Belajar Sejarah dari Sumber Aslinya, Museum Laboratorium Sejarah UPY Sambut Kunjungan Akademik Universitas PGRI Palangka Raya

Written by

in

Museum Laboratorium Sejarah Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali menjadi destinasi pembelajaran sejarah berbasis pengalaman langsung. Pada Jumat, 22 Mei 2026, museum menerima kunjungan akademik dari mahasiswa dan dosen Universitas PGRI Palangka Raya dalam rangka memperdalam pemahaman mengenai sejarah, budaya, serta nilai-nilai kebangsaan melalui pembelajaran kontekstual.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat wawasan sejarah sekaligus membangun jejaring akademik antarperguruan tinggi yang memiliki perhatian terhadap pengembangan pendidikan sejarah di Indonesia. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mendapatkan pengalaman belajar yang lebih bermakna melalui interaksi langsung dengan berbagai sumber sejarah.

Selama berada di Museum Laboratorium Sejarah UPY, rombongan diajak mengamati beragam koleksi museum yang terdiri atas artefak, diorama, maket, dokumentasi sejarah, serta berbagai media pembelajaran yang selama ini dimanfaatkan sebagai sarana edukasi bagi mahasiswa maupun masyarakat umum. Setiap koleksi dipaparkan secara komprehensif oleh pengelola museum dengan menjelaskan latar belakang historis, fungsi, hingga nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Pendekatan pembelajaran yang interaktif tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami sejarah secara lebih konkret. Tidak hanya mempelajari peristiwa masa lalu melalui buku, para mahasiswa juga dapat melihat secara langsung bukti-bukti sejarah yang menjadi bagian penting dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Salah satu materi yang mendapat perhatian besar dalam kunjungan ini adalah sejarah Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Peserta memperoleh penjelasan mengenai perjalanan sejarah Kesultanan Yogyakarta, perannya dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, hingga proses lahirnya status Keistimewaan DIY yang memiliki nilai historis, budaya, dan konstitusional bagi bangsa Indonesia.

Diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Mahasiswa serta dosen Universitas PGRI Palangka Raya aktif mengajukan berbagai pertanyaan mengenai hubungan antara sejarah lokal dengan identitas nasional, pelestarian warisan budaya, serta tantangan menjaga nilai-nilai sejarah di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.

Melalui dialog tersebut, peserta diajak merefleksikan bahwa Keistimewaan DIY bukan sekadar bentuk pengaturan pemerintahan daerah, melainkan hasil perjalanan sejarah panjang yang sarat dengan nilai perjuangan, nasionalisme, serta pelestarian budaya. Pemahaman tersebut diharapkan mampu memperkuat kesadaran sejarah sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap kekayaan budaya Indonesia.

Pihak Museum Laboratorium Sejarah UPY menyambut baik kunjungan akademik ini sebagai bentuk sinergi positif antarperguruan tinggi dalam memperkuat kualitas pembelajaran sejarah. Museum tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda-benda bersejarah, tetapi juga sebagai laboratorium pembelajaran yang menghadirkan pengalaman edukatif, inspiratif, dan kontekstual bagi generasi muda.

Kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk memperluas pengalaman belajar mahasiswa di luar ruang kelas melalui observasi langsung terhadap berbagai sumber sejarah. Pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) diyakini mampu meningkatkan pemahaman mahasiswa sekaligus membangun kemampuan berpikir kritis dalam mengkaji berbagai peristiwa sejarah.

Melalui kunjungan akademik ini, Universitas PGRI Yogyakarta kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan Museum Laboratorium Sejarah sebagai ruang edukasi yang terbuka bagi berbagai institusi pendidikan. Diharapkan kolaborasi semacam ini terus berkembang sehingga mampu memperkuat jejaring akademik, meningkatkan kualitas pembelajaran sejarah, serta menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap sejarah, budaya, dan identitas bangsa Indonesia.