Category: Berita Utama

  • Program Studi PLB UPY Raih Akreditasi Unggul, Tegaskan Komitmen pada Pendidikan Berkualitas

    Program Studi PLB UPY Raih Akreditasi Unggul, Tegaskan Komitmen pada Pendidikan Berkualitas

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali menorehkan capaian membanggakan di bidang akademik. Program Studi Pendidikan Luar Biasa (PLB), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UPY, resmi berhasil meraih Akreditasi Unggul sebagai bentuk pengakuan atas kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi yang profesional, berdaya saing, dan berorientasi pada mutu berkelanjutan.

    Predikat Akreditasi Unggul ini menjadi pencapaian strategis yang menegaskan komitmen Program Studi PLB UPY dalam menjaga standar akademik, memperkuat budaya riset, meningkatkan kualitas tata kelola, serta mengembangkan layanan pendidikan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan dunia pendidikan khusus.

    Keberhasilan ini merupakan hasil dari kerja keras seluruh sivitas akademika, mulai dari pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, hingga para mitra yang selama ini berkontribusi dalam pengembangan Program Studi PLB.

    Akreditasi Unggul tidak hanya menjadi simbol pencapaian administratif, tetapi juga mencerminkan kualitas nyata dalam berbagai aspek, termasuk kurikulum, proses pembelajaran, kompetensi lulusan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta tata kelola kelembagaan yang akuntabel dan profesional.

    Pihak universitas menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi seluruh keluarga besar Prodi PLB FKIP UPY yang telah menunjukkan komitmen kuat dalam mewujudkan pendidikan luar biasa yang unggul dan inklusif.

    Capaian ini diharapkan semakin memperkuat posisi Program Studi PLB UPY sebagai salah satu program studi yang mampu mencetak tenaga pendidik profesional di bidang pendidikan luar biasa, sekaligus berkontribusi dalam pengembangan pendidikan inklusif di Indonesia.

    Dengan diraihnya Akreditasi Unggul, Universitas PGRI Yogyakarta menegaskan langkah progresifnya dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang berkualitas, inovatif, dan responsif terhadap tantangan zaman.

    UPY berharap pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus melangkah maju, memperluas kontribusi, serta menghadirkan pendidikan yang semakin bermutu demi mencetak lulusan yang profesional, humanis, dan berdampak luas bagi masyarakat.

  • UPY Terima Benchmarking Universitas Perjuangan Tasikmalaya, Perkuat Sinergi Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran

    UPY Terima Benchmarking Universitas Perjuangan Tasikmalaya, Perkuat Sinergi Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) menerima kunjungan benchmarking dari Universitas Perjuangan Tasikmalaya (UNPER) pada Rabu (15/4/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB di Ruang Sidang Rektorat UPY ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi antarperguruan tinggi, khususnya di bidang penjaminan mutu dan pengembangan pembelajaran.

    Kunjungan benchmarking tersebut melibatkan peserta dari Lembaga Pengembangan Pembelajaran (LPP) dan Badan Penjaminan Mutu (BPM) dari masing-masing universitas. Dari pihak UPY, kegiatan dipimpin langsung oleh Wakil Rektor I, Ahmad Riyadi, M.Kom.

    Dalam pertemuan tersebut, Universitas Perjuangan Tasikmalaya melakukan benchmarking terkait sistem penjaminan mutu internal serta strategi pengembangan pembelajaran yang diterapkan oleh BPM dan LPP UPY. Diskusi berfokus pada praktik-praktik terbaik dalam pengelolaan mutu akademik, penguatan budaya kualitas, serta inovasi pembelajaran yang adaptif terhadap kebutuhan pendidikan tinggi saat ini.

    Kegiatan ini bertujuan untuk saling berbagi pengalaman dan praktik baik dalam membangun sistem penjaminan mutu yang efektif, profesional, dan berkelanjutan. Selain itu, benchmarking juga menjadi ruang kolaboratif untuk mendiskusikan strategi peningkatan kualitas pembelajaran sebagai bagian dari penguatan daya saing institusi.

