Category: Makarya

  • Mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta Hadirkan CERDAS CERIA melalui EduPlay Ceria dan Wayang Edukatif

    Mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta Hadirkan CERDAS CERIA melalui EduPlay Ceria dan Wayang Edukatif

    Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) Universitas PGRI Yogyakarta berhasil lolos pendanaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2026 melalui program bertajuk “CERDAS CERIA: Penguatan Karakter dan Pola Hidup Sehat Anak SD Negeri Kebonharjo melalui Media Edukasi Interaktif Berbasis Numerasi.” 

    Program ini diketuai oleh Ana Nurhidayah dengan anggota tim yang terdiri atas Yuliandani, Risma Hani Aulia, Aida Muflihah Roihani, dan Mentha Ramadhani, dan didampingi oleh dosen pembimbing yaitu Bapak Dr. Padrul Jana, S.Pd., M.Sc.  Tim melaksanakan program bersama SD Negeri Kebonharjo sebagai mitra dengan sasaran utama siswa kelas IV, V, dan VI.

    Dalam pelaksanaan programnya, Tim CERDAS CERIA memperoleh dukungan pendanaan dari Universitas PGRI Yogyakarta sebesar Rp1.000.000 sebagai dana pendamping serta Kemdiktisaintek sebesar Rp6.500.000 sebagai dana utama pelaksanaan program. Dukungan pendanaan tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen dalam mendukung pelaksanaan kegiatan pengabdian mahasiswa serta pengembangan inovasi edukasi bagi masyarakat.

    Program CERDAS CERIA merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang berfokus pada penguatan karakter, penerapan pola hidup sehat, serta pengembangan kemampuan numerasi siswa sekolah dasar melalui media pembelajaran yang kreatif dan interaktif. Program ini menyasar siswa SD Negeri Kebonharjo, khususnya kelas IV, V, dan VI, sebagai subjek utama penerima manfaat. Dalam wawancara dengan Kepala SD Negeri Kebonharjo, disampaikan bahwa siswa masih memerlukan penguatan dalam hal sikap sopan santun dan pembiasaan karakter positif. Kepala sekolah mengatakan bahwa “siswa masih perlu diingatkan secara berulang untuk menerapkan sikap tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, budaya saling menghargai antarsiswa dan upaya mencegah perilaku perundungan (bullying) juga masih perlu diperkuat di lingkungan sekolah”.

    Dalam pelaksanaannya, Tim CERDAS CERIA menghadirkan dua media produk utama, yaitu Aplikasi EduPlay Ceria dan Wayang Edukatif. Kedua media tersebut dirancang untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan sekaligus membantu siswa memahami materi yang diberikan melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

    EduPlay Ceria merupakan aplikasi edukasi interaktif yang memadukan pembelajaran dengan permainan. Di dalamnya terdapat berbagai aktivitas yang membantu siswa mengembangkan kemampuan numerasi sekaligus memperoleh pemahaman mengenai pola hidup sehat dan nilai-nilai karakter. Dengan konsep belajar sambil bermain, siswa diharapkan lebih aktif dan antusias dalam mengikuti proses pembelajaran.

    Selain aplikasi, Wayang Edukatif menjadi media pembelajaran yang digunakan untuk menyampaikan pesan mengenai karakter dan pola hidup sehat melalui cerita. Tokoh dan alur cerita dalam wayang digunakan untuk menghadirkan situasi yang dekat dengan kehidupan siswa, sehingga pesan edukatif dapat lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan media ini juga diharapkan dapat meningkatkan ketertarikan siswa terhadap proses pembelajaran.

    Program CERDAS CERIA bertujuan untuk membantu siswa membangun kebiasaan hidup sehat, mengenali dan menerapkan karakter positif, serta mengembangkan kemampuan numerasi melalui kegiatan yang interaktif dan kontekstual. Pembelajaran tidak hanya diarahkan pada pemahaman materi, tetapi juga pada bagaimana siswa dapat menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

    Keberadaan program ini juga memberikan manfaat bagi SD Negeri Kebonharjo sebagai mitra, terutama dalam menyediakan alternatif media pembelajaran yang dapat digunakan untuk mendukung kegiatan edukasi di sekolah. Guru dapat memanfaatkan EduPlay Ceria dan Wayang Edukatif sebagai media pendukung dalam menyampaikan materi secara lebih kreatif, sedangkan siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih aktif, menarik, dan menyenangkan.

    Melalui pelaksanaan PKM-PM Tahun 2026 ini, Tim CERDAS CERIA Universitas PGRI Yogyakarta berharap program yang telah dikembangkan dapat memberikan dampak positif bagi siswa dan sekolah. Tidak hanya selama program berlangsung, media EduPlay Ceria dan Wayang Edukatif diharapkan dapat terus dimanfaatkan sebagai media pendukung pembelajaran dan penguatan karakter di SD Negeri Kebonharjo.

    Dengan mengusung semangat “Belajar Ceria, Karakter Kuat, Hidup Sehat”, Tim CERDAS CERIA berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya membantu siswa belajar, tetapi juga mendorong mereka untuk tumbuh menjadi generasi yang sehat, berkarakter, aktif, dan memiliki kemampuan numerasi yang baik.

  • Mahasiswa Pendidikan Sejarah UPY Raih Medali Perunggu di Kejuaraan Taekwondo Internasional

    Mahasiswa Pendidikan Sejarah UPY Raih Medali Perunggu di Kejuaraan Taekwondo Internasional

    Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) di kancah internasional. Ahmad Basuki, mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah angkatan 2024, berhasil meraih Bronze Medal pada kategori Kyorugi Senior Under 68 kg Male dalam ajang International 2nd Gelora Taekwondo Indonesia Championship 2026.

