Kategori: Makarya

  • Mahasiswa Asing Ikuti Perkuliahan di Prodi Manajemen UPY melalui Program SEA Teacher 2025

    Mahasiswa Asing Ikuti Perkuliahan di Prodi Manajemen UPY melalui Program SEA Teacher 2025

    SEA Teacher merupakan program pertukaran mahasiswa calon guru dari negara-negara anggota SEAMEO (Southeast Asian Ministers of Education Organization) yang bertujuan memberikan pengalaman mengajar lintas negara, memperluas wawasan pendidikan, serta memperkaya pemahaman lintas budaya di kawasan Asia Tenggara. Program ini menjadi wadah strategis dalam membangun jejaring akademik regional sekaligus meningkatkan kompetensi global mahasiswa dan calon pendidik.

    Pada pelaksanaannya di Program Studi Manajemen Universitas PGRI Yogyakarta (UPY), kegiatan SEA Teacher diimplementasikan melalui perkuliahan International Business yang melibatkan mahasiswa asing dan mahasiswa Program Studi Manajemen dalam satu kelas internasional. Kehadiran mahasiswa asing menghadirkan nuansa pembelajaran multikultural dan mendorong terjadinya interaksi akademik lintas negara secara langsung.

    Pada kegiatan ini, terdapat dua mahasiswa asing peserta SEA Teacher yang berasal dari Mariano Marcos State University, Filipina, yaitu:

    • Axl Monique G. Papel
    • Crislyn Grace A. Siano

    Keduanya berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran bersama mahasiswa Program Studi Manajemen, khususnya dalam diskusi dan aktivitas kelas yang berkaitan dengan konteks bisnis internasional dan dinamika global. Interaksi yang terbangun membuat suasana kelas lebih hidup, kolaboratif, dan kaya sudut pandang.

    Melalui program SEA Teacher, mahasiswa Program Studi Manajemen UPY memperoleh pengalaman belajar yang lebih komprehensif, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga dalam hal komunikasi lintas budaya, kerja sama internasional, serta pemahaman perspektif global dalam dunia pendidikan dan bisnis.

    Partisipasi Program Studi Manajemen dalam program ini mencerminkan komitmen UPY dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif, berwawasan internasional, serta sejalan dengan visi pengembangan lulusan yang adaptif, profesional, dan berdaya saing global.

  • Mahasiswa BK UPY Ramaikan Guidance and Counseling Expo 2025, Ide Kreatif Mengalir di Dunia Konseling Pendidikan

    Mahasiswa BK UPY Ramaikan Guidance and Counseling Expo 2025, Ide Kreatif Mengalir di Dunia Konseling Pendidikan

    Suasana meriah terasa sejak pagi di aula SMP Negeri 5 Yogyakarta, Rabu (1/10/2025). Gelaran Guidance and Counseling Expo 2025 yang diselenggarakan oleh Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) SMP Kota Yogyakarta menjadi magnet bagi para pegiat bimbingan dan konseling. Aula dipenuhi antusiasme, ide kreatif, dan semangat kolaborasi dari para guru BK dan mahasiswa.

    Pada kegiatan ini, Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) berpartisipasi melalui kehadiran sekitar 60 mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2022. Mereka didampingi oleh dosen pengampu mata kuliah Pengembangan Media Bimbingan dan Konseling, Rizki Erdiantoro, M.Pd.

    Bagi mahasiswa BK UPY, expo ini bukan sekadar kunjungan pameran. Kegiatan ini menjadi wahana mini riset untuk melihat langsung bagaimana teori yang dipelajari di kampus dapat diterapkan di lapangan. “Expo ini ibarat etalase ide. Mahasiswa bisa melihat bagaimana teori bertransformasi menjadi inovasi kreatif yang benar-benar digunakan di sekolah,” ujar Rizki Erdiantoro, M.Pd.

    Beragam inovasi media bimbingan dan konseling dipamerkan, mulai dari:

    • aplikasi digital berbasis kecerdasan buatan,
    • media konseling interaktif dalam bentuk gim edukatif,
    • hingga model peer counseling dengan sentuhan seni dan kreativitas.

