
Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) terus berkomitmen meningkatkan kualitas lulusan melalui penguatan kompetensi profesional. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui partisipasi mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), dalam kegiatan Sertifikasi Pemandu Museum.
Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pengembangan profil lulusan Program Studi Pendidikan Sejarah UPY sebagai Edukator Museum, yang tidak hanya menguasai pengetahuan sejarah, tetapi juga mampu menyampaikannya secara edukatif, komunikatif, dan inspiratif kepada masyarakat.
Sebelum mengikuti sertifikasi, mahasiswa telah menempuh mata kuliah Museologi selama satu semester dengan bobot 3 SKS. Mata kuliah ini memberikan pemahaman komprehensif mengenai konsep dasar museum, pengelolaan koleksi, konservasi, interpretasi sejarah, hingga peran museum sebagai media pendidikan publik.
Pengetahuan tersebut kemudian diperkuat melalui kegiatan magang di museum selama tiga bulan. Dalam proses ini, mahasiswa terlibat langsung dalam berbagai aktivitas, seperti pendataan koleksi, pelayanan pengunjung, serta praktik pemanduan. Pengalaman lapangan ini menjadi bekal penting sebelum mengikuti uji kompetensi.
Dalam proses sertifikasi, mahasiswa diuji dalam berbagai aspek, antara lain penguasaan materi sejarah koleksi museum, teknik komunikasi dan interpretasi, serta kemampuan menyampaikan informasi sejarah secara menarik dan mudah dipahami. Uji kompetensi ini bertujuan memastikan mahasiswa memiliki standar profesional sebagai pemandu museum.
Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP UPY, Dr. Muhammad Iqbal Birsyada, M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja.
“Kegiatan ini memperkuat profil lulusan sebagai Edukator Museum, yang tidak hanya memahami sejarah, tetapi juga mampu menyampaikannya secara hidup, kontekstual, dan menginspirasi pengunjung museum,” ujarnya.

Melalui kombinasi pembelajaran akademik, praktik lapangan, dan sertifikasi profesional, mahasiswa Pendidikan Sejarah FKIP UPY diharapkan mampu berperan sebagai jembatan antara pengetahuan sejarah dan masyarakat luas. Museum pun tidak hanya menjadi ruang penyimpanan artefak, tetapi juga berkembang sebagai ruang belajar yang hidup, interaktif, dan inspiratif.
UPY berharap, langkah ini dapat terus meningkatkan daya saing lulusan sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan literasi sejarah di masyarakat.