Kategori: Makarya

  • Mahasiswa UPY Raih Medali Perak dan Perunggu di POMDA DIY Cabang Pencak Silat

    Mahasiswa UPY Raih Medali Perak dan Perunggu di POMDA DIY Cabang Pencak Silat

    Mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali menorehkan prestasi di bidang olahraga. Dua mahasiswa UPY berhasil meraih medali dalam ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Daerah (POMDA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) cabang olahraga pencak silat.

    Prestasi tersebut diraih oleh Nesyaila Zahra dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) yang berhasil memperoleh medali perunggu, serta Wijank Hastungkoro dari Program Studi Ilmu Keolahragaan (IKOR) yang meraih medali perak.

    Capaian ini menjadi kebanggaan bagi keluarga besar UPY sekaligus menunjukkan semangat juang, kedisiplinan, dan dedikasi mahasiswa dalam mengembangkan potensi diri di bidang olahraga. Keberhasilan tersebut juga mencerminkan bahwa mahasiswa memiliki kesempatan untuk bertumbuh dan berprestasi melalui berbagai bidang, baik akademik maupun nonakademik.

    Pencak silat sebagai salah satu cabang olahraga yang mengedepankan keterampilan, ketahanan fisik, konsentrasi, dan pengendalian diri menuntut proses latihan yang konsisten serta kesiapan mental dalam menghadapi kompetisi. Raihan medali yang diperoleh Nesyaila dan Wijank menjadi hasil yang patut diapresiasi atas usaha dan perjuangan mereka dalam mengikuti ajang olahraga mahasiswa tingkat daerah tersebut.

    Bagi Universitas PGRI Yogyakarta, prestasi mahasiswa merupakan bagian penting dari pengembangan potensi generasi muda secara menyeluruh. UPY terus mendorong mahasiswa untuk berani mengambil peluang, mengasah kemampuan, dan mengembangkan minat serta bakat agar mampu meraih pencapaian terbaik.

    Keluarga besar Universitas PGRI Yogyakarta menyampaikan selamat dan apresiasi kepada Nesyaila Zahra dan Wijank Hastungkoro atas prestasi yang diraih. Semoga pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus berkembang, meningkatkan kemampuan, dan meraih prestasi yang lebih tinggi pada kompetisi berikutnya.

  • PPG UPY Gelar Workshop Ecoprint di Sekolah Indonesia Kota Kinabalu, Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini

    PPG UPY Gelar Workshop Ecoprint di Sekolah Indonesia Kota Kinabalu, Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini

    Menanamkan kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari kegiatan sederhana yang dekat dengan kehidupan anak-anak. Semangat tersebut diwujudkan Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Workshop Ecoprint untuk Meningkatkan Keterampilan Ekologi Siswa Sekolah Dasar” di Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK), Sabah, Malaysia, pada 18 Agustus 2026.

    Kegiatan ini diikuti siswa kelas IV, V, dan VI SIKK. Melalui workshop tersebut, siswa diajak mengenal pentingnya menjaga lingkungan sekaligus mengembangkan kreativitas dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di sekitar mereka.

    Program ini dirancang untuk mendukung misi kelima SIKK, yaitu membentuk peserta didik yang berkarakter, menghargai keberagaman, dan mencintai lingkungan. Pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) diterapkan agar siswa tidak hanya memahami konsep pelestarian lingkungan secara teoritis, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mempraktikkannya secara langsung.

    Tim pengabdian UPY dipimpin oleh Ketua Program Studi PPG FKIP UPY sekaligus Ketua Pengabdian, Dr. Dhiniaty Gularso, S.Si., M.Pd., bersama anggota tim dosen Rian Nurizka, M.Pd. dan Dr. Muhardila Fauziah, M.Pd. Kegiatan ini turut melibatkan mahasiswa PPG UPY, yakni Surya Dwi Armada, Wida Dien Ramadhan, Fania Nuranisa, Syintia Zahra Oktaviani, dan M. Rifki Ardiansyah.

    Pelaksanaan kegiatan mendapat sambutan dan dukungan dari Kepala Sekolah SIKK, Sahyuddin, S.Pd., MA TESOL, sebagai bagian dari upaya bersama membangun pembelajaran yang bermakna dan menumbuhkan karakter peduli lingkungan pada peserta didik.

    Salah satu kegiatan utama dalam workshop ini adalah praktik pembuatan ecoprint, yakni teknik menghasilkan motif pada kain dengan memanfaatkan bentuk dan karakter alami tumbuhan. Dalam kegiatan tersebut, siswa menggunakan kaos polos bekas sebagai media berkarya serta memanfaatkan beragam tumbuhan yang tersedia di sekitar lingkungan sekolah.

    Beberapa jenis tumbuhan yang digunakan antara lain kitolod, meniran, anting-anting, rumput mutiara, bayam duri, rumput teki, dan tapak liman. Tumbuhan tersebut dimanfaatkan sebagai sumber motif untuk menghasilkan karya yang memiliki karakter unik.

    Pemanfaatan kaos bekas menjadi bagian penting dari pembelajaran. Siswa diajak memahami bahwa barang yang sudah tidak digunakan tidak selalu harus berakhir sebagai sampah. Dengan kreativitas dan pengolahan yang tepat, barang tersebut masih dapat dimanfaatkan kembali menjadi sesuatu yang bernilai.

    Pesan tersebut sejalan dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), yaitu mengurangi penggunaan barang yang berpotensi menjadi sampah, menggunakan kembali barang yang masih layak, dan mendaur ulang material menjadi produk yang bermanfaat.

    Dalam proses pembuatan motif, siswa menggunakan teknik penyemprotan cairan pemutih pakaian secara terarah. Pelaksanaannya memperhatikan prosedur keselamatan kerja, termasuk penggunaan sarung tangan plastik dan masker pelindung, dengan pendampingan selama kegiatan berlangsung.

