Kategori: Makarya

  • “Bridging Cultures” Podcast, Antusiasme para Mahasiswa dalam mengikuti program SEA-Teacher

    “Bridging Cultures” Podcast, Antusiasme para Mahasiswa dalam mengikuti program SEA-Teacher

    Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) mengadakan sesi podcast pada 14/11 yang lalu dengan tajuk “Bridging Cultures: Stories from Yogyakarta, Indonesia, and the Philippines.” Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Bridging Cultures Week dalam program SEA-Teacher, yang melibatkan mahasiswa pertukaran dari Mariano Marcos State University (MMSU), Filipina.

    Podcast ini dipandu oleh Laser Romios, dosen Program Studi PBI UPY, dan menghadirkan dua mahasiswa MMSU sebagai narasumber. Melalui percakapan yang hangat dan informatif, para mahasiswa berbagi cerita mengenai pengalaman mereka selama mengikuti program SEA-Teacher di Yogyakarta.

    Beberapa topik yang dibahas meliputi proses kedatangan mereka ke Indonesia, kesan pertama terhadap lingkungan kampus dan budaya lokal, perbedaan kehidupan perkuliahan di Filipina dan Indonesia, serta tantangan sebagai mahasiswa internasional. Selain itu, narasumber juga menceritakan pengalaman culture shock, kebiasaan masyarakat yang mereka temui, hingga makanan Indonesia yang paling mereka sukai.

    Sesi podcast ini menjadi wadah dialog antarbudaya dan memberikan wawasan berharga bagi mahasiswa UPY dalam melihat perspektif internasional. Melalui kegiatan ini, UPY dan MMSU semakin memperkuat kolaborasi akademik dalam program SEA-Teacher.

  • Magang Museum 2025 : Mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah UPY Tingkatkan Kompetensi dan Pengalaman Praktik di Museum

    Magang Museum 2025 : Mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah UPY Tingkatkan Kompetensi dan Pengalaman Praktik di Museum

    Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali memperkuat komitmennya dalam menyiapkan lulusan profesional melalui pelaksanaan Magang Museum selama tiga bulan, mulai 16 September hingga 16 Desember 2025. Kegiatan ini diikuti mahasiswa semester 7 sebagai bagian dari pembentukan kompetensi yang selaras dengan profil lulusan, khususnya Edukator Museum.

    Magang dilaksanakan di empat museum, yaitu Museum Sandi, Museum Benteng Vredeburg, Museum Monumen Jogja Kembali (Monjali), dan Museum TNI AD Dharma Wiratama. Selama kegiatan, mahasiswa terlibat dalam praktik kuratorial, konservasi, edukasi museum, serta manajemen pengelolaan museum untuk memahami proses kerja permuseuman secara langsung.

    Kaprodi Pendidikan Sejarah FKIP UPY, Dr. Muhammad Iqbal Birsyada, M.Pd., menegaskan bahwa magang museum merupakan bagian penting dalam pembentukan kompetensi profesional mahasiswa. Menurutnya, museum adalah pusat pendidikan publik yang berperan besar dalam penguatan literasi sejarah, sehingga dibutuhkan tenaga edukator yang komunikatif, kreatif, dan mampu mengembangkan program-program edukatif yang relevan.

    Magang ini juga menjadi bagian dari skema konversi mata kuliah, sehingga seluruh kegiatan mahasiswa diakui sebagai pemenuhan capaian pembelajaran pada mata kuliah permuseuman, kependidikan sejarah, dan praktik profesi. Dengan demikian, mahasiswa memperoleh pengalaman lapangan sekaligus penyetaraan akademik secara terstruktur.

    Melalui program ini, Prodi Pendidikan Sejarah FKIP UPY berharap mahasiswa mampu mengembangkan kompetensi sebagai pendidik sejarah yang adaptif terhadap ruang belajar nonformal seperti museum. Selain memperkuat kemampuan komunikasi dan pelayanan publik, mahasiswa juga mendapatkan pemahaman mendalam mengenai peran museum dalam literasi sejarah masyarakat. Kegiatan magang ini menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga budaya dalam mencetak lulusan yang kompeten dan berdaya saing.

