Kategori: Makarya

  • UKM Taekwondo UPY Raih Emas di Bupati Bantul Cup

    UKM Taekwondo UPY Raih Emas di Bupati Bantul Cup

    UKM Taekwondo UPY Berjaya di kejuaraan Bupati Bantul CUP dengan perolehan 2 medali emas dan 5 medali perak dan 1 best player dengan hasil tersebut UPY bisa masuk juara umum 3.

  • Menguasai Seni Manajemen Waktu: Tips Efektif bagi Mahasiswa untuk Maksimalkan Hari | Bagian 2 (Terakhir)

    Menguasai Seni Manajemen Waktu: Tips Efektif bagi Mahasiswa untuk Maksimalkan Hari | Bagian 2 (Terakhir)

    3. Teknik Pomodoro untuk Fokus Maksimal

    Teknik Pomodoro adalah metode manajemen waktu yang populer di kalangan mahasiswa. Cara kerjanya mudah: Anda bekerja dalam blok waktu 25 menit, diikuti dengan istirahat 5 menit. Setelah empat “Pomodoro”, ambil istirahat panjang selama 15-30 menit. Metode ini tidak hanya membantu menjaga konsentrasi tetapi juga mengurangi kelelahan mental.

    4. Hindari Prokrastinasi

    Tunda-menunda adalah musuh terbesar produktivitas. Untuk mengatasi ini, mulailah dengan tugas yang paling Anda nikmati atau yang paling mudah untuk membangun momentum. Gunakan aplikasi pemblokir situs web untuk menghindari distraksi saat belajar atau mengerjakan tugas.

    5. Atur Lingkungan Belajar yang Konduktif

    Lingkungan belajar yang baik dapat membuat perbedaan besar dalam produktivitas Anda. Pastikan area belajar Anda rapi, tenang, dan bebas dari gangguan. Juga, pastikan untuk memiliki semua materi belajar yang diperlukan di dekat Anda, sehingga Anda tidak perlu sering beranjak dari tempat duduk.

    6. Seimbangkan Belajar dan Waktu Santai

    Manajemen waktu bukan hanya tentang belajar; Anda juga perlu waktu untuk bersantai dan melakukan kegiatan yang Anda nikmati. Menjaga keseimbangan antara belajar dan kehidupan pribadi adalah kunci untuk menghindari burnout.

    Kesimpulan

    Menguasai manajemen waktu mungkin memerlukan beberapa penyesuaian dan latihan, tetapi hasilnya sangat layak. Dengan mengikuti tips di atas, Anda akan lebih siap untuk menghadapi tantangan sebagai mahasiswa sambil menjaga keseimbangan kehidupan yang sehat. Ingat, setiap menit yang Anda kelola dengan baik hari ini akan membantu Anda memaksimalkan hari esok di kampus.

    Dengan menerapkan strategi-strategi ini, Anda tidak hanya akan berhasil secara akademik tetapi juga menikmati setiap momen di universitas dengan lebih penuh dan bermakna. Selamat mengatur waktu dengan bijak!

  • Menguasai Seni Manajemen Waktu: Tips Efektif bagi Mahasiswa untuk Maksimalkan Hari | Bagian 1

    Menguasai Seni Manajemen Waktu: Tips Efektif bagi Mahasiswa untuk Maksimalkan Hari | Bagian 1

    Menjadi mahasiswa bukanlah perkara mudah. Dengan segala tugas, proyek, dan aktivitas sosial yang menumpuk, mengelola waktu dengan efektif menjadi keterampilan yang sangat berharga. Artikel ini akan mengajarkan Anda cara mengatur waktu Anda dengan lebih baik, sehingga Anda bisa menikmati kehidupan kampus tanpa kehilangan momentum.

    Mengapa Manajemen Waktu itu Penting?

    Sebagai mahasiswa, Anda mungkin merasa ada terlalu banyak hal yang ingin dilakukan, tetapi waktu yang tersedia terasa sangat terbatas. Baik itu mengejar deadline, mempersiapkan ujian, atau berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler, kemampuan untuk mengelola waktu Anda akan menentukan seberapa sukses dan seimbang kehidupan universitas Anda.

