Kategori: Makarya

  • GAIN #7 HMP Akuntansi UPY Pererat Kebersamaan Mahasiswa Baru Lewat Edukasi, Kepemimpinan, dan Kebersamaan

    GAIN #7 HMP Akuntansi UPY Pererat Kebersamaan Mahasiswa Baru Lewat Edukasi, Kepemimpinan, dan Kebersamaan

    Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi (HMP-AKT) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali sukses menyelenggarakan Great Accounting Orientation (GAIN) #7, sebuah kegiatan orientasi yang dirancang untuk menyambut sekaligus mempererat kebersamaan mahasiswa baru Program Studi Akuntansi. Mengusung tema “Embracing the New Journey, Crafting Memories Together”, kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu, 1–2 November 2025, di Desa Wisata Plosokuning, Bangunkerto, Turi, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Sebagai agenda tahunan HMP-AKT UPY, GAIN tidak hanya menjadi ajang perkenalan antarmahasiswa baru, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter, pengembangan jiwa kepemimpinan, serta penguatan rasa kekeluargaan di lingkungan Program Studi Akuntansi. Melalui perpaduan kegiatan akademik dan nonakademik, peserta diajak membangun relasi yang positif sejak awal perjalanan mereka sebagai mahasiswa.

    Ketua Program Studi Akuntansi UPY, Ningrum Pramudiati, SE., M.Si., Ak., CA. menyampaikan bahwa kegiatan orientasi yang dikemas secara edukatif dan humanis menjadi bagian penting dalam mendukung proses adaptasi mahasiswa baru di lingkungan perguruan tinggi.

    “Mahasiswa baru tidak hanya membutuhkan pengenalan terhadap lingkungan kampus, tetapi juga ruang untuk membangun jejaring, mengenal budaya akademik, dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap program studi. Melalui GAIN, kami berharap mereka mampu memulai perjalanan akademiknya dengan semangat, percaya diri, dan siap berkembang bersama,” ujarnya.

    Hari pertama diawali dengan rangkaian kegiatan formal yang berisi sesi pemaparan materi dan diskusi inspiratif. Bertempat di pendopo Desa Wisata Plosokuning, seluruh peserta mengikuti penyampaian materi dari para dosen, alumni, dan perwakilan organisasi mahasiswa di lingkungan Fakultas Bisnis dan Hukum UPY.

    Materi pertama disampaikan oleh Baniady Gennody Pronosokodewo, S.E., M.Si., yang memberikan motivasi kepada mahasiswa baru mengenai pentingnya membangun karakter, integritas, dan kesiapan menghadapi tantangan selama menjalani perkuliahan. Selanjutnya, sesi kedua menghadirkan alumni Program Studi Akuntansi, Febri Ariadi, S.Ak., yang berbagi pengalaman mengenai dunia akademik hingga persiapan memasuki dunia profesional.

    Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi sharing bersama organisasi kemahasiswaan. Perwakilan HMP Akuntansi UPY, Tetra Ragil Saputra dan Daniah Heni Lestari, memperkenalkan berbagai program kerja organisasi sekaligus mengajak mahasiswa baru aktif berkontribusi dalam kegiatan kemahasiswaan. Sementara itu, perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Bisnis dan Hukum (BEM FBH) UPY, Muhammad Afif Rifki dan Jihan Almas Vienansyah, turut memberikan gambaran mengenai peran organisasi mahasiswa dalam mengembangkan potensi kepemimpinan dan keterampilan sosial mahasiswa.

    Memasuki malam hari, suasana kegiatan berubah menjadi lebih hangat melalui berbagai agenda nonformal yang dirancang untuk mempererat hubungan antarpeserta. Pentas seni menjadi pembuka, di mana setiap kelompok menampilkan kreativitas melalui pertunjukan menyanyi, menari, hingga drama yang berhasil menciptakan suasana penuh keceriaan.

    Kebersamaan semakin terasa saat seluruh peserta berkumpul mengelilingi api unggun. Dalam suasana yang akrab, mereka mengikuti kegiatan tukar kado, berbagi cerita, serta menuliskan kesan dan pesan selama mengikuti GAIN #7. Momen tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus memperkuat ikatan persahabatan yang mulai terjalin di antara mahasiswa baru.

    Hari kedua diawali dengan senam pagi bersama untuk membangun semangat dan kebugaran peserta. Selanjutnya, mahasiswa mengikuti kegiatan outbound dan susur sungai yang dipandu oleh pengelola Desa Wisata Plosokuning. Berbagai tantangan dalam kegiatan tersebut melatih kemampuan bekerja sama, komunikasi, kepemimpinan, serta penyelesaian masalah secara kolaboratif.

    Sebagai penutup rangkaian kegiatan, panitia menghadirkan Color Fun, sebuah aktivitas penuh warna yang menjadi simbol semangat, optimisme, dan kebersamaan. Dengan iringan musik yang meriah, para peserta saling melempar bubuk warna, menciptakan suasana penuh kegembiraan sekaligus menjadi kenangan manis di awal perjalanan mereka sebagai keluarga besar Program Studi Akuntansi UPY.

    Ketua HMP Akuntansi UPY menyampaikan bahwa GAIN #7 diharapkan mampu menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru untuk tumbuh menjadi pribadi yang aktif, adaptif, dan memiliki semangat kolaborasi.