  • Prodi PPKn FKIP UPY Selenggarakan Kegiatan Bela Negara Mahasiswa Angkatan 2023 di Kodim 0729 Bantul

    Prodi PPKn FKIP UPY Selenggarakan Kegiatan Bela Negara Mahasiswa Angkatan 2023 di Kodim 0729 Bantul

    Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) melaksanakan kegiatan Bela Negara Mahasiswa Angkatan 2023 pada Selasa, 14 Januari 2026, bertempat di Kodim 0729 Bantul. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembentukan karakter kebangsaan, kedisiplinan, serta penanaman nilai-nilai nasionalisme kepada mahasiswa.

    Kegiatan Bela Negara tersebut secara resmi disambut oleh Komandan Kodim (Dandim) 0729 Bantul, yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya peran generasi muda, khususnya mahasiswa, dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mahasiswa diharapkan tidak hanya memiliki kecakapan akademik, tetapi juga karakter tangguh, disiplin, dan berjiwa patriotik.

    Secara simbolis, kegiatan ini diterjunkan oleh Wakil Rektor III UPY, Dr. Septian Aji Permana, M.Pd, didampingi oleh Kaprodi PPKn UPY, Supri Hartanto, M.Pd. Dalam arahannya, Wakil Rektor III menegaskan bahwa kegiatan Bela Negara merupakan implementasi nyata dari pendidikan karakter dan nilai-nilai Pancasila yang selama ini dipelajari di bangku perkuliahan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu menginternalisasi sikap cinta tanah air, tanggung jawab, serta semangat kebersamaan.

    Sementara itu, Kaprodi PPKn UPY menyampaikan bahwa kegiatan Bela Negara menjadi agenda rutin Prodi PPKn sebagai bentuk penguatan kompetensi kepribadian dan kewarganegaraan mahasiswa. Kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual agar mahasiswa mampu mengaitkan teori kewarganegaraan dengan praktik nyata di lapangan.

    Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa mengikuti berbagai materi dan pelatihan yang difasilitasi oleh jajaran Kodim 0729 Bantul, meliputi wawasan kebangsaan, kedisiplinan, kepemimpinan, serta pembinaan mental dan fisik. Kegiatan Bela Negara ini diharapkan mampu mencetak calon pendidik PPKn yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berkarakter kuat dan berjiwa nasionalis.

  • Mahasiswa PPKn Semester 7 Luncurkan Buku Ber-ISBN, Bukti Produktivitas Akademik

    Mahasiswa PPKn Semester 7 Luncurkan Buku Ber-ISBN, Bukti Produktivitas Akademik

    Himpunan Mahasiswa Program Studi PPKn menyelenggarakan kegiatan Launching Buku Ber-ISBN Mahasiswa PPKn #1 sebagai bentuk apresiasi dan publikasi karya ilmiah mahasiswa. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 24 Desember 2025, bertempat di Kampus Unit 2 FKIP Universitas PGRI Yogyakarta, mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai. Acara ini menjadi momentum penting dalam menegaskan peran mahasiswa PPKn sebagai insan akademik yang produktif, kritis, dan berkontribusi nyata melalui karya tulis berbasis penelitian.

    Launching buku ini menampilkan karya-karya mahasiswa Semester 7 Program Studi PPKn UPY yang telah berhasil diterbitkan dan memiliki ISBN. Adapun buku yang diluncurkan mengangkat tema-tema strategis di bidang hukum, kewarganegaraan, dan kemanusiaan, di antaranya mengenai tata kelola tanah desa, bantuan hukum bagi masyarakat miskin, aspek yuridis dalam kehidupan nelayan, serta perlindungan hak asuh anak dalam perspektif hukum dan kemanusiaan. Karya-karya tersebut menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam mengkaji persoalan sosial secara ilmiah, kontekstual, dan aplikatif.