    Inovasi tersebut membuka wawasan mahasiswa BK UPY tentang luasnya peluang pengembangan layanan konseling di sekolah. Mereka tidak hanya menjadi pengunjung, tetapi juga pengamat aktif yang mencatat ide untuk dikembangkan dalam tugas perkuliahan maupun penelitian.

    Rizki berharap, pengalaman ini tidak berhenti pada kekaguman sesaat. “Saya ingin pengalaman ini menjadi pijakan awal bagi mahasiswa untuk terus meneliti, berinovasi, dan menghadirkan layanan konseling yang humanis dan dekat dengan kebutuhan siswa,” tuturnya.

    Keikutsertaan mahasiswa BK UPY di Guidance and Counseling Expo 2025 menjadi bukti bahwa UPY terus mendorong pembelajaran kontekstual dan kolaboratif. Dari aula SMP Negeri 5 Yogyakarta, lahir semangat baru: bahwa bimbingan dan konseling adalah ruang kreatif yang selalu berkembang mengikuti dinamika generasi muda.

  • Pilih Tahun Baruan Asyik atau Buku Catatan? Dilema Mahasiswa Jelang Ujian Semester

    Pilih Tahun Baruan Asyik atau Buku Catatan? Dilema Mahasiswa Jelang Ujian Semester

    Malam tahun baru selalu punya cerita. Chat grup mulai ramai, teman ngajak kumpul, ada yang bakar-bakar, nonton kembang api, bahkan pesan dari gebetan tiba-tiba muncul. Tapi di saat yang sama, mahasiswa terutama mahasiswa baru juga dihadapkan pada satu kenyataan: ujian semester sudah semakin dekat.

    Lalu muncul pertanyaan klasik: ikut seru-seruan atau fokus belajar?

    Mahasiswa Baru dan Tantangan Akhir Semester

    Buat mahasiswa baru, ujian semester pertama sering terasa menegangkan. Materi kuliah lebih padat, sistem belajar berbeda dengan SMA, dan tuntutan mandiri lebih besar. Ditambah suasana akhir tahun yang penuh distraksi, wajar kalau fokus mulai terpecah.

    Faktanya, banyak mahasiswa merasa kewalahan bukan karena materinya sulit, tapi karena waktu belajar tidak diatur sejak awal.

    Santai Boleh, Lupa Tanggung Jawab Jangan

    Belajar terus tanpa jeda juga bukan solusi. Justru, penelitian pendidikan menunjukkan bahwa istirahat dan interaksi sosial yang sehat bisa membantu otak lebih rileks dan siap menerima materi.

    Artinya, merayakan malam tahun baru tidak sepenuhnya salah, asalkan tetap tahu batas. Misalnya:

    • Menyelesaikan rangkuman materi sebelum malam tahun baru
    • Tetap membatasi waktu nongkrong atau kumpul
    • Tidak mengorbankan waktu tidur

    Dengan begitu, mahasiswa bisa tetap menikmati momen tanpa rasa panik keesokan harinya.

    Gebetan, Teman, dan Masa Depan

    Ngobrol bareng teman atau gebetan memang menyenangkan. Tapi penting juga untuk ingat: ujian semester adalah tanggung jawab pribadi. Tidak semua keputusan harus mengikuti suasana atau tekanan lingkungan.

    Belajar satu atau dua jam sebelum bersantai bisa jadi langkah kecil yang berdampak besar saat hari ujian tiba.

    Tips Simpel Biar Tetap Aman

    Supaya tetap seimbang, mahasiswa baru bisa mencoba:

    1. Cicil belajar jauh hari, jangan tunggu mepet
    2. Tentukan batas waktu main, tahu kapan harus berhenti
    3. Manfaatkan waktu pagi untuk review ringan
    4. Jaga kondisi tubuh, karena capek berlebihan bikin susah fokus

    Langkah-langkah sederhana ini sering kali lebih efektif daripada belajar maraton semalaman.

