Sedekah Akhir Periode merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh HMP-AKT UPY sebagai wadah untuk meningkatkan kualitas dan jiwa sosial anggota maupun pengurus HMP-AKT UPY. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anggota dan pengurus dalam kegiatan sosial kepada anak-anak panti asuhan.
Dengan adanya kegiatan sedekah akhir diharapkan dapat meningkatkan kepedulian seluruh anggota maupun pengurus HMP Akuntansi Universitas PGRI Yogyakarta serta dapat bermanfaat atau membantu orang yang membutuhkan.
Kotagede dan Pleret adalah sebuah kota lama yang terletak di Daerah Istimewa Yogyakarta bagian selatan yang secara administratif terletak di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul. Sebagai kota kuno bekas ibukota Kerajaan Mataram Islam yang berdiri tahun 1532 M, Kotagede dan Pleret merupakan daerah dengan banyak peninggalan sejarah yang terlihat dari arsitektur bangunan maupun kehidupan sosial budaya.
Guna memberikan informasi, inspirasi, dan pemahaman mengenai sejarah panjang Kerajaan Mataram Islam, Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Jelajah Sejarah Mataram Islam ( Kotagede – Pleret ). Kegiatan jelajah ini juga dimaksudkan untuk membentuk sikap peduli serta menambah kecintaan generasi milineal terhadap bangsanya sendiri serta menghargai dan melestarikan peninggalan bersejarah.
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Yogyakarta dan umum. Turut hadir dalam kegiatan tersebut bapak Dr. Muhammad Iqbal Birsyada M.Pd dan Bapak Bayu Ananta Wibowo, M.Pd sebagai dosen pendamping. Dalam kegiatan ini ada tiga lokasi yang dikunjungi yaitu Kompleks Masjid Gedhe Kotagede, Museum Sejarah Purbakala Pleret, dan Situs Kerto.
Universitas PGRI Yogyakarta melepas para mahasiswa yang akan berkompetisi di Pekan Seni Mahasiswa Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (PEKSIMIDA DIY), Jumat (28/06/24) di Ruang Sidang Utama Rektorat.
Acara Pelepasan Kontingen PEKSIMIDA ini dihadiri oleh para mahasiswa, Ketua Pengurus Yayasan Pembina, Wakil Rektor, Lembaga Kemahasiswaan dan Alumni dan team official. PEKSIMIDA merupakan kegiatan rutin setiap dua tahun yang dilaksanakan oleh BPSMI tingkat Wilayah DIY (BPSMI DIY), Yang mana PEKSIMIDA merupakan rangkaian seleksi 15 tangkai lomba yang nantinya akan didelegasikan pada Pekan Seni Mahasiswa Tingkat nasional, dimana pada tahun 2024 PEKSIMINAS XVII diselenggarakan di Jakarta, yang mempertandingkan 15 tangkai lomba.
Perwakilan Lembaga Kemahasiswaan dan Alumni, Juang Kurniawan M.Pd mengatakan bahwa pada PEKSIMIDA ini, Tim yang diberangkatkan akan bertanding pada 15 cabang lomba yang terdiri atas lomba Menyanyi Dangdut, Menyangi Seriosa, Menyanyi Keroncong, Menyanyi Pop, Vokal Grup, Baca Puisi, Monolog, Tari, Penulisan Cerpen, Penulisan Lakon, Penulisan Puisi, Desain Media Kampanye Sosial, Lukis, Komik Strip, dan Fotografi.
“Kami sampaikan ucapan terima kasih kepada Ketua Pengurus yayasan pembina, Rektor, wakil rektor dan pimpinan UPY yang telah memberikan doa restu dan dukungan kepada Kontingen Universitas PGRI Yogyakarta dalam mengikuti PEKSIMIDA tahun 2024. Kita doakan Bersama semoga Allah SWT senantiasa memberikan rahmat dan ridhoNya, sehingga kontingen UPY bisa mendapatkan prestasi yang membanggakan dan mampu mengharumkan nama DIY dan teruntuk UPY tercinta dalam mengikuti PEKSIMIDA 2024” imbuhnya.