    Keberhasilan tersebut menjadi capaian tersendiri bagi Ahmad Basuki. Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa, ia mampu menunjukkan bahwa prestasi akademik dan nonakademik dapat berjalan beriringan ketika didukung oleh kedisiplinan, konsistensi, dan kemauan untuk terus berkembang.

    Kejuaraan International 2nd Gelora Taekwondo Indonesia Championship 2026 diikuti atlet dari berbagai daerah di Indonesia serta peserta dari mancanegara. Ajang tersebut menjadi ruang bagi para atlet untuk menguji kemampuan teknik, mental bertanding, sekaligus menjunjung tinggi nilai sportivitas dalam kompetisi.

    Turun pada kategori Kyorugi Senior Under 68 kg Putra, Ahmad Basuki tampil dengan semangat juang yang tinggi. Melalui pertandingan yang kompetitif, ia mampu menjaga konsistensi performa dan menunjukkan kemampuan teknik yang baik hingga berhasil mengamankan posisi ketiga.

    Medali perunggu yang diraihnya tidak datang secara instan. Capaian tersebut merupakan buah dari proses latihan yang disiplin, kerja keras, serta komitmen untuk terus meningkatkan kemampuan di tengah tanggung jawabnya sebagai mahasiswa.

    Bagi Ahmad, arena pertandingan menjadi ruang lain untuk belajar. Jika di ruang kelas ia ditempa untuk memahami sejarah dan membangun kemampuan berpikir kritis, maka di arena taekwondo ia belajar tentang disiplin, keberanian, ketahanan mental, dan bagaimana tetap tenang ketika menghadapi tekanan.

    Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah UPY memiliki ruang yang luas untuk mengembangkan potensi. Keunggulan mahasiswa tidak hanya tercermin melalui capaian akademik, tetapi juga melalui kemampuan mengembangkan minat dan bakat di berbagai bidang.

    Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah UPY, Dr. Muhammad Iqbal Birsyada, M.Pd. menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas prestasi yang diraih Ahmad Basuki. Capaian tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk berani mengembangkan potensi, mengikuti berbagai kompetisi, serta membawa nama baik almamater melalui bidang yang mereka tekuni.

    Dukungan terhadap pengembangan potensi mahasiswa menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga membentuk pribadi yang percaya diri, disiplin, sportif, dan mampu menghadapi berbagai tantangan.

    Program Studi Pendidikan Sejarah UPY berkomitmen untuk terus memberikan ruang bagi mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan akademik maupun nonakademik. Prestasi Ahmad Basuki menjadi salah satu bukti bahwa semangat belajar dan semangat berprestasi dapat tumbuh bersama.

    Dari ruang kelas hingga arena pertandingan, setiap proses memiliki pelajarannya sendiri. Bagi Ahmad Basuki, medali perunggu ini bukan sekadar penghargaan, melainkan hasil dari perjalanan panjang yang masih akan terus berlanjut. Semoga capaian tersebut menjadi pijakan untuk meraih prestasi yang lebih tinggi sekaligus menginspirasi mahasiswa UPY lainnya untuk berani bermimpi, berproses, dan mengukir prestasi.

  • PKKMB di Depan Mata: Saatnya Mahasiswa Baru UPY Memulai Cerita

    PKKMB di Depan Mata: Saatnya Mahasiswa Baru UPY Memulai Cerita

    Menjadi mahasiswa baru merupakan salah satu fase yang penuh cerita. Setelah melewati masa sekolah, proses penerimaan mahasiswa, dan berbagai urusan administrasi, kini saatnya memasuki lingkungan baru sebagai bagian dari keluarga besar perguruan tinggi.

    Bagi mahasiswa baru Universitas PGRI Yogyakarta, salah satu kegiatan yang akan menjadi pengalaman awal di lingkungan kampus adalah Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).

    Bagi sebagian mahasiswa, PKKMB mungkin terdengar seperti kegiatan yang penuh dengan jadwal, pengarahan, perkenalan, dan aktivitas bersama. Bagi sebagian lainnya, mungkin muncul pertanyaan sederhana: “Harus bawa apa, ya?”, “Nanti duduk sama siapa?”, atau bahkan pertanyaan yang sangat manusiawi, “Kalau belum punya teman bagaimana?”

    Tenang. Hampir semua mahasiswa baru pernah berada pada fase yang sama.

    Jangan Hanya Siapkan Atribut, Siapkan Mental Juga

    Menjelang PKKMB, mahasiswa baru biasanya mulai sibuk mempersiapkan berbagai kebutuhan. Mulai dari pakaian, perlengkapan yang ditentukan panitia, alat tulis, identitas, hingga berbagai kebutuhan pribadi selama mengikuti kegiatan.

    Namun, ada satu persiapan yang tidak kalah penting dan tidak perlu dimasukkan ke dalam tas, yaitu kesiapan mental.

    Memasuki perguruan tinggi berarti memasuki lingkungan belajar yang berbeda. Mahasiswa akan bertemu dengan teman-teman dari berbagai daerah, latar belakang, karakter, dan pengalaman. Karena itu, penting untuk datang dengan pikiran terbuka dan kesiapan untuk beradaptasi.

    Tidak perlu khawatir jika belum mengenal siapa pun. Justru PKKMB dapat menjadi salah satu kesempatan pertama untuk berkenalan dan membangun pertemanan baru.

    Siapa tahu, teman yang awalnya hanya diajak bertanya, “Kamu dari prodi mana?”, beberapa tahun kemudian justru menjadi partner mengerjakan tugas, teman berdiskusi, bahkan teman seperjuangan menghadapi skripsi.