    Belajar Bertanggung Jawab Itu Keren

    Menjadi mahasiswa bukan berarti harus selalu serius, tapi juga bukan berarti bebas tanpa arah. Malam tahun baru bisa jadi momen refleksi: sudah sejauh mana kita mengatur waktu dan tanggung jawab?

    Universitas PGRI Yogyakarta mengajak mahasiswa, khususnya mahasiswa baru, untuk belajar mengambil keputusan yang seimbang—menikmati masa muda, tapi tetap menyiapkan masa depan.

    Seru-seruan boleh, nilai aman juga penting. Kuncinya ada di diri sendiri.

  • Tips dan Trik Mahasiswa Menghadapi Ujian Semester Secara Efektif dan Sehat

    Tips dan Trik Mahasiswa Menghadapi Ujian Semester Secara Efektif dan Sehat

    Ujian semester merupakan salah satu fase penting dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi. Selain menjadi tolok ukur capaian akademik, ujian juga melatih mahasiswa dalam mengelola waktu, tekanan, serta tanggung jawab belajar secara mandiri. Berdasarkan berbagai studi pendidikan tinggi dan praktik pembelajaran terkini, keberhasilan menghadapi ujian tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik, tetapi juga oleh strategi belajar, kesiapan mental, dan kondisi fisik yang seimbang.

    Berikut sejumlah tips dan trik efektif yang dapat diterapkan mahasiswa dalam menghadapi ujian semester.

    1. Susun Perencanaan Belajar Sejak Dini

    Manajemen waktu menjadi faktor kunci keberhasilan akademik mahasiswa. Penelitian dalam bidang pendidikan menunjukkan bahwa mahasiswa yang menyusun jadwal belajar terstruktur cenderung memiliki tingkat stres lebih rendah dan hasil ujian yang lebih baik. Mulailah dengan memetakan jadwal ujian, menentukan prioritas mata kuliah, serta membagi waktu belajar secara realistis setiap hari.

    Hindari kebiasaan belajar sistem kebut semalam (SKS), karena terbukti kurang efektif dalam meningkatkan pemahaman jangka panjang.

    2. Terapkan Teknik Belajar Aktif

    Belajar aktif lebih efektif dibandingkan sekadar membaca ulang materi. Beberapa teknik yang direkomendasikan dalam pembelajaran modern antara lain:

    • Active recall, yaitu menguji diri sendiri dengan latihan soal atau pertanyaan.
    • Spaced repetition, mengulang materi secara berkala dalam interval waktu tertentu.
    • Diskusi kelompok kecil, untuk memperkuat pemahaman konsep dan sudut pandang.

    Metode ini terbukti meningkatkan daya ingat dan pemahaman konseptual mahasiswa.

    3. Manfaatkan Sumber Belajar Digital Secara Bijak

    Saat ini mahasiswa memiliki akses luas terhadap sumber belajar digital, seperti e-learning kampus, jurnal ilmiah, video pembelajaran, dan platform diskusi akademik. Gunakan sumber resmi dan kredibel untuk memperdalam materi, namun tetap selektif agar tidak terdistraksi oleh informasi yang tidak relevan.

    Optimalisasi Learning Management System (LMS) kampus juga penting, terutama untuk mengakses materi dosen, forum diskusi, dan pengumuman akademik.

    4. Jaga Kesehatan Fisik dan Pola Tidur

    Data kesehatan mahasiswa menunjukkan bahwa kurang tidur dan kelelahan berdampak langsung pada penurunan konsentrasi dan kemampuan berpikir kritis. Pastikan tidur cukup (6–8 jam per malam), konsumsi makanan bergizi, dan tetap menjaga hidrasi.

    Olahraga ringan dan peregangan juga dapat membantu mengurangi ketegangan tubuh akibat aktivitas belajar yang padat.

    5. Kelola Stres dan Jaga Kesehatan Mental

    Tekanan menjelang ujian merupakan hal yang wajar, namun perlu dikelola dengan baik. Teknik relaksasi sederhana seperti pernapasan dalam, jeda istirahat teratur, serta menjaga komunikasi dengan teman dan keluarga dapat membantu menjaga kestabilan emosi.