    Suasana diskusi berlangsung aktif dan konstruktif, dengan berbagai pembahasan terkait tata kelola mutu, evaluasi akademik, pengembangan kurikulum, serta inovasi pembelajaran yang berorientasi pada peningkatan kualitas lulusan.

    Sebagai tindak lanjut konkret dari kegiatan ini, kedua institusi merencanakan penandatanganan Implementation of Agreement (IoA) antara LP3M Universitas Perjuangan Tasikmalaya dengan BPM dan LPP UPY. Langkah ini diharapkan menjadi fondasi kerja sama berkelanjutan dalam penguatan mutu pendidikan tinggi, pengembangan pembelajaran, serta peningkatan kapasitas kelembagaan.

    Melalui kegiatan benchmarking ini, UPY kembali menegaskan komitmennya sebagai institusi pendidikan tinggi yang terbuka terhadap kolaborasi, inovasi, dan pengembangan mutu berkelanjutan. Sinergi antarperguruan tinggi diharapkan mampu mendorong terciptanya ekosistem akademik yang unggul, adaptif, dan berdaya saing nasional.

  • Hari Bumi 2026: Bersama Menjaga Planet, Membangun Masa Depan Berkelanjutan

    Hari Bumi 2026: Bersama Menjaga Planet, Membangun Masa Depan Berkelanjutan

    Setiap tanggal 22 April, dunia memperingati Hari Bumi sebagai momentum global untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan dan melestarikan bumi sebagai rumah bersama. Hari Bumi 2026 menjadi pengingat bahwa keberlanjutan planet bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau organisasi tertentu, tetapi merupakan komitmen bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia pendidikan.

    Di tengah berbagai tantangan lingkungan seperti perubahan iklim, polusi, deforestasi, krisis air bersih, dan peningkatan limbah, Hari Bumi hadir sebagai seruan nyata untuk bertindak lebih bijak terhadap alam. Bumi bukan warisan semata, melainkan titipan bagi generasi mendatang yang harus dijaga melalui langkah-langkah kecil maupun besar secara konsisten.

    Universitas PGRI Yogyakarta memaknai Hari Bumi 2026 sebagai bagian penting dalam membangun kesadaran ekologis di lingkungan kampus. Sebagai institusi pendidikan, UPY berkomitmen untuk menanamkan nilai kepedulian lingkungan kepada seluruh sivitas akademika melalui budaya hidup berkelanjutan, pengelolaan sumber daya yang bertanggung jawab, serta kontribusi nyata dalam edukasi dan pengabdian kepada masyarakat.

    Mahasiswa sebagai generasi muda memiliki peran strategis dalam menciptakan perubahan. Mulai dari kebiasaan sederhana seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menghemat energi, menjaga kebersihan lingkungan, hingga berpartisipasi dalam inovasi hijau dan gerakan sosial berbasis lingkungan—semua menjadi bagian dari kontribusi besar bagi bumi.

    Hari Bumi juga menjadi refleksi bahwa kemajuan teknologi dan pembangunan harus berjalan seiring dengan kepedulian terhadap ekosistem. Pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam melahirkan inovator, peneliti, dan pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan.

    Melalui peringatan Hari Bumi 2026, Universitas PGRI Yogyakarta mengajak seluruh sivitas akademika dan masyarakat untuk bersama-sama membangun gaya hidup yang lebih ramah lingkungan, peduli, dan berkelanjutan.

    Karena menjaga bumi bukan hanya tentang hari ini, tetapi tentang masa depan.

    Selamat Hari Bumi 2026
    “Our Power, Our Planet”
    Bersama Universitas PGRI Yogyakarta, wujudkan langkah kecil untuk perubahan besar demi bumi yang lebih hijau, sehat, dan lestari.