    Melalui praktik tersebut, siswa memperoleh pengalaman belajar yang memadukan kreativitas, keterampilan motorik, pemanfaatan sumber daya, dan kesadaran terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

    Workshop ecoprint tidak hanya berorientasi pada hasil karya, tetapi juga pada proses pembelajaran yang menyertainya. Ketika memilih tumbuhan, menata motif, dan memanfaatkan kembali kaos bekas, siswa mendapatkan kesempatan untuk memahami hubungan antara aktivitas manusia dan lingkungan di sekitarnya.

    Pendekatan experiential learning memberikan ruang bagi siswa untuk belajar melalui pengalaman, mengamati hasil, serta merefleksikan manfaat tindakan sederhana bagi lingkungan. Dengan cara ini, konsep kecerdasan ekologis diperkenalkan melalui aktivitas yang konkret dan sesuai dengan pengalaman belajar anak usia sekolah dasar.

    Kegiatan ini juga mendorong interaksi dan kerja sama antarsiswa. Proses berkarya bersama memberikan kesempatan bagi mereka untuk berbagi ide, menghargai kreativitas teman, serta menyelesaikan tahapan kegiatan secara kolaboratif.

    Berdasarkan evaluasi melalui pre-test dan post-test, kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai konsep pelestarian lingkungan. Antusiasme siswa selama proses berkarya secara kolaboratif juga menjadi bagian dari pengalaman positif yang muncul dalam pelaksanaan workshop.

    Hasil tersebut menjadi indikasi bahwa pembelajaran lingkungan melalui praktik kreatif dapat menjadi salah satu pendekatan untuk mendekatkan konsep ekologi kepada siswa sekolah dasar. Meski demikian, pembiasaan perilaku peduli lingkungan tetap memerlukan penguatan dan praktik berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.

    Bagi Program Studi PPG FKIP UPY, kegiatan ini menjadi wujud pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan ilmu pendidikan yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.

    Keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam satu tim juga memberikan ruang pembelajaran bagi calon guru untuk mengembangkan pengalaman merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan pendidikan secara langsung. Pengalaman tersebut diharapkan memperkuat kompetensi pedagogik sekaligus membangun kepekaan calon pendidik terhadap isu lingkungan dan kebutuhan masyarakat.

    Pelaksanaan workshop di Sekolah Indonesia Kota Kinabalu turut memperluas ruang kolaborasi pendidikan antara UPY dan satuan pendidikan Indonesia di luar negeri. Melalui kegiatan semacam ini, perguruan tinggi dapat berkontribusi dalam menghadirkan inovasi pembelajaran sekaligus memperkuat nilai karakter yang relevan dengan kehidupan peserta didik.

    Melalui Workshop Ecoprint untuk Meningkatkan Keterampilan Ekologi Siswa Sekolah Dasar, PPG FKIP UPY berharap semangat mencintai lingkungan dapat tumbuh melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan sejak dini. Memanfaatkan kembali barang bekas, mengenali tumbuhan di sekitar, dan berkarya dengan bijak menjadi langkah kecil yang dapat membentuk cara pandang anak terhadap lingkungan.

    Sebab, pendidikan lingkungan tidak hanya tentang mengenalkan pentingnya menjaga alam, tetapi juga membangun kesadaran bahwa setiap orang dapat mengambil bagian dalam merawatnya. Dari sebuah kaos bekas dan dedaunan di sekitar sekolah, siswa belajar bahwa kreativitas dapat berjalan beriringan dengan tanggung jawab terhadap bumi.

  • Mahasiswa Manajemen UPY Raih Runner-Up 1 dan Putri Persahabatan di Putra Putri Adikarang 2026

    Mahasiswa Manajemen UPY Raih Runner-Up 1 dan Putri Persahabatan di Putra Putri Adikarang 2026

    Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta (UPY). Anisa, mahasiswa Program Studi Manajemen UPY, berhasil meraih Runner-Up 1 sekaligus dinobatkan sebagai Putri Persahabatan dalam ajang Pemilihan Putra Putri Adikarang 2026 Tingkat Nasional.

    Ajang tersebut berlangsung pada 22 Agustus 2026 di Sleman City Hall. Pemilihan Putra Putri Adikarang merupakan kompetisi yang memadukan berbagai unsur, mulai dari fashion, modeling, budaya, kreativitas, hingga public speaking dalam satu rangkaian kegiatan.

    Mengusung semangat pengembangan potensi generasi muda, ajang ini diikuti peserta dari berbagai provinsi di Indonesia yang memiliki ketertarikan dan bakat di bidang fashion. Selain peserta, kegiatan juga melibatkan panitia dan penyelenggara, dewan juri, mentor atau narasumber, serta berbagai pihak yang berkecimpung dalam dunia fashion dan budaya.

    Bagi Anisa, perjalanan mengikuti Pemilihan Putra Putri Adikarang 2026 memberikan pengalaman yang jauh lebih luas daripada sekadar berkompetisi untuk meraih gelar.

    Menurut Anisa, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan sangat baik. Peserta mendapatkan berbagai pembekalan dan pengalaman, mulai dari catwalk, public speaking, hingga tahapan Grand Final.

    Setiap tahapan menjadi kesempatan untuk belajar tampil percaya diri, berkomunikasi dengan baik, serta mengenali potensi diri. Pengalaman tersebut juga mempertemukan Anisa dengan generasi muda dari berbagai daerah yang memiliki minat dan semangat yang sama dalam bidang fashion dan budaya.

    Pencapaian sebagai Runner-Up 1 sekaligus Putri Persahabatan menjadi buah dari proses tersebut. Namun bagi Anisa, gelar yang diperoleh bukanlah garis akhir.

    “Sebagai Runner-Up 1, saya berharap perjalanan ini tidak berhenti di malam Grand Final. Saya ingin terus berkontribusi mengenalkan fashion dan budaya kepada generasi muda, serta membawa nama Adikarang melalui karya dan kegiatan yang positif,” ungkap Anisa.

