
Berikut Pengumuman Jadwal Pengambilan Toga, Samir, & Undangan Wisuda Periode III (Offline 28 Juni 2025) tahun akademik 2024/2025


Berikut Pengumuman Jadwal Pengambilan Toga, Samir, & Undangan Wisuda Periode III (Offline 28 Juni 2025) tahun akademik 2024/2025


Di tengah kesibukan kuliah, riset, dan deadline proposal, mari luangkan waktu untuk merenung:
Apa yang bisa kita kurbankan demi kebaikan bersama?
Selamat Idul Adha 1446 H dari Universitas PGRI Yogyakarta.
Semoga hati kita terus dilatih untuk ikhlas, seperti Nabi Ibrahim, dan selalu peduli seperti yang diajarkan oleh agama.


Idul Adha sebentar lagi datang. Udara mulai bau rumput, warung mulai jual tusuk sate kiloan, dan grup WhatsApp masjid makin aktif, isinya mulai dari urunan kurban sampai tukang potong yang katanya “spesialis sapi rewel.”
Tapi Idul Adha bukan cuma soal daging. Ini soal niat, soal ikhlas, dan soal bagaimana kita menghadapi momen spiritual dengan logika waras dan sedikit bumbu tawa.
Di zaman medsos, semua bisa jadi konten. Termasuk kurban. Tapi inget, kurban bukan lomba siapa yang sapinya paling gede, apalagi siapa yang paling banyak unggah video before-after hewan kurban.
Jangan sampai niat kurban malah berubah jadi niat cari likes.
Kalau kamu mau update, silakan. Asal jangan posting caption begini:
“Akhirnya, tahun ini bisa kurban satu sapi utuh. Semoga kamu yang masih potong ayam, tetap semangat ya!”
Ya ampun, Mbak.
Pernah lihat ekspresi sapi waktu digiring ke lokasi penyembelihan? Antara bingung dan pasrah. Tapi ada juga yang drama, lari-lari kayak dikejar mantan, sampai satu kampung bantuin tangkap. Pahlawan lokal pun lahir: Mas-Mas RW yang berhasil nangkap kambing pake sarung basah.
Jadi jangan remehin kerja panitia kurban. Mereka bukan sekadar motong daging. Mereka juga psikolog hewan dadakan, ahli gizi daging, dan kadang… gladiator.
Kalau kamu pernah ikut bagi-bagi daging kurban, kamu tahu: ini bukan tugas ringan. Daftar penerima kadang lebih sensitif dari daftar undangan pernikahan.
“Kenapa Bu RT dapet dua plastik? Saya cuma satu!”
“Ini dagingnya lebih banyak lemak daripada isinya, loh!”
“Maaf, saya vegetarian… tapi kalau tulangnya bisa buat sop, saya ambil ya.”
Tapi di sinilah seni dari berbagi. Kadang niat baik diuji bukan dengan pekerjaan berat, tapi dengan komentar tetangga.
Idul Adha adalah satu-satunya hari di mana semua jenis daging disatukan dalam satu panci: gulai, tongseng, rendang, hingga sate bakar rasa arang. Hebatnya, ini juga satu-satunya momen di mana kolesterol dianggap “berkah.”
Tapi ingat, nikmatilah dengan bijak. Karena setelah hari raya, yang antre bukan cuma warung sate, tapi juga klinik cek darah.
Tips sehat:
Di balik semua tawa dan kehebohan, Idul Adha tetaplah tentang sebuah kisah yang menyentuh: tentang Nabi Ibrahim yang rela mengorbankan putranya karena perintah Tuhan. Tentang Nabi Ismail yang ikhlas menerima takdir.
Dari sana kita belajar: kurban itu bukan hanya tentang menyembelih hewan, tapi juga menyembelih ego, rasa sombong, dan cinta dunia yang berlebihan.
Mungkin kita belum bisa kurban sapi, tapi kita bisa mulai dari kurban waktu untuk orang tua, kurban ego saat minta maaf, atau kurban gengsi pas bantu di dapur.
Kurban Gak Harus Mahal, Tapi Harus Tulus
Idul Adha bukan tentang “kamu kurban apa,” tapi “apa yang kamu pelajari dari kurban itu.” Entah kamu tukang potong, tukang tusuk sate, panitia yang ngurus kupon, atau ibu-ibu dapur yang masak tanpa henti—semua punya peran.
Dan satu hal lagi, kalau kamu cuma bisa bantu bersihin masjid atau antar daging pakai motor tua, itu juga kurban, yang penting niatnya beres, hatinya tulus.
Selamat menyambut Idul Adha. Semoga tahun ini kita semua bisa kurban, entah itu kambing, waktu, tenaga, atau perasaan (yang belum dibalas).


Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas PGRI Yogyakarta (HMP Akuntansi UPY) kembali menyelenggarakan ajang tahunan Accounting Competition yang kini memasuki tahun ketiganya. Mengusung tema “Accounting Challenge: Unlocking Financial Puzzles”, kompetisi ini bertujuan mengasah kemampuan akademik serta nalar kritis siswa-siswi tingkat SMA/SMK/MA sederajat dari berbagai daerah di Indonesia dalam bidang akuntansi.
Kompetisi yang terbagi dalam dua tahap—online dan offline—ini berlangsung dari tanggal 19 hingga 26 April 2025. Sebanyak 8 tim dari sekolah-sekolah di berbagai wilayah ambil bagian, yakni:
Babak online yang digelar pada 19 April 2025 melalui Zoom diikuti dengan antusiasme tinggi. Lima tim terbaik berhasil lolos ke babak final dan diundang ke tahap offline yang dilaksanakan secara langsung pada 26 April 2025 di Auditorium Kampus 1 Universitas PGRI Yogyakarta.
Tahapan offline kompetisi terbagi menjadi tiga babak utama:
Tiga dewan juri yang menilai jalannya babak final adalah:
Setelah penilaian intensif, tiga tim terbaik diumumkan sebagai pemenang:
Para pemenang berhak atas piala, sertifikat penghargaan, dan uang pembinaan.

“Kegiatan ini bukan hanya ajang perlombaan, tetapi juga wadah mempererat tali silaturahmi antar pelajar dari berbagai daerah sekaligus mengenalkan dunia akuntansi secara lebih mendalam dan menyenangkan,” ujar Ketua Panitia.
Dengan keberhasilan penyelenggaraan tahun ini, HMP Akuntansi UPY berharap dapat terus menginspirasi generasi muda untuk menekuni bidang akuntansi serta membentuk karakter unggul dan kompetitif di tingkat nasional.

Ujian Action Program (AP) Periode II, Juni Th 2025 secara daring/online akan dilaksanakan pada :
Pemberian Materi : 10 Juni 2025 (Via Grup Telegram)
Ujian : 12 Juni 2025 *jika ada perubahan akan diumumkan via grup telegram*
Tempat : Daring
Berikut daftar peserta & kelompok ujian Action Program Periode II 2025 :
Bagi peserta yang namanya sudah terdaftar dimohon untuk join grub WHATSAPP untuk mengikuti informasi berikutnya, untuk join silahkan klik link atau scan barcode berikut :



Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali menunjukkan komitmennya dalam memajukan pendidikan dan budaya Indonesia melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional yang sukses dilaksanakan di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL).
Mengusung tema “Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila: Literasi Budaya Membatik di Sekolah Indonesia Luar Negeri”, kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan melestarikan budaya membatik kepada generasi muda Indonesia di luar negeri.
Tim PKM FKIP UPY dipimpin oleh Dr. Muhardila Fauziah, S.Pd.I., M.Pd. dari Program Studi Pendidikan Dasar, serta melibatkan dosen dari lima program studi kependidikan, yaitu:
Kegiatan juga melibatkan mahasiswa dari masing-masing program studi, memperkaya pengalaman lintas budaya dan kolaborasi internasional.


