Penulis: Administrator

  • Terbiasa dan Sering Praktik Membuat Skil Bahasa Inggris Meningkat “Practice Makes Perfect”

    Terbiasa dan Sering Praktik Membuat Skil Bahasa Inggris Meningkat “Practice Makes Perfect”

    Bahasa Inggris adalah salah satu bahasa resmi Internasional yang paling banyak digunakan di seluruh penjuru dunia. Ada 53 negara yang menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa resmi. Maka dari itu sangat penting untuk belajar dan menguasai bahasa inggris. Hal tersebut  juga disampaikan oleh Juang kurniansyah M.Pd saat menjadi narasumber di UPY Talkshow (29/05),  Dosen Program Sarjana Pendidikan Bahasa Inggris Universitas PGRI Yogyakarta sekaligus sebagai sekretaris di UPT Bahasa. “Bahasa inggris sangat penting untuk kita kuasai dan itu akan menjadi nilai tambah bagi kita.”tegasnya. Selain itu beliau juga di percaya sebagai salah satu dosen pembimbing Program Pertukaran Pelajar (SeaTeacher).

    Disinggung soal program pertukaran pelajar Asia Tenggara atau SeaTeacher, ia menjelaskan “Sebelum melaksanakan program tersebut kita menseleksi mahasiswa, pertama dari administrasi, kemudian melakukan wawancara dengan tes kemampuan bahasa inggris mahasiswa calon partisipan program SeaTeacher tersebut, lalu kami akan cari tau kemampuannya. Yang terpenting dan syarat utama adalah kemampuan atau skill bahasa inggrisnya yang baik.”jelasnya. Untuk pelaksanaan program SeaTeacher biasanya kita mengirim mahasiswa tergantung kesepakatan dengan pimpinan dan Universitas yang sudah bekerjasama dengan kita, diantaranya dari Universitas di Thailand dan Filipina.”terangnya. “untuk kegiatan disana mahasiswa melaksanakan praktik mengajar disekolah-sekolah yang sudah ditentukan sebelumnya sama seperti PPL, begitu juga sebaliknya kita akan menerima mahasiswa program SeaTeacher yang dikirim  dari kampus diluar negeri dan mereka akan praktik disekolah-sekolah yang sudah ditentukan mulai dari SD sampai SMA.”lanjutnya.

    Maka dari itulah mengapa Bahasa inggris sangat penting di zaman ini, selain diperlukan untuk dibidang pendidikan juga tidak menutup kemungkinan diperlukan untuk berbisnis atau menjalin kerjasama diberbagai bidang apapun dengan instansi-instansi khususnya di luar negeri untuk memudahkan dalam komunikasi menggunakan bahasa asing utamanya penggunaan bahasa inggris. Untuk belajar dan mampu menguasai bahasa inggris kita harus tahu dasar-dasarnya. Ia menjelaskan “ada 4 dasar utama dalam pembelajaran bahasa inggris yaitu listening(mendengar), Speaking(berbicara), reading(membaca), writing(menulis). Memang yang harus dikuasai lebih dulu adalah bagaimana kita mendengarkan bahasa inggris itu sendiri, dengan begitu kita akan terbiasa berbicara, setelah mulai terbiasa berbicara kita akan mulai banyak membaca, kemudian setelah terbiasa dengan membaca kita akan mulai terbiasa menulis dengan bahasa inggris.”jelas Juang.

    Bahasa inggris selalu menjadi momok tersendiri untuk setiap orang khusunya dalam tata bahasa, namun kalau kita terbiasa mendengar dan menonton movie berbahasa inggris itu akan sangat membantu dan menambah kosakata tersendiri. “jadi bisa karena terbiasa itulah akan menjadi pondasi yang sangat penting untuk mampu menguasai bahasa inggris termasuk saat kita menonton movie berbahasa inggris itu juga akan membantu kebiasaan kita dan menambah kosakata tersendiri.”jelas juang. Saya juga sering berpesan kepada mahasiswa untuk membuat kelompok dan tidak perlu terlalu banyak cukup kelompok-kelompok kecil saja dimana di lingkup kelompok tersebut kita membiasakan berbicara dengan bahasa inggris, dari terbiasa itu kita akan lebih mudah memberanikan diri berbicara dengan bahasa inggris.”imbuhnya.

