Penulis: Administrator

  • 🎓 Kenapa Skripsi Molor? Ini 5 Kendala Utama yang Sering Dialami Mahasiswa

    🎓 Kenapa Skripsi Molor? Ini 5 Kendala Utama yang Sering Dialami Mahasiswa

    Skripsi. Kata yang sederhana, tapi sering kali menggetarkan hati mahasiswa semester akhir. Ia bisa menjadi kebanggaan, bisa juga jadi beban yang menumpuk di folder laptop bernama “Revisi_Final_FIX_Beneran_FIX.docx”.

    Banyak mahasiswa yang awalnya penuh semangat, bertekad akan lulus cepat. Tapi di tengah jalan, semangat itu perlahan luntur—digantikan dengan kopi, galau, dan daftar revisi. Lalu sebenarnya, apa sih yang bikin skripsi bisa molor berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun?

    Dari pengamatan lapangan, pengalaman pribadi, dan curhat segudang mahasiswa, berikut adalah 5 kendala utama yang sering jadi biang kerok keterlambatan skripsi. Kita bahas dengan santai, tapi tetap serius ya. 😉

    1. Mood dan Motivasi yang Melempem

    Di awal semester akhir, mood biasanya sedang naik-naiknya. Laptop dibuka, outline disusun, referensi jurnal dicari dengan penuh semangat. Tapi seiring waktu, motivasi menurun seperti sinyal Wi-Fi di kamar kos.

    Kalau ditanya, “Sudah sampai mana skripsinya?”
    Jawaban paling umum: “Masih nyusun bab satu.”
    (Padahal itu jawaban yang sama sejak dua bulan lalu.)

    Fakta: Menurunnya motivasi sering terjadi karena tekanan, rasa cemas berlebihan, atau merasa sendirian dalam proses.

    🟢 Tips: Bangun rutinitas menulis. Nggak harus langsung lima halaman. Cukup satu paragraf per hari. Konsistensi kecil bisa jadi lompatan besar.

    2. Dosen Pembimbing yang Super Sibuk (atau Super Susah Ditemui)

    “Bu, saya sudah kirim revisi ya.”
    Tiga minggu kemudian…
    Centang dua tetap abu-abu.

    Dosen juga manusia. Mereka punya kesibukan mengajar, penelitian, administrasi, hingga bimbingan dengan puluhan mahasiswa lain. Tapi di sisi mahasiswa, keterlambatan respons bisa menggerus semangat, bahkan membuat proses terhenti di tengah jalan.

    🟢 Tips: Bangun komunikasi yang sopan tapi aktif. Jangan hanya kirim naskah, tapi juga beri konteks dan pertanyaan jelas. Dan ya… hindari menghubungi saat weekend atau jam tidur.

    3. Manajemen Waktu yang Kacau

    “Kerja part-time, ikut organisasi, bantu usaha keluarga, dan bikin konten TikTok.”

    Hebat! Tapi… skripsinya kapan?

    Terlalu banyak aktivitas bisa membuat skripsi hanya jadi “nanti aja kalau sempat”. Tahu-tahu, semester sudah berganti dan tagihan UKT kembali datang.

    🟢 Tips: Buat jadwal khusus menulis skripsi. Sisihkan 1–2 jam khusus per hari. Jangan tunggu waktu luang—luangkan waktu.

    4. Perfeksionisme yang Menjebak

    “Kalau belum bagus, aku belum mau kirim ke dosen.”

    Awas, perfeksionisme bisa jadi jebakan manis. Banyak mahasiswa yang menunda karena ingin setiap kalimat sempurna. Akibatnya? Naskah nggak pernah selesai, atau takut dikoreksi dosen.

    🟢 Tips: Selesaikan dulu, revisi belakangan. Skripsi bukan karya seni yang harus puitis—ia adalah proses akademik yang akan terus diperbaiki.

