Kategori: Makarya

  • Segara Kidul dalam Sorotan Akademik: Menyelami Dilema Kultural antara Sejarah dan Ekonomi

    Segara Kidul dalam Sorotan Akademik: Menyelami Dilema Kultural antara Sejarah dan Ekonomi

    Yogyakarta — Program Studi Manajemen Universitas PGRI Yogyakarta menggelar seminar bertajuk “Dilema Kultural: Segara Kidul dalam Perspektif Sejarah dan Ekonomi” sebagai ruang akademik untuk mengkaji hubungan erat antara budaya, sejarah, dan potensi ekonomi berbasis kearifan lokal. Kegiatan ini menjadi ajang refleksi sekaligus dialog terbuka mengenai bagaimana nilai-nilai tradisional dapat bersinergi dengan kebutuhan pembangunan masa kini.

    Seminar menghadirkan dua narasumber utama dari bidang yang berbeda namun saling melengkapi. Dari perspektif ekonomi dan kelautan, hadir Pramadiansyah, S.Kel., M.Sc., Kepala Bidang P2HP Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul. Ia memaparkan potensi besar Segara Kidul dalam sektor ekonomi perikanan, pengelolaan sumber daya laut, hingga peluang pengembangan pariwisata bahari yang berkelanjutan. Menurutnya, pendekatan ekonomi yang berakar pada kearifan lokal menjadi kunci menjaga keseimbangan antara eksploitasi dan pelestarian alam.

    Sementara itu, dari sisi sejarah dan budaya, Dr. Iqbal Birsyada, M.Pd., dosen Prodi Sejarah Universitas PGRI Yogyakarta, mengupas jejak historis dan makna kultural Segara Kidul dalam tradisi masyarakat Jawa. Ia menyoroti dilema yang muncul ketika nilai-nilai spiritual dan kultural bertemu dengan arus modernisasi serta tuntutan ekonomi masyarakat pesisir. “Segara Kidul bukan sekadar mitos, melainkan refleksi identitas dan cara pandang manusia Jawa terhadap alam dan kehidupan,” ungkapnya.

    Melalui seminar ini, mahasiswa dan peserta diajak memahami bahwa budaya, sejarah, dan ekonomi merupakan tiga pilar yang saling terkait dan tak dapat dipisahkan. Segara Kidul dipandang bukan hanya sebagai narasi mitologis, tetapi juga sebagai ruang hidup yang menyimpan potensi pembangunan sekaligus nilai-nilai kearifan yang perlu dijaga kelestariannya.

    Kegiatan ini diharapkan mampu memperkaya wawasan akademik, menumbuhkan kepedulian terhadap budaya lokal, serta membuka ruang dialog lintas disiplin bagi pengembangan potensi daerah secara berkelanjutan agar laut selatan tak hanya dikenang dalam mitos, tetapi juga dihargai sebagai sumber kehidupan dan pengetahuan.

  • HMP Pendidikan Sejarah UPY Gelar Musyawarah Anggota, Tetapkan Arah Organisasi Periode 2025/2026

    HMP Pendidikan Sejarah UPY Gelar Musyawarah Anggota, Tetapkan Arah Organisasi Periode 2025/2026

    Himpunan Mahasiswa Program (HMP) Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) menggelar Musyawarah Anggota (Musang) sebagai forum tertinggi organisasi untuk membahas dan menetapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta Garis-Garis Besar Haluan Kerja (GBHK) periode 2025/2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang AVA Program Studi Pendidikan Sejarah dan dihadiri oleh seluruh anggota HMP.

    Musyawarah ini menjadi momen penting bagi HMP Pendidikan Sejarah dalam menentukan arah gerak organisasi untuk satu periode ke depan. Dalam suasana penuh semangat kebersamaan, para anggota aktif berdiskusi dan memberikan pandangan terkait sejumlah poin penting, mulai dari struktur organisasi, hak dan kewajiban anggota, hingga mekanisme kerja organisasi yang tertuang dalam AD/ART.