    Jika merasa kewalahan, mahasiswa dianjurkan untuk memanfaatkan layanan konseling atau pendampingan akademik yang disediakan kampus.

    6. Persiapkan Teknis Ujian dengan Matang

    Selain penguasaan materi, kesiapan teknis juga tidak kalah penting. Pastikan mengetahui jadwal, format ujian (luring atau daring), ketentuan akademik, serta kelengkapan administrasi. Untuk ujian daring, periksa perangkat, koneksi internet, dan akun akademik lebih awal guna menghindari kendala teknis.

    7. Bangun Sikap Percaya Diri dan Integritas Akademik

    Percaya pada proses belajar yang telah dijalani akan membantu mahasiswa tampil lebih tenang saat ujian. Junjung tinggi integritas akademik dengan menghindari segala bentuk kecurangan. Selain melanggar etika, praktik tidak jujur terbukti merugikan perkembangan kompetensi mahasiswa dalam jangka panjang.

    Menghadapi ujian semester bukan sekadar tentang nilai, tetapi juga tentang membangun kebiasaan belajar yang sehat, disiplin, dan berkelanjutan. Dengan perencanaan yang matang, strategi belajar yang tepat, serta keseimbangan antara akademik dan kesehatan, mahasiswa dapat menghadapi ujian dengan lebih percaya diri dan optimal.

    Universitas mendorong seluruh mahasiswa untuk terus mengembangkan potensi diri, menjaga semangat belajar, dan menjadikan setiap ujian sebagai bagian dari proses pembentukan karakter dan kompetensi menuju lulusan yang unggul dan berdaya saing.

    Selamat menghadapi Ujian Semester untuk teman-teman mahasiswa, semoga lancar dan sukses!

  • HMP Manajemen UPY Gelar Achievement Motivation Training 2025: Tanamkan Growth Mindset dan Resiliensi pada Mahasiswa Baru

    HMP Manajemen UPY Gelar Achievement Motivation Training 2025: Tanamkan Growth Mindset dan Resiliensi pada Mahasiswa Baru

    Bantul, 25–26 Oktober 2025 — Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Manajemen Universitas PGRI Yogyakarta sukses melaksanakan kegiatan Achievement Motivation Training (AMT) 2025 dengan mengusung tema “Growth and Resilience for Excellent.” Kegiatan dua hari yang berlangsung di Bina Karya, Srimulyo, Piyungan, Bantul, ini diikuti oleh seluruh mahasiswa baru Program Studi Manajemen UPY dengan antusiasme tinggi.

    Acara dibuka dengan sambutan Ketua Panitia, Ghufron Kusumo, yang menegaskan pentingnya membangun motivasi dan daya juang mahasiswa baru dalam menghadapi perjalanan akademik. Ia berharap AMT dapat menjadi ruang awal bagi mahasiswa untuk mengenali potensi diri sekaligus menumbuhkan mentalitas positif.

    Wakil Dekan III Fakultas Bisnis, Adhi Prakosa, S.E., M.Sc., turut memberikan sambutan dan motivasi. Dalam pesannya, ia mendorong para peserta untuk aktif mengembangkan kapasitas akademik maupun organisasi sebagai bekal menghadapi persaingan global.

    Sementara itu, Ketua Program Studi Manajemen, Latifah Putranti, S.E., M.Sc., menekankan pentingnya membangun growth mindset dan karakter tangguh sejak tahun pertama perkuliahan.

    “Ketangguhan mental adalah kunci untuk bertahan dan unggul dalam setiap tantangan. Mahasiswa harus siap berkembang, beradaptasi, dan berinovasi,” tegasnya.

    Pada hari pertama, peserta menerima dua materi inspiratif. Materi pertama disampaikan oleh Agista Cahya Nirmala, alumni Manajemen UPY sekaligus penerima beasiswa LPDP, dengan topik “Growth Mindset: Fueling Continuous Improvement.” Agista mengajak peserta melihat kegagalan sebagai bagian dari proses belajar dan terus mengembangkan diri tanpa henti.