    Keberhasilan Anisa menjadi bagian dari potret mahasiswa UPY yang terus mengembangkan diri melalui berbagai ruang di luar perkuliahan. Dunia kompetisi memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan komunikasi, kreativitas, kepercayaan diri, sekaligus membangun jejaring dengan berbagai kalangan.

    Bagi mahasiswa Program Studi Manajemen, pengalaman tersebut juga menjadi pembelajaran berharga dalam mengembangkan kemampuan personal dan profesional. Kemampuan berkomunikasi, membangun relasi, tampil di depan publik, serta memahami nilai sebuah kreativitas merupakan kompetensi yang relevan dengan dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.

    Prestasi Anisa di tingkat nasional sekaligus membawa pesan bahwa potensi mahasiswa dapat tumbuh melalui berbagai jalur. Ketika ilmu, kreativitas, keberanian, dan kemauan untuk terus belajar dipertemukan, ruang untuk berprestasi pun semakin terbuka.

    UPY mengapresiasi capaian Anisa dan berharap prestasi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk berani mengeksplorasi potensi, mengikuti berbagai kegiatan positif, serta membawa nama almamater melalui karya dan prestasi.

    Selamat kepada Anisa. Terus berkarya, membawa semangat generasi muda, dan menjadikan fashion serta budaya sebagai ruang untuk menginspirasi.

  • Mahasiswa Ilmu Keolahragaan UPY Harumkan Indonesia di Ajang Dancesport Internasional Malaysia

    Mahasiswa Ilmu Keolahragaan UPY Harumkan Indonesia di Ajang Dancesport Internasional Malaysia

    Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) di panggung olahraga internasional. Shafira Lia Maharani, mahasiswa Program Studi Ilmu Keolahragaan UPY, berhasil meraih Juara 1 Pre Amateur dan Juara 2 Amateur Rising Star dalam ajang 22nd Crystal International Dancesport Championship 2026.

    Kejuaraan dancesport tingkat internasional tersebut berlangsung pada 23 Agustus 2026 di Dorsett Grand Subang, Subang Jaya, Malaysia. Ajang ini mempertemukan atlet dancesport dari berbagai negara dalam sejumlah kategori pertandingan, termasuk Latin dan Standard.

    Shafira tampil sebagai wakil Indonesia dan mampu menunjukkan performa terbaiknya di tengah persaingan dengan atlet dari berbagai negara. Prestasi tersebut menjadi pencapaian yang membanggakan, tidak hanya bagi Shafira secara pribadi, tetapi juga bagi UPY dan Indonesia di kancah internasional.

    22nd Crystal International Dancesport Championship 2026 diikuti atlet dari sejumlah negara, di antaranya Korea Selatan, Ukraina, China, Hong Kong, Singapura, Malaysia, dan Indonesia. Selain atlet, kompetisi ini juga melibatkan pelatih, juri, official, serta panitia penyelenggara.

    Bertanding di lingkungan kompetisi internasional memberikan pengalaman berharga bagi para atlet untuk menguji kemampuan sekaligus beradaptasi dengan karakter dan gaya bertanding peserta dari berbagai negara.

    Bagi Shafira, pencapaian Juara 1 Pre Amateur dan Juara 2 Amateur Rising Star menjadi bukti bahwa kerja keras, konsistensi latihan, dan keberanian untuk tampil di panggung internasional dapat menghasilkan prestasi yang membanggakan.

    Keberhasilan tersebut juga memperlihatkan bahwa mahasiswa UPY memiliki ruang untuk berkembang dan berprestasi di luar lingkungan akademik. Sebagai mahasiswa Ilmu Keolahragaan, pengalaman Shafira di kompetisi internasional menjadi bagian penting dari proses pengembangan kemampuan, mental bertanding, serta wawasan dalam dunia olahraga.

    Capaian Shafira sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa UPY lainnya untuk terus mengembangkan potensi sesuai bidang masing-masing. Prestasi olahraga tidak lahir dalam satu malam, melainkan melalui proses panjang yang membutuhkan disiplin, ketekunan, keberanian, dan kemauan untuk terus belajar.

    Keikutsertaan mahasiswa UPY dalam kompetisi internasional juga menjadi bagian dari semangat universitas dalam mendukung mahasiswa agar mampu berkembang secara akademik maupun nonakademik. Kampus menjadi ruang untuk belajar, sementara berbagai pengalaman di luar kampus menjadi kesempatan untuk menguji dan mengasah kemampuan tersebut.

    Melalui prestasi Shafira Lia Maharani, semangat tersebut kembali menemukan bentuknya, mahasiswa UPY tidak hanya belajar untuk menjadi unggul di dalam kampus, tetapi juga berani membawa nama almamater dan Indonesia ke panggung internasional.

    Selamat kepada Shafira Lia Maharani atas prestasi yang diraih. Semoga capaian ini menjadi langkah berikutnya untuk terus menorehkan prestasi dan menginspirasi lebih banyak generasi muda Indonesia melalui olahraga.

  • Mahasiswa PPG Cagur UPY Gelar Pengabdian Masyarakat dalam Projek Kepemimpinan, Olah Limbah Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi di Desa Koripan

    Mahasiswa PPG Cagur UPY Gelar Pengabdian Masyarakat dalam Projek Kepemimpinan, Olah Limbah Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi di Desa Koripan

    Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) melaksanakan Projek Kepemimpinan di Desa Koripan, Kabupaten Bantul, pada Minggu, 13 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di kediaman Ketua RT 01, Bapak Komi, tersebut mengangkat pemanfaatan limbah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi sebagai bentuk edukasi dan kegiatan kreatif yang dapat memberikan nilai guna bagi masyarakat.

    Kegiatan ini dilaksanakan oleh kelompok mahasiswa PPG CAGUR UPY yang diketuai oleh Andika Tri Wijaya, S.Pd. dan dibimbing oleh Dr. Abdul Aziz Saefudin, M.Pd. . Projek tersebut menjadi salah satu bentuk implementasi kemampuan mahasiswa dalam merancang dan melaksanakan kegiatan berbasis masyarakat, sekaligus melatih kepemimpinan, kerja sama, komunikasi, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan.

