Kategori: Makarya

  • UKM Taekwondo UPY Raih Juara Umum Kyorugi pada International 2nd Gelora Taekwondo Indonesia Championship 2026

    UKM Taekwondo UPY Raih Juara Umum Kyorugi pada International 2nd Gelora Taekwondo Indonesia Championship 2026

    Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta (UPY). Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Taekwondo UPY berhasil meraih Juara Umum Kyorugi pada ajang International 2nd Gelora Taekwondo Indonesia Championship 2026, setelah menjadi kontingen dengan perolehan poin tertinggi dari seluruh kelas kyorugi yang dipertandingkan.

    Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata konsistensi pembinaan atlet di lingkungan UPY sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa mampu menorehkan prestasi gemilang, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Di tengah persaingan ketat yang diikuti atlet dari berbagai daerah dan negara, kontingen UPY tampil impresif dengan semangat juang, disiplin, dan sportivitas yang tinggi.

    Dalam kejuaraan bergengsi tersebut, UKM Taekwondo UPY berhasil membawa pulang 8 medali, yang terdiri atas 1 medali emas, 3 medali perak, dan 4 medali perunggu. Raihan tersebut mengantarkan UPY sebagai Juara Umum Kyorugi, sebuah pencapaian yang semakin mempertegas kualitas atlet-atlet muda kampus dalam kompetisi internasional.

    Adapun mahasiswa UPY yang berhasil mengukir prestasi adalah:

    Medali Emas

    • Yohanes Dimi – Kyorugi Senior Under 68 kg Putra

    Medali Perak

    • Alfreda Putri Salsabila – Kyorugi Senior Under 46 kg Putri
    • Whega Ahnaf Davin Suwelo – Kyorugi Senior Under 54 kg Putra
    • Meliana Oca – Kyorugi Senior Under 49 kg Putri

    Medali Perunggu

    • Ana Marcella Ivanka Filadhelvia – Kyorugi Senior Under 57 kg Putri
    • Claudia Trice Ledu – Kyorugi Senior Under 53 kg Putri
    • Ahmad Basuki – Kyorugi Senior Under 68 kg Putra
    • Maria Anjelin Vicha – Kyorugi Senior Under 53 kg Putri

    Atlet Taekwondo UPY peraih medali emas, Yohanes Dimi, mengungkapkan rasa syukur atas hasil yang diraihnya. Menurutnya, prestasi tersebut merupakan buah dari proses latihan yang panjang, kedisiplinan, serta semangat pantang menyerah yang ditunjukkan seluruh atlet selama masa persiapan.

    “Ini bukti kerja keras tim selama latihan. Kami datang ke kejuaraan internasional ini dengan satu target, yaitu mengharumkan nama UPY,” ujarnya.

    Apresiasi juga disampaikan oleh Rektor Universitas PGRI Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P. Ia menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh atlet dan tim pelatih atas prestasi yang telah mengharumkan nama universitas di tingkat internasional.

    “Selamat kepada seluruh atlet UKM Taekwondo UPY atas capaian yang luar biasa ini. Mahasiswa UPY adalah harapan masa depan. Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa mampu unggul tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam olahraga. Teruslah berjuang, pertahankan semangat berprestasi, dan jadilah inspirasi bagi mahasiswa lainnya,” tutur Prof. Paiman.

    Keberhasilan meraih gelar Juara Umum Kyorugi menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika UPY untuk terus mengembangkan potensi, baik di bidang akademik, seni, olahraga, maupun pengabdian kepada masyarakat. Prestasi ini juga mencerminkan komitmen Universitas PGRI Yogyakarta dalam mendukung pengembangan talenta mahasiswa melalui pembinaan yang berkelanjutan.

    Dengan pencapaian tersebut, UKM Taekwondo UPY semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu unit kegiatan mahasiswa olahraga yang berprestasi dan kompetitif di tingkat internasional. Universitas PGRI Yogyakarta berharap keberhasilan ini menjadi awal dari lahirnya prestasi-prestasi yang lebih besar di masa mendatang serta mampu menginspirasi generasi muda untuk terus berkarya, berkompetisi, dan membawa nama baik almamater di berbagai ajang nasional maupun internasional.

  • Mahasiswa UPY Raih Medali Emas Kejurda Pencak Silat DIY 2026, Harumkan Nama Kampus dan Bidik PON 2028

    Mahasiswa UPY Raih Medali Emas Kejurda Pencak Silat DIY 2026, Harumkan Nama Kampus dan Bidik PON 2028

    Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta (UPY). Rizky Febrian, mahasiswa Program Studi Manajemen angkatan 2022, berhasil meraih Medali Emas pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) Pencak Silat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 2026 yang diselenggarakan oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) DIY pada 4–7 Juli 2026.

