Penulis: Humas UPY

  • UPY Kolaborasi Bersama Kemendiktisaintek dan LLDIKTI Wilayah V: Gelar Wicara untuk Inovasi, Hilirisasi, dan Kolaborasi Global

    UPY Kolaborasi Bersama Kemendiktisaintek dan LLDIKTI Wilayah V: Gelar Wicara untuk Inovasi, Hilirisasi, dan Kolaborasi Global

    Yogyakarta, 5 Juli 2025 — Dalam upaya memperkuat sinergi nasional menuju transformasi pendidikan tinggi yang inovatif dan berdaya saing global, Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), LLDIKTI Wilayah V, serta ICCCM/ITEA, menyelenggarakan kegiatan Gelar Wicara: “Sinergi Pendidikan Tinggi untuk Inovasi, Hilirisasi, dan Kolaborasi Global”.

    Kegiatan yang digelar di kampus UPY ini menjadi forum strategis yang mempertemukan 101 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-DIY, serta perguruan tinggi PGRI dari berbagai daerah di Indonesia, dalam merespons arah baru kebijakan pendidikan tinggi dan riset nasional 2024–2029.

    Gelar Wicara ini dibuka secara meriah dengan tarian tradisional dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, disusul sambutan dari Rektor UPY, President Director ICCCM/ITEA, dan perwakilan dari LLDIKTI Wilayah V.

    Hadir sebagai tamu kehormatan:

    • Indra Ni Tua, S.T., M.Comm. – Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama, Kemendiktisaintek
    • Ms. Loo Hui Ann – Managing Director ICCCM/ITEA
    • Dr. Wahyudi, M.Ed. – SEAMEO SEAMOLEC
    • Dr. Asep Nurhikmat – PPI DIY
    • serta para pimpinan yayasan dan sivitas akademika Universitas PGRI Yogyakarta

    Salah satu momen penting dalam acara ini adalah penandatanganan Nota Kesepahaman antara LLDIKTI Wilayah V dengan ICCCM/ITEA, sebagai bentuk komitmen memperkuat jejaring kerja sama internasional di bidang riset dan pendidikan.

    Forum ini juga menghadirkan diskusi panel dengan topik-topik strategis, antara lain:

    • Arah Baru Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi 2024–2029 – Kemendiktisaintek
    • Kolaborasi Riset Nasional dan Diaspora – BRIN dan PPI DIY
    • Peluang Program ICCCM/ITEA
    • Kolaborasi Digital dan Riset Inovatif – SEAMEO SEAMOLEC

    Para narasumber berbagi pandangan dan strategi dalam memperkuat ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif terhadap tantangan zaman. Mulai dari hilirisasi produk inovasi, perluasan kolaborasi internasional, hingga diplomasi budaya melalui mobilitas akademik.

    Melalui forum ini, LLDIKTI Wilayah V berharap seluruh PTS semakin siap menjadi penggerak transformasi pendidikan tinggi yang terhubung dengan industri, berakar pada inovasi, dan terbuka terhadap kemitraan global.

    “Kami ingin memastikan perguruan tinggi swasta tidak hanya adaptif terhadap arah kebijakan nasional, tetapi juga proaktif menjalin kolaborasi, memperkuat riset, dan membuka ruang kerja sama lintas batas,” ungkap Tego Sudarto, S.E.,M.M, Kabag Umum LLDIKTI V.

    Rektor UPY, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan menjadi tuan rumah forum nasional ini.

    “UPY terus berkomitmen menjadi bagian aktif dari transformasi pendidikan tinggi yang inklusif, relevan, dan berdampak nyata bagi bangsa,” ujar Prof. Paiman.

    Gelar Wicara ini menjadi langkah awal membangun ekosistem pendidikan tinggi Indonesia yang semakin kuat, terkoneksi, dan siap bersaing di panggung global.