    5. Takut Salah, Jadi Lebih Pilih Menunda

    Takut ditolak. Takut ditanya di sidang. Takut nggak paham sendiri topiknya.
    Akhirnya? Skripsi dipikirkan terus… tapi nggak disentuh.

    Rasa takut ini wajar. Tapi jika dibiarkan, ia bisa mengakar jadi penundaan kronis. Akhirnya, yang molor bukan cuma skripsi, tapi juga masa depan.

    🟢 Tips: Ingat, semua mahasiswa pasti melewati proses ini. Skripsi yang selesai itu lebih baik daripada skripsi yang sempurna tapi nggak pernah dikirim.

    Finally: Skripsi Itu Diselesaikan, Bukan Disempurnakan

    Kalau kamu sedang merasa “tersesat” di bab tiga, atau skripsi sudah lama tidak dibuka, jangan merasa sendiri. Banyak yang sedang berjuang seperti kamu. Yang membedakan adalah siapa yang mau terus melangkah meski pelan.

    Skripsi bukan soal jenius. Tapi soal niat dan nyali.

    Jadi… buka laptopmu. Lanjutkan satu paragraf. Karena siapa tahu, dari satu halaman itu, kamu sedang menulis awal dari akhir perjuanganmu.

  • Prestasi Nasional: Mahasiswa UPY Sabet Emas dalam Olimpiade Sains 2025

    Prestasi Nasional: Mahasiswa UPY Sabet Emas dalam Olimpiade Sains 2025

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Mahasiswa Program Studi Farmasi, Yosepvin Octavia Lintang Anggryny, berhasil meraih Medali Emas dalam bidang Bahasa Indonesia pada ajang Olimpiade Sains Siswa Nasional III untuk jenjang Umum, Mahasiswa, dan Guru.

    Kompetisi ini dilaksanakan secara daring pada Minggu, 23 Februari 2025, dan terbuka untuk peserta dari kalangan umum, mahasiswa, serta guru dari seluruh Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada para pelajar, mahasiswa, dan pendidik yang ingin mengasah dan menguji kemampuan hasil belajar mereka melalui ajang yang kompetitif dan inspiratif.

    Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar dan kondusif, serta disambut antusias oleh para peserta dari berbagai daerah. Keberhasilan Yosepvin menjadi bukti bahwa mahasiswa UPY mampu bersaing secara intelektual di tingkat nasional, tidak hanya di bidang farmasi, tetapi juga dalam kompetensi kebahasaan dan literasi.

    Pihak kampus menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas pencapaian ini. “Kami berharap keberhasilan ini bisa menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk percaya diri dengan kemampuan mereka, dan aktif mengikuti kompetisi-kompetisi serupa,” ujar Dr. Septian Aji Permana, M.Pd, Wakil Rektor III UPY.

    Diharapkan Olimpiade Sains Siswa Nasional akan terus diselenggarakan secara rutin dan semakin banyak diminati oleh generasi muda Indonesia, karena menjadi wadah yang tepat untuk menyalurkan bakat, minat, serta meningkatkan rasa percaya diri dalam mengasah potensi diri.

  • PENGUMUMAN PELAKSANAAN EPT JULI 2025

    PENGUMUMAN PELAKSANAAN EPT JULI 2025

    Diumumkan kepada peserta tes EPT bulan Juli 2025 bahwa pelaksanaan EPT akan dilaksanakan secara Offline, dengan rincian jadwal sebagai berikut :

     Jadwal Test EPT Juli 2025

    KELOMPOKHARI/TANGGALPUKULDOWNLOAD
    A (1-5)Senin, 04 Agustus 202508.00 – 15.30 WIBDownload Pengumuman Dan Daftar Kelompok
    A (6-9)Selasa, 05 Agustus 202508.00 – 14.00 WIB

    Lampiran : Daftar Kelompok

    Kepada para peserta test EPT untuk memperhatikan ketentuan-ketentuan sebagai berikut :