Ketua Pengurus Yayasan Pembina, Drs. Johanes Sabari, M.Si dalam sambutannya mengapresiasi dan memotivasi para atlet dan team official yang akan diberangkatkan untuk mengikuti PEKSIMIDA tingkat Wilayah DIY “Semoga selalu semangat dan bisa membawa nama baik UPY dan mengharumkan DIY dan bisa mendapatkan hasil yang maksimal ” ungkapnya.
Menambahkan sambutan ketua pengurus yayasan Pembina, Wakil Rektor III, Dr. Septian Aji Permana, M.Pd. dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada para kontingen mahasiswa yang akan mengikuti PEKSIMIDA tingkat Wilayah DIY, ” Semoga Bisa mendapatkan Hasil yang terbaik dan juara, Saya ucapkan terima kasih untuk semua dan tetap semangat, Hidup Mahasiswa UPY” Ungkapnya.
Selepas sambutan, Ketua Pengurus Yayasan Bersama Wakil Rektor III secara simbolis melepas kontingen dengan seremonial penyerahan SK kepada perwakilan Kontingen UPY yang mengikuti PEKSIMIDA tingkat wilayah DIY. Acara dilanjutkan dengan doa bersama dan ditutup dengan sesi foto bersama antara Pimpinan dengan kontingen UPY yang mengikuti PEKSIMIDA tingkat DIY tahun 2024.
Program Studi PPKn FKIP Universitas PGRI Yogyakarta pada hari Selasa, tanggal 4 Juni 2024 mengadakan Pameran Pendidikan. Kegiatan ini dilaksanakan di Kampus Unit II Universitas PGRI Yogyakarta, Jalan PGRI I No. 117 Sonosewu Yogyakarta.
Kegiatan ini merupakan implementasi dari pembelajaran Microteaching untuk melaksanakan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). “Pameran Pendidikan ini bertujuan untuk membekali mahasiswa untuk menjadi guru yang profesional. Diharapkan dengan pameran ini, mahasiswa mempunyai pengalaman untuk melaksanakan kegiatan P5 di sekolah kelak”, ungkap Supri Hartanto, MPd, Ketua Program Studi PPKn FKIP Universitas PGRI Yogyakarta.
Kegiatan pameran pendidikan ini mengusung tidak tema dari P5 yaitu rekayasa dan inovasi; Bhinneka Tunggal Ika, serta Gaya Hidup Berkelanjutan. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Semester IV yang mengikuti mata kuliah Microteaching. Banyak produk yang dipamerkan pada kesempatan tersebut antara lain media pembelajaran interaktif, kartu pembelajaran link and match, komik berbasis artificial intellegences, project citizenship, video kebhinnekaan, komik kebhinnekaan dengan pixton, showcase, poster, majalah dinding dan lain sebagainya.
“Pameran pendidikan ini bernuansa multikultural, selain mahasiswa menggambil tema-tema local wisdom, mereka juga diwajibkan untuk menggunakan pakaian adat. Hal ini untuk menguatkan nilai-nilai multikultural, sehingga merekaRdapat memahami budaya antar daerah”, ungkap Ibu Rosalia Indriyati Saptatiningsih, Msi selaku Ketua Kajian Pusat Studi Kebhinnekaan PPKn Universitas PGRI Yogyakarta.
Pameran pendidikan ini banyak menarik perhatian mahasiswa, masyarakat, serta guru. Pengunjung tidak saja dapat melihat hasil produk untuk kegiatan P5, namun juga dapat berbagi pengalaman tentang bagaimana cara untuk melaksanakan berbagai tema-tema penerapan Kurikulum Merdeka pada tingkat SMP maupun SMA.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Dr. Septian Aji Permana selaku Wakil Rektor III yang mengatakan “Kegiatan ini sangat bagus untuk mengembangkan kompetensi mahasiswa, apalagi untuk meningkatkan jiwa edupreneur.
Penggunaan teknologi yang kekinian menjadi bukti bahwa PPKn Universitas PGRI Yogyakarta selalu mengupdate temuan teknologi untuk dapat diterapkan pada kompetensi mahasiswa”. Diakhir wawancara juga diharapkan untuk mengembangkan agenda pameran pendidikan ini untuk ditingkatkan dari tahun ke tahun.
