Mahasiswa Program Studi Pendidikan Vokasi Teknik Otomotif (PVTO) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) turut ambil bagian dalam memeriahkan kegiatan Sosialisasi Program Internasional UPY yang diselenggarakan hari ini di Auditorium UPY. Acara ini dihadiri oleh para Guru Bimbingan Konseling (BK) dari seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) serta anggota Asosiasi Profesi Konselor Sekolah (APKS) PGRI.
Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa PVTO menampilkan gokart listrik hasil karya inovatif mereka. Keberadaan kendaraan listrik ini menjadi sorotan dan daya tarik tersendiri bagi para peserta sosialisasi. Gokart tersebut merupakan representasi nyata dari kompetensi dan keahlian mahasiswa PVTO dalam menciptakan teknologi otomotif yang berwawasan lingkungan.
Para mahasiswa secara antusias memaparkan proses perancangan, spesifikasi teknis, hingga keunggulan ramah lingkungan dari gokart listrik yang mereka ciptakan. Karya ini menunjukkan bahwa mahasiswa PVTO tidak hanya dibekali dengan keterampilan praktis, tetapi juga didorong untuk berinovasi dan mengikuti perkembangan teknologi global.
Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan informasi menyeluruh terkait Program Internasional UPY, termasuk jalur dan alur pendaftaran, persyaratan, serta peluang studi global yang ditawarkan. Selain sesi pemaparan, acara juga diramaikan dengan berbagai doorprize menarik bagi para peserta.
Kehadiran mahasiswa PVTO dengan karya unggulannya ini menjadi momen penting dalam memperkuat citra program studi di mata para guru BK. Sebagai pihak yang memiliki peran strategis dalam mengarahkan pilihan studi siswa, para guru mendapatkan gambaran langsung mengenai kualitas dan potensi yang dimiliki oleh mahasiswa PVTO UPY.
Melalui kegiatan ini, UPY berharap dapat memperluas wawasan para pendidik tentang peluang pendidikan bertaraf internasional di lingkungan kampus, sekaligus menginspirasi calon mahasiswa untuk mengembangkan diri di bidang teknik otomotif yang inovatif dan berkelanjutan.
Dio Saputra, mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) angkatan 2023, berhasil mengukir prestasi membanggakan di tingkat nasional dengan meraih juara kedua dalam ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pencak Silat Sangiran Championship 2025 yang digelar pada 29 Mei 2025 di GOR Diponegoro, Sragen, Jawa Tengah.
Sangiran Championship merupakan salah satu kompetisi bergengsi dalam dunia pencak silat Indonesia, yang mempertemukan para pesilat muda terbaik dari berbagai daerah. Kejuaraan ini mempertandingkan dua kategori utama: tanding dan seni, dengan partisipasi ratusan atlet dari berbagai perguruan dan perguruan tinggi.
Dio Saputra menunjukkan performa luar biasa sejak awal kejuaraan. Berbekal pengalaman dan latihan panjang dalam dunia pencak silat, Dio tampil konsisten dengan teknik dan strategi yang matang, sehingga mampu menembus babak final dan meraih posisi kedua secara nasional. Meskipun belum menjadi juara pertama, capaian ini merupakan hasil dari kerja keras, disiplin, dan dedikasi tinggi Dio dalam mengembangkan potensi dirinya.
“Prestasi ini menjadi kebanggaan tidak hanya bagi saya pribadi, tapi juga untuk keluarga besar UPY. Semoga bisa menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus mengejar prestasi, baik akademik maupun non-akademik,” ujar Dio Saputra.
Dengan pencapaiannya ini, Dio tidak hanya membawa nama baik almamater, tetapi juga menunjukkan semangat generasi muda dalam melestarikan budaya bangsa melalui olahraga tradisional pencak silat. Pihak kampus menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap mahasiswa yang terus berkontribusi melalui bidang yang mereka minati.