    Selain pembahasan AD/ART, penyusunan GBHK menjadi fokus utama kegiatan. Para peserta secara partisipatif menyampaikan ide dan gagasan kreatif untuk menyusun program kerja yang relevan dengan visi dan misi HMP Pendidikan Sejarah UPY. Beberapa usulan program yang muncul meliputi pengembangan kompetensi anggota melalui seminar dan workshop, pelestarian sejarah lokal melalui kegiatan penelitian dan dokumentasi, serta penguatan jejaring organisasi dengan pihak internal maupun eksternal kampus.

    Ketua HMP Pendidikan Sejarah UPY periode 2025/2026, Dio Saputra, menegaskan pentingnya Musyawarah Anggota sebagai wadah penyatuan visi dan arah organisasi.

    “Musang ini menjadi dasar bagi kami untuk bekerja secara terstruktur, transparan, dan akuntabel. Semua usulan anggota kami tampung untuk disusun menjadi program kerja yang konkret dan bermanfaat bagi seluruh anggota,” ujarnya.

    Kegiatan Musyawarah Anggota ditutup dengan penetapan AD/ART dan GBHK yang telah disepakati bersama. Dokumen tersebut akan menjadi pedoman utama bagi HMP Pendidikan Sejarah UPY dalam menjalankan roda organisasi selama periode kepengurusan 2025/2026.

    Dengan semangat kebersamaan dan profesionalisme, HMP Pendidikan Sejarah UPY berharap dapat terus menjadi wadah pengembangan diri bagi mahasiswa, sekaligus berkontribusi aktif dalam pelestarian dan pengembangan kajian sejarah, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.

  • Mahasiswa Harus Melek Politik: Mengapa Ini Penting untuk Masa Depan Bangsa?

    Mahasiswa Harus Melek Politik: Mengapa Ini Penting untuk Masa Depan Bangsa?

    Dalam era demokrasi modern, politik bukan lagi urusan eksklusif para elit atau pejabat pemerintahan saja. Politik telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa. Kesadaran dan pemahaman politik di kalangan mahasiswa sangat penting, bukan hanya sebagai hak, tetapi juga sebagai kewajiban dalam membentuk masa depan bangsa.

    Politik: Pilar Penting dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

    Politik adalah seni dan ilmu mengatur kehidupan bersama dalam sebuah negara. Melalui politik, kebijakan-kebijakan yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan—mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga lingkungan—ditentukan. Oleh karena itu, mahasiswa sebagai generasi penerus harus memahami dinamika politik agar dapat ikut serta dalam proses pengambilan keputusan yang berdampak luas.

    Mahasiswa sebagai Agen Perubahan dan Penggerak Demokrasi

    Sejarah mencatat peran vital mahasiswa dalam berbagai gerakan sosial dan politik di Indonesia. Mereka bukan sekadar pelajar, tapi juga penggerak perubahan sosial yang kritis dan progresif. Dengan melek politik, mahasiswa dapat mengawasi jalannya pemerintahan, memberikan kritik konstruktif, dan mendorong kebijakan yang pro-rakyat.

    Pemahaman politik juga membuka wawasan mahasiswa terhadap isu-isu nasional dan global, membentuk sikap kritis, dan membekali mereka untuk menjadi warga negara yang aktif dan bertanggung jawab.

    Menangkal Politik Identitas dan Disinformasi

    Di era digital saat ini, informasi tersebar dengan sangat cepat, termasuk berita palsu dan propaganda yang dapat memecah belah masyarakat. Mahasiswa yang melek politik memiliki kemampuan untuk memilah informasi dengan cerdas, memahami konteks, serta menolak narasi-narasi yang merugikan persatuan bangsa.

    Kesiapan ini penting agar generasi muda tidak mudah terjebak dalam politik identitas yang sempit dan dapat menjaga harmonisasi sosial.

    Membangun Kesadaran Partisipasi Politik yang Sehat

    Melek politik bukan hanya soal paham seluk-beluk politik praktis, tetapi juga menumbuhkan semangat partisipasi yang sehat. Mahasiswa yang sadar politik cenderung lebih aktif dalam pemilu, diskusi publik, hingga inisiatif sosial kemasyarakatan.

