Kategori: Berita Utama

  • 340 Wisudawan Resmi Dikukuhkan, UPY Dorong Lulusan Terus Berkembang dan Berinovasi

    340 Wisudawan Resmi Dikukuhkan, UPY Dorong Lulusan Terus Berkembang dan Berinovasi

    Yogyakarta – Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali mencetak lulusan berkualitas melalui penyelenggaraan Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Periode III Tahun Akademik 2025/2026 yang berlangsung khidmat pada Sabtu, 27 Juni 2026, di Auditorium Kampus 1 UPY. Sebanyak 340 wisudawan dan wisudawati resmi dikukuhkan sebagai lulusan yang siap melangkah ke dunia profesional dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

    Prosesi wisuda menjadi momentum istimewa yang menandai berakhirnya perjalanan akademik sekaligus awal pengabdian para lulusan di tengah dinamika kehidupan yang terus berkembang. Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti auditorium, ketika para wisudawan didampingi keluarga tercinta menerima pengukuhan atas perjuangan yang telah ditempuh selama menempuh pendidikan di Universitas PGRI Yogyakarta.

    Dalam sambutannya, Rektor Universitas PGRI Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang telah berhasil menyelesaikan studi. Ia berharap ilmu pengetahuan, keterampilan, serta nilai-nilai yang diperoleh selama menempuh pendidikan di UPY dapat menjadi bekal berharga dalam menjalani kehidupan profesional maupun pengabdian kepada masyarakat.

    “Harapan kami, mudah-mudahan dengan bekal ilmu yang telah saudara miliki dapat menjadi modal yang berharga untuk meraih kesuksesan dalam mengabdikan diri kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Hendaknya wisudawan dan wisudawati terus berupaya mengembangkan diri sehingga mampu beraktualisasi sebagai sarjana dan magister pendidikan yang profesional,” tutur Rektor.

    Lebih lanjut, Prof. Paiman mendorong para lulusan untuk terus meningkatkan kompetensi sesuai perkembangan zaman, baik dengan berkarier di dunia kerja, membangun usaha, maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

    Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia, UPY terus menghadirkan berbagai pilihan pendidikan lanjutan. Saat ini, UPY memiliki tiga program studi magister, yakni Magister Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (PIPS), Magister Pendidikan Dasar, dan Magister Manajemen.

    Selain itu, Universitas PGRI Yogyakarta juga telah dipercaya oleh Kementerian Pendidikan untuk menyelenggarakan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan melalui lima program studi, yaitu PPG Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, PPG Pendidikan Sejarah, PPG Pendidikan Guru Sekolah Dasar, PPG Pendidikan Matematika, serta PPG Bimbingan dan Konseling.

    Rektor menegaskan bahwa kesempatan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para lulusan yang ingin berkarier sebagai pendidik profesional.

    “UPY siap menjadi gerbang sukses masa depan bagi saudara yang ingin melanjutkan pendidikan. Kami berharap kesempatan ini dapat dimanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan kompetensi dan memperluas kontribusi dalam dunia pendidikan,” ujarnya.

    Pada kesempatan tersebut, Rektor juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh orang tua dan keluarga wisudawan yang telah memberikan kepercayaan kepada Universitas PGRI Yogyakarta dalam mendampingi proses pendidikan putra-putrinya.

    “Kami mengucapkan selamat dan rasa bangga kepada bapak, ibu, orang tua, serta keluarga wisudawan dan wisudawati. Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada UPY untuk mendidik dan membekali putra-putri terbaik bangsa,” ungkapnya.

    Kepada para lulusan, Prof. Paiman berpesan agar senantiasa menjaga nama baik almamater dalam setiap langkah pengabdian dan perjalanan karier. Menurutnya, integritas, profesionalisme, serta semangat belajar sepanjang hayat merupakan modal penting untuk menghadapi tantangan di masa depan.

    Wisuda Periode III Tahun Akademik 2025/2026 tidak hanya menjadi seremoni akademik, tetapi juga menjadi simbol keberhasilan kolaborasi antara mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan keluarga dalam membangun insan yang unggul. Dengan bekal ilmu, karakter, dan pengalaman yang diperoleh selama menempuh pendidikan di UPY, para lulusan diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

    Universitas PGRI Yogyakarta akan terus berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat melalui tata kelola perguruan tinggi yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada kualitas. Sejalan dengan visi tersebut, UPY optimistis dapat terus melahirkan lulusan yang kompeten, berdaya saing global, serta mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan di masa depan.

    Selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati Universitas PGRI Yogyakarta Periode III Tahun Akademik 2025/2026. Teruslah belajar, berkarya, dan menginspirasi. Jadilah pribadi yang membawa manfaat bagi sesama, menjaga nama baik almamater, serta berkontribusi nyata untuk kemajuan Indonesia.

  • UPY Lepas Kontingen PEKSIMIPROV DIY 2026, Siap Tampilkan Talenta Terbaik dan Harumkan Nama Almamater

    UPY Lepas Kontingen PEKSIMIPROV DIY 2026, Siap Tampilkan Talenta Terbaik dan Harumkan Nama Almamater

    Yogyakarta – Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) secara resmi melepas kontingen mahasiswa untuk mengikuti Pekan Seni Mahasiswa Indonesia Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (PEKSIMIPROV DIY) 2026 yang akan diselenggarakan pada 22–29 Juni 2026 di sejumlah perguruan tinggi, yakni Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Pelepasan kontingen dilaksanakan pada Selasa, 23 Juni 2026, sebagai bentuk dukungan dan apresiasi universitas kepada mahasiswa yang akan membawa nama baik almamater di ajang seni bergengsi tingkat provinsi.

    PEKSIMIPROV merupakan ajang yang mempertemukan mahasiswa berbakat dari berbagai perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta untuk berkompetisi sekaligus menampilkan kreativitas, inovasi, dan ekspresi seni dalam berbagai cabang lomba. Bagi UPY, keikutsertaan dalam ajang ini menjadi bagian dari komitmen universitas dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa, tidak hanya pada bidang akademik, tetapi juga seni, budaya, dan kreativitas.

