Di penghujung tahun 2024, UKM Taekwondo Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali membuat gebrakan dengan menggelar Kejuaraan 3rd UPY National Taekwondo Championship 2024. Dengan tema “Berprestasi dan Berakhlak Mulia Dimulai Dari Generasi Emas”, kejuaraan yang berlangsung pada 13-15 Desember 2024 ini sukses diselenggarakan di Auditorium Kampus UPY, Yogyakarta.
Lebih dari 300 atlet dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga mahasiswa, turut berpartisipasi dalam kompetisi yang melibatkan dua cabang utama, yaitu Kyorugi dan Poomsae, dengan kategori kelas ICTU A, B, C, D, serta Junior dan Senior. Kejuaraan ini bukan hanya tentang meraih medali, tetapi juga tentang menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas, prestasi, dan akhlak mulia dalam berkompetisi.
Kejuaraan ini menjadi kelanjutan dari keberhasilan dua ajang sebelumnya, UPY 1st dan UPY 2nd, yang juga berjalan dengan lancar dan sukses. Namun, dengan semangat baru, Kejuaraan 3rd UPY National Taekwondo Championship kali ini semakin membuktikan komitmen UPY untuk memajukan dunia taekwondo, serta menciptakan generasi muda yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan luhur.
“Keberhasilan acara ini adalah hasil kerjasama luar biasa dari berbagai pihak, mulai dari pihak kampus, pelatih, hingga seluruh atlet yang ikut berkompetisi. Kami sangat bersyukur acara ini berjalan dengan sukses dan lancar,” ujar Navira Windyana, Ketua Panitia Kejuaraan. “Harapan kami adalah agar kegiatan seperti ini terus mendapat dukungan dari seluruh pihak, dan semoga ke depan, kejuaraan ini bisa terus berkembang dan menjadi ajang yang semakin dikenal oleh atlet taekwondo di seluruh Indonesia.”ujarnya.
Dengan terlaksananya Kejuaraan 3rd UPY National Taekwondo Championship ini, UPY berharap dapat terus memberikan kontribusi positif dalam dunia olahraga Indonesia, serta menginspirasi para atlet muda untuk terus berprestasi dan menjaga akhlak yang mulia. Ke depan, UKM Taekwondo UPY juga berharap kegiatan ini bisa menjadi momentum untuk memajukan olahraga taekwondo dan mencetak atlet-atlet berprestasi yang tidak hanya unggul di bidang olahraga, tetapi juga di kehidupan sehari-hari.
Himpunan Mahasiswa Program Studi Gizi Universitas PGRI Yogyakarta menyelenggarakan festival dengan Tema “Nutrition and Culinary Festival 2025” dalam merayakan semarak Hari Gizi Nasional yang ke-65 Tahun. Nutrition and Culinary Festival merupakan serangkaian acara yang berisi Lomba Poster, Karya Tulis Ilmiah dan Cipta Resep.
Nutrition and Culinary Festival dilaksanakan mulai tanggal 6 Januari 2025 hingga Ceremony kegiatan pada tanggal 5 Februari 2025. Nutrition and Culinary Festival mengusung tema “Penerapan Gizi Seimbang Berbasis Pangan Lokal Sebagai Pencegahan Stunting”.
Acara ini merupakan bentuk keikutsertaan dalam memeriahkan Hari Gizi Nasional sekaligus bentuk edukasi penerapan gizi seimbang berbasis pangan lokal untuk pencegahan stunting.
Nutrition and Culinary Festival juga melibatkan berbagai kegiatan edukatif dan kompetitif sebagai platform untuk menyebarluaskan informasi tentang gizi, penyampaian informasi dan pesan tentang pentingnya gizi seimbang dikemas melalui lomba media visual dan audiovisual yang diramaikan dengan total lebih dari 100 tim dari seluruh Indonesia, diantaranya adalah beberapa Perguruan Tinggi Negeri yaitu Universitas Gadjah Mada, Universitas Udayana, Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, Universitas Sebelas Maret dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Selain itu, SMA/SMK/MA/Sederajat turut memeriahkan Nutrition and Culinary Festival 2025, diantaranya SMA N 7 Denpasar, SMA N 1 Yogyakarta, SMK Kesehatan Binatama, SMA N 1 Ngadirojo, SMA N 15 Bandung, SMA N 2 Semarang dan SMA N 3 Batam.