  • Rektor UPY, Prof. Paiman Teken Kerja Sama Strategis dengan DJKI, Resmikan Sentra HKI untuk Perkuat Inovasi dan Perlindungan Kekayaan Intelektual

    Rektor UPY, Prof. Paiman Teken Kerja Sama Strategis dengan DJKI, Resmikan Sentra HKI untuk Perkuat Inovasi dan Perlindungan Kekayaan Intelektual

    Yogyakarta, 2 Juli 2025 — Dalam rangka mendukung program nasional dalam bidang perlindungan dan pemanfaatan kekayaan intelektual, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta secara resmi menjalin kerja sama dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan penyelenggaraan Kuliah Umum bertema “Perlindungan atas Kekayaan Intelektual.”

    Acara yang berlangsung di Ruang Rapat Gedung PAU UIN Sunan Kalijaga, pukul 13.00–16.00 WIB, ini turut dihadiri oleh para pimpinan perguruan tinggi ternama. Hadir dan ikut menandatangani kerja sama strategis bersama DJKI:

    Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P. – Rektor Universitas PGRI Yogyakarta, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D. – Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Sumaryanto, M.Kes., AIFO. – Rektor Universitas Negeri Yogyakarta, Prof. Noorhaidi, S.Ag., M.A., M.Phil., Ph.D. – Rektor UIN Sunan Kalijaga, dan Ir. Razilu, M.Si., CGCAE – mewakili DJKI Kemenkumham RI

    Kerja sama ini merupakan bentuk konkret dari komitmen perguruan tinggi dalam memperkuat kapasitas sivitas akademika dalam inovasi, riset, dan perlindungan hak kekayaan intelektual (HKI). Melalui PKS ini, universitas-universitas akan memperoleh dukungan dari DJKI dalam bentuk edukasi, pelatihan, fasilitasi pendaftaran, hingga kolaborasi riset berbasis HKI.

    “Kerja sama ini penting untuk memastikan bahwa hasil pemikiran dan inovasi para dosen, mahasiswa, dan peneliti tidak hanya berhenti sebagai karya, tetapi juga mendapat perlindungan hukum yang sah,” ungkap Prof. Noorhaidi dalam sambutannya.

    Momen bersejarah ini juga ditandai dengan peresmian Sentra HKI UIN Sunan Kalijaga, yang akan berfungsi sebagai pusat layanan pencatatan dan pengelolaan kekayaan intelektual bagi sivitas akademika. Sentra ini diharapkan menjadi garda terdepan dalam mendampingi proses legalisasi kekayaan intelektual di lingkungan kampus dan sekitarnya.

    Dengan adanya kolaborasi strategis ini, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam menciptakan ekosistem riset dan inovasi yang sehat, berkelanjutan, dan terlindungi secara hukum.

    “DJKI membuka ruang seluas-luasnya bagi kampus untuk menjadi mitra strategis dalam pengembangan kekayaan intelektual. Karena masa depan bangsa terletak pada bagaimana kita menghargai dan melindungi ide-ide besar yang lahir dari dunia pendidikan,” tegas Ir. Razilu dalam sesi penyerahan dokumen.

    Kegiatan ini menjadi simbol bahwa perlindungan kekayaan intelektual bukan lagi sekadar kewajiban administratif, melainkan bagian integral dari peradaban ilmu pengetahuan dan daya saing bangsa. UIN Sunan Kalijaga bersama mitra perguruan tinggi lainnya siap bergerak bersama, menciptakan ruang yang aman dan kondusif bagi lahirnya inovasi-inovasi unggul dari kampus untuk Indonesia.

  • Jangan Cuma Nongkrong, Yuk Ikut Seminar! Ini Alasannya Biar Kuliahmu Gak Cuma Jadi Drama Episode Panjang

    Jangan Cuma Nongkrong, Yuk Ikut Seminar! Ini Alasannya Biar Kuliahmu Gak Cuma Jadi Drama Episode Panjang

    Jangan Cuma Nongkrong, Yuk Ikut Seminar! Ini Alasannya Biar Kuliahmu Gak Cuma Jadi Drama Episode Panjang

    Halo, kamu yang lagi baca ini sambil rebahan di kos atau nunggu kelas online dimulai—serius nih, pernah nggak sih kamu mikir, “Ah, ikut seminar atau pelatihan? Buat apa?” Kalau iya, santuy, kamu gak sendiri. Tapi, coba deh baca dulu artikel ini sebelum buru-buru scroll medsos lagi.