    Pada intinya yang terpenting harus sering-sering berbicara dan mendengarkan bahasa inggris, baik dari menonton movie, mendengarkan lagu, membuat kelompok kecil untuk praktik dimana kita berkomunikasi menggunakan bahasa inggris sehingga kita juga bisa saling mengoreksi satu sama lain, tentunya masih banyak juga dari media-media online saat ini untuk membantu kita belajar bahasa inggris. “intinya adalah kebiasaan seperti listening music, watch movie, itu sangat-sangat membantu sekali bagaimana berekspresi, bagaimana mengungkapkan suatu kata, kemudian membuat suatu wadah atau kelompok kecil dimana kita saling berinteraksi menggunakan bahasa inggris sehingga dapat saling mengoreksi satu sama lain dan itu akan membantu kita dalam meningkatkan skil bahasa inggris kita.”tutur Juang. (feb)

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/mengenal-sosok-erin-mahasiswi-berprestasi-yang-gagal-keluar-negeri-karena-pandemi

  • Mengenal Sosok Erin, Mahasiswi Berprestasi Yang Gagal Keluar Negeri Karena Pandemi

    Mengenal Sosok Erin, Mahasiswi Berprestasi Yang Gagal Keluar Negeri Karena Pandemi

    Yulia Erin Dewardo merupakan mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta yang saat ini masih aktif sebagai mahasiswi tingkat akhir prodi PGSD UPY. Cewek keturunan Jawa yang lahir di Sumatera selain berparas cantik, pintar dan berprestasi, ia termasuk mahasiswi yang aktif di organisasi baik di lingkup kampus maupun luar kampus.  Sekarang pun dia menjabat sebagai Wakil Presiden Mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta.

    Pernah mengikuti pertukaran pelajar di Filipina dalam program SeaTeacher merupakan pengalaman dan prestasi yang membanggakan bagi dirinya dan tentunya Kampus. ”SeaTeacher semacam pertukaran pelajar yang ranah sasarannya untuk mahasiswa kependidikan yang dilakukan diluar negeri. Jadi selama di luar negeri kita mengajar di sekolah-sekolah yang sudah ditentukan dan dilaksanakan selama 1 bulan.”jelas Erin. Selain pernah mengikuti pertukaran pelajar di Filipina, Desember tahun lalu Erin juga pernah ke Thailand dalam Program International Youth Leader Volunteering yang dilaksanakan selama 1 minggu. “jadi awalnya disana harusnya kita mengajar anak-anak TKI, tapi karena ada satu dan lain hal jadinya kita mengajar anak-anak asli Thailand.”imbuhnya.

    Rencananya, Erin mengikuti kegiatan Asean Global Youth yang merupakan program semacam konferensi atau seminar yang dilaksanakan di Singapura dan Malaysia pada bulan April lalu namun karena adanya Pandemi Covid-19 program tersebut terpaksa dibatalkan. Terlepas dari dibatalkannya Asean Global Youth, tentu dari program-program dan kegiatan yang sudah pernah diikutinya selama ini merupakan sebuah pengalaman yang menyenangkan dan berharga bisa jalan-jalan dan pergi ke luar negeri. “sempat merasa gugup karena memang saat di Filipina adalah pertama kali saya ke luar negeri dan ada kendala-kendala seperti bahasa saat di Thailand yang terpaksa kadang harus menggunakan google translate karena memang anak-anak di Thailand kurang memahami untuk Bahasa inggris, berbeda dengan di Filipina yang kesehariaannya masyarakat disana rata-rata sudah menggunakan Bahasa inggris jadi memudahkan kita saat berkomunikasi.”ungkap Erin.

    Yulia Erin Dewardo (kiri) saat menjadi bintang tamu di acara UPY Talkshow

    Bagaimana menjadi mahasiswa sehingga mampu berprestasi? selama dikampus apa aja sih yang dilakukan selain kuliah dan mengerjakan tugas? Adakah skill khusus yang harus disiapkan? Mungkin pertanyaan-pertanyaan tersebut sering berada dalam benak kita ketika ada salah satu teman kuliah yang berhasil mendapatkan berbagai prestasi baik akademik maupun non akademik.

    Erin menjelaskan bagaimana supaya kita bisa mendapatkan prestasi di kampus seperti bisa terpilih mengikuti Program Student Exchange, “tentu yang pertama kita harus rajin-rajin mencari informasi, mempersiapkan apa yang harus disiapkan contoh seperti passport yang harus kita siapkan sebelum pergi ke luar negeri, kemudian menghubungi dosen-dosen yang bersangkutan yang menangani program student exchange tersebut. Lalu kita juga harus mempunyai skil dalam bidang public speaking tentunya dalam berbahasa inggris, selain itu kita juga harus percaya diri.”Jelas Erin. Sedangkan dalam keorganisasian Erin menerangkan manfaat apa saja yang diperoleh selama mengikuti organisasi baik di luar maupun didalam lingkup kampus. “Tentunya yang pertama kita bisa menjalin relasi yang luas, selain itu melatih bagaimana kepemimpinan kita karena bagaimanapun saat di organisasi kita mempunyai tanggung jawab yang harus kita kerjakan yang menuntut kita bisa tetap aktif.”lanjutnya.

