Kategori: Makarya

  • PGSD UPY Bersinergi dengan Pusdiklatcab Bantul Gelar Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar

    PGSD UPY Bersinergi dengan Pusdiklatcab Bantul Gelar Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) melalui Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) menjalin sinergi dengan Pusdiklatcab Bantul dalam penyelenggaraan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD). Kegiatan ini secara resmi dimulai pada Rabu (8/4/2026) dengan diikuti sebanyak 257 peserta.

    Pelaksanaan KMD dijadwalkan dalam dua sesi, yakni pada 8–9 April 2026 dan dilanjutkan pada 13 hingga 16 April 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan kompetensi dasar sebagai pembina pramuka yang profesional dan berkarakter.

    Dalam upacara pembukaan, Sekretaris Prodi PGSD UPY, Bahtiyar Heru Susanto, M.Pd., menyampaikan harapan agar seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh serta memperoleh pembinaan yang optimal dari para pelatih.

    “Kami berharap kakak-kakak dari Pusdiklatcab Bantul dapat membimbing para peserta KMD ini menjadi pembina pramuka yang berkualitas, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi nyata di dunia pendidikan,” ujarnya.

    Sambutan tersebut disampaikan dalam rangkaian pembukaan yang juga dihadiri oleh jajaran pengurus kepramukaan. Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Kwartir Cabang Bantul Bidang Pembinaan Anggota Dewasa (Binawasa), Budi Priyono, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin antara UPY dan Pusdiklatcab Bantul.

    “Terima kasih kepada Prodi PGSD UPY yang telah melakukan kerja sama dengan Pusdiklatcab Bantul. Kami menerima 257 calon pembina untuk mengikuti KMD ini,” ungkapnya.

    Secara resmi, kegiatan KMD dibuka oleh Budi Priyono yang ditandai dengan penyerahan panji kursus kepada Aslan Hadi, S.Pd., selaku pimpinan kursus. Penyerahan tersebut menjadi simbol dimulainya rangkaian pelatihan serta tanggung jawab dalam pelaksanaan kegiatan.

    Melalui kegiatan ini, Prodi PGSD UPY berharap para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan dasar kepramukaan, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam praktik pendidikan di sekolah. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya UPY dalam mencetak calon guru yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi kepemimpinan, karakter, dan keterampilan kepramukaan.

    Sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan organisasi kepramukaan ini diharapkan terus berlanjut sebagai langkah strategis dalam menyiapkan generasi pendidik yang profesional dan berdaya saing.

  • Indonesian–Philippine Folklore Storytelling Competition Tutup Rangkaian Bridging Cultures Week PBI UPY

    Indonesian–Philippine Folklore Storytelling Competition Tutup Rangkaian Bridging Cultures Week PBI UPY

    Program Bridging Cultures Week yang diselenggarakan pada 14/11 yang lalu, dalam rangka pelaksanaan SEA-Teacher antara Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) dan Mariano Marcos State University (MMSU), Filipina, ditutup dengan kegiatan Indonesian–Philippine Folklore Storytelling Competition.

    Kompetisi ini melibatkan mahasiswa dari UPY dan MMSU untuk menampilkan cerita rakyat dari masing-masing negara. Mahasiswa UPY membawakan legenda Indonesia seperti Nyi Roro Kidul dan Roro Jonggrang, sementara mahasiswa MMSU menampilkan kisah terkenal dari Filipina, termasuk cerita mengenai Aswang.

    Walaupun pelaksanaan kegiatan hanya singkat, kompetisi berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Para peserta menunjukkan kreativitas, keberanian, serta kemampuan berbahasa dalam menyampaikan folklore dari budaya asal mereka. Melalui kegiatan ini, peserta dan audiens mendapatkan kesempatan memperluas wawasan tentang kekayaan budaya Indonesia dan Filipina.

    Kompetisi ini menjadi penutup yang berkesan bagi rangkaian Bridging Cultures Week, sekaligus mempertegas komitmen UPY dalam mendukung pertukaran budaya dan kerja sama akademik melalui program SEA-Teacher.