    1. Sertifikat: Kartu Sakti Biar CV Makin Keren
    Kamu tau gak, zaman sekarang itu CV nggak cuma soal nilai IPK doang. Perusahaan dan dunia kerja nyari yang lebih dari itu—yang punya pengalaman, skill, dan tentu saja bukti nyata. Nah, sertifikat seminar atau pelatihan itu ibarat stempel ‘Aku serius nih’ di CV kamu. Jadi pas wawancara, kamu bisa bilang, “Ini lho, saya sudah belajar langsung dari ahlinya.” Beda sama yang cuma ngandelin nyontek catatan dosen.

    2. Ilmu Beda dari Dosen, Tapi Tetap Ngebantu
    Kadang dosen itu ya keren, tapi ilmunya itu-itu aja kan? Seminar dan pelatihan sering bawa topik dan trik terbaru, yang nggak selalu diajarkan di kelas. Misal, seminar tentang digital marketing yang lagi booming, atau pelatihan software terbaru yang bisa bikin tugas kamu makin gampang. Jadi kamu nggak cuma pinter teori, tapi juga pinter praktek.

    3. Jaringan Sosial: Bukan Cuma Buat Swipe Tinder
    Nah, ini nih yang sering terlewat. Seminar dan pelatihan itu kesempatan emas buat nambah kenalan. Gak cuma sama temen sekelas, tapi juga sama profesional dan praktisi yang mungkin jadi mentor atau bahkan pemberi kerja kamu nanti. Jadi jangan cuma swipe Tinder, swipe juga kontak LinkedIn dan nomor WhatsApp baru!

    4. Upgrade Diri, Biar Gak Jadi Mahasiswa Zombie
    Kalau cuma kuliah, tugas, tidur, dan ulangi lagi, kamu bakal kayak zombie kampus yang cuma eksis di meja belajar. Seminar dan pelatihan bikin kamu ‘upgrade software otak’, nambah skill yang bikin kamu gak cuma jadi mahasiswa biasa, tapi mahasiswa yang siap tempur di dunia nyata.

    5. Bonus: Bisa Jadi Content Sosmed yang Keren
    Serius, foto kamu pas ikut seminar atau pelatihan, plus sertifikatnya, bisa jadi konten keren di Instagram atau LinkedIn. “Lihat nih, gue serius banget belajar, bukan cuma main game doang.” Who knows, konten itu bisa menarik perhatian recruiter atau jadi bahan obrolan yang asik.

    Jadi, tunggu apa lagi?

    Daripada ngabisin waktu cuma buat scrolling tanpa henti, mendingan kamu invest waktu ikut seminar atau pelatihan bersertifikat. Selain nambah ilmu dan skill, kamu juga siap jadi mahasiswa jaman now yang gak cuma jago teori tapi juga siap kerja!

    Ingat, masa kuliah itu bukan cuma tentang lulus dengan IPK tinggi, tapi juga soal siap bersaing dan punya modal kuat buat masa depan. Yuk, mulai aktif cari acara yang cocok dan daftar sekarang juga!

  • PENGUMUMAN PENDAFTARAN EPT JULI 2025

    PENGUMUMAN PENDAFTARAN EPT JULI 2025

    Diumumkan kepada mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta bahwa dalam rangka meningkatkan kompetensi mahasiswa di bidang bahasa Inggris, maka Universitas PGRI Yogyakarta melalui Pusat Bahasa UPY akan menyelenggarakan English Proficiency Test (EPT) Periode Juli 2025. E-Sertifikat EPT sebagai syarat Ujian Skripsi/Pendadaran serta yudisium dan dapat dicantumkan dalam Surat Keterangan Pendamping Ijasah (SKPI). Adapun jadwal pelaksanaan kegiatan sertifikasi EPT Juli 2025 tersaji dalam tabel berikut :