    Kejuaraan bergengsi tingkat provinsi tersebut menjadi ajang kompetisi bagi atlet-atlet terbaik dari seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta. Untuk kategori pelajar, peserta berasal dari berbagai sekolah di DIY, sedangkan kategori dewasa diikuti oleh atlet-atlet terbaik yang mewakili masing-masing kabupaten dan kota. Selama empat hari pelaksanaan, kejuaraan berlangsung meriah dengan menjunjung tinggi nilai sportivitas, persaudaraan, dan semangat kompetisi yang sehat.

    Keberhasilan Rizky meraih medali emas tidak hanya menjadi kebanggaan bagi dirinya, tetapi juga bagi keluarga besar Universitas PGRI Yogyakarta. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa UPY mampu mengembangkan potensi secara seimbang, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.

    Lebih dari sekadar kompetisi, Kejurda Pencak Silat DIY 2026 memiliki peran strategis dalam pembinaan atlet daerah. Khusus kategori dewasa, kejuaraan ini menjadi ajang seleksi atlet yang akan mengikuti Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) sebagai tahap pembinaan menuju Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON). Atlet-atlet terbaik selanjutnya dipersiapkan untuk memperkuat kontingen DIY pada PON XXII Nusa Tenggara Barat–Nusa Tenggara Timur (NTB–NTT) 2028.

    Rizky Febrian mengaku sangat bersyukur atas pencapaian yang berhasil diraihnya setelah melalui proses latihan dan perjuangan yang panjang.

    “Senang sekali bisa menjadi juara satu di Kejurda ini karena akhirnya penantian hampir empat tahun terbayarkan. Semoga prestasi ini bisa menjadi pemantik semangat bagi generasi berikutnya untuk terus berprestasi. Saya juga berharap dapat terus berkembang, bertanding di ajang PON NTB–NTT 2028, serta mengharumkan nama Daerah Istimewa Yogyakarta dan almamater tercinta, Universitas PGRI Yogyakarta,” ungkap Rizky.

    Rektor Universitas PGRI Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., turut menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih Rizky. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari kerja keras, disiplin, dan konsistensi yang patut menjadi teladan bagi seluruh mahasiswa.

    “Prestasi yang diraih Rizky menunjukkan bahwa mahasiswa UPY memiliki semangat juang yang tinggi dan mampu bersaing di berbagai bidang. Universitas akan terus memberikan dukungan kepada mahasiswa untuk mengembangkan potensi, baik di bidang akademik, olahraga, seni, maupun kompetisi lainnya. Kami berharap pencapaian ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berprestasi dan membawa nama baik UPY di tingkat yang lebih tinggi,” ujar Prof. Paiman.

    Keberhasilan Rizky Febrian semakin menegaskan komitmen Universitas PGRI Yogyakarta dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan prestasi mahasiswa secara holistik. Melalui berbagai pembinaan dan dukungan terhadap kegiatan kemahasiswaan, UPY terus mendorong lahirnya generasi muda yang unggul, berkarakter, dan mampu berkontribusi bagi masyarakat, daerah, maupun bangsa. Prestasi ini diharapkan menjadi awal dari langkah-langkah besar berikutnya bagi Rizky Febrian dalam menapaki jenjang kompetisi yang lebih tinggi. Dengan semangat pantang menyerah dan dukungan penuh dari civitas akademika UPY, peluang untuk tampil membela Daerah Istimewa Yogyakarta pada PON NTB–NTT 2028 menjadi target yang semakin nyata untuk diwujudkan.

  • UPY Lepas Kontingen PEKSIMIPROV DIY 2026, Siap Tampilkan Talenta Terbaik dan Harumkan Nama Almamater

    UPY Lepas Kontingen PEKSIMIPROV DIY 2026, Siap Tampilkan Talenta Terbaik dan Harumkan Nama Almamater

    Yogyakarta – Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) secara resmi melepas kontingen mahasiswa untuk mengikuti Pekan Seni Mahasiswa Indonesia Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (PEKSIMIPROV DIY) 2026 yang akan diselenggarakan pada 22–29 Juni 2026 di sejumlah perguruan tinggi, yakni Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Pelepasan kontingen dilaksanakan pada Selasa, 23 Juni 2026, sebagai bentuk dukungan dan apresiasi universitas kepada mahasiswa yang akan membawa nama baik almamater di ajang seni bergengsi tingkat provinsi.