    Ketua Kontingen UPY, Mas Bintang (Abin), menyampaikan bahwa seluruh peserta telah menjalani berbagai persiapan secara maksimal sebelum mengikuti kompetisi.

    “Kami tidak hanya membawa nama UPY, tetapi juga membawa harapan seluruh sivitas akademika. Setiap anggota kontingen telah mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya dan siap memberikan penampilan terbaik di setiap tangkai lomba,” ungkapnya.

    Kontingen UPY tahun ini terdiri atas mahasiswa dari berbagai program studi yang akan berlaga pada enam tangkai lomba, yaitu Fotografi, Tulis Puisi, Tulis Cerpen, Menyanyi Dangdut, Baca Puisi, dan Desain Poster. Selain menargetkan prestasi, keikutsertaan mahasiswa dalam PEKSIMIPROV juga menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring, mempererat silaturahmi antarmahasiswa perguruan tinggi, serta saling bertukar inspirasi melalui karya seni.

    Dalam sambutannya, Wakil Rektor III UPY, Dr. Septian Aji Permana, M.Pd., memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar senantiasa menjaga semangat, sportivitas, dan integritas selama mengikuti kompetisi.

    “Mahasiswa UPY adalah representasi kampus dan harapan masa depan. Tunjukkan bahwa kalian mampu bersaing dengan karakter yang baik, kompetensi yang unggul, serta menjunjung tinggi sportivitas. Jadikan setiap pengalaman dalam kompetisi ini sebagai proses belajar untuk terus berkembang,” pesannya.

    Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kemenangan memang menjadi tujuan, namun nilai-nilai seperti disiplin, kerja keras, rasa percaya diri, dan kemampuan berkolaborasi merupakan bekal yang jauh lebih berharga dalam membentuk karakter mahasiswa.

    Semangat dan dukungan juga mengalir dari seluruh sivitas akademika UPY. Kehadiran para dosen, tenaga kependidikan, serta rekan-rekan mahasiswa dalam pelepasan kontingen menjadi wujud kebersamaan dan optimisme agar para delegasi mampu memberikan penampilan terbaik selama kompetisi berlangsung.

    Partisipasi UPY dalam PEKSIMIPROV DIY 2026 sekaligus menjadi cerminan komitmen universitas dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung pengembangan minat, bakat, dan kreativitas mahasiswa secara berkelanjutan. Kampus percaya bahwa prestasi tidak hanya lahir dari ruang kelas, tetapi juga tumbuh melalui pengalaman berkarya, berkompetisi, dan berkolaborasi.

    Melalui keikutsertaan pada PEKSIMIPROV DIY 2026, Universitas PGRI Yogyakarta berharap para mahasiswa dapat menampilkan karya terbaik, meraih prestasi yang membanggakan, sekaligus menjadi duta seni yang membawa nama baik almamater di tingkat provinsi. Apa pun hasil yang diraih nantinya, keberanian untuk berkarya dan berkompetisi merupakan pencapaian yang patut diapresiasi sebagai bagian dari proses menjadi generasi muda yang kreatif, berkarakter, dan berdaya saing.

    Seluruh keluarga besar Universitas PGRI Yogyakarta mengucapkan selamat berjuang kepada Kontingen PEKSIMIPROV DIY 2026. Semoga setiap langkah yang ditempuh menjadi pengalaman berharga, mengantarkan prestasi terbaik, dan semakin mengharumkan nama Universitas PGRI Yogyakarta di tingkat regional maupun nasional.

  • Kolaborasi Akademik Internasional: Dosen UPY Menjadi Guest Lecturer di Mariano Marcos State University Filipina

    Kolaborasi Akademik Internasional: Dosen UPY Menjadi Guest Lecturer di Mariano Marcos State University Filipina

    Komitmen Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) dalam memperluas jejaring internasional sekaligus berkontribusi pada pengembangan pendidikan global kembali diwujudkan melalui kegiatan Guest Lecturer yang diselenggarakan di Mariano Marcos State University (MMSU), Filipina, pada 13 November 2025. Kegiatan yang berlangsung di Hall MMSU tersebut diikuti oleh siswa-siswi dan mahasiswa MMSU sebagai peserta utama.

    Kegiatan Guest Lecturer ini menghadirkan Dosen Prodi PBI UPY yaitu Juang Kurniawan S, S.Pd., M.Pd.B.I, yang menjadi bagian dari upaya penguatan wawasan, pola pikir (mindset), serta kesiapan generasi muda yang tengah mempersiapkan diri memasuki dunia pendidikan dan profesi keguruan. Melalui forum akademik internasional ini, peserta memperoleh perspektif yang lebih luas mengenai tantangan dan peluang yang akan dihadapi calon pendidik di era global yang terus berkembang.

    Acara dibuka oleh pihak MMSU dan berlangsung dalam suasana yang tertib, hangat, dan penuh antusiasme. Pada sesi utama, pemateri membahas berbagai isu strategis terkait dunia pendidikan, peran guru di masa depan, serta pentingnya pengembangan kompetensi akademik, karakter, dan profesionalisme bagi calon lulusan program pendidikan.

    Materi yang disampaikan tidak hanya menyoroti pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan pedagogik, tetapi juga menekankan perlunya kemampuan adaptasi, kreativitas, serta kepemimpinan yang dibutuhkan oleh pendidik di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang semakin pesat.

    Selama kegiatan berlangsung, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Hal tersebut terlihat dari aktifnya sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung dinamis. Berbagai pertanyaan diajukan terkait dunia pendidikan, tantangan profesi guru, hingga strategi pengembangan diri yang dapat dipersiapkan sejak masa studi.

    Interaksi yang terjalin antara pemateri dan peserta menciptakan suasana akademik yang hidup dan inspiratif. Para siswa dan mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan baru mengenai pendidikan keguruan, tetapi juga mendapatkan motivasi untuk terus mengembangkan potensi diri dalam menghadapi tantangan pendidikan global.

    Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana pertukaran gagasan dan pengalaman antarnegara dalam bidang pendidikan. Melalui dialog akademik yang terbuka, peserta diajak untuk memahami bahwa profesi guru memiliki peran strategis dalam membentuk generasi masa depan yang berkualitas, berkarakter, dan mampu bersaing di tingkat internasional.

    Selain memperkuat pemahaman tentang dunia pendidikan, kegiatan Guest Lecturer ini juga menjadi wujud nyata implementasi internasionalisasi pendidikan yang terus dikembangkan oleh Universitas PGRI Yogyakarta. Kehadiran UPY dalam forum akademik internasional menunjukkan komitmen institusi untuk terus membangun kolaborasi global yang memberikan manfaat bagi sivitas akademika maupun mitra pendidikan di berbagai negara.

    Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung dengan lancar dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa dan mahasiswa MMSU memiliki perspektif yang lebih luas mengenai profesi pendidik serta kesiapan yang lebih matang dalam menempuh pendidikan keguruan dan menghadapi dunia kerja di masa depan.

    Universitas PGRI Yogyakarta akan terus mendorong berbagai program kolaborasi internasional yang mendukung pengembangan kompetensi akademik, penguatan jejaring global, serta peningkatan kualitas pendidikan. Dengan semangat kolaborasi dan berbagi pengetahuan, UPY berkomitmen untuk turut berkontribusi dalam mencetak generasi pendidik yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global.

  • Atlet Pencak Silat UPY Borong Prestasi di Sangiran Championship III Tingkat Nasional 2026

    Atlet Pencak Silat UPY Borong Prestasi di Sangiran Championship III Tingkat Nasional 2026

    Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta (UPY). Kali ini, para atlet yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pencak Silat UPY berhasil meraih sejumlah gelar juara pada ajang Sangiran Championship III Tingkat Nasional 2026, membuktikan bahwa mahasiswa UPY tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga mampu berprestasi di bidang olahraga dan seni bela diri.

    Kejuaraan tingkat nasional tersebut menjadi ajang kompetisi yang mempertemukan pesilat-pesilat terbaik dari berbagai daerah di Indonesia. Dalam kompetisi yang berlangsung penuh semangat dan sportivitas tersebut, atlet-atlet UPY tampil gemilang dan berhasil membawa pulang sejumlah medali serta penghargaan bergengsi.

    Prestasi tertinggi diraih oleh Nesyaila Zahra, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) angkatan 2024, yang berhasil meraih Juara 1 Kelas Under A Putri Dewasa sekaligus dinobatkan sebagai Pesilat Terbaik Putri Dewasa. Capaian tersebut menjadi bukti kualitas teknik, mental bertanding, dan dedikasi tinggi yang dimiliki atlet muda UPY tersebut.

    Prestasi membanggakan lainnya diraih oleh Habib Khoiron, mahasiswa Program Studi Ilmu Keolahragaan (IKOR) angkatan 2025, yang sukses meraih Juara 1 Kelas E Putra Dewasa. Sementara itu, Bagas Endjang Septian, mahasiswa IKOR angkatan 2023, juga tampil impresif dengan menyabet Juara 1 Kelas I Putra Dewasa.

    Di kategori putri, Reva Ariana Puspita, mahasiswa Program Studi Hukum Bisnis angkatan 2024, berhasil meraih Juara 1 Kelas A Putri Dewasa, menambah daftar prestasi gemilang yang diraih kontingen UPY dalam kejuaraan tersebut.

    Tak kalah membanggakan, Faidha Mauliya Khasanah, mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah angkatan 2023, turut menyumbangkan prestasi dengan meraih Juara 3 Kelas B Putri Dewasa, menunjukkan semangat juang dan konsistensi dalam mengembangkan potensi diri melalui olahraga pencak silat.

    Keberhasilan para atlet UKM Pencak Silat UPY ini merupakan hasil dari proses latihan yang disiplin, kerja keras yang berkelanjutan, serta dukungan berbagai pihak, mulai dari pelatih, pembina UKM, hingga lingkungan kampus yang terus mendorong pengembangan potensi mahasiswa di berbagai bidang.

    Prestasi yang diraih juga mencerminkan komitmen Universitas PGRI Yogyakarta dalam mendukung kegiatan kemahasiswaan sebagai bagian penting dari pembentukan karakter, kepemimpinan, dan daya saing mahasiswa. Melalui berbagai wadah pengembangan minat dan bakat, UPY terus berupaya mencetak generasi muda yang unggul, berprestasi, dan mampu berkontribusi positif bagi masyarakat.

    Keberhasilan para atlet UKM Pencak Silat UPY di ajang Sangiran Championship III Tingkat Nasional 2026 diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus mengembangkan potensi diri, berani berkompetisi, dan mengukir prestasi di berbagai bidang.

    Universitas PGRI Yogyakarta menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh atlet yang telah mengharumkan nama almamater di tingkat nasional. Semoga capaian ini menjadi motivasi untuk terus melangkah, berjuang, dan meraih prestasi yang lebih tinggi di masa mendatang.

    Selamat kepada para juara. Terus berprestasi, terus menginspirasi, dan terus mengharumkan nama Universitas PGRI Yogyakarta di tingkat nasional maupun internasional.

  • Menjelang Wisuda: Bahagia, Haru, dan Sedikit Panik Memikirkan Masa Depan

    Menjelang Wisuda: Bahagia, Haru, dan Sedikit Panik Memikirkan Masa Depan

    Ada satu momen yang selalu dinantikan oleh mahasiswa selama menjalani kehidupan di bangku kuliah: wisuda. Setelah bertahun-tahun bergelut dengan tugas, praktikum, presentasi, penelitian, revisi, hingga perjuangan menyelesaikan skripsi, akhirnya tibalah garis finis yang selama ini menjadi tujuan.