    Kenali Kampus, Bukan Sekadar Hafal Gedung

    Mahasiswa baru juga perlu mulai mengenal lingkungan kampus. Tidak harus langsung hafal seluruh ruangan seperti petugas navigasi.

    Cukup mulai dengan mengetahui lokasi penting seperti ruang perkuliahan, perpustakaan, fasilitas akademik, tempat layanan mahasiswa, ruang organisasi, hingga fasilitas umum yang tersedia di lingkungan kampus.

    Mengenal lingkungan kampus akan membantu mahasiswa beradaptasi lebih cepat ketika perkuliahan dimulai.

    Selain mengenal tempat, mahasiswa juga perlu memahami bahwa kampus memiliki berbagai aturan dan budaya akademik. Mulai dari etika berkomunikasi dengan dosen, kedisiplinan mengikuti perkuliahan, penggunaan fasilitas kampus, hingga tata cara menyampaikan pendapat secara baik dan bertanggung jawab.

    Mulai Belajar Menjadi Mahasiswa

    Perbedaan antara siswa dan mahasiswa bukan sekadar perubahan sebutan. Di perguruan tinggi, mahasiswa memiliki ruang yang lebih luas untuk mengembangkan diri sekaligus tanggung jawab yang lebih besar terhadap proses belajarnya.

    Mahasiswa dituntut lebih mandiri dalam mencari informasi, mengatur waktu, menyelesaikan tugas, serta mengambil keputusan.

    Jika di sekolah dulu mungkin ada yang rajin mengingatkan, “Jangan lupa mengerjakan PR,” di perguruan tinggi alarm utamanya adalah diri sendiri.

    Karena itu, sejak awal mahasiswa baru perlu mulai membangun kebiasaan positif. Belajar mengatur jadwal, mencatat agenda penting, menjaga komunikasi, dan tidak menunda pekerjaan dapat menjadi kebiasaan sederhana yang sangat membantu selama menjalani kehidupan perkuliahan.

    Jangan Takut Bertanya

    Salah satu hal yang sering dialami mahasiswa baru adalah rasa sungkan untuk bertanya. Takut dianggap tidak tahu, takut salah, atau takut pertanyaannya terlalu sederhana.

    Padahal, bertanya merupakan bagian penting dari proses belajar.

    Jika belum memahami informasi selama PKKMB, jangan ragu bertanya kepada panitia, dosen, tenaga kependidikan, maupun teman. Tidak ada salahnya bertanya tentang hal yang belum dipahami.

    Daripada diam-diam bingung lalu tersesat mencari ruangan, lebih baik bertanya. Kampus memang tempat untuk belajar, bukan tempat untuk menguji kemampuan membaca pikiran.

    Gunakan PKKMB untuk Membangun Relasi

    PKKMB bukan hanya tentang mengikuti rangkaian kegiatan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk membangun relasi.

    Mahasiswa baru dapat mulai mengenal teman satu program studi, mahasiswa dari fakultas lain, organisasi kemahasiswaan, komunitas, maupun berbagai kegiatan yang tersedia di kampus.

    Relasi yang dibangun sejak awal dapat memberikan banyak manfaat selama masa studi. Teman dapat menjadi tempat bertukar informasi, berdiskusi, bekerja sama dalam tugas, hingga saling memberikan dukungan ketika menghadapi tantangan perkuliahan.

    Namun, tidak perlu memaksakan diri untuk langsung memiliki banyak teman. Bangun hubungan secara alami dan tetap menjadi diri sendiri.

    Jangan Lupa Jaga Kondisi Tubuh

    Persiapan PKKMB juga perlu memperhatikan kesehatan. Pastikan tubuh mendapatkan istirahat yang cukup, mengonsumsi makanan dan minuman yang baik, serta mempersiapkan kebutuhan pribadi sesuai ketentuan kegiatan.

    Semangat boleh tinggi, tetapi tubuh juga punya batas.

    Jangan sampai hari pertama menjadi mahasiswa baru justru diawali dengan kurang tidur karena sibuk mempersiapkan segala sesuatu hingga larut malam. Apalagi jika penyebabnya adalah memilih foto profil grup angkatan selama dua jam.

    Persiapan yang baik justru membuat mahasiswa dapat mengikuti kegiatan dengan lebih nyaman dan maksimal.

    Jadikan PKKMB sebagai Langkah Pertama

    PKKMB merupakan salah satu langkah awal mahasiswa dalam mengenal kehidupan perguruan tinggi. Setelah kegiatan selesai, perjalanan sesungguhnya sebagai mahasiswa baru akan dimulai.

    Akan ada ruang kuliah, tugas, praktikum, organisasi, kegiatan kemahasiswaan, penelitian, hingga berbagai pengalaman yang akan membentuk perjalanan selama berada di kampus.

    Tidak perlu terburu-buru ingin menjadi mahasiswa yang paling aktif, paling berprestasi, atau paling dikenal. Nikmati prosesnya. Temukan minat, kembangkan kemampuan, dan jangan takut mencoba hal-hal baru yang positif.

    Setiap mahasiswa memiliki perjalanan masing-masing.

    Selamat Datang, Mahasiswa Baru UPY!

    Universitas PGRI Yogyakarta menyambut para mahasiswa baru dengan semangat kebersamaan dan optimisme. PKKMB diharapkan menjadi pintu awal bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan akademik, membangun relasi, mengembangkan karakter, serta mempersiapkan diri menjadi bagian dari masyarakat akademik yang aktif dan bertanggung jawab.

    Untuk mahasiswa baru UPY, tidak perlu terlalu banyak khawatir.

    Kalau belum hafal nama gedung, masih wajar. Kalau belum punya teman, nanti akan bertemu. Kalau masih bingung dengan dunia perkuliahan, memang begitulah proses awalnya.