    “Kami berharap GAIN bukan sekadar kegiatan orientasi, tetapi menjadi awal lahirnya kebersamaan, persahabatan, dan semangat untuk berkembang bersama. Semoga mahasiswa baru dapat memanfaatkan masa kuliah dengan sebaik-baiknya, aktif berorganisasi, berprestasi, dan memberikan kontribusi positif bagi program studi maupun masyarakat,” ungkapnya.

    Melalui penyelenggaraan Great Accounting Orientation (GAIN) #7, Universitas PGRI Yogyakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan akademik yang inklusif, humanis, dan berorientasi pada pengembangan karakter mahasiswa. Dengan memadukan edukasi, kepemimpinan, dan kebersamaan, GAIN menjadi momentum penting dalam membentuk generasi mahasiswa Akuntansi UPY yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa kolaboratif, integritas, dan kepedulian terhadap sesama.

  • Mahasiswa Pendidikan Sejarah FKIP UPY Raih Prestasi Nasional pada Sangiran Championship 3

    Mahasiswa Pendidikan Sejarah FKIP UPY Raih Prestasi Nasional pada Sangiran Championship 3

    Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI Yogyakarta kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat nasional melalui capaian mahasiswa dalam bidang nonakademik. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah atas nama Faidha Mauliya Khasanah berhasil meraih Juara 3 Kelas B Putri Dewasa dalam ajang Sangiran Championship 3 Tingkat Nasional. Prestasi tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mengharumkan nama institusi pada kompetisi tingkat nasional.

    Sangiran Championship 3 merupakan kejuaraan nasional pencak silat bergengsi yang memperebutkan Piala Bupati Sragen. Kegiatan tersebut diselenggarakan pada tanggal 13–15 Mei 2026 bertempat di GOR Diponegoro, Sragen, dan diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Kompetisi ini menjadi wadah pengembangan potensi atlet muda sekaligus sarana pembinaan karakter, sportivitas, dan semangat kompetitif generasi muda dalam bidang olahraga pencak silat.

    Keberhasilan yang diraih Faidha Mauliya Khasanah mencerminkan semangat kerja keras, disiplin, dan konsistensi dalam mengembangkan kemampuan diri di tengah tanggung jawab sebagai mahasiswa. Capaian tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa Pendidikan Sejarah FKIP UPY tidak hanya berprestasi dalam bidang akademik, tetapi juga mampu menunjukkan kualitas dan daya saing pada bidang nonakademik di tingkat nasional. Prestasi ini sekaligus menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus aktif mengembangkan potensi, minat, dan bakat yang dimiliki secara optimal.

    Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas PGRI Yogyakarta senantiasa memberikan dukungan terhadap pengembangan kompetensi mahasiswa melalui berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik. Dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen institusi dalam menciptakan lulusan yang unggul, berkarakter, adaptif, dan mampu bersaing di berbagai bidang. Selain itu, pencapaian mahasiswa di tingkat nasional diharapkan dapat memperkuat citra positif program studi dan institusi di tengah masyarakat.

    Atas prestasi yang telah diraih tersebut, keluarga besar Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas PGRI Yogyakarta menyampaikan apresiasi serta ucapan selamat kepada Faidha Mauliya Khasanah. Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan prestasi dan memberikan kontribusi positif bagi institusi maupun masyarakat luas. Semoga capaian ini menjadi langkah awal menuju prestasi-prestasi yang lebih tinggi pada masa mendatang.

  • Mahasiswa UPY Lolos Pendanaan PKM 2026, Bukti Semangat Inovasi untuk Negeri

    Mahasiswa UPY Lolos Pendanaan PKM 2026, Bukti Semangat Inovasi untuk Negeri

    Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta (UPY). Sejumlah tim mahasiswa UPY berhasil lolos Pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2026, sebuah program bergengsi yang diselenggarakan untuk mendorong lahirnya inovasi, kreativitas, serta kontribusi nyata mahasiswa dalam menjawab berbagai tantangan di masyarakat.

    Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa budaya riset, inovasi, dan pengabdian terus tumbuh dan berkembang di lingkungan Universitas PGRI Yogyakarta. Melalui ide-ide kreatif yang dituangkan dalam proposal PKM, mahasiswa UPY menunjukkan kemampuan untuk menghadirkan solusi yang aplikatif sekaligus memberikan manfaat bagi dunia pendidikan, masyarakat, maupun pembangunan bangsa.

    Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) merupakan salah satu program unggulan yang bertujuan mengembangkan potensi mahasiswa dalam berpikir kritis, kreatif, inovatif, dan produktif. Tidak hanya menjadi ajang kompetisi, PKM juga menjadi ruang pembelajaran yang mendorong mahasiswa untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan nyata di masyarakat melalui penelitian, kewirausahaan, pengabdian, penerapan teknologi, maupun pengembangan karya inovatif.

    Keberhasilan meraih pendanaan PKM 2026 tentu tidak diperoleh dengan mudah. Setiap tim harus melalui proses penyusunan proposal yang matang, menyajikan gagasan yang orisinal, serta mampu menawarkan solusi yang relevan terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Seleksi yang kompetitif menjadikan capaian ini sebagai prestasi yang patut diapresiasi.