    PEKSIMIPROV merupakan ajang yang mempertemukan mahasiswa berbakat dari berbagai perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta untuk berkompetisi sekaligus menampilkan kreativitas, inovasi, dan ekspresi seni dalam berbagai cabang lomba. Bagi UPY, keikutsertaan dalam ajang ini menjadi bagian dari komitmen universitas dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa, tidak hanya pada bidang akademik, tetapi juga seni, budaya, dan kreativitas.

    Ketua Kontingen UPY, Mas Bintang (Abin), menyampaikan bahwa seluruh peserta telah menjalani berbagai persiapan secara maksimal sebelum mengikuti kompetisi.

    “Kami tidak hanya membawa nama UPY, tetapi juga membawa harapan seluruh sivitas akademika. Setiap anggota kontingen telah mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya dan siap memberikan penampilan terbaik di setiap tangkai lomba,” ungkapnya.

    Kontingen UPY tahun ini terdiri atas mahasiswa dari berbagai program studi yang akan berlaga pada enam tangkai lomba, yaitu Fotografi, Tulis Puisi, Tulis Cerpen, Menyanyi Dangdut, Baca Puisi, dan Desain Poster. Selain menargetkan prestasi, keikutsertaan mahasiswa dalam PEKSIMIPROV juga menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring, mempererat silaturahmi antarmahasiswa perguruan tinggi, serta saling bertukar inspirasi melalui karya seni.

    Dalam sambutannya, Wakil Rektor III UPY, Dr. Septian Aji Permana, M.Pd., memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar senantiasa menjaga semangat, sportivitas, dan integritas selama mengikuti kompetisi.

    “Mahasiswa UPY adalah representasi kampus dan harapan masa depan. Tunjukkan bahwa kalian mampu bersaing dengan karakter yang baik, kompetensi yang unggul, serta menjunjung tinggi sportivitas. Jadikan setiap pengalaman dalam kompetisi ini sebagai proses belajar untuk terus berkembang,” pesannya.

    Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kemenangan memang menjadi tujuan, namun nilai-nilai seperti disiplin, kerja keras, rasa percaya diri, dan kemampuan berkolaborasi merupakan bekal yang jauh lebih berharga dalam membentuk karakter mahasiswa.

    Semangat dan dukungan juga mengalir dari seluruh sivitas akademika UPY. Kehadiran para dosen, tenaga kependidikan, serta rekan-rekan mahasiswa dalam pelepasan kontingen menjadi wujud kebersamaan dan optimisme agar para delegasi mampu memberikan penampilan terbaik selama kompetisi berlangsung.

    Partisipasi UPY dalam PEKSIMIPROV DIY 2026 sekaligus menjadi cerminan komitmen universitas dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung pengembangan minat, bakat, dan kreativitas mahasiswa secara berkelanjutan. Kampus percaya bahwa prestasi tidak hanya lahir dari ruang kelas, tetapi juga tumbuh melalui pengalaman berkarya, berkompetisi, dan berkolaborasi.

    Melalui keikutsertaan pada PEKSIMIPROV DIY 2026, Universitas PGRI Yogyakarta berharap para mahasiswa dapat menampilkan karya terbaik, meraih prestasi yang membanggakan, sekaligus menjadi duta seni yang membawa nama baik almamater di tingkat provinsi. Apa pun hasil yang diraih nantinya, keberanian untuk berkarya dan berkompetisi merupakan pencapaian yang patut diapresiasi sebagai bagian dari proses menjadi generasi muda yang kreatif, berkarakter, dan berdaya saing.

    Seluruh keluarga besar Universitas PGRI Yogyakarta mengucapkan selamat berjuang kepada Kontingen PEKSIMIPROV DIY 2026. Semoga setiap langkah yang ditempuh menjadi pengalaman berharga, mengantarkan prestasi terbaik, dan semakin mengharumkan nama Universitas PGRI Yogyakarta di tingkat regional maupun nasional.

  • Sekolah Cagar Budaya HMPS Pendidikan Sejarah UPY: Belajar Melestarikan Warisan Bangsa dari Situs Dawangsari

    Sekolah Cagar Budaya HMPS Pendidikan Sejarah UPY: Belajar Melestarikan Warisan Bangsa dari Situs Dawangsari

    Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan literasi sejarah sekaligus menumbuhkan kesadaran pelestarian budaya di kalangan generasi muda. Melalui kegiatan bertajuk Sekolah Cagar Budaya, mahasiswa diajak untuk belajar langsung mengenai pentingnya konservasi warisan budaya sebagai bagian dari identitas bangsa.

