Penulis: Administrator

  • Mahasiswa PG PAUD UPY Raih 5 HKI dan Gelar Pagelaran Karya Seni Anak sebagai Implementasi STEAM

    Mahasiswa PG PAUD UPY Raih 5 HKI dan Gelar Pagelaran Karya Seni Anak sebagai Implementasi STEAM

    Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) menutup semester ini dengan torehan prestasi membanggakan. Mahasiswa PG PAUD berhasil meraih lima Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atas karya inovatif di bidang media pembelajaran anak usia dini, serta menyelenggarakan Pagelaran Karya Seni Anak sebagai implementasi kurikulum berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics).

    Ketua Program Studi PG PAUD UPY, Windi Utama, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil dari proses pembelajaran yang kolaboratif, kreatif, dan aplikatif.

    “Mahasiswa kami tidak hanya dibekali teori, tetapi juga kami support untuk menciptakan karya otentik yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan anak usia dini,” ujar Windi.

    Lima HKI yang diraih mahasiswa merupakan luaran dari mata kuliah Konsep Dasar Studi Sosial yang dibimbing oleh Victor Novianto, dengan fokus pada pengembangan media edukatif berbasis digital untuk digunakan di lingkungan kelas PAUD.

    Sementara itu, melalui mata kuliah Pagelaran Karya, mahasiswa menampilkan beragam hasil karya seni, musik, dan gerak anak yang telah mereka fasilitasi selama praktik lapangan. Pagelaran ini dikurasi oleh Elriza Animayong, yang menekankan pentingnya ekspresi seni dalam mendukung tumbuh kembang anak usia dini.

    Dosen bidang akademik PG PAUD, Novianti Retno Utami, turut menyampaikan apresiasinya terhadap sinergi yang kuat antara mahasiswa, dosen, dan program studi.

    “Capaian ini adalah bukti dari ekosistem pembelajaran yang produktif dan berpihak pada anak. Kami akan terus mendorong mahasiswa untuk menghasilkan karya inovatif yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga berdampak langsung pada masyarakat,” jelas Novianti.

    Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana evaluasi akhir semester, tetapi juga momentum bagi mahasiswa untuk menampilkan dan melindungi karya-karya mereka secara profesional. Program Studi PG PAUD UPY terus berkomitmen menjadi ruang tumbuh bagi calon pendidik PAUD yang unggul, kreatif, dan berwawasan global.

  • Fresh Graduate di Era AI: Gimana Nasib Kita? (Tenang, Masih Banyak Peluang, Kok!)

    Fresh Graduate di Era AI: Gimana Nasib Kita? (Tenang, Masih Banyak Peluang, Kok!)

    “Kita lulus kuliah buat kerja, bukan buat jadi pengamat lowongan kerja di Instagram.”
    — Mahasiswa semester 10 yang akhirnya wisuda

    Selamat datang di dunia pasca-wisuda! Dunia tempat kita menyadari bahwa toga cuma dipakai sehari, tapi rasa bingung setelah lulus bisa seminggu—atau lebih.

    Buat kamu yang baru lulus dan melihat dunia kerja sekarang, pasti sempat mikir:
    “Lho, ini dunia lagi canggih banget ya. Semua udah AI. Terus aku kerja apa?”

    Tenang. Jangan buru-buru daftar jadi “penjaga pintu hati mantan” atau “direktur hubungan tanpa status.” Di era teknologi yang makin maju—dan kadang terasa kayak film fiksi ilmiah—justru banyak peluang baru yang terbuka lebar. Asal tahu arahnya, kamu bisa tetap relevan dan bahkan jadi talenta yang dicari.

    Yuk, kita bahas peluang kerja buat kamu, para fresh graduate, yang (lagi-lagi) galau tapi tetap penuh harapan.

    1. Bukan Cuma Coding, Dunia Teknologi Butuh Banyak Peran

    Kabar baik buat kamu yang takut sama barisan kode: AI itu bukan cuma soal jadi programmer. Industri teknologi butuh:

    • AI Trainer – ngasih contoh ke mesin supaya dia ngerti konteks. Jadi kayak ngajarin anak kecil, tapi ini anaknya robot.
    • Content Moderator – memantau konten yang diproses AI. Jadi, bukan cuma AI yang kerja, manusia tetap jadi “penjaga moral”.
    • UX/UI Designer – bikin tampilan aplikasi tetap nyaman dipakai, karena se-canggih apapun AI, kalau tampilannya kayak soal ujian UTBK, orang males buka.

