LPPM UPY Perkuat Ketahanan Pangan Desa Lewat Program Desa Binaan Berbasis Integrated Farming

Written by

in

Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan program pengabdian yang berdampak nyata bagi masyarakat. Salah satunya diwujudkan melalui keikutsertaan dalam Sosialisasi Program Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) Kemdiktisaintek Tahun 2026, yang diselenggarakan oleh Tim Pengabdi di bawah kepemimpinan Dr. Marti Widya Sari, S.T., M.Eng., IPM. Kegiatan berlangsung pada Rabu (8/7/2026) di Hotel Dermaga Keluarga Sonosewu, Bantul.

Mengusung tema “Pemberdayaan Desa Binaan: Penguatan Ketahanan Pangan melalui Penerapan Integrated Farming Berbasis Pemberdayaan Masyarakat di Desa Ngestiharjo, Bantul”, kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi multipihak untuk menciptakan desa yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan.

Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui pendekatan Integrated Farming, program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi pangan, tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal, inovasi teknologi, dan pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan.

Ketua Tim Pengabdi, Dr. Marti Widya Sari, S.T., M.Eng., IPM., dalam laporannya menyampaikan bahwa keberhasilan program desa binaan sangat bergantung pada sinergi berbagai pihak. Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi ini menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi sekaligus membangun komitmen bersama dalam pelaksanaan program di lapangan.

Rangkaian acara diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan oleh pembawa acara, laporan Ketua Tim Pengabdi, serta sambutan dari Lurah Ngestiharjo yang menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam membangun desa yang tangguh dan berdaya saing.

Selanjutnya, Tim Pengabdi memaparkan konsep, tujuan, serta mekanisme pelaksanaan Program PDB Tahun 2026. Pemaparan tersebut memberikan gambaran menyeluruh mengenai tahapan implementasi program yang akan dijalankan bersama masyarakat Desa Ngestiharjo.

Wawasan peserta semakin diperkaya melalui penyampaian materi dari Bappeda Kabupaten Bantul mengenai penerapan Integrated Farming sebagai strategi meningkatkan ketahanan pangan sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Konsep pertanian terpadu ini mengintegrasikan berbagai sektor, seperti pertanian, peternakan, dan perikanan sehingga mampu menghasilkan sistem produksi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Tidak hanya itu, narasumber dari Akademi Perikanan Yogyakarta turut memberikan pelatihan mengenai penerapan aquaponik, teknologi budidaya yang menggabungkan perikanan dan pertanian dalam satu sistem terpadu. Inovasi ini dinilai memiliki potensi besar untuk diterapkan di lingkungan masyarakat sebagai alternatif penguatan ketahanan pangan sekaligus peningkatan nilai ekonomi keluarga.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, terutama saat sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan dan gagasan disampaikan terkait implementasi program di tingkat masyarakat, mulai dari strategi pemberdayaan kelompok tani hingga pengelolaan hasil pertanian secara berkelanjutan. Diskusi tersebut mencerminkan semangat kolaboratif seluruh pihak dalam menyukseskan program desa binaan.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur, di antaranya jajaran LPPM Universitas PGRI Yogyakarta, Tim Pengabdi, Bappeda Kabupaten Bantul, Pemerintah Kalurahan Ngestiharjo, Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kasihan, Akademi Perikanan Yogyakarta, para ketua program studi di lingkungan UPY, Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati Asri Tambak, Kelompok Bank Sampah Mitra Melati Tambak, mahasiswa, serta sejumlah mitra pendukung lainnya. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut menjadi bukti kuat bahwa pembangunan desa membutuhkan sinergi lintas sektor.

Melalui pelaksanaan Program Pemberdayaan Desa Binaan Tahun 2026, LPPM Universitas PGRI Yogyakarta kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga aktif menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Program ini diharapkan mampu menjadi model pemberdayaan desa berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat meningkatkan ketahanan pangan, memperkuat ekonomi masyarakat, sekaligus mendorong terwujudnya pembangunan desa yang berkelanjutan.

Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan pengabdian, Universitas PGRI Yogyakarta terus berupaya menjadikan ilmu pengetahuan sebagai kekuatan untuk menghadirkan perubahan positif bagi masyarakat, sejalan dengan visinya sebagai perguruan tinggi yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing global.