Tiga Mahasiswa Gizi UPY Lolos Magang Mandiri Program SAPA Kampus Berdampak Batch 8 BPOM RI

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta (UPY). Tiga mahasiswa Program Studi Gizi berhasil lolos dalam Magang Mandiri Program SAPA Kampus Berdampak Batch 8 yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI). Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UPY memiliki kompetensi, dedikasi, dan daya saing yang mampu bersaing di tingkat nasional.

Adapun mahasiswa yang berhasil lolos dalam program tersebut adalah Septiajati Yudhowanti, Fadhilah Nur Azizah, dan Hunalika Yasfa Aulia. Ketiganya akan mengikuti rangkaian program magang yang dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pengalaman nyata di bidang keamanan pangan, pendampingan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pangan olahan, serta implementasi standar keamanan pangan sesuai regulasi BPOM.

Program SAPA Kampus Berdampak merupakan salah satu program strategis BPOM RI yang bertujuan membentuk mahasiswa sebagai fasilitator keamanan pangan yang mampu mendampingi pelaku UMKM dalam menerapkan standar keamanan pangan dan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB). Melalui program ini, peserta tidak hanya memperoleh penguatan teori, tetapi juga terlibat langsung dalam proses edukasi, pendampingan, monitoring, hingga penguatan kapasitas UMKM pangan.

Ketua Program Studi Gizi UPY menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih ketiga mahasiswa tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil dari proses pembelajaran yang dijalani mahasiswa selama menempuh pendidikan, sekaligus menjadi indikator bahwa lulusan Gizi UPY memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan masyarakat.

“Kami bangga atas prestasi yang diraih mahasiswa Program Studi Gizi. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa mahasiswa UPY mampu bersaing dalam program nasional yang menuntut kompetensi akademik, keterampilan, dan komitmen tinggi. Semoga pengalaman yang diperoleh selama mengikuti Program SAPA Kampus Berdampak dapat memperluas wawasan serta meningkatkan profesionalisme mereka sebagai calon tenaga gizi,” ujarnya.

Melalui keterlibatan dalam program ini, mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama, pemecahan masalah, serta penerapan ilmu gizi dan keamanan pangan secara langsung di lapangan. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan dunia kerja sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas keamanan pangan di Indonesia.

Keberhasilan ini juga sejalan dengan komitmen Universitas PGRI Yogyakarta dalam mendorong mahasiswa untuk aktif mengikuti berbagai program nasional yang mendukung pengembangan kompetensi akademik maupun profesional. Selain menghasilkan lulusan yang unggul secara keilmuan, UPY terus berupaya mencetak generasi muda yang adaptif, inovatif, dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat. Prestasi yang diraih Septiajati Yudhowanti, Fadhilah Nur Azizah, dan Hunalika Yasfa Aulia diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berani mengambil peluang, mengembangkan potensi diri, serta mengharumkan nama Universitas PGRI Yogyakarta melalui berbagai prestasi di tingkat nasional maupun internasional.