    1. Peserta wajib datang di lokasi tes 15 menit sebelum jadwal ujian. Dikarenakan waktu pengerjaan tes selama 60 menit, dan sebelumnya pengawas akan menjelaskan mekanisme pengerjaan soal kurang lebih 5-10 menit.
    2. Peserta membawa kartu identitas yang masih berlaku (KTP/Kartu Mahasiswa/SIM).
    3. Peserta hanya diperbolehkan membawa alat tulis dan kartu identitas ke meja ujian.
    4. Peserta yang datang terlambat tidak diberi tambahan waktu (resiko ketinggalan soal listening di section 1, 2, maupun 3).
    5. Peserta tidak diperkenankan pindah kelompok dan atau pindah jam ujian kecuali ada alasan yang logis dan diterima oleh pengelola Pusat Bahasa. (dapat menghubungi pengelola Pusat Bahasa dalam kurun waktu 1×24 jam setelah jadwal di edarkan).
    6. Peserta yang tidak mengikuti ujian tanpa konfirmasi sebagaimana jadwal tersebut di atas (Tabel 1), dianggap Tidak Lulus (kecuali ada alasan yang logis dan diterima oleh pengelola Pusat Bahasa) dan tes untuk yang bersangkutan akan ditentukan kemudian hari.

    CP : 0813 2581 5705 (Admin via /Telegram/Instagram).

    Link grup telegram: JOIN GROUP

    Demikian pengumuman ini disampaikan untuk menjadikan perhatian sebagaimana mestinya.

  • Mahasiswi UPY Raih Medali Emas di Pekan Olimpiade Sains Nusantara 2025

    Mahasiswi UPY Raih Medali Emas di Pekan Olimpiade Sains Nusantara 2025

    Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta (UPY). Dinda Nabila Rahmadani, mahasiswa Program Studi Manajemen UPY, sukses meraih Medali Emas dalam bidang Akuntansi jenjang Perguruan Tinggi pada ajang Pekan Olimpiade Sains Nusantara 2025 (POSN 2025).

    Ajang bergengsi tingkat nasional ini diselenggarakan secara daring melalui laman app.puskanas.id pada tanggal 1 Juni 2025, dan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

    Pekan Olimpiade Sains Nusantara 2025 diadakan sebagai wadah untuk memotivasi generasi muda Indonesia dalam meningkatkan kemampuan spiritual, emosional, dan intelektual, serta mendorong mereka untuk menerapkan pengetahuan sains dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana evaluasi kemampuan akademik generasi muda secara menyeluruh.

    Seluruh rangkaian acara berjalan baik dan kondusif sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh panitia. Partisipasi aktif peserta dari berbagai daerah turut menambah semarak dan kompetitifnya ajang ini.

    Pihak kampus menyampaikan apresiasi tinggi atas prestasi yang diraih oleh Dinda. “Kami sangat bangga atas capaian ini. Semoga ini menjadi motivasi bagi mahasiswa UPY lainnya untuk terus berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Dr. Septian Aji Permana, M.Pd, Wakil Rektor III UPY Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama.

    Diharapkan kegiatan seperti POSN dapat terus dilaksanakan secara berkala, karena tidak hanya memberikan ruang untuk berprestasi, tetapi juga memberikan kemudahan akses bagi peserta dari berbagai daerah untuk ikut serta dalam kompetisi, tanpa harus terbatas oleh jarak dan tempat.

  • Universitas PGRI Yogyakarta Tambah Guru Besar Baru dari Program Magister Pendidikan IPS

    Universitas PGRI Yogyakarta Tambah Guru Besar Baru dari Program Magister Pendidikan IPS

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali menorehkan prestasi akademik dengan bertambahnya satu lagi dosen bergelar Guru Besar. Kali ini, gelar kehormatan tersebut diraih oleh Prof. Dr. Salamah, M.Pd., dosen pada Program Magister Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

    Prof. Dr. Salamah secara resmi menyandang jabatan akademik tertinggi sebagai Guru Besar dalam Bidang Teknologi Pendidikan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 2647/M/KPT.KP/2025 tentang Kenaikan Jabatan Akademik/Fungsional Dosen.

    Capaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Program Magister Pendidikan IPS, tetapi juga memperkuat komitmen UPY dalam meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi—pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

    Rektor UPY, Prof. Paiman, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas pencapaian Prof. Dr. Salamah. “Ini adalah pencapaian yang luar biasa dan menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika UPY untuk terus berkembang secara profesional dan akademik,” ujarnya.

    Dengan bertambahnya Guru Besar di lingkungan UPY, diharapkan atmosfer akademik semakin berkembang dan mampu mendorong lahirnya inovasi-inovasi pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman.

  • UPY Perkuat Kurikulum Arsitektur Berbasis OBE melalui Kolaborasi Lintas Sektor

    UPY Perkuat Kurikulum Arsitektur Berbasis OBE melalui Kolaborasi Lintas Sektor

    Yogyakarta – Program Studi S1 Arsitektur Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi, khususnya dalam merespons dinamika dan tantangan dunia kerja di masa kini dan mendatang. Melalui kegiatan Lokakarya Peninjauan dan Evaluasi Kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), Prodi Arsitektur UPY melibatkan sejumlah pemangku kepentingan lintas sektoral dalam forum kolaboratif yang konstruktif.

    Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wibawa, M.Kom. sebagai Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UPY beserta jajarannya, serta menghadirkan perwakilan dari beberapa stakeholder. Diantaranya adalah Dr. Yulianto Purwono Prihatmaji, S.T., M.T., IPM., IAI. sebagai Ketua Asosiasi Pendidikan Tinggi Arsitektur Indonesia (APTARI), Ar. Erlangga Winoto, IAI., AA sebagai ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Daerah Istimewa Yogyakarta, Widi Cahya Yudhanta S.T., M.Sc. sebagai mitra akademisi, Sekar, S.T., sebagai mitra Pemerintah Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Jawa III, Ar. RM. Cahyo Bandono, S.T,. M.T, IAI sebagai mitra konsultan, serta para alumni.

    Dengan semangat Kurikulum Berdampak, diskusi dan peninjauan kurikulum bertujuan untuk memperkuat relevansi pendidikan arsitektur terhadap kebutuhan dunia kerja yang semakin kompleks dan transformatif. Keterlibatan berbagai pihak diharapkan dapat memberikan perspektif yang menyeluruh, mulai dari dunia akademik hingga persiapan dunia profesional, sehingga menghasilkan kurikulum yang adaptif, responsif, dan kompetitif.

    “Kurikulum bukan sekadar dokumen, tapi merupakan cerminan dari kesiapan institusi dalam membekali lulusannya menghadapi realitas profesional,” ungkap salah satu narasumber dari IAI DIY dalam diskusi.

    Melalui kegiatan ini, Rachmat Wahyu Prabowo, ST. M.Eng. sebagai ketua program studi Arsitektur UPY menegaskan pentingnya membangun ekosistem pendidikan arsitektur yang berkelanjutan, dengan menjalin kemitraan strategis jangka panjang antara perguruan tinggi Arsitektur, dengan asosiasi profesi, dan mitra dari akademisi dan industri. Sinergi tersebut diyakini mampu menciptakan lulusan arsitektur yang tidak hanya kompeten secara teknis dan archipreneurship, tetapi juga peka terhadap isu-isu sosial, lingkungan, dan inovasi desain di era global.

    Dengan demikian, Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) membuktikan kesiapannya sebagai institusi pendidikan yang proaktif dan progresif dalam menyongsong dan mencetak generasi arsitek masa depan yang siap berkontribusi bagi bangsa dan dunia.

  • Libur Kuliah: Mau Cari Cuan, Healing, atau Rebahan? Begini Cara Bijak Mengisi Waktu Luang

    Libur Kuliah: Mau Cari Cuan, Healing, atau Rebahan? Begini Cara Bijak Mengisi Waktu Luang

    Setelah semester penuh skripsi, UTS, UAS, drama organisasi, dan drama cinta tak berbalas, akhirnya… libur kuliah datang juga!

