Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Yogyakarta (HMP Pendidikan Sejarah UPY) menyelenggarakan kegiatan nonton bareng (nobar) dan diskusi sejarah bekerja sama dengan Museum Sandi, Jumat (05/12). Kegiatan yang berlangsung di kompleks Museum Sandi, Yogyakarta, ini diikuti oleh mahasiswa serta komunitas pemerhati sejarah dan menghadirkan rangkaian acara edukatif berbasis literasi kesejarahan.
Kegiatan diawali dengan tur keliling museum yang dipandu langsung oleh edukator Museum Sandi. Peserta dikenalkan pada berbagai koleksi, arsip, peralatan persandian, serta perkembangan sejarah persandian di Indonesia sejak masa perjuangan kemerdekaan. Melalui penjelasan pemandu, peserta memperoleh pemahaman mengenai peran kriptografi dalam strategi militer, diplomasi, hingga penguatan keamanan negara pada era modern.
Usai tur museum, peserta mengikuti sesi nonton bareng film bertema sejarah yang berkaitan dengan dunia persandian dan perjuangan bangsa. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif bersama narasumber dari Museum Sandi. Dalam sesi tersebut, peserta dan narasumber membahas relevansi nilai-nilai perjuangan, perkembangan teknologi sandi, serta pentingnya literasi sejarah bagi generasi muda di tengah tantangan era digital.
Ketua HMP Pendidikan Sejarah UPY, Dio Saputra, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai sarana pembelajaran alternatif di luar kelas. “Kami ingin mahasiswa tidak hanya belajar dari modul dan perkuliahan, tetapi juga dari sumber sejarah langsung. Museum adalah ruang hidup sejarah,” ujarnya.
Pihak Museum Sandi mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini dan menilai kolaborasi tersebut sebagai langkah strategis dalam mendekatkan museum kepada kalangan muda, khususnya mahasiswa. Mereka berharap program serupa dapat terus berkelanjutan sehingga semakin banyak generasi muda memahami peran persandian dalam perjalanan sejarah bangsa.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan peneguhan komitmen kedua belah pihak untuk melanjutkan kerja sama edukatif antara UPY dan Museum Sandi pada agenda-agenda berikutnya.
Dua mahasiswa asing peserta SEA Teacher Program gelombang ketiga dari Mariano Marcos State University (MMSU), Filipina, mengikuti sesi perkuliahan di Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY), Jumat (21/11/2025). Kedua mahasiswa tersebut, Axl Monique G. dan Crislyn Grace A., mengikuti kelas mata kuliah Pengembangan Media Bimbingan dan Konseling yang diampu oleh Rizki Erdiantoro, M.Pd.
Kehadiran mereka disambut hangat oleh mahasiswa BK angkatan 2022. Sesi perkuliahan diawali dengan perkenalan, berbagi minat serta pengalaman belajar di Filipina. Keduanya juga menjelaskan praktik pembelajaran di universitas asal, yang kemudian didiskusikan bersama mahasiswa UPY dalam suasana kelas yang interaktif.
Untuk mencairkan suasana, Axl dan Crislyn memimpin sesi ice breaking. Kegiatan tersebut disambut antusias mahasiswa dan membuat dinamika kelas semakin hidup. Interaksi yang terbangun menjadi sarana pembelajaran kolaboratif lintas negara.
Dosen pengampu mata kuliah, Rizki Erdiantoro, M.Pd., memberikan materi mengenai pengembangan media bimbingan dan konseling berbasis data empiris dan teori psikologi. Ia menekankan pentingnya penerapan design thinking agar media mudah digunakan serta relevan dengan kebutuhan pengguna.
Dalam sesi presentasi, mahasiswa MMSU dan mahasiswa BK UPY saling memaparkan proyek media yang dikembangkan. Pertukaran gagasan ini memperlihatkan perbedaan konteks pendidikan antara Indonesia dan Filipina, sekaligus memperkaya wawasan peserta.
Program ini diharapkan dapat memperluas pengalaman internasional mahasiswa UPY. Melalui interaksi lintas budaya, mahasiswa didorong memiliki kepekaan global serta mampu mengembangkan media pendidikan yang adaptif di berbagai konteks.
Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) menggelar Expo Media BK 2025 di Auditorium UPY, Kamis (27/11/2025). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan peringatan Hari Guru Nasional yang diselenggarakan Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY.
Dalam expo ini, mahasiswa Bimbingan dan Konseling UPY menampilkan berbagai inovasi media bimbingan dan konseling. Produk yang dipamerkan tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga dirancang berdasarkan teori psikologi serta hasil analisis kebutuhan pengguna di lapangan.
Expo ini merupakan bagian dari pembelajaran mata kuliah Media BK di bawah bimbingan dosen Rizki Erdiantoro, M.Pd. Ia menyampaikan bahwa karya mahasiswa dirancang melalui proses yang panjang, mulai dari perencanaan, perancangan media, uji coba terbatas, hingga unjuk karya pada expo.
“Pembelajaran tidak cukup berhenti di ruang kelas. Melalui expo ini mahasiswa belajar menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan langsung oleh guru, konselor, dan siswa,” ujar Rizki Erdiantoro.
Karya yang dipamerkan meliputi media konkret, media digital interaktif, hingga media hybrid yang menggabungkan unsur fisik dan teknologi. Seluruh media disusun melalui proses riset kebutuhan pengguna serta asesmen psikologis.
Salah satu media yang banyak menarik perhatian pengunjung adalah Silent Room, yaitu ruang kontemplasi hening yang menghadirkan audio reflektif. Pengunjung diajak melakukan perenungan diri, dan sebagian tampak keluar dengan ekspresi emosional.
Selain itu, ditampilkan pula Jembatan Kepercayaan Diri, yaitu permainan reflektif yang mengajak peserta menyusun stik es krim sambil mengungkapkan emosi dan keyakinan diri. Media Pop Up Book RIASEC juga dihadirkan sebagai sarana pengenalan bakat dan minat karier bagi siswa.
Media digital Seblak Curhat memberi ruang bagi siswa untuk menyalurkan keluh kesah tanpa rasa takut dihakimi. Sementara itu, ATM Belajar menawarkan strategi belajar dan manajemen fokus secara praktis bagi pelajar.
Pengunjung juga dapat mencoba ruang audio terapi yang menghadirkan rangkaian suara relaksasi. Sejumlah guru yang mencoba layanan tersebut menyampaikan bahwa media itu mampu membantu menenangkan diri.
Expo Media BK 2025 diharapkan mendorong mahasiswa untuk menghasilkan karya aplikatif yang dapat digunakan di sekolah maupun lembaga pendidikan lainnya. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya berlatih membuat media pembelajaran, tetapi juga mengembangkan kepekaan sosial dan psikologis terhadap kebutuhan peserta didik.
Rizki Erdiantoro menambahkan bahwa kegiatan serupa akan terus dikembangkan pada tahun-tahun berikutnya dengan memperluas kolaborasi bersama praktisi pendidikan.
“Kami berharap karya mahasiswa dapat diimplementasikan di sekolah dan memberi kontribusi nyata terhadap peningkatan layanan bimbingan dan konseling,” ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri mahasiswa, guru, konselor, serta pemangku kepentingan di bidang pendidikan. Expo Media BK 2025 menjadi salah satu agenda akademik yang menunjukkan komitmen UPY dalam pengembangan inovasi pendidikan dan peningkatan kompetensi mahasiswa.
Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali menorehkan prestasi pada tingkat internasional. Tiga mahasiswa UPY berhasil lolos sebagai finalis International Research Paper Competition 2025 yang diselenggarakan oleh National University of Singapore (NUS).
Ketiga mahasiswa tersebut adalah:
Indah Sri Wahyuni (Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris)
Nabyl Abid Hidayatullah (Program Studi Informatika)
Rizal Zardery Prabowo Putra (Program Studi Informatika)
Keikutsertaan mereka pada ajang bergengsi internasional ini melalui proses seleksi ketat dan penilaian akademik berbasis kualitas penelitian. Capaian tersebut menjadi bukti meningkatnya kemampuan riset mahasiswa UPY sekaligus pengakuan terhadap mutu pendidikan dan pembinaan akademik di lingkungan kampus.
Kompetisi ini menghimpun mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dunia untuk mempresentasikan gagasan penelitian inovatif yang dinilai memiliki kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan pemecahan persoalan global.