    Materi kedua dibawakan oleh Yanuar Luthfi Ardian, Owner Yasuci Wedding and Event Organizer dan alumni UPY, dengan tema “Mastering the Craft: Technical Skill for Professional Excellence.” Ia menekankan pentingnya penguasaan keterampilan teknis dan profesionalisme sebagai modal sukses di dunia kerja maupun wirausaha.

    Malam harinya, kegiatan diwarnai dengan pentas seni yang menampilkan kreativitas mahasiswa baru dan menciptakan suasana kebersamaan yang hangat.

    Hari kedua diisi dengan kegiatan outbond yang dirancang untuk melatih kerja sama tim, komunikasi, dan ketangguhan mental peserta. Melalui berbagai permainan dan simulasi, mahasiswa diajak memahami pentingnya kolaborasi dan sikap pantang menyerah dalam menyelesaikan tantangan.

    Kegiatan AMT ditutup secara resmi oleh Dosen Pendamping HMP Manajemen, Guruh Ghifar Zalzalah, S.E., M.Sc., yang memberikan apresiasi kepada seluruh panitia dan peserta atas kesungguhan dan semangat yang ditunjukkan selama kegiatan berlangsung.

    Dengan terselenggaranya AMT 2025, Program Studi Manajemen UPY berharap mahasiswa baru semakin siap memasuki dunia perkuliahan dengan kemampuan adaptasi yang baik, karakter tangguh (resilience), serta tekad kuat untuk meraih keunggulan di masa depan.

    Kegiatan ini juga menjadi komitmen HMP Manajemen UPY untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang inspiratif, humanis, dan mendorong pengembangan diri secara berkelanjutan.

  • Segara Kidul dalam Sorotan Akademik: Menyelami Dilema Kultural antara Sejarah dan Ekonomi

    Segara Kidul dalam Sorotan Akademik: Menyelami Dilema Kultural antara Sejarah dan Ekonomi

    Yogyakarta — Program Studi Manajemen Universitas PGRI Yogyakarta menggelar seminar bertajuk “Dilema Kultural: Segara Kidul dalam Perspektif Sejarah dan Ekonomi” sebagai ruang akademik untuk mengkaji hubungan erat antara budaya, sejarah, dan potensi ekonomi berbasis kearifan lokal. Kegiatan ini menjadi ajang refleksi sekaligus dialog terbuka mengenai bagaimana nilai-nilai tradisional dapat bersinergi dengan kebutuhan pembangunan masa kini.

    Seminar menghadirkan dua narasumber utama dari bidang yang berbeda namun saling melengkapi. Dari perspektif ekonomi dan kelautan, hadir Pramadiansyah, S.Kel., M.Sc., Kepala Bidang P2HP Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul. Ia memaparkan potensi besar Segara Kidul dalam sektor ekonomi perikanan, pengelolaan sumber daya laut, hingga peluang pengembangan pariwisata bahari yang berkelanjutan. Menurutnya, pendekatan ekonomi yang berakar pada kearifan lokal menjadi kunci menjaga keseimbangan antara eksploitasi dan pelestarian alam.

    Sementara itu, dari sisi sejarah dan budaya, Dr. Iqbal Birsyada, M.Pd., dosen Prodi Sejarah Universitas PGRI Yogyakarta, mengupas jejak historis dan makna kultural Segara Kidul dalam tradisi masyarakat Jawa. Ia menyoroti dilema yang muncul ketika nilai-nilai spiritual dan kultural bertemu dengan arus modernisasi serta tuntutan ekonomi masyarakat pesisir. “Segara Kidul bukan sekadar mitos, melainkan refleksi identitas dan cara pandang manusia Jawa terhadap alam dan kehidupan,” ungkapnya.

    Melalui seminar ini, mahasiswa dan peserta diajak memahami bahwa budaya, sejarah, dan ekonomi merupakan tiga pilar yang saling terkait dan tak dapat dipisahkan. Segara Kidul dipandang bukan hanya sebagai narasi mitologis, tetapi juga sebagai ruang hidup yang menyimpan potensi pembangunan sekaligus nilai-nilai kearifan yang perlu dijaga kelestariannya.