  • Memperingati Hari Kartini 2026: Semangat Perempuan Berdaya, Pendidikan Maju, Indonesia Tangguh

    Memperingati Hari Kartini 2026: Semangat Perempuan Berdaya, Pendidikan Maju, Indonesia Tangguh

    Setiap tanggal 21 April, bangsa Indonesia kembali mengenang sosok luar biasa yang telah menyalakan obor perubahan bagi kaum perempuan, yaitu Raden Ajeng Kartini. Hari Kartini bukan sekadar peringatan historis, tetapi juga momentum penting untuk merefleksikan perjuangan emansipasi, kesetaraan pendidikan, dan peran strategis perempuan dalam membangun bangsa.

    Pada Hari Kartini 2026, semangat perjuangan R.A. Kartini tetap relevan di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis. Kartini telah membuka jalan bagi perempuan Indonesia untuk memperoleh hak pendidikan, berpikir kritis, serta berkontribusi aktif di berbagai bidang kehidupan. Kini, semangat tersebut terus hidup dalam kiprah perempuan Indonesia modern yang berprestasi di dunia pendidikan, teknologi, ekonomi, sosial, budaya, hingga kepemimpinan.

    Universitas PGRI Yogyakarta memaknai Hari Kartini sebagai pengingat bahwa pendidikan adalah fondasi utama dalam membangun generasi unggul tanpa memandang gender. Sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkomitmen pada kemajuan bangsa, UPY terus mendukung lahirnya perempuan-perempuan cerdas, tangguh, inovatif, dan berdaya saing global.

    Perempuan masa kini bukan hanya penerus perjuangan Kartini, tetapi juga penggerak perubahan di era modern. Di lingkungan kampus, perempuan hadir sebagai mahasiswa berprestasi, dosen inspiratif, peneliti, pemimpin organisasi, hingga agen perubahan sosial yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

    Peringatan Hari Kartini 2026 juga menjadi ajakan bagi seluruh sivitas akademika untuk terus menanamkan nilai keberanian, kecerdasan, kemandirian, dan semangat kolaborasi. Karena sejatinya, perjuangan Kartini belum selesai ia terus berlanjut melalui karya, pendidikan, dan dedikasi generasi masa kini.

    Selamat Hari Kartini 2026.
    Mari terus kobarkan semangat perempuan berdaya, pendidikan maju, dan Indonesia yang lebih setara.

    “Habis Gelap Terbitlah Terang”
    Dari Universitas PGRI Yogyakarta, untuk perempuan Indonesia yang terus menginspirasi.

  • Pengumuman Wisuda Periode III (Offline 27 Juni 2026) tahun akademik 2025/2026

    Pengumuman Wisuda Periode III (Offline 27 Juni 2026) tahun akademik 2025/2026

    Berikut informasi terkait Pelaksanaan Pengumuman Wisuda Periode III (Offline 27 Juni 2026) tahun akademik 2025/2026. Selengkapnya silahkan download disini

  • Biar Nugas Nggak Cuma Niat: Tips Supaya Lebih Efektif dan Nggak Keteteran Deadline

    Biar Nugas Nggak Cuma Niat: Tips Supaya Lebih Efektif dan Nggak Keteteran Deadline

    Setelah mengenal berbagai tipe mahasiswa saat nugas di Part 1 dan memahami kelebihan serta kekurangannya di Part 2, sekarang saatnya masuk ke bagian yang paling “krusial”:
    gimana caranya biar nugas benar-benar selesai, bukan cuma direncanakan?

    Karena jujur saja, tantangan terbesar mahasiswa bukan kurang tempat, tapi…
    terlalu banyak alasan untuk menunda. 😄

    Nah, berikut beberapa tips yang bisa membantu kamu jadi lebih efektif saat nugas di mana pun tempatnya.

    1. Gunakan Teknik “Mulai Dulu 10 Menit”

    Sering kali, yang berat itu bukan nugasnya, tapi memulai.

    Solusinya sederhana: “Kerjakan dulu 10 menit saja.”