    Yang penting, datang dengan pikiran terbuka, semangat belajar, sikap positif, dan keberanian untuk mencoba.

    Karena perjalanan sebagai mahasiswa bukan tentang siapa yang paling cepat beradaptasi, tetapi tentang bagaimana setiap individu terus belajar, berkembang, dan menemukan versi terbaik dari dirinya.

    Selamat datang di Universitas PGRI Yogyakarta. Selamat mengikuti PKKMB, mahasiswa baru!

    Kampus baru, teman baru, pengalaman baru. Semoga langkah pertama ini menjadi awal dari perjalanan yang penuh prestasi, inspirasi, dan cerita yang akan selalu dikenang.

  • Mahasiswa IKOR UPY Raih Gelar Juara Pro Futsal League 2025/2026, Dipanggil Ikuti Training Camp Timnas Indonesia

    Mahasiswa IKOR UPY Raih Gelar Juara Pro Futsal League 2025/2026, Dipanggil Ikuti Training Camp Timnas Indonesia

    Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta (UPY). Guntur Sulistyo Ariwibowo, mahasiswa Program Studi Ilmu Keolahragaan (IKOR), berhasil mengukir prestasi gemilang dengan membawa klub Bintang Timur Surabaya meraih gelar Juara Pro Futsal League Indonesia 2025/2026. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UPY mampu bersaing dan berprestasi di level profesional, sekaligus mengharumkan nama almamater di kancah olahraga nasional.

    Capaian tersebut semakin istimewa karena Guntur juga dipercaya masuk dalam Player List Training Camp Tim Nasional Futsal Indonesia. Pemanggilan ini merupakan bagian dari proses pembinaan dan seleksi pemain yang akan dipersiapkan menghadapi berbagai agenda internasional. Kesempatan tersebut menjadi langkah penting dalam perjalanan kariernya sebagai atlet futsal profesional sekaligus membuka peluang untuk mengenakan lambang Garuda di dada.

    Prestasi yang diraih Guntur merupakan buah dari kerja keras, disiplin, serta konsistensi dalam menjalani latihan dan kompetisi. Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa, ia mampu menunjukkan bahwa prestasi akademik dapat berjalan beriringan dengan pencapaian di bidang olahraga apabila dibarengi komitmen dan semangat pantang menyerah.

    Keberhasilan ini juga mencerminkan komitmen Universitas PGRI Yogyakarta dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa secara menyeluruh, baik di bidang akademik maupun nonakademik. UPY terus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan bakat, minat, dan kompetensi sehingga mampu berprestasi di tingkat regional, nasional, hingga internasional.

    Rektor Universitas PGRI Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas pencapaian tersebut.

    “Selamat kepada Guntur Sulistyo Ariwibowo atas prestasi luar biasa yang telah diraih. Keberhasilan menjadi juara Pro Futsal League Indonesia sekaligus mendapatkan kesempatan mengikuti Training Camp Tim Nasional merupakan pencapaian yang sangat membanggakan. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa UPY untuk terus berjuang, mengembangkan potensi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa melalui bidang yang mereka tekuni,” ungkapnya.

    Bagi Guntur, pencapaian ini bukanlah garis akhir, melainkan awal dari perjalanan yang lebih besar. Kesempatan mengikuti pemusatan latihan Tim Nasional menjadi tantangan baru untuk terus meningkatkan kualitas diri, memperkaya pengalaman bertanding, serta memberikan performa terbaik demi mengharumkan nama Indonesia di pentas internasional.

    Prestasi ini sekaligus menjadi inspirasi bahwa mimpi besar dapat diwujudkan melalui kerja keras, disiplin, dan tekad yang kuat. Universitas PGRI Yogyakarta berharap semakin banyak mahasiswa yang mengikuti jejak Guntur dengan terus berkarya, berprestasi, dan berani membawa nama almamater ke panggung yang lebih luas.

    Sebagai kampus yang berkomitmen mencetak lulusan unggul, adaptif, dan berdaya saing, UPY akan terus mendukung lahirnya generasi muda yang tidak hanya berprestasi di ruang kelas, tetapi juga mampu menjadi kebanggaan Indonesia melalui berbagai bidang, termasuk olahraga. Prestasi Guntur Sulistyo Ariwibowo menjadi bukti bahwa semangat juang dan dedikasi mampu membuka jalan menuju pencapaian yang lebih tinggi, bahkan hingga level tim nasional.

  • Beyond Commitment, Beyond Theory: Seminar Hasil Penelitian Akuntansi UPY Perkuat Budaya Riset untuk Bisnis Berkelanjutan

    Beyond Commitment, Beyond Theory: Seminar Hasil Penelitian Akuntansi UPY Perkuat Budaya Riset untuk Bisnis Berkelanjutan

    Komitmen membangun budaya akademik yang kuat terus diwujudkan oleh Program Studi Akuntansi Universitas PGRI Yogyakarta (UPY). Melalui Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Akuntansi, Seminar Hasil Penelitian kembali diselenggarakan sebagai agenda akademik tahunan yang mempertemukan dosen, alumni, dan mahasiswa dalam ruang berbagi ilmu pengetahuan dan hasil riset terkini.

    Mengusung tema “Beyond Commitment: Sustainability in Action For Business Continuity”, seminar berlangsung pada Sabtu, 15 November 2025, di Auditorium Universitas PGRI Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi wadah bagi dosen dan alumni untuk mempresentasikan hasil penelitian yang telah dipublikasikan sekaligus memberikan inspirasi kepada mahasiswa dalam mempersiapkan penelitian ilmiah mereka.