    Memahami Manajemen Waktu

    Manajemen waktu adalah proses perencanaan dan pengendalian seberapa banyak waktu yang harus dihabiskan untuk aktivitas spesifik. Penguasaan yang baik atas waktu memungkinkan individu bekerja lebih cerdas – bukan lebih keras – sehingga meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan produktivitas.

    1. Kenali Prioritas Anda

    Sebelum Anda bisa efektif mengatur waktu, Anda harus mengetahui apa saja yang benar-benar perlu diprioritaskan. Buatlah daftar kegiatan dan tugas yang harus dilakukan, lalu tentukan mana yang paling penting dan mendesak.

    Contoh:

    Urgent dan Penting: Tugas yang mendekati deadline

    Penting tapi Tidak Urgent: Persiapan untuk ujian yang masih beberapa minggu lagi

    Urgent tapi Tidak Penting: Kegiatan sosial yang mendadak

    Tidak Urgent dan Tidak Penting: Menonton TV, bermain game

    2. Buat Jadwal Harian yang Realistis

    Setelah Anda mengetahui apa saja prioritas Anda, langkah selanjutnya adalah membuat jadwal harian. Gunakan alat seperti planner atau aplikasi manajemen waktu untuk mencatat semua kegiatan. Ingat, realistis adalah kunci; jangan mengisi hari Anda dengan terlalu banyak tugas sehingga tidak ada waktu istirahat.

    Selanjutnya Bagian 2 >>>>>

  • Project Based Learning, Mahasiswa Terjun Langsung Ke UMKM

    Project Based Learning, Mahasiswa Terjun Langsung Ke UMKM

    Pembelajaran berbasis Project Based Learning merupakan pembelajaran yang harapannya mampu mendorong mahasiswa/i untuk aktif, mampu membuat keputusan, dan mengatasi suatu masalah dengan melibatkan suatu proyek dalam proses pembelajaran mereka.

    Mahasiswa Prodi Akuntansi Semester 4 telah mempraktikkan pembelajaran Project Based Learning pada mata kuliah Sistem Pengendalian Manajemen yang diampu oleh Ibu Ratna Purnama Sari, S.E., M.Si., Akt., CPA. Kegiatan Project Based Learning ini melibatkan mahasiswa/i untuk terjun langsung ke berbagai UMKM yang ada di Yogyakarta. Kegiatan ini berlangsung selama kurang lebih 4 minggu.

    Salah satu UMKM yang menjadi tempat untuk melaksanakan Project Based Learning yaitu Elegan Furniture yang bergerak di bidang desain interior. UMKM ini beralamat di Jalan Kabupaten KM 1.5 Dusun Biru, RT.05 / RW.31, Trihanggo, Kec. Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55291.

    Dengan adanya kegiatan Project Based Learning diharapkan dapat memberikan manfaat baik bagi mahasiswa/i maupun masyarakat sekitar khususnya Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam menjalankan bisnisnya.

  • ACCOUNTING FESTIVAL #1

    ACCOUNTING FESTIVAL #1

    Accounting Festival atau Acfest #1 merupakan program kerja dari HMP Akuntansi yang dilaksanakan untuk memperingati Dies Natalies Prodi Akuntansi yang ke 27. Tema dari kegiatan Acfest kali ini yaitu “Millennials Take Action for the Future of Accounting” Melalui tema ini diharapkan prodi Akuntansi mampu mendorong mahasiswanya agar mampu menciptakan gagasan kreatif sehingga mampu bersaing di dunia akuntansi.

    Rangkaian dari Acfest diisi dengan berbagai perlombaan seperti lomba logo, poster, dan video promosi yang ditujukan untuk mahasiswa Prodi Akuntansi Universitas PGRI Yogyakarta. Kemudian ada juga lomba Accounting Dance yang ditujukan untuk siswa SMA/SMK/sederajat di Yogyakarta yang bertujuan untuk memperkenalkan Prodi Akuntansi Universitas PGRI Yogyakarta kepada calon mahasiswa baru yang akan melanjutkan studi di perguruan tinggi.

    Rangkaian acara terakhir yaitu Acara Puncak Acfest yang dilaksanakan pada Jumat (21/06/2024) di Auditorium Universitas PGRI Yogyakarta. Kegiatan ini diisi dengan acara potong tumpeng dan dilanjutkan dengan penyerahan hadiah dari lomba-lomba yang sudah terlaksana.