UPY berkomitmen untuk terus mencetak mahasiswa berprestasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga aktif dalam kegiatan kemahasiswaan dan pelestarian budaya bangsa.
Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas PGRI Yogyakarta (HMP Akuntansi UPY) kembali menyelenggarakan ajang tahunan Accounting Competition yang kini memasuki tahun ketiganya. Mengusung tema “Accounting Challenge: Unlocking Financial Puzzles”, kompetisi ini bertujuan mengasah kemampuan akademik serta nalar kritis siswa-siswi tingkat SMA/SMK/MA sederajat dari berbagai daerah di Indonesia dalam bidang akuntansi.
Kompetisi yang terbagi dalam dua tahap—online dan offline—ini berlangsung dari tanggal 19 hingga 26 April 2025. Sebanyak 8 tim dari sekolah-sekolah di berbagai wilayah ambil bagian, yakni:
SMK N 1 Tempel
SMK N 1 Pengasih
SMA N 1 Banguntapan
SMA Regina Pacis Surakarta
Smekaraja Accounting Team
SMK N 1 Samigaluh
SMK Maarif Sleman
SMK YPKK 2 Sleman
Babak online yang digelar pada 19 April 2025 melalui Zoom diikuti dengan antusiasme tinggi. Lima tim terbaik berhasil lolos ke babak final dan diundang ke tahap offline yang dilaksanakan secara langsung pada 26 April 2025 di Auditorium Kampus 1 Universitas PGRI Yogyakarta.
Tahapan offline kompetisi terbagi menjadi tiga babak utama:
Babak Penyisihan: Tes tulis akuntansi dasar dan menengah.
Babak Semifinal: Kuis interaktif dengan sistem tombol bel dan studi kasus.
Babak Final: Presentasi analisis studi kasus di hadapan dewan juri.
Tiga dewan juri yang menilai jalannya babak final adalah:
Pebrianti Pawestri, S.E., M.E. – Tentor Bimbingan Belajar Rose Dream
Setelah penilaian intensif, tiga tim terbaik diumumkan sebagai pemenang:
Juara 1: SMK N 1 Pengasih
Juara 2: SMA Regina Pacis Surakarta
Juara 3: SMK N 1 Tempel
Para pemenang berhak atas piala, sertifikat penghargaan, dan uang pembinaan.
“Kegiatan ini bukan hanya ajang perlombaan, tetapi juga wadah mempererat tali silaturahmi antar pelajar dari berbagai daerah sekaligus mengenalkan dunia akuntansi secara lebih mendalam dan menyenangkan,” ujar Ketua Panitia.
Dengan keberhasilan penyelenggaraan tahun ini, HMP Akuntansi UPY berharap dapat terus menginspirasi generasi muda untuk menekuni bidang akuntansi serta membentuk karakter unggul dan kompetitif di tingkat nasional.
Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) sukses menggelar UPY Fun Run 5K, sebuah ajang lari santai yang terbuka untuk masyarakat umum dan pelajar, bertempat di Kampus 1 UPY. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja kolaboratif antar Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) di Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UPY.
Ajang yang berlangsung pada Minggu, 4 Mei 2025 ini bertujuan untuk meningkatkan semangat sportivitas, membangun kebersamaan antarmahasiswa, serta mempererat hubungan dengan masyarakat sekitar. Rute lari sejauh lima kilometer ini melibatkan berbagai lapisan peserta dari pelajar hingga masyarakat umum, yang antusias mengikuti kegiatan sejak pagi hari.
Wakil Dekan III FST, R. Hafid Hardiyanto, M.Pd, menyampaikan bahwa acara berjalan dengan lancar sesuai rencana, mulai dari registrasi peserta, pemanasan bersama, hingga sesi hiburan dan pembagian doorprize.
“Melihat antusiasme peserta dan dukungan dari berbagai pihak, kami berharap UPY Fun Run ini bisa menjadi agenda tahunan kampus yang tidak hanya mempromosikan gaya hidup sehat, tetapi juga memperkuat jejaring sosial di lingkungan UPY dan sekitarnya,” ujarnya.