    Rangkaian kegiatan diawali dengan perkenalan anggota kelompok kepada masyarakat yang hadir. Sesi ini menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi dan menciptakan suasana yang lebih akrab antara mahasiswa dengan masyarakat Desa Koripan.

    Selanjutnya, mahasiswa menyampaikan materi mengenai pemanfaatan limbah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi. Dalam penyampaian materi, peserta diberikan pemahaman mengenai permasalahan yang dapat ditimbulkan apabila minyak jelantah dibuang secara sembarangan serta pentingnya mengolah kembali limbah rumah tangga menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.

    Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah. Mahasiswa memberikan contoh secara langsung mengenai tahapan pengolahan minyak jelantah hingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar lilin aromaterapi. Peserta juga diberikan kesempatan untuk mengikuti proses praktik sehingga kegiatan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga memberikan pengalaman secara langsung.

    Kegiatan kemudian diakhiri dengan dokumentasi bersama antara mahasiswa PPG CAGUR UPY dan masyarakat Desa Koripan sebagai bentuk kenang-kenangan sekaligus dokumentasi pelaksanaan Projek Kepemimpinan.

    Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa PPG CAGUR UPY berharap masyarakat dapat memperoleh wawasan baru mengenai pemanfaatan limbah rumah tangga, khususnya minyak jelantah. Minyak jelantah yang selama ini sering dianggap sebagai limbah dan dibuang begitu saja ternyata masih dapat dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai guna dan berpotensi memiliki nilai ekonomis.

    Bagi mahasiswa, Projek Kepemimpinan ini menjadi pengalaman penting dalam mengembangkan kemampuan untuk bekerja secara kolaboratif, mengelola kegiatan, berkomunikasi dengan masyarakat, serta menerapkan pengetahuan yang dimiliki dalam kehidupan nyata. Kegiatan ini sekaligus memperkuat peran mahasiswa PPG sebagai calon guru yang tidak hanya memiliki kompetensi pedagogis, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan lingkungan.

    Projek Kepemimpinan yang dilaksanakan oleh kelompok mahasiswa PPG CAGUR UPY di Desa Koripan diharapkan dapat menjadi langkah kecil yang memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam membangun kesadaran untuk mengelola limbah secara lebih bijak dan kreatif.

    Tim Mahasiswa Penyelenggara:

    Adelia Widyawati, S.Pd, Andika Tri Wijaya, S.Pd, Ervyani Kurnia Rahmah, S.Pd, Fatma Nur Aisyah,S.Pd, Makhrifat, S.Pd, Nadia Nurunnisa, S.Pd, Putri Mahardika, S.Pd, Tria Opika, S.Pd, Wida Dien Ramadhan, S.Pd, Zaidah Nurul Khusna, S.Pd

  • Mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta Hadirkan CERDAS CERIA melalui EduPlay Ceria dan Wayang Edukatif

    Mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta Hadirkan CERDAS CERIA melalui EduPlay Ceria dan Wayang Edukatif

    Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) Universitas PGRI Yogyakarta berhasil lolos pendanaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2026 melalui program bertajuk “CERDAS CERIA: Penguatan Karakter dan Pola Hidup Sehat Anak SD Negeri Kebonharjo melalui Media Edukasi Interaktif Berbasis Numerasi.” 

    Program ini diketuai oleh Ana Nurhidayah dengan anggota tim yang terdiri atas Yuliandani, Risma Hani Aulia, Aida Muflihah Roihani, dan Mentha Ramadhani, dan didampingi oleh dosen pembimbing yaitu Bapak Dr. Padrul Jana, S.Pd., M.Sc.  Tim melaksanakan program bersama SD Negeri Kebonharjo sebagai mitra dengan sasaran utama siswa kelas IV, V, dan VI.

    Dalam pelaksanaan programnya, Tim CERDAS CERIA memperoleh dukungan pendanaan dari Universitas PGRI Yogyakarta sebesar Rp1.000.000 sebagai dana pendamping serta Kemdiktisaintek sebesar Rp6.500.000 sebagai dana utama pelaksanaan program. Dukungan pendanaan tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen dalam mendukung pelaksanaan kegiatan pengabdian mahasiswa serta pengembangan inovasi edukasi bagi masyarakat.

    Program CERDAS CERIA merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang berfokus pada penguatan karakter, penerapan pola hidup sehat, serta pengembangan kemampuan numerasi siswa sekolah dasar melalui media pembelajaran yang kreatif dan interaktif. Program ini menyasar siswa SD Negeri Kebonharjo, khususnya kelas IV, V, dan VI, sebagai subjek utama penerima manfaat. Dalam wawancara dengan Kepala SD Negeri Kebonharjo, disampaikan bahwa siswa masih memerlukan penguatan dalam hal sikap sopan santun dan pembiasaan karakter positif. Kepala sekolah mengatakan bahwa “siswa masih perlu diingatkan secara berulang untuk menerapkan sikap tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, budaya saling menghargai antarsiswa dan upaya mencegah perilaku perundungan (bullying) juga masih perlu diperkuat di lingkungan sekolah”.

    Dalam pelaksanaannya, Tim CERDAS CERIA menghadirkan dua media produk utama, yaitu Aplikasi EduPlay Ceria dan Wayang Edukatif. Kedua media tersebut dirancang untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan sekaligus membantu siswa memahami materi yang diberikan melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

    EduPlay Ceria merupakan aplikasi edukasi interaktif yang memadukan pembelajaran dengan permainan. Di dalamnya terdapat berbagai aktivitas yang membantu siswa mengembangkan kemampuan numerasi sekaligus memperoleh pemahaman mengenai pola hidup sehat dan nilai-nilai karakter. Dengan konsep belajar sambil bermain, siswa diharapkan lebih aktif dan antusias dalam mengikuti proses pembelajaran.

