Penulis: Administrator

  • Selamat Memperingati Hari Kenaikan Yesus Kristus

    Selamat Memperingati Hari Kenaikan Yesus Kristus

    Selamat memperingati Hari Kenaikan Yesus Kristus bagi seluruh umat Kristiani yang merayakan.
    Semoga damai, kasih, dan sukacita senantiasa menyertai langkah kita semua.

    Mari terus menjaga semangat toleransi, kebersamaan, dan kasih di tengah keberagaman.

  • Rektor UPY dan Pimpinan Perguruan Tinggi di DIY Hadiri Penandatanganan Kerja Sama dengan Pemkot Kota Yogyakarta – Kembangkan Kampung Tematik Sesuai Potensi

    Rektor UPY dan Pimpinan Perguruan Tinggi di DIY Hadiri Penandatanganan Kerja Sama dengan Pemkot Kota Yogyakarta – Kembangkan Kampung Tematik Sesuai Potensi

    Yogyakarta, 21 Mei 2025 – Rektor Universitas PGRI Yogyakarta (UPY), Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P, bersama para pimpinan dari 47 perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menghadiri penandatanganan kerja sama strategis dengan Pemerintah Kota Yogyakarta dalam program pengembangan kampung tematik. Acara ini digelar di Hotel Tara sebagai bagian dari inisiatif “One Village, One Sister University, One Sister Corporate” yang selaras dengan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

    Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa program ini akan menjangkau 169 kampung di Kota Yogyakarta. Fokus utama dari pengembangan kampung tematik ini adalah kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah. Hasto menekankan pentingnya kolaborasi antara kampung dan kampus dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat sebagai landasan pembangunan berkelanjutan.

    “Setiap kampung akan mendapatkan pendampingan dari perguruan tinggi untuk mengelola kebersihan dan sampah dengan cara yang efektif. Tema-tema pengembangan lainnya akan disesuaikan dengan potensi dan karakteristik masing-masing kampung,” ujar Hasto.

    Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa sinergi antara potensi lokal dan kapasitas akademik perguruan tinggi akan menjadi kunci keberhasilan program ini. Kolaborasi ini tidak hanya menguatkan pemberdayaan masyarakat, tetapi juga mendorong implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat.

    Salah satu bentuk konkret dari program ini adalah pengembangan kampung batik di Kota Yogyakarta. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas serta memperkuat ekonomi lokal melalui pengembangan kreativitas dan inovasi masyarakat.

    Dengan melibatkan perguruan tinggi sebagai mitra strategis, Pemerintah Kota Yogyakarta optimistis program ini akan menjadi model kolaborasi efektif antara dunia akademik dan masyarakat dalam pembangunan wilayah yang inklusif dan berkelanjutan.

  • UPY FUN RUN 5K 2025: Semangat Sportif Mahasiswa dan Masyarakat Umum Bersatu di Kampus 1 UPY

    UPY FUN RUN 5K 2025: Semangat Sportif Mahasiswa dan Masyarakat Umum Bersatu di Kampus 1 UPY

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) sukses menggelar UPY Fun Run 5K, sebuah ajang lari santai yang terbuka untuk masyarakat umum dan pelajar, bertempat di Kampus 1 UPY. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja kolaboratif antar Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) di Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UPY.

    Ajang yang berlangsung pada Minggu, 4 Mei 2025 ini bertujuan untuk meningkatkan semangat sportivitas, membangun kebersamaan antarmahasiswa, serta mempererat hubungan dengan masyarakat sekitar. Rute lari sejauh lima kilometer ini melibatkan berbagai lapisan peserta dari pelajar hingga masyarakat umum, yang antusias mengikuti kegiatan sejak pagi hari.

    Wakil Dekan III FST, R. Hafid Hardiyanto, M.Pd, menyampaikan bahwa acara berjalan dengan lancar sesuai rencana, mulai dari registrasi peserta, pemanasan bersama, hingga sesi hiburan dan pembagian doorprize.

    “Melihat antusiasme peserta dan dukungan dari berbagai pihak, kami berharap UPY Fun Run ini bisa menjadi agenda tahunan kampus yang tidak hanya mempromosikan gaya hidup sehat, tetapi juga memperkuat jejaring sosial di lingkungan UPY dan sekitarnya,” ujarnya.