    Namun menariknya, menjelang hari wisuda, perasaan mahasiswa biasanya bercampur menjadi satu. Ada rasa bahagia karena perjuangan akademik berhasil dituntaskan, ada rasa haru karena akan meninggalkan kehidupan kampus yang penuh cerita, dan ada pula rasa deg-degan memikirkan kehidupan setelah menyandang gelar sarjana.

    Bahkan tidak sedikit yang mengaku bahwa menjelang wisuda, pertanyaan yang paling sering muncul bukan lagi soal revisi skripsi, melainkan:

    “Setelah ini mau kerja di mana?”

    atau

    “Kapan lanjut S2?”

    dan tentu saja pertanyaan legendaris dari keluarga besar saat kumpul bersama:

    “Sudah wisuda, kapan nikah?”

    Untungnya, pertanyaan terakhir bukan bagian dari syarat kelulusan.

    Wisuda Bukan Akhir, Melainkan Awal Perjalanan Baru

    Banyak orang menganggap wisuda sebagai garis akhir dari perjalanan pendidikan. Padahal, wisuda sejatinya adalah awal dari babak baru kehidupan.

    Gelar akademik yang diperoleh bukan sekadar simbol keberhasilan, tetapi juga tanggung jawab untuk terus belajar, berkembang, dan memberikan kontribusi kepada masyarakat. Dunia setelah kampus akan menghadirkan tantangan yang berbeda, mulai dari dunia kerja, dunia usaha, pendidikan lanjutan, hingga berbagai kesempatan pengembangan diri lainnya.

    Karena itu, menjelang wisuda, mahasiswa perlu mempersiapkan diri tidak hanya secara administratif, tetapi juga secara mental dan emosional.

    Persiapan Menjelang Hari Wisuda

    Salah satu hal yang paling sering menjadi perhatian mahasiswa menjelang wisuda adalah persiapan teknis. Mulai dari memastikan seluruh persyaratan akademik telah terpenuhi, melengkapi dokumen administrasi, hingga mempersiapkan pakaian yang akan dikenakan saat prosesi wisuda.

    Tidak jarang pula mahasiswa mulai sibuk mencari lokasi foto terbaik di kampus. Taman kampus yang biasanya hanya dilewati begitu saja mendadak berubah menjadi studio foto dadakan. Setiap sudut kampus terasa memiliki nilai historis tersendiri.

    Selain itu, keluarga juga mulai ikut bersemangat. Ada yang sudah menyiapkan karangan bunga, ada yang merencanakan acara syukuran, bahkan ada yang lebih sibuk memilih pakaian daripada wisudawannya sendiri.

    Di balik semua kesibukan tersebut, satu hal yang paling penting adalah menjaga kesehatan dan kebahagiaan menjelang hari istimewa tersebut. Bagaimanapun, wisuda adalah momen yang layak dinikmati setelah perjuangan panjang selama masa studi.

    Untuk yang Akan Diwisuda: Banggalah pada Dirimu Sendiri

    Sering kali mahasiswa terlalu fokus melihat pencapaian orang lain hingga lupa menghargai perjuangannya sendiri.

    Padahal, setiap mahasiswa memiliki cerita yang berbeda. Ada yang harus membagi waktu antara kuliah dan bekerja. Ada yang merantau jauh dari keluarga. Ada yang menghadapi berbagai tantangan pribadi selama proses perkuliahan. Ada pula yang harus berjuang lebih keras untuk menyelesaikan studinya.

    Karena itu, jika hari wisuda akhirnya tiba, berikan apresiasi kepada diri sendiri. Tidak semua perjalanan mudah, tetapi Anda berhasil melewatinya.

    Tidak masalah jika perjalanan Anda berbeda dengan teman yang lain. Yang terpenting adalah Anda tidak menyerah dan terus melangkah hingga mencapai titik ini.

    Untuk Para Wisudawan: Dunia Menanti Kontribusi Terbaikmu

    Setelah prosesi wisuda selesai dan toga dikembalikan, kehidupan nyata akan mulai berjalan dengan ritmenya sendiri. Akan ada tantangan baru, peluang baru, serta pengalaman baru yang mungkin belum pernah dibayangkan sebelumnya.

    Bagi yang sedang mencari pekerjaan, jangan berkecil hati jika belum langsung mendapatkan kesempatan yang diinginkan. Bagi yang ingin berwirausaha, jangan takut untuk memulai. Bagi yang melanjutkan studi, teruslah memperluas wawasan dan kemampuan diri.

    Kesuksesan tidak selalu datang dengan cepat, dan setiap orang memiliki garis waktunya masing-masing.

    Yang paling penting adalah terus belajar, beradaptasi, menjaga integritas, serta tidak berhenti mengembangkan potensi yang dimiliki.

    Wisuda Adalah Awal untuk Terus Berkarya

    Universitas PGRI Yogyakarta percaya bahwa setiap lulusan memiliki peran penting dalam membangun masyarakat, bangsa, dan dunia yang lebih baik. Ilmu yang diperoleh selama masa kuliah bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

    Momentum wisuda menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak berhenti saat menerima ijazah. Justru setelah itu, proses belajar akan berlangsung dalam bentuk yang berbeda melalui pengalaman, pekerjaan, pengabdian, dan kehidupan sehari-hari.

    Kepada seluruh mahasiswa yang akan diwisuda maupun yang telah resmi menjadi alumni, tetaplah melangkah dengan optimisme dan semangat berkarya. Jangan takut menghadapi tantangan baru, karena setiap langkah yang diambil adalah bagian dari proses menuju masa depan yang lebih baik.

    Dan jika suatu saat nanti Anda merindukan masa kuliah, tenang saja. Foto-foto wisuda, kenangan bersama teman, serta cerita tentang perjuangan mengerjakan tugas hingga tengah malam akan selalu menjadi bagian indah yang tidak akan terlupakan.

    Selamat mempersiapkan wisuda dan selamat menempuh perjalanan baru, para calon alumni dan alumni Universitas PGRI Yogyakarta.

    Hari ini toga dikenakan, besok mimpi-mimpi besar mulai diwujudkan.