Selama pelaksanaan, para siswa SD serta guru di SIKL diajak secara aktif terlibat dalam praktik membatik, mulai dari menggambar pola, mencanting malam, hingga pewarnaan. Di sesi pertama yang digelar pada Oktober 2024, peserta dikenalkan dengan filosofi batik dan motif khas Kraton Yogyakarta, serta menerima buku saku batik sebagai panduan pembelajaran.
Sebagai puncak kegiatan, Dr. Muhardila Fauziah secara simbolis menyerahkan alat-alat membatik dan inovasi teknologi batik kepada perwakilan SIKL. Bantuan tersebut mencakup alat cap batik ergonomis dan perangkat lunak desain motif digital guna mendukung pembelajaran seni budaya secara berkelanjutan di lingkungan SIKL.
Perwakilan SIKL, Bapak Budi, selaku Humas, menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi FKIP UPY. “Kami sangat terbantu dengan adanya program ini. Semoga dapat terus meningkatkan kualitas pembelajaran seni budaya di sekolah kami,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata dedikasi FKIP UPY dalam mendukung penguatan karakter dan identitas kebudayaan bangsa, khususnya di kalangan pelajar Indonesia di luar negeri.


Dalam upaya mempercepat digitalisasi sistem pendidikan, kebijakan baru terkait penomoran ijazah dan sertifikat profesi kini menjadi topik hangat yang banyak dibicarakan di kalangan perguruan tinggi. Kebijakan ini lebih dari sekadar perubahan administratif—ini adalah langkah besar untuk memastikan sistem pendidikan tinggi di Indonesia lebih transparan, efisien, dan berstandar internasional. Untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V (LLDIKTI Wilayah V) menggelar sosialisasi tentang Penomoran Ijazah dan Sertifikat Profesi Nasional (PISN) serta Permendikbudristek Nomor 50 Tahun 2024.
Acara yang berlangsung pada 22 Mei 2025 ini dibuka oleh Kepala LLDIKTI Wilayah V, Prof. Setyabudi Indartono M.M., Ph.D. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya seluruh perguruan tinggi untuk memahami dengan baik kebijakan baru ini agar tidak ada kesalahan administratif di masa depan.
“Perubahan besar dalam kebijakan pendidikan tinggi ini menuntut kita semua untuk siap beradaptasi, terutama terkait dengan penomoran ijazah dan sertifikat profesi yang kini semakin terintegrasi secara digital. Kami berharap semua perguruan tinggi bisa segera menyesuaikan data dan prosedur mereka dengan regulasi yang baru, agar pelaksanaan ke depan lebih lancar,” ungkap Prof. Setyabudi.
Sosialisasi ini menghadirkan sejumlah narasumber yang ahli di bidangnya, di antaranya:
Salah satu hal penting yang dibahas dalam sosialisasi ini adalah ijazah elektronik. Saat ini, meski penggunaan tanda tangan elektronik sudah mulai berlaku, bentuk lengkap ijazah digital (e-ijazah) masih dalam pengembangan dan akan diatur lebih lanjut dalam regulasi mendatang. Permendikbudristek Nomor 50 Tahun 2024 sendiri masih dalam tahap revisi untuk menyempurnakan berbagai aspek yang dirasa perlu diperbaiki.
Tak hanya itu, LLDIKTI juga menjelaskan bahwa sistem PISN kini dilengkapi dengan validator khusus untuk program studi kesehatan seperti kedokteran dan kedokteran gigi, untuk memastikan bahwa masa studi mahasiswa sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan Kedokteran (SNDikDok). Ini tentu menjadi kabar baik bagi perguruan tinggi yang ingin memastikan ijazah yang diterbitkan sesuai dengan standar yang berlaku.
Selain membahas tantangan teknis, para peserta juga diberi kesempatan untuk bertanya langsung kepada narasumber terkait masalah yang mereka hadapi di institusi masing-masing. Banyak pertanyaan seputar masalah eligibilitas mahasiswa, masa studi yang tidak terbaca, hingga status akreditasi yang tidak sinkron yang menjadi isu di berbagai perguruan tinggi.
Satu hal yang juga ditekankan adalah pentingnya Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). Seiring dengan perubahan ini, SKPI kini wajib dilampirkan bersama ijazah, yang memberikan gambaran lebih lengkap tentang capaian pembelajaran mahasiswa selama masa studi.
Dari kegiatan ini, peserta mendapatkan pemahaman yang lebih jelas mengenai prosedur penomoran ijazah, PISN, serta ijazah elektronik. Semua arahan yang diberikan diharapkan dapat membantu perguruan tinggi dalam menghadapi perubahan ini dengan lebih siap, sekaligus mewujudkan pendidikan tinggi yang lebih akuntabel, transparan, dan sesuai dengan standar internasional.