    Rektor Universitas PGRI Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., menyampaikan apresiasi atas keberhasilan mahasiswa yang berhasil lolos pendanaan PKM Tahun 2026. Menurutnya, prestasi tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa UPY memiliki daya saing, kreativitas, dan semangat untuk terus menghasilkan karya yang memberikan manfaat luas.

    “Kami mengucapkan selamat kepada seluruh mahasiswa yang berhasil meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Tahun 2026. Capaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UPY memiliki potensi besar untuk melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Kami berharap program-program yang dijalankan dapat terlaksana dengan baik, memberikan dampak nyata, sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan berprestasi,” ungkapnya.

    Lebih dari sekadar pencapaian akademik, keberhasilan ini juga mencerminkan komitmen UPY dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang mendorong mahasiswa aktif meneliti, berinovasi, dan mengembangkan gagasan kreatif sejak di bangku kuliah. Dukungan universitas melalui pembinaan, pendampingan, serta penguatan kapasitas mahasiswa menjadi bagian penting dalam melahirkan generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

    Program-program yang akan dilaksanakan oleh tim penerima pendanaan diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap penyelesaian berbagai persoalan di masyarakat. Selain menghasilkan luaran yang berkualitas, kegiatan PKM juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan kepemimpinan, kolaborasi, komunikasi, serta manajemen proyek yang akan menjadi bekal berharga di dunia profesional.

    Keberhasilan mahasiswa UPY dalam meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2026 semakin mempertegas komitmen Universitas PGRI Yogyakarta dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga inovatif, kreatif, dan berdaya saing. Diharapkan capaian ini menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus menghadirkan karya-karya terbaik yang memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan, masyarakat, dan kemajuan bangsa.

  • Mahasiswa UPY Lolos Pendanaan PPK Ormawa 2026, Wujudkan Pengabdian Inovatif untuk Masyarakat

    Mahasiswa UPY Lolos Pendanaan PPK Ormawa 2026, Wujudkan Pengabdian Inovatif untuk Masyarakat

    Kabar membanggakan kembali datang dari Universitas PGRI Yogyakarta (UPY). Tim mahasiswa UPY berhasil meraih pendanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Tahun 2026, sebuah program bergengsi yang menjadi wadah bagi organisasi kemahasiswaan untuk mengimplementasikan ide-ide kreatif dan inovatif dalam pemberdayaan masyarakat.

    Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa UPY tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, kemampuan berkolaborasi, serta semangat untuk menghadirkan solusi bagi berbagai tantangan di tengah masyarakat. Melalui program yang akan dijalankan, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan potensi organisasi sekaligus memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat.

    Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) merupakan salah satu program strategis yang mendorong mahasiswa untuk merancang, mengelola, dan melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat secara terstruktur. Tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan, program ini juga menekankan pentingnya kepemimpinan, inovasi, kolaborasi, dan keberlanjutan dalam setiap program yang dijalankan.

    Keberhasilan lolos pendanaan PPK Ormawa 2026 tentu tidak diraih secara instan. Berbagai tahapan seleksi harus dilalui, mulai dari penyusunan proposal, penyempurnaan program kerja, hingga proses evaluasi yang dilakukan secara kompetitif. Capaian ini menjadi buah dari kerja keras, dedikasi, dan sinergi yang baik antara mahasiswa dengan dosen pembimbing.

    Dalam pelaksanaannya nanti, tim mahasiswa UPY akan didampingi oleh Dr. Padrul Jana, S.Pd., M.Sc. sebagai dosen pendamping. Peran dosen pendamping menjadi sangat penting dalam memastikan program yang dirancang tidak hanya memenuhi target luaran, tetapi juga benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sasaran.

    Rektor Universitas PGRI Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., menyampaikan apresiasi atas keberhasilan yang diraih mahasiswa UPY. Menurutnya, prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.

    “Kami mengucapkan selamat kepada seluruh tim mahasiswa dan dosen pendamping yang telah berhasil lolos pendanaan PPK Ormawa Tahun 2026. Prestasi ini mencerminkan semangat, kreativitas, dan kepedulian mahasiswa UPY dalam menghadirkan solusi bagi masyarakat. Kami berharap program yang dijalankan nantinya dapat memberikan dampak nyata sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan berinovasi,” ujar Prof. Paiman.

    Lebih dari sekadar pencapaian kompetisi, keberhasilan ini menjadi bagian dari implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Program yang akan dilaksanakan diharapkan mampu menjadi ruang belajar nyata bagi mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan, komunikasi, manajemen program, hingga kolaborasi dengan berbagai pihak.

    Universitas PGRI Yogyakarta terus berkomitmen mendukung pengembangan potensi mahasiswa melalui berbagai program akademik maupun nonakademik. Dukungan tersebut diwujudkan dengan mendorong mahasiswa untuk aktif mengikuti berbagai kompetisi, hibah, dan program nasional yang dapat memperkuat kapasitas diri sekaligus memberikan kontribusi bagi masyarakat.

    Keberhasilan lolos pendanaan PPK Ormawa 2026 diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa UPY untuk terus berprestasi, berinovasi, dan menghadirkan karya-karya yang bermanfaat bagi masyarakat. Dengan semangat kolaborasi dan pengabdian, mahasiswa UPY diharapkan mampu menjadi generasi muda yang adaptif, kreatif, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.