  • PPG UPY Gelar Kursus Keterampilan Kepramukaan 2026, Cetak Calon Guru Berkarakter dan Berjiwa Pemimpin

    PPG UPY Gelar Kursus Keterampilan Kepramukaan 2026, Cetak Calon Guru Berkarakter dan Berjiwa Pemimpin

    Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali menunjukkan komitmennya dalam menyiapkan calon guru profesional yang tidak hanya unggul dalam kompetensi akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, jiwa kepemimpinan, dan kemampuan sosial yang baik. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Kursus Keterampilan Kepramukaan PPG UPY 2026 yang dilaksanakan di kawasan wisata edukatif Kebun Buah Mangunan, Bantul.

    Kegiatan ini menjadi salah satu program penguatan kompetensi mahasiswa PPG yang dirancang untuk membekali calon pendidik dengan keterampilan kepramukaan yang relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan saat ini. Melalui perpaduan materi teoritis dan praktik lapangan, peserta diajak memahami bagaimana nilai-nilai kepramukaan dapat menjadi sarana efektif dalam membentuk karakter peserta didik di sekolah.

    Dalam pelaksanaannya, kursus ini bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap Gerakan Pramuka sekaligus memperkuat kemampuan kepemimpinan, pembinaan karakter, manajemen kegiatan ekstrakurikuler, serta pengembangan keterampilan sosial yang menjadi bagian penting dari profesi guru.

    “Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penguasaan materi kepramukaan, tetapi juga menjadi wahana pembentukan karakter calon guru yang adaptif, bertanggung jawab, dan mampu menjadi teladan bagi peserta didik,” demikian disampaikan oleh tim penyelenggara PPG UPY.

    Selama kegiatan berlangsung, peserta memperoleh berbagai materi yang mencakup aspek dasar hingga praktik aplikatif dalam dunia kepramukaan. Materi yang diberikan meliputi pemahaman mengenai Undang-Undang Gerakan Pramuka, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Gerakan Pramuka, prinsip dasar kepramukaan, hingga metode pembinaan yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah.

    Selain itu, peserta juga mengikuti pelatihan kepemimpinan dan dinamika kelompok yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, kerja sama tim, pemecahan masalah, serta keterampilan memimpin dalam berbagai situasi. Berbagai aktivitas kelompok yang dilakukan di alam terbuka menjadi pengalaman berharga dalam membangun solidaritas dan rasa tanggung jawab bersama.

    Tidak kalah penting, mahasiswa juga mendapatkan pelatihan keterampilan kepramukaan yang dapat diterapkan dalam kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Berbagai simulasi dan praktik lapangan memberikan pengalaman nyata bagi peserta dalam merancang serta melaksanakan kegiatan kepramukaan yang edukatif dan menarik.

    Sebagai bentuk kesiapan menghadapi berbagai tantangan kegiatan luar ruang, peserta juga dibekali materi mengenai manajemen risiko dalam kegiatan pramuka. Materi ini mencakup identifikasi risiko, mitigasi, hingga penerapan prosedur keselamatan yang penting untuk menjamin keamanan peserta didik dalam setiap kegiatan.

    Suasana kebersamaan semakin terasa melalui kegiatan api unggun dan pentas seni yang menjadi bagian dari rangkaian pelatihan. Aktivitas tersebut tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga media untuk menumbuhkan kreativitas, rasa percaya diri, kebersamaan, dan semangat gotong royong di antara peserta.

    Pelaksanaan kursus menggunakan pendekatan experiential learning atau pembelajaran berbasis pengalaman. Metode ini memungkinkan peserta belajar secara langsung melalui praktik dan refleksi, sehingga pemahaman yang diperoleh menjadi lebih mendalam dan aplikatif.

    Strategi pembelajaran yang diterapkan meliputi pembelajaran partisipatif, praktik lapangan, dinamika kelompok, serta evaluasi berkelanjutan melalui pre-test, post-test, observasi praktik, dan penyusunan rencana tindak lanjut. Seluruh proses dirancang untuk memastikan peserta mampu menguasai kompetensi yang diperlukan sebagai calon pembina pramuka sekaligus pendidik profesional.

    Lebih dari sekadar pelatihan keterampilan, kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan pendidikan karakter yang menanamkan nilai-nilai disiplin, integritas, tanggung jawab, kepedulian sosial, serta semangat pengabdian. Nilai-nilai tersebut merupakan fondasi penting yang harus dimiliki oleh setiap guru dalam menjalankan perannya sebagai pendidik dan pembentuk karakter generasi bangsa.

    Melalui Kursus Keterampilan Kepramukaan 2026 ini, Program Studi PPG Universitas PGRI Yogyakarta berharap dapat melahirkan calon guru yang tidak hanya kompeten dalam aspek pedagogik dan profesional, tetapi juga mampu menjadi pembina yang inspiratif serta agen perubahan di lingkungan sekolah dan masyarakat.

    Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas lulusan, UPY terus menghadirkan berbagai program penguatan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan. Dengan bekal keterampilan, karakter, dan kepemimpinan yang kuat, mahasiswa PPG diharapkan siap menjadi guru masa depan yang mampu mencetak generasi unggul, berkarakter, dan berdaya saing global.

  • Program Pelatihan Digital Gratis — Dicoding Bangun Negeri 2026

    Program Pelatihan Digital Gratis — Dicoding Bangun Negeri 2026

    Program Dicoding Bangun Negeri (DBN) 2026, sebuah program Pelatihan Gratis akses pembelajaran digital yang diselenggarakan oleh Dicoding Indonesia dan diperuntukkan bagi mahasiswa aktif D3, D4, dan S1 di seluruh Indonesia.

    Program ini memberikan akses gratis terhadap 2 kelas dasar dari 14 learning path di bidang teknologi, antara lain AI Engineer, Data Science, Front-End Web, Android, dan Gen AI Engineer. Setiap kelas dilengkapi dengan modul pembelajaran terstruktur, ujian, proyek akhir, serta ulasan dari praktisi industri.