  • HMP Pendidikan Sejarah UPY dan IKIP PGRI Wates Gelar Napak Tilas Makam Giriloyo

    HMP Pendidikan Sejarah UPY dan IKIP PGRI Wates Gelar Napak Tilas Makam Giriloyo

    Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) berkolaborasi dengan HMP Pendidikan Sejarah IKIP PGRI Wates menyelenggarakan kegiatan Napak Tilas Makam Giriloyo pada Sabtu, 20 Desember 2025. Kegiatan ini dilaksanakan mulai pukul 09.00 WIB bertempat di Kompleks Makam Giriloyo, Wukirsari, Imogiri, Bantul, DI Yogyakarta.

    Napak tilas ini bertujuan untuk menelusuri jejak sejarah serta memahami nilai-nilai budaya dan makna historis yang terkandung di kawasan Makam Giriloyo, yang dikenal sebagai salah satu situs penting peninggalan Kesultanan Mataram Islam. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak untuk belajar langsung di lapangan sebagai bagian dari penguatan pembelajaran sejarah berbasis situs.

    Rangkaian kegiatan diawali dengan pengantar sejarah Makam Giriloyo, dilanjutkan dengan penelusuran area makam, pemaparan mengenai tokoh-tokoh yang dimakamkan, serta diskusi reflektif terkait peran Makam Giriloyo dalam konteks sejarah politik, budaya, dan spiritual Mataram Islam. Suasana kegiatan berlangsung khidmat dan penuh antusiasme, dengan partisipasi aktif dari para mahasiswa kedua institusi.

    Kolaborasi antara HMP Pendidikan Sejarah UPY dan HMP Pendidikan Sejarah IKIP PGRI Wates ini menjadi wujud sinergi antarmahasiswa dalam mengembangkan wawasan kesejarahan, sekaligus mempererat jejaring akademik. Diharapkan kegiatan napak tilas ini tidak hanya memperkaya pengetahuan sejarah, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian situs-situs cagar budaya sebagai warisan sejarah bangsa.

  • HMP PPKn adakan Lomba Media Nasional

    HMP PPKn adakan Lomba Media Nasional

    Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (HMP PPKn) bersama Program Studi PPKn telah menyelesaikan rangkaian kegiatan Lomba Media Nasional yang ditujukan bagi siswa dan siswi SMA/SMK sederajat se-Indonesia. Kegiatan ini mengusung tema besar seputar kepedulian lingkungan, pelestarian budaya, serta penguatan kesadaran demokrasi sebagai wujud nyata penanaman nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda melalui media digital.

    Setelah melalui tahapan pendaftaran, pengumpulan karya, serta proses penilaian dan wawancara oleh dewan juri, panitia secara resmi mengumumkan para pemenang Lomba Media Nasional Gelombang 2.

    Karya para pemenang dinilai mampu menyampaikan pesan secara kreatif, informatif, serta selaras dengan tema yang diangkat. Sebagai bentuk apresiasi, para juara berhak mendapatkan sertifikat penghargaan, uang pembinaan, serta trofi ataupun piala.

    Pemberian penghargaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para pemenang untuk terus mengembangkan kreativitas, meningkatkan kepedulian sosial, serta berperan aktif dalam menyuarakan nilai-nilai kebangsaan melalui media yang positif dan edukatif.

    Melalui Lomba Media Nasional ini, HMP PPKn dan Prodi PPKn berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai ruang pembelajaran dan aktualisasi diri bagi pelajar. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan dalam membentuk generasi muda yang cerdas, kreatif, berkarakter, serta peduli terhadap lingkungan, budaya, dan kehidupan demokrasi. Salam Pancasila, Salam PPKn, Salam Toleransi.

  • “Bridging Cultures” Podcast, Antusiasme para Mahasiswa dalam mengikuti program SEA-Teacher

    “Bridging Cultures” Podcast, Antusiasme para Mahasiswa dalam mengikuti program SEA-Teacher

    Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) mengadakan sesi podcast pada 14/11 yang lalu dengan tajuk “Bridging Cultures: Stories from Yogyakarta, Indonesia, and the Philippines.” Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Bridging Cultures Week dalam program SEA-Teacher, yang melibatkan mahasiswa pertukaran dari Mariano Marcos State University (MMSU), Filipina.