    Selain aplikasi, Wayang Edukatif menjadi media pembelajaran yang digunakan untuk menyampaikan pesan mengenai karakter dan pola hidup sehat melalui cerita. Tokoh dan alur cerita dalam wayang digunakan untuk menghadirkan situasi yang dekat dengan kehidupan siswa, sehingga pesan edukatif dapat lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan media ini juga diharapkan dapat meningkatkan ketertarikan siswa terhadap proses pembelajaran.

    Program CERDAS CERIA bertujuan untuk membantu siswa membangun kebiasaan hidup sehat, mengenali dan menerapkan karakter positif, serta mengembangkan kemampuan numerasi melalui kegiatan yang interaktif dan kontekstual. Pembelajaran tidak hanya diarahkan pada pemahaman materi, tetapi juga pada bagaimana siswa dapat menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

    Keberadaan program ini juga memberikan manfaat bagi SD Negeri Kebonharjo sebagai mitra, terutama dalam menyediakan alternatif media pembelajaran yang dapat digunakan untuk mendukung kegiatan edukasi di sekolah. Guru dapat memanfaatkan EduPlay Ceria dan Wayang Edukatif sebagai media pendukung dalam menyampaikan materi secara lebih kreatif, sedangkan siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih aktif, menarik, dan menyenangkan.

    Melalui pelaksanaan PKM-PM Tahun 2026 ini, Tim CERDAS CERIA Universitas PGRI Yogyakarta berharap program yang telah dikembangkan dapat memberikan dampak positif bagi siswa dan sekolah. Tidak hanya selama program berlangsung, media EduPlay Ceria dan Wayang Edukatif diharapkan dapat terus dimanfaatkan sebagai media pendukung pembelajaran dan penguatan karakter di SD Negeri Kebonharjo.

    Dengan mengusung semangat “Belajar Ceria, Karakter Kuat, Hidup Sehat”, Tim CERDAS CERIA berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya membantu siswa belajar, tetapi juga mendorong mereka untuk tumbuh menjadi generasi yang sehat, berkarakter, aktif, dan memiliki kemampuan numerasi yang baik.

  • Mahasiswa Pendidikan Sejarah UPY Raih Medali Perunggu di Kejuaraan Taekwondo Internasional

    Mahasiswa Pendidikan Sejarah UPY Raih Medali Perunggu di Kejuaraan Taekwondo Internasional

    Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) di kancah internasional. Ahmad Basuki, mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah angkatan 2024, berhasil meraih Bronze Medal pada kategori Kyorugi Senior Under 68 kg Male dalam ajang International 2nd Gelora Taekwondo Indonesia Championship 2026.

    Keberhasilan tersebut menjadi capaian tersendiri bagi Ahmad Basuki. Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa, ia mampu menunjukkan bahwa prestasi akademik dan nonakademik dapat berjalan beriringan ketika didukung oleh kedisiplinan, konsistensi, dan kemauan untuk terus berkembang.

    Kejuaraan International 2nd Gelora Taekwondo Indonesia Championship 2026 diikuti atlet dari berbagai daerah di Indonesia serta peserta dari mancanegara. Ajang tersebut menjadi ruang bagi para atlet untuk menguji kemampuan teknik, mental bertanding, sekaligus menjunjung tinggi nilai sportivitas dalam kompetisi.

    Turun pada kategori Kyorugi Senior Under 68 kg Putra, Ahmad Basuki tampil dengan semangat juang yang tinggi. Melalui pertandingan yang kompetitif, ia mampu menjaga konsistensi performa dan menunjukkan kemampuan teknik yang baik hingga berhasil mengamankan posisi ketiga.

    Medali perunggu yang diraihnya tidak datang secara instan. Capaian tersebut merupakan buah dari proses latihan yang disiplin, kerja keras, serta komitmen untuk terus meningkatkan kemampuan di tengah tanggung jawabnya sebagai mahasiswa.

    Bagi Ahmad, arena pertandingan menjadi ruang lain untuk belajar. Jika di ruang kelas ia ditempa untuk memahami sejarah dan membangun kemampuan berpikir kritis, maka di arena taekwondo ia belajar tentang disiplin, keberanian, ketahanan mental, dan bagaimana tetap tenang ketika menghadapi tekanan.

    Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah UPY memiliki ruang yang luas untuk mengembangkan potensi. Keunggulan mahasiswa tidak hanya tercermin melalui capaian akademik, tetapi juga melalui kemampuan mengembangkan minat dan bakat di berbagai bidang.

    Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah UPY, Dr. Muhammad Iqbal Birsyada, M.Pd. menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas prestasi yang diraih Ahmad Basuki. Capaian tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk berani mengembangkan potensi, mengikuti berbagai kompetisi, serta membawa nama baik almamater melalui bidang yang mereka tekuni.

    Dukungan terhadap pengembangan potensi mahasiswa menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga membentuk pribadi yang percaya diri, disiplin, sportif, dan mampu menghadapi berbagai tantangan.

    Program Studi Pendidikan Sejarah UPY berkomitmen untuk terus memberikan ruang bagi mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan akademik maupun nonakademik. Prestasi Ahmad Basuki menjadi salah satu bukti bahwa semangat belajar dan semangat berprestasi dapat tumbuh bersama.

    Dari ruang kelas hingga arena pertandingan, setiap proses memiliki pelajarannya sendiri. Bagi Ahmad Basuki, medali perunggu ini bukan sekadar penghargaan, melainkan hasil dari perjalanan panjang yang masih akan terus berlanjut. Semoga capaian tersebut menjadi pijakan untuk meraih prestasi yang lebih tinggi sekaligus menginspirasi mahasiswa UPY lainnya untuk berani bermimpi, berproses, dan mengukir prestasi.