    Mahasiswa yang berminat dapat mendaftarkan diri secara mandiri melalui situs resmi program di www.dicoding.com/dbn menggunakan email institusi, tanpa dipungut biaya pendaftaran.

    Untuk informasi lebih lanjut mengenai program, mahasiswa dan pihak perguruan tinggi dapat menghubungi perwakilan Dicoding Indonesia atas nama Salma Nadhira Danuningrat melalui nomor 0851 8457 5563.

    sumber: https://lldikti5.kemdiktisaintek.go.id/home/detailpost/informasi-program-pelatihan-digital-gratis-dicoding-bangun-negeri-2026

  • Bangun Generasi Kritis dan Berkarakter, Pendidikan Sejarah UPY Gelar Webinar Pedagogi Kreatif

    Bangun Generasi Kritis dan Berkarakter, Pendidikan Sejarah UPY Gelar Webinar Pedagogi Kreatif

    Di tengah tantangan pendidikan abad ke-21 yang semakin dinamis, kreativitas menjadi salah satu kunci penting dalam menciptakan pembelajaran yang bermakna dan relevan bagi peserta didik. Menjawab kebutuhan tersebut, Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) menyelenggarakan Webinar Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 secara daring pada Jumat, 8 Mei 2026.

    Kegiatan yang mengusung tema “Pedagogi Kreatif dalam Pembelajaran Sejarah” ini menjadi ruang akademik yang mempertemukan guru, akademisi, mahasiswa, praktisi pendidikan, serta masyarakat umum untuk bersama-sama membahas inovasi pembelajaran sejarah yang lebih kreatif, inspiratif, dan sesuai dengan perkembangan zaman.

    Webinar ini terselenggara melalui kolaborasi antara Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP UPY dengan Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) serta Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah Jawa Tengah. Kolaborasi tersebut menjadi wujud komitmen bersama dalam memperkuat kualitas pendidikan sejarah melalui sinergi antara perguruan tinggi, organisasi profesi, dan komunitas guru.

    Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP UPY, Dr. Muhammad Iqbal Birsyada, M.Pd., menyampaikan bahwa pembelajaran sejarah saat ini tidak lagi dapat dilakukan dengan pendekatan konvensional semata. Guru dituntut untuk mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih aktif, menarik, dan kontekstual agar peserta didik dapat memahami sejarah secara lebih mendalam.

    “Pembelajaran sejarah memiliki peran strategis dalam membangun kemampuan berpikir kritis, kesadaran sejarah, dan karakter kebangsaan. Oleh karena itu, diperlukan berbagai pendekatan kreatif agar sejarah dapat dipahami sebagai ilmu yang hidup dan relevan dengan kehidupan masa kini,” ujarnya.

    Tema yang diangkat dalam webinar ini dipilih sebagai respons terhadap tantangan pendidikan modern yang menuntut adanya inovasi dalam proses pembelajaran. Sejarah tidak hanya dipandang sebagai rangkaian peristiwa masa lalu, tetapi juga sebagai sarana refleksi untuk memahami masa kini dan merancang masa depan yang lebih baik.

    Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Hal tersebut terlihat dari aktifnya diskusi, sesi tanya jawab, serta pertukaran pengalaman terkait praktik pembelajaran sejarah di berbagai daerah. Kehadiran peserta dari beragam latar belakang turut memperkaya perspektif dan memperluas wawasan mengenai strategi pembelajaran sejarah yang efektif di era digital.

    Selain menjadi forum ilmiah, webinar ini juga menjadi sarana penguatan jejaring akademik dan profesional bagi para pendidik sejarah. Melalui kolaborasi yang terjalin, berbagai gagasan, inovasi, dan praktik baik dalam pembelajaran sejarah dapat disebarluaskan sehingga memberikan dampak yang lebih luas bagi dunia pendidikan.

    Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP UPY menegaskan bahwa penyelenggaraan webinar ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan dalam mendukung peningkatan kompetensi akademik dan profesional tenaga pendidik sejarah. Kegiatan semacam ini diharapkan dapat menjadi wadah yang produktif untuk berbagi pengetahuan sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan komunitas pendidikan.

    Melalui Webinar Hardiknas 2026 ini, diharapkan lahir berbagai gagasan baru serta praktik pembelajaran sejarah yang lebih kreatif, inovatif, dan kontekstual. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan minat generasi muda terhadap sejarah sekaligus memperkuat nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat.

    Sebagai institusi pendidikan yang berkomitmen pada pengembangan keilmuan dan pendidikan karakter, Universitas PGRI Yogyakarta akan terus menghadirkan berbagai kegiatan akademik yang adaptif terhadap kebutuhan zaman. Melalui kontribusi nyata tersebut, UPY berharap dapat terus berperan aktif dalam memajukan pendidikan sejarah dan mencetak generasi muda yang cerdas, kritis, serta memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat.

  • Tenang, Kamu Tidak Sendiri: Semangat Menghadapi Ujian Semester

    Tenang, Kamu Tidak Sendiri: Semangat Menghadapi Ujian Semester

    Memasuki akhir semester, suasana kampus biasanya mulai berubah. Perpustakaan menjadi lebih ramai, grup kelas mendadak aktif, dan mahasiswa yang sebelumnya sulit ditemukan kini mulai sering terlihat membawa buku atau laptop ke berbagai sudut kampus.

    Ya, musim ujian semester telah tiba.

    Bagi sebagian mahasiswa, ujian adalah momen untuk membuktikan hasil belajar selama satu semester. Namun bagi sebagian lainnya, ujian juga menjadi waktu yang penuh tantangan, mulai dari mengejar materi yang belum sempat dipelajari, menyelesaikan tugas akhir perkuliahan, hingga berusaha menjaga fokus di tengah godaan rebahan yang semakin kuat.

    Meski demikian, satu hal yang perlu diingat adalah bahwa setiap mahasiswa pernah berada di titik yang sama: merasa cemas, gugup, bahkan sedikit panik menjelang ujian. Dan kabar baiknya, semua itu adalah hal yang wajar.

