Penulis: Administrator

  • Mahasiswa UPY Raih Juara 2 Kejurnas Pencak Silat Sangiran Championship 2025

    Mahasiswa UPY Raih Juara 2 Kejurnas Pencak Silat Sangiran Championship 2025

    Dio Saputra, mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) angkatan 2023, berhasil mengukir prestasi membanggakan di tingkat nasional dengan meraih juara kedua dalam ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pencak Silat Sangiran Championship 2025 yang digelar pada 29 Mei 2025 di GOR Diponegoro, Sragen, Jawa Tengah.

    Sangiran Championship merupakan salah satu kompetisi bergengsi dalam dunia pencak silat Indonesia, yang mempertemukan para pesilat muda terbaik dari berbagai daerah. Kejuaraan ini mempertandingkan dua kategori utama: tanding dan seni, dengan partisipasi ratusan atlet dari berbagai perguruan dan perguruan tinggi.

    Dio Saputra menunjukkan performa luar biasa sejak awal kejuaraan. Berbekal pengalaman dan latihan panjang dalam dunia pencak silat, Dio tampil konsisten dengan teknik dan strategi yang matang, sehingga mampu menembus babak final dan meraih posisi kedua secara nasional. Meskipun belum menjadi juara pertama, capaian ini merupakan hasil dari kerja keras, disiplin, dan dedikasi tinggi Dio dalam mengembangkan potensi dirinya.

    “Prestasi ini menjadi kebanggaan tidak hanya bagi saya pribadi, tapi juga untuk keluarga besar UPY. Semoga bisa menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus mengejar prestasi, baik akademik maupun non-akademik,” ujar Dio Saputra.

    Dengan pencapaiannya ini, Dio tidak hanya membawa nama baik almamater, tetapi juga menunjukkan semangat generasi muda dalam melestarikan budaya bangsa melalui olahraga tradisional pencak silat. Pihak kampus menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap mahasiswa yang terus berkontribusi melalui bidang yang mereka minati.

    UPY berkomitmen untuk terus mencetak mahasiswa berprestasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga aktif dalam kegiatan kemahasiswaan dan pelestarian budaya bangsa.

  • Mahasiswa Zaman Now: Kenapa Harus Punya Satu Keahlian yang Dikuasai?

    Mahasiswa Zaman Now: Kenapa Harus Punya Satu Keahlian yang Dikuasai?

    Di era yang serba cepat ini, di mana teknologi berkembang begitu pesat dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mulai menggantikan banyak pekerjaan manusia, menjadi mahasiswa saja tidak cukup. Lulus dengan nilai bagus memang penting, tapi jika tidak dibarengi dengan penguasaan keahlian tertentu, kita bisa tertinggal jauh di tengah persaingan global.

    Lantas, kenapa mahasiswa zaman sekarang wajib menguasai minimal satu bidang keahlian? Yuk, kita bahas!

    1. Dunia Kerja Butuh Praktisi, Bukan Sekadar Teori

    Perusahaan saat ini mencari orang yang “siap kerja”, bukan yang harus diajari dari nol. Misalnya, kamu lulusan Manajemen, tapi juga menguasai digital marketing, desain UI/UX, atau analisis data, itu jadi nilai plus besar. Ilmu dari bangku kuliah penting, tapi skill praktis dan spesifiklah yang membuatmu menonjol di mata recruiter.

    2. Teknologi dan AI Mengubah Segalanya

    AI bukan lagi konsep masa depan — ia sudah hadir dalam kehidupan sehari-hari: dari chatbot layanan pelanggan, software penulisan otomatis, hingga sistem analitik cerdas di dunia bisnis.

    Dengan kecanggihan ini, pekerjaan yang bersifat rutin dan administratif mulai tergantikan oleh mesin. Maka, satu-satunya cara untuk tetap relevan adalah dengan menguasai keahlian yang:

    • Tidak mudah digantikan AI (misalnya: kreativitas, problem solving, komunikasi strategis)
    • Justru mendukung perkembangan AI (misalnya: coding, analisis data, machine learning, prompt engineering)

    Mahasiswa yang melek teknologi dan siap bekerja berdampingan dengan AI akan jauh lebih siap menghadapi masa depan dibanding mereka yang hanya mengandalkan gelar.

