dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal. Di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu perundungan, kesehatan mental, dan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan, guru dituntut tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan pedagogik, tetapi juga kepekaan sosial serta kemampuan dalam memberikan perlindungan kepada peserta didik.
Dalam sambutannya, pihak penyelenggara menegaskan bahwa sekolah harus menjadi ruang yang aman bagi setiap anak untuk belajar, berkembang, dan mengekspresikan potensinya tanpa rasa takut. Oleh karena itu, pendidikan profesi guru perlu membekali calon pendidik dengan pemahaman yang komprehensif mengenai berbagai tantangan yang dihadapi peserta didik di era saat ini.
Workshop menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya. Materi pertama bertajuk “Kampanye Anti Bullying dan Kesehatan Mental” disampaikan oleh Diana Septi Purnama, M.Pd., Ph.D., Kepala Unit Layanan Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Yogyakarta. Dalam paparannya, Diana menjelaskan pentingnya membangun budaya sekolah yang sehat, inklusif, dan mendukung kesejahteraan psikologis peserta didik.
Ia menekankan bahwa kesehatan mental menjadi salah satu aspek penting dalam proses pendidikan. Guru diharapkan mampu mengenali tanda-tanda awal permasalahan psikologis pada peserta didik serta menciptakan iklim pembelajaran yang mendorong rasa aman, penghargaan, dan empati.
Sementara itu, materi kedua bertajuk “Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Satuan Pendidikan” disampaikan oleh Febria Gupita, S.H., M.H., Ketua Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Universitas PGRI Yogyakarta. Dalam sesi tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai bentuk-bentuk kekerasan seksual, mekanisme pencegahan, prosedur penanganan kasus, serta pentingnya membangun budaya kampus dan sekolah yang bebas dari kekerasan.
Kedua materi tersebut saling melengkapi dalam membangun kompetensi calon guru. Jika sesi pertama memperkuat aspek psikologis dan kesejahteraan peserta didik, sesi kedua memberikan pemahaman mengenai perlindungan hak-hak peserta didik serta langkah-langkah preventif dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan bermartabat.


Peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi yang berlangsung. Diskusi interaktif yang terbangun menunjukkan tingginya kepedulian calon guru terhadap berbagai isu yang berkembang di dunia pendidikan. Berbagai pertanyaan dan studi kasus yang dibahas menjadi ruang refleksi sekaligus pembelajaran nyata bagi peserta dalam menghadapi tantangan di lapangan nantinya.
Selain sesi workshop, kegiatan juga dimanfaatkan sebagai forum koordinasi internal Program PPG FKIP UPY. Setelah penyampaian materi, agenda dilanjutkan dengan koordinasi pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) Semester 1 serta pembahasan berbagai program kemahasiswaan yang akan dilaksanakan dalam waktu mendatang.
Melalui kegiatan ini, PPG FKIP UPY berharap para calon guru memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menjalankan peran sebagai pendidik sekaligus pelindung peserta didik. Guru masa depan tidak hanya dituntut menguasai materi pembelajaran, tetapi juga mampu membangun lingkungan pendidikan yang sehat, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan peserta didik.
Workshop ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Universitas PGRI Yogyakarta dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan melalui penguatan karakter dan kompetensi calon guru. Dengan pemahaman yang kuat mengenai anti bullying, kesehatan mental, serta pencegahan dan penanganan kekerasan seksual, diharapkan lahir generasi pendidik yang mampu menghadirkan sekolah sebagai ruang tumbuh yang aman, nyaman, dan membahagiakan bagi seluruh peserta didik.