    Acara ini menjadi bukti nyata semangat kolaboratif mahasiswa UPY dalam menghidupkan kegiatan positif di lingkungan kampus, sekaligus menunjukkan peran aktif kampus dalam mengedukasi masyarakat melalui pendekatan yang menyenangkan dan inklusif.

  • LLDIKTI Wilayah V Selenggarakan Bimbingan Teknis untuk Pengelolaan Perguruan Tinggi Swasta di Yogyakarta

    LLDIKTI Wilayah V Selenggarakan Bimbingan Teknis untuk Pengelolaan Perguruan Tinggi Swasta di Yogyakarta

    Yogyakarta – Dalam upaya meningkatkan kualitas tata kelola perguruan tinggi swasta, LLDIKTI Wilayah V menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) pada Jumat, 16 Mei 2025. Kegiatan yang diadakan di Yogyakarta ini diikuti oleh para pimpinan yayasan pengelola perguruan tinggi swasta dari wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Bagian Umum LLDIKTI Wilayah V, Bapak Tego Sudarto, S.E., M.M. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya profesionalisme dalam mengelola pendidikan tinggi swasta, serta menyampaikan arahan terkait regulasi yang perlu dipatuhi oleh badan penyelenggara.

    “Sebagai pengelola perguruan tinggi swasta, kita harus berkomitmen untuk memenuhi standar nasional pendidikan tinggi. Tidak ada lagi ruang untuk cara-cara lama. Pengelolaan harus lebih profesional, akuntabel, dan tentu saja sesuai dengan peraturan yang ada,” tegas Bapak Tego.

    Beliau juga mengingatkan bahwa dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, disebutkan bahwa penyelenggara pendidikan terdiri dari dua unsur, yaitu pemerintah dan masyarakat. Dalam hal ini, yayasan atau perkumpulan yang mengelola perguruan tinggi memiliki peran yang sangat penting, namun harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan transparansi.

    Selain itu, Dr. (c). M. Rizky Aldila, S.H., M.Kn., dosen Universitas Pancasila yang juga ahli di bidang hukum kelembagaan, hadir sebagai narasumber. Beliau membagikan wawasan mendalam tentang aspek hukum dalam pendirian dan pengelolaan perguruan tinggi swasta, seperti status badan hukum, proses pendirian oleh yayasan, serta aturan yang terkait dengan pengelolaan aset dan unit usaha di lingkungan kampus. Penjelasan yang disampaikan sangat aplikatif dan mendorong peserta untuk aktif berdiskusi dan bertanya.

    Kegiatan Bimtek ini berlangsung hingga pukul 16.00 WIB dan diakhiri dengan ucapan terima kasih dari panitia atas antusiasme peserta yang sangat tinggi. Diharapkan, acara ini menjadi dorongan bagi pengelola perguruan tinggi swasta untuk terus berbenah, mematuhi regulasi yang ada, dan mengembangkan institusi mereka agar semakin berkualitas, terpercaya, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

    Dengan adanya kegiatan ini, LLDIKTI Wilayah V berharap perguruan tinggi swasta di Yogyakarta dapat lebih siap menghadapi tantangan dan berperan lebih besar dalam dunia pendidikan tinggi di Indonesia.

    sumber: https://lldikti5.kemdikbud.go.id/home/detailpost/perkuat-tata-kelola-pts-lldikti-wilayah-v-dorong-profesionalisme-lewat-bimtek-badan-penyelengara

  • BEM KM UPY Selenggarakan Seminar Kesehatan Nasional dan Donor Darah, Dorong Mahasiswa Lebih Peduli Kesehatan

    BEM KM UPY Selenggarakan Seminar Kesehatan Nasional dan Donor Darah, Dorong Mahasiswa Lebih Peduli Kesehatan

    YOGYAKARTA – Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) menggelar Seminar Kesehatan Nasional dan Donor Darah pada Kamis, 15 Mei 2025, bertempat di Auditorium UPY. Acara ini terlaksana berkat kerja sama antara BEM KM UPY, Dinas Kesehatan (DINKES), dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bantul.

    Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dan dosen UPY, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Seminar ini menjadi gebrakan baru yang pertama kalinya diselenggarakan di UPY dengan fokus utama pada isu kesehatan.

    “Ini merupakan kegiatan perdana di Universitas PGRI Yogyakarta yang secara khusus membahas isu kesehatan. Sebuah langkah penting yang patut diapresiasi,” ungkap salah satu dosen yang hadir.