    3. Persaingan Bukan Lagi Lokal, Tapi Global

    Mahasiswa sekarang tidak hanya bersaing dengan teman satu kampus atau kota. Kamu juga harus siap bersaing dengan talenta dari India, China, bahkan Eropa yang sudah menguasai berbagai keahlian digital sejak dini. Apalagi dengan sistem kerja remote dan freelance global, siapa pun bisa bersaing di pasar dunia — asal punya skill yang mumpuni.

    4. Belajar Keahlian Kini Lebih Mudah dan Terjangkau

    Dulu, belajar skill tambahan harus ikut kursus mahal. Sekarang? Tinggal buka laptop. Kamu bisa belajar dari platform seperti Coursera, Udemy, edX, hingga YouTube. Bahkan banyak materi tentang AI, coding, desain grafis, video editing, atau digital marketing yang bisa kamu pelajari gratis.

    Tidak ada alasan untuk tidak mulai belajar keahlian baru dari sekarang.

    5. Keahlian = Kesempatan Tak Terbatas

    Dengan satu keahlian yang kamu kuasai, kamu bisa:

    • Freelance sambil kuliah dan punya penghasilan sendiri
    • Bangun portofolio digital yang menarik perekrut atau klien luar negeri
    • Berwirausaha dari keterampilanmu
    • Berkontribusi dalam dunia teknologi, termasuk dunia AI yang sedang berkembang pesat

    Punya Satu Keahlian = Tiket Emas ke Masa Depan

    Di zaman AI, teknologi super canggih, dan persaingan tanpa batas, punya satu keahlian yang benar-benar kamu kuasai bukan lagi kelebihan, tapi kebutuhan.

    Bukan berarti kamu harus tahu segalanya. Tapi punya satu bidang yang benar-benar kamu kuasai akan menjadi fondasi kuat untuk berkembang, beradaptasi, dan bertahan.

    Jadi, sudahkah kamu memilih satu keahlian yang akan menjadi senjatamu menghadapi dunia?

  • Dosen UPY Isi Kuliah Tamu di UPSI Malaysia dan Teken Kesepakatan Kerja Sama Internasional

    Dosen UPY Isi Kuliah Tamu di UPSI Malaysia dan Teken Kesepakatan Kerja Sama Internasional

    Dalam upaya memperkuat kolaborasi internasional di bidang pendidikan sejarah, Dr. Muhammad Iqbal Birsyada, M.Pd., dosen sekaligus Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI Yogyakarta (UPY), melaksanakan kegiatan Visiting Lecture di Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Malaysia.

    Kuliah tamu yang berlangsung di Jabatan Sejarah, Fakulti Sains Kemanusiaan UPSI ini mengangkat tema “Critical Thinking in Controversial History Learning”. Dalam pemaparannya, Dr. Iqbal menekankan pentingnya penerapan berpikir kritis dalam pembelajaran sejarah, khususnya pada isu-isu yang bersifat kontroversial. Ia juga memaparkan strategi pedagogis yang dapat mendorong siswa berpikir reflektif, objektif, dan analitis terhadap berbagai perspektif sejarah.

    Kegiatan ini disambut antusias oleh civitas akademika UPSI. Antusiasme tersebut tercermin dalam diskusi interaktif yang menunjukkan adanya kesamaan visi antara UPY dan UPSI dalam pengembangan pendekatan pembelajaran sejarah yang adaptif terhadap tantangan zaman.

    Momentum kunjungan akademik ini turut ditandai dengan penandatanganan Implementation Arrangement (IA) antara Program Studi Pendidikan Sejarah UPY dan Jabatan Sejarah Fakulti Sains Kemanusiaan UPSI. Kesepakatan ini mencakup rencana kerja sama konkret dalam bentuk pertukaran dosen dan mahasiswa, penelitian kolaboratif lintas negara, serta penyelenggaraan kegiatan akademik bersama.

    Pihak UPSI menyambut baik inisiatif ini dan menyatakan komitmennya untuk menjalin sinergi berkelanjutan dengan UPY dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan dan riset sejarah, baik di tingkat regional maupun internasional.

    “Kolaborasi ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi penguatan jejaring akademik serta kontribusi nyata dalam membangun pemahaman sejarah yang lebih kritis dan inklusif di Asia Tenggara,” ujar Dr. Iqbal dalam pernyataannya.

    Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UPY dalam memperluas jejaring internasional serta memperkuat kapasitas akademik melalui kolaborasi global yang bermakna.

  • Dari Kampus Menuju Dunia Kerja: Job Fair UPY 2025 Buka Jalan bagi Para Lulusan

    Dari Kampus Menuju Dunia Kerja: Job Fair UPY 2025 Buka Jalan bagi Para Lulusan

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) sukses menggelar Job Fair UPY Tahun 2025 pada tanggal 10–11 Juni 2025 di Gedung Auditorium Kampus 1 UPY. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya nyata dalam menjembatani lulusan UPY serta para pencari kerja dari berbagai latar belakang dengan dunia kerja yang kompetitif.

    Job Fair ini terbuka untuk umum dan diikuti oleh mahasiswa, pelajar SMK/SMA/MA, alumni, hingga masyarakat luas. Acara ini menghadirkan puluhan perusahaan nasional dan lokal dari berbagai sektor industri yang menawarkan berbagai posisi kerja, membuka peluang besar bagi para pencari kerja untuk memperoleh pekerjaan sesuai dengan minat dan kompetensinya.

    Acara dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas PGRI Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P, yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan dan dunia industri. “Melalui Job Fair ini, kami berharap para lulusan tidak hanya siap kerja, tetapi juga memiliki akses langsung terhadap peluang kerja yang relevan dan bermutu,” ujar Prof. Paiman.

    Selain pameran lowongan kerja, Job Fair UPY 2025 juga diramaikan dengan talkshow karier yang menghadirkan praktisi dan profesional dari dunia industri, memberikan wawasan tambahan bagi peserta dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja. Para peserta tampak antusias, aktif mengunjungi stan-stan perusahaan, dan mengikuti proses rekrutmen langsung di lokasi acara.

    Dengan terselenggaranya acara ini, UPY berharap dapat memperkuat hubungan antara institusi pendidikan tinggi dan dunia usaha, serta menciptakan ekosistem kerja yang mendukung pertumbuhan dan keberhasilan para lulusan serta pencari kerja.

  • Universitas PGRI Yogyakarta dan PPI DIY Tandatangani Perjanjian Kerja Sama Tingkatkan Sinergi Riset dan Pendidikan

    Universitas PGRI Yogyakarta dan PPI DIY Tandatangani Perjanjian Kerja Sama Tingkatkan Sinergi Riset dan Pendidikan

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Perhimpunan Periset Indonesia Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (PPI DIY) melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung di Ruang Sidang Rektorat UPY, Kamis (12/6/2025).

    Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dari kedua institusi. Dari UPY hadir Ketua Pengurus YP Drs. John Sabari, M.Si, Rektor Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P, serta para Dekan FKIP, FBH, FP, FST, Kepala LPPM, dan Kepala KUI. Sedangkan dari PPI DIY hadir antara lain Prof. Dr. Ir. Gunawan, MS, Yayan Hadiyan S.Hut M.Sc, dan sejumlah peneliti senior lainnya.

    Penandatanganan PKS ini bertujuan menguatkan kolaborasi kelembagaan dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang sesuai dengan tridarma perguruan tinggi. Kerja sama ini diharapkan meningkatkan sinergi antara dunia akademik dan komunitas periset dalam mengembangkan riset berbasis kebutuhan masyarakat dan kebijakan publik.

    “Kerja sama ini menjadi landasan yang kuat untuk memfasilitasi pertukaran keahlian dan pengalaman melalui berbagai kegiatan ilmiah seperti seminar, pelatihan, serta riset bersama yang dapat menghasilkan inovasi dan publikasi ilmiah yang bermanfaat,” ujar Rektor UPY, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P.

    Acara juga diisi dengan sesi diskusi yang membahas berbagai peluang kolaborasi ke depan, serta kunjungan tamu ke laboratorium pembelajaran beberapa program studi di Fakultas Pertanian dan Fakultas Sains dan Teknologi UPY. Tamu tamu berkesempatan melihat langsung praktik mahasiswa Program Studi Gizi dan mencoba mobil listrik hasil rakitan mahasiswa PVTO bernama “Gosix” sebagai bukti nyata kreativitas dan kemandirian mahasiswa UPY.