  • Tiga Mahasiswa Gizi UPY Lolos Magang Mandiri Program SAPA Kampus Berdampak Batch 8 BPOM RI

    Tiga Mahasiswa Gizi UPY Lolos Magang Mandiri Program SAPA Kampus Berdampak Batch 8 BPOM RI

    Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta (UPY). Tiga mahasiswa Program Studi Gizi berhasil lolos dalam Magang Mandiri Program SAPA Kampus Berdampak Batch 8 yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI). Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UPY memiliki kompetensi, dedikasi, dan daya saing yang mampu bersaing di tingkat nasional.

    Adapun mahasiswa yang berhasil lolos dalam program tersebut adalah Septiajati Yudhowanti, Fadhilah Nur Azizah, dan Hunalika Yasfa Aulia. Ketiganya akan mengikuti rangkaian program magang yang dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pengalaman nyata di bidang keamanan pangan, pendampingan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pangan olahan, serta implementasi standar keamanan pangan sesuai regulasi BPOM.

    Program SAPA Kampus Berdampak merupakan salah satu program strategis BPOM RI yang bertujuan membentuk mahasiswa sebagai fasilitator keamanan pangan yang mampu mendampingi pelaku UMKM dalam menerapkan standar keamanan pangan dan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB). Melalui program ini, peserta tidak hanya memperoleh penguatan teori, tetapi juga terlibat langsung dalam proses edukasi, pendampingan, monitoring, hingga penguatan kapasitas UMKM pangan.

    Ketua Program Studi Gizi UPY menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih ketiga mahasiswa tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil dari proses pembelajaran yang dijalani mahasiswa selama menempuh pendidikan, sekaligus menjadi indikator bahwa lulusan Gizi UPY memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan masyarakat.

    “Kami bangga atas prestasi yang diraih mahasiswa Program Studi Gizi. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa mahasiswa UPY mampu bersaing dalam program nasional yang menuntut kompetensi akademik, keterampilan, dan komitmen tinggi. Semoga pengalaman yang diperoleh selama mengikuti Program SAPA Kampus Berdampak dapat memperluas wawasan serta meningkatkan profesionalisme mereka sebagai calon tenaga gizi,” ujarnya.

    Melalui keterlibatan dalam program ini, mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama, pemecahan masalah, serta penerapan ilmu gizi dan keamanan pangan secara langsung di lapangan. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan dunia kerja sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas keamanan pangan di Indonesia.

    Keberhasilan ini juga sejalan dengan komitmen Universitas PGRI Yogyakarta dalam mendorong mahasiswa untuk aktif mengikuti berbagai program nasional yang mendukung pengembangan kompetensi akademik maupun profesional. Selain menghasilkan lulusan yang unggul secara keilmuan, UPY terus berupaya mencetak generasi muda yang adaptif, inovatif, dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat. Prestasi yang diraih Septiajati Yudhowanti, Fadhilah Nur Azizah, dan Hunalika Yasfa Aulia diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berani mengambil peluang, mengembangkan potensi diri, serta mengharumkan nama Universitas PGRI Yogyakarta melalui berbagai prestasi di tingkat nasional maupun internasional.

  • UKM Taekwondo UPY Raih Juara Umum Kyorugi pada International 2nd Gelora Taekwondo Indonesia Championship 2026

    UKM Taekwondo UPY Raih Juara Umum Kyorugi pada International 2nd Gelora Taekwondo Indonesia Championship 2026

    Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta (UPY). Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Taekwondo UPY berhasil meraih Juara Umum Kyorugi pada ajang International 2nd Gelora Taekwondo Indonesia Championship 2026, setelah menjadi kontingen dengan perolehan poin tertinggi dari seluruh kelas kyorugi yang dipertandingkan.

    Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata konsistensi pembinaan atlet di lingkungan UPY sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa mampu menorehkan prestasi gemilang, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Di tengah persaingan ketat yang diikuti atlet dari berbagai daerah dan negara, kontingen UPY tampil impresif dengan semangat juang, disiplin, dan sportivitas yang tinggi.

    Dalam kejuaraan bergengsi tersebut, UKM Taekwondo UPY berhasil membawa pulang 8 medali, yang terdiri atas 1 medali emas, 3 medali perak, dan 4 medali perunggu. Raihan tersebut mengantarkan UPY sebagai Juara Umum Kyorugi, sebuah pencapaian yang semakin mempertegas kualitas atlet-atlet muda kampus dalam kompetisi internasional.

    Adapun mahasiswa UPY yang berhasil mengukir prestasi adalah:

    Medali Emas

    • Yohanes Dimi – Kyorugi Senior Under 68 kg Putra

    Medali Perak

    • Alfreda Putri Salsabila – Kyorugi Senior Under 46 kg Putri
    • Whega Ahnaf Davin Suwelo – Kyorugi Senior Under 54 kg Putra
    • Meliana Oca – Kyorugi Senior Under 49 kg Putri

    Medali Perunggu

    • Ana Marcella Ivanka Filadhelvia – Kyorugi Senior Under 57 kg Putri
    • Claudia Trice Ledu – Kyorugi Senior Under 53 kg Putri
    • Ahmad Basuki – Kyorugi Senior Under 68 kg Putra
    • Maria Anjelin Vicha – Kyorugi Senior Under 53 kg Putri

    Atlet Taekwondo UPY peraih medali emas, Yohanes Dimi, mengungkapkan rasa syukur atas hasil yang diraihnya. Menurutnya, prestasi tersebut merupakan buah dari proses latihan yang panjang, kedisiplinan, serta semangat pantang menyerah yang ditunjukkan seluruh atlet selama masa persiapan.