Diksara IX Racana Arjuna-Srikandi dilaksanakan selama 3 hari, dimulai pada hari Jumat (23/2/24) hingga Minggu (25/2/24) yang dilaksanakan di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kegiatan Diksara ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Racana Arjuna-Srikandi Universitas PGRI Yogyakarta. Diksara IX memuat kegiatan pendidikan kepramukaan yang berfokus pada aspek keterampilan spiritual, intelektual, fisik, emosional, dan sosial masyarakat. Peserta Diksara IX dilatih untuk menerapkan keterampilan tersebut di lapangan.
Kak Rika selaku pembina Racana Arjuna-Srikandi membuka kegiatan Diksara IX di Gubug Pramuka Kwartir Cabang Bantul pada Jumat (23/2/24) pukul 11.00 WIB.
“Saya berharap seluruh peserta Diksara kali ini dapat dilantik dan dikukuhkan bersama-sama nantinya. Oleh karena itu, butuh solidaritas dan kekeluargaan yang baik dalam menjalani kegiatan ini”, ujar Kak Rika.
Kepala Lembaga Kemahasiswaan dan Alumni (LKA) Universitas PGRI Yogyakarta, Kak Anindita juga turut hadir dalam kegiatan pembukaan dan pelepasan peserta Diksara IX. Kak Anindita melepas 22 peserta Diksara IX seusai upacara pembukaan kegiatan dilaksanakan.
Pada hari pertama, Jumat (23/2/24) peserta Diksara IX melakukan perjalanan dari Gubug Pramuka Kwartir Cabang Bantul menuju Lapangan Dwi Sapta Ringinharjo seusai upacara pembukaan dan pelepasan. Perjalanan kemudian dilanjutkan pada hari kedua, Sabtu (24/3/24) peserta melanjutkan perjalanan menuju Goa Selarong. Dalam setiap perjalanan, peserta diberikan penugasan berdasarkan bekal yang diperoleh dari pemberian materi saat Pra-Diksara IX, seperti Ilmu Medan, Peta, dan Kompas (IMPK), Pertolongan Pertama (PP), dan Ilmu Komunikasi Lapangan (Ilkom Lap).
Kegiatan Diksara IX ditutup dengan upacara pelantikan dan pengukuhan anggota racana yang telah melalui serangkaian kegiatan Diksara IX. Penutupan kegiatan dilaksanakan pada Minggu (25/2/24) yang bertempat di Goa Selarong, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kak Rika, selaku pembina Racana Arjuna-Srikandi melantik dan mengukuhkan 22 peserta Diksara IX menjadi Anggota Racana Arjuna-Srikandi Universitas PGRI Yogyakarta. Upacara pelantikan dan pengukuhan peserta Diksara IX dilaksanakan di tengah guyuran hujan. Meskipun begitu, hujan bukanlah penghalang dan tidak menyurutkan semangat peserta dan panitia dalam melaksanakan serangkaian prosesi upacara pengukuhan. Hal ini justru menambah kesakralan selama upacara pengukuhan berlangsung.
Senin, 15 Januari 2024 Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Kunjung Museum dan Diskusi Rutin Kesejarahan di Di Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama Jl. Jend Sudirman No.75, Terban , Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan tersebut mengambil tema “ Perjuangan Militer 1945 : Di Balik Indahnya Kota Baru ”.
Peserta pada kegiatan ini adalah dari mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta dan umum. Rombongan diterima oleh Kapten CAJ (K) Yanti Murdiani selaku Kepala Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama. Selanjutnya, peserta kegiatan kunjung museum diajak keliling museum oleh edukator yaitu Bapak Sukarjo dan Bapak Sutarjo untuk melihat berbagai koleksi museum. Para peserta sangat antusias dalam melihat beragam koleksi Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama.
Acara dilanjutkan dengan kegiatan Diskusi Kesejarahan dengan tema “ Perjuangan Militer 1945 : Di Balik Indahnya Kota Baru ” yang di pandu oleh saudara Ega Milenio Fitianto ( Mahasiswa Prodi Pendidikan sejarang UPY Angkatann 2022 ). Dalam paparannya, Kota baru menyimpan cerita sejarah perjuangan bangsa dan pertumpahan darah. Pada tanggal 7 Oktober 1945, terjadi sebuah pertempuran untuk merebut senjata pasukan Jepang yang masih ada di Yogyakarta. Peristiwa ini menjadi salah satu upaya yang dilakukan rakyat Indonesia pasca proklamasi kemerdekaan.