    Kegiatan yang diselenggarakan bekerja sama dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X tersebut berlangsung pada Senin, 20 April 2026, di Situs Dawangsari, salah satu kawasan cagar budaya yang memiliki nilai sejarah penting di Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Diinisiasi oleh Divisi Literasi, Sejarah, dan Humaniora (LSH) HMPS Pendidikan Sejarah UPY, kegiatan ini mengangkat tema “Pembelajaran Konservasi Cagar Budaya”. Tema tersebut dipilih untuk memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif melalui interaksi langsung dengan situs bersejarah dan para praktisi pelestarian budaya.

    Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai peran cagar budaya sebagai sumber pembelajaran sejarah sekaligus warisan yang harus dijaga keberlangsungannya. Peserta diajak memahami berbagai aspek konservasi, mulai dari pengenalan nilai penting situs, teknik dasar pelestarian, hingga strategi perlindungan cagar budaya yang berkelanjutan.

    Suasana pembelajaran berlangsung dinamis karena mahasiswa tidak hanya mendengarkan pemaparan materi, tetapi juga terlibat dalam diskusi dan observasi lapangan. Pendampingan langsung dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X memberikan kesempatan bagi peserta untuk memahami tantangan dan praktik nyata dalam pengelolaan serta perlindungan cagar budaya.

    Sebagai bentuk implementasi nilai-nilai konservasi, kegiatan ini juga diisi dengan aksi penanaman bibit pohon di kawasan Situs Dawangsari. Kegiatan tersebut menjadi simbol sekaligus tindakan nyata dalam menjaga keberlanjutan lingkungan di sekitar situs bersejarah.

    Penanaman pohon dipandang sebagai bagian penting dari upaya pelestarian yang holistik. Sebab, menjaga warisan budaya tidak hanya berkaitan dengan bangunan atau artefak sejarah, tetapi juga mencakup lingkungan yang menjadi bagian dari ekosistem cagar budaya itu sendiri.

    Ketua HMPS Pendidikan Sejarah UPY menyampaikan bahwa Sekolah Cagar Budaya merupakan upaya untuk membangun kesadaran kritis mahasiswa terhadap pentingnya pelestarian warisan budaya bangsa.

    “Cagar budaya adalah sumber belajar yang sangat berharga. Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau lembaga tertentu, tetapi juga menjadi tanggung jawab generasi muda sebagai pewaris sejarah bangsa,” ujarnya.

    Lebih lanjut, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat kolaborasi antara mahasiswa dan lembaga pelestarian budaya. Sinergi tersebut diharapkan mampu melahirkan berbagai program edukatif yang mendukung upaya pelestarian sejarah dan budaya secara berkelanjutan.

    Bagi mahasiswa Pendidikan Sejarah, pengalaman belajar di lapangan seperti ini menjadi bagian penting dalam memperkaya pemahaman akademik. Sejarah tidak hanya dipelajari melalui buku dan ruang kelas, tetapi juga melalui interaksi langsung dengan jejak-jejak masa lalu yang masih dapat disaksikan hingga saat ini.

    Melalui penyelenggaraan Sekolah Cagar Budaya, HMPS Pendidikan Sejarah UPY berharap dapat terus berkontribusi dalam mencetak generasi muda yang memiliki kesadaran historis, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap pelestarian warisan budaya bangsa. Dengan memahami dan merawat peninggalan sejarah, generasi muda tidak hanya menjaga identitas bangsa, tetapi juga mewariskan nilai-nilai penting tersebut kepada generasi yang akan datang.

  • Kenapa Mahasiswa Tidak Boleh Terjebak dalam Satu Cara Pandang?

    Kenapa Mahasiswa Tidak Boleh Terjebak dalam Satu Cara Pandang?

    Kehidupan mahasiswa tidak hanya dipenuhi oleh tugas kuliah, ujian, dan kegiatan organisasi. Di balik berbagai aktivitas akademik tersebut, terdapat satu kemampuan penting yang perlu terus dikembangkan, yaitu kemampuan memahami dan menghargai sudut pandang yang berbeda.

    Di era digital saat ini, mahasiswa hidup dalam lingkungan yang sangat dinamis. Informasi datang dari berbagai arah dengan begitu cepat. Tidak jarang, perbedaan pendapat muncul dalam diskusi kelas, organisasi kemahasiswaan, media sosial, bahkan dalam kehidupan sehari-hari. Sayangnya, masih banyak orang yang menganggap perbedaan pandangan sebagai ancaman, padahal justru perbedaan itulah yang dapat memperkaya cara berpikir dan memperluas wawasan.