Nutrition and Culinary Festival diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peserta karena memberikan kesempatan menyalurkan ide-ide mereka secara kreatif dan inovatif, serta kepada masyarakat sekaligus memeriahkan semarak Hari Gizi Nasional yang ke-65 Tahun.
Kebanggaan meliputi hati civitas Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) setelah para mahasiswa berhasil meraih prestasi gemilang dalam ajang Duta Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 2025. Tidak hanya menunjukkan kemampuan akademik, namun para mahasiswa UPY juga sukses menunjukkan kecintaan mereka terhadap budaya Indonesia yang kental, sekaligus membawa nama kampus semakin bersinar.
Berikut adalah mahasiswa UPY yang meraih prestasi luar biasa dalam ajang tersebut:
Best Video Profil: M. Dwi Santoso (Program Studi Manajemen)
Runner Up I: Rizky Febrian (Program Studi Manajemen)
Runner Up III: Ishma Aulya Warliani (Program Studi Manajemen)
Runner Up IV: Danang Pranawa (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia)
Prestasi yang diraih ini adalah hasil kerja keras, kreativitas, dan semangat tinggi para mahasiswa untuk terus berkontribusi dalam melestarikan budaya dan tradisi bangsa. Kompetisi ini tidak hanya menguji pengetahuan mereka tentang budaya, tetapi juga kemampuan untuk mengomunikasikan nilai-nilai tersebut dengan cara yang inspiratif dan menarik.
Wakil Rektor lll UPY bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama, Dr. Septian Aji Permana, M.Pd, mengungkapkan rasa bangganya, “Kami sangat bahagia dan bangga atas pencapaian yang diraih oleh para mahasiswa ini. Ini membuktikan bahwa mahasiswa UPY tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga mampu menggali dan menjaga kekayaan budaya Indonesia. Kami berharap pencapaian ini bisa menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkreasi dan berkarya.”
Selamat kepada para pemenang dan terima kasih atas usaha kerasnya yang telah membawa UPY semakin bersinar. Semoga prestasi ini terus mendorong semangat untuk terus menginspirasi banyak orang dan melestarikan budaya Indonesia yang kita cintai.
Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (HMP PGSD) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) dengan bangga telah menggelar acara tahunan yang penuh semangat, yaitu Pameran Cipta Karsa Mahasiswa 2024. Acara yang diadakan pada Rabu, 25 Desember 2024, di Kampus UPY Unit 4 ini mengangkat tema “Menciptakan Pembelajaran Bermakna dengan Media Pembelajaran yang Aplikatif”, yang berfokus pada pengembangan media pembelajaran kreatif dan inovatif.
Acara yang dipimpin oleh Ketua HMP PGSD, Rahma Setya Bekti, ini diikuti oleh lebih dari 70 karya luar biasa dari mahasiswa UPY, serta peserta dari universitas lain. Mahasiswa dari angkatan 2023 PGSD dan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) UPY turut berpartisipasi, bersama dengan mahasiswa umum dari berbagai universitas yang membawa ide-ide segar mereka dalam dunia pendidikan.
Wakil Dekan 3 FKIP UPY, Eko Perianto, M.Si., membuka acara secara resmi dengan memberikan sambutan penuh inspirasi. Ia menyampaikan apresiasi atas semangat mahasiswa dalam menciptakan media pembelajaran yang bermanfaat. “Kreativitas adalah kunci untuk mendukung proses belajar yang lebih efektif dan menyenangkan. Semoga karya-karya yang dihasilkan mahasiswa UPY dapat menginspirasi pendidikan Indonesia,” ujar Eko Perianto dalam sambutannya.
Sementara itu, Dr. Danuri, S.Pd.Si, M.Pd., Ketua Program Studi PGSD UPY, juga menekankan betapa pentingnya kegiatan ini untuk membuka ruang ekspresi dan ide kreatif mahasiswa dalam bidang pendidikan. “Acara ini tidak hanya memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan mereka, tetapi juga untuk menciptakan media pembelajaran yang dapat membantu menjawab tantangan pendidikan masa kini,” jelas Dr. Danuri.
