
Sumedang Larang Open Championship (SLOC), kejuaraan pencak silat tanding pemasalan tingkat asia 2019 yang memperebutkan piala bergilir Gubernur Jawa Barat & Piala tetap Bupati Sumedang dengan tema: “Melestarikan Pencak Silat Sebagai Budaya Asli Indonesia Yang Membentuk Generasi Muda Berprestasi Dan Berakhlak Mulia”.
Event ini diselenggarakan di GOR Universitas Sebelas April (UNSAP) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, 27 – 29 April 2019. Ratusan Pesilat mulai dari usia dini hingga Dewasa dari berbagai Negara ASEA berkumpul di GOR Universitas Sebelas April (UNSAP) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Pertandingan tersebut di ikuti dari berbagai Sekolah Serta Perguruan Tinggi Baik itu Swasta Dan juga Negeri yang ikut berlaga di Pertandingan ini.
Tidak mau ketinggalan Mahasiswa yang tergabung dalam UKM Pencak Silat Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) ikut serta dalam ajang tersebut. Berbagai Kategori dipertandingkan dari Kategori Tanding Putra kelas Mini Seta A-F, Kategori Tanding Putri kelas Mini serta A-F, Kategori Seni Tunggal.
Dengan semangat juga kegigihan UKM Pencak Silat UPY turut berpartisipasi dan mendapatkan hasil yang terbaik dengan menyabet beberapa gelar diberbagai kelas yang dipertandingkan, Yaitu atas nama Wanda Tommy Atmaja meraih Juara II Kelas E Putra (Prodi: Bimbingan Dan Konseling), Paryadi meraih juara ll Seni Tunggal Putra ( Prodi: BImbingan Dan Konseling) Shofia Noviati meraih juara l Kelas C Putri (Prodi: Teknik Informatika), Riyani meraih Juara 1 Kelas Mini Putri (Prodi: Manajemen), dan Bahtiar Ar-Rosyid meraih juara lll Kelas D Putra (Prodi: PGSD).
Nuryantono selaku manajer mengucapkan terimakasih kepada Pembina, Pelatih, Atlet, Official dan semua yang ikut serta dalam memberikan dukungan pada Team Pencak Silat UPY. Pelaksanaan Kejuaraan Cabor Pencak Silat ini tidak hanya mengejar kemenangan. Namun yang lebih penting adalah ajang melestarikan budaya bangsa, persahabatan dan silaturami antara peserta, supporter, dan panitia.
Riyani, salah satu atlet UPY yang turut bertanding diajang tersebut mengungkapkan “bahwasanya pada diri seseorang pasti memiliki kemampuan diri, bakat yang dapat di gali dengan semangat diri sendiri yang muncul dengan hati nurani yang dapat di kembangkan dan dapat terwujud dengan semangat belajar, usaha dan di iringi dengan do’a setulus hati.”tuturnya. Ada kesan tersendiri selama mengikuti kejuaraan ini selain ada kebangaan tersendiri tentunya karena telah mewakili UPY dalam ajang tersebut, salah satunya dapat menambah pengalaman dan dapat menambah wawasan serta mengasah kemampuan kami dalam menghadapi setiap masalah khususnya dalam menghadapi lawan yang datang dari Negara ASEAN salahsatunya Timor Leste. Dengan di dampingi oleh ofisial Pencak silat Universitas PGRI Yogyakarta Mas Danang Dan Mas Yantono, kami di arahkan untuk menepis serangan lawan, sehingga kami dapat meraih Juara.”lanjutnya.
Pencak silat adalah salah satu budaya yang dapat menjadi wahana pendidikan bangsa yang befungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa agar bermartabat dan berakhlaq mulia serta mempertinggi rasa dan jiwa patriotisme.
baca juga: http://upy.ac.id/berita/lokakarya-audit-mutu-internal-bpm-upy