    Podcast ini dipandu oleh Laser Romios, dosen Program Studi PBI UPY, dan menghadirkan dua mahasiswa MMSU sebagai narasumber. Melalui percakapan yang hangat dan informatif, para mahasiswa berbagi cerita mengenai pengalaman mereka selama mengikuti program SEA-Teacher di Yogyakarta.

    Beberapa topik yang dibahas meliputi proses kedatangan mereka ke Indonesia, kesan pertama terhadap lingkungan kampus dan budaya lokal, perbedaan kehidupan perkuliahan di Filipina dan Indonesia, serta tantangan sebagai mahasiswa internasional. Selain itu, narasumber juga menceritakan pengalaman culture shock, kebiasaan masyarakat yang mereka temui, hingga makanan Indonesia yang paling mereka sukai.

    Sesi podcast ini menjadi wadah dialog antarbudaya dan memberikan wawasan berharga bagi mahasiswa UPY dalam melihat perspektif internasional. Melalui kegiatan ini, UPY dan MMSU semakin memperkuat kolaborasi akademik dalam program SEA-Teacher.

  • Magang Museum 2025 : Mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah UPY Tingkatkan Kompetensi dan Pengalaman Praktik di Museum

    Magang Museum 2025 : Mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah UPY Tingkatkan Kompetensi dan Pengalaman Praktik di Museum

    Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali memperkuat komitmennya dalam menyiapkan lulusan profesional melalui pelaksanaan Magang Museum selama tiga bulan, mulai 16 September hingga 16 Desember 2025. Kegiatan ini diikuti mahasiswa semester 7 sebagai bagian dari pembentukan kompetensi yang selaras dengan profil lulusan, khususnya Edukator Museum.

    Magang dilaksanakan di empat museum, yaitu Museum Sandi, Museum Benteng Vredeburg, Museum Monumen Jogja Kembali (Monjali), dan Museum TNI AD Dharma Wiratama. Selama kegiatan, mahasiswa terlibat dalam praktik kuratorial, konservasi, edukasi museum, serta manajemen pengelolaan museum untuk memahami proses kerja permuseuman secara langsung.

    Kaprodi Pendidikan Sejarah FKIP UPY, Dr. Muhammad Iqbal Birsyada, M.Pd., menegaskan bahwa magang museum merupakan bagian penting dalam pembentukan kompetensi profesional mahasiswa. Menurutnya, museum adalah pusat pendidikan publik yang berperan besar dalam penguatan literasi sejarah, sehingga dibutuhkan tenaga edukator yang komunikatif, kreatif, dan mampu mengembangkan program-program edukatif yang relevan.

    Magang ini juga menjadi bagian dari skema konversi mata kuliah, sehingga seluruh kegiatan mahasiswa diakui sebagai pemenuhan capaian pembelajaran pada mata kuliah permuseuman, kependidikan sejarah, dan praktik profesi. Dengan demikian, mahasiswa memperoleh pengalaman lapangan sekaligus penyetaraan akademik secara terstruktur.

    Melalui program ini, Prodi Pendidikan Sejarah FKIP UPY berharap mahasiswa mampu mengembangkan kompetensi sebagai pendidik sejarah yang adaptif terhadap ruang belajar nonformal seperti museum. Selain memperkuat kemampuan komunikasi dan pelayanan publik, mahasiswa juga mendapatkan pemahaman mendalam mengenai peran museum dalam literasi sejarah masyarakat. Kegiatan magang ini menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga budaya dalam mencetak lulusan yang kompeten dan berdaya saing.

  • Prodi PPKn FKIP UPY Selenggarakan Kegiatan Bela Negara Mahasiswa Angkatan 2023 di Kodim 0729 Bantul

    Prodi PPKn FKIP UPY Selenggarakan Kegiatan Bela Negara Mahasiswa Angkatan 2023 di Kodim 0729 Bantul

    Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) melaksanakan kegiatan Bela Negara Mahasiswa Angkatan 2023 pada Selasa, 14 Januari 2026, bertempat di Kodim 0729 Bantul. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembentukan karakter kebangsaan, kedisiplinan, serta penanaman nilai-nilai nasionalisme kepada mahasiswa.