    Biasanya, setelah mulai, otak akan ikut “panas” dan lebih mudah lanjut. Teknik ini terbukti efektif untuk mengatasi kebiasaan menunda (procrastination).

    📋 2. Pecah Tugas Jadi Bagian Kecil

    Tugas besar sering terasa menakutkan.
    Solusinya: dibagi-bagi.

    Misalnya:

    • Hari ini cari referensi
    • Besok buat kerangka
    • Lusa mulai menulis

    Dengan cara ini, tugas terasa lebih ringan dan lebih mudah diselesaikan.

    📵 3. Kurangi Distraksi (Ini yang Paling Sulit 😄)

    Realitanya:

    Niat nugas kalah sama notifikasi.

    Beberapa cara yang bisa dicoba:

    • Aktifkan mode fokus di HP
    • Jauhkan HP saat nugas
    • Gunakan aplikasi pemblokir distraksi

    Karena satu notifikasi kecil bisa berubah jadi 1 jam scroll tanpa sadar.

    4. Pilih Tempat Sesuai Kebutuhan, Bukan Tren

    Tidak semua tugas cocok dikerjakan di semua tempat.

    • Butuh ide? → Coffee shop boleh
    • Butuh fokus tinggi? → Perpustakaan
    • Butuh fleksibel? → Kamar kos

    Intinya: sesuaikan tempat dengan jenis tugas, bukan sekadar ikut-ikutan.

    🧠 5. Gunakan Teknik Pomodoro

    Metode ini cukup populer dan terbukti membantu fokus:

    • 25 menit kerja
    • 5 menit istirahat

    Setelah 4 sesi, istirahat lebih panjang.

    Teknik ini membantu menjaga konsentrasi tanpa merasa terlalu lelah.

    🎯 6. Tetapkan Target Harian yang Realistis

    Jangan langsung:

    “Hari ini harus selesai semua.”

    Cukup:

    • 2 halaman selesai
    • 1 bagian tugas beres

    Target kecil yang tercapai lebih baik daripada target besar yang hanya jadi rencana.

    👥 7. Pilih Teman Nugas yang “Sejalan”

    Kalau nugas bareng, pastikan:

    • Temannya sama-sama ingin produktif
    • Bukan yang baru 5 menit sudah ngajak jajan

    Karena lingkungan sangat memengaruhi kebiasaan.

    😴 8. Jangan Lupakan Istirahat

    Produktif bukan berarti memaksakan diri terus-menerus.

    Istirahat tetap penting agar:

    • Otak tetap fresh
    • Tidak cepat jenuh
    • Hasil kerja tetap maksimal

    Kadang, istirahat sebentar justru membuat pekerjaan lebih cepat selesai.

    Nugas Itu Soal Kebiasaan, Bukan Sekadar Tempat

    Setelah semua pembahasan dari Part 1 sampai Part 3, satu hal yang bisa disimpulkan yaitu Tempat boleh berbeda, gaya boleh beda, tapi kunci utamanya tetap sama konsistensi.

    Karena:

    • Coffee shop tidak menjamin produktif
    • Perpustakaan tidak menjamin fokus
    • Kamar kos tidak selalu jadi penghalang

    Yang menentukan tetap diri sendiri. Jadi kalau hari ini masih belum mulai nugas, coba buka laptop, kerjakan sedikit saja. Karena dalam dunia perkuliahan, yang paling penting bukan rencana sempurna, tapi tugas yang benar-benar selesai. 😄

  • LPPM Universitas Kaltara Lakukan Benchmarking ke LPPM UPY, Perkuat Kolaborasi Riset dan Pengabdian

    LPPM Universitas Kaltara Lakukan Benchmarking ke LPPM UPY, Perkuat Kolaborasi Riset dan Pengabdian

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menerima kunjungan benchmarking dari LPPM Universitas Kaltara pada Selasa (10/2/2026). Kegiatan ini berlangsung dalam suasana kolaboratif dengan semangat saling berbagi pengalaman guna meningkatkan mutu tata kelola penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

    Rombongan LPPM Universitas Kaltara disambut langsung oleh jajaran pimpinan dan tim LPPM UPY. Kunjungan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat jejaring kelembagaan serta bertukar praktik baik (best practices) dalam pengelolaan program penelitian dan pengabdian.