    2. Kreativitas = Mata Uang Baru

    AI bisa bikin tulisan, gambar, bahkan video. Tapi…
    AI nggak pernah galau. AI nggak tahu rasanya ditinggal pas lagi sayang-sayangnya.
    Di situlah manusia menang.

    Pekerjaan di dunia kreatif digital tetap punya tempat:

    • Copywriter dan Content Creator yang bisa kasih tone of voice yang lebih manusiawi (dan ngena di hati).
    • Storyteller & Scriptwriter buat dunia film, iklan, atau bahkan game interaktif.
    • Digital Marketing Specialist yang tahu cara menyentuh emosi audiens, bukan cuma pakai data, tapi juga empati.

    3. Pekerjaan Baru Bermunculan (Dan Nama-namanya Keren-Keren)

    Mau kerja dengan judul yang bisa bikin bangga pas ditanya tetangga? Ini dia:

    • Prompt Engineer – kerjaannya nyuruh AI kerja (literally). Bikin perintah ke AI supaya hasilnya sesuai kebutuhan.
    • AI Ethicist – mikirin soal etika penggunaan teknologi. Jadi kayak Bapak Ibu Guru BP-nya AI.
    • Data Storyteller – gabungin data dengan narasi yang menarik. Bukan sekadar grafik pie, tapi grafik yang bisa “bercerita”.

    4. Soft Skill Tetap Nomor Satu

    Mesin boleh pinter, tapi:

    • Mesin nggak tahu cara menyemangati teman kerja yang putus cinta.
    • Mesin belum bisa mimpin rapat dengan empati.
    • Mesin nggak ngerti “kode” manusia (apalagi kode gebetan).

    Jadi, skill kayak komunikasi, kerja tim, kepemimpinan, empati, dan adaptasi tetap jadi nilai jual utama fresh graduate.

    5. Belajar = Teman Sehidup Semati

    Era ini bukan lagi “lulus, kerja, selesai.”
    Sekarang, lulus = mulai belajar yang sebenarnya.

    Ada banyak platform gratis sampai berbayar buat belajar hal-hal baru:

    • Belajar AI & Data: Coursera, Kaggle, YouTube
    • Skill kreatif: Canva Design School, Domestika, Skillshare
    • Bisnis & komunikasi: LinkedIn Learning, Udemy

    Intinya, selama kamu mau belajar, kamu nggak akan ketinggalan.

    Fresh Graduate Nggak Usah Panik, Tapi Juga Jangan Rebahan Terus

    Teknologi boleh berubah cepat. Tapi semangat manusia—untuk tumbuh, berkreasi, dan adaptif—itu nggak bisa digantikan.
    Buat kamu yang baru lulus: Dunia memang lagi canggih, tapi kamu juga nggak kalah keren.
    Pakai AI sebagai alat bantu, bukan saingan. Cari celah, kembangkan skill, dan jangan lupa tetap manusiawi.

    Karena pada akhirnya, perusahaan itu butuh lebih dari sekadar otak—mereka butuh hati.
    Dan AI belum punya hati, bro.

  • Pagelaran Seni Musik “Kirana Loka 2025” Sukses Digelar – Mahasiswa PGSD UPY Tampilkan Kreasi, Harmoni, dan Kolaborasi dalam Nada

    Pagelaran Seni Musik “Kirana Loka 2025” Sukses Digelar – Mahasiswa PGSD UPY Tampilkan Kreasi, Harmoni, dan Kolaborasi dalam Nada

    Yogyakarta — Nuansa hangat dan meriah memenuhi Auditorium Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) pada Senin, 7 Juli 2025, saat mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) angkatan 2022 sukses menyelenggarakan Pagelaran Musik Kirana Loka 2025. Mengusung tema “Harmoni dalam Nada, Mengalun Lembut Membawa Makna”, kegiatan ini menjadi ajang ekspresi seni yang mencerminkan semangat kolaboratif dan kreatif para mahasiswa dalam dunia musik.