    Partisipasi aktif ini memperkuat demokrasi dan memastikan suara masyarakat muda didengar dalam menentukan arah kebijakan publik.

    Menyiapkan Pemimpin Masa Depan yang Berintegritas

    Pendidikan politik sejak dini di kalangan mahasiswa juga mempersiapkan mereka menjadi pemimpin masa depan yang berintegritas dan berwawasan luas. Mereka belajar memahami kompleksitas tantangan bangsa dan bagaimana mencari solusi terbaik melalui jalur demokrasi.

    Dengan begitu, mahasiswa tidak hanya menjadi objek dalam politik, tetapi subjek aktif yang mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat.

    Melek politik adalah investasi penting bagi mahasiswa untuk menjalankan perannya sebagai agen perubahan dan penerus bangsa. Dengan pemahaman politik yang baik, mahasiswa dapat berkontribusi nyata dalam pembangunan demokrasi yang inklusif, adil, dan berkelanjutan.

    Oleh sebab itu, mahasiswa harus berani belajar, berdiskusi, dan terlibat aktif dalam berbagai dinamika politik sebagai bentuk tanggung jawab moral dan intelektual mereka kepada bangsa dan negara.

  • Semarak Malam Inagurasi UPY: Dari Pentas Mahasiswa hingga After Shine

    Semarak Malam Inagurasi UPY: Dari Pentas Mahasiswa hingga After Shine

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) menggelar Malam Inagurasi sebagai puncak rangkaian kegiatan penyambutan mahasiswa baru Tahun Akademik 2025/2026. Acara berlangsung meriah di Kampus Unit 1 UPY mulai pukul 15.00 hingga 21.00 WIB dan dihadiri ribuan mahasiswa, dosen, serta civitas akademika.

    Rangkaian acara dimulai sejak sore hari dengan berbagai penampilan pentas seni dari mahasiswa baru, mulai dari tari, musik akustik, paduan suara, hingga teater. Antusiasme peserta terlihat jelas dari sorakan dan tepuk tangan yang mengiringi setiap penampilan.

    Di sela-sela pentas seni mahasiswa, suasana semakin hangat saat Rektor UPY, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., dan Ketua Yayasan YP UPY, Drs. John Sabari, M.Si., turut naik ke panggung membawakan lagu “Jogja Istimewa”. Penampilan istimewa ini disambut meriah oleh seluruh peserta yang hadir, menciptakan momen kebersamaan antara pimpinan kampus dan mahasiswa.

    Puncak acara dimulai pukul 20.00 WIB dengan penampilan Guest Star After Shine, band lokal asal Yogyakarta yang tengah populer di kalangan anak muda. Grup musik ini sukses membakar semangat ribuan penonton dengan lagu-lagu andalannya, menjadikan malam inagurasi semakin meriah.

    “Malam inagurasi ini bukan hanya hiburan, tetapi juga momentum mempererat kebersamaan dan menumbuhkan rasa bangga menjadi bagian dari keluarga besar UPY,” ujar Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P. dalam sambutannya.

    Dengan dukungan penuh dari pimpinan universitas dan partisipasi aktif mahasiswa, UPY berkomitmen terus menciptakan lingkungan akademik yang hangat, kreatif, dan inspiratif bagi seluruh civitas akademika.

  • HMP PPKn UPY Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan 2025: Cetak Kader Pemimpin Muda Berkarakter

    HMP PPKn UPY Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan 2025: Cetak Kader Pemimpin Muda Berkarakter

    Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) sukses menyelenggarakan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) pada Sabtu–Minggu, 20–21 September 2025 di kawasan Plosokuning, Turi, Sleman.

    Kegiatan yang diikuti oleh seluruh anggota HMP PPKn UPY ini merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan dasar kepemimpinan, menumbuhkan semangat berorganisasi, serta mempererat solidaritas antaranggota.