    Tapi pertanyaannya sekarang: “Liburan ini mau ngapain ya?”

    Karena kalau salah strategi, tahu-tahu udah September aja, tugas menumpuk, dan kita nggak dapet apa-apa kecuali lemak dan kenangan mantan.

    Jadi, gimana cara kita mengisi waktu libur biar nggak cuma jadi kolektor rebahan level dewa? Nih, beberapa opsi sekaligus sindiran halus untuk dirimu yang masih galau:

    1. Kerja Part-Time: Karena Liburan Juga Butuh Dana

    Kalau kamu tipe mahasiswa yang dompetnya suka ikut semester pendek (alias tipis), part-time job bisa jadi solusi.

    Entah itu jadi barista, penjaga toko, admin media sosial, sampai ngasuh ponakan tetangga (asal dibayar), semua bisa asal halal dan bikin skill naik.

    Keuntungan:

    Dapet uang jajan tambahan, Bisa ditulis di CV (“Berpengalaman kerja sejak mahasiswa”), Dapet kenalan baru (dan mungkin jodoh?)

    Risiko:

    Nggak bisa ikut reuni SMA karena “masuk siang”, Dompet nambah, tapi mata panda ikut bonus

    2. Backpakeran atau Liburan Bareng Teman: Demi Feed Instagram yang Estetik

    Kamu merasa penat, butuh refresh, dan ingin berteriak dari atas bukit, “AKU BEBAS!”

    Backpakeran adalah solusi healing kekinian. Tapi ingat, healing yang bikin utang itu bukan penyembuhan, tapi penciptaan luka baru (di dompet).

    Tips penting:

    Jangan liburan demi konten doang, nikmati juga momen offline. Pastikan pulang membawa kenangan, bukan hanya sunburn dan jerawat.

    3. Staycation di Rumah: Menikmati Liburan Tanpa Dandan

    Buat kamu yang anti panas-panasan dan percaya bahwa kedamaian sejati ada di balik pintu kamar: Staycation di rumah is real.

    Atau bisa:

    Maraton film sampai mata pegel, Baca buku (yang dibeli sejak semester 2 tapi belum dibuka plastiknya), Berkebun (kalau gagal, bilang aja eksperimen bioteknologi)

    Bonus: bisa bangun siang tanpa judgment… kecuali dari ibu.

    4. Membantu Orang Tua: Biar Nggak Dibilang “Cuma Kuliah, Gitu Aja Cape”

    Kamu mungkin jago bikin presentasi 40 slide dalam semalam, tapi…bisakah kamu mengepel tanpa drama, belanja ke pasar tanpa bingung kembalian, atau masak nasi tanpa bikin nasi keras di bawah, lembek di atas?

    Liburan bisa jadi waktu ideal buat lebih dekat dengan keluarga. Percayalah, membantu orang tua itu bentuk investasi spiritual. Siapa tahu, doanya nyangkut pas ujian akhir nanti.

    5. Gabung Pelatihan, Kelas Online, atau Bikin Proyek Sendiri

    Kedengarannya serius, ya? Tapi ini justru seru kalau kamu ikut kelas yang sesuai passion: desain, nulis, bahasa Korea, bahkan kelas bikin CV.

    Bisa juga bikin proyek pribadi: nulis novel, buka toko online, atau bikin podcast bareng teman. Yang penting, ada hasil dan proses yang dinikmati.

    Jadi, Libur Kuliah Mau Diisi Apa?

    Apa pun pilihanmu, yang penting: punya tujuan. Nggak harus besar, tapi bermakna buat kamu. Entah itu dapat pengalaman kerja, membahagiakan orang tua, atau sekadar menyembuhkan diri dari semester yang melelahkan.