    Pagelaran ini menampilkan seluruh mahasiswa dari 7 kelas angkatan 2022 yang terlibat aktif dalam merancang, mempersiapkan, hingga menampilkan karya musik mereka secara kreatif dan penuh makna. Kegiatan ini turut disaksikan oleh mahasiswa PGSD angkatan 2023 dan 2024 serta disiarkan secara langsung melalui akun Instagram resmi @senimusikpgsd, menjangkau khalayak yang lebih luas di lingkungan akademik dan pencinta seni.

    Ketua Pelaksana, Saputra, membuka acara dengan sambutan penuh semangat dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. “Pagelaran ini bukan sekadar pertunjukan, tetapi juga wujud nyata dari ekspresi, kerja sama, dan dedikasi mahasiswa PGSD dalam bidang seni,” ungkapnya.

    Sementara itu, Muhamad Muslich Candranagara, M.Pd., selaku dosen pengampu mata kuliah Seni Musik, dalam sambutannya menekankan bahwa seni musik merupakan media pendidikan yang kuat dalam membentuk kepekaan, kedisiplinan, dan karakter mahasiswa. “Kami terus mendorong mahasiswa untuk berkembang tidak hanya secara akademik, tetapi juga dalam bidang seni,” ujarnya.

    Kaprodi PGSD UPY, Dr. Rina Dyah Rahmawati, M.Pd., turut menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya Kirana Loka sebagai implementasi dari kurikulum Merdeka Belajar. “Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat mengekspresikan kreativitas dan menumbuhkan rasa percaya diri, yang sangat penting bagi calon pendidik masa depan,” tutur Dr. Rina.

    Pagelaran Kirana Loka menampilkan beragam pertunjukan seperti ansambel musik, vokal, hingga kolaborasi instrumen, mencerminkan keberagaman gaya, kreativitas, dan kekuatan narasi musikal para mahasiswa. Selain menjadi sarana hiburan dan ekspresi, kegiatan ini juga memperkuat karakter mahasiswa dan memperkaya pengalaman belajar secara holistik—melibatkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.

    Dengan berakhirnya acara, semangat harmoni yang mengalun dalam setiap nada Kirana Loka 2025 tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga membawa makna mendalam akan pentingnya pendidikan yang menyeluruh. Universitas PGRI Yogyakarta, melalui kegiatan seperti ini, terus berkomitmen mencetak pendidik masa depan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kaya secara emosional dan kreatif.

  • BEM FBH UPY Gelar Class of Religion: Moderasi Beragama untuk Generasi Modern, Responsif, dan Nasionalis

    BEM FBH UPY Gelar Class of Religion: Moderasi Beragama untuk Generasi Modern, Responsif, dan Nasionalis

    Yogyakarta, 2 Juni 2025 – Dalam rangka memperingati Dies Natalis Fakultas Bisnis dan Hukum Universitas PGRI Yogyakarta dan Hari Lahir Pancasila, BEM FBH UPY menyelenggarakan acara Class of Religion bertajuk “Moderasi Beragama bagi Generasi Muda yang Modern (Moderat, Edukatif, Responsif, dan Nasionalis)”.

    Bertempat di Auditorium Universitas PGRI Yogyakarta, kegiatan ini menghadirkan semangat kebersamaan di tengah keberagaman. Peserta tak hanya datang dari kalangan civitas akademika UPY, khususnya Fakultas Bisnis dan Hukum, tetapi juga mahasiswa dari berbagai kampus lain di Yogyakarta, seperti UMY, UKDW, UST, UNY, Instiper, hingga Atma Jaya.

    Universitas PGRI Yogyakarta dikenal sebagai rumah besar yang menaungi mahasiswa dari beragam latar belakang agama, suku, dan budaya. Inilah yang menjadi dasar penting diselenggarakannya kegiatan ini: sebagai wujud nyata implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan kampus, dan sebagai ruang edukasi agar generasi muda memahami pentingnya toleransi, dialog antariman, dan hidup berdampingan secara damai.

    “Moderasi beragama bukan hanya wacana, tapi sebuah sikap hidup yang harus ditanamkan sejak di bangku perkuliahan. Inilah wajah Indonesia yang sesungguhnya: majemuk, damai, dan saling menghargai,” ujar salah satu panitia penyelenggara.