Acara ini menjadi bukti nyata semangat kolaboratif mahasiswa UPY dalam menghidupkan kegiatan positif di lingkungan kampus, sekaligus menunjukkan peran aktif kampus dalam mengedukasi masyarakat melalui pendekatan yang menyenangkan dan inklusif.
YOGYAKARTA – Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) menggelar Seminar Kesehatan Nasional dan Donor Darah pada Kamis, 15 Mei 2025, bertempat di Auditorium UPY. Acara ini terlaksana berkat kerja sama antara BEM KM UPY, Dinas Kesehatan (DINKES), dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bantul.
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dan dosen UPY, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Seminar ini menjadi gebrakan baru yang pertama kalinya diselenggarakan di UPY dengan fokus utama pada isu kesehatan.
“Ini merupakan kegiatan perdana di Universitas PGRI Yogyakarta yang secara khusus membahas isu kesehatan. Sebuah langkah penting yang patut diapresiasi,” ungkap salah satu dosen yang hadir.
Pelaksanaan acara didasari oleh keprihatinan terhadap gaya hidup mahasiswa yang dinilai belum mencerminkan kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat. Selain itu, tingkat partisipasi mahasiswa sebagai pendonor darah masih tergolong rendah di Indonesia.
Acara berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Seminar menghadirkan pembicara-pembicara kompeten di bidang kesehatan, sementara kegiatan donor darah dilaksanakan secara bersamaan di lokasi acara. Para peserta terlihat aktif mengikuti sesi demi sesi dengan semangat yang tinggi.
Harapannya, melalui kegiatan ini, mahasiswa dan peserta lainnya dapat lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan serta mulai menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, diharapkan mereka juga terdorong menjadi pendonor darah aktif sebagai bentuk kontribusi nyata bagi sesama.
“Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi awal dari gerakan sadar kesehatan di kalangan mahasiswa. Semoga para peserta dapat menerapkan ilmu yang didapat dan terus peduli terhadap kesehatan pribadi maupun lingkungan,” ujar Wida, Ketua BEM KM UPY.
Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi (HMP Akuntansi), Fakultas Bisnis dan Hukum, Universitas PGRI Yogyakarta, telah sukses menyelenggarakan kegiatan futsal antar pengurus dan anggota pada Sabtu, 12 April 2025. Bertempat di Dolano Futsal, acara ini mendapat sambutan antusias dari seluruh peserta dan menjadi ajang kebersamaan yang hangat di tengah padatnya rutinitas akademik dan organisasi.
Kegiatan ini dirancang sebagai sarana interaksi santai dan informal yang melibatkan seluruh elemen dalam himpunan. Tujuannya adalah mempererat hubungan antar pengurus dan anggota, serta meningkatkan kerjasama, komunikasi, dan kekompakan tim yang merupakan nilai-nilai penting dalam menjalankan roda organisasi mahasiswa.
Semangat sportivitas yang tampak selama pertandingan mencerminkan prinsip kebersamaan dan solidaritas yang menjadi fondasi utama kegiatan kemahasiswaan. “Lebih dari sekadar olahraga, futsal menjadi wadah untuk memperkuat chemistry antartim, sekaligus melatih strategi dan kepemimpinan dalam situasi kompetitif namun menyenangkan,” ujar salah satu panitia pelaksana.
Tak hanya itu, kegiatan ini juga berperan sebagai ajang refreshing yang penting di tengah tekanan perkuliahan dan tanggung jawab organisasi. Momen seperti ini diharapkan dapat menjaga keseimbangan mental dan fisik mahasiswa, sekaligus mempromosikan gaya hidup sehat dan aktif.
HMP Akuntansi berharap kegiatan futsal ini dapat menjadi agenda rutin yang memberikan dampak positif secara menyeluruh, baik dalam aspek kesehatan, solidaritas, maupun keberlanjutan kinerja organisasi.