    Melalui sinergi ini, UPY dan PPI DIY berkomitmen membangun ekosistem riset dan inovasi yang produktif dan berdampak luas, sekaligus membuka ruang lebih besar bagi dosen dan mahasiswa untuk terlibat aktif dalam riset dan pengembangan teknologi.

    Harapan besar dari kerja sama ini adalah terwujudnya kemitraan berkelanjutan yang mendorong kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kesejahteraan masyarakat di tingkat lokal maupun nasional.

  • Program Studi Pendidikan Sejarah UPY Jalin Kerja Sama Internasional dengan KGGMB Malaysia

    Program Studi Pendidikan Sejarah UPY Jalin Kerja Sama Internasional dengan KGGMB Malaysia

    Dalam rangka memperkuat jejaring internasional dan meningkatkan kualitas akademik, Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) melakukan kegiatan benchmarking ke Kesatuan Guru-Guru Melayu Malaysia Barat (KGGMB) pada Rabu, 11 Juni 2025, di Kuala Lumpur, Malaysia.

    Kegiatan ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) antara Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UPY yang diwakili oleh Dr. Esti Setiawati, M.Pd., dan KGGMB. Selain itu, dilakukan pula penandatanganan Implementation Arrangement (IA) oleh Dr. Muhammad Iqbal Birsyada, M.Pd., Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah UPY.

    Benchmarking ini bertujuan membuka ruang kolaborasi lintas negara dalam bidang pendidikan, khususnya dalam pengembangan kurikulum, pertukaran dosen dan mahasiswa, riset kolaboratif, serta pelaksanaan kegiatan ilmiah yang mendukung visi internasionalisasi Prodi Pendidikan Sejarah UPY.

    “Melalui benchmarking ini, kami berharap dapat memperluas wawasan serta meningkatkan kualitas pembelajaran dan riset di lingkungan program studi kami. Kerja sama dengan KGGMB menjadi langkah strategis dalam mendukung penguatan pendidikan sejarah yang berorientasi global.” ujar Dr. Iqbal, Kaprodi Pendidikan Sejarah UPY dalam sambutannya.

    KGGMB menyambut baik kedatangan delegasi dari UPY dan menyatakan komitmennya untuk membangun kemitraan jangka panjang demi kemajuan pendidikan di kedua negara.

    Sebagai bagian dari kegiatan ini, juga digelar diskusi panel yang membahas sistem pendidikan dan pelatihan guru di Indonesia dan Malaysia. Delegasi UPY turut melakukan kunjungan ke beberapa sekolah mitra KGGMB yang menjadi model praktik pendidikan sejarah di Malaysia.

    Langkah ini menjadi bagian penting dari strategi internasionalisasi UPY dan diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan pendidikan sejarah di tingkat regional maupun global.

  • Dari Limbah Menjadi Harapan: UPY dan UTM Perkuat Kolaborasi Internasional Lewat Program E-Waste Revolve 2025

    Dari Limbah Menjadi Harapan: UPY dan UTM Perkuat Kolaborasi Internasional Lewat Program E-Waste Revolve 2025

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) dan Universiti Teknologi Malaysia (UTM) telah sukses menggelar program E-Waste Revolve 2025, sebuah inisiatif lima hari yang dirancang untuk mendorong kesadaran, inovasi, dan kolaborasi lintas negara dalam pengelolaan limbah elektronik (e-waste). Melalui serangkaian kegiatan edukatif dan interaktif, program ini membuktikan bahwa limbah elektronik dapat menjadi titik awal bagi masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

    “Program ini melibatkan lima program studi dari Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UPY—yakni Farmasi, Gizi, Teknologi Rekayasa Elektro-medis, Teknik Biomedis, dan Sistem Informasi—yang secara aktif berpartisipasi dalam berbagai sesi akademik dan praktik langsung di UTM, Johor Bahru.”jelas Wahyu Sugianto, M.Si, salah satu Tim Dosen UPY.

    Kegiatan utama dipusatkan di Institut Ibnu Sina (ISI-SIR) UTM, dengan dukungan strategis dari Centre for Sustainable Nanomaterials (CSNano), Faculty of Science (FS) UTM, Dewan Mahasiswa Fisika, dan mitra industri SAPG Technologies Sdn. Bhd.