    Dalam sesi pemaparan, tim LPPM UPY menyampaikan berbagai aspek pengelolaan riset dan pengabdian, mulai dari perencanaan program, skema pendanaan internal, pendampingan proposal hibah eksternal, hingga sistem monitoring dan evaluasi (monev). Selain itu, dipaparkan pula strategi peningkatan luaran penelitian, seperti publikasi ilmiah, perolehan hak kekayaan intelektual, serta hilirisasi hasil riset yang berdampak bagi masyarakat.

    Diskusi berlangsung interaktif dengan mengangkat sejumlah isu strategis, di antaranya penguatan tata kelola berbasis digital, optimalisasi peran pusat studi, serta pengembangan budaya riset di lingkungan perguruan tinggi. Kedua belah pihak juga berbagi pengalaman dalam pengelolaan hibah kompetitif nasional, pengembangan kemitraan dengan pemerintah daerah dan dunia industri, serta peningkatan kapasitas dosen dalam penyusunan proposal dan publikasi ilmiah bereputasi.

    Kegiatan benchmarking ini diharapkan tidak hanya berhenti pada pertukaran informasi, tetapi juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Sinergi antara kedua institusi menjadi langkah penting dalam mewujudkan tata kelola LPPM yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada dampak.

    Melalui kegiatan ini, baik Universitas Kaltara maupun Universitas PGRI Yogyakarta berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dalam pengembangan riset dan pengabdian yang inovatif, adaptif, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.

  • Nugas di Mana Paling Efektif? Ini Kelebihan dan Kekurangan Gaya Mahasiswa (PART 2)

    Nugas di Mana Paling Efektif? Ini Kelebihan dan Kekurangan Gaya Mahasiswa (PART 2)

    Setelah mengenal berbagai tipe mahasiswa saat nugas di Part 1, sekarang saatnya kita bahas hal yang paling penting:
    mana yang benar-benar efektif?

    Jawabannya tidak selalu hitam putih. Setiap tempat punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.

    Coffee Shop: Nyaman, Tapi Perlu Kontrol Diri

    Kelebihan:

    • Suasana santai meningkatkan mood
    • Cocok untuk tugas kreatif
    • Bisa jadi “refreshing” dari rutinitas

    Kekurangan:

    • Biaya tidak sedikit
    • Banyak distraksi
    • Produktivitas tergantung niat

    📚 Kampus: Paling Ideal untuk Fokus

    Kelebihan:

    • Lingkungan mendukung belajar
    • Minim gangguan
    • Akses referensi lengkap

    Kekurangan:

    • Terasa terlalu formal bagi sebagian orang
    • Jam terbatas
    • Bisa terganggu jika bertemu teman

    🛏️ Kamar Kos: Fleksibel Tapi Berisiko

    Kelebihan:

    • Nyaman dan fleksibel
    • Hemat biaya
    • Bisa belajar kapan saja

    Kekurangan:

    • Distraksi tinggi (kasur, HP, dll.)
    • Rentan menunda pekerjaan
    • Butuh disiplin tinggi

    👥 Nugas Bareng: Seru Tapi Harus Terarah

    Kelebihan:

    • Bisa diskusi
    • Lebih menyenangkan
    • Membantu memahami materi

    Kekurangan:

    • Mudah berubah jadi ngobrol
    • Fokus terbagi
    • Tidak semua anggota aktif

    💻 Digital: Cepat Tapi Harus Selektif

    Kelebihan:

    • Akses informasi luas
    • Praktis dan efisien
    • Mendukung pembelajaran modern

    Kekurangan:

    • Rentan distraksi
    • Banyak informasi tidak valid
    • Fokus mudah hilang

    🧠 Jadi, Mana yang Terbaik?