    Tabel Pendaftaran Tes EPT Offline Juli 2025
    Pendaftaran:14 Juli 2025 – 25 Juli 2025. Melalui: sertifikasi.upy.ac.id
    Cara Pendaftaran:DOWNLOAD PETUNJUK PENDAFTARAN
    Kuota:300 *Pendaftar yang masuk kuota adalah yang telah melakukan pembayaran dan mengupload bukti pembayaran sesuai jadwal.
    Batas Upload Bukti Bayar:25 Juli 2025 Bukti pembayaran diupload dalam bentuk foto. WAJIB DIBERI NAMA DAN NPM pada foto bukti pembayaran (Detail informasi silahkan dibaca di lembar petunjuk pendaftaran dan WAJIB join grup Telegram).
    Pembagian Kelompok:30 Juli 2025. (Akan di umumkan di Grup Telegram)
    Pelaksanaan Tes:04 Agustus 2025. (Akan di umumkan di Grup Telegram)
    Biaya:Rp 150.000,00 (termasuk biaya ujian ulang). Cara pembayaran bisa dilihat dipetunjuk pendaftaran.

    Informasi Tambahan:

    1. EPT diperuntukkan bagi mahasiswa minimal semester 6 yang belum pernah mengambil EPT sama sekali atau yang sudah pernah mengikuti EPT diperiode sebelumnya sampai 2× tidak lulus harus mengikuti EPT periode Juli dengan membayar secara manual di Bank BPD lantai 1 gedung C unit 1.
    2. Mahasiswa mengupload bukti pembayaran tepat waktu sesuai jadwal yang ditentukan. Bagi peserta yang terlambat menyerahkan slip otomatis tidak akan masuk ke dalam pembagian kelompok sesuai jadwal karena terhitung belum diverifikasi. Adapun Surat Keterangan Pembayaran (dari Baku mulai angkatan 2019 dst) hanya akan diferivikasi pertanggal 14 Juli 2025 – 25 Juli 2025. Maka, jika Surat Keterangan Pembayaran belum digunakan untuk mengikuti Tes EPT, wajib diperbaharui.
    3. Apabila mahasiswa mempunyai pertanyaan atau kendala, dapat menghubungi admin Pusat Bahasa : 081325815705 (via telegram/ dm instagram).
    4. Peserta EPT Periode Juli 2025 wajib follow akun Instagram @pusatbahasa_upy, untuk memperoleh informasi lebih lanjut seputar pelaksanaan EPT.
    5. Peserta EPT yang menghendaki adanya EPT Preparation, dapat menghubungi admin Pusat Bahasa sesuai nomor yang tertera diatas.

    Demikian pengumuman ini disampaikan untuk menjadikan perhatian sebagaimana mestinya.

    DOWNLOAD PENGUMUMAN

  • UPY Gandeng Mekari University Selenggarakan Sertifikasi Software Akuntansi Mekari Jurnal Mahasiswa Akuntansi UPY Kini Lebih Siap Hadapi Dunia Kerja Digital

    UPY Gandeng Mekari University Selenggarakan Sertifikasi Software Akuntansi Mekari Jurnal Mahasiswa Akuntansi UPY Kini Lebih Siap Hadapi Dunia Kerja Digital

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan daya saing lulusan melalui kerja sama strategis dengan berbagai pihak. Salah satu langkah terbaru adalah menjalin kerja sama dengan Mekari University, platform belajar daring bereputasi yang menyediakan kursus dan sertifikasi profesional di bidang teknologi dan bisnis.

    Melalui kerja sama ini, UPY dan Mekari University menyelenggarakan program sertifikasi software akuntansi Mekari Jurnal untuk mahasiswa Program Studi Akuntansi. Mekari Jurnal sendiri merupakan software akuntansi berbasis cloud yang digunakan secara luas di industri untuk manajemen keuangan, pembukuan, manajemen stok, hingga operasional bisnis.

    Langkah ini sejalan dengan visi besar UPY untuk menjadi perguruan tinggi unggul yang menghasilkan lulusan bertaqwa, profesional, inovatif, berwawasan global, serta memiliki komitmen nasional pada tahun 2043.

    Dalam program ini, mahasiswa mendapatkan pelatihan langsung dari tutor bersertifikat Mekari University. Mereka diajarkan cara mengelola transaksi keuangan, menyusun laporan keuangan otomatis, dan memahami proses kerja akuntansi digital sesuai dengan standar industri terkini.