    “Ini bukti kerja keras tim selama latihan. Kami datang ke kejuaraan internasional ini dengan satu target, yaitu mengharumkan nama UPY,” ujarnya.

    Apresiasi juga disampaikan oleh Rektor Universitas PGRI Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P. Ia menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh atlet dan tim pelatih atas prestasi yang telah mengharumkan nama universitas di tingkat internasional.

    “Selamat kepada seluruh atlet UKM Taekwondo UPY atas capaian yang luar biasa ini. Mahasiswa UPY adalah harapan masa depan. Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa mampu unggul tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam olahraga. Teruslah berjuang, pertahankan semangat berprestasi, dan jadilah inspirasi bagi mahasiswa lainnya,” tutur Prof. Paiman.

    Keberhasilan meraih gelar Juara Umum Kyorugi menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika UPY untuk terus mengembangkan potensi, baik di bidang akademik, seni, olahraga, maupun pengabdian kepada masyarakat. Prestasi ini juga mencerminkan komitmen Universitas PGRI Yogyakarta dalam mendukung pengembangan talenta mahasiswa melalui pembinaan yang berkelanjutan.

    Dengan pencapaian tersebut, UKM Taekwondo UPY semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu unit kegiatan mahasiswa olahraga yang berprestasi dan kompetitif di tingkat internasional. Universitas PGRI Yogyakarta berharap keberhasilan ini menjadi awal dari lahirnya prestasi-prestasi yang lebih besar di masa mendatang serta mampu menginspirasi generasi muda untuk terus berkarya, berkompetisi, dan membawa nama baik almamater di berbagai ajang nasional maupun internasional.

  • Mahasiswa UPY Raih Medali Emas Kejurda Pencak Silat DIY 2026, Harumkan Nama Kampus dan Bidik PON 2028

    Mahasiswa UPY Raih Medali Emas Kejurda Pencak Silat DIY 2026, Harumkan Nama Kampus dan Bidik PON 2028

    Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta (UPY). Rizky Febrian, mahasiswa Program Studi Manajemen angkatan 2022, berhasil meraih Medali Emas pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) Pencak Silat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 2026 yang diselenggarakan oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) DIY pada 4–7 Juli 2026.

    Kejuaraan bergengsi tingkat provinsi tersebut menjadi ajang kompetisi bagi atlet-atlet terbaik dari seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta. Untuk kategori pelajar, peserta berasal dari berbagai sekolah di DIY, sedangkan kategori dewasa diikuti oleh atlet-atlet terbaik yang mewakili masing-masing kabupaten dan kota. Selama empat hari pelaksanaan, kejuaraan berlangsung meriah dengan menjunjung tinggi nilai sportivitas, persaudaraan, dan semangat kompetisi yang sehat.

    Keberhasilan Rizky meraih medali emas tidak hanya menjadi kebanggaan bagi dirinya, tetapi juga bagi keluarga besar Universitas PGRI Yogyakarta. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa UPY mampu mengembangkan potensi secara seimbang, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.

    Lebih dari sekadar kompetisi, Kejurda Pencak Silat DIY 2026 memiliki peran strategis dalam pembinaan atlet daerah. Khusus kategori dewasa, kejuaraan ini menjadi ajang seleksi atlet yang akan mengikuti Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) sebagai tahap pembinaan menuju Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON). Atlet-atlet terbaik selanjutnya dipersiapkan untuk memperkuat kontingen DIY pada PON XXII Nusa Tenggara Barat–Nusa Tenggara Timur (NTB–NTT) 2028.

    Rizky Febrian mengaku sangat bersyukur atas pencapaian yang berhasil diraihnya setelah melalui proses latihan dan perjuangan yang panjang.

    “Senang sekali bisa menjadi juara satu di Kejurda ini karena akhirnya penantian hampir empat tahun terbayarkan. Semoga prestasi ini bisa menjadi pemantik semangat bagi generasi berikutnya untuk terus berprestasi. Saya juga berharap dapat terus berkembang, bertanding di ajang PON NTB–NTT 2028, serta mengharumkan nama Daerah Istimewa Yogyakarta dan almamater tercinta, Universitas PGRI Yogyakarta,” ungkap Rizky.

    Rektor Universitas PGRI Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., turut menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih Rizky. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari kerja keras, disiplin, dan konsistensi yang patut menjadi teladan bagi seluruh mahasiswa.

    “Prestasi yang diraih Rizky menunjukkan bahwa mahasiswa UPY memiliki semangat juang yang tinggi dan mampu bersaing di berbagai bidang. Universitas akan terus memberikan dukungan kepada mahasiswa untuk mengembangkan potensi, baik di bidang akademik, olahraga, seni, maupun kompetisi lainnya. Kami berharap pencapaian ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berprestasi dan membawa nama baik UPY di tingkat yang lebih tinggi,” ujar Prof. Paiman.