Karya-karya yang ditampilkan dalam pameran ini sangat beragam, mulai dari media pembelajaran konkret seperti diorama, papan spiner, hingga pop up book, hingga media digital seperti game edukatif, infografis, dan video. Semua karya tersebut mendapat perhatian penuh dari para juri yang terdiri dari Dr. Zela Septikasari, M.Sc., M.Pd., Mahilda Dea Komalasari, M.Pd., Heru Purnomo M.Pd, Chandra Adhi Putra, M.Pd., dan Muginah, M.Pd.. Para peserta pun menerima apresiasi dalam bentuk piagam dan piala, sebagai bentuk penghargaan atas usaha dan kreativitas mereka.
Tak hanya itu, acara ini juga menarik perhatian sejumlah sekolah yang mengunjungi pameran, di antaranya SMA PGRI, SDN Kadipiro, dan SD Muhammadiyah Tamantirto. Para guru dan siswa yang hadir sangat mengapresiasi kreativitas mahasiswa UPY dan berharap agar karya-karya tersebut dapat menginspirasi pengembangan metode pembelajaran yang lebih menarik di sekolah masing-masing.
Pameran Cipta Karsa Mahasiswa 2024 berhasil memperlihatkan potensi luar biasa yang dimiliki mahasiswa Program Studi PGSD UPY dalam menciptakan karya-karya yang mendukung dunia pendidikan yang lebih baik. Kegiatan ini tidak hanya memperkaya pengalaman mahasiswa, tetapi juga menunjukkan bahwa UPY terus berkomitmen untuk menghasilkan pendidik yang Berbudaya, Agamis, Inovatif, dan Kreatif.
Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) dengan penuh sukacita menyambut kedatangan mahasiswa SEA-Teacher Inbound tahun 2025 dalam acara Welcoming Party yang diadakan di Ruang Multimedia Gedung A Lt.3 pada Jumat, 7 Februari 2025. Acara ini dihadiri oleh Rektor UPY, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., Wakil Rektor III, Dr. Septian Aji Permana, M.Pd., dan Ketua Yayasan PGRI Universitas Yogyakarta, Drs. John Sabari, M.Si., yang semuanya sangat mendukung kegiatan ini.
Tiga mahasiswa yang datang jauh dari Mariano Marcos State University, Filipina, yaitu Jazriel Blaire G. Badua, Ramil Olivete Umoso, dan Monique G. Tagaban, memulai perjalanan mereka di Indonesia sebagai bagian dari The 10th Batch of SEA-Teacher Students. Mereka akan berpartisipasi dalam program SEA-Teacher Project, sebuah inisiatif internasional yang digagas oleh The Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO), untuk memperkaya pengalaman mereka dalam mengajar di luar negeri serta bertukar budaya dengan sesama mahasiswa dari berbagai negara.
“Kami sangat senang bisa kembali menyelenggarakan program SEA-Teacher setelah terakhir diadakan pada tahun 2019,” ujar Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., Rektor UPY, dalam sambutannya. “Program ini bukan hanya tentang berbagi pengetahuan pendidikan, tetapi juga tentang membangun persahabatan antar negara, serta menciptakan pengalaman berharga yang akan menginspirasi para pendidik masa depan.”
Tahun ini, UPY bekerja sama dengan sekolah Mutiara Persada dalam program ini, yang memungkinkan para peserta untuk merasakan langsung bagaimana sistem pendidikan di Indonesia, serta belajar dari budaya yang berbeda. Dengan semangat kebersamaan dan saling belajar, para mahasiswa SEA-Teacher berharap dapat memberikan kontribusi positif dalam dunia pendidikan.
Dalam upaya membekali calon pembina pramuka dengan keterampilan dan pengetahuan yang tepat, Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) baru-baru ini menggelar Kursus Mahir Dasar (KMD) untuk 246 mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) angkatan 2022. Kursus ini berlangsung pada 13 hingga 18 Januari 2025 di Kampus Unit 4 UPY, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
KMD ini bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih dalam tentang Gerakan Pramuka kepada para mahasiswa, serta membekali mereka dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjadi pembina pramuka yang kompeten. Selama kursus, para peserta tidak hanya mempelajari dasar-dasar kepramukaan dan teknik-teknik penting dalam pramuka, tetapi juga belajar tentang manajemen kegiatan, pengembangan karakter, serta kepemimpinan yang menjadi kunci dalam membimbing generasi muda.