    Acara berlangsung dengan lancar dan penuh semangat. Banyak peserta yang aktif terlibat dalam diskusi, berbagi pandangan lintas iman, dan menunjukkan bahwa perbedaan bukan penghalang untuk bersatu, tetapi justru kekayaan yang harus dirawat bersama.

    Forum ini tidak hanya menjadi ruang refleksi, tetapi juga wadah tumbuhnya kesadaran baru di kalangan mahasiswa: bahwa menghargai perbedaan adalah fondasi perdamaian, dan generasi muda memiliki peran penting untuk mewujudkannya.

    “Kami berharap, dari kegiatan ini tumbuh semangat saling menghargai, keterbukaan berpikir, dan kolaborasi antar mahasiswa dari latar belakang yang berbeda,” ungkap salah satu peserta dari luar kampus.

    Class of Religion 2025 menjadi bukti bahwa pendidikan tinggi bukan hanya tempat mencetak sarjana, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kebhinekaan, toleransi, dan nasionalisme. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut sebagai kontribusi nyata dunia kampus untuk membangun masa depan Indonesia yang damai, adil, dan penuh penghargaan terhadap keberagaman.

  • UPY Kolaborasi Bersama Kemendiktisaintek dan LLDIKTI Wilayah V: Gelar Wicara untuk Inovasi, Hilirisasi, dan Kolaborasi Global

    UPY Kolaborasi Bersama Kemendiktisaintek dan LLDIKTI Wilayah V: Gelar Wicara untuk Inovasi, Hilirisasi, dan Kolaborasi Global

    Yogyakarta, 5 Juli 2025 — Dalam upaya memperkuat sinergi nasional menuju transformasi pendidikan tinggi yang inovatif dan berdaya saing global, Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), LLDIKTI Wilayah V, serta ICCCM/ITEA, menyelenggarakan kegiatan Gelar Wicara: “Sinergi Pendidikan Tinggi untuk Inovasi, Hilirisasi, dan Kolaborasi Global”.

    Kegiatan yang digelar di kampus UPY ini menjadi forum strategis yang mempertemukan 101 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-DIY, serta perguruan tinggi PGRI dari berbagai daerah di Indonesia, dalam merespons arah baru kebijakan pendidikan tinggi dan riset nasional 2024–2029.

    Gelar Wicara ini dibuka secara meriah dengan tarian tradisional dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, disusul sambutan dari Rektor UPY, President Director ICCCM/ITEA, dan perwakilan dari LLDIKTI Wilayah V.

    Hadir sebagai tamu kehormatan:

    • Indra Ni Tua, S.T., M.Comm. – Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama, Kemendiktisaintek
    • Ms. Loo Hui Ann – Managing Director ICCCM/ITEA
    • Dr. Wahyudi, M.Ed. – SEAMEO SEAMOLEC
    • Dr. Asep Nurhikmat – PPI DIY
    • serta para pimpinan yayasan dan sivitas akademika Universitas PGRI Yogyakarta

    Salah satu momen penting dalam acara ini adalah penandatanganan Nota Kesepahaman antara LLDIKTI Wilayah V dengan ICCCM/ITEA, sebagai bentuk komitmen memperkuat jejaring kerja sama internasional di bidang riset dan pendidikan.

    Forum ini juga menghadirkan diskusi panel dengan topik-topik strategis, antara lain:

    • Arah Baru Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi 2024–2029 – Kemendiktisaintek
    • Kolaborasi Riset Nasional dan Diaspora – BRIN dan PPI DIY
    • Peluang Program ICCCM/ITEA
    • Kolaborasi Digital dan Riset Inovatif – SEAMEO SEAMOLEC

    Para narasumber berbagi pandangan dan strategi dalam memperkuat ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif terhadap tantangan zaman. Mulai dari hilirisasi produk inovasi, perluasan kolaborasi internasional, hingga diplomasi budaya melalui mobilitas akademik.

    Melalui forum ini, LLDIKTI Wilayah V berharap seluruh PTS semakin siap menjadi penggerak transformasi pendidikan tinggi yang terhubung dengan industri, berakar pada inovasi, dan terbuka terhadap kemitraan global.