    Keberhasilan Rizky Febrian semakin menegaskan komitmen Universitas PGRI Yogyakarta dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan prestasi mahasiswa secara holistik. Melalui berbagai pembinaan dan dukungan terhadap kegiatan kemahasiswaan, UPY terus mendorong lahirnya generasi muda yang unggul, berkarakter, dan mampu berkontribusi bagi masyarakat, daerah, maupun bangsa. Prestasi ini diharapkan menjadi awal dari langkah-langkah besar berikutnya bagi Rizky Febrian dalam menapaki jenjang kompetisi yang lebih tinggi. Dengan semangat pantang menyerah dan dukungan penuh dari civitas akademika UPY, peluang untuk tampil membela Daerah Istimewa Yogyakarta pada PON NTB–NTT 2028 menjadi target yang semakin nyata untuk diwujudkan.

  • UPY Lepas Kontingen PEKSIMIPROV DIY 2026, Siap Tampilkan Talenta Terbaik dan Harumkan Nama Almamater

    UPY Lepas Kontingen PEKSIMIPROV DIY 2026, Siap Tampilkan Talenta Terbaik dan Harumkan Nama Almamater

    Yogyakarta – Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) secara resmi melepas kontingen mahasiswa untuk mengikuti Pekan Seni Mahasiswa Indonesia Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (PEKSIMIPROV DIY) 2026 yang akan diselenggarakan pada 22–29 Juni 2026 di sejumlah perguruan tinggi, yakni Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Pelepasan kontingen dilaksanakan pada Selasa, 23 Juni 2026, sebagai bentuk dukungan dan apresiasi universitas kepada mahasiswa yang akan membawa nama baik almamater di ajang seni bergengsi tingkat provinsi.

    PEKSIMIPROV merupakan ajang yang mempertemukan mahasiswa berbakat dari berbagai perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta untuk berkompetisi sekaligus menampilkan kreativitas, inovasi, dan ekspresi seni dalam berbagai cabang lomba. Bagi UPY, keikutsertaan dalam ajang ini menjadi bagian dari komitmen universitas dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa, tidak hanya pada bidang akademik, tetapi juga seni, budaya, dan kreativitas.

    Ketua Kontingen UPY, Mas Bintang (Abin), menyampaikan bahwa seluruh peserta telah menjalani berbagai persiapan secara maksimal sebelum mengikuti kompetisi.

    “Kami tidak hanya membawa nama UPY, tetapi juga membawa harapan seluruh sivitas akademika. Setiap anggota kontingen telah mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya dan siap memberikan penampilan terbaik di setiap tangkai lomba,” ungkapnya.

    Kontingen UPY tahun ini terdiri atas mahasiswa dari berbagai program studi yang akan berlaga pada enam tangkai lomba, yaitu Fotografi, Tulis Puisi, Tulis Cerpen, Menyanyi Dangdut, Baca Puisi, dan Desain Poster. Selain menargetkan prestasi, keikutsertaan mahasiswa dalam PEKSIMIPROV juga menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring, mempererat silaturahmi antarmahasiswa perguruan tinggi, serta saling bertukar inspirasi melalui karya seni.

    Dalam sambutannya, Wakil Rektor III UPY, Dr. Septian Aji Permana, M.Pd., memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar senantiasa menjaga semangat, sportivitas, dan integritas selama mengikuti kompetisi.

    “Mahasiswa UPY adalah representasi kampus dan harapan masa depan. Tunjukkan bahwa kalian mampu bersaing dengan karakter yang baik, kompetensi yang unggul, serta menjunjung tinggi sportivitas. Jadikan setiap pengalaman dalam kompetisi ini sebagai proses belajar untuk terus berkembang,” pesannya.

    Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kemenangan memang menjadi tujuan, namun nilai-nilai seperti disiplin, kerja keras, rasa percaya diri, dan kemampuan berkolaborasi merupakan bekal yang jauh lebih berharga dalam membentuk karakter mahasiswa.

    Semangat dan dukungan juga mengalir dari seluruh sivitas akademika UPY. Kehadiran para dosen, tenaga kependidikan, serta rekan-rekan mahasiswa dalam pelepasan kontingen menjadi wujud kebersamaan dan optimisme agar para delegasi mampu memberikan penampilan terbaik selama kompetisi berlangsung.

    Partisipasi UPY dalam PEKSIMIPROV DIY 2026 sekaligus menjadi cerminan komitmen universitas dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung pengembangan minat, bakat, dan kreativitas mahasiswa secara berkelanjutan. Kampus percaya bahwa prestasi tidak hanya lahir dari ruang kelas, tetapi juga tumbuh melalui pengalaman berkarya, berkompetisi, dan berkolaborasi.

    Melalui keikutsertaan pada PEKSIMIPROV DIY 2026, Universitas PGRI Yogyakarta berharap para mahasiswa dapat menampilkan karya terbaik, meraih prestasi yang membanggakan, sekaligus menjadi duta seni yang membawa nama baik almamater di tingkat provinsi. Apa pun hasil yang diraih nantinya, keberanian untuk berkarya dan berkompetisi merupakan pencapaian yang patut diapresiasi sebagai bagian dari proses menjadi generasi muda yang kreatif, berkarakter, dan berdaya saing.