    Kegiatan ini diharapkan mampu memperkaya wawasan akademik, menumbuhkan kepedulian terhadap budaya lokal, serta membuka ruang dialog lintas disiplin bagi pengembangan potensi daerah secara berkelanjutan agar laut selatan tak hanya dikenang dalam mitos, tetapi juga dihargai sebagai sumber kehidupan dan pengetahuan.

  • HMP Pendidikan Sejarah UPY Gelar Musyawarah Anggota, Tetapkan Arah Organisasi Periode 2025/2026

    HMP Pendidikan Sejarah UPY Gelar Musyawarah Anggota, Tetapkan Arah Organisasi Periode 2025/2026

    Himpunan Mahasiswa Program (HMP) Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) menggelar Musyawarah Anggota (Musang) sebagai forum tertinggi organisasi untuk membahas dan menetapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta Garis-Garis Besar Haluan Kerja (GBHK) periode 2025/2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang AVA Program Studi Pendidikan Sejarah dan dihadiri oleh seluruh anggota HMP.

    Musyawarah ini menjadi momen penting bagi HMP Pendidikan Sejarah dalam menentukan arah gerak organisasi untuk satu periode ke depan. Dalam suasana penuh semangat kebersamaan, para anggota aktif berdiskusi dan memberikan pandangan terkait sejumlah poin penting, mulai dari struktur organisasi, hak dan kewajiban anggota, hingga mekanisme kerja organisasi yang tertuang dalam AD/ART.

    Selain pembahasan AD/ART, penyusunan GBHK menjadi fokus utama kegiatan. Para peserta secara partisipatif menyampaikan ide dan gagasan kreatif untuk menyusun program kerja yang relevan dengan visi dan misi HMP Pendidikan Sejarah UPY. Beberapa usulan program yang muncul meliputi pengembangan kompetensi anggota melalui seminar dan workshop, pelestarian sejarah lokal melalui kegiatan penelitian dan dokumentasi, serta penguatan jejaring organisasi dengan pihak internal maupun eksternal kampus.

    Ketua HMP Pendidikan Sejarah UPY periode 2025/2026, Dio Saputra, menegaskan pentingnya Musyawarah Anggota sebagai wadah penyatuan visi dan arah organisasi.

    “Musang ini menjadi dasar bagi kami untuk bekerja secara terstruktur, transparan, dan akuntabel. Semua usulan anggota kami tampung untuk disusun menjadi program kerja yang konkret dan bermanfaat bagi seluruh anggota,” ujarnya.

    Kegiatan Musyawarah Anggota ditutup dengan penetapan AD/ART dan GBHK yang telah disepakati bersama. Dokumen tersebut akan menjadi pedoman utama bagi HMP Pendidikan Sejarah UPY dalam menjalankan roda organisasi selama periode kepengurusan 2025/2026.

    Dengan semangat kebersamaan dan profesionalisme, HMP Pendidikan Sejarah UPY berharap dapat terus menjadi wadah pengembangan diri bagi mahasiswa, sekaligus berkontribusi aktif dalam pelestarian dan pengembangan kajian sejarah, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.

  • Mahasiswa Harus Melek Politik: Mengapa Ini Penting untuk Masa Depan Bangsa?

    Mahasiswa Harus Melek Politik: Mengapa Ini Penting untuk Masa Depan Bangsa?

    Dalam era demokrasi modern, politik bukan lagi urusan eksklusif para elit atau pejabat pemerintahan saja. Politik telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa. Kesadaran dan pemahaman politik di kalangan mahasiswa sangat penting, bukan hanya sebagai hak, tetapi juga sebagai kewajiban dalam membentuk masa depan bangsa.

    Politik: Pilar Penting dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

    Politik adalah seni dan ilmu mengatur kehidupan bersama dalam sebuah negara. Melalui politik, kebijakan-kebijakan yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan—mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga lingkungan—ditentukan. Oleh karena itu, mahasiswa sebagai generasi penerus harus memahami dinamika politik agar dapat ikut serta dalam proses pengambilan keputusan yang berdampak luas.