    Ujian Bukan Musuh, Tapi Teman Evaluasi

    Ketika mendengar kata “ujian”, tidak sedikit mahasiswa yang langsung membayangkan lembar soal yang panjang, rumus yang tiba-tiba lupa, atau dosen yang memberikan pertanyaan di luar dugaan.

    Padahal, pada hakikatnya ujian bukanlah sesuatu yang harus ditakuti. Ujian merupakan salah satu cara untuk mengukur sejauh mana pemahaman mahasiswa terhadap materi yang telah dipelajari selama satu semester.

    Ibarat seorang atlet yang mengikuti pertandingan setelah berlatih berbulan-bulan, mahasiswa juga sedang menunjukkan hasil dari proses belajar yang telah dijalani. Jadi, ujian bukan tentang mencari kesalahan, melainkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaik.

    Jangan Bandingkan Proses Belajarmu dengan Orang Lain

    Di masa ujian, media sosial kadang menjadi sumber tekanan tambahan. Ada teman yang mengunggah foto belajar dengan tumpukan buku setinggi gunung. Ada yang sudah selesai membuat rangkuman berwarna-warni. Bahkan ada yang terlihat begitu tenang seolah ujian hanyalah formalitas.

    Tenang saja.

    Setiap mahasiswa memiliki cara belajar yang berbeda. Ada yang nyaman belajar sendiri, ada yang lebih memahami materi melalui diskusi kelompok, dan ada juga yang membutuhkan suasana tenang di perpustakaan atau kedai kopi.

    Yang terpenting bukan seberapa mirip proses belajar kita dengan orang lain, tetapi seberapa konsisten kita mempersiapkan diri.

    Istirahat Juga Bagian dari Strategi Belajar

    Salah satu kesalahan yang sering dilakukan mahasiswa menjelang ujian adalah memaksakan diri belajar tanpa jeda. Akibatnya, tubuh menjadi lelah dan konsentrasi menurun.

    Padahal berbagai penelitian menunjukkan bahwa otak membutuhkan waktu istirahat untuk memproses informasi dengan lebih baik. Tidur yang cukup, makan teratur, dan menjaga kesehatan fisik justru dapat membantu meningkatkan performa saat ujian.

    Jadi, jika hari ini Anda memilih tidur lebih awal dibandingkan memaksakan membaca satu bab tambahan, itu bukan berarti malas. Bisa jadi itu adalah strategi belajar yang lebih cerdas.

    Tentang Sistem Kebut Semalam

    Mari jujur sejenak.

    Setiap kampus pasti memiliki kelompok mahasiswa yang sangat percaya pada kekuatan “Sistem Kebut Semalam” atau yang lebih dikenal dengan singkatan legendaris: SKS.

    Mereka biasanya baru membuka seluruh materi ketika kalender menunjukkan bahwa ujian tinggal beberapa jam lagi.

    Meski terkadang strategi ini menghasilkan cerita sukses yang menarik untuk dibagikan kepada teman-teman, para ahli pendidikan sepakat bahwa belajar secara bertahap jauh lebih efektif dibandingkan menghafal banyak materi dalam waktu singkat.

    Jadi, jika masih ada waktu, mulailah belajar dari sekarang. Jangan menunggu sampai kopi ketiga dan rasa panik datang bersamaan.

    Nilai Penting, Tapi Proses Lebih Penting

    Setiap mahasiswa tentu menginginkan hasil terbaik. Namun, perlu dipahami bahwa nilai bukan satu-satunya ukuran keberhasilan.

    Proses belajar yang dilakukan dengan sungguh-sungguh, kemampuan mengelola waktu, disiplin, serta keberanian menghadapi tantangan juga merupakan bagian penting dari perjalanan pendidikan.

    Tidak ada mahasiswa yang sempurna. Ada kalanya hasil sesuai harapan, ada pula saat hasil belum maksimal. Yang terpenting adalah terus belajar, memperbaiki diri, dan tidak menyerah ketika menghadapi kesulitan.

    Tetap Semangat, Pejuang Semester!

    Ujian semester memang dapat membuat suasana hati naik turun. Hari ini merasa percaya diri, besok tiba-tiba lupa materi yang kemarin sudah dipahami. Semua itu merupakan bagian dari perjalanan yang hampir dialami setiap mahasiswa.

    Universitas PGRI Yogyakarta mengajak seluruh mahasiswa untuk menghadapi ujian dengan penuh semangat, optimisme, dan persiapan yang matang. Percayalah bahwa setiap usaha yang dilakukan hari ini akan memberikan hasil yang berharga di masa depan.

    Jadi, tarik napas, siapkan catatan, buka kembali materi kuliah, dan hadapi ujian dengan percaya diri.

    Karena pada akhirnya, semester boleh berganti, soal boleh berbeda, tetapi semangat mahasiswa untuk terus belajar dan berkembang harus tetap menyala.

    Selamat menempuh ujian semester. Semoga lancar, dimudahkan, dan mendapatkan hasil terbaik sesuai usaha yang telah dilakukan.

  • Minggu Tenang Sebelum Ujian, Ehh… Hati Malah Deg-degan. Apakah Ini Jatuh Cinta?

    Minggu Tenang Sebelum Ujian, Ehh… Hati Malah Deg-degan. Apakah Ini Jatuh Cinta?

    Minggu tenang sebelum ujian akhirnya tiba. Jadwal kuliah mulai berkurang, tugas sudah mulai dikumpulkan, dan suasana kampus perlahan terasa lebih lengang dari biasanya. Namun anehnya, di tengah kondisi yang seharusnya lebih santai, justru banyak mahasiswa yang merasakan satu hal yang sama: hati mulai berdebar-debar tanpa sebab yang jelas.

    “Minggu tenang sebelum ujian, ehh… hati malah deg-degan. Apakah ini jatuh cinta?”

    Tunggu dulu. Sebelum buru-buru menyusun playlist lagu galau atau mencari tahu siapa yang diam-diam membuat jantung berdebar, ada kemungkinan besar penyebabnya bukan karena cinta, melainkan karena jadwal ujian akhir semester yang sudah semakin dekat.