    “Selama belajar Mekari Jurnal, saya jadi lebih paham cara mencatat transaksi hingga menyusun laporan keuangan secara praktis. Sekarang jauh lebih mudah karena semua tercatat otomatis di sistem,” ujar Aure Nabilla Zahra Cheysa, mahasiswa peserta program.

    “Mekari Jurnal punya fitur lengkap tapi tetap mudah dipahami. Saya dari jurusan IPA, sebelumnya belum punya pengalaman di akuntansi, tapi pelatihannya membuat saya bisa mengikuti dan memahami alurnya,” ungkap Nadila Sheny Noviantika, peserta lainnya.

    Dengan sertifikat resmi yang diperoleh setelah menyelesaikan pelatihan, mahasiswa tidak hanya memperluas wawasan, tetapi juga memperkuat portofolio karier mereka. Hal ini menjadi strategi UPY dalam menjawab tantangan dunia kerja yang kini semakin kompetitif dan serba digital.

    Melalui kolaborasi ini, UPY membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis yang relevan dan dibutuhkan langsung oleh industri. Program ini menjadi bukti nyata bagaimana integrasi antara dunia pendidikan dan teknologi mampu mendorong mahasiswa lebih siap menghadapi realitas kerja di era digital.

  • UPY Hadiri Sosialisasi KIP Kuliah 2025 Bersama LLDIKTI Wilayah V dan PPAPT

    UPY Hadiri Sosialisasi KIP Kuliah 2025 Bersama LLDIKTI Wilayah V dan PPAPT

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) turut menghadiri kegiatan Sosialisasi Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V bekerja sama dengan Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT). Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat (20/5) secara luring dan daring, dan dihadiri oleh pimpinan perguruan tinggi swasta serta operator KIP Kuliah dari berbagai institusi.

    Sosialisasi ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam mendukung pelaksanaan program prioritas pemerintah di bidang pendidikan agar berjalan secara adil, transparan, dan tepat sasaran.

    Kepala LLDIKTI Wilayah V, Prof. Setyabudi Indartono, dalam sambutannya menyampaikan komitmen LLDIKTI untuk terus mendampingi PTS melalui berbagai upaya, seperti klinik kemahasiswaan, monitoring berkala, dan kolaborasi aktif dengan PPAPT.

    Sementara itu, Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi, Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, S.E., M.A., menegaskan pentingnya menjaga integritas dalam pelaksanaan program ini. Ia menyampaikan bahwa dana KIP Kuliah merupakan hak penuh mahasiswa dan tidak boleh dikelola oleh pihak lain.

    “Dana KIP Kuliah adalah hak penuh mahasiswa dan tidak boleh dikelola oleh pihak lain, termasuk penahanan buku tabungan. Pelaporan atas penyimpangan menjadi penting dalam menjaga integritas program ini. Jika ditemukan pelanggaran, sanksi tegas akan diberlakukan. Perguruan tinggi swasta yang terbukti melakukan penyimpangan tidak akan diberikan kuota KIP Kuliah di tahun berikutnya,” tegas Dr. Henri.

    Melalui kegiatan ini, para pemangku kepentingan diharapkan memperoleh pemahaman menyeluruh terkait regulasi dan kebijakan terbaru KIP Kuliah. Dengan adanya pengawasan ketat, kolaborasi yang erat, dan komitmen terhadap integritas, program ini diharapkan benar-benar menyasar mahasiswa yang membutuhkan dan memberikan kontribusi nyata terhadap masa depan generasi bangsa.

  • Pemantauan Program Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADiK) Tahun 2025 di Universitas PGRI Yogyakarta

    Pemantauan Program Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADiK) Tahun 2025 di Universitas PGRI Yogyakarta

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) menyelenggarakan kegiatan pemantauan Program Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADiK) Tahun 2025 khusus untuk mahasiswa penerima beasiswa ADiK Disabilitas. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Sidang Rektorat, Kampus Unit 1, Gedung A Lantai 2 pada Selasa, 24 Juni 2025.