    Kegiatan Bela Negara tersebut secara resmi disambut oleh Komandan Kodim (Dandim) 0729 Bantul, yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya peran generasi muda, khususnya mahasiswa, dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mahasiswa diharapkan tidak hanya memiliki kecakapan akademik, tetapi juga karakter tangguh, disiplin, dan berjiwa patriotik.

    Secara simbolis, kegiatan ini diterjunkan oleh Wakil Rektor III UPY, Dr. Septian Aji Permana, M.Pd, didampingi oleh Kaprodi PPKn UPY, Supri Hartanto, M.Pd. Dalam arahannya, Wakil Rektor III menegaskan bahwa kegiatan Bela Negara merupakan implementasi nyata dari pendidikan karakter dan nilai-nilai Pancasila yang selama ini dipelajari di bangku perkuliahan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu menginternalisasi sikap cinta tanah air, tanggung jawab, serta semangat kebersamaan.

    Sementara itu, Kaprodi PPKn UPY menyampaikan bahwa kegiatan Bela Negara menjadi agenda rutin Prodi PPKn sebagai bentuk penguatan kompetensi kepribadian dan kewarganegaraan mahasiswa. Kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual agar mahasiswa mampu mengaitkan teori kewarganegaraan dengan praktik nyata di lapangan.

    Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa mengikuti berbagai materi dan pelatihan yang difasilitasi oleh jajaran Kodim 0729 Bantul, meliputi wawasan kebangsaan, kedisiplinan, kepemimpinan, serta pembinaan mental dan fisik. Kegiatan Bela Negara ini diharapkan mampu mencetak calon pendidik PPKn yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berkarakter kuat dan berjiwa nasionalis.

  • Mahasiswa PPKn Semester 7 Luncurkan Buku Ber-ISBN, Bukti Produktivitas Akademik

    Mahasiswa PPKn Semester 7 Luncurkan Buku Ber-ISBN, Bukti Produktivitas Akademik

    Himpunan Mahasiswa Program Studi PPKn menyelenggarakan kegiatan Launching Buku Ber-ISBN Mahasiswa PPKn #1 sebagai bentuk apresiasi dan publikasi karya ilmiah mahasiswa. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 24 Desember 2025, bertempat di Kampus Unit 2 FKIP Universitas PGRI Yogyakarta, mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai. Acara ini menjadi momentum penting dalam menegaskan peran mahasiswa PPKn sebagai insan akademik yang produktif, kritis, dan berkontribusi nyata melalui karya tulis berbasis penelitian.

    Launching buku ini menampilkan karya-karya mahasiswa Semester 7 Program Studi PPKn UPY yang telah berhasil diterbitkan dan memiliki ISBN. Adapun buku yang diluncurkan mengangkat tema-tema strategis di bidang hukum, kewarganegaraan, dan kemanusiaan, di antaranya mengenai tata kelola tanah desa, bantuan hukum bagi masyarakat miskin, aspek yuridis dalam kehidupan nelayan, serta perlindungan hak asuh anak dalam perspektif hukum dan kemanusiaan. Karya-karya tersebut menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam mengkaji persoalan sosial secara ilmiah, kontekstual, dan aplikatif.

    Kegiatan launching ini tidak hanya menjadi ajang peresmian buku, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi mahasiswa PPKn lintas angkatan untuk terus berkarya dan berprestasi di bidang akademik. Melalui kegiatan ini, diharapkan budaya literasi, riset, dan publikasi ilmiah semakin berkembang di lingkungan Prodi PPKn FKIP UPY. Launching Buku Ber-ISBN Mahasiswa PPKn #1 menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa PPKn mampu menghadirkan karya bermutu yang bermanfaat bagi dunia akademik maupun masyarakat luas.

    kegiatan Launching Buku Ber-ISBN Mahasiswa PPKn Semester 7 menjadi tonggak penting dalam penguatan budaya akademik di lingkungan Program Studi PPKn FKIP UPY. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk berpikir kritis, tetapi juga mampu menuangkan gagasan dalam bentuk karya ilmiah yang terpublikasi dan bernilai guna. Diharapkan, capaian ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lintas angkatan untuk terus berkarya, berinovasi, serta berkontribusi aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kehidupan bermasyarakat.