    Pelaksanaan acara didasari oleh keprihatinan terhadap gaya hidup mahasiswa yang dinilai belum mencerminkan kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat. Selain itu, tingkat partisipasi mahasiswa sebagai pendonor darah masih tergolong rendah di Indonesia.

    Acara berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Seminar menghadirkan pembicara-pembicara kompeten di bidang kesehatan, sementara kegiatan donor darah dilaksanakan secara bersamaan di lokasi acara. Para peserta terlihat aktif mengikuti sesi demi sesi dengan semangat yang tinggi.

    Harapannya, melalui kegiatan ini, mahasiswa dan peserta lainnya dapat lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan serta mulai menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, diharapkan mereka juga terdorong menjadi pendonor darah aktif sebagai bentuk kontribusi nyata bagi sesama.

    “Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi awal dari gerakan sadar kesehatan di kalangan mahasiswa. Semoga para peserta dapat menerapkan ilmu yang didapat dan terus peduli terhadap kesehatan pribadi maupun lingkungan,” ujar Wida, Ketua BEM KM UPY.

  • Universitas PGRI Yogyakarta Umumkan Daftar Jurnal Terakreditasi SINTA

    Universitas PGRI Yogyakarta Umumkan Daftar Jurnal Terakreditasi SINTA

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) dengan bangga mengumumkan bahwa sejumlah jurnal ilmiah yang dikelola oleh universitas telah resmi terakreditasi dalam Sistem Indeksasi Nasional (SINTA) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

    Pencapaian ini menjadi bukti nyata komitmen UPY dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan melalui publikasi ilmiah yang berkualitas dan diakui secara nasional. Keberadaan jurnal-jurnal terakreditasi ini tidak hanya meningkatkan reputasi akademik institusi, tetapi juga memberikan wadah yang kredibel bagi para dosen, peneliti, dan mahasiswa untuk menyebarluaskan hasil riset mereka.

    “Kami mendorong seluruh civitas akademika Universitas PGRI Yogyakarta untuk memanfaatkan fasilitas ini sebaik mungkin, serta terus berkarya dan berinovasi demi kemajuan ilmu pengetahuan,” ujar Prof. Dr. Ir Paiman, M.P, Rektor UPY saat ditemui di gedung rektorat.

    Untuk mendukung semangat publikasi ilmiah yang berkelanjutan, UPY juga terus melakukan pembaruan dan peningkatan kualitas jurnal, sekaligus menyosialisasikan pentingnya publikasi bereputasi kepada seluruh elemen akademik.

  • Universitas PGRI Yogyakarta dan GCC Indonesia Gelar Webinar Series #2: Menenun Nilai Global dalam Kearifan Lokal untuk Kebudayaan Berkelanjutan

    Universitas PGRI Yogyakarta dan GCC Indonesia Gelar Webinar Series #2: Menenun Nilai Global dalam Kearifan Lokal untuk Kebudayaan Berkelanjutan

    Yogyakarta, 10 Mei 2025 – Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) bekerja sama dengan Global Citizenship Education Corporation Center (GCC) Indonesia sukses menyelenggarakan Webinar Series #2 bertema “Menenun Nilai Global Dalam Kearifan Lokal untuk Kebudayaan Berkelanjutan”, yang berlangsung di Auditorium UPY serta disiarkan secara daring, Sabtu (10/5).

    Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan pendidikan, termasuk Ketua PGRI DIY, Kepala Sekolah jenjang SD, SMP, dan SMK se-Kota Yogyakarta, para pendidik, akademisi, serta perwakilan sekolah mitra.

    Dalam sambutannya, Rektor UPY, Prof. Dr. Ir. Paiman, MP., menegaskan bahwa pendidikan global saat ini menuntut pendekatan holistik yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga pembangunan karakter, empati, dan kemampuan hidup berdampingan. “Inilah semangat dari pendekatan GCC—pendidikan untuk warga dunia yang tidak tercabut dari akar lokal dan globalnya,” ujar Prof. Paiman.

    Lebih lanjut, Prof. Paiman menyampaikan bahwa penerjemahan nilai-nilai global dalam konteks lokal adalah kunci untuk memastikan pendidikan relevan dengan kehidupan nyata peserta didik. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada GCC Indonesia, Dinas Pendidikan, para kepala sekolah, dan guru yang terlibat dalam inisiatif ini. UPY, tambahnya, berkomitmen untuk terus menjadi bagian dari gerakan pendidikan yang mencerdaskan kehidupan bangsa.