Halo, teman-teman mahasiswa! Saat berada di kampus, kita pasti bertemu dengan berbagai jenis orang. Ada yang serius banget sama kuliah, ada yang lebih suka ngelamun di kantin, dan ada juga yang sibuk di organisasi. Ternyata, berdasarkan cara mereka menjalani kehidupan kampus, mahasiswa bisa dibagi menjadi dua tipe besar: akademik dan non-akademik. Kamu termasuk yang mana?
Yuk, kita cari tahu!
Mahasiswa Tipe Akademik: Si Cinta Buku
Mahasiswa tipe akademik adalah mereka yang menganggap kuliah adalah misi utama mereka di dunia ini. Bagi mereka, skripsi adalah semacam tiket emas yang harus diselesaikan dengan sempurna. Jadwal kuliah, ujian, tugas, dan segala hal yang berhubungan dengan akademik adalah “main course” dalam hidup mereka.
Contoh di Kampus:
Setiap kali ada dosen datang, mereka selalu di barisan depan dengan notebook dan pulpen yang siap pakai. Kalau ada quiz dadakan, mereka sudah siap dengan bahan bacaan yang entah dari mana mereka dapatkan (dan pastinya bukan dari Wikipedia).
Mereka adalah orang yang selalu terlihat di ruang perpustakaan, di depan komputer, atau di grup WhatsApp kelas. Kalau ada yang tanya “Eh, tugasnya gimana?”, mereka pasti udah siap jawab, “Tugasnya? Udah selesai tadi malam.”
Laporan, makalah, dan ujian? No problem. Mereka menghadapi semua itu dengan senyum di wajah, seperti seseorang yang siap menaklukkan dunia.
Tapi jangan salah, meskipun kelihatan serius banget, mahasiswa tipe akademik juga punya sisi humor. Coba deh tanya mereka soal deadline, mereka bisa tertawa sambil bilang, “Bahkan deadline aja nggak bisa mengalahkan tekad aku!”
Mahasiswa Tipe Non-Akademik: Si Penguasa Organisasi
Di sisi lain, ada mahasiswa tipe non-akademik yang lebih tertarik menghabiskan waktunya di luar kelas daripada duduk berjam-jam di ruang kuliah. Mereka adalah para pengurus organisasi, anggota klub, atau sekadar orang yang selalu ada di acara kampus. Kuliah adalah bagian dari hidup mereka, tetapi bukan segalanya.
Contoh di Kampus:
Mereka adalah orang yang selalu muncul di setiap acara kampus. Mulai dari seminar, konser, hingga acara bazar. Kalau ada acara, mereka pasti terlibat—baik jadi panitia, pengisi acara, atau bahkan sekadar jadi penonton yang tidak pernah ketinggalan.
Tugas kuliah? Oh, mereka juga menyelesaikan, tapi biasanya di waktu-waktu terakhir, sambil menyelipkan sedikit kegiatan organisasi di sela-sela pekerjaan rumah. “Kalau bisa multitasking, kenapa enggak?”
Mereka juga dikenal dengan kemampuan luar biasa dalam bernegosiasi, baik dalam hal mencari sponsor untuk acara atau meminta teman sekelas untuk menunda pengumpulan tugas sampai dua hari lagi.
Meskipun nggak selalu terjun ke dunia akademik, mahasiswa tipe non-akademik punya kreativitas yang nggak kalah hebatnya. Mereka bisa bikin acara keren dengan anggaran yang pas-pasan, dan kalau ditanya soal laporan, mereka akan menjawab, “Yang penting ide kreatif saya jalan, nanti tugas bisa dikerjain malam minggu.”
Akademik vs Non-Akademik: Siapa yang Lebih Hebat?
Banyak orang suka berdebat, mana yang lebih penting, akademik atau non-akademik? Jawabannya, keduanya punya peran yang sama penting!
Mahasiswa akademik memberikan kontribusi besar untuk dunia pendidikan dengan menyelesaikan tugas dan penelitian, sedangkan mahasiswa non-akademik memberikan warna dan kegembiraan di kampus dengan berbagai acara dan organisasi.