    Perbedaan Bukan untuk Dipertentangkan

    Sebagai insan akademik, mahasiswa dituntut untuk berpikir kritis dan terbuka terhadap berbagai perspektif. Dalam dunia pendidikan tinggi, tidak semua persoalan memiliki jawaban yang mutlak benar atau salah. Banyak isu yang dapat dilihat dari berbagai sisi, tergantung latar belakang, pengalaman, dan sudut pandang masing-masing individu.

    Misalnya, dalam membahas perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Sebagian pihak melihat AI sebagai peluang besar untuk meningkatkan produktivitas dan inovasi. Di sisi lain, ada yang mengkhawatirkan dampaknya terhadap lapangan pekerjaan dan etika penggunaan teknologi. Kedua pandangan tersebut sama-sama memiliki dasar yang kuat dan layak untuk didiskusikan.

    Melalui perbedaan pandangan itulah mahasiswa belajar untuk tidak terburu-buru mengambil kesimpulan, melainkan mengumpulkan informasi dan mempertimbangkan berbagai aspek sebelum menentukan sikap.

    Melatih Berpikir Kritis dan Objektif

    Salah satu manfaat terbesar dari memahami dua sudut pandang yang berbeda adalah meningkatnya kemampuan berpikir kritis. Mahasiswa yang terbiasa mendengarkan pendapat yang berbeda cenderung lebih mampu menganalisis suatu masalah secara komprehensif.

    Dalam dunia akademik, kemampuan ini sangat penting. Saat menyusun makalah, proposal penelitian, maupun skripsi, mahasiswa dituntut untuk mengkaji berbagai teori dan hasil penelitian yang terkadang memiliki kesimpulan yang berbeda. Dengan memahami berbagai perspektif, mahasiswa dapat menghasilkan analisis yang lebih objektif dan mendalam.

    Kemampuan melihat masalah dari berbagai sisi juga membantu mahasiswa menghindari bias dalam mengambil keputusan. Mereka tidak hanya berpegang pada asumsi pribadi, tetapi juga mempertimbangkan fakta dan pandangan orang lain.

    Menumbuhkan Sikap Toleransi dan Empati

    Perbedaan sudut pandang juga berperan penting dalam membangun karakter mahasiswa yang toleran dan berempati. Indonesia merupakan negara yang kaya akan keberagaman suku, agama, budaya, dan latar belakang sosial. Di lingkungan kampus, mahasiswa bertemu dengan banyak individu yang memiliki pengalaman hidup yang berbeda.

    Ketika mahasiswa mampu memahami alasan di balik pendapat seseorang, mereka akan lebih mudah menghargai perbedaan tersebut. Sikap ini menjadi modal penting dalam membangun hubungan yang harmonis, baik di lingkungan kampus maupun di masyarakat.

    Toleransi bukan berarti selalu setuju dengan pendapat orang lain. Toleransi adalah kemampuan untuk menghormati hak orang lain dalam menyampaikan pandangannya, meskipun berbeda dengan keyakinan kita.

    Bekal Penting untuk Dunia Kerja

    Kemampuan memahami berbagai perspektif juga menjadi salah satu keterampilan yang sangat dibutuhkan di dunia kerja. Dalam sebuah organisasi atau perusahaan, seseorang akan bekerja dengan rekan yang memiliki karakter, pemikiran, dan cara kerja yang berbeda-beda.

    Karyawan yang mampu mendengarkan, berdiskusi, dan mencari solusi dari berbagai sudut pandang biasanya lebih mudah beradaptasi serta memiliki kemampuan kerja sama yang baik. Oleh karena itu, kebiasaan menghargai perbedaan pendapat sejak masa kuliah akan menjadi bekal berharga untuk menghadapi tantangan profesional di masa depan.

    Menjadi Mahasiswa yang Terbuka dan Bijaksana

    Di tengah derasnya arus informasi dan berkembangnya media sosial, mahasiswa perlu memiliki kemampuan untuk menyaring informasi secara bijak. Tidak semua hal harus diperdebatkan, dan tidak semua perbedaan harus berakhir dengan konflik.

    Sebaliknya, perbedaan dapat menjadi ruang belajar yang berharga. Dengan memahami dua sudut pandang yang berbeda, mahasiswa akan lebih terbuka, bijaksana, dan mampu melihat persoalan secara lebih utuh.