    “Kami ingin memastikan perguruan tinggi swasta tidak hanya adaptif terhadap arah kebijakan nasional, tetapi juga proaktif menjalin kolaborasi, memperkuat riset, dan membuka ruang kerja sama lintas batas,” ungkap Tego Sudarto, S.E.,M.M, Kabag Umum LLDIKTI V.

    Rektor UPY, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan menjadi tuan rumah forum nasional ini.

    “UPY terus berkomitmen menjadi bagian aktif dari transformasi pendidikan tinggi yang inklusif, relevan, dan berdampak nyata bagi bangsa,” ujar Prof. Paiman.

    Gelar Wicara ini menjadi langkah awal membangun ekosistem pendidikan tinggi Indonesia yang semakin kuat, terkoneksi, dan siap bersaing di panggung global.

  • Rektor UPY, Prof. Paiman Teken Kerja Sama Strategis dengan DJKI, Resmikan Sentra HKI untuk Perkuat Inovasi dan Perlindungan Kekayaan Intelektual

    Rektor UPY, Prof. Paiman Teken Kerja Sama Strategis dengan DJKI, Resmikan Sentra HKI untuk Perkuat Inovasi dan Perlindungan Kekayaan Intelektual

    Yogyakarta, 2 Juli 2025 — Dalam rangka mendukung program nasional dalam bidang perlindungan dan pemanfaatan kekayaan intelektual, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta secara resmi menjalin kerja sama dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan penyelenggaraan Kuliah Umum bertema “Perlindungan atas Kekayaan Intelektual.”

    Acara yang berlangsung di Ruang Rapat Gedung PAU UIN Sunan Kalijaga, pukul 13.00–16.00 WIB, ini turut dihadiri oleh para pimpinan perguruan tinggi ternama. Hadir dan ikut menandatangani kerja sama strategis bersama DJKI:

    Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P. – Rektor Universitas PGRI Yogyakarta, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D. – Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Sumaryanto, M.Kes., AIFO. – Rektor Universitas Negeri Yogyakarta, Prof. Noorhaidi, S.Ag., M.A., M.Phil., Ph.D. – Rektor UIN Sunan Kalijaga, dan Ir. Razilu, M.Si., CGCAE – mewakili DJKI Kemenkumham RI

    Kerja sama ini merupakan bentuk konkret dari komitmen perguruan tinggi dalam memperkuat kapasitas sivitas akademika dalam inovasi, riset, dan perlindungan hak kekayaan intelektual (HKI). Melalui PKS ini, universitas-universitas akan memperoleh dukungan dari DJKI dalam bentuk edukasi, pelatihan, fasilitasi pendaftaran, hingga kolaborasi riset berbasis HKI.

    “Kerja sama ini penting untuk memastikan bahwa hasil pemikiran dan inovasi para dosen, mahasiswa, dan peneliti tidak hanya berhenti sebagai karya, tetapi juga mendapat perlindungan hukum yang sah,” ungkap Prof. Noorhaidi dalam sambutannya.

    Momen bersejarah ini juga ditandai dengan peresmian Sentra HKI UIN Sunan Kalijaga, yang akan berfungsi sebagai pusat layanan pencatatan dan pengelolaan kekayaan intelektual bagi sivitas akademika. Sentra ini diharapkan menjadi garda terdepan dalam mendampingi proses legalisasi kekayaan intelektual di lingkungan kampus dan sekitarnya.

    Dengan adanya kolaborasi strategis ini, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam menciptakan ekosistem riset dan inovasi yang sehat, berkelanjutan, dan terlindungi secara hukum.

    “DJKI membuka ruang seluas-luasnya bagi kampus untuk menjadi mitra strategis dalam pengembangan kekayaan intelektual. Karena masa depan bangsa terletak pada bagaimana kita menghargai dan melindungi ide-ide besar yang lahir dari dunia pendidikan,” tegas Ir. Razilu dalam sesi penyerahan dokumen.

    Kegiatan ini menjadi simbol bahwa perlindungan kekayaan intelektual bukan lagi sekadar kewajiban administratif, melainkan bagian integral dari peradaban ilmu pengetahuan dan daya saing bangsa. UIN Sunan Kalijaga bersama mitra perguruan tinggi lainnya siap bergerak bersama, menciptakan ruang yang aman dan kondusif bagi lahirnya inovasi-inovasi unggul dari kampus untuk Indonesia.