    Seluruh keluarga besar Universitas PGRI Yogyakarta mengucapkan selamat berjuang kepada Kontingen PEKSIMIPROV DIY 2026. Semoga setiap langkah yang ditempuh menjadi pengalaman berharga, mengantarkan prestasi terbaik, dan semakin mengharumkan nama Universitas PGRI Yogyakarta di tingkat regional maupun nasional.

  • Sekolah Cagar Budaya HMPS Pendidikan Sejarah UPY: Belajar Melestarikan Warisan Bangsa dari Situs Dawangsari

    Sekolah Cagar Budaya HMPS Pendidikan Sejarah UPY: Belajar Melestarikan Warisan Bangsa dari Situs Dawangsari

    Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan literasi sejarah sekaligus menumbuhkan kesadaran pelestarian budaya di kalangan generasi muda. Melalui kegiatan bertajuk Sekolah Cagar Budaya, mahasiswa diajak untuk belajar langsung mengenai pentingnya konservasi warisan budaya sebagai bagian dari identitas bangsa.

    Kegiatan yang diselenggarakan bekerja sama dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X tersebut berlangsung pada Senin, 20 April 2026, di Situs Dawangsari, salah satu kawasan cagar budaya yang memiliki nilai sejarah penting di Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Diinisiasi oleh Divisi Literasi, Sejarah, dan Humaniora (LSH) HMPS Pendidikan Sejarah UPY, kegiatan ini mengangkat tema “Pembelajaran Konservasi Cagar Budaya”. Tema tersebut dipilih untuk memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif melalui interaksi langsung dengan situs bersejarah dan para praktisi pelestarian budaya.

    Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai peran cagar budaya sebagai sumber pembelajaran sejarah sekaligus warisan yang harus dijaga keberlangsungannya. Peserta diajak memahami berbagai aspek konservasi, mulai dari pengenalan nilai penting situs, teknik dasar pelestarian, hingga strategi perlindungan cagar budaya yang berkelanjutan.

    Suasana pembelajaran berlangsung dinamis karena mahasiswa tidak hanya mendengarkan pemaparan materi, tetapi juga terlibat dalam diskusi dan observasi lapangan. Pendampingan langsung dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X memberikan kesempatan bagi peserta untuk memahami tantangan dan praktik nyata dalam pengelolaan serta perlindungan cagar budaya.

    Sebagai bentuk implementasi nilai-nilai konservasi, kegiatan ini juga diisi dengan aksi penanaman bibit pohon di kawasan Situs Dawangsari. Kegiatan tersebut menjadi simbol sekaligus tindakan nyata dalam menjaga keberlanjutan lingkungan di sekitar situs bersejarah.

    Penanaman pohon dipandang sebagai bagian penting dari upaya pelestarian yang holistik. Sebab, menjaga warisan budaya tidak hanya berkaitan dengan bangunan atau artefak sejarah, tetapi juga mencakup lingkungan yang menjadi bagian dari ekosistem cagar budaya itu sendiri.

    Ketua HMPS Pendidikan Sejarah UPY menyampaikan bahwa Sekolah Cagar Budaya merupakan upaya untuk membangun kesadaran kritis mahasiswa terhadap pentingnya pelestarian warisan budaya bangsa.

    “Cagar budaya adalah sumber belajar yang sangat berharga. Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau lembaga tertentu, tetapi juga menjadi tanggung jawab generasi muda sebagai pewaris sejarah bangsa,” ujarnya.

    Lebih lanjut, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat kolaborasi antara mahasiswa dan lembaga pelestarian budaya. Sinergi tersebut diharapkan mampu melahirkan berbagai program edukatif yang mendukung upaya pelestarian sejarah dan budaya secara berkelanjutan.

    Bagi mahasiswa Pendidikan Sejarah, pengalaman belajar di lapangan seperti ini menjadi bagian penting dalam memperkaya pemahaman akademik. Sejarah tidak hanya dipelajari melalui buku dan ruang kelas, tetapi juga melalui interaksi langsung dengan jejak-jejak masa lalu yang masih dapat disaksikan hingga saat ini.

    Melalui penyelenggaraan Sekolah Cagar Budaya, HMPS Pendidikan Sejarah UPY berharap dapat terus berkontribusi dalam mencetak generasi muda yang memiliki kesadaran historis, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap pelestarian warisan budaya bangsa. Dengan memahami dan merawat peninggalan sejarah, generasi muda tidak hanya menjaga identitas bangsa, tetapi juga mewariskan nilai-nilai penting tersebut kepada generasi yang akan datang.

  • Kenapa Mahasiswa Tidak Boleh Terjebak dalam Satu Cara Pandang?

    Kenapa Mahasiswa Tidak Boleh Terjebak dalam Satu Cara Pandang?

    Kehidupan mahasiswa tidak hanya dipenuhi oleh tugas kuliah, ujian, dan kegiatan organisasi. Di balik berbagai aktivitas akademik tersebut, terdapat satu kemampuan penting yang perlu terus dikembangkan, yaitu kemampuan memahami dan menghargai sudut pandang yang berbeda.