Selain belajar teori, mahasiswa juga diberi kesempatan untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman dengan para pembina pramuka yang sudah berpengalaman. Interaksi ini memberikan perspektif baru dan memperkaya wawasan mereka tentang dunia pramuka. Harapannya, setelah mengikuti kursus ini, para mahasiswa bisa menjadi pembina pramuka yang handarbeni, yakni pembina yang memiliki rasa tanggung jawab dan ikatan emosional yang kuat terhadap Gerakan Pramuka.
Dengan bekal ilmu yang mereka peroleh, mahasiswa diharapkan dapat membawa dampak positif di sekolah dan komunitas mereka, serta menularkan semangat pramuka kepada generasi muda yang lebih luas. Para calon pembina ini diharapkan tidak hanya mampu mengajarkan keterampilan pramuka, tetapi juga membantu membentuk karakter, kepemimpinan, dan rasa peduli sosial pada anak-anak dan remaja di sekitar mereka.
Harapan jangka panjangnya, kursus ini akan menghasilkan pembina pramuka yang mampu berkontribusi dalam pembentukan generasi muda yang lebih berkarakter, berjiwa pemimpin, dan peduli terhadap sesama.
Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) baru saja melepas keberangkatan mahasiswa peserta program SEA-Teacher yang akan mengikuti program pertukaran pendidikan di Filipina. Acara pelepasan ini berlangsung pada 24 Januari 2025 di ruang Sidang Rektorat, dihadiri oleh Rektor UPY, Prof. Dr. Paiman, M.P., dan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama, Dr. Septian Aji Permana, M.Pd.
Program SEA-Teacher (Southeast Asian Teacher Education) merupakan peluang internasional yang memungkinkan mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman mengajar di luar negeri dan memperkaya wawasan mereka tentang pendidikan di Asia Tenggara. Tahun ini, UPY mengirimkan mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) untuk mengikuti program ini di Filipina.
Dalam sambutannya, Rektor UPY, Prof. Dr. Paiman, menyampaikan pesan semangat kepada para peserta. “Ini adalah kesempatan yang sangat berharga untuk berkembang, belajar hal baru, dan membangun hubungan internasional. Kami berharap kalian tidak hanya mendapatkan pengalaman mengajar, tetapi juga memperluas pandangan kalian tentang dunia pendidikan global,” ujarnya.
Wakil Rektor III, Dr. Septian Aji Permana, juga menekankan pentingnya pengalaman internasional bagi para mahasiswa. “Melalui program ini, kalian tidak hanya akan belajar dari negara lain, tetapi juga berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan teman-teman dari berbagai negara. Ini adalah kesempatan luar biasa untuk saling menginspirasi,” katanya.
Acara pelepasan juga dihadiri oleh perwakilan dosen dari PGSD, yang turut memberikan dukungan penuh untuk keberangkatan mereka. Dengan semangat dan antusiasme tinggi, mahasiswa UPY siap memulai perjalanan mereka dan membawa pulang pengalaman berharga yang akan mendukung perjalanan karier mereka di masa depan.
Program SEA-Teacher ini adalah bagian dari upaya UPY untuk terus membuka peluang bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan global di dunia pendidikan. Diharapkan para peserta tidak hanya memperoleh pengalaman berharga, tetapi juga dapat berkontribusi pada kemajuan pendidikan di Indonesia ketika kembali ke tanah air.
Universitas PGRI Yogyakarta baru-baru ini sukses menyelenggarakan Seminar Kewirausahaan & Expo yang bertujuan untuk menggali semangat wirausaha di kalangan mahasiswa. Acara yang berlangsung pada Desember 2024 lalu, di Auditorium Universitas PGRI Yogyakarta ini yang mengusung tema “Peran Wirausaha dalam Mewujudkan SDGs,” yang mengajak mahasiswa untuk melihat lebih dalam bagaimana kewirausahaan dapat mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
Acara ini juga menjadi ajang bagi mahasiswa semester 5 Prodi Akuntansi untuk belajar langsung bagaimana merancang dan memasarkan produk. Dalam expo yang diadakan, mereka memamerkan berbagai produk makanan dan minuman hasil karya mereka yang dibuat dalam mata kuliah Strategi Pengembangan Bisnis. Para mahasiswa tidak hanya mendapatkan ilmu teoritis, tetapi juga pengalaman praktis dalam menjalankan bisnis, termasuk cara berjualan dan berinteraksi dengan pelanggan.