    Mahasiswa sebagai Agen Perubahan dan Penggerak Demokrasi

    Sejarah mencatat peran vital mahasiswa dalam berbagai gerakan sosial dan politik di Indonesia. Mereka bukan sekadar pelajar, tapi juga penggerak perubahan sosial yang kritis dan progresif. Dengan melek politik, mahasiswa dapat mengawasi jalannya pemerintahan, memberikan kritik konstruktif, dan mendorong kebijakan yang pro-rakyat.

    Pemahaman politik juga membuka wawasan mahasiswa terhadap isu-isu nasional dan global, membentuk sikap kritis, dan membekali mereka untuk menjadi warga negara yang aktif dan bertanggung jawab.

    Menangkal Politik Identitas dan Disinformasi

    Di era digital saat ini, informasi tersebar dengan sangat cepat, termasuk berita palsu dan propaganda yang dapat memecah belah masyarakat. Mahasiswa yang melek politik memiliki kemampuan untuk memilah informasi dengan cerdas, memahami konteks, serta menolak narasi-narasi yang merugikan persatuan bangsa.

    Kesiapan ini penting agar generasi muda tidak mudah terjebak dalam politik identitas yang sempit dan dapat menjaga harmonisasi sosial.

    Membangun Kesadaran Partisipasi Politik yang Sehat

    Melek politik bukan hanya soal paham seluk-beluk politik praktis, tetapi juga menumbuhkan semangat partisipasi yang sehat. Mahasiswa yang sadar politik cenderung lebih aktif dalam pemilu, diskusi publik, hingga inisiatif sosial kemasyarakatan.

    Partisipasi aktif ini memperkuat demokrasi dan memastikan suara masyarakat muda didengar dalam menentukan arah kebijakan publik.

    Menyiapkan Pemimpin Masa Depan yang Berintegritas

    Pendidikan politik sejak dini di kalangan mahasiswa juga mempersiapkan mereka menjadi pemimpin masa depan yang berintegritas dan berwawasan luas. Mereka belajar memahami kompleksitas tantangan bangsa dan bagaimana mencari solusi terbaik melalui jalur demokrasi.

    Dengan begitu, mahasiswa tidak hanya menjadi objek dalam politik, tetapi subjek aktif yang mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat.

    Melek politik adalah investasi penting bagi mahasiswa untuk menjalankan perannya sebagai agen perubahan dan penerus bangsa. Dengan pemahaman politik yang baik, mahasiswa dapat berkontribusi nyata dalam pembangunan demokrasi yang inklusif, adil, dan berkelanjutan.

    Oleh sebab itu, mahasiswa harus berani belajar, berdiskusi, dan terlibat aktif dalam berbagai dinamika politik sebagai bentuk tanggung jawab moral dan intelektual mereka kepada bangsa dan negara.

  • Semarak Malam Inagurasi UPY: Dari Pentas Mahasiswa hingga After Shine

    Semarak Malam Inagurasi UPY: Dari Pentas Mahasiswa hingga After Shine

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) menggelar Malam Inagurasi sebagai puncak rangkaian kegiatan penyambutan mahasiswa baru Tahun Akademik 2025/2026. Acara berlangsung meriah di Kampus Unit 1 UPY mulai pukul 15.00 hingga 21.00 WIB dan dihadiri ribuan mahasiswa, dosen, serta civitas akademika.

    Rangkaian acara dimulai sejak sore hari dengan berbagai penampilan pentas seni dari mahasiswa baru, mulai dari tari, musik akustik, paduan suara, hingga teater. Antusiasme peserta terlihat jelas dari sorakan dan tepuk tangan yang mengiringi setiap penampilan.

    Di sela-sela pentas seni mahasiswa, suasana semakin hangat saat Rektor UPY, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., dan Ketua Yayasan YP UPY, Drs. John Sabari, M.Si., turut naik ke panggung membawakan lagu “Jogja Istimewa”. Penampilan istimewa ini disambut meriah oleh seluruh peserta yang hadir, menciptakan momen kebersamaan antara pimpinan kampus dan mahasiswa.