Akademik tanpa organisasi bisa terasa kering, sementara organisasi tanpa akademik bisa kehilangan arah. Jadi, keduanya saling melengkapi!
Kesimpulan: Jangan Terjebak di Stereotip
Jadi, jangan khawatir kalau kamu merasa tidak cocok sepenuhnya dengan tipe akademik atau non-akademik. Sebagai mahasiswa, kita bisa menyeimbangkan keduanya. Terkadang, kita butuh buku untuk ujian, dan di lain waktu kita butuh berorganisasi untuk memperluas jaringan. Yang terpenting adalah menikmati setiap pengalaman dan tidak lupa untuk selalu memiliki waktu untuk diri sendiri.
Dan yang pasti, jangan lupa, kampus bukan hanya tempat belajar, tapi juga tempat bersenang-senang. Jadi, apakah kamu lebih sering di ruang kelas atau ruang organisasi, yang penting tetap semangat dan jangan pernah kehilangan humor!
Periode kuliah dan berstatus sebagai mahasiswa, jadi momen yang dioptimalkan Ishma Aulya Warliani. Mahasiswi prodi ManajemenUniversitas PGRI Yogyakarta (UPY) angkatan 2021 ini, banyak mengeksplorasi diri dengan berbagai organisasi, kegiatan, hingga bekerja.
Perempuan kelahiran Bantul ini, selain kuliah juga bekerja di sebuah perusahaan digital marketing di daerah Sleman. Ia sendiri bekerja sejak tahun 2020 silam. “Kebetulan bulan ini kontrakku udah habis dan alhmdulillah aku lolos di KAI sebagai pramugari,”katanya.
Diakui, kesempatan untuk bekerja di KAI akan ia ambil sembari menyelesaikan tugas akhirnya. “Kebetulan aku tinggal skripsi dan saat ini juga masih nunggu info penempatan. Jadi aku akan kebut skripsinya,”jelasnya.
Selain memiliki beberapa pengalaman kerja, Ishma juga masih aktif di Duta Budaya DIY. Ia sendiri diamanahi sebagai runner up 3. Selain itu juga masih aktif di dunia modelling sebagai muse, hingga talent.
Perempuan yang bercita-cita menjadi pengusaha ini memaparkan, dalam konteks individu, ia juga telah menorehkan berbagai prestasi. Baik di konteks akademik maupun non-akademik.
Beberapa capaiannya di bidang akademik meliputi, menjadi mahasiwa program pembinaan wirausaha dari kemendikbudristek, Runner Up 3 Duta Budaya DIY 2025. “Sementara di dunia kerja saya meraih Best Customer Service 2022, dan Best Leader 2023 juga 2024,” ulasnya.
Di luar ragam kesibukan dan pencapaian itu, ia juga masih berusaha konsisten menekuni hobinya. Diakui, hobi dan kegiatan lain yang ia jalani sekarang adalah sebagai make-up artist (MUA). Ia suka dengan dunia kecantikan, akhirnya otodidak belajar make-up dan membuat usaha jasa make-up.
“Aku juga suka masak, aku mulai buka katering kecil-kecilan. Selain itu aku hobi menyanyi dan menari, aku gunakan itu di kegiatan budayaku,” tandasnya.
Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (HMP PGSD) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) sukses menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Membangun Sistem Pendidikan yang Inklusif dan Berkarakter Pancasila untuk Generasi Masa Depan” pada Kamis, 13 Maret 2025 di Auditorium Kampus 1 UPY.
Acara ini dihadiri oleh lebih dari 600 peserta yang terdiri dari dosen, mahasiswa PGSD, serta akademisi pendidikan dari berbagai daerah di Indonesia. Seminar ini juga mencakup sesi call for papers yang turut memperkaya diskusi akademik tentang pendidikan dasar di Indonesia.