  • PKKMB di Depan Mata: Saatnya Mahasiswa Baru UPY Memulai Cerita

    PKKMB di Depan Mata: Saatnya Mahasiswa Baru UPY Memulai Cerita

    Menjadi mahasiswa baru merupakan salah satu fase yang penuh cerita. Setelah melewati masa sekolah, proses penerimaan mahasiswa, dan berbagai urusan administrasi, kini saatnya memasuki lingkungan baru sebagai bagian dari keluarga besar perguruan tinggi.

    Bagi mahasiswa baru Universitas PGRI Yogyakarta, salah satu kegiatan yang akan menjadi pengalaman awal di lingkungan kampus adalah Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).

    Bagi sebagian mahasiswa, PKKMB mungkin terdengar seperti kegiatan yang penuh dengan jadwal, pengarahan, perkenalan, dan aktivitas bersama. Bagi sebagian lainnya, mungkin muncul pertanyaan sederhana: “Harus bawa apa, ya?”, “Nanti duduk sama siapa?”, atau bahkan pertanyaan yang sangat manusiawi, “Kalau belum punya teman bagaimana?”

    Tenang. Hampir semua mahasiswa baru pernah berada pada fase yang sama.

    Jangan Hanya Siapkan Atribut, Siapkan Mental Juga

    Menjelang PKKMB, mahasiswa baru biasanya mulai sibuk mempersiapkan berbagai kebutuhan. Mulai dari pakaian, perlengkapan yang ditentukan panitia, alat tulis, identitas, hingga berbagai kebutuhan pribadi selama mengikuti kegiatan.

    Namun, ada satu persiapan yang tidak kalah penting dan tidak perlu dimasukkan ke dalam tas, yaitu kesiapan mental.

    Memasuki perguruan tinggi berarti memasuki lingkungan belajar yang berbeda. Mahasiswa akan bertemu dengan teman-teman dari berbagai daerah, latar belakang, karakter, dan pengalaman. Karena itu, penting untuk datang dengan pikiran terbuka dan kesiapan untuk beradaptasi.

    Tidak perlu khawatir jika belum mengenal siapa pun. Justru PKKMB dapat menjadi salah satu kesempatan pertama untuk berkenalan dan membangun pertemanan baru.

    Siapa tahu, teman yang awalnya hanya diajak bertanya, “Kamu dari prodi mana?”, beberapa tahun kemudian justru menjadi partner mengerjakan tugas, teman berdiskusi, bahkan teman seperjuangan menghadapi skripsi.

    Kenali Kampus, Bukan Sekadar Hafal Gedung

    Mahasiswa baru juga perlu mulai mengenal lingkungan kampus. Tidak harus langsung hafal seluruh ruangan seperti petugas navigasi.

    Cukup mulai dengan mengetahui lokasi penting seperti ruang perkuliahan, perpustakaan, fasilitas akademik, tempat layanan mahasiswa, ruang organisasi, hingga fasilitas umum yang tersedia di lingkungan kampus.

    Mengenal lingkungan kampus akan membantu mahasiswa beradaptasi lebih cepat ketika perkuliahan dimulai.

    Selain mengenal tempat, mahasiswa juga perlu memahami bahwa kampus memiliki berbagai aturan dan budaya akademik. Mulai dari etika berkomunikasi dengan dosen, kedisiplinan mengikuti perkuliahan, penggunaan fasilitas kampus, hingga tata cara menyampaikan pendapat secara baik dan bertanggung jawab.

    Mulai Belajar Menjadi Mahasiswa

    Perbedaan antara siswa dan mahasiswa bukan sekadar perubahan sebutan. Di perguruan tinggi, mahasiswa memiliki ruang yang lebih luas untuk mengembangkan diri sekaligus tanggung jawab yang lebih besar terhadap proses belajarnya.

    Mahasiswa dituntut lebih mandiri dalam mencari informasi, mengatur waktu, menyelesaikan tugas, serta mengambil keputusan.

    Jika di sekolah dulu mungkin ada yang rajin mengingatkan, “Jangan lupa mengerjakan PR,” di perguruan tinggi alarm utamanya adalah diri sendiri.

    Karena itu, sejak awal mahasiswa baru perlu mulai membangun kebiasaan positif. Belajar mengatur jadwal, mencatat agenda penting, menjaga komunikasi, dan tidak menunda pekerjaan dapat menjadi kebiasaan sederhana yang sangat membantu selama menjalani kehidupan perkuliahan.

    Jangan Takut Bertanya

    Salah satu hal yang sering dialami mahasiswa baru adalah rasa sungkan untuk bertanya. Takut dianggap tidak tahu, takut salah, atau takut pertanyaannya terlalu sederhana.

    Padahal, bertanya merupakan bagian penting dari proses belajar.

    Jika belum memahami informasi selama PKKMB, jangan ragu bertanya kepada panitia, dosen, tenaga kependidikan, maupun teman. Tidak ada salahnya bertanya tentang hal yang belum dipahami.

    Daripada diam-diam bingung lalu tersesat mencari ruangan, lebih baik bertanya. Kampus memang tempat untuk belajar, bukan tempat untuk menguji kemampuan membaca pikiran.

    Gunakan PKKMB untuk Membangun Relasi

    PKKMB bukan hanya tentang mengikuti rangkaian kegiatan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk membangun relasi.

    Mahasiswa baru dapat mulai mengenal teman satu program studi, mahasiswa dari fakultas lain, organisasi kemahasiswaan, komunitas, maupun berbagai kegiatan yang tersedia di kampus.

    Relasi yang dibangun sejak awal dapat memberikan banyak manfaat selama masa studi. Teman dapat menjadi tempat bertukar informasi, berdiskusi, bekerja sama dalam tugas, hingga saling memberikan dukungan ketika menghadapi tantangan perkuliahan.

    Namun, tidak perlu memaksakan diri untuk langsung memiliki banyak teman. Bangun hubungan secara alami dan tetap menjadi diri sendiri.