    Rangkaian program diawali dengan Visiting Lecturer di kampus UPY pada 4 Februari 2025. Kegiatan ini menjadi tonggak awal yang memperkuat relasi antar institusi, menyelaraskan visi, dan menetapkan arah kolaborasi dalam pengelolaan e-waste secara bertanggung jawab.

    Para peserta tidak hanya mengikuti sesi ilmiah, namun juga terjun langsung dalam kegiatan berbasis komunitas. Salah satu momen paling inspiratif terjadi saat peneliti UPY melibatkan siswa kelas 3 di SMK Bandar Baru Uda dalam kompetisi pengumpulan limbah elektronik, yang dibantu oleh robot lengan otomatis. Kegiatan ini mengedukasi generasi muda tentang pentingnya keberlanjutan dan mendorong keterlibatan aktif dalam isu lingkungan sejak dini.

    Selama lima hari, peserta secara antusias mengikuti berbagai kegiatan, antara lain:

    • Transfer pengetahuan mengenai modul Odisi Malar Hijau untuk program Reuse limbah elektronik
    • Pemaparan teknik pirolisis limbah elektronik oleh SAPG Technologies Sdn. Bhd
    • Penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara UTM dan UPY sebagai bentuk komitmen berkelanjutan
    • Kunjungan akademik ke FS UTM, Living Lab, dan laboratorium terkait
    • Pelatihan komponen elektronika dasar dan praktik perakitan
    • Sesi berbagi inspiratif bersama siswa SMK Bandar Baru Uda

    Selain fokus pada isu teknis dan ilmiah, program ini juga menjelajahi dimensi keberlanjutan dari perspektif arsitektur dan ilmu sosial. Peserta diajak berkunjung ke Fakultas Lingkungan Terbangun dan Survei, Fakultas Ilmu Sosial dan Kemanusiaan, serta menjalani Sustainability Tour ke berbagai lokasi ikonik di Johor Bahru, seperti Perpustakaan Sultan Ismail, Dewan Bandaraya Johor Bahru (MBJB), dan Skyscape.

    Kolaborasi antara UPY dan UTM ini menegaskan bahwa kerja sama lintas negara mampu melahirkan inovasi hijau dan mendorong penerapan ekonomi sirkular dalam skala global. Kedua institusi tidak hanya membangun jaringan akademik yang lebih kuat, tetapi juga memperlihatkan peran aktif dalam menciptakan dampak sosial dan lingkungan yang nyata.

    “E-Waste Revolve 2025 menjadi bukti bahwa perubahan dapat dimulai dari limbah—dan berakhir pada harapan,” ujar Wahyu Sugianto, M.Si.

  • Program Studi Pendidikan Sejarah UPY Raih Akreditasi Unggul: Komitmen Menuju Pendidikan Berkualitas dan Berdaya Saing Global

    Program Studi Pendidikan Sejarah UPY Raih Akreditasi Unggul: Komitmen Menuju Pendidikan Berkualitas dan Berdaya Saing Global

    Kabar membanggakan datang dari Universitas PGRI Yogyakarta (UPY). Program Studi Pendidikan Sejarah di bawah naungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) resmi meraih Akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) berdasarkan Surat Keputusan Nomor 745/SK/LAMDIK/Ak/S/VI/2025.

    Pencapaian ini merupakan bentuk pengakuan tertinggi terhadap mutu pendidikan tinggi yang diselenggarakan oleh Prodi Pendidikan Sejarah UPY. Keberhasilan ini diraih berkat kerja keras, kolaborasi, dan dedikasi seluruh sivitas akademika—termasuk dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, serta para alumni.

    “Akreditasi Unggul ini bukan hanya prestasi administratif, tetapi merupakan wujud nyata dari komitmen kami untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan di bidang sejarah, agar senantiasa relevan dan berdampak di tengah tantangan zaman,” ujar Dr. Muhammad Iqbal Birsyada, M.Pd, Kaprodi Pendidikan Sejarah UPY.