    Diakhir acara Erin menjelaskan apa sukanya kuliah di UPY, menurutnya “Saya sangat bersyukur bisa kuliah di UPY selain karena memiliki fasilitas-fasilitas yang banyak untuk mahasiswa tentunya banyak juga beasiswa-beasiswa yang bisa kita peroleh saat kita kuliah di UPY dan ada banyak juga program-program yang bisa kita ikuti seperti SeaTeacher, PPA dan masih banyak lagi. Kemudian dosen-dosen di UPY sangat support sekali terhadap mahasiswa, selain itu dosen-dosenya juga sudah ahli di bidangnya masing-masing.” Erin juga berpesan “kuliah dimanapun sama saja karena semua tergantung kepada diri kita sendiri, yang jelas penentu masa depan kita ya diri kita sendiri. Terpenting jangan berkecil hati ketika ditolak oleh Perguruan Tinggi yang kalian inginkan karena masih ada kampus lain seperti di UPY yang kualitasnya pun tidak jauh beda dengan kampus-kampus lain.”Ungkapnya.

    Semua hal tersebut terungkap dalam UPY Talkshow Sansed (Santai Sedjenak) yang dilaksanakan pada jumat (15/05) lalu yang disiarkan secara live dari Gedung baru Fakultas Sains Teknologi dan juga disiarkan live di Instagram @upyofficial dan youtube UPY Official. Acara tersebut mengangkat tema yaitu “Ngampus Ngapain Aja?”.

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/cegah-penularan-covid-19-pvto-fkip-upy-produksi-sabun-praktis-cuci-tangan

  • Cegah Penularan Covid-19, PVTO FKIP UPY Produksi Sabun Praktis Cuci Tangan

    Cegah Penularan Covid-19, PVTO FKIP UPY Produksi Sabun Praktis Cuci Tangan

    Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif (PVTO) FKIP UPY memproduksi sabun praktis cuci tangan. Produksi sabun praktis cuci tangan tersebut sebagai upaya pencegahan persebaran COVID-19 yang semakin besar akhir-akhir ini. “Penggunaan sabun cuci tangan biasa dirasa kurang praktis dibawa bepergian, hal ini menjadi alasan produksi sabun praktis cuci tangan tersebut”, terang Yulia Venti Yoanita selaku dosen PVTO UPY.

    tampilan sabun dan kemasan

    Jalur penularan utama virus corona adalah melalui droplet dan udara. Virus tersebut akan masuk ke tubuh orang lain saat orang lain menyentuh permukaan dimana droplet dan udara tersebut menempel. Kemudian, saat mereka mengusap wajah dengan tangan dan bernafas maka mereka akan terpapar Covid-19.

    Praktis dimasukkan ke saku celana

    Menurut anjuran BNPB salah satu cara pencegahan penularan penyakit coronavirus (COVID-19) yang terbaik adalah dengan mencuci tangan secara rutin dengan sabun dan membilasnya dengan air yang mengalir. Sabun praktis cuci tangan yang diproduksi PVTO ini berfungsi untuk mencuci tangan/membersihkan tangan dari virus yang menempel ditangan. Keistimewaan sabun ini adalah praktis dan efektif dibawa kemanasaja dengan menaruhnya di tas, dompet maupun saku sehingga memudahkan orang untuk selalu mencuci tangan setelah menyentuh permukaan apapun.Venti menambahkan jika akan menggunakan sabun ini tinggal mengeluarkan satu lembar sabun dari packingnya kemudian bilas dengan air yang mengalir.

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/upy-talkshow-mahasiswa-mau-jadi-apa

  • UPY Talkshow – Mahasiswa Mau Jadi Apa?

    UPY Talkshow - Mahasiswa Mau Jadi Apa?

    UPY Talkshow adalah acara talkshow atau gelar wicara yang dikemas dengan suasana santai. Membahas persoalan hangat khususnya yang menyangkut Universitas dan mahasiswa dengan cara sederhana. UPY Talkshow atau Sansed (Santai Sedjenak) digelar di Kampus UPY Gedung baru Fakultas Sains dan Teknologi lantai 5 setiap hari jumat mulai pukul 14.00 wib dan tayang live di Instagram @upyofficial serta youtube UPY Official.