    Seminar Hasil Penelitian tidak sekadar menjadi forum presentasi karya ilmiah, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran yang memperkenalkan mahasiswa pada proses penelitian yang sistematis, mulai dari penyusunan metodologi, pengumpulan data, hingga publikasi hasil penelitian. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh referensi akademik yang relevan sekaligus motivasi untuk menghasilkan penelitian yang berkualitas dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

    Seminar menghadirkan tiga narasumber dengan pengalaman riset yang luas di bidang akuntansi, keberlanjutan, dan transformasi digital.

    Pemateri pertama, Dr. Tri Siwi Nugrahani, S.E., M.Si., Ak., CA., memaparkan hasil penelitiannya berjudul “Determinants of Sustainability Report Quality in Indonesian Public Companies: An Isomorphism Theory Approach.” Penelitian tersebut mengungkap bahwa kualitas Sustainability Report perusahaan publik di Indonesia masih berada pada kategori sedang sehingga memerlukan peningkatan, baik dari sisi regulasi maupun implementasi di tingkat perusahaan.

    Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa faktor-faktor seperti pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) pada aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan, tekanan dari kreditor, asosiasi industri, serta difusi kepemilikan saham memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keberlanjutan. Sementara itu, tekanan pemerintah dan ukuran perusahaan belum menunjukkan pengaruh yang berarti terhadap kualitas laporan tersebut.

    Pemateri kedua, Rahandhika Ivan Adhyaksana, S.E., M.Si., membahas penelitian mengenai pengaruh kinerja keuangan, human capital, dan kinerja lingkungan terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja keuangan dan kualitas sumber daya manusia memiliki pengaruh positif serta signifikan terhadap peningkatan nilai perusahaan. Sebaliknya, kinerja lingkungan belum menjadi faktor dominan yang memengaruhi penilaian perusahaan dalam konteks penelitian tersebut.

    Sementara itu, pemateri ketiga, Rosa Dwi Andini Putri, S.Ak., mempresentasikan penelitian berjudul “The Importance of Collaborative Network, Digital Leadership to Improve AIS Outcomes and Sustainability in SMEs.” Penelitian ini mengangkat pentingnya jaringan kolaboratif dan kepemimpinan digital dalam meningkatkan efektivitas Sistem Informasi Akuntansi (Accounting Information System/AIS) serta mendukung keberlanjutan UMKM, khususnya di sektor pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Berlandaskan teori Resource-Based View, penelitian tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan sumber daya internal, dukungan teknologi digital, dan kolaborasi antarpelaku usaha mampu memperkuat daya saing UMKM sekaligus meningkatkan kinerja keberlanjutan. Temuan tersebut juga menegaskan bahwa digitalisasi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan bisnis di era transformasi digital.

    Antusiasme peserta terlihat sepanjang seminar berlangsung. Para mahasiswa dari semester 1, 3, 5, dan 7, bersama dosen, alumni, tamu undangan, serta peserta dari luar Universitas PGRI Yogyakarta, aktif mengikuti diskusi dan sesi tanya jawab. Interaksi yang terbangun menciptakan suasana akademik yang dinamis, sekaligus memperkaya wawasan peserta mengenai perkembangan penelitian di bidang akuntansi dan bisnis berkelanjutan.

    Melalui Seminar Hasil Penelitian ini, Program Studi Akuntansi UPY berharap mahasiswa tidak hanya memahami teori yang dipelajari di ruang kuliah, tetapi juga mampu melihat bagaimana penelitian menjadi instrumen penting dalam menghasilkan solusi atas berbagai tantangan di dunia usaha dan industri. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menumbuhkan budaya riset, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta membangun tradisi akademik yang produktif di lingkungan kampus.

    Sejalan dengan semangat “Beyond Commitment: Sustainability in Action For Business Continuity”, Universitas PGRI Yogyakarta terus mendorong sivitas akademika untuk menghasilkan penelitian yang tidak hanya unggul secara ilmiah, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha. Dengan memperkuat budaya penelitian sejak dini, UPY optimistis dapat melahirkan lulusan yang adaptif, inovatif, serta mampu berkontribusi dalam menciptakan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

  • GAIN #7 HMP Akuntansi UPY Pererat Kebersamaan Mahasiswa Baru Lewat Edukasi, Kepemimpinan, dan Kebersamaan

    GAIN #7 HMP Akuntansi UPY Pererat Kebersamaan Mahasiswa Baru Lewat Edukasi, Kepemimpinan, dan Kebersamaan

    Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi (HMP-AKT) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali sukses menyelenggarakan Great Accounting Orientation (GAIN) #7, sebuah kegiatan orientasi yang dirancang untuk menyambut sekaligus mempererat kebersamaan mahasiswa baru Program Studi Akuntansi. Mengusung tema “Embracing the New Journey, Crafting Memories Together”, kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu, 1–2 November 2025, di Desa Wisata Plosokuning, Bangunkerto, Turi, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Sebagai agenda tahunan HMP-AKT UPY, GAIN tidak hanya menjadi ajang perkenalan antarmahasiswa baru, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter, pengembangan jiwa kepemimpinan, serta penguatan rasa kekeluargaan di lingkungan Program Studi Akuntansi. Melalui perpaduan kegiatan akademik dan nonakademik, peserta diajak membangun relasi yang positif sejak awal perjalanan mereka sebagai mahasiswa.

    Ketua Program Studi Akuntansi UPY, Ningrum Pramudiati, SE., M.Si., Ak., CA. menyampaikan bahwa kegiatan orientasi yang dikemas secara edukatif dan humanis menjadi bagian penting dalam mendukung proses adaptasi mahasiswa baru di lingkungan perguruan tinggi.

    “Mahasiswa baru tidak hanya membutuhkan pengenalan terhadap lingkungan kampus, tetapi juga ruang untuk membangun jejaring, mengenal budaya akademik, dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap program studi. Melalui GAIN, kami berharap mereka mampu memulai perjalanan akademiknya dengan semangat, percaya diri, dan siap berkembang bersama,” ujarnya.