    Kegiatan launching ini tidak hanya menjadi ajang peresmian buku, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi mahasiswa PPKn lintas angkatan untuk terus berkarya dan berprestasi di bidang akademik. Melalui kegiatan ini, diharapkan budaya literasi, riset, dan publikasi ilmiah semakin berkembang di lingkungan Prodi PPKn FKIP UPY. Launching Buku Ber-ISBN Mahasiswa PPKn #1 menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa PPKn mampu menghadirkan karya bermutu yang bermanfaat bagi dunia akademik maupun masyarakat luas.

    kegiatan Launching Buku Ber-ISBN Mahasiswa PPKn Semester 7 menjadi tonggak penting dalam penguatan budaya akademik di lingkungan Program Studi PPKn FKIP UPY. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk berpikir kritis, tetapi juga mampu menuangkan gagasan dalam bentuk karya ilmiah yang terpublikasi dan bernilai guna. Diharapkan, capaian ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lintas angkatan untuk terus berkarya, berinovasi, serta berkontribusi aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kehidupan bermasyarakat.

  • Mahasiswa BK UPY Gelar Praktikum Konseling Traumatik Berbasis Kasus Nyata Sekolah

    Mahasiswa BK UPY Gelar Praktikum Konseling Traumatik Berbasis Kasus Nyata Sekolah

    Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) melaksanakan kegiatan praktikum konseling traumatik dengan menggunakan permasalahan riil yang diperoleh dari sekolah mitra. Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah Konseling Traumatik yang diampu oleh Dr. Eko Perianto, S.Pd., M.Si.

    Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mempraktikkan konseling traumatik dengan mengangkat kasus-kasus nyata yang dialami peserta didik di sekolah. Permasalahan tersebut diperoleh melalui kerja sama antara program studi dengan sekolah mitra, sehingga mahasiswa dapat memahami secara langsung dinamika psikologis dan sosial di lingkungan pendidikan.

    Praktikum ini bertujuan membekali mahasiswa dengan keterampilan profesional dalam menangani kasus trauma. Mahasiswa dilatih melalui tahapan asesmen, perencanaan layanan, hingga penerapan teknik konseling yang sesuai dengan kondisi klien. Seluruh proses dilakukan di Laboratorium Bimbingan dan Konseling UPY di bawah supervisi langsung dosen pengampu.

    Dr. Eko Perianto menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan pendekatan konseling traumatik secara tepat. “Mahasiswa perlu dibiasakan melihat kasus nyata agar memiliki sensitivitas, empati, dan keterampilan praktis saat terjun ke dunia kerja nantinya,” ujarnya.

    Melalui praktikum ini, mahasiswa memperoleh pengalaman yang mendekati kondisi lapangan sehingga diharapkan semakin siap menjadi konselor profesional. Program Studi BK UPY terus berkomitmen memperkuat kompetensi calon lulusan, khususnya dalam penanganan permasalahan psikologis peserta didik yang berkaitan dengan trauma di lingkungan sekolah.

  • Prodi Akuntansi UPY Gelar Talkshow dan Expo Kewirausahaan, Dorong Lahirmya Wirausahawan Muda

    Prodi Akuntansi UPY Gelar Talkshow dan Expo Kewirausahaan, Dorong Lahirmya Wirausahawan Muda

    Program Studi Akuntansi Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) menyelenggarakan kegiatan Talkshow dan Expo Kewirausahaan sebagai upaya mendorong penguatan jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Kegiatan ini menjadi wadah pengembangan kreativitas, inovasi, serta kemampuan mengelola usaha yang berorientasi pada keberlanjutan.

    Talkshow kewirausahaan menghadirkan narasumber dari kalangan praktisi dan akademisi yang berbagi pengalaman sekaligus wawasan mengenai tantangan dan peluang berwirausaha, khususnya dalam pengelolaan keuangan dan akuntansi bisnis. Melalui forum ini, mahasiswa mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya perencanaan keuangan, pencatatan akuntansi, pengelolaan arus kas, serta pengambilan keputusan yang tepat dalam menjalankan usaha.