    Pada akhirnya, dunia tidak hanya terdiri dari hitam dan putih. Ada banyak warna di antaranya yang perlu dipahami. Dan sebagai generasi intelektual, mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk menjadi jembatan dialog, membangun pemahaman, serta menciptakan lingkungan yang menghargai keberagaman pemikiran.

    Karena sering kali, kemajuan lahir bukan dari kesamaan pandangan, melainkan dari kemampuan untuk berdialog dan belajar dari perbedaan. Itulah esensi pendidikan yang sesungguhnya.

  • Mahasiswa Gizi UPY Lolos Program Nasional SAPA Kampus Berdampak BPOM RI

    Mahasiswa Gizi UPY Lolos Program Nasional SAPA Kampus Berdampak BPOM RI

    Universitas PGRI Yogyakarta kembali menunjukkan kontribusinya dalam pengembangan kompetensi mahasiswa melalui partisipasi aktif pada program nasional di bidang keamanan pangan. Tiga mahasiswa Program Studi Gizi UPY berhasil lolos dan terpilih mengikuti Program SAPA Kampus Berdampak Batch 8 yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI).

    Mahasiswa yang terpilih dalam program tersebut yaitu Hunalika Yasfa, Septiajati Yudhowanti, dan Fadhilah Nur Azizah. Keikutsertaan mereka menjadi bentuk nyata keterlibatan mahasiswa UPY dalam mendukung peningkatan keamanan pangan dan pemberdayaan usaha mikro kecil (UMK) pangan olahan di Indonesia.

    Program SAPA Kampus Berdampak merupakan program pembentukan mahasiswa sebagai Fasilitator Keamanan Pangan yang memiliki kompetensi dalam mendampingi UMK pangan olahan agar memenuhi standar keamanan pangan dan penerapan CPPOB (Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik).

    Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pembelajaran teoritis, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktik langsung dalam pendampingan UMK pangan olahan. Pelaksanaan Program SAPA Kampus Berdampak Batch 8 berlangsung mulai Februari hingga Juni 2026.

    Selama mengikuti program, mahasiswa berperan sebagai fasilitator yang membantu proses pendampingan UMK pangan olahan, mulai dari memberikan edukasi terkait keamanan pangan, membantu penyusunan dokumen CPPOB, melakukan monitoring penerapan keamanan pangan, hingga mendukung percepatan UMK dalam memperoleh izin penerapan CPPOB dari BPOM RI.

    Keterlibatan mahasiswa Gizi UPY dalam program nasional ini menjadi bagian dari komitmen universitas dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa, khususnya pada bidang keamanan pangan, kesehatan masyarakat, dan pemberdayaan masyarakat berbasis edukasi.

    Selain meningkatkan pengalaman lapangan mahasiswa, program ini juga diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan UMK pangan olahan agar semakin mampu menghasilkan produk yang aman, berkualitas, dan memenuhi standar regulasi pangan nasional.

    Partisipasi mahasiswa dalam SAPA Kampus Berdampak Batch 8 sekaligus menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan lulusan yang kompeten, profesional, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja, khususnya di bidang gizi, keamanan pangan, dan kesehatan masyarakat.

    Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa diharapkan dapat menjadi agen edukasi pangan yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat sekaligus mendukung terciptanya budaya keamanan pangan yang lebih baik di Indonesia.

  • Mahasiswa Pendidikan Matematika UPY Gelar Kolaborasi Internasional Bersama Mahasiswa Filipina

    Mahasiswa Pendidikan Matematika UPY Gelar Kolaborasi Internasional Bersama Mahasiswa Filipina

    Universitas PGRI Yogyakarta melalui Program Studi Pendidikan Matematika menghadirkan kegiatan kolaborasi internasional bersama mahasiswa dari Filipina melalui kelas matematika dan sharing session akademik yang berlangsung dalam suasana hangat, interaktif, dan penuh semangat kebersamaan.

    Kegiatan ini diinisiasi oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika sebagai bentuk penguatan jejaring internasional sekaligus upaya membangun ruang belajar lintas budaya yang inspiratif bagi calon pendidik masa depan. Melalui program tersebut, mahasiswa dari kedua negara diajak untuk saling mengenal, bertukar pengalaman, serta memahami proses pembelajaran matematika yang diterapkan di masing-masing institusi pendidikan.

    Kolaborasi internasional ini bertujuan mempererat hubungan antarmahasiswa dari berbagai negara sekaligus menunjukkan implementasi pembelajaran yang diterapkan mahasiswa Pendidikan Matematika UPY sebagai calon pendidik profesional. Kegiatan juga menjadi sarana untuk menumbuhkan sikap terbuka, toleran, dan kolaboratif di tengah keberagaman budaya dan latar belakang pendidikan.

    Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mengadakan sesi sharing session yang membahas berbagai aspek pembelajaran matematika di Indonesia dan Filipina. Diskusi mencakup metode pembelajaran, media pembelajaran yang digunakan, strategi mengajar yang efektif, hingga tantangan yang dihadapi dalam dunia pendidikan modern.

    Melalui forum tersebut, peserta memperoleh banyak wawasan baru mengenai sistem pendidikan dan pendekatan pembelajaran matematika di masing-masing negara. Selain berbagi pengalaman akademik, kegiatan ini juga menjadi ruang bertukar ide, motivasi, serta penguatan kerja sama antarmahasiswa maupun antarprogram studi.

    Sharing session utama dilaksanakan di ruang sidang Program Studi Pendidikan Matematika dengan suasana diskusi yang aktif dan komunikatif. Mahasiswa berdialog mengenai perkembangan pendidikan matematika di era modern sekaligus membahas materi perkuliahan yang dipelajari di universitas masing-masing.

    Tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik, program ini juga dikemas secara santai dan penuh nuansa persahabatan internasional. Mahasiswa bersama peserta dari Filipina mengabadikan momen melalui sesi foto dan pembuatan video bersama sebagai simbol terjalinnya hubungan yang hangat dan penuh kekeluargaan.

    Kegiatan semakin menarik ketika mahasiswa memperkenalkan berbagai makanan ringan khas Indonesia kepada mahasiswa Filipina. Momen pertukaran budaya tersebut memunculkan diskusi menarik mengenai makanan khas dari kedua negara, termasuk kesamaan cita rasa dan budaya kuliner yang dimiliki Indonesia dan Filipina.

    Melalui kegiatan ini, mahasiswa Pendidikan Matematika UPY berharap dapat menunjukkan bahwa pendidikan mampu menjadi jembatan dalam membangun persaudaraan internasional. Perbedaan bahasa, budaya, maupun sistem pendidikan bukan menjadi penghalang untuk saling belajar dan berkembang bersama, melainkan menjadi kekuatan yang memperkaya pengalaman dan memperluas wawasan global mahasiswa.

    Program kolaborasi ini juga diharapkan dapat menjadi langkah awal terciptanya kerja sama internasional yang lebih luas di bidang pendidikan, sekaligus memperkuat pengalaman internasional mahasiswa dalam menghadapi tantangan pendidikan global di masa depan.

  • PPG UPY Kembangkan Kompetensi Mahasiswa Lewat Pelatihan Batik dan Wirausaha Kreatif

    PPG UPY Kembangkan Kompetensi Mahasiswa Lewat Pelatihan Batik dan Wirausaha Kreatif

    Universitas PGRI Yogyakarta melalui Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) terus berupaya mengembangkan kompetensi mahasiswa secara holistik. Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Membatik dan Motivasi Kewirausahaan yang diikuti mahasiswa PPG FKIP UPY pada Sabtu, 11 April 2026 di Batik Musa.

    Kegiatan ini dirancang sebagai bentuk penguatan kompetensi calon guru, tidak hanya dalam aspek pedagogik, tetapi juga dalam pengembangan keterampilan praktis, kreativitas, serta jiwa kewirausahaan yang relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini.

    Dalam pelatihan tersebut, mahasiswa mengikuti secara langsung seluruh proses pembuatan batik, mulai dari penyusunan desain dan pola, proses mencanting menggunakan malam, pewarnaan kain, pelorodan atau penghilangan lilin, hingga proses penjemuran kain batik siap pakai. Praktik langsung ini memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa mengenai proses kreatif dalam menghasilkan karya batik.

    Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Mahasiswa aktif mengikuti setiap tahapan dan berhasil menghasilkan berbagai karya batik dengan motif yang unik serta kreatif. Selain praktik membatik, peserta juga mendapatkan materi mengenai filosofi dan nilai budaya batik sebagai salah satu warisan budaya Indonesia yang telah diakui dunia.

    Dalam sesi motivasi, dijelaskan bahwa batik tidak hanya memiliki nilai seni dan budaya, tetapi juga mencerminkan identitas bangsa, menjadi media ekspresi diri, serta memiliki potensi ekonomi yang besar. Oleh karena itu, keterampilan membatik dinilai relevan sebagai bekal tambahan bagi mahasiswa untuk mengembangkan usaha kreatif di masa depan.

    Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan pembelajaran berbasis budaya di lingkungan sekolah sekaligus menjadi pendidik yang inovatif, produktif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

    Suasana kegiatan berlangsung penuh semangat dan kebersamaan. Pada akhir sesi, mahasiswa menampilkan hasil karya batik mereka dengan berbagai variasi motif dan warna yang menarik. Momen tersebut menjadi bukti bahwa pembelajaran berbasis praktik mampu meningkatkan kreativitas serta keterampilan mahasiswa secara signifikan.

    Kegiatan pelatihan membatik dan motivasi kewirausahaan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi mahasiswa PPG FKIP UPY untuk terus mengembangkan potensi diri, melestarikan budaya bangsa, serta membangun jiwa kewirausahaan yang dapat memberikan manfaat di dunia pendidikan maupun masyarakat luas.

  • Mahasiswa UPY Raih Juara 2 Pencak Silat Tingkat Internasional di Ajang Paku Bumi Open ke-14

    Mahasiswa UPY Raih Juara 2 Pencak Silat Tingkat Internasional di Ajang Paku Bumi Open ke-14

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional melalui capaian salah satu mahasiswanya. Subhah Sahal Rizki, mahasiswa Program Studi Gizi Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UPY, berhasil meraih Juara 2 dalam cabang olahraga pencak silat tingkat internasional pada ajang Paku Bumi Open ke-14.

    Kejuaraan bergengsi tersebut diselenggarakan oleh Paku Bumi Event Organizer pada 4–5 April 2026 di GOR Lembah UGM. Ajang Paku Bumi Open ke-14 diikuti oleh atlet pencak silat dari berbagai daerah dan negara, sehingga menjadi salah satu kompetisi internasional yang kompetitif dan prestisius.

    Prestasi yang diraih Subhah Sahal Rizki menjadi bukti bahwa mahasiswa UPY mampu menunjukkan kualitas dan daya saing tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga dalam bidang olahraga dan pengembangan prestasi nonakademik.

    Keberhasilan ini sekaligus mencerminkan komitmen UPY dalam mendukung pengembangan minat dan bakat mahasiswa melalui berbagai kegiatan positif yang mampu membangun karakter, sportivitas, disiplin, serta mental kompetitif di tingkat global.

    Pihak universitas menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian tersebut. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri dan berani berkompetisi di berbagai ajang nasional maupun internasional.

    Melalui capaian ini, Universitas PGRI Yogyakarta kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang unggul, berprestasi, dan mampu membawa nama baik institusi di tingkat internasional.

  • Prodi Akuntansi UPY Perkuat Sinergi dengan RENJANI dan Tax Center, Dorong Literasi serta Kompetensi Perpajakan

    Prodi Akuntansi UPY Perkuat Sinergi dengan RENJANI dan Tax Center, Dorong Literasi serta Kompetensi Perpajakan

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) melalui Program Studi Akuntansi menggelar kegiatan koordinasi bersama RENJANI dan Tax Center UPY sebagai langkah strategis dalam memperkuat sinergi di bidang edukasi, literasi, dan pengembangan kompetensi perpajakan.

    Kegiatan koordinasi ini menjadi bagian dari komitmen Program Studi Akuntansi UPY dalam menyelaraskan program kerja, memperkuat kolaborasi akademik, serta mendukung pelaksanaan berbagai kegiatan edukatif yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa maupun masyarakat luas.

    Melalui forum koordinasi tersebut, para pihak membahas berbagai strategi pengembangan program yang berfokus pada peningkatan pemahaman perpajakan, penguatan kapasitas akademik, serta perluasan kontribusi institusi dalam bidang pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.

    Sinergi antara Program Studi Akuntansi, RENJANI, dan Tax Center UPY diharapkan mampu menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih aplikatif, khususnya dalam mendukung mahasiswa agar memiliki kompetensi yang unggul di bidang akuntansi dan perpajakan.

    Selain itu, koordinasi ini juga menjadi langkah penting dalam memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama pada aspek pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi berkelanjutan ini diharapkan dapat menghadirkan berbagai program inovatif, seperti edukasi perpajakan, seminar, pelatihan, riset kolaboratif, hingga kegiatan literasi pajak yang berdampak langsung bagi masyarakat.

    Program Studi Akuntansi UPY menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kerja sama strategis dengan berbagai pihak sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan memperluas kontribusi nyata dalam pengembangan keilmuan akuntansi serta perpajakan.

    Melalui penguatan sinergi ini, UPY berharap dapat terus mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif, profesional, dan mampu menjawab tantangan dunia kerja serta kebutuhan masyarakat di era perkembangan ekonomi dan regulasi perpajakan yang dinamis.