Bulan Oktober: “O”-nya Apa, Sih?

Written by

in

Halo, Sobat Mahasiswa!

Sudah masuk bulan Oktober, nih. Cuacanya mulai galau—kadang panas, kadang hujan, kadang juga kita yang baper. Tapi, pernah nggak sih kalian mikir: “Oktober itu O-nya apa?” Serius. Coba renungkan sebentar… O-nya apa?

Mungkin ada yang bilang:

  • “O-nya Optimis dong, biar tugas cepat kelar!”
  • Atau, “O-nya Overthinking, karena dosen kasih tugas tanpa aba-aba.”
  • Bisa juga: “O-nya Ongkir, soalnya akhir bulan dompet udah ngos-ngosan tapi checkout tetep jalan terus.”

Tenang, kita bahas satu per satu—biar Oktober kamu nggak cuma lewat begitu aja kayak notifikasi tugas diabaikan.

O yang Pertama: Optimis

Buat kamu yang semester ini mulai ngerasa kayak dompet tanggal tua—kering, kosong, dan menyedihkan—Optimis adalah O yang wajib dipakai. Bulan Oktober itu titik tengah semester, bro & sis. Artinya? Ini saatnya kamu gas lagi semangat belajar (atau setidaknya pura-pura belajar di depan dosen).

Optimis bukan berarti semua akan baik-baik saja tanpa usaha. Tapi setidaknya, kamu percaya kalau usahamu hari ini bakal bawa hasil, walau hasilnya baru kelihatan pas semester depan. Atau tahun depan. Atau… ya pokoknya percaya aja dulu.

O yang Kedua: Overthinking

Yup, mari kita akui. Mahasiswa itu spesialis overthinking.
Dikasih tugas: overthinking.
Belum dibalas doi: overthinking.
Dosen nanya “Ada pertanyaan?”: overthinking keras, tapi ujungnya cuma senyum-senyum sambil geleng kepala.

Tapi jangan salah, overthinking juga bisa jadi sinyal kalau kamu peduli. Artinya kamu mau yang terbaik, cuma kadang… kepikiran aja kebanyakan. Jadi, belajar juga buat ngerem pikiran sendiri. Nggak semua harus kamu pikirin sampai jam 2 pagi sambil liatin langit-langit kamar kos.

O yang Ketiga: Otw Selesai

Nah ini, mantra sakti mahasiswa di Oktober: “Otw selesai, Kak.”
Padahal baru buka laptop.
Padahal baru bikin cover.
Padahal baru mikir mau ngopi atau nyemil dulu.

Tapi nggak apa-apa. Semua berproses. Asal “otw selesai” bukan cuma slogan, tapi beneran jalan terus sampai titik terakhir. Ingat, dosen bukan cenayang. Dia nggak bisa baca niat baikmu kalau nggak ada file tugas yang dikumpul.

O yang Keempat: Oke Aja Dulu

Kadang hidup di kampus (atau online) nggak selalu ideal. Grup tugas kadang lebih aktif bahas drakor daripada materi. Tugas datang bertubi-tubi, sementara kamu baru selesai move on dari UTS. Nah, kalau lagi mentok, “Oke aja dulu” bisa jadi cara bertahan.

Bukan berarti menyerah, tapi belajar nerima dan jalanin dulu. Siapa tahu dari “oke aja dulu”, muncul ide-ide baru buat maju.

Jadi, O-nya Oktober itu apa?

Jawabannya… O-nya Kamu.
Kamu yang lagi berjuang. Kamu yang meski capek tapi tetap hadir. Kamu yang walau belum perfect, tapi terus usaha. Kamu yang mungkin sekarang belum ngerti semuanya, tapi masih mau belajar.

Dan itu sudah luar biasa. 💪

Salam hangat dari Oktober. Semangat ya, mahasiswa keren!
Jangan lupa minum air putih, tidur cukup, dan scroll medsos secukupnya aja biar nggak jadi O-nya Overdosis.