    Pada jumat (8/05) lalu UPY Talkshow hadir di episode 2 dengan membahas tema “Mahasiswa Mau Jadi Apa?” dihadiri juga oleh Bapak Danuri M.Pd selaku wakil dekan 3 FKIP UPY bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama yang menjadi narasumber kali ini dan dipandu oleh host Aditya Wahana M.Kom.

    Dalam acara talkshow tersebut Bapak Danuri berkesempatan menjelaskan salah satunya tentang bidang Kerjasama. Menurutnya “setiap suatu kampus, suatu negara atau apapun sifatnya adalah sosial dan tidak mungkin berdiri sendiri, artinya setiap Lembaga, Kampus, Instansi dan apapun jenisnya tentu harus bekerjasama dengan pihak lain untuk berkembang.”tegas Danuri. Salah satu contoh adalah saat ini di UPY khususnya di FKIP ada Program SeaTeacher. SeaTeacher merupakan praktik pembelajaran tetapi pelaksanaannya tidak di Indonesia melainkan di luar negeri khususnya di Asia Tenggara antara lain di Thailand, Filipina, Malaysia, dan Myanmar.”jelas Danuri. Jadi kita mengirim mahasiswa ke negara tersebut lalu mahasiswa dari negara tersebut di kirim ke Indonesia, kemudian untuk praktiknya mahasiswa akan berada disekolah-sekolah untuk mengajar sesuai bidang studinya tentunya ada syarat khusus yaitu sekolah-sekolah harus bertaraf Internasional karena akan berpengaruh bagaimana guru dan murid menguasai Bahasa asing.”lanjutnya.

    Danuri juga menjelaskan apa itu mahasiswa. Menurutnya mahasiswa harus menjadi agen perubahan salah satunya adalah pola pikir, lalu perasaan bagaimana berempati, bagaimana bersosial dalam kehidupannya dan seterusnya. Jadi itulah bedanya siswa dan mahasiswa yaitu pada pola pikir dan hati, selain itu mahasiswa juga diberikan kebebasan untuk belajar tidak hanya sekedar dikelas tetapi bisa juga di intra ataupun di ekstra. Itulah kenapa di UPY banyak mengadakan kegiatan-kegiatan baik di intra maupun ekstra sehingga mahasiswa bisa berdealektika dengan orang-orang luar dan tidak hanya di kampus saja dengan begitu mahasiswa bisa lebih mengembangkan dirinya.”jelasnya.

    Dengan memfasilitasi mahasiswa baik dari fasilitas SDM ataupun fasilitas-fasilitas yang bersifat fisik berupa gedung-gedung tentunya untuk mengembangkan mahasiswa untuk lebih berkembang dan berprestasi. “kita memiliki Gedung Ormawa untuk memfasilitasi sekian banyak potensi-potensi mahasiswa seperti kepramukaan, UKM Musik, Teater, Menwa, Taekwondo, Pencak Silat dan masih banyak lagi. Jadi kita memfasilitasi mahasiswa-mahasiswa untuk supaya mereka bisa berprestasi di kancah Nasional maupun Internasional baik akademik maupun non akademik.”tegas Danuri.

    Lalu mahasiswa mau jadi apa? Danuri menjelaskan,”pertama mahasiswa yang terpenting bisa menjadi agen perubahan dari pola pikirnya dan perasaannya, berubah untuk dirinya sendiri bagi masyarakat dan sosial, utamanya untuk bangsa dan negaranya seperti kepedulian bagaimana saat seperti masa covid ini, itulah “Humanism”. Kemudian kita harus memiliki rasa global tetapi produk local itulah “Glokal”, dan terakhir kita sebagai mahasiswa maupun yang sudah lulus harus mempunyai jiwa “Entrepreneur” jiwa wirausahawan, jadi selama kita memiliki jiwa entrepreneur kita masih bisa bertahan dan akan selalu survive. Seperti slogan Universitas PGRI Yogyakarta yaitu “Humanism, Glokal, Entrepreneur”. Tegas Danuri.

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/putus-matarantai-penyebaran-covid-19-fkip-upy-kembangkan-sterilization-chamber

  • PENGUMUMAN PEMBAYARAN BIAYA KULIAH SEMESTER GENAP TA. 2019/2020

    PENGUMUMAN PEMBAYARAN BIAYA KULIAH SEMESTER GENAP TA. 2019/2020

    Untuk melihat besaran tagihan biaya kuliah bisa di download pada link di bawah ini :

    DOWNLOAD TAGIHAN BIAYA KULIAH

  • Putus Matarantai Penyebaran Covid-19, FKIP UPY Kembangkan Sterilization Chamber

    Putus Matarantai Penyebaran Covid-19, FKIP UPY Kembangkan Sterilization Chamber

    FKIP Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) meluncurkan (launching) alat bilik sterilisasi (Sterilization Chamber) untuk mencegah persebaran COVID-19, Kamis (9/4/2020). Dalam pembuatan dan pengembangan alat tersebut FKIP UPY bekerja sama dengan dengan Prosa Pendidikan Vokasioal Teknologi Otomotif FKIP UPY.