    Hari pertama diawali dengan rangkaian kegiatan formal yang berisi sesi pemaparan materi dan diskusi inspiratif. Bertempat di pendopo Desa Wisata Plosokuning, seluruh peserta mengikuti penyampaian materi dari para dosen, alumni, dan perwakilan organisasi mahasiswa di lingkungan Fakultas Bisnis dan Hukum UPY.

    Materi pertama disampaikan oleh Baniady Gennody Pronosokodewo, S.E., M.Si., yang memberikan motivasi kepada mahasiswa baru mengenai pentingnya membangun karakter, integritas, dan kesiapan menghadapi tantangan selama menjalani perkuliahan. Selanjutnya, sesi kedua menghadirkan alumni Program Studi Akuntansi, Febri Ariadi, S.Ak., yang berbagi pengalaman mengenai dunia akademik hingga persiapan memasuki dunia profesional.

    Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi sharing bersama organisasi kemahasiswaan. Perwakilan HMP Akuntansi UPY, Tetra Ragil Saputra dan Daniah Heni Lestari, memperkenalkan berbagai program kerja organisasi sekaligus mengajak mahasiswa baru aktif berkontribusi dalam kegiatan kemahasiswaan. Sementara itu, perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Bisnis dan Hukum (BEM FBH) UPY, Muhammad Afif Rifki dan Jihan Almas Vienansyah, turut memberikan gambaran mengenai peran organisasi mahasiswa dalam mengembangkan potensi kepemimpinan dan keterampilan sosial mahasiswa.

    Memasuki malam hari, suasana kegiatan berubah menjadi lebih hangat melalui berbagai agenda nonformal yang dirancang untuk mempererat hubungan antarpeserta. Pentas seni menjadi pembuka, di mana setiap kelompok menampilkan kreativitas melalui pertunjukan menyanyi, menari, hingga drama yang berhasil menciptakan suasana penuh keceriaan.

    Kebersamaan semakin terasa saat seluruh peserta berkumpul mengelilingi api unggun. Dalam suasana yang akrab, mereka mengikuti kegiatan tukar kado, berbagi cerita, serta menuliskan kesan dan pesan selama mengikuti GAIN #7. Momen tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus memperkuat ikatan persahabatan yang mulai terjalin di antara mahasiswa baru.

    Hari kedua diawali dengan senam pagi bersama untuk membangun semangat dan kebugaran peserta. Selanjutnya, mahasiswa mengikuti kegiatan outbound dan susur sungai yang dipandu oleh pengelola Desa Wisata Plosokuning. Berbagai tantangan dalam kegiatan tersebut melatih kemampuan bekerja sama, komunikasi, kepemimpinan, serta penyelesaian masalah secara kolaboratif.

    Sebagai penutup rangkaian kegiatan, panitia menghadirkan Color Fun, sebuah aktivitas penuh warna yang menjadi simbol semangat, optimisme, dan kebersamaan. Dengan iringan musik yang meriah, para peserta saling melempar bubuk warna, menciptakan suasana penuh kegembiraan sekaligus menjadi kenangan manis di awal perjalanan mereka sebagai keluarga besar Program Studi Akuntansi UPY.

    Ketua HMP Akuntansi UPY menyampaikan bahwa GAIN #7 diharapkan mampu menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru untuk tumbuh menjadi pribadi yang aktif, adaptif, dan memiliki semangat kolaborasi.

    “Kami berharap GAIN bukan sekadar kegiatan orientasi, tetapi menjadi awal lahirnya kebersamaan, persahabatan, dan semangat untuk berkembang bersama. Semoga mahasiswa baru dapat memanfaatkan masa kuliah dengan sebaik-baiknya, aktif berorganisasi, berprestasi, dan memberikan kontribusi positif bagi program studi maupun masyarakat,” ungkapnya.

    Melalui penyelenggaraan Great Accounting Orientation (GAIN) #7, Universitas PGRI Yogyakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan akademik yang inklusif, humanis, dan berorientasi pada pengembangan karakter mahasiswa. Dengan memadukan edukasi, kepemimpinan, dan kebersamaan, GAIN menjadi momentum penting dalam membentuk generasi mahasiswa Akuntansi UPY yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa kolaboratif, integritas, dan kepedulian terhadap sesama.

  • Mahasiswa Pendidikan Sejarah FKIP UPY Raih Prestasi Nasional pada Sangiran Championship 3

    Mahasiswa Pendidikan Sejarah FKIP UPY Raih Prestasi Nasional pada Sangiran Championship 3

    Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI Yogyakarta kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat nasional melalui capaian mahasiswa dalam bidang nonakademik. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah atas nama Faidha Mauliya Khasanah berhasil meraih Juara 3 Kelas B Putri Dewasa dalam ajang Sangiran Championship 3 Tingkat Nasional. Prestasi tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mengharumkan nama institusi pada kompetisi tingkat nasional.

    Sangiran Championship 3 merupakan kejuaraan nasional pencak silat bergengsi yang memperebutkan Piala Bupati Sragen. Kegiatan tersebut diselenggarakan pada tanggal 13–15 Mei 2026 bertempat di GOR Diponegoro, Sragen, dan diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Kompetisi ini menjadi wadah pengembangan potensi atlet muda sekaligus sarana pembinaan karakter, sportivitas, dan semangat kompetitif generasi muda dalam bidang olahraga pencak silat.