    Fenomena ini hampir selalu muncul setiap akhir semester. Buku-buku yang sebelumnya tersimpan rapi di rak mendadak dicari. Slide perkuliahan yang sempat dianggap “nanti saja dibaca” tiba-tiba menjadi prioritas utama. Bahkan grup kelas yang biasanya hanya berisi informasi absensi mendadak berubah menjadi pusat diskusi akademik darurat.

    Minggu tenang memang memiliki nama yang menenangkan, tetapi bagi sebagian mahasiswa, periode ini justru menjadi masa paling menegangkan. Di satu sisi ada keinginan untuk beristirahat setelah menjalani satu semester penuh aktivitas akademik. Di sisi lain, ada kesadaran bahwa ujian sudah tinggal menghitung hari.

    Namun, di balik rasa cemas tersebut, ada satu hal yang perlu diingat. Deg-degan menjelang ujian adalah hal yang wajar. Itu merupakan tanda bahwa mahasiswa peduli terhadap proses belajar dan ingin memberikan hasil terbaik. Yang terpenting bukan menghilangkan rasa gugup sepenuhnya, melainkan mengelolanya menjadi energi positif untuk mempersiapkan diri dengan lebih baik.

    Ketika Kalender Akademik Menjadi Pengingat Realitas

    Bagi sebagian mahasiswa, Minggu Tenang adalah kesempatan emas untuk menyusun strategi menghadapi ujian. Ada yang mulai membuat jadwal belajar, merangkum materi, hingga berdiskusi dengan teman-teman sekelas.

    Namun, ada juga tipe mahasiswa yang baru tersadar setelah melihat unggahan teman di media sosial yang sedang belajar di perpustakaan.

    “Wah, ternyata minggu depan sudah UAS?”

    Fenomena ini mungkin terdengar lucu, tetapi cukup umum terjadi. Kesibukan organisasi, kegiatan kampus, pekerjaan paruh waktu, hingga berbagai aktivitas lainnya sering membuat mahasiswa lupa bahwa semester berjalan lebih cepat daripada perkiraan.

    Beragam Tipe Mahasiswa Saat Minggu Tenang

    Menjelang ujian, biasanya muncul berbagai karakter mahasiswa yang cukup mudah dikenali.

    Pertama, ada tim persiapan jauh hari. Mereka sudah memiliki catatan lengkap, rangkuman warna-warni, dan jadwal belajar yang tertata rapi. Ketika ditanya sudah belajar atau belum, jawabannya sering membuat teman-temannya semakin panik.

    “Lumayan, tinggal review sedikit.”

    Kedua, ada tim belajar kelompok. Niat awalnya belajar bersama, tetapi dalam praktiknya bisa berubah menjadi sesi berbagi cerita, membahas makanan favorit, hingga merencanakan liburan setelah ujian.

    Ketiga, ada tim sistem kebut semalam (SKS). Mereka percaya bahwa kemampuan otak manusia dapat bekerja sangat maksimal ketika waktu tersisa kurang dari 24 jam sebelum ujian. Walaupun metode ini sering berhasil dalam cerita, para ahli pendidikan sebenarnya tidak merekomendasikannya sebagai strategi belajar yang ideal.

    Deg-degan Itu Wajar

    Perasaan cemas menjelang ujian merupakan hal yang normal. Menurut berbagai penelitian di bidang psikologi pendidikan, tingkat kecemasan yang moderat justru dapat membantu seseorang menjadi lebih fokus dan termotivasi untuk belajar.

    Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana mengelola kecemasan tersebut agar tidak berubah menjadi stres berlebihan. Salah satu cara yang efektif adalah dengan membuat perencanaan belajar yang realistis, menjaga pola tidur, mengonsumsi makanan bergizi, serta tetap meluangkan waktu untuk beristirahat.

    Belajar selama delapan jam tanpa jeda belum tentu lebih efektif dibandingkan belajar secara teratur dengan waktu yang terstruktur. Tubuh dan pikiran juga membutuhkan waktu untuk memproses informasi dengan baik.

    Ujian Bukan Hanya Tentang Nilai

    Dalam dunia pendidikan tinggi, ujian memang menjadi salah satu alat untuk mengukur pemahaman mahasiswa terhadap materi yang telah dipelajari. Namun, lebih dari itu, ujian juga melatih berbagai keterampilan penting seperti disiplin, manajemen waktu, tanggung jawab, serta kemampuan menghadapi tekanan.

    Tidak semua hasil ujian akan selalu sempurna. Yang terpenting adalah proses belajar yang dijalani dengan sungguh-sungguh dan kemauan untuk terus berkembang. Nilai yang baik tentu membanggakan, tetapi pengalaman belajar yang bermakna akan memberikan manfaat jauh lebih panjang dalam kehidupan.

    Tetap Semangat dan Jaga Kesehatan

    Minggu Tenang seharusnya menjadi waktu untuk mempersiapkan diri, bukan menambah kepanikan. Oleh karena itu, mahasiswa perlu memanfaatkan waktu ini dengan bijak. Mulailah belajar secara bertahap, kurangi distraksi yang tidak perlu, dan jangan lupa menjaga kesehatan fisik maupun mental.

    Universitas PGRI Yogyakarta mengajak seluruh mahasiswa untuk menghadapi masa ujian dengan optimisme, persiapan yang matang, dan semangat belajar yang tinggi. Karena pada akhirnya, keberhasilan bukan hanya ditentukan oleh seberapa banyak materi yang dihafal, tetapi juga oleh konsistensi, usaha, dan ketekunan dalam proses belajar.

    Dan jika saat ini Anda sedang memasuki Minggu Tenang sambil merasakan jantung berdebar lebih cepat dari biasanya, tenang saja. Kemungkinan besar Anda tidak sendirian. Hampir seluruh mahasiswa di berbagai penjuru kampus sedang merasakan hal yang sama.

    Selamat menjalani Minggu Tenang. Semoga tenang jadwalnya, tenang pikirannya, dan tentu saja… lancar ujianya!