    Acara dihadiri oleh Tim Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, perwakilan Lembaga Kemahasiswaan dan Alumni UPY, serta mahasiswa penerima beasiswa ADiK Disabilitas dari angkatan 2022, 2023, dan 2024.

    Kegiatan berlangsung dengan lancar dan tertib, diawali dengan penyampaian maksud dan tujuan pemantauan oleh Tim Inspektorat Jenderal. Selanjutnya, para mahasiswa penerima beasiswa diminta untuk menyampaikan kondisi serta progres akademik masing-masing. Lembaga Kemahasiswaan dan Alumni UPY juga memberikan laporan singkat terkait pendampingan, penyaluran bantuan, dan pemantauan rutin terhadap mahasiswa penerima beasiswa.

    Kegiatan ini diadakan guna memastikan pelaksanaan program beasiswa ADiK berjalan efektif dan tepat sasaran di lingkungan UPY, khususnya bagi mahasiswa dengan disabilitas. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk mendorong motivasi mahasiswa agar dapat menyelesaikan studi tepat waktu dan memaksimalkan pemanfaatan bantuan yang diterima.

    Harapan dari kegiatan pemantauan ini adalah terciptanya bahan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan terhadap implementasi program beasiswa ADiK di UPY, serta terjalinnya koordinasi yang lebih baik antara perguruan tinggi dan kementerian dalam mendukung afirmasi pendidikan tinggi di Indonesia.

  • Fakultas Sains dan Teknologi UPY dan Maxy Academy Perkuat Kolaborasi Strategis untuk Kembangkan Talenta Digital

    Fakultas Sains dan Teknologi UPY dan Maxy Academy Perkuat Kolaborasi Strategis untuk Kembangkan Talenta Digital

    Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) bersama Maxy Academy memperkuat komitmen kerja sama dalam mengembangkan ekosistem pendidikan dan mencetak talenta digital unggul di Indonesia. Tindak lanjut kerja sama ini dibahas dalam pertemuan yang digelar di Ruang Sidang FST UPY, Kampus 1 UPY.

    Pertemuan tersebut dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Kerja Sama FST, perwakilan dari Program Studi Sistem Informasi, Informatika, Teknik Biomedis, dan Teknologi Rekayasa Elektro-Medis, serta perwakilan Maxy Academy, Jessica. Fokus diskusi kali ini adalah pelaksanaan program strategis yang telah disepakati sebelumnya, antara lain:

    • Penyelenggaraan Program Magang Bersertifikat
    • Workshop dan Pelatihan Bersama
    • Riset Kolaboratif

    Kerja sama ini dipandang sebagai langkah strategis dalam mempersiapkan lulusan FST UPY agar tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga adaptif terhadap kebutuhan dunia industri yang terus berkembang, khususnya di bidang teknologi dan digital.

    “Kami berharap program-program ini dapat segera terealisasi dan memberikan manfaat maksimal bagi mahasiswa kami. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang relevan dan berdampak,” ujar perwakilan FST UPY.

    Perwakilan Maxy Academy, Jessica, juga menyampaikan antusiasmenya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia digital melalui kolaborasi dengan institusi pendidikan tinggi.

    “Kami percaya bahwa kolaborasi ini akan menjadi salah satu kontribusi nyata dalam membentuk ekosistem pendidikan yang inovatif dan inklusif, serta menyiapkan talenta digital yang siap bersaing di tingkat nasional dan global,” jelasnya.

    Melalui kerja sama ini, FST UPY dan Maxy Academy optimis dapat menciptakan model kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri yang produktif, berkelanjutan, dan berdampak langsung pada peningkatan kompetensi mahasiswa.

  • Pengumuman Kuota Wisuda Periode I tahun akademik 2025/2026

    Pengumuman Kuota Wisuda Periode I tahun akademik 2025/2026

    Berikut Pengumuman Kuota Wisuda Periode I tahun akademik 2025/2026 yaitu sebanyak 300 peserta. Informasi selengkapnya bisa di unduh dibawah ini

  • “Menjelang Liburan Semester: Sibuknya Mahasiswa, Sibuk Apa Dulu Nih?”

    “Menjelang Liburan Semester: Sibuknya Mahasiswa, Sibuk Apa Dulu Nih?”