    Keberhasilan yang diraih Faidha Mauliya Khasanah mencerminkan semangat kerja keras, disiplin, dan konsistensi dalam mengembangkan kemampuan diri di tengah tanggung jawab sebagai mahasiswa. Capaian tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa Pendidikan Sejarah FKIP UPY tidak hanya berprestasi dalam bidang akademik, tetapi juga mampu menunjukkan kualitas dan daya saing pada bidang nonakademik di tingkat nasional. Prestasi ini sekaligus menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus aktif mengembangkan potensi, minat, dan bakat yang dimiliki secara optimal.

    Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas PGRI Yogyakarta senantiasa memberikan dukungan terhadap pengembangan kompetensi mahasiswa melalui berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik. Dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen institusi dalam menciptakan lulusan yang unggul, berkarakter, adaptif, dan mampu bersaing di berbagai bidang. Selain itu, pencapaian mahasiswa di tingkat nasional diharapkan dapat memperkuat citra positif program studi dan institusi di tengah masyarakat.

    Atas prestasi yang telah diraih tersebut, keluarga besar Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas PGRI Yogyakarta menyampaikan apresiasi serta ucapan selamat kepada Faidha Mauliya Khasanah. Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan prestasi dan memberikan kontribusi positif bagi institusi maupun masyarakat luas. Semoga capaian ini menjadi langkah awal menuju prestasi-prestasi yang lebih tinggi pada masa mendatang.

  • Mahasiswa UPY Lolos Pendanaan PKM 2026, Bukti Semangat Inovasi untuk Negeri

    Mahasiswa UPY Lolos Pendanaan PKM 2026, Bukti Semangat Inovasi untuk Negeri

    Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta (UPY). Sejumlah tim mahasiswa UPY berhasil lolos Pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2026, sebuah program bergengsi yang diselenggarakan untuk mendorong lahirnya inovasi, kreativitas, serta kontribusi nyata mahasiswa dalam menjawab berbagai tantangan di masyarakat.

    Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa budaya riset, inovasi, dan pengabdian terus tumbuh dan berkembang di lingkungan Universitas PGRI Yogyakarta. Melalui ide-ide kreatif yang dituangkan dalam proposal PKM, mahasiswa UPY menunjukkan kemampuan untuk menghadirkan solusi yang aplikatif sekaligus memberikan manfaat bagi dunia pendidikan, masyarakat, maupun pembangunan bangsa.

    Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) merupakan salah satu program unggulan yang bertujuan mengembangkan potensi mahasiswa dalam berpikir kritis, kreatif, inovatif, dan produktif. Tidak hanya menjadi ajang kompetisi, PKM juga menjadi ruang pembelajaran yang mendorong mahasiswa untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan nyata di masyarakat melalui penelitian, kewirausahaan, pengabdian, penerapan teknologi, maupun pengembangan karya inovatif.

    Keberhasilan meraih pendanaan PKM 2026 tentu tidak diperoleh dengan mudah. Setiap tim harus melalui proses penyusunan proposal yang matang, menyajikan gagasan yang orisinal, serta mampu menawarkan solusi yang relevan terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Seleksi yang kompetitif menjadikan capaian ini sebagai prestasi yang patut diapresiasi.

    Rektor Universitas PGRI Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., menyampaikan apresiasi atas keberhasilan mahasiswa yang berhasil lolos pendanaan PKM Tahun 2026. Menurutnya, prestasi tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa UPY memiliki daya saing, kreativitas, dan semangat untuk terus menghasilkan karya yang memberikan manfaat luas.

    “Kami mengucapkan selamat kepada seluruh mahasiswa yang berhasil meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Tahun 2026. Capaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UPY memiliki potensi besar untuk melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Kami berharap program-program yang dijalankan dapat terlaksana dengan baik, memberikan dampak nyata, sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan berprestasi,” ungkapnya.

    Lebih dari sekadar pencapaian akademik, keberhasilan ini juga mencerminkan komitmen UPY dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang mendorong mahasiswa aktif meneliti, berinovasi, dan mengembangkan gagasan kreatif sejak di bangku kuliah. Dukungan universitas melalui pembinaan, pendampingan, serta penguatan kapasitas mahasiswa menjadi bagian penting dalam melahirkan generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

    Program-program yang akan dilaksanakan oleh tim penerima pendanaan diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap penyelesaian berbagai persoalan di masyarakat. Selain menghasilkan luaran yang berkualitas, kegiatan PKM juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan kepemimpinan, kolaborasi, komunikasi, serta manajemen proyek yang akan menjadi bekal berharga di dunia profesional.

    Keberhasilan mahasiswa UPY dalam meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2026 semakin mempertegas komitmen Universitas PGRI Yogyakarta dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga inovatif, kreatif, dan berdaya saing. Diharapkan capaian ini menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus menghadirkan karya-karya terbaik yang memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan, masyarakat, dan kemajuan bangsa.

  • Mahasiswa UPY Lolos Pendanaan PPK Ormawa 2026, Wujudkan Pengabdian Inovatif untuk Masyarakat

    Mahasiswa UPY Lolos Pendanaan PPK Ormawa 2026, Wujudkan Pengabdian Inovatif untuk Masyarakat

    Kabar membanggakan kembali datang dari Universitas PGRI Yogyakarta (UPY). Tim mahasiswa UPY berhasil meraih pendanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Tahun 2026, sebuah program bergengsi yang menjadi wadah bagi organisasi kemahasiswaan untuk mengimplementasikan ide-ide kreatif dan inovatif dalam pemberdayaan masyarakat.

    Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa UPY tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, kemampuan berkolaborasi, serta semangat untuk menghadirkan solusi bagi berbagai tantangan di tengah masyarakat. Melalui program yang akan dijalankan, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan potensi organisasi sekaligus memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat.

    Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) merupakan salah satu program strategis yang mendorong mahasiswa untuk merancang, mengelola, dan melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat secara terstruktur. Tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan, program ini juga menekankan pentingnya kepemimpinan, inovasi, kolaborasi, dan keberlanjutan dalam setiap program yang dijalankan.

    Keberhasilan lolos pendanaan PPK Ormawa 2026 tentu tidak diraih secara instan. Berbagai tahapan seleksi harus dilalui, mulai dari penyusunan proposal, penyempurnaan program kerja, hingga proses evaluasi yang dilakukan secara kompetitif. Capaian ini menjadi buah dari kerja keras, dedikasi, dan sinergi yang baik antara mahasiswa dengan dosen pembimbing.

    Dalam pelaksanaannya nanti, tim mahasiswa UPY akan didampingi oleh Dr. Padrul Jana, S.Pd., M.Sc. sebagai dosen pendamping. Peran dosen pendamping menjadi sangat penting dalam memastikan program yang dirancang tidak hanya memenuhi target luaran, tetapi juga benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sasaran.

    Rektor Universitas PGRI Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., menyampaikan apresiasi atas keberhasilan yang diraih mahasiswa UPY. Menurutnya, prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.

    “Kami mengucapkan selamat kepada seluruh tim mahasiswa dan dosen pendamping yang telah berhasil lolos pendanaan PPK Ormawa Tahun 2026. Prestasi ini mencerminkan semangat, kreativitas, dan kepedulian mahasiswa UPY dalam menghadirkan solusi bagi masyarakat. Kami berharap program yang dijalankan nantinya dapat memberikan dampak nyata sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan berinovasi,” ujar Prof. Paiman.

    Lebih dari sekadar pencapaian kompetisi, keberhasilan ini menjadi bagian dari implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Program yang akan dilaksanakan diharapkan mampu menjadi ruang belajar nyata bagi mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan, komunikasi, manajemen program, hingga kolaborasi dengan berbagai pihak.

    Universitas PGRI Yogyakarta terus berkomitmen mendukung pengembangan potensi mahasiswa melalui berbagai program akademik maupun nonakademik. Dukungan tersebut diwujudkan dengan mendorong mahasiswa untuk aktif mengikuti berbagai kompetisi, hibah, dan program nasional yang dapat memperkuat kapasitas diri sekaligus memberikan kontribusi bagi masyarakat.

    Keberhasilan lolos pendanaan PPK Ormawa 2026 diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa UPY untuk terus berprestasi, berinovasi, dan menghadirkan karya-karya yang bermanfaat bagi masyarakat. Dengan semangat kolaborasi dan pengabdian, mahasiswa UPY diharapkan mampu menjadi generasi muda yang adaptif, kreatif, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.

  • Tiga Mahasiswa Gizi UPY Lolos Magang Mandiri Program SAPA Kampus Berdampak Batch 8 BPOM RI

    Tiga Mahasiswa Gizi UPY Lolos Magang Mandiri Program SAPA Kampus Berdampak Batch 8 BPOM RI

    Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta (UPY). Tiga mahasiswa Program Studi Gizi berhasil lolos dalam Magang Mandiri Program SAPA Kampus Berdampak Batch 8 yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI). Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UPY memiliki kompetensi, dedikasi, dan daya saing yang mampu bersaing di tingkat nasional.

    Adapun mahasiswa yang berhasil lolos dalam program tersebut adalah Septiajati Yudhowanti, Fadhilah Nur Azizah, dan Hunalika Yasfa Aulia. Ketiganya akan mengikuti rangkaian program magang yang dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pengalaman nyata di bidang keamanan pangan, pendampingan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pangan olahan, serta implementasi standar keamanan pangan sesuai regulasi BPOM.

    Program SAPA Kampus Berdampak merupakan salah satu program strategis BPOM RI yang bertujuan membentuk mahasiswa sebagai fasilitator keamanan pangan yang mampu mendampingi pelaku UMKM dalam menerapkan standar keamanan pangan dan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB). Melalui program ini, peserta tidak hanya memperoleh penguatan teori, tetapi juga terlibat langsung dalam proses edukasi, pendampingan, monitoring, hingga penguatan kapasitas UMKM pangan.

    Ketua Program Studi Gizi UPY menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih ketiga mahasiswa tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil dari proses pembelajaran yang dijalani mahasiswa selama menempuh pendidikan, sekaligus menjadi indikator bahwa lulusan Gizi UPY memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan masyarakat.

    “Kami bangga atas prestasi yang diraih mahasiswa Program Studi Gizi. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa mahasiswa UPY mampu bersaing dalam program nasional yang menuntut kompetensi akademik, keterampilan, dan komitmen tinggi. Semoga pengalaman yang diperoleh selama mengikuti Program SAPA Kampus Berdampak dapat memperluas wawasan serta meningkatkan profesionalisme mereka sebagai calon tenaga gizi,” ujarnya.

    Melalui keterlibatan dalam program ini, mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama, pemecahan masalah, serta penerapan ilmu gizi dan keamanan pangan secara langsung di lapangan. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan dunia kerja sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas keamanan pangan di Indonesia.

    Keberhasilan ini juga sejalan dengan komitmen Universitas PGRI Yogyakarta dalam mendorong mahasiswa untuk aktif mengikuti berbagai program nasional yang mendukung pengembangan kompetensi akademik maupun profesional. Selain menghasilkan lulusan yang unggul secara keilmuan, UPY terus berupaya mencetak generasi muda yang adaptif, inovatif, dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat. Prestasi yang diraih Septiajati Yudhowanti, Fadhilah Nur Azizah, dan Hunalika Yasfa Aulia diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berani mengambil peluang, mengembangkan potensi diri, serta mengharumkan nama Universitas PGRI Yogyakarta melalui berbagai prestasi di tingkat nasional maupun internasional.