    Di era digital saat ini, mahasiswa hidup dalam lingkungan yang sangat dinamis. Informasi datang dari berbagai arah dengan begitu cepat. Tidak jarang, perbedaan pendapat muncul dalam diskusi kelas, organisasi kemahasiswaan, media sosial, bahkan dalam kehidupan sehari-hari. Sayangnya, masih banyak orang yang menganggap perbedaan pandangan sebagai ancaman, padahal justru perbedaan itulah yang dapat memperkaya cara berpikir dan memperluas wawasan.

    Perbedaan Bukan untuk Dipertentangkan

    Sebagai insan akademik, mahasiswa dituntut untuk berpikir kritis dan terbuka terhadap berbagai perspektif. Dalam dunia pendidikan tinggi, tidak semua persoalan memiliki jawaban yang mutlak benar atau salah. Banyak isu yang dapat dilihat dari berbagai sisi, tergantung latar belakang, pengalaman, dan sudut pandang masing-masing individu.

    Misalnya, dalam membahas perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Sebagian pihak melihat AI sebagai peluang besar untuk meningkatkan produktivitas dan inovasi. Di sisi lain, ada yang mengkhawatirkan dampaknya terhadap lapangan pekerjaan dan etika penggunaan teknologi. Kedua pandangan tersebut sama-sama memiliki dasar yang kuat dan layak untuk didiskusikan.

    Melalui perbedaan pandangan itulah mahasiswa belajar untuk tidak terburu-buru mengambil kesimpulan, melainkan mengumpulkan informasi dan mempertimbangkan berbagai aspek sebelum menentukan sikap.

    Melatih Berpikir Kritis dan Objektif

    Salah satu manfaat terbesar dari memahami dua sudut pandang yang berbeda adalah meningkatnya kemampuan berpikir kritis. Mahasiswa yang terbiasa mendengarkan pendapat yang berbeda cenderung lebih mampu menganalisis suatu masalah secara komprehensif.

    Dalam dunia akademik, kemampuan ini sangat penting. Saat menyusun makalah, proposal penelitian, maupun skripsi, mahasiswa dituntut untuk mengkaji berbagai teori dan hasil penelitian yang terkadang memiliki kesimpulan yang berbeda. Dengan memahami berbagai perspektif, mahasiswa dapat menghasilkan analisis yang lebih objektif dan mendalam.

    Kemampuan melihat masalah dari berbagai sisi juga membantu mahasiswa menghindari bias dalam mengambil keputusan. Mereka tidak hanya berpegang pada asumsi pribadi, tetapi juga mempertimbangkan fakta dan pandangan orang lain.

    Menumbuhkan Sikap Toleransi dan Empati

    Perbedaan sudut pandang juga berperan penting dalam membangun karakter mahasiswa yang toleran dan berempati. Indonesia merupakan negara yang kaya akan keberagaman suku, agama, budaya, dan latar belakang sosial. Di lingkungan kampus, mahasiswa bertemu dengan banyak individu yang memiliki pengalaman hidup yang berbeda.

    Ketika mahasiswa mampu memahami alasan di balik pendapat seseorang, mereka akan lebih mudah menghargai perbedaan tersebut. Sikap ini menjadi modal penting dalam membangun hubungan yang harmonis, baik di lingkungan kampus maupun di masyarakat.

    Toleransi bukan berarti selalu setuju dengan pendapat orang lain. Toleransi adalah kemampuan untuk menghormati hak orang lain dalam menyampaikan pandangannya, meskipun berbeda dengan keyakinan kita.

    Bekal Penting untuk Dunia Kerja

    Kemampuan memahami berbagai perspektif juga menjadi salah satu keterampilan yang sangat dibutuhkan di dunia kerja. Dalam sebuah organisasi atau perusahaan, seseorang akan bekerja dengan rekan yang memiliki karakter, pemikiran, dan cara kerja yang berbeda-beda.

    Karyawan yang mampu mendengarkan, berdiskusi, dan mencari solusi dari berbagai sudut pandang biasanya lebih mudah beradaptasi serta memiliki kemampuan kerja sama yang baik. Oleh karena itu, kebiasaan menghargai perbedaan pendapat sejak masa kuliah akan menjadi bekal berharga untuk menghadapi tantangan profesional di masa depan.

    Menjadi Mahasiswa yang Terbuka dan Bijaksana

    Di tengah derasnya arus informasi dan berkembangnya media sosial, mahasiswa perlu memiliki kemampuan untuk menyaring informasi secara bijak. Tidak semua hal harus diperdebatkan, dan tidak semua perbedaan harus berakhir dengan konflik.

    Sebaliknya, perbedaan dapat menjadi ruang belajar yang berharga. Dengan memahami dua sudut pandang yang berbeda, mahasiswa akan lebih terbuka, bijaksana, dan mampu melihat persoalan secara lebih utuh.

    Pada akhirnya, dunia tidak hanya terdiri dari hitam dan putih. Ada banyak warna di antaranya yang perlu dipahami. Dan sebagai generasi intelektual, mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk menjadi jembatan dialog, membangun pemahaman, serta menciptakan lingkungan yang menghargai keberagaman pemikiran.

    Karena sering kali, kemajuan lahir bukan dari kesamaan pandangan, melainkan dari kemampuan untuk berdialog dan belajar dari perbedaan. Itulah esensi pendidikan yang sesungguhnya.