  • Jangan Cuma Nongkrong, Yuk Ikut Seminar! Ini Alasannya Biar Kuliahmu Gak Cuma Jadi Drama Episode Panjang

    Jangan Cuma Nongkrong, Yuk Ikut Seminar! Ini Alasannya Biar Kuliahmu Gak Cuma Jadi Drama Episode Panjang

    Jangan Cuma Nongkrong, Yuk Ikut Seminar! Ini Alasannya Biar Kuliahmu Gak Cuma Jadi Drama Episode Panjang

    Halo, kamu yang lagi baca ini sambil rebahan di kos atau nunggu kelas online dimulai—serius nih, pernah nggak sih kamu mikir, “Ah, ikut seminar atau pelatihan? Buat apa?” Kalau iya, santuy, kamu gak sendiri. Tapi, coba deh baca dulu artikel ini sebelum buru-buru scroll medsos lagi.

    1. Sertifikat: Kartu Sakti Biar CV Makin Keren
    Kamu tau gak, zaman sekarang itu CV nggak cuma soal nilai IPK doang. Perusahaan dan dunia kerja nyari yang lebih dari itu—yang punya pengalaman, skill, dan tentu saja bukti nyata. Nah, sertifikat seminar atau pelatihan itu ibarat stempel ‘Aku serius nih’ di CV kamu. Jadi pas wawancara, kamu bisa bilang, “Ini lho, saya sudah belajar langsung dari ahlinya.” Beda sama yang cuma ngandelin nyontek catatan dosen.

    2. Ilmu Beda dari Dosen, Tapi Tetap Ngebantu
    Kadang dosen itu ya keren, tapi ilmunya itu-itu aja kan? Seminar dan pelatihan sering bawa topik dan trik terbaru, yang nggak selalu diajarkan di kelas. Misal, seminar tentang digital marketing yang lagi booming, atau pelatihan software terbaru yang bisa bikin tugas kamu makin gampang. Jadi kamu nggak cuma pinter teori, tapi juga pinter praktek.

    3. Jaringan Sosial: Bukan Cuma Buat Swipe Tinder
    Nah, ini nih yang sering terlewat. Seminar dan pelatihan itu kesempatan emas buat nambah kenalan. Gak cuma sama temen sekelas, tapi juga sama profesional dan praktisi yang mungkin jadi mentor atau bahkan pemberi kerja kamu nanti. Jadi jangan cuma swipe Tinder, swipe juga kontak LinkedIn dan nomor WhatsApp baru!

    4. Upgrade Diri, Biar Gak Jadi Mahasiswa Zombie
    Kalau cuma kuliah, tugas, tidur, dan ulangi lagi, kamu bakal kayak zombie kampus yang cuma eksis di meja belajar. Seminar dan pelatihan bikin kamu ‘upgrade software otak’, nambah skill yang bikin kamu gak cuma jadi mahasiswa biasa, tapi mahasiswa yang siap tempur di dunia nyata.

    5. Bonus: Bisa Jadi Content Sosmed yang Keren
    Serius, foto kamu pas ikut seminar atau pelatihan, plus sertifikatnya, bisa jadi konten keren di Instagram atau LinkedIn. “Lihat nih, gue serius banget belajar, bukan cuma main game doang.” Who knows, konten itu bisa menarik perhatian recruiter atau jadi bahan obrolan yang asik.

    Jadi, tunggu apa lagi?

    Daripada ngabisin waktu cuma buat scrolling tanpa henti, mendingan kamu invest waktu ikut seminar atau pelatihan bersertifikat. Selain nambah ilmu dan skill, kamu juga siap jadi mahasiswa jaman now yang gak cuma jago teori tapi juga siap kerja!

    Ingat, masa kuliah itu bukan cuma tentang lulus dengan IPK tinggi, tapi juga soal siap bersaing dan punya modal kuat buat masa depan. Yuk, mulai aktif cari acara yang cocok dan daftar sekarang juga!