    Mengusung konsep pelatihan kepemimpinan kolaboratif dan kreatif, LDK 2025 menghadirkan tiga pemateri utama yang merupakan akademisi dan praktisi kepemimpinan dari lingkungan UPY:

    • Oktana Wahyu Perdana, M.Pd. membawakan materi bertema Branding Organisasi, menekankan pentingnya citra positif dan daya saing organisasi di tengah masyarakat.
    • Fajar Rahmad S., M.Pd. menyampaikan materi Motivasi Organisasi, memberikan dorongan kepada mahasiswa untuk mengelola potensi diri dalam menggerakkan roda organisasi.
    • Supri Hartanto, M.Pd. membahas Prompt Engineering Organisasi sebagai pendekatan baru untuk membangun kreativitas dan inovasi kepemimpinan di era digital.

    Selain sesi materi, kegiatan juga dilengkapi dengan outbond, permainan kelompok, serta simulasi kepemimpinan yang dirancang untuk mengembangkan kemampuan kerja sama tim, komunikasi efektif, dan pemecahan masalah.

    Ketua panitia pelaksana, Faris, dalam keterangannya menyampaikan bahwa LDK ini menjadi fondasi penting bagi mahasiswa HMP PPKn untuk membangun karakter kepemimpinan yang kuat, tangguh, dan profesional.

    “LDK ini bukan hanya tentang membentuk pemimpin organisasi, tetapi juga mempererat ikatan emosional antaranggota agar tercipta sinergi yang solid dalam menjalankan program kerja ke depan,” ujarnya.

    Pelaksanaan LDK turut didukung oleh para demisioner HMP PPKn UPY periode 2024/2025, yakni Firli Afriyeni (Ketua HMP 2024/2025), Nadia Sekar Ning Tiyas, Novia Martin, Fransiskus Frengki Nawa, dan Diyan Gunadi, yang berperan sebagai pendamping kegiatan dinamika kelompok.

    Kegiatan berlangsung intensif selama dua hari, dimulai sejak pagi hingga malam hari, dalam suasana penuh semangat dan antusiasme dari para peserta. Lingkungan alam Plosokuning yang tenang dan asri turut menunjang suasana pembelajaran luar ruang yang efektif.

    Dengan terselenggaranya LDK 2025 ini, HMP PPKn UPY menargetkan lahirnya kader-kader mahasiswa yang tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga siap menjadi pemimpin masa depan yang berintegritas, inovatif, dan mampu membawa nama baik Prodi PPKn UPY ke tingkat nasional maupun internasional.

  • Kontingen Taekwondo Universitas PGRI Yogyakarta Raih 3 Emas dan 1 Perunggu di PORSENASMA V

    Kontingen Taekwondo Universitas PGRI Yogyakarta Raih 3 Emas dan 1 Perunggu di PORSENASMA V

    Kontingen Taekwondo Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali mengharumkan nama kampus dalam ajang nasional. Dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni Nasional Mahasiswa (PORSENASMA) V yang digelar di Madiun, tim Taekwondo UPY berhasil meraih tiga medali emas dan satu medali perunggu, menunjukkan prestasi membanggakan di kancah olahraga tingkat nasional antar perguruan tinggi PGRI.

    Prestasi ini menjadi bukti komitmen UPY dalam mendukung pengembangan minat dan bakat mahasiswa, khususnya di bidang olahraga prestasi. Para atlet Taekwondo UPY menunjukkan performa luar biasa di tengah persaingan ketat antar kontingen dari seluruh Indonesia.

    Kami sangat bangga atas capaian luar biasa ini. Prestasi ini adalah hasil dari kerja keras, disiplin, dan semangat juang para mahasiswa yang luar biasa. Universitas akan terus memberikan dukungan penuh bagi pengembangan prestasi mahasiswa, baik akademik maupun non-akademik,” ujar Wakil Rektor lll UPY, Dr. Septian Aji Permana, M.Pd.

    PORSENASMA merupakan ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh Asosiasi Perguruan Tinggi PGRI se-Indonesia. Kompetisi ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat solidaritas, sportivitas, dan kompetensi mahasiswa dalam bidang olahraga dan seni.

    Dengan raihan 3 medali emas dan 1 perunggu, UPY menunjukkan posisinya sebagai salah satu kampus yang unggul tidak hanya dalam pendidikan, tetapi juga dalam pembinaan atlet muda berprestasi.