  • Mahasiswa BK UPY Gelar Praktikum Konseling Traumatik Berbasis Kasus Nyata Sekolah

    Mahasiswa BK UPY Gelar Praktikum Konseling Traumatik Berbasis Kasus Nyata Sekolah

    Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) melaksanakan kegiatan praktikum konseling traumatik dengan menggunakan permasalahan riil yang diperoleh dari sekolah mitra. Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah Konseling Traumatik yang diampu oleh Dr. Eko Perianto, S.Pd., M.Si.

    Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mempraktikkan konseling traumatik dengan mengangkat kasus-kasus nyata yang dialami peserta didik di sekolah. Permasalahan tersebut diperoleh melalui kerja sama antara program studi dengan sekolah mitra, sehingga mahasiswa dapat memahami secara langsung dinamika psikologis dan sosial di lingkungan pendidikan.

    Praktikum ini bertujuan membekali mahasiswa dengan keterampilan profesional dalam menangani kasus trauma. Mahasiswa dilatih melalui tahapan asesmen, perencanaan layanan, hingga penerapan teknik konseling yang sesuai dengan kondisi klien. Seluruh proses dilakukan di Laboratorium Bimbingan dan Konseling UPY di bawah supervisi langsung dosen pengampu.

    Dr. Eko Perianto menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan pendekatan konseling traumatik secara tepat. “Mahasiswa perlu dibiasakan melihat kasus nyata agar memiliki sensitivitas, empati, dan keterampilan praktis saat terjun ke dunia kerja nantinya,” ujarnya.

    Melalui praktikum ini, mahasiswa memperoleh pengalaman yang mendekati kondisi lapangan sehingga diharapkan semakin siap menjadi konselor profesional. Program Studi BK UPY terus berkomitmen memperkuat kompetensi calon lulusan, khususnya dalam penanganan permasalahan psikologis peserta didik yang berkaitan dengan trauma di lingkungan sekolah.

  • Prodi Akuntansi UPY Gelar Talkshow dan Expo Kewirausahaan, Dorong Lahirmya Wirausahawan Muda

    Prodi Akuntansi UPY Gelar Talkshow dan Expo Kewirausahaan, Dorong Lahirmya Wirausahawan Muda

    Program Studi Akuntansi Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) menyelenggarakan kegiatan Talkshow dan Expo Kewirausahaan sebagai upaya mendorong penguatan jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Kegiatan ini menjadi wadah pengembangan kreativitas, inovasi, serta kemampuan mengelola usaha yang berorientasi pada keberlanjutan.

    Talkshow kewirausahaan menghadirkan narasumber dari kalangan praktisi dan akademisi yang berbagi pengalaman sekaligus wawasan mengenai tantangan dan peluang berwirausaha, khususnya dalam pengelolaan keuangan dan akuntansi bisnis. Melalui forum ini, mahasiswa mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya perencanaan keuangan, pencatatan akuntansi, pengelolaan arus kas, serta pengambilan keputusan yang tepat dalam menjalankan usaha.

    Pada kesempatan tersebut, talkshow juga menghadirkan Owner Takoyaki Peko-Peko Indonesia sebagai narasumber yang memaparkan perjalanan bisnis, strategi pemasaran, dan kiat bertahan di tengah persaingan usaha kuliner. Kehadiran pelaku usaha langsung memberi inspirasi bagi mahasiswa untuk berani memulai bisnis sejak dini.

    Sementara itu, Expo Kewirausahaan menjadi ajang bagi mahasiswa Akuntansi UPY untuk menampilkan produk dan ide bisnis yang telah mereka kembangkan. Berbagai produk kreatif dan inovatif dipamerkan sebagai bentuk penerapan nyata pembelajaran kewirausahaan dan akuntansi. Dalam rangkaian kegiatan ini, mahasiswa semester 5 diwajibkan membuat produk maupun jasa inovatif yang siap dipresentasikan kepada pengunjung expo.

    Melalui penyelenggaraan Talkshow dan Expo Kewirausahaan, Program Studi Akuntansi UPY berharap dapat menumbuhkan karakter mahasiswa yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing tinggi. Lulusan diharapkan tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga memiliki keberanian menjadi wirausahawan muda yang profesional dan beretika.