Seminar ini dihadiri sekitar 165 peserta, termasuk mahasiswa dari berbagai program studi, dosen, staf universitas, hingga mahasiswa dari luar Prodi Akuntansi yang turut memeriahkan acara. Salah satu highlight dari kegiatan ini adalah kehadiran Lusi Ekawati, S.Sn, Owner Benang Lusi, yang menjadi pemateri seminar. Ibu Lusi membagikan pengalamannya dalam menjalankan bisnis, tantangan yang dihadapi, serta bagaimana mengembangkan usaha dengan penuh passion dan ketekunan. Acara ini dimoderatori oleh Zidni Husnia Fachrunnisa, S.E., M.Ak, Dosen Prodi Akuntansi Universitas PGRI Yogyakarta.
Dengan adanya seminar ini bisa memberi wawasan baru bagi mahasiswa, tidak hanya dalam aspek teori kewirausahaan, tetapi juga bagaimana cara bertahan dan berkembang dalam dunia usaha. Sehingga mahasiswa termotivasi untuk mengembangkan potensi diri dan berani mencoba.
Selain seminar, expo juga menjadi daya tarik tersendiri, di mana produk-produk yang dipamerkan menjadi bukti nyata kreativitas dan inovasi mahasiswa. Banyak pengunjung yang antusias membeli produk yang ditawarkan, mulai dari dosen, staf, hingga mahasiswa dari berbagai jurusan. Ini menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk belajar langsung tentang dinamika dunia usaha dan bagaimana cara memasarkan produk mereka ke pasar yang lebih luas.
Seminar Kewirausahaan & Expo ini bukan hanya menjadi wadah pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga menginspirasi mereka untuk lebih percaya diri dalam memasuki dunia kewirausahaan, baik itu melalui usaha kecil maupun besar. Dengan pengalaman yang didapat, diharapkan mahasiswa akan semakin siap untuk menciptakan peluang usaha dan berkontribusi pada perekonomian yang berkelanjutan.
Pada akhir pekan yang penuh semangat di bulan Oktober 2024 lalu, mahasiswa baru Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) bersama dengan pengurus Himpunan Mahasiswa PPKn (HMP PPKn) UPY menikmati pengalaman yang tak terlupakan di Hotel Wijaya 2 Kaliurang. Selama dua hari, yaitu pada 26-27 Oktober, mereka mengikuti kegiatan Kelas Karantina dan Media Ilmiah yang dirancang untuk memperkuat kemampuan akademik dan mempererat rasa kebersamaan.
Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan biasa, tetapi juga menjadi ajang untuk mahasiswa baru membekali diri dengan keterampilan penting. Di bawah bimbingan Bapak Supri Hartanto, para peserta dengan penuh perhatian mengikuti pelatihan penulisan makalah ilmiah, yang membantu mereka memahami cara menulis dengan baik dan benar sesuai dengan standar akademik.
Tak hanya itu, Kak Fajar Rahmad juga membagikan ilmunya tentang bagaimana membuat presentasi PowerPoint yang menarik dan efektif. Para mahasiswa pun sangat antusias untuk belajar dan siap mengaplikasikan keterampilan baru ini dalam menyajikan karya-karya terbaik mereka.
Namun, Kelas Karantina dan Media Ilmiah tidak hanya soal pengetahuan akademik. Panitia acara juga mengadakan kegiatan outbound yang seru dan penuh tantangan, di mana para peserta bekerja sama dengan penuh semangat. Kegiatan ini mengasah tidak hanya fisik, tetapi juga kemampuan komunikasi, kerjasama, dan semangat tim yang sangat penting.
“Serunya kebersamaan dalam perbedaan!” begitu ujar salah satu peserta yang merasa sangat terkesan dengan suasana kekeluargaan yang tercipta selama acara. Meskipun berasal dari berbagai latar belakang, mereka belajar untuk saling menghargai, bekerja sama, dan menjalin persahabatan yang erat.