    Pada kesempatan tersebut, talkshow juga menghadirkan Owner Takoyaki Peko-Peko Indonesia sebagai narasumber yang memaparkan perjalanan bisnis, strategi pemasaran, dan kiat bertahan di tengah persaingan usaha kuliner. Kehadiran pelaku usaha langsung memberi inspirasi bagi mahasiswa untuk berani memulai bisnis sejak dini.

    Sementara itu, Expo Kewirausahaan menjadi ajang bagi mahasiswa Akuntansi UPY untuk menampilkan produk dan ide bisnis yang telah mereka kembangkan. Berbagai produk kreatif dan inovatif dipamerkan sebagai bentuk penerapan nyata pembelajaran kewirausahaan dan akuntansi. Dalam rangkaian kegiatan ini, mahasiswa semester 5 diwajibkan membuat produk maupun jasa inovatif yang siap dipresentasikan kepada pengunjung expo.

    Melalui penyelenggaraan Talkshow dan Expo Kewirausahaan, Program Studi Akuntansi UPY berharap dapat menumbuhkan karakter mahasiswa yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing tinggi. Lulusan diharapkan tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga memiliki keberanian menjadi wirausahawan muda yang profesional dan beretika.

  • HMP Pendidikan Sejarah UPY Gelar Nobar dan Diskusi Sejarah di Museum Sandi

    HMP Pendidikan Sejarah UPY Gelar Nobar dan Diskusi Sejarah di Museum Sandi

    Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Yogyakarta (HMP Pendidikan Sejarah UPY) menyelenggarakan kegiatan nonton bareng (nobar) dan diskusi sejarah bekerja sama dengan Museum Sandi, Jumat (05/12). Kegiatan yang berlangsung di kompleks Museum Sandi, Yogyakarta, ini diikuti oleh mahasiswa serta komunitas pemerhati sejarah dan menghadirkan rangkaian acara edukatif berbasis literasi kesejarahan.

    Kegiatan diawali dengan tur keliling museum yang dipandu langsung oleh edukator Museum Sandi. Peserta dikenalkan pada berbagai koleksi, arsip, peralatan persandian, serta perkembangan sejarah persandian di Indonesia sejak masa perjuangan kemerdekaan. Melalui penjelasan pemandu, peserta memperoleh pemahaman mengenai peran kriptografi dalam strategi militer, diplomasi, hingga penguatan keamanan negara pada era modern.

    Usai tur museum, peserta mengikuti sesi nonton bareng film bertema sejarah yang berkaitan dengan dunia persandian dan perjuangan bangsa. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif bersama narasumber dari Museum Sandi. Dalam sesi tersebut, peserta dan narasumber membahas relevansi nilai-nilai perjuangan, perkembangan teknologi sandi, serta pentingnya literasi sejarah bagi generasi muda di tengah tantangan era digital.

    Ketua HMP Pendidikan Sejarah UPY, Dio Saputra, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai sarana pembelajaran alternatif di luar kelas. “Kami ingin mahasiswa tidak hanya belajar dari modul dan perkuliahan, tetapi juga dari sumber sejarah langsung. Museum adalah ruang hidup sejarah,” ujarnya.

    Pihak Museum Sandi mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini dan menilai kolaborasi tersebut sebagai langkah strategis dalam mendekatkan museum kepada kalangan muda, khususnya mahasiswa. Mereka berharap program serupa dapat terus berkelanjutan sehingga semakin banyak generasi muda memahami peran persandian dalam perjalanan sejarah bangsa.

    Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan peneguhan komitmen kedua belah pihak untuk melanjutkan kerja sama edukatif antara UPY dan Museum Sandi pada agenda-agenda berikutnya.