Rektor Universitas PGRI Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas prestasi tersebut.
“Keberhasilan mahasiswa UPY menembus final kompetisi penelitian internasional di NUS menunjukkan bahwa anak-anak kita memiliki potensi dan kualitas yang sejajar secara global. Universitas akan terus memperkuat ekosistem riset, pendampingan, dan internasionalisasi agar semakin banyak mahasiswa yang berani tampil dan berprestasi di tingkat dunia,” ungkapnya.
Beliau juga menambahkan, “Prestasi ini bukan hanya milik mahasiswa yang berlaga, tetapi juga hasil kolaborasi dosen pembimbing, program studi, serta dukungan seluruh sivitas akademika UPY.”
Atas pencapaian ini, UPY menyampaikan apresiasi kepada para dosen pembimbing serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dalam proses penelitian dan kompetisi.
Universitas PGRI Yogyakarta akan terus mendorong lahirnya generasi peneliti muda yang inovatif, berkarakter, dan berdaya saing global, sejalan dengan komitmen kampus untuk memperkuat budaya akademik dan riset menuju perguruan tinggi berkelas internasional.
Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali menunjukkan kiprah akademiknya melalui kegiatan penelitian yang berada di bawah riset payung dosen prodi BK. Salah satu dosen yang aktif mendampingi mahasiswa dalam riset tersebut adalah Dr. Eko Perianto, S.Pd., M.Si., yang pada tahun ini memayungi empat penelitian skripsi mahasiswa dengan fokus pada tema konseling pada masalah trauma dan kesehatan mental di lingkungan pendidikan.
Dalam pelaksanaan riset payung ini, Dr. Eko Perianto membimbing empat judul penelitian yang dilakukan di berbagai sekolah negeri dan swasta di Yogyakarta. Keempat penelitian tersebut meliputi:
Efektivitas Konseling Kelompok Teknik Restrukturisasi Kognitif dalam Menurunkan Gejala Trauma Siswa Kelas XI di SMK N 1 Kasihan Penelitian ini menitikberatkan pada penerapan teknik restrukturisasi kognitif dalam konseling kelompok untuk membantu siswa mengelola dan menurunkan gejala trauma.
Efektivitas Konseling Kelompok Teknik Self-Talk untuk Mereduksi Gejala Trauma pada Murid Kelas X di SMK Negeri 7 Yogyakarta Studi ini meneliti pemanfaatan teknik self-talk dalam setting konseling kelompok sebagai pendekatan untuk menurunkan gejala trauma pada siswa sekolah menengah.
Peran Guru Bimbingan dan Konseling dalam Mengembangkan Kesadaran Kesehatan Mental Siswa Kelas VII di SMP Muhammadiyah 3 Yogyakarta Penelitian ini mengkaji kontribusi guru BK dalam membangun kesadaran serta literasi kesehatan mental di kalangan siswa.
Studi Fenomenologi Perilaku Perundungan dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 10 Yogyakarta Penelitian ini menggali pengalaman siswa terkait perilaku perundungan serta dampaknya terhadap kesehatan mental melalui pendekatan fenomenologi.
Melalui pendampingan intensif dari dosen pembimbing, mahasiswa tidak hanya memperoleh arahan akademik, tetapi juga penguatan kapasitas penelitian sesuai kaidah ilmiah. Riset payung memungkinkan mahasiswa bekerja dalam satu kerangka tema besar yang relevan dengan isu-isu mutakhir kesehatan mental dan layanan bimbingan konseling di sekolah.
Dr. Eko Perianto, S.Pd., M.Si. menyampaikan bahwa riset payung bertujuan memfasilitasi mahasiswa agar lebih mudah menemukan arah penelitian, meningkatkan kualitas skripsi, sekaligus menumbuhkan budaya riset di lingkungan prodi. Ia menegaskan bahwa penelitian tersebut merupakan bentuk kontribusi nyata Prodi BK UPY terhadap dunia pendidikan, khususnya dalam pengembangan layanan konseling yang efektif dan berbasis kebutuhan siswa.
Seluruh penelitian mahasiswa yang dipayungi dalam kegiatan ini merupakan bagian dari penyelesaian tugas akhir kuliah berupa skripsi. Diharapkan, hasil riset tersebut dapat memberikan manfaat bagi sekolah mitra sekaligus memperkaya khazanah penelitian di bidang Bimbingan dan Konseling.