    Puncak acara dimulai pukul 20.00 WIB dengan penampilan Guest Star After Shine, band lokal asal Yogyakarta yang tengah populer di kalangan anak muda. Grup musik ini sukses membakar semangat ribuan penonton dengan lagu-lagu andalannya, menjadikan malam inagurasi semakin meriah.

    “Malam inagurasi ini bukan hanya hiburan, tetapi juga momentum mempererat kebersamaan dan menumbuhkan rasa bangga menjadi bagian dari keluarga besar UPY,” ujar Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P. dalam sambutannya.

    Dengan dukungan penuh dari pimpinan universitas dan partisipasi aktif mahasiswa, UPY berkomitmen terus menciptakan lingkungan akademik yang hangat, kreatif, dan inspiratif bagi seluruh civitas akademika.

  • HMP PPKn UPY Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan 2025: Cetak Kader Pemimpin Muda Berkarakter

    HMP PPKn UPY Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan 2025: Cetak Kader Pemimpin Muda Berkarakter

    Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) sukses menyelenggarakan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) pada Sabtu–Minggu, 20–21 September 2025 di kawasan Plosokuning, Turi, Sleman.

    Kegiatan yang diikuti oleh seluruh anggota HMP PPKn UPY ini merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan dasar kepemimpinan, menumbuhkan semangat berorganisasi, serta mempererat solidaritas antaranggota.

    Mengusung konsep pelatihan kepemimpinan kolaboratif dan kreatif, LDK 2025 menghadirkan tiga pemateri utama yang merupakan akademisi dan praktisi kepemimpinan dari lingkungan UPY:

    • Oktana Wahyu Perdana, M.Pd. membawakan materi bertema Branding Organisasi, menekankan pentingnya citra positif dan daya saing organisasi di tengah masyarakat.
    • Fajar Rahmad S., M.Pd. menyampaikan materi Motivasi Organisasi, memberikan dorongan kepada mahasiswa untuk mengelola potensi diri dalam menggerakkan roda organisasi.
    • Supri Hartanto, M.Pd. membahas Prompt Engineering Organisasi sebagai pendekatan baru untuk membangun kreativitas dan inovasi kepemimpinan di era digital.

    Selain sesi materi, kegiatan juga dilengkapi dengan outbond, permainan kelompok, serta simulasi kepemimpinan yang dirancang untuk mengembangkan kemampuan kerja sama tim, komunikasi efektif, dan pemecahan masalah.

    Ketua panitia pelaksana, Faris, dalam keterangannya menyampaikan bahwa LDK ini menjadi fondasi penting bagi mahasiswa HMP PPKn untuk membangun karakter kepemimpinan yang kuat, tangguh, dan profesional.

    “LDK ini bukan hanya tentang membentuk pemimpin organisasi, tetapi juga mempererat ikatan emosional antaranggota agar tercipta sinergi yang solid dalam menjalankan program kerja ke depan,” ujarnya.

    Pelaksanaan LDK turut didukung oleh para demisioner HMP PPKn UPY periode 2024/2025, yakni Firli Afriyeni (Ketua HMP 2024/2025), Nadia Sekar Ning Tiyas, Novia Martin, Fransiskus Frengki Nawa, dan Diyan Gunadi, yang berperan sebagai pendamping kegiatan dinamika kelompok.

    Kegiatan berlangsung intensif selama dua hari, dimulai sejak pagi hingga malam hari, dalam suasana penuh semangat dan antusiasme dari para peserta. Lingkungan alam Plosokuning yang tenang dan asri turut menunjang suasana pembelajaran luar ruang yang efektif.

    Dengan terselenggaranya LDK 2025 ini, HMP PPKn UPY menargetkan lahirnya kader-kader mahasiswa yang tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga siap menjadi pemimpin masa depan yang berintegritas, inovatif, dan mampu membawa nama baik Prodi PPKn UPY ke tingkat nasional maupun internasional.