    “Pembuatan alat tersebut sebagai langkah pencegahan persebaran virus yang semakin besar akhir-akhir ini. Penggunaan masker dan cuci tangan dirasa kurang menyeluruh ke badan menjadi alasan pengadaan alat ini,” terang Bayu Gilang Purnomo selaku Kaprosa PVTO UPY.

    Menurut penelitian virus dapat menempel di barang-barang selama beberapa hari, sehingga selain pencegahan untuk diri sendiri perlu adanya pembersihan menyeluruh ke pakaian yang dikenakan secara cepat dan praktis. “Hal ini untuk membunuh virus karena droplet atau karena menyentuh permukaan yang tidak diketahui,” ujarnya.

    Sterilization Chamber berfungsi mengubah air yang sudah dicampur dengan cairan antiseptic menjadi kabut dan melalui pipa dan tekanan udara menyebarkannya ke seluruh bagian tubuh. Pengkabutan ini membuat cairan pembunuh virus lebih banyak menyebar karena barupa kabut dan tidak terlalu membuat basah pakaian.

    Selain itu alat tersebut menggunakan sensor gerak, Bayu menambahkan, apabila akan menggunakan alat hanya tinggal masuk bilik maka alat akan bekerja secara otomatis. Perlu diketahui, untuk menjaga keamanan dan keselamatan pengguna, cairan yang dipakai bukan jenis desinfektan tetapi antiseptic aman untuk permukaan kulit dan pernafasan manusia.

    “Alat sterilization chamber yang kami rancang aman bagi kulit maupun tubuh, kami harapkan civitas UPY tidak perlu khawatir dalam penggunaannya,” pungkas Bayu. Ia juga mengaharapkan alat ini dapat diproduksi lebih banyak lagi sesuai dengan kebutuhan untuk pencegahan COVID-19 dan rencananya alat tersebut akan dihibahkan ke setiap kabupaten dan kota di DIY.

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/aksi-solidaritas-mahasiswa-fkip-upy-bersama-saling-menguatkan

  • Aksi Solidaritas Mahasiswa : FKIP UPY, Bersama Saling Menguatkan

    Aksi Solidaritas Mahasiswa : FKIP UPY, Bersama Saling Menguatkan

    Di tengah pandemi virus corona menyebabkan masyarakat Indonesia harus membatasi diri dalam beraktivitas sosial (sosial distancing). Selain itu untuk mencegah tersebarnya virus corona, pemerintah menghimbau agar para perantauan baik yang bekerja maupun berkuliah untuk tidak pulang kembali ke kampung halamannya. Dua hal ini menyebabkan situasi ekonomi melemah terlebih lagi para pekerja yang pemasukannya secara harian. Daerah Istimewa Yogyakarta yang notabennya banyak terdapat mahasiswa pun ikut terdampak. Banyak mahasiswa perantauan yang masih tertahan di tempat tinggal / kostnya dan sulit untuk keluar.

    Di tengah wabah ini, KM FKIP UPY melakukan aksi solidaritas dengan membagikan sembako secara gratis kepada mahasiswa FKIP UPY yang membutuhkan. Pembagian ini memprioritaskan mahasiswa perantauan yang masih tertahan di kosnya dan belum bisa pulang ke kampung halamannya. Sembako yang dibagikan berupa 2 Kg beras, 4 Butir Telur, 4 Bungkus Mie Instan dan Minyak goreng. Tercatat sejumlah 70 paket sembako disalurkan ke mahasiswa FKIP UPY.

    “Selain membantu sesama mahasiswa yang membutuhkan (perantauan dan sebagainya) ini juga sebagai simbolisme perlawanan dan perjuangan mahasiswa sebagai individu sosial dan solid terhadap situasi saat ini yang indonesia hadapi bersama” cetus Mochamad Sihabudin, Gubernur BEM FKIP UPY.

    Hal tersebut menunjukan bahwa segenap mahasiswa bersama memiliki itikad baik dengan menjunjung asas kemanusiaan dan saling membantu di keadaan kini hari. Kegiatan berjalan dengan lancar dan tertib serta mendapat dukungan dari pihak dekan FKIP yang berkontribusi hadir dan membantu segenap kegiatan yang ada.

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/esq-quantum-excellence-menuju-mahasiswa-apik-dan-unggul