  • Mahasiswa Asing Filipina Ikuti Perkuliahan di Prodi BK UPY, Bangun Kolaborasi Akademik Internasional

    Mahasiswa Asing Filipina Ikuti Perkuliahan di Prodi BK UPY, Bangun Kolaborasi Akademik Internasional

    Dua mahasiswa asing peserta SEA Teacher Program gelombang ketiga dari Mariano Marcos State University (MMSU), Filipina, mengikuti sesi perkuliahan di Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY), Jumat (21/11/2025). Kedua mahasiswa tersebut, Axl Monique G. dan Crislyn Grace A., mengikuti kelas mata kuliah Pengembangan Media Bimbingan dan Konseling yang diampu oleh Rizki Erdiantoro, M.Pd.

    Kehadiran mereka disambut hangat oleh mahasiswa BK angkatan 2022. Sesi perkuliahan diawali dengan perkenalan, berbagi minat serta pengalaman belajar di Filipina. Keduanya juga menjelaskan praktik pembelajaran di universitas asal, yang kemudian didiskusikan bersama mahasiswa UPY dalam suasana kelas yang interaktif.

    Untuk mencairkan suasana, Axl dan Crislyn memimpin sesi ice breaking. Kegiatan tersebut disambut antusias mahasiswa dan membuat dinamika kelas semakin hidup. Interaksi yang terbangun menjadi sarana pembelajaran kolaboratif lintas negara.

    Dosen pengampu mata kuliah, Rizki Erdiantoro, M.Pd., memberikan materi mengenai pengembangan media bimbingan dan konseling berbasis data empiris dan teori psikologi. Ia menekankan pentingnya penerapan design thinking agar media mudah digunakan serta relevan dengan kebutuhan pengguna.

    Dalam sesi presentasi, mahasiswa MMSU dan mahasiswa BK UPY saling memaparkan proyek media yang dikembangkan. Pertukaran gagasan ini memperlihatkan perbedaan konteks pendidikan antara Indonesia dan Filipina, sekaligus memperkaya wawasan peserta.

    Program ini diharapkan dapat memperluas pengalaman internasional mahasiswa UPY. Melalui interaksi lintas budaya, mahasiswa didorong memiliki kepekaan global serta mampu mengembangkan media pendidikan yang adaptif di berbagai konteks.

  • Mahasiswa BK UPY Gelar Expo Media Konseling Inovatif, Tampilkan “Silent Room” hingga “Seblak Curhat”

    Mahasiswa BK UPY Gelar Expo Media Konseling Inovatif, Tampilkan “Silent Room” hingga “Seblak Curhat”

    Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) menggelar Expo Media BK 2025 di Auditorium UPY, Kamis (27/11/2025). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan peringatan Hari Guru Nasional yang diselenggarakan Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY.

    Dalam expo ini, mahasiswa Bimbingan dan Konseling UPY menampilkan berbagai inovasi media bimbingan dan konseling. Produk yang dipamerkan tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga dirancang berdasarkan teori psikologi serta hasil analisis kebutuhan pengguna di lapangan.

    Expo ini merupakan bagian dari pembelajaran mata kuliah Media BK di bawah bimbingan dosen Rizki Erdiantoro, M.Pd. Ia menyampaikan bahwa karya mahasiswa dirancang melalui proses yang panjang, mulai dari perencanaan, perancangan media, uji coba terbatas, hingga unjuk karya pada expo.

    “Pembelajaran tidak cukup berhenti di ruang kelas. Melalui expo ini mahasiswa belajar menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan langsung oleh guru, konselor, dan siswa,” ujar Rizki Erdiantoro.

    Karya yang dipamerkan meliputi media konkret, media digital interaktif, hingga media hybrid yang menggabungkan unsur fisik dan teknologi. Seluruh media disusun melalui proses riset kebutuhan pengguna serta asesmen psikologis.

    Salah satu media yang banyak menarik perhatian pengunjung adalah Silent Room, yaitu ruang kontemplasi hening yang menghadirkan audio reflektif. Pengunjung diajak melakukan perenungan diri, dan sebagian tampak keluar dengan ekspresi emosional.

    Selain itu, ditampilkan pula Jembatan Kepercayaan Diri, yaitu permainan reflektif yang mengajak peserta menyusun stik es krim sambil mengungkapkan emosi dan keyakinan diri. Media Pop Up Book RIASEC juga dihadirkan sebagai sarana pengenalan bakat dan minat karier bagi siswa.