    Menjelang liburan semester, suasana kampus berubah drastis. Yang tadinya ramai suara dosen ngabsen dan mahasiswa debat topik tugas kelompok, mendadak sunyi… tapi jangan salah, itu bukan karena semua orang sudah pergi liburan. Justru, ini adalah masa-masa paling sibuk bagi sebagian besar mahasiswa. Tapi, sibuknya ngapain dulu?

    Berikut ini potret kesibukan mahasiswa menjelang liburan semester. Awas, jangan-jangan kamu termasuk salah satunya!

    1. Sibuk Ngerjain Tugas yang Seharusnya Dikerjain 3 Minggu Lalu

    Deadline itu ibarat mantan: makin dideketin, makin bikin deg-degan.
    Menjelang liburan, Google Docs dibuka, grup WhatsApp ramai, laptop mendadak jadi sahabat sejati (walau tetap diselingkuhi sama TikTok tiap 10 menit). Mahasiswa sibuk merapikan tugas akhir semester yang selama ini lebih sering masuk wishlist daripada to-do list.

    “Pokoknya, mulai besok aku ngerjain semua tugas!”
    —kata mahasiswa setiap malam sejak dua minggu lalu.

    2. Sibuk Mengejar Dosen untuk ACC Judul / Nilai / Balas Chat

    Ada satu olahraga yang populer menjelang liburan: “kejar dosen”.
    Dosen di-follow up via email, WA, sampai DM Instagram (kalau nekat). Semua demi satu hal: ACC tugas, nilai keluar, atau minimal… dibales.

    “Maaf Pak, saya cuma mau nanya apakah Bapak sempat membaca file revisi saya minggu lalu? Mohon maaf ganggu waktunya, Pak. Mohon dibalas, Pak. Pak. Pak…”
    (Di sisi lain, centang dua biru tapi sunyi. Sakitnya kayak nilai C+ padahal udah ngerasa A.)

    3. Sibuk Packing Buat Pulang Kampung, Tapi Belum Beli Tiket

    Ada tipe mahasiswa yang baru panik ketika tahu semua tiket kereta udah sold out.
    Masih berharap bisa “nyempil” di kursi lipat sambil bawa koper ukuran lemari es mini. Ada juga yang sok optimis naik travel, padahal booking-nya H-1 dan ngetik “Travel Jogja – Cirebon yang aman dan murah (no tipu²)” di Google jam 1 pagi.

    4. Sibuk Merencanakan Liburan Bareng Teman… yang Nggak Pernah Jadi

    Grup chat dibikin: “Liburan Ceria 2025”.
    Isinya cuma polling tanggal dan lokasi.
    Semua semangat di awal, tapi akhirnya mentok di:

    “Gue sih bebas, ngikut aja.”
    “Aku nggak bisa tanggal segitu, ada kondangan.”
    “Guys, aku ga jadi ikut ya, ortu ngajak ke kampung.”

    Hasil akhir: liburan bareng dibatalkan, semua kembali ke rutinitas nonton Netflix sambil makan mi instan sendirian.

    5. Sibuk Meratapi Nilai Ujian dan Janji Belajar Lebih Rajin Semester Depan

    Setelah semua nilai keluar, drama baru dimulai.
    Ada yang refresh Sistem Informasi Akademik tiap lima menit. Ada yang syok karena nilai “usaha maksimal” ternyata nggak sejalan dengan nilai akhir.
    Lalu muncullah kalimat klasik:

    “Semester depan aku bakal lebih rajin, nggak mau begini lagi.”

    Iya, kita tahu. Sampai semester depan benar-benar datang dan sejarah kembali terulang 😌

    Liburan memang sebentar lagi, tapi kesibukan menjelangnya bisa terasa kayak “episode terakhir” dari satu musim kehidupan mahasiswa: penuh plot twist, air mata (baik karena nilai maupun WiFi kos yang mati), dan harapan baru.

    Jadi, buat kamu yang lagi sibuk banget… santai, kamu nggak sendiri.
    Nikmati prosesnya, tetap jaga kewarasan, dan semoga liburannya beneran jadi ya—bukan cuma wacana.