Prodi PGSD UPY Adakan KKL ke UNNES dan Ikuti Workshop Media Pembelajaran Interaktif

Written by

in

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) mengadakan Kunjungan Kerja Lapangan (KKL) ke Universitas Negeri Semarang (UNNES) pada tanggal 5 November 2024. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa PGSD UPY mengikuti kegiatan workshop dengan tema “Media Pembelajaran Interaktif untuk Meningkatkan Karakter Baik (Berbudaya, Agamis, Inovatif, dan Kreatif)”.

Kegiatan workshop ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya media pembelajaran interaktif dalam menciptakan suasana belajar yang inovatif dan mendukung pembentukan karakter positif pada peserta didik. Mahasiswa UPY dengan penuh antusias mengikuti jalannya acara dan berpartisipasi dalam sesi tanya jawab yang diadakan setelah materi disampaikan.

Workshop dimulai dengan materi pertama yang disampaikan oleh Bapak Novi Setyasto, S.Pd., M.Pd., dengan tema “Penerapan Augmented Reality (AR) Berbasis Android di Kelas”. Dalam pemaparan materi, Bapak Novi menjelaskan bahwa AR (Augmented Reality) adalah teknologi yang memungkinkan penggabungan objek maya, baik dua maupun tiga dimensi, ke dalam lingkungan nyata. Teknologi ini memungkinkan objek maya tersebut tampil secara real-time dan dapat berinteraksi dengan dunia nyata.

“AR memberikan pengalaman interaktif yang unik, di mana objek virtual dan nyata dapat terlihat bersamaan dalam satu ruang,” ungkap Bapak Novi. Ia juga menyampaikan contoh-contoh penggunaan AR, seperti game Pokemon Go, serta filter pada aplikasi Snapchat dan Instagram, yang memproyeksikan objek digital di atas dunia nyata.

Materi kedua disampaikan oleh Bapak Ghanis Putra Widhanarto, S.Pd., M.Pd., yang membahas perbedaan antara Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR). Dalam materi ini, Bapak Ghanis menjelaskan bahwa VR adalah teknologi yang menciptakan lingkungan dunia maya yang sepenuhnya terpisah dari dunia nyata dan memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan lingkungan simulasi komputer yang melibatkan seluruh panca indera.

Bapak Ghanis juga membahas teori-teori yang berkaitan dengan memori manusia dan bagaimana teknologi VR dan AR dapat berperan dalam proses pembelajaran. Beberapa teori yang diangkat meliputi teori memori kerja, teori beban kognitif, dan teori perkembangan kognitif, yang memberikan gambaran bagaimana manusia memproses informasi dan bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki cara kita belajar.

Selama sesi tanya jawab, peserta workshop sangat antusias untuk menggali lebih dalam tentang penerapan AR dan VR dalam dunia pendidikan, serta bagaimana teknologi ini dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan karakter peserta didik.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa PGSD UPY mendapatkan wawasan baru yang sangat bermanfaat mengenai perkembangan teknologi dalam pendidikan, serta bagaimana media pembelajaran interaktif dapat digunakan untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih inovatif, berbudaya, dan kreatif. Diharapkan, ilmu yang diperoleh dari workshop ini dapat diterapkan dalam pengajaran dan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan di masa depan.