Kaprodi BK UPY, Drajat Edy Kurniawan, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas antusiasme mahasiswa dan dosen pembimbing.
“Ini merupakan salah satu strategi prodi untuk memotivasi mahasiswa agar cepat menyelesaikan studi, didampingi secara intens oleh dosen, dan menjadi alumni yang berkompeten dan SEMPURNA,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Program Studi BK UPY semakin menegaskan komitmennya dalam membangun tradisi akademik yang kuat serta menyiapkan mahasiswa menjadi calon konselor profesional berbasis penelitian, adaptif, dan peka terhadap isu-isu kesehatan mental peserta didik.
SEA Teacher merupakan program pertukaran mahasiswa calon guru dari negara-negara anggota SEAMEO (Southeast Asian Ministers of Education Organization) yang bertujuan memberikan pengalaman mengajar lintas negara, memperluas wawasan pendidikan, serta memperkaya pemahaman lintas budaya di kawasan Asia Tenggara. Program ini menjadi wadah strategis dalam membangun jejaring akademik regional sekaligus meningkatkan kompetensi global mahasiswa dan calon pendidik.
Pada pelaksanaannya di Program Studi Manajemen Universitas PGRI Yogyakarta (UPY), kegiatan SEA Teacher diimplementasikan melalui perkuliahan International Business yang melibatkan mahasiswa asing dan mahasiswa Program Studi Manajemen dalam satu kelas internasional. Kehadiran mahasiswa asing menghadirkan nuansa pembelajaran multikultural dan mendorong terjadinya interaksi akademik lintas negara secara langsung.
Pada kegiatan ini, terdapat dua mahasiswa asing peserta SEA Teacher yang berasal dari Mariano Marcos State University, Filipina, yaitu:
Axl Monique G. Papel
Crislyn Grace A. Siano
Keduanya berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran bersama mahasiswa Program Studi Manajemen, khususnya dalam diskusi dan aktivitas kelas yang berkaitan dengan konteks bisnis internasional dan dinamika global. Interaksi yang terbangun membuat suasana kelas lebih hidup, kolaboratif, dan kaya sudut pandang.
Melalui program SEA Teacher, mahasiswa Program Studi Manajemen UPY memperoleh pengalaman belajar yang lebih komprehensif, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga dalam hal komunikasi lintas budaya, kerja sama internasional, serta pemahaman perspektif global dalam dunia pendidikan dan bisnis.
Partisipasi Program Studi Manajemen dalam program ini mencerminkan komitmen UPY dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif, berwawasan internasional, serta sejalan dengan visi pengembangan lulusan yang adaptif, profesional, dan berdaya saing global.
Suasana meriah terasa sejak pagi di aula SMP Negeri 5 Yogyakarta, Rabu (1/10/2025). Gelaran Guidance and Counseling Expo 2025 yang diselenggarakan oleh Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) SMP Kota Yogyakarta menjadi magnet bagi para pegiat bimbingan dan konseling. Aula dipenuhi antusiasme, ide kreatif, dan semangat kolaborasi dari para guru BK dan mahasiswa.
Pada kegiatan ini, Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) berpartisipasi melalui kehadiran sekitar 60 mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2022. Mereka didampingi oleh dosen pengampu mata kuliah Pengembangan Media Bimbingan dan Konseling, Rizki Erdiantoro, M.Pd.
Bagi mahasiswa BK UPY, expo ini bukan sekadar kunjungan pameran. Kegiatan ini menjadi wahana mini riset untuk melihat langsung bagaimana teori yang dipelajari di kampus dapat diterapkan di lapangan. “Expo ini ibarat etalase ide. Mahasiswa bisa melihat bagaimana teori bertransformasi menjadi inovasi kreatif yang benar-benar digunakan di sekolah,” ujar Rizki Erdiantoro, M.Pd.
Beragam inovasi media bimbingan dan konseling dipamerkan, mulai dari:
aplikasi digital berbasis kecerdasan buatan,
media konseling interaktif dalam bentuk gim edukatif,
hingga model peer counseling dengan sentuhan seni dan kreativitas.