    Wakil Rektor III UPY, Assoc. Prof. Dr. Septian Aji, M.Pd, hadir sebagai narasumber utama dalam webinar ini dan menyampaikan materi mengenai pentingnya menenun nilai global dalam kearifan lokal sebagai landasan kebudayaan berkelanjutan.

    Sementara itu, Prof. Dr. Dasim Budimansyah, M.Si., Direktur GCC Indonesia, memaparkan profil dan capaian GCC Indonesia yang telah menyelenggarakan kegiatan serupa di berbagai kota. Ia juga memimpin sesi metodologi pengembangan sekolah model Global Citizenship Education (GCED) untuk jenjang SD, didampingi oleh Prof. Dr. Danny Meirawan, M.Pd. untuk jenjang SMP dan Prof. Ace Suryadi, M.Sc., Ph.D. untuk jenjang SMA.

    Pada akhir kegiatan, masing-masing kepala sekolah yang hadir juga menyusun rencana aksi yang akan dikoordinasikan dengan para fasilitator di jenjang masing-masing. Hal ini menjadi langkah nyata dalam mengimplementasikan nilai-nilai GCED secara kontekstual, efektif, dan terstruktur di sekolah masing-masing. Webinar ini menjadi momen penting dalam memperkaya wawasan dan praktik pembelajaran para guru di era pendidikan global, dengan tetap berpijak pada nilai-nilai lokal sebagai fondasi budaya bangsa.

  • Tantangan Terbesar Dunia Pendidikan di Era Teknologi dan Perkembangan AI

    Tantangan Terbesar Dunia Pendidikan di Era Teknologi dan Perkembangan AI

    Dunia pendidikan sedang bergerak cepat, kadang terasa terlalu cepat. Teknologi, terutama kecerdasan buatan (AI), kini bukan lagi sekadar pelengkap pembelajaran, teknologi AI sudah menjadi bagian dari ruang kelas, kurikulum, bahkan cara guru dan siswa berinteraksi. Di satu sisi, ini adalah kemajuan yang luar biasa. Namun di sisi lain, kita juga dihadapkan pada tantangan besar yang perlu dihadapi dengan bijak dan manusiawi.

    1. Kesenjangan Akses Teknologi

    Tidak semua siswa lahir di lingkungan yang punya akses ke internet stabil, laptop, atau gadget canggih. Ketika sekolah-sekolah mulai mengadopsi pembelajaran berbasis AI atau platform digital, mereka yang berada di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) bisa tertinggal jauh. Ini menciptakan kesenjangan baru “digital divide” yang bukan hanya soal perangkat, tapi juga soal kesempatan. Pendidikan yang ideal seharusnya inklusif. Ketika teknologi mempercepat sebagian, kita harus memastikan tak ada yang tertinggal.

    2. Ketergantungan pada Teknologi

    AI bisa membantu mulai dari membuat soal, menganalisis hasil belajar siswa, hingga memberi rekomendasi materi. Tapi ada risiko menjadi “ketergantungan“. Guru bisa kehilangan intuisi pengajarannya, siswa bisa terlalu mengandalkan mesin, bukan berpikir mandiri. Pendidikan bukan hanya soal jawaban cepat, tapi juga proses berpikir yang dalam.

    3. Peran Guru yang Berubah

    Guru bukan lagi satu-satunya sumber ilmu. Dengan satu klik, siswa bisa belajar dari video, artikel, hingga AI tutor. Lalu, di mana posisi guru?

    Di sinilah tantangannya “guru kini harus menjadi fasilitator, mentor, dan pendamping proses belajar“, bukan hanya penyampai materi. Ini bukan hal mudah, karena banyak guru yang perlu penyesuaian baik dari sisi kompetensi digital maupun cara pandang terhadap peran mereka.

    4. Etika dan Keamanan Data

    Banyak aplikasi pendidikan dan sistem AI mengumpulkan data siswa: nilai, kebiasaan belajar, bahkan emosi saat belajar. Jika tidak dijaga dengan baik, data ini bisa disalahgunakan. Lebih dari itu, siapa yang mengontrol AI? Apakah algoritma yang digunakan adil, tidak bias, dan mempertimbangkan keberagaman budaya serta konteks lokal?