Kegiatan Kelas Karantina dan Media Ilmiah kali ini memberikan banyak manfaat lebih dari sekadar ilmu. Para mahasiswa baru tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru, tetapi juga mendapatkan pengalaman berharga dalam mengembangkan diri, baik sebagai individu maupun dalam bekerja sebagai bagian dari sebuah tim. Rasa kebersamaan di antara mereka semakin kuat, dan semangat untuk terus belajar pun semakin membara.
Dengan semangat yang baru dan keterampilan yang semakin terasah, mahasiswa baru Program Studi PPKn UPY siap berkontribusi aktif dalam berbagai kegiatan akademik maupun non-akademik. Mereka siap menjadi generasi penerus yang cerdas, kreatif, dan penuh jiwa kepemimpinan.
Akhirnya, ujian selesai! Semua mahasiswa pasti merasakan kebahagiaan yang luar biasa saat libur datang, kan? Tapi, sebelum terjebak dalam rutinitas tidur berlebihan atau nonton drama Korea tanpa henti, kenapa gak coba isi waktu liburmu dengan hal-hal positif dan produktif? Santai, di sini aku kasih beberapa ide kegiatan seru yang gak cuma bermanfaat, tapi juga bisa bikin liburan kamu lebih berkesan.
1. Belajar Skill Baru (Biar Gak Cuma Bisa Skrol Instagram)
Setelah berbulan-bulan fokus sama ujian dan tugas-tugas yang bikin otak hampir meledak, liburan ini saat yang tepat buat refresh pikiran dengan belajar hal baru. Coba deh, ambil kursus online yang menarik. Bisa mulai dari belajar desain grafis, video editing, atau bahkan coding. Banyak banget platform yang ngasih kursus gratis atau murah.
Kenapa ini penting? Selain bikin CV kamu lebih keren, belajar skill baru bisa membuka peluang kerja atau freelance yang gak pernah kamu bayangin sebelumnya. Plus, siapa tahu setelah belajar coding kamu malah bisa bikin aplikasi buat curhat tentang betapa susahnya kuliah.
Kalau gak mau serius banget, belajar bikin meme atau konten TikTok juga skill yang nggak kalah penting buat zaman sekarang, kan? hehee..
2. Olahraga Ringan: Yoga atau Lari Pagi
Liburan bukan berarti waktunya cuma tidur. Cobalah olahraga ringan yang bikin tubuhmu lebih segar. Misalnya yoga atau lari pagi. Selain sehat, olahraga juga bisa bikin mood kamu lebih baik setelah ujian yang penuh tekanan. Cobalah sesekali untuk keluar rumah dan hirup udara segar.
Kenapa ini penting? Olahraga gak cuma untuk tubuh, tapi juga mental. Dan siapa tahu, kamu jadi ketemu temen-temen baru yang juga suka olahraga (atau setidaknya yang rajin olahraga selama liburan).
Kalau lari atau yoga itu terlalu berat, cobalah latihan menanggapi pesan dari dosen dengan kalimat yang santai tapi penuh makna. Mental juga perlu dilatih! 😀
3. Baca Buku atau Dengerin Podcast
Setelah lama berhadapan dengan buku kuliah yang bikin mata pedih, liburan ini saat yang tepat untuk membaca buku non-kuliah! Pilih buku yang bisa bikin kamu lebih rileks, entah itu novel fiksi, biografi orang inspiratif, atau bahkan buku yang berhubungan dengan passion kamu. Kalau kamu tipe orang yang lebih suka dengerin daripada baca, coba deh dengerin podcast seru.
Kenapa ini penting? Selain menambah pengetahuan, baca buku atau dengerin podcast bisa jadi cara efektif untuk “reset” otak kamu setelah stress belajar. Plus, banyak podcast yang lucu dan bisa bikin kamu ketawa-tawa sendiri.
Kalau baca buku atau dengerin podcast masih bikin kamu ngantuk, mungkin perlu coba metode “baca 1 halaman, tidur 10 menit”. Semua butuh latihan, kok! 😀
4. Volunteer: Jadi Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
Pernah kepikiran jadi relawan? Liburan ini bisa jadi kesempatan untuk memberi dampak positif buat orang lain. Banyak banget organisasi yang butuh bantuan, seperti mengajar anak-anak kurang mampu, membantu di panti asuhan, atau bekerja di tempat penampungan hewan. Selain memberi manfaat, kamu juga akan merasakan kepuasan batin yang luar biasa.
