
Yogyakarta – Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) terus memperkuat jejaring internasional di bidang pendidikan melalui penyelenggaraan Seminar Antarbangsa Universitas PGRI Yogyakarta bersama PGRI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Kesatuan Guru-Guru Melayu Malaysia Barat (KGMMB). Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 30 Desember 2025 di Auditorium UPY ini menjadi momentum strategis untuk mempererat kolaborasi antara Indonesia dan Malaysia dalam pengembangan pendidikan, khususnya di kalangan pendidik dan akademisi.
Seminar antarbangsa tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan Universitas PGRI Yogyakarta, di antaranya Ketua Pembina UPY Armansyah Prasakti, S.H., S.Pn., M.H., Ketua Pengurus Yayasan Pembina UPY Drs. John Sabari, M.Si. beserta jajaran, Rektor UPY Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., para wakil rektor, dekan, wakil dekan, ketua program studi, serta pimpinan dan delegasi dari Kesatuan Guru-Guru Melayu Malaysia Barat (KGMMB). Kehadiran para pemangku kepentingan dari kedua negara mencerminkan semangat bersama dalam membangun kemitraan pendidikan yang berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Rektor UPY menegaskan bahwa kerja sama internasional merupakan salah satu langkah strategis universitas dalam meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui forum ilmiah seperti ini, perguruan tinggi memiliki ruang untuk saling bertukar gagasan, pengalaman, dan praktik baik dalam menghadapi tantangan pendidikan di era global.
Seminar menghadirkan sejumlah narasumber dari Indonesia dan Malaysia yang membahas berbagai isu strategis dalam dunia pendidikan dan pengembangan profesi guru.
Materi pertama disampaikan oleh Dr. Hj. Ishak Bin Hj. Abd. Manaf dengan tajuk “Faktor Penyumbang Kepada Niat Pekerja Untuk Menyertai Kesatuan Sekerja.” Dalam paparannya, ia menjelaskan berbagai faktor yang memengaruhi partisipasi tenaga kerja dalam organisasi profesi serta pentingnya keberadaan serikat sebagai wadah peningkatan kesejahteraan dan profesionalisme.
Selanjutnya, Dr. Hj. Ahmad Sharani bin Abdul Seliban memaparkan materi bertajuk “Analisis Dokumentasi Strategik: Evolusi, Dinamika, dan Impak Pertemuan Guru Nusantara (PGN) dalam Arus Pendidikan Serantau.” Materi tersebut mengulas perjalanan kolaborasi guru di kawasan Nusantara sekaligus menegaskan pentingnya sinergi regional dalam menghadapi transformasi pendidikan.
Dari Indonesia, Ketua PGRI Daerah Istimewa Yogyakarta, Dr. Didik Wardaya, S.E., M.Pd., menyampaikan materi bertajuk “Pendidikan Pilar Indonesia Maju PGRI.” Ia menekankan bahwa kualitas pendidikan menjadi fondasi utama dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan berdaya saing. Menurutnya, organisasi profesi guru memiliki peran penting dalam meningkatkan kompetensi pendidik sekaligus memperkuat ekosistem pendidikan nasional.
Sementara itu, Rizki Erdiantoro, M.Pd., membawakan materi bertema “When Media Meets Humanity: Supporting Students’ Mental Health in School.” Paparan tersebut menyoroti pentingnya pemanfaatan media pembelajaran yang humanis untuk mendukung kesehatan mental peserta didik di lingkungan sekolah. Di tengah perkembangan teknologi digital, guru dituntut tidak hanya mampu mengajar, tetapi juga menjadi pendamping yang mampu menciptakan ruang belajar yang aman, nyaman, dan mendukung kesejahteraan psikologis siswa.
Diskusi berlangsung dinamis dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Berbagai pertanyaan, gagasan, dan pengalaman dibagikan dalam sesi diskusi, menciptakan suasana akademik yang produktif sekaligus memperkuat jejaring profesional antara akademisi, guru, dan organisasi pendidikan dari kedua negara.









Penyelenggaraan Seminar Antarbangsa ini merupakan bagian dari komitmen Universitas PGRI Yogyakarta untuk terus memperluas kerja sama internasional, khususnya dengan institusi pendidikan dan organisasi profesi guru di kawasan Asia Tenggara. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya berhenti pada forum ilmiah, tetapi juga berkembang menjadi berbagai program nyata, seperti penelitian bersama, pertukaran akademisi, pengembangan kurikulum, hingga peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, UPY berharap hubungan baik antara Indonesia dan Malaysia, khususnya di sektor pendidikan, semakin erat dan mampu melahirkan berbagai inovasi yang memberikan manfaat bagi kedua negara. Semangat kolaborasi lintas bangsa diyakini menjadi salah satu kunci dalam mencetak pendidik yang profesional, adaptif, serta mampu menjawab tantangan pendidikan di era global.
Sebagai kampus yang terus mendorong internasionalisasi, Universitas PGRI Yogyakarta akan senantiasa membuka ruang kolaborasi dengan berbagai mitra nasional maupun internasional. Dengan semangat berbagi pengetahuan, memperkuat jejaring, dan membangun pendidikan yang berkualitas, UPY optimistis dapat terus berkontribusi dalam melahirkan sumber daya manusia unggul yang siap menghadapi masa depan.