    Etika digital harus menjadi bagian dari kurikulum dan kesadaran semua pemangku kepentingan di dunia pendidikan.

    5. Pergeseran Nilai dalam Pendidikan

    Teknologi bisa mengajarkan rumus matematika atau sejarah dunia. Tapi apakah teknologi bisa mengajarkan empati? kepedulian? kejujuran?

    Pendidikan sejatinya membentuk manusia seutuhnya, bukan hanya cerdas secara kognitif, tapi juga matang secara emosional dan sosial. AI belum mampu menggantikan sentuhan kemanusiaan dan mungkin memang tidak seharusnya.


    Lalu, ke mana arah kita?

    Tantangan-tantangan ini bukan untuk ditakuti, tapi untuk dijadikan titik tolak. Dunia pendidikan harus bertransformasi, bukan sekadar mengadopsi teknologi, tapi mengarahkan teknologi untuk melayani nilai-nilai pendidikan.

    Kita butuh:

    • Kebijakan yang adaptif dan berpihak pada pemerataan akses.
    • Pelatihan guru yang relevan dan berkelanjutan.
    • Kesadaran etis dalam penggunaan teknologi.
    • Kurikulum yang tetap menempatkan kemanusiaan di pusatnya.

    Pendidikan bukan hanya tentang mempersiapkan siswa menghadapi masa depan, tapi juga membentuk masa depan itu sendiri. Dan masa depan yang baik selalu dimulai dari manusia bukan dari mesin.

  • UPY Raih Akreditasi “Baik Sekali”

    UPY Raih Akreditasi “Baik Sekali”

    Dengan penuh rasa bangga, kami menyampaikan selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Universitas PGRI Yogyakarta atas keberhasilan meraih Akreditasi “Baik Sekali” berdasarkan Keputusan BAN-PT No. 2181/SK/BAN-PT/Ak.KP/PT/V/2025.

    Capaian ini merupakan wujud nyata dari dedikasi dan kerja keras seluruh sivitas akademika dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang berkualitas dan berdaya saing. Semoga pencapaian ini menjadi pijakan untuk terus tumbuh, berinovasi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan bangsa dan dunia pendidikan Indonesia.

    Terus maju dan menginspirasi!

  • HMP Akuntansi UPY Gelar Futsal Pengurus dan Anggota: Wujudkan Kekompakan dan Solidaritas Mahasiswa

    HMP Akuntansi UPY Gelar Futsal Pengurus dan Anggota: Wujudkan Kekompakan dan Solidaritas Mahasiswa

    Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi (HMP Akuntansi), Fakultas Bisnis dan Hukum, Universitas PGRI Yogyakarta, telah sukses menyelenggarakan kegiatan futsal antar pengurus dan anggota pada Sabtu, 12 April 2025. Bertempat di Dolano Futsal, acara ini mendapat sambutan antusias dari seluruh peserta dan menjadi ajang kebersamaan yang hangat di tengah padatnya rutinitas akademik dan organisasi.

    Kegiatan ini dirancang sebagai sarana interaksi santai dan informal yang melibatkan seluruh elemen dalam himpunan. Tujuannya adalah mempererat hubungan antar pengurus dan anggota, serta meningkatkan kerjasama, komunikasi, dan kekompakan tim yang merupakan nilai-nilai penting dalam menjalankan roda organisasi mahasiswa.

    Semangat sportivitas yang tampak selama pertandingan mencerminkan prinsip kebersamaan dan solidaritas yang menjadi fondasi utama kegiatan kemahasiswaan. “Lebih dari sekadar olahraga, futsal menjadi wadah untuk memperkuat chemistry antartim, sekaligus melatih strategi dan kepemimpinan dalam situasi kompetitif namun menyenangkan,” ujar salah satu panitia pelaksana.

    Tak hanya itu, kegiatan ini juga berperan sebagai ajang refreshing yang penting di tengah tekanan perkuliahan dan tanggung jawab organisasi. Momen seperti ini diharapkan dapat menjaga keseimbangan mental dan fisik mahasiswa, sekaligus mempromosikan gaya hidup sehat dan aktif.

    HMP Akuntansi berharap kegiatan futsal ini dapat menjadi agenda rutin yang memberikan dampak positif secara menyeluruh, baik dalam aspek kesehatan, solidaritas, maupun keberlanjutan kinerja organisasi.