Inovasi tersebut membuka wawasan mahasiswa BK UPY tentang luasnya peluang pengembangan layanan konseling di sekolah. Mereka tidak hanya menjadi pengunjung, tetapi juga pengamat aktif yang mencatat ide untuk dikembangkan dalam tugas perkuliahan maupun penelitian.
Rizki berharap, pengalaman ini tidak berhenti pada kekaguman sesaat. “Saya ingin pengalaman ini menjadi pijakan awal bagi mahasiswa untuk terus meneliti, berinovasi, dan menghadirkan layanan konseling yang humanis dan dekat dengan kebutuhan siswa,” tuturnya.
Keikutsertaan mahasiswa BK UPY di Guidance and Counseling Expo 2025 menjadi bukti bahwa UPY terus mendorong pembelajaran kontekstual dan kolaboratif. Dari aula SMP Negeri 5 Yogyakarta, lahir semangat baru: bahwa bimbingan dan konseling adalah ruang kreatif yang selalu berkembang mengikuti dinamika generasi muda.
Malam tahun baru selalu punya cerita. Chat grup mulai ramai, teman ngajak kumpul, ada yang bakar-bakar, nonton kembang api, bahkan pesan dari gebetan tiba-tiba muncul. Tapi di saat yang sama, mahasiswa terutama mahasiswa baru juga dihadapkan pada satu kenyataan: ujian semester sudah semakin dekat.
Lalu muncul pertanyaan klasik: ikut seru-seruan atau fokus belajar?
Mahasiswa Baru dan Tantangan Akhir Semester
Buat mahasiswa baru, ujian semester pertama sering terasa menegangkan. Materi kuliah lebih padat, sistem belajar berbeda dengan SMA, dan tuntutan mandiri lebih besar. Ditambah suasana akhir tahun yang penuh distraksi, wajar kalau fokus mulai terpecah.
Faktanya, banyak mahasiswa merasa kewalahan bukan karena materinya sulit, tapi karena waktu belajar tidak diatur sejak awal.
Santai Boleh, Lupa Tanggung Jawab Jangan
Belajar terus tanpa jeda juga bukan solusi. Justru, penelitian pendidikan menunjukkan bahwa istirahat dan interaksi sosial yang sehat bisa membantu otak lebih rileks dan siap menerima materi.
Artinya, merayakan malam tahun baru tidak sepenuhnya salah, asalkan tetap tahu batas. Misalnya:
Menyelesaikan rangkuman materi sebelum malam tahun baru
Tetap membatasi waktu nongkrong atau kumpul
Tidak mengorbankan waktu tidur
Dengan begitu, mahasiswa bisa tetap menikmati momen tanpa rasa panik keesokan harinya.
Gebetan, Teman, dan Masa Depan
Ngobrol bareng teman atau gebetan memang menyenangkan. Tapi penting juga untuk ingat: ujian semester adalah tanggung jawab pribadi. Tidak semua keputusan harus mengikuti suasana atau tekanan lingkungan.
Belajar satu atau dua jam sebelum bersantai bisa jadi langkah kecil yang berdampak besar saat hari ujian tiba.
Tips Simpel Biar Tetap Aman
Supaya tetap seimbang, mahasiswa baru bisa mencoba:
Cicil belajar jauh hari, jangan tunggu mepet
Tentukan batas waktu main, tahu kapan harus berhenti
Manfaatkan waktu pagi untuk review ringan
Jaga kondisi tubuh, karena capek berlebihan bikin susah fokus
Langkah-langkah sederhana ini sering kali lebih efektif daripada belajar maraton semalaman.
Belajar Bertanggung Jawab Itu Keren
Menjadi mahasiswa bukan berarti harus selalu serius, tapi juga bukan berarti bebas tanpa arah. Malam tahun baru bisa jadi momen refleksi: sudah sejauh mana kita mengatur waktu dan tanggung jawab?
Universitas PGRI Yogyakarta mengajak mahasiswa, khususnya mahasiswa baru, untuk belajar mengambil keputusan yang seimbang—menikmati masa muda, tapi tetap menyiapkan masa depan.
Seru-seruan boleh, nilai aman juga penting. Kuncinya ada di diri sendiri.