    Media digital Seblak Curhat memberi ruang bagi siswa untuk menyalurkan keluh kesah tanpa rasa takut dihakimi. Sementara itu, ATM Belajar menawarkan strategi belajar dan manajemen fokus secara praktis bagi pelajar.

    Pengunjung juga dapat mencoba ruang audio terapi yang menghadirkan rangkaian suara relaksasi. Sejumlah guru yang mencoba layanan tersebut menyampaikan bahwa media itu mampu membantu menenangkan diri.

    Expo Media BK 2025 diharapkan mendorong mahasiswa untuk menghasilkan karya aplikatif yang dapat digunakan di sekolah maupun lembaga pendidikan lainnya. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya berlatih membuat media pembelajaran, tetapi juga mengembangkan kepekaan sosial dan psikologis terhadap kebutuhan peserta didik.

    Rizki Erdiantoro menambahkan bahwa kegiatan serupa akan terus dikembangkan pada tahun-tahun berikutnya dengan memperluas kolaborasi bersama praktisi pendidikan.

    “Kami berharap karya mahasiswa dapat diimplementasikan di sekolah dan memberi kontribusi nyata terhadap peningkatan layanan bimbingan dan konseling,” ujarnya.

    Kegiatan ini turut dihadiri mahasiswa, guru, konselor, serta pemangku kepentingan di bidang pendidikan. Expo Media BK 2025 menjadi salah satu agenda akademik yang menunjukkan komitmen UPY dalam pengembangan inovasi pendidikan dan peningkatan kompetensi mahasiswa.

  • Tiga Mahasiswa UPY Tembus Finalis International Research Paper Competition 2025 di National University of Singapore

    Tiga Mahasiswa UPY Tembus Finalis International Research Paper Competition 2025 di National University of Singapore

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali menorehkan prestasi pada tingkat internasional. Tiga mahasiswa UPY berhasil lolos sebagai finalis International Research Paper Competition 2025 yang diselenggarakan oleh National University of Singapore (NUS).

    Ketiga mahasiswa tersebut adalah:

    • Indah Sri Wahyuni (Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris)
    • Nabyl Abid Hidayatullah (Program Studi Informatika)
    • Rizal Zardery Prabowo Putra (Program Studi Informatika)

    Keikutsertaan mereka pada ajang bergengsi internasional ini melalui proses seleksi ketat dan penilaian akademik berbasis kualitas penelitian. Capaian tersebut menjadi bukti meningkatnya kemampuan riset mahasiswa UPY sekaligus pengakuan terhadap mutu pendidikan dan pembinaan akademik di lingkungan kampus.

    Kompetisi ini menghimpun mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dunia untuk mempresentasikan gagasan penelitian inovatif yang dinilai memiliki kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan pemecahan persoalan global.

    Rektor Universitas PGRI Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas prestasi tersebut.

    “Keberhasilan mahasiswa UPY menembus final kompetisi penelitian internasional di NUS menunjukkan bahwa anak-anak kita memiliki potensi dan kualitas yang sejajar secara global. Universitas akan terus memperkuat ekosistem riset, pendampingan, dan internasionalisasi agar semakin banyak mahasiswa yang berani tampil dan berprestasi di tingkat dunia,” ungkapnya.

    Beliau juga menambahkan, “Prestasi ini bukan hanya milik mahasiswa yang berlaga, tetapi juga hasil kolaborasi dosen pembimbing, program studi, serta dukungan seluruh sivitas akademika UPY.”

    Atas pencapaian ini, UPY menyampaikan apresiasi kepada para dosen pembimbing serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dalam proses penelitian dan kompetisi.

    Universitas PGRI Yogyakarta akan terus mendorong lahirnya generasi peneliti muda yang inovatif, berkarakter, dan berdaya saing global, sejalan dengan komitmen kampus untuk memperkuat budaya akademik dan riset menuju perguruan tinggi berkelas internasional.