  • PENGUMUMAN PENDAFTARAN EPT JULI 2025

    PENGUMUMAN PENDAFTARAN EPT JULI 2025

    Diumumkan kepada mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta bahwa dalam rangka meningkatkan kompetensi mahasiswa di bidang bahasa Inggris, maka Universitas PGRI Yogyakarta melalui Pusat Bahasa UPY akan menyelenggarakan English Proficiency Test (EPT) Periode Juli 2025. E-Sertifikat EPT sebagai syarat Ujian Skripsi/Pendadaran serta yudisium dan dapat dicantumkan dalam Surat Keterangan Pendamping Ijasah (SKPI). Adapun jadwal pelaksanaan kegiatan sertifikasi EPT Juli 2025 tersaji dalam tabel berikut :

    Tabel Pendaftaran Tes EPT Offline Juli 2025
    Pendaftaran:14 Juli 2025 – 25 Juli 2025. Melalui: sertifikasi.upy.ac.id
    Cara Pendaftaran:DOWNLOAD PETUNJUK PENDAFTARAN
    Kuota:300 *Pendaftar yang masuk kuota adalah yang telah melakukan pembayaran dan mengupload bukti pembayaran sesuai jadwal.
    Batas Upload Bukti Bayar:25 Juli 2025 Bukti pembayaran diupload dalam bentuk foto. WAJIB DIBERI NAMA DAN NPM pada foto bukti pembayaran (Detail informasi silahkan dibaca di lembar petunjuk pendaftaran dan WAJIB join grup Telegram).
    Pembagian Kelompok:30 Juli 2025. (Akan di umumkan di Grup Telegram)
    Pelaksanaan Tes:04 Agustus 2025. (Akan di umumkan di Grup Telegram)
    Biaya:Rp 150.000,00 (termasuk biaya ujian ulang). Cara pembayaran bisa dilihat dipetunjuk pendaftaran.

    Informasi Tambahan:

    1. EPT diperuntukkan bagi mahasiswa minimal semester 6 yang belum pernah mengambil EPT sama sekali atau yang sudah pernah mengikuti EPT diperiode sebelumnya sampai 2× tidak lulus harus mengikuti EPT periode Juli dengan membayar secara manual di Bank BPD lantai 1 gedung C unit 1.
    2. Mahasiswa mengupload bukti pembayaran tepat waktu sesuai jadwal yang ditentukan. Bagi peserta yang terlambat menyerahkan slip otomatis tidak akan masuk ke dalam pembagian kelompok sesuai jadwal karena terhitung belum diverifikasi. Adapun Surat Keterangan Pembayaran (dari Baku mulai angkatan 2019 dst) hanya akan diferivikasi pertanggal 14 Juli 2025 – 25 Juli 2025. Maka, jika Surat Keterangan Pembayaran belum digunakan untuk mengikuti Tes EPT, wajib diperbaharui.
    3. Apabila mahasiswa mempunyai pertanyaan atau kendala, dapat menghubungi admin Pusat Bahasa : 081325815705 (via telegram/ dm instagram).
    4. Peserta EPT Periode Juli 2025 wajib follow akun Instagram @pusatbahasa_upy, untuk memperoleh informasi lebih lanjut seputar pelaksanaan EPT.
    5. Peserta EPT yang menghendaki adanya EPT Preparation, dapat menghubungi admin Pusat Bahasa sesuai nomor yang tertera diatas.

    Demikian pengumuman ini disampaikan untuk menjadikan perhatian sebagaimana mestinya.

    DOWNLOAD PENGUMUMAN

  • UPY Gandeng Mekari University Selenggarakan Sertifikasi Software Akuntansi Mekari Jurnal Mahasiswa Akuntansi UPY Kini Lebih Siap Hadapi Dunia Kerja Digital

    UPY Gandeng Mekari University Selenggarakan Sertifikasi Software Akuntansi Mekari Jurnal Mahasiswa Akuntansi UPY Kini Lebih Siap Hadapi Dunia Kerja Digital

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan daya saing lulusan melalui kerja sama strategis dengan berbagai pihak. Salah satu langkah terbaru adalah menjalin kerja sama dengan Mekari University, platform belajar daring bereputasi yang menyediakan kursus dan sertifikasi profesional di bidang teknologi dan bisnis.