Sejumlah narasumber terkemuka di bidang pendidikan dasar turut hadir dan berbagi wawasan, antara lain:
Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.Si. – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah
Dr. Bayu Pamungkas, S.Pd., M.Pd. – Dosen Universitas Negeri Yogyakarta
Dr. Ari Wibowo, M.Pd. – Dosen Universitas PGRI Yogyakarta
Dr. Dhiniaty Gularso, S.Si., M.Pd. – Dosen Universitas PGRI Yogyakarta
Para narasumber menekankan pentingnya membangun sistem pendidikan yang tidak hanya inklusif, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai Pancasila guna mencetak generasi bangsa yang tangguh, cerdas, dan berkarakter.
Dalam sambutannya, Via Naila Putri selaku Ketua Panitia menyampaikan, “Seminar ini bertujuan untuk memberikan gambaran kepada mahasiswa tentang bagaimana membangun sistem pendidikan yang inklusif dan berkarakter Pancasila untuk generasi masa depan. Kami berharap melalui kegiatan ini, para peserta dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai peran pendidikan inklusif dan nilai-nilai kebangsaan dalam proses pembelajaran.”
Senada dengan itu, Dr. Danuri, M.Pd., selaku Ketua Program Studi PGSD UPY, juga menegaskan bahwa seminar ini tidak hanya menyasar mahasiswa, namun juga menjadi ruang dialog untuk dosen, praktisi, dan masyarakat umum dalam memahami pentingnya penerapan pendidikan inklusif dan berkarakter Pancasila di seluruh jenjang pendidikan.
Kegiatan ini semakin semarak dengan sesi diskusi dan tanya jawab interaktif. Antusiasme peserta terlihat jelas dari beragam pertanyaan serta gagasan inovatif yang muncul selama sesi berlangsung.
Melalui penyelenggaraan seminar nasional ini, HMP PGSD UPY menunjukkan komitmennya dalam menciptakan ruang akademik yang mendukung pertukaran ilmu dan gagasan demi kemajuan pendidikan nasional. Harapannya, kegiatan serupa akan terus menjadi bagian dari kontribusi nyata mahasiswa dalam membangun masa depan pendidikan Indonesia yang lebih baik.
Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Program Studi Manajemen dalam ajang pemilihan Duta Budaya DIY. Tiga mahasiswa berbakat berhasil membawa pulang gelar juara dan penghargaan dalam kompetisi bergengsi ini, menambah daftar prestasi non-akademik yang diraih oleh mahasiswa Manajemen.
Rizki Febrian, mahasiswa angkatan 2022, berhasil meraih gelar Runner Up 1 setelah menunjukkan wawasan luas mengenai kebudayaan serta keterampilan komunikasi yang luar biasa. Sementara itu, Ishma Aulya dari angkatan 2021 juga menunjukkan prestasi gemilang dengan memperoleh gelar Runner Up 3, membuktikan dedikasi dan kecintaannya terhadap budaya daerah.
Tak hanya itu, Dwi Santosa turut mencetak prestasi dengan memenangkan penghargaan Best Video Profile, menampilkan kreativitas dalam memperkenalkan budaya DIY melalui media digital yang inspiratif dan informatif.
Keikutsertaan mahasiswa Manajemen dalam ajang ini menunjukkan bahwa prestasi mahasiswa tidak hanya terbatas pada bidang akademik, tetapi juga berkembang di ranah non-akademik. Dosen serta civitas akademika Program Studi Manajemen turut mengapresiasi keberhasilan ini dan berharap prestasi serupa dapat terus diraih di masa mendatang.
Ajang Pemilihan Duta Budaya DIY sendiri merupakan kompetisi yang bertujuan untuk melestarikan dan mempromosikan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat luas. Dengan keberhasilan ini, mahasiswa Manajemen semakin membuktikan bahwa mereka tidak hanya unggul dalam bidang akademik tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap budaya lokal.
Selamat kepada para mahasiswa berprestasi! Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan berkontribusi dalam berbagai bidang.