    Ingat, bukan seberapa “jauh” kamu pergi saat libur, tapi seberapa “bernilai” kamu kembali saat kuliah mulai lagi. Dan kalau belum siap ngapa-ngapain… ya rebahan aja dulu, asal jangan lupa bangun. 😄

    Selamat libur kuliah!Isi dengan tawa, makna, dan secuil produktivitas biar tetap waras saat masuk semester baru nanti.

  • Mahasiswa Manajemen UPY Raih Juara Harapan II Diajeng Kulon Progo 2025

    Mahasiswa Manajemen UPY Raih Juara Harapan II Diajeng Kulon Progo 2025

    Yogyakarta, 13 Juli 2025 – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta (UPY). Selvi Marlina, mahasiswa dari Program Studi Manajemen, berhasil meraih Juara Harapan II Diajeng Kulon Progo 2025, sebuah ajang bergengsi pemilihan duta wisata yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kulon Progo.

    Acara malam penobatan berlangsung meriah di Amphitheater Taman Budaya Kulon Progo, Sabtu malam, 12 Juli 2025. Selvi tampil memukau bersama 29 finalis lainnya yang telah melewati serangkaian seleksi ketat dari lebih dari 80 peserta tahun ini.

    Dalam keterangannya, Selvi mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian ini.

    “Walaupun belum bisa menjadi yang terbaik, tapi saya percaya saya sudah melakukan yang terbaik. Gelar Juara Harapan II ini menjadi motivasi besar untuk terus berkarya dan berkontribusi,” ujar Selvi.

    Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo, Joko Mursito, menyampaikan bahwa antusiasme peserta tahun ini mengalami peningkatan signifikan.

    “Tahun ini lebih dari 80 peserta ikut, naik dibanding tahun lalu yang hanya 60-an. Ini bukti bahwa generasi muda semakin ingin terlibat dalam membangun daerahnya,” katanya.

    Menurut Joko, ajang Dimas Diajeng bukan sekadar kontes kecantikan atau ketampanan, melainkan seleksi duta wisata dan budaya yang berperan sebagai wajah serta representasi Kulon Progo di tingkat regional bahkan nasional.

    Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, menyampaikan bahwa Dimas Diajeng merupakan ikon penting yang menjadi representasi anak muda Kulon Progo.

    “Mereka adalah wajah daerah ini, role model generasi muda yang harus aktif memperkenalkan kekayaan budaya dan pariwisata kita. Ini bagian dari misi besar kita: menjadikan budaya lokal sebagai kekuatan nasional,” tegas Bupati.

    Ia juga mengajak para Dimas dan Diajeng untuk menjadi pelopor dalam pelestarian budaya, serta ujung tombak dalam memperkenalkan Kulon Progo ke masyarakat nasional maupun internasional.

    Sementara itu Wakil Rektor III UPY Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Dr. Septian Aji Permana, M.Pd, turut memberikan apresiasi atas capaian Selvi.

    “Syukur Alhamdulillah mahasiswa kita mampu bersaing dan meraih prestasi. Terus berkarya, terus menginspirasi. Karena prestasi bukan hanya tentang juara, tapi tentang kontribusi,” ujarnya.

    Keberhasilan Selvi Marlina dalam ajang Dimas Diajeng Kulon Progo 2025 tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi simbol bahwa mahasiswa UPY mampu menunjukkan kualitas dan kontribusinya di luar ranah akademik. Prestasi ini sejalan dengan semangat UPY dalam membentuk lulusan yang berkarakter, unggul, dan berdedikasi bagi masyarakat.

  • UPY Kukuhkan Kerja Sama Global dengan UTeM Malaysia Lewat MoU, MoA, IA, dan Kuliah Tamu

    UPY Kukuhkan Kerja Sama Global dengan UTeM Malaysia Lewat MoU, MoA, IA, dan Kuliah Tamu

    Yogyakarta, 14 Juli 2025 — Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) terus memperkuat langkah internasionalisasinya melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM), Malaysia. Kegiatan yang berlangsung di kampus UPY ini juga dirangkaikan dengan kuliah tamu (Visiting Lecture) dari jajaran akademisi UTeM, dan dihadiri oleh pimpinan kedua institusi, dosen, serta mahasiswa dari berbagai program studi.