Selamat memperingati Hari Kenaikan Yesus Kristus bagi seluruh umat Kristiani yang merayakan.
Semoga damai, kasih, dan sukacita senantiasa menyertai langkah kita semua.
Mari terus menjaga semangat toleransi, kebersamaan, dan kasih di tengah keberagaman.


Yogyakarta, 21 Mei 2025 – Rektor Universitas PGRI Yogyakarta (UPY), Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P, bersama para pimpinan dari 47 perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menghadiri penandatanganan kerja sama strategis dengan Pemerintah Kota Yogyakarta dalam program pengembangan kampung tematik. Acara ini digelar di Hotel Tara sebagai bagian dari inisiatif “One Village, One Sister University, One Sister Corporate” yang selaras dengan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa program ini akan menjangkau 169 kampung di Kota Yogyakarta. Fokus utama dari pengembangan kampung tematik ini adalah kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah. Hasto menekankan pentingnya kolaborasi antara kampung dan kampus dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat sebagai landasan pembangunan berkelanjutan.
“Setiap kampung akan mendapatkan pendampingan dari perguruan tinggi untuk mengelola kebersihan dan sampah dengan cara yang efektif. Tema-tema pengembangan lainnya akan disesuaikan dengan potensi dan karakteristik masing-masing kampung,” ujar Hasto.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa sinergi antara potensi lokal dan kapasitas akademik perguruan tinggi akan menjadi kunci keberhasilan program ini. Kolaborasi ini tidak hanya menguatkan pemberdayaan masyarakat, tetapi juga mendorong implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat.

Salah satu bentuk konkret dari program ini adalah pengembangan kampung batik di Kota Yogyakarta. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas serta memperkuat ekonomi lokal melalui pengembangan kreativitas dan inovasi masyarakat.
Dengan melibatkan perguruan tinggi sebagai mitra strategis, Pemerintah Kota Yogyakarta optimistis program ini akan menjadi model kolaborasi efektif antara dunia akademik dan masyarakat dalam pembangunan wilayah yang inklusif dan berkelanjutan.


Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) sukses menggelar UPY Fun Run 5K, sebuah ajang lari santai yang terbuka untuk masyarakat umum dan pelajar, bertempat di Kampus 1 UPY. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja kolaboratif antar Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) di Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UPY.
Ajang yang berlangsung pada Minggu, 4 Mei 2025 ini bertujuan untuk meningkatkan semangat sportivitas, membangun kebersamaan antarmahasiswa, serta mempererat hubungan dengan masyarakat sekitar. Rute lari sejauh lima kilometer ini melibatkan berbagai lapisan peserta dari pelajar hingga masyarakat umum, yang antusias mengikuti kegiatan sejak pagi hari.



Wakil Dekan III FST, R. Hafid Hardiyanto, M.Pd, menyampaikan bahwa acara berjalan dengan lancar sesuai rencana, mulai dari registrasi peserta, pemanasan bersama, hingga sesi hiburan dan pembagian doorprize.
“Melihat antusiasme peserta dan dukungan dari berbagai pihak, kami berharap UPY Fun Run ini bisa menjadi agenda tahunan kampus yang tidak hanya mempromosikan gaya hidup sehat, tetapi juga memperkuat jejaring sosial di lingkungan UPY dan sekitarnya,” ujarnya.
Acara ini menjadi bukti nyata semangat kolaboratif mahasiswa UPY dalam menghidupkan kegiatan positif di lingkungan kampus, sekaligus menunjukkan peran aktif kampus dalam mengedukasi masyarakat melalui pendekatan yang menyenangkan dan inklusif.