    Jangan Lupa Jaga Kondisi Tubuh

    Persiapan PKKMB juga perlu memperhatikan kesehatan. Pastikan tubuh mendapatkan istirahat yang cukup, mengonsumsi makanan dan minuman yang baik, serta mempersiapkan kebutuhan pribadi sesuai ketentuan kegiatan.

    Semangat boleh tinggi, tetapi tubuh juga punya batas.

    Jangan sampai hari pertama menjadi mahasiswa baru justru diawali dengan kurang tidur karena sibuk mempersiapkan segala sesuatu hingga larut malam. Apalagi jika penyebabnya adalah memilih foto profil grup angkatan selama dua jam.

    Persiapan yang baik justru membuat mahasiswa dapat mengikuti kegiatan dengan lebih nyaman dan maksimal.

    Jadikan PKKMB sebagai Langkah Pertama

    PKKMB merupakan salah satu langkah awal mahasiswa dalam mengenal kehidupan perguruan tinggi. Setelah kegiatan selesai, perjalanan sesungguhnya sebagai mahasiswa baru akan dimulai.

    Akan ada ruang kuliah, tugas, praktikum, organisasi, kegiatan kemahasiswaan, penelitian, hingga berbagai pengalaman yang akan membentuk perjalanan selama berada di kampus.

    Tidak perlu terburu-buru ingin menjadi mahasiswa yang paling aktif, paling berprestasi, atau paling dikenal. Nikmati prosesnya. Temukan minat, kembangkan kemampuan, dan jangan takut mencoba hal-hal baru yang positif.

    Setiap mahasiswa memiliki perjalanan masing-masing.

    Selamat Datang, Mahasiswa Baru UPY!

    Universitas PGRI Yogyakarta menyambut para mahasiswa baru dengan semangat kebersamaan dan optimisme. PKKMB diharapkan menjadi pintu awal bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan akademik, membangun relasi, mengembangkan karakter, serta mempersiapkan diri menjadi bagian dari masyarakat akademik yang aktif dan bertanggung jawab.

    Untuk mahasiswa baru UPY, tidak perlu terlalu banyak khawatir.

    Kalau belum hafal nama gedung, masih wajar. Kalau belum punya teman, nanti akan bertemu. Kalau masih bingung dengan dunia perkuliahan, memang begitulah proses awalnya.

    Yang penting, datang dengan pikiran terbuka, semangat belajar, sikap positif, dan keberanian untuk mencoba.

    Karena perjalanan sebagai mahasiswa bukan tentang siapa yang paling cepat beradaptasi, tetapi tentang bagaimana setiap individu terus belajar, berkembang, dan menemukan versi terbaik dari dirinya.

    Selamat datang di Universitas PGRI Yogyakarta. Selamat mengikuti PKKMB, mahasiswa baru!

    Kampus baru, teman baru, pengalaman baru. Semoga langkah pertama ini menjadi awal dari perjalanan yang penuh prestasi, inspirasi, dan cerita yang akan selalu dikenang.

  • Mahasiswa IKOR UPY Raih Gelar Juara Pro Futsal League 2025/2026, Dipanggil Ikuti Training Camp Timnas Indonesia

    Mahasiswa IKOR UPY Raih Gelar Juara Pro Futsal League 2025/2026, Dipanggil Ikuti Training Camp Timnas Indonesia

    Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta (UPY). Guntur Sulistyo Ariwibowo, mahasiswa Program Studi Ilmu Keolahragaan (IKOR), berhasil mengukir prestasi gemilang dengan membawa klub Bintang Timur Surabaya meraih gelar Juara Pro Futsal League Indonesia 2025/2026. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UPY mampu bersaing dan berprestasi di level profesional, sekaligus mengharumkan nama almamater di kancah olahraga nasional.

    Capaian tersebut semakin istimewa karena Guntur juga dipercaya masuk dalam Player List Training Camp Tim Nasional Futsal Indonesia. Pemanggilan ini merupakan bagian dari proses pembinaan dan seleksi pemain yang akan dipersiapkan menghadapi berbagai agenda internasional. Kesempatan tersebut menjadi langkah penting dalam perjalanan kariernya sebagai atlet futsal profesional sekaligus membuka peluang untuk mengenakan lambang Garuda di dada.

    Prestasi yang diraih Guntur merupakan buah dari kerja keras, disiplin, serta konsistensi dalam menjalani latihan dan kompetisi. Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa, ia mampu menunjukkan bahwa prestasi akademik dapat berjalan beriringan dengan pencapaian di bidang olahraga apabila dibarengi komitmen dan semangat pantang menyerah.

    Keberhasilan ini juga mencerminkan komitmen Universitas PGRI Yogyakarta dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa secara menyeluruh, baik di bidang akademik maupun nonakademik. UPY terus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan bakat, minat, dan kompetensi sehingga mampu berprestasi di tingkat regional, nasional, hingga internasional.

    Rektor Universitas PGRI Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas pencapaian tersebut.

    “Selamat kepada Guntur Sulistyo Ariwibowo atas prestasi luar biasa yang telah diraih. Keberhasilan menjadi juara Pro Futsal League Indonesia sekaligus mendapatkan kesempatan mengikuti Training Camp Tim Nasional merupakan pencapaian yang sangat membanggakan. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa UPY untuk terus berjuang, mengembangkan potensi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa melalui bidang yang mereka tekuni,” ungkapnya.

    Bagi Guntur, pencapaian ini bukanlah garis akhir, melainkan awal dari perjalanan yang lebih besar. Kesempatan mengikuti pemusatan latihan Tim Nasional menjadi tantangan baru untuk terus meningkatkan kualitas diri, memperkaya pengalaman bertanding, serta memberikan performa terbaik demi mengharumkan nama Indonesia di pentas internasional.

    Prestasi ini sekaligus menjadi inspirasi bahwa mimpi besar dapat diwujudkan melalui kerja keras, disiplin, dan tekad yang kuat. Universitas PGRI Yogyakarta berharap semakin banyak mahasiswa yang mengikuti jejak Guntur dengan terus berkarya, berprestasi, dan berani membawa nama almamater ke panggung yang lebih luas.