  • Sedekah Akhir Periode – Kegiatan Tahunan HMP Akuntansi UPY

    Sedekah Akhir Periode – Kegiatan Tahunan HMP Akuntansi UPY

    Sedekah Akhir Periode merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh HMP-AKT UPY sebagai wadah untuk meningkatkan kualitas dan jiwa sosial anggota maupun pengurus HMP-AKT UPY. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anggota dan pengurus dalam kegiatan sosial kepada anak-anak panti asuhan.

    Dengan adanya kegiatan sedekah akhir diharapkan dapat meningkatkan kepedulian seluruh anggota maupun pengurus HMP Akuntansi Universitas PGRI Yogyakarta serta dapat bermanfaat atau membantu orang yang membutuhkan.

  • JELAJAH SEJARAH MATARAM ISLAM ( KOTAGEDE – PLERET )

    JELAJAH SEJARAH MATARAM ISLAM ( KOTAGEDE – PLERET )

    Kotagede dan Pleret adalah sebuah kota lama yang terletak di Daerah Istimewa Yogyakarta bagian selatan yang secara administratif terletak di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul. Sebagai kota kuno bekas ibukota Kerajaan Mataram Islam yang berdiri tahun 1532 M, Kotagede dan Pleret merupakan daerah dengan banyak peninggalan sejarah yang terlihat dari arsitektur bangunan maupun kehidupan sosial budaya.

    Guna memberikan informasi, inspirasi, dan pemahaman mengenai sejarah panjang Kerajaan Mataram Islam, Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Jelajah Sejarah Mataram Islam ( Kotagede – Pleret ). Kegiatan jelajah ini juga dimaksudkan untuk membentuk sikap peduli serta menambah kecintaan generasi milineal terhadap bangsanya sendiri serta menghargai dan melestarikan peninggalan bersejarah.

    Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Yogyakarta dan umum. Turut hadir dalam kegiatan tersebut bapak Dr. Muhammad Iqbal Birsyada M.Pd dan Bapak Bayu Ananta Wibowo, M.Pd sebagai dosen pendamping. Dalam kegiatan ini ada tiga lokasi yang dikunjungi yaitu Kompleks Masjid Gedhe Kotagede, Museum Sejarah Purbakala Pleret, dan Situs Kerto.

  • Kontingen UPY Turut Berpartisipasi Dalam Ajang PEKSIMIDA DIY

    Kontingen UPY Turut Berpartisipasi Dalam Ajang PEKSIMIDA DIY

    Universitas PGRI Yogyakarta melepas para mahasiswa yang akan berkompetisi di Pekan Seni Mahasiswa Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (PEKSIMIDA DIY), Jumat (28/06/24) di Ruang Sidang Utama Rektorat.

    Acara Pelepasan Kontingen PEKSIMIDA ini dihadiri oleh para mahasiswa, Ketua Pengurus Yayasan Pembina, Wakil Rektor, Lembaga Kemahasiswaan dan Alumni dan team official. PEKSIMIDA merupakan kegiatan rutin setiap dua tahun yang dilaksanakan oleh BPSMI tingkat Wilayah DIY (BPSMI DIY), Yang mana PEKSIMIDA merupakan rangkaian seleksi 15 tangkai lomba yang nantinya akan didelegasikan pada Pekan Seni Mahasiswa Tingkat nasional, dimana pada tahun 2024 PEKSIMINAS XVII diselenggarakan di Jakarta, yang  mempertandingkan 15 tangkai lomba.

    Perwakilan Lembaga Kemahasiswaan dan Alumni, Juang Kurniawan M.Pd mengatakan bahwa pada PEKSIMIDA ini, Tim yang diberangkatkan akan bertanding pada 15 cabang  lomba yang terdiri atas lomba Menyanyi Dangdut, Menyangi Seriosa, Menyanyi Keroncong, Menyanyi Pop, Vokal Grup, Baca Puisi, Monolog, Tari, Penulisan Cerpen, Penulisan Lakon, Penulisan Puisi, Desain Media Kampanye Sosial, Lukis, Komik Strip, dan Fotografi.