BANTUL — Racana Arjuna-Srikandi Gugus Depan 03.069-03.070 Pangkalan Universitas PGRI Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Latihan Rutin Pra-Diksara Ke-IX. Latihan Rutin Pra-Diksara Ke-IX dilaksanakan selama 4 kali pertemuan, yakni Senin (22/1/24), Selasa (23/1/24), Sabtu (27/1/24), dan Minggu (28/1/24). Kegiatan ini diselenggarakan di area gedung ormawa Universitas PGRI Yogyakarta dan Jembatan Babarsari yang terletak di Jl. Selokan Mataram, Kledokan, Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Latihan Rutin Pra-Diksara merupakan serangkaian kegiatan yang dilaksanakan setiap tahun oleh Racana Arjuna-Srikandi dengan sasaran Tamu Racana Arjuna-Srikandi agar dapat mempersiapkan diri dalam Kegiatan Diksara (Pendidikan Dasar Racana). Sebanyak 20 Tamu Racana Arjuna-Srikandi Universitas PGRI Yogyakarta mengikuti serangkaian kegiatan Pra-Diksara Ke-IX ini.
Kegiatan Pra-Diksara Ke-IX mulai dilaksanakan pada Senin (22/1/24) dengan materi Ilmu Medan Peta dan Kompas (IMPK). Kegiatan Pra-Diksara hari pertama diawali dengan latihan fisik selama 45 menit, kemudian dilanjutkan dengan penjelasan materi IMPK oleh narasumber. Narasumber dalam materi IMPK ini adalah Kak Mustofa selaku demisioner dari Racana Arjuna-Srikandi Universitas PGRI Yogyakarta. Adapun materi yang diberikan dalam IMPK ini adalah cara menggunakan kompas, cara membaca peta topografi, dan cara menentukan titik koordinat pada peta topografi. Pra-Diksara Ke-IX hari kedua, yaitu Selasa (23/1/24) dilaksanakan dengan materi Pertolongan Pertama (PP). Kegiatan Pra-Diksara diawali dengan latihan fisik bersama, kemudian dilanjutkan dengan penjelasan materi Pertolongan Pertama (PP). Dua narasumber dari PMI Kota Yogyakarta dihadirkan dalam kegiatan kali ini, yaitu Kak Fauzi dan Kak Ahlan. Pada materi Pertolongan Pertama (PP), peserta Pra-Diksara terlebih dahulu diberikan materi dasar, kemudian diajak untuk melakukan praktik pertolongan pertama, seperti terkilir, patah tulang, luka tusuk, hipotermia, pendarahan besar dan kecil, serta cara mengangkat korban menggunakan tandu darurat.
Latihan Rutin Pra-Diksara Ke-IX hari ketiga, Sabtu (27/1/24) dengan materi Mountenering dilaksanakan di Jembatan Babarsari yang terletak di Jl. Selokan Mataram, Kledokan, Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Peserta Pra-Diksara diajak untuk melakukan kegiatan repling dengan instruktur repling Kak Fitriana dan Kak Mustofa. Tujuan dari kegiatan repling ini adalah untuk membentuk karakter peserta Pra-Diksara agar menjadi pribadi yang berani dan percaya diri.