    Sebagai kampus yang berkomitmen mencetak lulusan unggul, adaptif, dan berdaya saing, UPY akan terus mendukung lahirnya generasi muda yang tidak hanya berprestasi di ruang kelas, tetapi juga mampu menjadi kebanggaan Indonesia melalui berbagai bidang, termasuk olahraga. Prestasi Guntur Sulistyo Ariwibowo menjadi bukti bahwa semangat juang dan dedikasi mampu membuka jalan menuju pencapaian yang lebih tinggi, bahkan hingga level tim nasional.

  • Beyond Commitment, Beyond Theory: Seminar Hasil Penelitian Akuntansi UPY Perkuat Budaya Riset untuk Bisnis Berkelanjutan

    Beyond Commitment, Beyond Theory: Seminar Hasil Penelitian Akuntansi UPY Perkuat Budaya Riset untuk Bisnis Berkelanjutan

    Komitmen membangun budaya akademik yang kuat terus diwujudkan oleh Program Studi Akuntansi Universitas PGRI Yogyakarta (UPY). Melalui Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Akuntansi, Seminar Hasil Penelitian kembali diselenggarakan sebagai agenda akademik tahunan yang mempertemukan dosen, alumni, dan mahasiswa dalam ruang berbagi ilmu pengetahuan dan hasil riset terkini.

    Mengusung tema “Beyond Commitment: Sustainability in Action For Business Continuity”, seminar berlangsung pada Sabtu, 15 November 2025, di Auditorium Universitas PGRI Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi wadah bagi dosen dan alumni untuk mempresentasikan hasil penelitian yang telah dipublikasikan sekaligus memberikan inspirasi kepada mahasiswa dalam mempersiapkan penelitian ilmiah mereka.

    Seminar Hasil Penelitian tidak sekadar menjadi forum presentasi karya ilmiah, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran yang memperkenalkan mahasiswa pada proses penelitian yang sistematis, mulai dari penyusunan metodologi, pengumpulan data, hingga publikasi hasil penelitian. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh referensi akademik yang relevan sekaligus motivasi untuk menghasilkan penelitian yang berkualitas dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

    Seminar menghadirkan tiga narasumber dengan pengalaman riset yang luas di bidang akuntansi, keberlanjutan, dan transformasi digital.

    Pemateri pertama, Dr. Tri Siwi Nugrahani, S.E., M.Si., Ak., CA., memaparkan hasil penelitiannya berjudul “Determinants of Sustainability Report Quality in Indonesian Public Companies: An Isomorphism Theory Approach.” Penelitian tersebut mengungkap bahwa kualitas Sustainability Report perusahaan publik di Indonesia masih berada pada kategori sedang sehingga memerlukan peningkatan, baik dari sisi regulasi maupun implementasi di tingkat perusahaan.

    Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa faktor-faktor seperti pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) pada aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan, tekanan dari kreditor, asosiasi industri, serta difusi kepemilikan saham memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keberlanjutan. Sementara itu, tekanan pemerintah dan ukuran perusahaan belum menunjukkan pengaruh yang berarti terhadap kualitas laporan tersebut.

    Pemateri kedua, Rahandhika Ivan Adhyaksana, S.E., M.Si., membahas penelitian mengenai pengaruh kinerja keuangan, human capital, dan kinerja lingkungan terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja keuangan dan kualitas sumber daya manusia memiliki pengaruh positif serta signifikan terhadap peningkatan nilai perusahaan. Sebaliknya, kinerja lingkungan belum menjadi faktor dominan yang memengaruhi penilaian perusahaan dalam konteks penelitian tersebut.

    Sementara itu, pemateri ketiga, Rosa Dwi Andini Putri, S.Ak., mempresentasikan penelitian berjudul “The Importance of Collaborative Network, Digital Leadership to Improve AIS Outcomes and Sustainability in SMEs.” Penelitian ini mengangkat pentingnya jaringan kolaboratif dan kepemimpinan digital dalam meningkatkan efektivitas Sistem Informasi Akuntansi (Accounting Information System/AIS) serta mendukung keberlanjutan UMKM, khususnya di sektor pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Berlandaskan teori Resource-Based View, penelitian tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan sumber daya internal, dukungan teknologi digital, dan kolaborasi antarpelaku usaha mampu memperkuat daya saing UMKM sekaligus meningkatkan kinerja keberlanjutan. Temuan tersebut juga menegaskan bahwa digitalisasi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan bisnis di era transformasi digital.

    Antusiasme peserta terlihat sepanjang seminar berlangsung. Para mahasiswa dari semester 1, 3, 5, dan 7, bersama dosen, alumni, tamu undangan, serta peserta dari luar Universitas PGRI Yogyakarta, aktif mengikuti diskusi dan sesi tanya jawab. Interaksi yang terbangun menciptakan suasana akademik yang dinamis, sekaligus memperkaya wawasan peserta mengenai perkembangan penelitian di bidang akuntansi dan bisnis berkelanjutan.

    Melalui Seminar Hasil Penelitian ini, Program Studi Akuntansi UPY berharap mahasiswa tidak hanya memahami teori yang dipelajari di ruang kuliah, tetapi juga mampu melihat bagaimana penelitian menjadi instrumen penting dalam menghasilkan solusi atas berbagai tantangan di dunia usaha dan industri. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menumbuhkan budaya riset, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta membangun tradisi akademik yang produktif di lingkungan kampus.

    Sejalan dengan semangat “Beyond Commitment: Sustainability in Action For Business Continuity”, Universitas PGRI Yogyakarta terus mendorong sivitas akademika untuk menghasilkan penelitian yang tidak hanya unggul secara ilmiah, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha. Dengan memperkuat budaya penelitian sejak dini, UPY optimistis dapat melahirkan lulusan yang adaptif, inovatif, serta mampu berkontribusi dalam menciptakan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.