    Predikat Unggul membuka berbagai peluang strategis, baik bagi mahasiswa maupun alumni. Mahasiswa kini memiliki akses lebih luas terhadap program beasiswa, pertukaran pelajar, dan magang di berbagai institusi nasional maupun internasional. Sementara itu, lulusan Prodi Pendidikan Sejarah memiliki daya saing tinggi di berbagai sektor, termasuk pendidikan formal, lembaga penelitian, museum, media, instansi pemerintah, hingga organisasi non-pemerintah.

    Ke depan, Prodi Pendidikan Sejarah UPY menargetkan penguatan identitas akademik sebagai pusat pengembangan ilmu sejarah yang kontekstual dan adaptif terhadap dinamika sosial budaya. Fokus strategis akan diarahkan pada riset berbasis sejarah lokal dan nasional, pengembangan teknologi pembelajaran sejarah digital, peningkatan publikasi ilmiah, serta perluasan jejaring kerja sama akademik baik di dalam maupun luar negeri.

    Dengan visi “Mengembangkan Pendidikan Sejarah yang Humanistik, Unggul, Inovatif, Berkomitmen Nasional dan Berwawasan Global, Berlandaskan Nilai-Nilai Luhur Budaya Yogyakarta”, Prodi Pendidikan Sejarah UPY terus melangkah sebagai salah satu pilar pendidikan tinggi yang bermutu dan relevan. Didukung oleh tenaga pengajar berkompeten, fasilitas pembelajaran yang modern, serta kurikulum yang adaptif, UPY mempertegas perannya dalam mencetak generasi pendidik sejarah yang berkualitas dan visioner.

  • Menjadi Mahasiswa Mandiri: Belajar Tak Hanya dari Kampus

    Menjadi Mahasiswa Mandiri: Belajar Tak Hanya dari Kampus

    Menjadi mahasiswa bukan hanya soal hadir di kelas, mencatat materi, dan lulus ujian. Lebih dari itu, menjadi mahasiswa adalah proses pendewasaan diri. Salah satu nilai penting yang harus ditanamkan sejak awal adalah kemandirian, terutama dalam hal mencari dan mengembangkan ilmu.

    Kampus Bukan Satu-Satunya Sumber Ilmu

    Perkuliahan memang menyediakan fondasi ilmu pengetahuan. Dosen memberikan kerangka teori, studi kasus, hingga arahan riset. Namun, dunia terus berkembang, dan apa yang diajarkan di kampus belum tentu selalu relevan dengan dinamika di luar sana. Di sinilah peran mahasiswa sebagai pembelajar mandiri menjadi penting.

    Bersandar sepenuhnya pada materi kuliah bisa membuat mahasiswa pasif. Padahal, tantangan di dunia kerja dan kehidupan nyata menuntut inisiatif, kreativitas, dan kemampuan belajar secara otonom.

    Mengapa Harus Mandiri?

    1. Ilmu Berkembang Cepat
      Dalam banyak bidang, ilmu berkembang dalam hitungan bulan. Buku teks bisa jadi tertinggal. Mahasiswa yang aktif mencari referensi terbaru, mengikuti webinar, membaca jurnal, atau mendalami tutorial online akan lebih siap menghadapi tantangan zaman.
    2. Membangun Pola Pikir Kritis
      Mahasiswa mandiri cenderung berpikir lebih kritis. Mereka tak hanya menerima, tapi juga menganalisis dan mengevaluasi informasi. Ini adalah bekal penting agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan.
    3. Kemandirian adalah Kunci Kesuksesan
      Banyak tokoh sukses bukan karena nilai IPK yang tinggi, tapi karena daya juang, rasa ingin tahu, dan kerja keras yang tak tergantung pada arahan orang lain. Belajar mandiri sejak kuliah adalah latihan menghadapi dunia nyata yang sering kali tak memberikan “silabus”.

    Cara Menjadi Mahasiswa Mandiri

    • Baca Buku di Luar Materi Kuliah
      Coba baca buku yang tidak diwajibkan dosen. Baca biografi, buku pengembangan diri, atau karya populer di bidang yang kamu tekuni.
    • Manfaatkan Internet secara Positif
      Platform seperti Coursera, YouTube Edu, edX, atau jurnal open-access bisa memperkaya wawasanmu secara gratis dan fleksibel.
    • Ikut Komunitas dan Diskusi
      Bergabunglah dalam forum belajar, komunitas riset, atau diskusi lintas kampus. Berdiskusi memperluas perspektif dan melatih keberanian berpendapat.
    • Latih Diri dengan Proyek Nyata
      Buat proyek kecil, ikut lomba, magang, atau freelance. Pengalaman di luar kelas memberi pelajaran yang tak tertulis di buku.