    “Kami sampaikan ucapan terima kasih kepada Ketua Pengurus yayasan pembina, Rektor, wakil rektor dan pimpinan UPY yang telah memberikan doa restu dan dukungan kepada Kontingen Universitas PGRI Yogyakarta dalam mengikuti PEKSIMIDA tahun 2024. Kita doakan Bersama  semoga Allah SWT senantiasa memberikan rahmat dan ridhoNya, sehingga kontingen UPY bisa mendapatkan prestasi yang membanggakan dan mampu mengharumkan nama DIY dan teruntuk UPY tercinta dalam mengikuti PEKSIMIDA 2024” imbuhnya.

    Ketua Pengurus Yayasan Pembina, Drs. Johanes Sabari, M.Si dalam sambutannya mengapresiasi dan memotivasi para atlet dan team official yang akan diberangkatkan untuk mengikuti PEKSIMIDA tingkat Wilayah DIY  “Semoga selalu semangat dan bisa membawa nama baik UPY dan mengharumkan DIY dan bisa mendapatkan hasil yang maksimal ” ungkapnya.

    Menambahkan sambutan ketua pengurus yayasan Pembina, Wakil Rektor III, Dr. Septian Aji Permana, M.Pd. dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada para kontingen mahasiswa yang akan mengikuti PEKSIMIDA tingkat Wilayah DIY, ” Semoga Bisa mendapatkan Hasil yang terbaik dan juara, Saya ucapkan terima kasih untuk semua dan tetap semangat, Hidup Mahasiswa UPY” Ungkapnya.

    Selepas sambutan, Ketua Pengurus Yayasan Bersama Wakil Rektor III secara simbolis melepas kontingen dengan seremonial penyerahan SK kepada perwakilan Kontingen UPY yang mengikuti PEKSIMIDA tingkat wilayah DIY. Acara dilanjutkan dengan doa bersama dan ditutup dengan sesi foto bersama antara Pimpinan dengan kontingen UPY yang mengikuti PEKSIMIDA tingkat DIY tahun 2024.

  • Pameran Pendidikan PPKN FKIP Universitas PGRI Yogyakarta Mengusung Tema Teknologi Dan Multikultural

    Pameran Pendidikan PPKN FKIP Universitas PGRI Yogyakarta Mengusung Tema Teknologi Dan Multikultural

    Program Studi PPKn FKIP Universitas PGRI Yogyakarta pada hari Selasa, tanggal 4 Juni 2024 mengadakan Pameran Pendidikan. Kegiatan ini dilaksanakan di Kampus Unit II Universitas PGRI Yogyakarta, Jalan PGRI I No. 117 Sonosewu Yogyakarta.

    Kegiatan ini merupakan implementasi dari pembelajaran Microteaching untuk melaksanakan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). “Pameran Pendidikan ini bertujuan untuk membekali mahasiswa untuk menjadi guru yang profesional. Diharapkan dengan pameran ini, mahasiswa mempunyai pengalaman untuk melaksanakan kegiatan P5 di sekolah kelak”, ungkap Supri Hartanto, MPd, Ketua Program Studi PPKn FKIP Universitas PGRI Yogyakarta.

    Kegiatan pameran pendidikan ini mengusung tidak tema dari P5 yaitu rekayasa dan inovasi; Bhinneka Tunggal Ika, serta Gaya Hidup Berkelanjutan. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Semester IV yang mengikuti mata kuliah Microteaching. Banyak produk yang dipamerkan pada kesempatan tersebut antara lain media pembelajaran interaktif, kartu pembelajaran link and match, komik berbasis artificial intellegences, project citizenship, video kebhinnekaan, komik kebhinnekaan dengan pixton, showcase, poster, majalah dinding dan lain sebagainya.

    “Pameran pendidikan ini bernuansa multikultural, selain mahasiswa menggambil tema-tema local wisdom, mereka juga diwajibkan untuk menggunakan pakaian adat. Hal ini untuk menguatkan nilai-nilai multikultural, sehingga merekaRdapat memahami budaya antar daerah”, ungkap Ibu Rosalia Indriyati Saptatiningsih, Msi selaku Ketua Kajian Pusat Studi Kebhinnekaan PPKn Universitas PGRI Yogyakarta.