    Jawabannya sederhana:
    yang membuatmu benar-benar produktif.

    Karena pada akhirnya:

    • Tempat hanya faktor pendukung
    • Kebiasaan dan disiplin adalah kunci utama

    Penutup

    Setiap mahasiswa punya gaya masing-masing. Tidak perlu memaksakan diri mengikuti orang lain.

    Mau di coffee shop, kampus, atau kamar kos—semua sah.
    Yang penting:

    • Tugas selesai
    • Materi dipahami
    • Dan tidak hanya terlihat sibuk

    Karena pada akhirnya, mahasiswa yang berhasil bukan yang paling estetik saat nugas,
    tapi yang konsisten dan bertanggung jawab.

    Dan kalau hari ini masih bingung mau nugas di mana…
    coba mulai dulu saja.
    Tempat bisa menyusul,
    yang penting progress jalan. 😄

  • Perkuat Kompetensi Profesional, Mahasiswa Pendidikan Sejarah UPY Ikuti Sertifikasi Pemandu Museum

    Perkuat Kompetensi Profesional, Mahasiswa Pendidikan Sejarah UPY Ikuti Sertifikasi Pemandu Museum

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) terus berkomitmen meningkatkan kualitas lulusan melalui penguatan kompetensi profesional. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui partisipasi mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), dalam kegiatan Sertifikasi Pemandu Museum.

    Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pengembangan profil lulusan Program Studi Pendidikan Sejarah UPY sebagai Edukator Museum, yang tidak hanya menguasai pengetahuan sejarah, tetapi juga mampu menyampaikannya secara edukatif, komunikatif, dan inspiratif kepada masyarakat.

    Sebelum mengikuti sertifikasi, mahasiswa telah menempuh mata kuliah Museologi selama satu semester dengan bobot 3 SKS. Mata kuliah ini memberikan pemahaman komprehensif mengenai konsep dasar museum, pengelolaan koleksi, konservasi, interpretasi sejarah, hingga peran museum sebagai media pendidikan publik.

    Pengetahuan tersebut kemudian diperkuat melalui kegiatan magang di museum selama tiga bulan. Dalam proses ini, mahasiswa terlibat langsung dalam berbagai aktivitas, seperti pendataan koleksi, pelayanan pengunjung, serta praktik pemanduan. Pengalaman lapangan ini menjadi bekal penting sebelum mengikuti uji kompetensi.

    Dalam proses sertifikasi, mahasiswa diuji dalam berbagai aspek, antara lain penguasaan materi sejarah koleksi museum, teknik komunikasi dan interpretasi, serta kemampuan menyampaikan informasi sejarah secara menarik dan mudah dipahami. Uji kompetensi ini bertujuan memastikan mahasiswa memiliki standar profesional sebagai pemandu museum.

    Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP UPY, Dr. Muhammad Iqbal Birsyada, M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja.

    “Kegiatan ini memperkuat profil lulusan sebagai Edukator Museum, yang tidak hanya memahami sejarah, tetapi juga mampu menyampaikannya secara hidup, kontekstual, dan menginspirasi pengunjung museum,” ujarnya.

    Melalui kombinasi pembelajaran akademik, praktik lapangan, dan sertifikasi profesional, mahasiswa Pendidikan Sejarah FKIP UPY diharapkan mampu berperan sebagai jembatan antara pengetahuan sejarah dan masyarakat luas. Museum pun tidak hanya menjadi ruang penyimpanan artefak, tetapi juga berkembang sebagai ruang belajar yang hidup, interaktif, dan inspiratif.

    UPY berharap, langkah ini dapat terus meningkatkan daya saing lulusan sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan literasi sejarah di masyarakat.