    Melalui kerja sama ini, UPY dan Mekari University menyelenggarakan program sertifikasi software akuntansi Mekari Jurnal untuk mahasiswa Program Studi Akuntansi. Mekari Jurnal sendiri merupakan software akuntansi berbasis cloud yang digunakan secara luas di industri untuk manajemen keuangan, pembukuan, manajemen stok, hingga operasional bisnis.

    Langkah ini sejalan dengan visi besar UPY untuk menjadi perguruan tinggi unggul yang menghasilkan lulusan bertaqwa, profesional, inovatif, berwawasan global, serta memiliki komitmen nasional pada tahun 2043.

    Dalam program ini, mahasiswa mendapatkan pelatihan langsung dari tutor bersertifikat Mekari University. Mereka diajarkan cara mengelola transaksi keuangan, menyusun laporan keuangan otomatis, dan memahami proses kerja akuntansi digital sesuai dengan standar industri terkini.

    “Selama belajar Mekari Jurnal, saya jadi lebih paham cara mencatat transaksi hingga menyusun laporan keuangan secara praktis. Sekarang jauh lebih mudah karena semua tercatat otomatis di sistem,” ujar Aure Nabilla Zahra Cheysa, mahasiswa peserta program.

    “Mekari Jurnal punya fitur lengkap tapi tetap mudah dipahami. Saya dari jurusan IPA, sebelumnya belum punya pengalaman di akuntansi, tapi pelatihannya membuat saya bisa mengikuti dan memahami alurnya,” ungkap Nadila Sheny Noviantika, peserta lainnya.

    Dengan sertifikat resmi yang diperoleh setelah menyelesaikan pelatihan, mahasiswa tidak hanya memperluas wawasan, tetapi juga memperkuat portofolio karier mereka. Hal ini menjadi strategi UPY dalam menjawab tantangan dunia kerja yang kini semakin kompetitif dan serba digital.

    Melalui kolaborasi ini, UPY membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis yang relevan dan dibutuhkan langsung oleh industri. Program ini menjadi bukti nyata bagaimana integrasi antara dunia pendidikan dan teknologi mampu mendorong mahasiswa lebih siap menghadapi realitas kerja di era digital.

  • UPY Hadiri Sosialisasi KIP Kuliah 2025 Bersama LLDIKTI Wilayah V dan PPAPT

    UPY Hadiri Sosialisasi KIP Kuliah 2025 Bersama LLDIKTI Wilayah V dan PPAPT

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) turut menghadiri kegiatan Sosialisasi Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V bekerja sama dengan Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT). Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat (20/5) secara luring dan daring, dan dihadiri oleh pimpinan perguruan tinggi swasta serta operator KIP Kuliah dari berbagai institusi.

    Sosialisasi ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam mendukung pelaksanaan program prioritas pemerintah di bidang pendidikan agar berjalan secara adil, transparan, dan tepat sasaran.

    Kepala LLDIKTI Wilayah V, Prof. Setyabudi Indartono, dalam sambutannya menyampaikan komitmen LLDIKTI untuk terus mendampingi PTS melalui berbagai upaya, seperti klinik kemahasiswaan, monitoring berkala, dan kolaborasi aktif dengan PPAPT.

    Sementara itu, Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi, Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, S.E., M.A., menegaskan pentingnya menjaga integritas dalam pelaksanaan program ini. Ia menyampaikan bahwa dana KIP Kuliah merupakan hak penuh mahasiswa dan tidak boleh dikelola oleh pihak lain.

    “Dana KIP Kuliah adalah hak penuh mahasiswa dan tidak boleh dikelola oleh pihak lain, termasuk penahanan buku tabungan. Pelaporan atas penyimpangan menjadi penting dalam menjaga integritas program ini. Jika ditemukan pelanggaran, sanksi tegas akan diberlakukan. Perguruan tinggi swasta yang terbukti melakukan penyimpangan tidak akan diberikan kuota KIP Kuliah di tahun berikutnya,” tegas Dr. Henri.

    Melalui kegiatan ini, para pemangku kepentingan diharapkan memperoleh pemahaman menyeluruh terkait regulasi dan kebijakan terbaru KIP Kuliah. Dengan adanya pengawasan ketat, kolaborasi yang erat, dan komitmen terhadap integritas, program ini diharapkan benar-benar menyasar mahasiswa yang membutuhkan dan memberikan kontribusi nyata terhadap masa depan generasi bangsa.