    Pameran pendidikan ini banyak menarik perhatian mahasiswa, masyarakat, serta guru. Pengunjung tidak saja dapat melihat hasil produk untuk kegiatan P5, namun juga dapat berbagi pengalaman tentang bagaimana cara untuk melaksanakan berbagai tema-tema penerapan Kurikulum Merdeka pada tingkat SMP maupun SMA.

    Kegiatan ini juga dihadiri oleh Dr. Septian Aji Permana selaku Wakil Rektor III yang mengatakan “Kegiatan ini sangat bagus untuk mengembangkan kompetensi mahasiswa, apalagi untuk meningkatkan jiwa edupreneur.

    Penggunaan teknologi yang kekinian menjadi bukti bahwa PPKn Universitas PGRI Yogyakarta selalu mengupdate temuan teknologi untuk dapat diterapkan pada kompetensi mahasiswa”. Diakhir wawancara juga diharapkan untuk mengembangkan agenda pameran pendidikan ini untuk ditingkatkan dari tahun ke tahun.

  • Racana Arjuna-Srikandi Gugus Depan Pangkalan Universitas PGRI Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Pendidikan Dasar Racana (Diksara) IX

    Racana Arjuna-Srikandi Gugus Depan Pangkalan Universitas PGRI Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Pendidikan Dasar Racana (Diksara) IX

    Diksara IX Racana Arjuna-Srikandi dilaksanakan selama 3 hari, dimulai pada hari Jumat (23/2/24) hingga Minggu (25/2/24) yang dilaksanakan di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Kegiatan Diksara ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Racana Arjuna-Srikandi Universitas PGRI Yogyakarta. Diksara IX memuat kegiatan pendidikan kepramukaan yang berfokus pada aspek keterampilan spiritual, intelektual, fisik, emosional, dan sosial masyarakat. Peserta Diksara IX dilatih untuk menerapkan keterampilan tersebut di lapangan.

    Kak Rika selaku pembina Racana Arjuna-Srikandi membuka kegiatan Diksara IX di Gubug Pramuka Kwartir Cabang Bantul pada Jumat (23/2/24)  pukul 11.00 WIB.

    “Saya berharap seluruh peserta Diksara kali ini dapat dilantik dan dikukuhkan bersama-sama nantinya. Oleh karena itu, butuh solidaritas dan kekeluargaan yang baik dalam menjalani kegiatan ini”, ujar Kak Rika.

    Kepala Lembaga Kemahasiswaan dan Alumni (LKA) Universitas PGRI Yogyakarta, Kak Anindita juga turut hadir dalam kegiatan pembukaan dan pelepasan peserta Diksara IX. Kak Anindita melepas 22 peserta Diksara IX seusai upacara pembukaan kegiatan dilaksanakan.

    Pada hari pertama, Jumat (23/2/24) peserta Diksara IX melakukan perjalanan dari Gubug Pramuka Kwartir Cabang Bantul menuju Lapangan Dwi Sapta Ringinharjo seusai upacara pembukaan dan pelepasan. Perjalanan kemudian dilanjutkan pada hari kedua, Sabtu (24/3/24) peserta melanjutkan perjalanan menuju Goa Selarong. Dalam setiap perjalanan, peserta diberikan penugasan berdasarkan bekal yang diperoleh dari pemberian materi saat Pra-Diksara IX, seperti Ilmu Medan, Peta, dan Kompas (IMPK), Pertolongan Pertama (PP), dan Ilmu Komunikasi Lapangan (Ilkom Lap).

    Kegiatan Diksara IX ditutup dengan upacara pelantikan dan pengukuhan anggota racana yang telah melalui serangkaian kegiatan Diksara IX. Penutupan kegiatan dilaksanakan pada Minggu (25/2/24) yang bertempat di Goa Selarong, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kak Rika, selaku pembina Racana Arjuna-Srikandi melantik dan mengukuhkan 22 peserta Diksara IX menjadi Anggota Racana Arjuna-Srikandi Universitas PGRI Yogyakarta. Upacara pelantikan dan pengukuhan peserta Diksara IX dilaksanakan di tengah guyuran hujan. Meskipun begitu, hujan bukanlah penghalang dan tidak menyurutkan semangat peserta dan panitia dalam melaksanakan serangkaian prosesi upacara pengukuhan. Hal ini justru menambah kesakralan selama upacara pengukuhan berlangsung.