    Belajar Sepanjang Hayat

    Kampus hanyalah salah satu bagian dari perjalanan belajar. Kemandirian dalam belajar adalah keterampilan seumur hidup. Mahasiswa yang mandiri bukan berarti meninggalkan peran dosen atau kuliah, tapi justru melengkapinya dengan rasa tanggung jawab pribadi untuk terus berkembang.

    Karena pada akhirnya, bukan gelar yang menjamin masa depanmu, tapi sejauh mana kamu bisa mengambil peran sebagai pembelajar sejati—di mana pun, kapan pun.

  • Universitas PGRI Yogyakarta Terima Kunjungan dan Benchmarking dari Universitas Kuningan

    Universitas PGRI Yogyakarta Terima Kunjungan dan Benchmarking dari Universitas Kuningan

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) menyambut kunjungan dan benchmarking dari Universitas Kuningan (Uniku) di Ruang Sidang Rektorat UPY pada Kamis, 22 Mei 2025. Kegiatan ini menjadi ajang strategis pertukaran pengetahuan serta penguatan jejaring kerja sama antar perguruan tinggi.

    Rombongan dari Universitas Kuningan dipimpin langsung oleh Rektor Uniku, Prof. Dr. H. Dikdik Harjadi, S.E., M.Si, bersama jajaran pimpinan universitas, yakni Dr. H. Haris Budiman, S.H., M.H. (Wakil Rektor IV), Iqbal Arraniri, S.E.I., M.M. (Kepala KUIKH), Roni Nursyamsu, S.Pd., M.Pd. (Sekretaris KUIKH), dan Nita Ratnaningsih, M.Pd. (Staf KUIKH).

    Sementara dari pihak UPY, hadir Ketua Pembina Yayasan, Armansyah Prasakti S.H., Sp.N, M.H, Ketua Pengurus Yayasan, Drs. Johanes Sabari, M.Si, Rektor UPY Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., Wakil Rektor III Dr. Septian Aji Permana, S.Pd., M.Pd., Kepala Kantor Humas dan Protokoler Heni Nurrohmah, S.Pd, Taufik Muhtarom, M.Pd., Ph.D. (Kepala Kantor Urusan Kerja Sama), dan Guruh Ghifar Zalzalah, S.E., M.Sc. (Sekretaris KUK).

    Acara berlangsung dalam suasana akrab dan penuh semangat kolaboratif. Diawali dengan sambutan dari jajaran pimpinan UPY, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan profil masing-masing institusi. Momen penting terjadi dalam sesi diskusi terbuka, di mana kedua belah pihak aktif berdialog tentang praktik-praktik terbaik dalam pengelolaan kampus, peningkatan mutu institusi, hingga rencana strategis pengembangan kerja sama.

    Tak sekadar studi banding, pertemuan ini menggali lebih dalam potensi kerja sama ke depan. Mulai dari pertukaran mahasiswa dan dosen, program riset kolaboratif, seminar bersama, hingga peningkatan mutu institusi dan akreditasi.

    Rektor UPY, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., menyampaikan apresiasi atas kunjungan Universitas Kuningan dan menekankan pentingnya membangun sinergi antar perguruan tinggi demi kemajuan pendidikan nasional. Hal senada juga diungkapkan oleh Rektor Uniku, Prof. Dr. Dikdik Harjadi, yang berharap kegiatan ini menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas dan berkelanjutan.

    Dengan semangat gotong royong dalam dunia pendidikan, kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi untuk terus memperkuat kualitas pendidikan tinggi di Indonesia melalui kolaborasi dan saling belajar antar institusi.

    Universitas PGRI Yogyakarta percaya bahwa pendidikan tak hanya dibangun di ruang kelas, tetapi juga dalam kolaborasi, dialog, dan semangat berbagi antar sesama. Semoga sinergi yang terjalin hari ini menjadi pijakan kuat menuju pendidikan tinggi Indonesia yang lebih maju, inklusif, dan bermutu.