    Kemenangan ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa UPY untuk terus berkarya, berprestasi, dan menjunjung tinggi semangat kompetitif serta nilai-nilai sportivitas.

  • Mahasiswi UPY Raih Juara 1 di Kejurda Karate Inkanas DIY Piala Kapolda 2025

    Mahasiswi UPY Raih Juara 1 di Kejurda Karate Inkanas DIY Piala Kapolda 2025

    Mahasiswi Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang olahraga. Ari Ramandhani, mahasiswa dari Program Studi Manajemen UPY, sukses meraih Juara 1 dalam kategori Festival Kata Perorangan Senior Sabuk Biru Putri pada ajang bergengsi Kejurda Karate Inkanas DIY Piala Kapolda 2025.

    Kejuaraan ini diselenggarakan oleh Pengurus Inkanas DIY bekerja sama dengan Polda DIY dan berlangsung pada Sabtu, 12 Juli 2025, bertempat di GOR Tridadi Pangukan, Sleman, dari pukul 08.00 hingga 19.30 WIB. Kejurda ini diikuti oleh seluruh karateka Inkanas se-Daerah Istimewa Yogyakarta, menjadikannya ajang bergengsi sekaligus kompetitif di kalangan atlet karate.

    Tujuan dari penyelenggaraan Kejurda ini meliputi:

    1. Melaksanakan program kerja tahunan Inkanas DIY.
    2. Melakukan pembinaan atlet secara berkala.
    3. Memeriahkan peringatan Hari Bhayangkara.

    Ari Ramandhani mengungkapkan rasa syukurnya atas capaian tersebut. “Acaranya berjalan sangat lancar dan saya senang bisa berpartisipasi. Harapannya, ajang seperti ini terus berlanjut di tahun-tahun mendatang dengan penyelenggaraan yang lebih meriah dan kompetitif. Semoga dari Kejurda 2025 ini lahir bibit-bibit atlet unggul yang mampu mengharumkan nama daerah, bahkan bangsa, di tingkat lebih tinggi,” ujarnya.

    Keberhasilan Ari menjadi bukti bahwa mahasiswa UPY tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga berprestasi di kancah olahraga. Universitas PGRI Yogyakarta senantiasa mendukung penuh pengembangan minat dan bakat mahasiswa baik di dalam maupun luar kampus.

  • Dyah Kingkin Utami, Mahasiswi UPY Raih Emas OSSN 2025 Bidang Ekonomi dan Bahasa Indonesia

    Dyah Kingkin Utami, Mahasiswi UPY Raih Emas OSSN 2025 Bidang Ekonomi dan Bahasa Indonesia

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali mencetak prestasi membanggakan di kancah nasional. Mahasiswi Program Studi Manajemen, Dyah Kingkin Utami, berhasil meraih medali emas dalam ajang Olimpiade Sains Siswa Nasional 2025 (OSSN 2025) untuk kategori Bidang Ekonomi dan Bahasa Indonesia pada jenjang perguruan tinggi.

    Kompetisi yang digelar secara online pada 29 Juni 2025 ini diikuti oleh mahasiswa dan mahasiswi dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. OSSN 2025 merupakan ajang tahunan yang bertujuan untuk mengasah pengetahuan, keterampilan, dan daya saing mahasiswa dalam berbagai bidang keilmuan.

    Melalui kerja keras dan semangat belajar yang tinggi, Dyah berhasil menunjukkan kapasitas akademiknya dan bersaing secara nasional dengan peserta-peserta terbaik dari seluruh Indonesia.

    “Alhamdulillah, acara berjalan lancar. Saya sangat bersyukur atas pencapaian ini dan berharap ke depan dapat terus mengembangkan diri melalui berbagai perlombaan. Saya juga ingin memperbaiki setiap kekurangan dan memberikan yang terbaik di masa depan,” ujar Dyah.

    Pencapaian ini sekaligus menjadi bukti bahwa mahasiswa UPY memiliki daya saing tinggi di bidang akademik, serta mampu beradaptasi dan unggul dalam kompetisi nasional berbasis teknologi digital. Kampus memberikan apresiasi penuh atas prestasi Dyah dan terus mendorong mahasiswa lainnya untuk aktif berpartisipasi dalam berbagai ajang ilmiah.