  • Bukan Soal Tempat, Tapi Niat: Tipe Mahasiswa Saat Nugas (PART 1)

    Bukan Soal Tempat, Tapi Niat: Tipe Mahasiswa Saat Nugas (PART 1)

    Setiap mahasiswa punya gaya masing-masing saat mengerjakan tugas. Ada yang harus ke coffee shop biar dapat “feel”, ada yang setia di perpustakaan kampus, dan ada juga yang cukup di kamar kos asal WiFi lancar dan kasur tidak terlalu menggoda.

    Fenomena ini sebenarnya bukan hal sepele. Cara dan tempat belajar sangat berpengaruh terhadap produktivitas, fokus, dan kualitas hasil belajar mahasiswa. Di era digital saat ini, tantangan terbesar bukan lagi kekurangan sumber belajar, tetapi justru terlalu banyak distraksi.

    Menariknya, berbagai studi menunjukkan bahwa kebiasaan belajar mahasiswa, termasuk durasi membaca, masih perlu ditingkatkan. Artinya, menemukan gaya belajar yang tepat menjadi penting agar proses akademik bisa berjalan optimal.

    Nah, berikut beberapa tipe mahasiswa saat nugas yang sering kita temui di lingkungan kampus.

    Tipe Coffee Shop: Nugas Harus Ada Suasana

    Mahasiswa tipe ini percaya bahwa suasana menentukan hasil. Coffee shop menjadi pilihan karena dianggap nyaman, estetik, dan mendukung kreativitas.

    Biasanya datang dengan laptop, pesan minuman, lalu mulai membuka tugas. Walaupun… tidak jarang diawali dengan membuka kamera dulu untuk “dokumentasi”.

    Tipe ini umumnya cocok untuk:

    • Mencari ide
    • Brainstorming
    • Tugas yang butuh kreativitas

    Tipe Kampus: Perpustakaan Adalah Zona Fokus

    Ini adalah tipe mahasiswa yang identik dengan keseriusan. Perpustakaan, ruang baca, atau sudut kampus menjadi tempat favorit.

    Lingkungan yang tenang dan akademik membuat mereka lebih mudah fokus. Ditambah lagi, akses ke referensi seperti buku dan jurnal menjadi nilai tambah.

    Tipe ini biasanya:

    • Lebih terstruktur
    • Fokus pada penyelesaian tugas
    • Minim distraksi

    Tipe Kamar Kos: Nyaman adalah Segalanya

    Tipe ini paling umum ditemui. Tidak perlu keluar, tidak perlu biaya tambahan, cukup buka laptop di kamar.

    Namun, ada satu “tantangan besar”:
    kasur.

    Mahasiswa tipe ini sering memulai dengan niat serius, tapi berakhir dengan kalimat klasik:

    “Rebahan bentar, lanjut lagi nanti…”

    Tipe Nugas Bareng: Produktif atau Produktif Semu?

    Ada juga mahasiswa yang lebih suka nugas bersama teman. Awalnya untuk diskusi, tapi sering kali berubah menjadi sesi ngobrol santai.

    Meski begitu, jika dilakukan dengan benar, belajar bersama bisa meningkatkan pemahaman karena adanya pertukaran ide.

    Tipe Digital: Serba Online dan Serba Cepat

    Di era sekarang, banyak mahasiswa mengandalkan internet sepenuhnya. Semua bahan ada di laptop, semua referensi dari internet.

    Namun, tantangannya adalah:

    • Banyak distraksi
    • Informasi belum tentu valid
    • Fokus mudah terpecah

    Setiap tipe mahasiswa memiliki cara masing-masing dalam menyelesaikan tugas. Tidak ada yang salah, selama tetap bisa mendukung proses belajar.

    Lalu pertanyaannya:
    mana yang paling efektif?

    Di Part 2, kita akan membahas kelebihan dan kekurangan dari masing-masing tipe dan mungkin, kamu akan menemukan gaya nugas yang paling cocok untukmu.