Latihan Rutin Pra-Diksara Ke-IX hari terakhir, yakni Minggu (28/1/24) dengan materi Ilmu Komunikasi Lapangan (Ilkom Lap) dilaksanakan di area gedung ormawa Universitas PGRI Yogyakarta. Materi Ilkom Lap ini dibawakan oleh Kak Arindo selaku narasumber. Peserta Pra-Diksara diberikan penjelasan mengenai berbagai macam komunikasi di lapangan, seperti sandi morse, semaphore, dan Handy Talkie (HT). Materi Ilkom Lap kali ini, lebih ditekankan pada cara penggunaan HT dan aturan berkomunikasi melalui HT. Pada hari keempat ini, peserta Pra-Diksara diajak untuk melakukan simulasi kegiatan Diksara dengan pengimplementasian materi Ilmu Medan Peta dan Kompas (IMPK) dan Ilmu Komunikasi Lapangan (Ilkom Lap). Kegiatan Latihan Rutin Pra-Diksara Ke-IX ini diharapkan dapat memberikan manfaat terutama bagi tamu racana. Serangkaian kegiatan Pra-Diksara Ke-IX ini bertujuan untuk membuka relasi antar tamu racana dan dewan racana, pertukaran pengalaman, pengetahuan dan kecakapan diantara sesama pramuka.
Selasa, 09 Januari 2024 Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Yogyakarta melaksanakan kegiatan Seminar Proposal bagi mahasiswa angkatan 2020. Kegiatan ini diikuti sejumlah 28 Mahasiswa. Seminar proposal merupakan salah satu mata kuliah yang harus ditempuh oleh mahasiswa.
Topik yang diambil mahasiswa dalam seminar proposal ini sangat beragam. Dalam kesempatan ini, setiap mahasiswa diberikan waktu 10 menit untuk memaparkan penelitiannya di depan dosen penguji. Selanjutnya, dosen penguji memberikan umpan balik kepada mahasiswa guna menyempurnakan penelitian nya. Tujuan seminar proposal ini guna memperoleh masukan maupun perbaikan agar proses penelitian selanjutnya nantinya dapat berjalan dengan lancar.
Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Yogyakarta bekerjasama dengan Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Bioskop Keliling pada Sabtu malam, 10 Desember 2023 bertempat di halaman parkir unit 1 Universitas PGRI Yogyakarta.
Pemutaran film menggunakan mobil bioskop keliling yang dimiliki Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta. Adapun judul film yang diputar yaitu Profil Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta dan Incang – Inceng. Pemutaran film ini mendapat respon positif dari mahasiswa. Hal tersebut dibuktikan dengan antusias para mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta ( UPY ) yang hadir. Selain pemutaran film, acara dilajutkan dengan diskusi mengenai film yang diputar. Acara diskusi di pandu oleh dosen Pendidikan Sejarah UPY, Bapak Bayu Ananta Wibowo, M.Pd. Dalam kegiatan tersebut peserta juga dipersilahkan menikmati hidangan angkringan yang disajikan gratis.
Diharapkan dengan ada nya kegiatan pemutaran film ini mampu mensosialisasikan Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta kepada masyarakat serta film Indonesia akan menjadi tuan rumah di negeri sendiri sehingga para generasi penerus memiliki karakter yang kuat, cerdas dan memiliki nilai budi pekerti yang baik.
UKM Pencak Silat kembali torehkan prestasi dengan menyabet 3 medali emas dan 1 medali perak beserta penghargaan Pesilat terbaik di Kejuaraan Nasional Piala Kemenpora Lombok Championship 1 Tahun 2023 yang diselenggarakan pada Sabtu 23 s.d Minggu 24 Desember, di GOR 17 Desember, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. UKM Pencak Silat sendiri mengirimkan 2 atlet yaitu, Andreyan Lintang Saputra, Prodi Bimbingan dan Konseling dengan perolehan 2 medali emas dan meraih penghargaan sebagai Pesilat Terbaik, dan Rizky Febrian, Prodi Manajemen memperoleh 1 medali emas dan 1 medali perak.
“Kemenangan ini kami dedikasikan untuk adik-adik kami agar mereka semakin termotivasi dan bersemangat dalam Latihan untuk kedepan mampu meraih prestasi yang lebih baik lagi.” Kata Lintang dan Rizky.
Prestasi ini juga sempat disorot langsung oleh Rektor Universitas PGRI Yogyakarta, Dr. Ir. Paiman, M.P. “Saya mengucapkan terimakasih banyak atas prestasi yang membanggakan ini dan saya sangat mengapresiasi perjuangan kalian demi mengharumkan nama UPY di kancah Nasional, semoga UKM Pencak Silat dapat mempertahankan prestasinya agar selalu membanggakan nama UPY tercinta.”Kata Dr Paiman.