  • Lima Mahasiswa UPY Raih Medali di Kejuaraan Nasional Taekwondo Victory Open 2025

    Lima Mahasiswa UPY Raih Medali di Kejuaraan Nasional Taekwondo Victory Open 2025

    Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) dalam ajang olahraga nasional. Dalam 3rd Victory Nasional Open Taekwondo Championship 2025, yang digelar pada 7–9 Februari 2025 di GOR Padjajaran, Bandung, tim Taekwondo UPY sukses memborong medali dari berbagai kategori.

    Kejuaraan tingkat nasional ini merupakan event tahunan yang diselenggarakan oleh Victory Bandung dan diikuti oleh ratusan atlet dari berbagai perguruan tinggi serta klub Taekwondo seluruh Indonesia. Dalam kejuaraan bergengsi ini, lima mahasiswa UPY berhasil meraih medali, sebagai berikut:

    • 🥇 Cindy Ayu Puspita Dewi – Medali Emas, Kategori Kyorugi Senior Under 62 kg Putri
    • 🥉 Alfreda Putri Salsabila – Medali Perunggu, Kategori Kyorugi Senior Under 46 kg Putri
    • 🥈 Joanita Panca Sonya – Medali Perak, Kategori Kyorugi Senior Under 46 kg Putri
    • 🥇 Navira Windyana – Medali Emas, Kategori Kyorugi Senior Under 67 kg Putri
    • 🥇 Fajar Juis Nurhuda – Medali Emas, Kategori Kyorugi Senior Under 54 kg Putra

    Seluruh pertandingan berlangsung kompetitif dan lancar. Partisipasi dan keberhasilan mahasiswa UPY dalam ajang ini menjadi bukti bahwa kampus tidak hanya unggul dalam aspek akademik, tetapi juga aktif mendukung mahasiswa dalam pengembangan prestasi non-akademik, khususnya di bidang olahraga bela diri.

    “Kejuaraan ini sangat bermanfaat sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menyalurkan minat, bakat, sekaligus mengasah mental kompetitif. Kami bangga atas pencapaian para atlet UPY dan berharap ke depan akan lebih banyak mahasiswa yang mengikuti jejak mereka,” ujar Dr. Septian Aji Permana, M.Pd, Wakil Rektor III UPY.

    Diharapkan, kegiatan seperti ini terus digelar secara konsisten, agar mahasiswa dari seluruh Indonesia memiliki ruang untuk berkembang secara menyeluruh—baik secara fisik, mental, maupun karakter.

  • Mahasiswi UPY Raih Juara 1 Nasional Olimpiade Matematika Tingkat Perguruan Tinggi

    Mahasiswi UPY Raih Juara 1 Nasional Olimpiade Matematika Tingkat Perguruan Tinggi

    Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) di kancah nasional. Kali ini, Mentha Ramadhani, mahasiswa Program Studi Matematika, sukses meraih Juara 1 Nasional Olimpiade Matematika Tingkat Perguruan Tinggi Kategori Mahasiswa.

    Kompetisi ini merupakan bagian dari Olimpiade Sains Tingkat Perguruan Tinggi, yang diselenggarakan secara daring pada 6 Juli 2025 dan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Ajang ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan edukasi mahasiswa melalui kompetisi akademik yang menantang dan inspiratif.

    Mentha berhasil mengungguli peserta lain dalam bidang Matematika, menunjukkan kapasitas intelektual yang tinggi serta dedikasi dalam mengembangkan kemampuan analitis dan logis di tingkat nasional.

    “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas pencapaian ini. Semoga kegiatan seperti ini terus menjadi wadah bagi saya dan mahasiswa lainnya untuk terus tumbuh, belajar, dan menggapai cita-cita,” ungkap Mentha usai pengumuman hasil lomba.

    Pihak kampus mengapresiasi capaian tersebut dan menegaskan komitmen UPY dalam mendukung potensi mahasiswa, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik. Prestasi Mentha diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berprestasi dan membanggakan almamater.