Ujian semester merupakan salah satu fase penting dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi. Selain menjadi tolok ukur capaian akademik, ujian juga melatih mahasiswa dalam mengelola waktu, tekanan, serta tanggung jawab belajar secara mandiri. Berdasarkan berbagai studi pendidikan tinggi dan praktik pembelajaran terkini, keberhasilan menghadapi ujian tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik, tetapi juga oleh strategi belajar, kesiapan mental, dan kondisi fisik yang seimbang.
Berikut sejumlah tips dan trik efektif yang dapat diterapkan mahasiswa dalam menghadapi ujian semester.
1. Susun Perencanaan Belajar Sejak Dini
Manajemen waktu menjadi faktor kunci keberhasilan akademik mahasiswa. Penelitian dalam bidang pendidikan menunjukkan bahwa mahasiswa yang menyusun jadwal belajar terstruktur cenderung memiliki tingkat stres lebih rendah dan hasil ujian yang lebih baik. Mulailah dengan memetakan jadwal ujian, menentukan prioritas mata kuliah, serta membagi waktu belajar secara realistis setiap hari.
Hindari kebiasaan belajar sistem kebut semalam (SKS), karena terbukti kurang efektif dalam meningkatkan pemahaman jangka panjang.
2. Terapkan Teknik Belajar Aktif
Belajar aktif lebih efektif dibandingkan sekadar membaca ulang materi. Beberapa teknik yang direkomendasikan dalam pembelajaran modern antara lain:
Active recall, yaitu menguji diri sendiri dengan latihan soal atau pertanyaan.
Spaced repetition, mengulang materi secara berkala dalam interval waktu tertentu.
Diskusi kelompok kecil, untuk memperkuat pemahaman konsep dan sudut pandang.
Metode ini terbukti meningkatkan daya ingat dan pemahaman konseptual mahasiswa.
3. Manfaatkan Sumber Belajar Digital Secara Bijak
Saat ini mahasiswa memiliki akses luas terhadap sumber belajar digital, seperti e-learning kampus, jurnal ilmiah, video pembelajaran, dan platform diskusi akademik. Gunakan sumber resmi dan kredibel untuk memperdalam materi, namun tetap selektif agar tidak terdistraksi oleh informasi yang tidak relevan.
Optimalisasi Learning Management System (LMS) kampus juga penting, terutama untuk mengakses materi dosen, forum diskusi, dan pengumuman akademik.
4. Jaga Kesehatan Fisik dan Pola Tidur
Data kesehatan mahasiswa menunjukkan bahwa kurang tidur dan kelelahan berdampak langsung pada penurunan konsentrasi dan kemampuan berpikir kritis. Pastikan tidur cukup (6–8 jam per malam), konsumsi makanan bergizi, dan tetap menjaga hidrasi.
Olahraga ringan dan peregangan juga dapat membantu mengurangi ketegangan tubuh akibat aktivitas belajar yang padat.
5. Kelola Stres dan Jaga Kesehatan Mental
Tekanan menjelang ujian merupakan hal yang wajar, namun perlu dikelola dengan baik. Teknik relaksasi sederhana seperti pernapasan dalam, jeda istirahat teratur, serta menjaga komunikasi dengan teman dan keluarga dapat membantu menjaga kestabilan emosi.
Jika merasa kewalahan, mahasiswa dianjurkan untuk memanfaatkan layanan konseling atau pendampingan akademik yang disediakan kampus.
6. Persiapkan Teknis Ujian dengan Matang
Selain penguasaan materi, kesiapan teknis juga tidak kalah penting. Pastikan mengetahui jadwal, format ujian (luring atau daring), ketentuan akademik, serta kelengkapan administrasi. Untuk ujian daring, periksa perangkat, koneksi internet, dan akun akademik lebih awal guna menghindari kendala teknis.
7. Bangun Sikap Percaya Diri dan Integritas Akademik
Percaya pada proses belajar yang telah dijalani akan membantu mahasiswa tampil lebih tenang saat ujian. Junjung tinggi integritas akademik dengan menghindari segala bentuk kecurangan. Selain melanggar etika, praktik tidak jujur terbukti merugikan perkembangan kompetensi mahasiswa dalam jangka panjang.
