
Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas jejaring internasional melalui penandatanganan kerja sama strategis dengan sejumlah mitra pendidikan di Malaysia. Kegiatan yang berlangsung pada 5–6 April 2026 tersebut dilaksanakan di Institut Pendidikan Guru Kampus Darulaman Kedah, Malaysia.
Dalam agenda tersebut, dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), Memorandum of Agreement (MoA), dan Implementation Agreement (IA) antara Program Studi Pendidikan Sejarah UPY dengan Persatuan Guru-Guru Melayu Kedah. Selain itu, penandatanganan Implementation Agreement juga dilakukan bersama Kesatuan Guru-Guru Melayu Malaysia Barat sebagai langkah konkret dalam memperkuat kolaborasi pendidikan di tingkat regional.
Kerja sama yang terjalin mencakup berbagai bidang strategis, antara lain pengajaran, penelitian, publikasi ilmiah, serta pemberdayaan masyarakat. Melalui kemitraan ini, kedua belah pihak berkomitmen untuk mengembangkan berbagai program kolaboratif yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan penguatan jejaring akademik internasional.



Sebagai implementasi awal dari kerja sama tersebut, diselenggarakan sejumlah kegiatan akademik dan budaya, seperti benchmarking, visiting lecture, pelatihan membatik, serta pengenalan kesenian tradisional Jawa. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarpendidik, tetapi juga menjadi media promosi budaya Indonesia di lingkungan internasional.
Pada sesi visiting lecture, Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah UPY, Dr. Muhammad Iqbal Birsyada, M.Pd., menyampaikan materi mengenai pendidikan karakter berbasis budaya Jawa. Paparan tersebut mendapat sambutan dan antusiasme tinggi dari para peserta karena dinilai relevan dalam menjawab tantangan penguatan karakter peserta didik di era global.
“Budaya lokal memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Melalui pendekatan berbasis budaya, pendidikan dapat menjadi sarana yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai moral, identitas, dan kebangsaan,” ungkap Dr. Muhammad Iqbal Birsyada dalam sesi presentasinya.
Kegiatan ini semakin mempererat hubungan kelembagaan antara Universitas PGRI Yogyakarta, Institut Pendidikan Guru Kampus Darulaman Kedah, serta Kesatuan Guru-Guru Melayu Malaysia Barat. Ke depan, kolaborasi tersebut akan terus dikembangkan melalui wadah Persatuan Guru Nusantara sebagai platform penguatan kerja sama pendidikan dan kebudayaan di kawasan Asia Tenggara.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Pendidikan Sejarah UPY menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas jaringan internasional, serta memperkuat diplomasi budaya Indonesia di kancah global. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya UPY dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang unggul, berdaya saing internasional, dan berkontribusi nyata bagi pengembangan masyarakat global.