Kenapa ini penting? Jadi relawan bisa membuka pandangan kamu tentang dunia di luar kampus dan memberi pengalaman yang gak bisa kamu dapetin di kelas. Plus, ini juga bisa memperluas jaringan kamu, lho!
Kalau kamu bisa bantu orang lain sambil dapet pengalaman baru, siapa tahu kamu bisa jadi “pahlawan liburan” yang dianggap keren sama teman-teman.
5. Menjaga Kesehatan Mental dengan Self-Care
Liburan itu waktu yang pas untuk merawat diri. Cobalah melakukan self-care yang bikin kamu lebih relax. Bisa dengan pergi ke spa, pijat refleksi, atau cuma sekedar jalan-jalan di taman sambil menikmati secangkir kopi. Yang penting, pastikan kamu punya waktu untuk diri sendiri, jauh dari hiruk-pikuk kuliah.
Kenapa ini penting? Kesehatan mental itu sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Liburan adalah waktu yang tepat untuk recharge, biar pas kuliah kembali kamu bisa lebih fokus dan semangat.
Kalau kamu merasa stres, coba deh jalan-jalan ke taman sambil makan es krim. Gak cuma tubuh yang jadi lebih fresh, tapi mood juga ikutan naik! 😀
6. Menjadi Content Creator (Bukan Cuma Nonton, Tapi Juga Berkreasi)
Kalau kamu suka nulis, foto, atau video, liburan ini bisa jadi waktu yang tepat untuk mulai berkreasi. Buat blog, vlog, atau akun media sosial yang bisa jadi portofolio kamu ke depannya. Bisa mulai dengan hal-hal sederhana, seperti berbagi pengalaman ujian, atau hal-hal lucu selama liburan.
Kenapa ini penting? Selain bisa jadi cara untuk mengekspresikan diri, kamu juga bisa belajar banyak hal baru. Bisa jadi, siapa tahu kamu mulai dikenal sebagai content creator dan dapat tawaran endorse (siapa tahu, kan?).
Kalau videomu ternyata viral, kamu bisa dibilang “content creator sukses” meskipun cuma merekam momen lucu pas ngerjain soal ujian! 😀
7. Kunjungi Tempat Baru
Liburan itu kesempatan buat jalan-jalan ke tempat baru. Gak perlu jauh-jauh kok, cukup ke tempat wisata lokal yang belum pernah kamu datangi. Kunjungi museum, taman kota, atau bahkan tempat makan yang belum kamu coba. Siapa tahu, kamu menemukan tempat seru yang jadi favorit baru!
Kenapa ini penting? Selain menyegarkan pikiran, jalan-jalan bisa jadi cara untuk menghilangkan kejenuhan dan menemukan inspirasi baru. Jadi, jangan ragu untuk keluar rumah!
Bisa juga kamu selfie di tempat-tempat Instagramable, terus tulis caption yang bijak kayak “Mencari kedamaian di dunia yang penuh dengan ujian.” hahaa…
8. Membangun Jaringan Sosial (Networking)
Selama liburan, coba manfaatkan waktu untuk membangun relasi dengan teman-teman lama atau dosen. Ajak mereka ngobrol santai, berbagi cerita tentang karier atau passion. Ini juga kesempatan untuk memperluas jaringan, siapa tahu nanti bisa jadi peluang kerja atau kolaborasi seru.
Kenapa ini penting? Jaringan itu investasi yang gak pernah rugi. Siapa tahu, setelah liburan kamu malah jadi punya koneksi yang bisa bantu kamu di masa depan.
Kalau networking ini sukses, kamu bisa dibilang “mahasiswa paling sibuk” karena udah punya banyak temen dan peluang di luar kampus. Jadi, liburan juga bisa jadi kesempatan buat “promo diri”, kan?
Liburan setelah ujian itu gak harus diisi dengan tidur sepanjang hari atau nonton drama Korea non-stop. Cobalah isi waktu liburmu dengan kegiatan yang bermanfaat, baik untuk diri sendiri, orang lain, atau kariermu di masa depan. Liburan tetap bisa seru, produktif, dan penuh tawa!
Jadi, selamat menikmati liburanmu, ya! Jangan lupa, nikmati setiap momennya, tapi tetap jaga keseimbangan antara relaksasi dan produktivitas.