Menghadapi ujian semester bukan sekadar tentang nilai, tetapi juga tentang membangun kebiasaan belajar yang sehat, disiplin, dan berkelanjutan. Dengan perencanaan yang matang, strategi belajar yang tepat, serta keseimbangan antara akademik dan kesehatan, mahasiswa dapat menghadapi ujian dengan lebih percaya diri dan optimal.
Universitas mendorong seluruh mahasiswa untuk terus mengembangkan potensi diri, menjaga semangat belajar, dan menjadikan setiap ujian sebagai bagian dari proses pembentukan karakter dan kompetensi menuju lulusan yang unggul dan berdaya saing.
Selamat menghadapi Ujian Semester untuk teman-teman mahasiswa, semoga lancar dan sukses!
Bantul, 25–26 Oktober 2025 — Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Manajemen Universitas PGRI Yogyakarta sukses melaksanakan kegiatan Achievement Motivation Training (AMT) 2025 dengan mengusung tema “Growth and Resilience for Excellent.” Kegiatan dua hari yang berlangsung di Bina Karya, Srimulyo, Piyungan, Bantul, ini diikuti oleh seluruh mahasiswa baru Program Studi Manajemen UPY dengan antusiasme tinggi.
Acara dibuka dengan sambutan Ketua Panitia, Ghufron Kusumo, yang menegaskan pentingnya membangun motivasi dan daya juang mahasiswa baru dalam menghadapi perjalanan akademik. Ia berharap AMT dapat menjadi ruang awal bagi mahasiswa untuk mengenali potensi diri sekaligus menumbuhkan mentalitas positif.
Wakil Dekan III Fakultas Bisnis, Adhi Prakosa, S.E., M.Sc., turut memberikan sambutan dan motivasi. Dalam pesannya, ia mendorong para peserta untuk aktif mengembangkan kapasitas akademik maupun organisasi sebagai bekal menghadapi persaingan global.
Sementara itu, Ketua Program Studi Manajemen, Latifah Putranti, S.E., M.Sc., menekankan pentingnya membangun growth mindset dan karakter tangguh sejak tahun pertama perkuliahan.
“Ketangguhan mental adalah kunci untuk bertahan dan unggul dalam setiap tantangan. Mahasiswa harus siap berkembang, beradaptasi, dan berinovasi,” tegasnya.
Pada hari pertama, peserta menerima dua materi inspiratif. Materi pertama disampaikan oleh Agista Cahya Nirmala, alumni Manajemen UPY sekaligus penerima beasiswa LPDP, dengan topik “Growth Mindset: Fueling Continuous Improvement.” Agista mengajak peserta melihat kegagalan sebagai bagian dari proses belajar dan terus mengembangkan diri tanpa henti.
Materi kedua dibawakan oleh Yanuar Luthfi Ardian, Owner Yasuci Wedding and Event Organizer dan alumni UPY, dengan tema “Mastering the Craft: Technical Skill for Professional Excellence.” Ia menekankan pentingnya penguasaan keterampilan teknis dan profesionalisme sebagai modal sukses di dunia kerja maupun wirausaha.
Malam harinya, kegiatan diwarnai dengan pentas seni yang menampilkan kreativitas mahasiswa baru dan menciptakan suasana kebersamaan yang hangat.
Hari kedua diisi dengan kegiatan outbond yang dirancang untuk melatih kerja sama tim, komunikasi, dan ketangguhan mental peserta. Melalui berbagai permainan dan simulasi, mahasiswa diajak memahami pentingnya kolaborasi dan sikap pantang menyerah dalam menyelesaikan tantangan.
Kegiatan AMT ditutup secara resmi oleh Dosen Pendamping HMP Manajemen, Guruh Ghifar Zalzalah, S.E., M.Sc., yang memberikan apresiasi kepada seluruh panitia dan peserta atas kesungguhan dan semangat yang ditunjukkan selama kegiatan berlangsung.
Dengan terselenggaranya AMT 2025, Program Studi Manajemen UPY berharap mahasiswa baru semakin siap memasuki dunia perkuliahan dengan kemampuan adaptasi yang baik, karakter tangguh (resilience), serta tekad kuat untuk meraih keunggulan di masa depan.
Kegiatan ini juga menjadi komitmen HMP Manajemen UPY untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang inspiratif, humanis, dan mendorong pengembangan diri secara berkelanjutan.