    Acara ini menjadi tonggak awal kerja sama strategis antara UPY dan UTeM dalam pengembangan pendidikan, penelitian, pertukaran akademik, serta perluasan jejaring internasional di kawasan Asia Tenggara.

    Penandatanganan MoU disaksikan langsung oleh jajaran pimpinan UPY, antara lain:

    • Ketua Pembina Yayasan Pembina, Armansyah Prasakti, S.H., S.Pn., M.H.
    • Rektor UPY, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P.
    • Wakil Rektor III, para Dekan dan Wakil Dekan III, Ketua Program Studi Informatika, Gizi, Arsitektur, Sistem Informasi, Teknik Industri, Teknologi Hasil Pertanian, Agroteknologi, serta tim Kantor Urusan Kerja Sama.

    Delegasi UTeM Malaysia dipimpin oleh:

    • Professor Datuk Ts. Dr. Massila Kamalrudin – Vice-Chancellor UTeM
    • Professor Dr. Mohd Rizal bin Salleh – Dean Postgraduate School
    • Associate Professor Ts. Dr. Suriati binti Akmal – Deputy Dean Institute of Technology Management and Entrepreneurship
    • Dr. Muhammad Zulfattah bin Zakaria – Senior Lecturer
    • Datuk Hajah Rosnah binti Hj. Abdul Rashid Shirlin dan Datuk Mohd Arif bin Abdul Majid dari UTeM Holdings Group

    Selain penandatanganan MoU di tingkat institusi, kegiatan ini juga mencakup penandatanganan MoA (Memorandum of Agreement) oleh FKIP UPY serta Implementation Arrangement (IA) oleh tujuh program studi di UPY. IA ditandatangani langsung oleh masing-masing ketua program studi (kaprodi) sebagai komitmen awal pelaksanaan program-program kolaboratif di tingkat prodi.

    Adapun program studi yang terlibat dalam penandatanganan IA antara lain:

    • Program Studi Teknologi Hasil Pertanian (THP)
    • Program Studi Agroteknologi
    • Program Studi Teknik Industri
    • Program Studi Sistem Informasi
    • Program Studi Gizi
    • Program Studi Arsitektur
    • Program Studi Informatika

    Langkah ini diharapkan mempercepat implementasi kegiatan nyata seperti pertukaran dosen dan mahasiswa, kuliah bersama (joint lecture), serta riset kolaboratif lintas negara.

    Setelah sesi penandatanganan, kegiatan dilanjutkan dengan kuliah tamu (Visiting Lecture) yang disampaikan oleh perwakilan UTeM Malaysia. Kuliah ini diikuti dengan antusias oleh dosen dan mahasiswa dari berbagai fakultas di UPY. Materi yang disampaikan membuka cakrawala baru mengenai tantangan dan strategi pendidikan tinggi di era digitalisasi, inovasi teknologi, serta pentingnya kolaborasi lintas negara.

    “Melalui kerja sama ini, kita berharap tidak hanya mencetak lulusan unggul, tapi juga membuka lebih banyak peluang internasional bagi dosen dan mahasiswa,” ujar Rektor UPY, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P.

    Kegiatan ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi berbagai program lanjutan, antara lain:

    • Pertukaran mahasiswa dan dosen
    • Program magang dan kuliah internasional
    • Penelitian bersama (joint research)
    • Seminar internasional dan pengembangan kurikulum kolaboratif

    Selain memperkuat kompetensi global sivitas akademika, kerja sama ini juga menjadi nilai tambah penting dalam proses akreditasi dan pemeringkatan kampus, serta memperluas jejaring profesional UPY di kancah internasional.

    “Ini bukan akhir, melainkan awal dari kolaborasi besar yang akan memperkaya atmosfer akademik kedua institusi,” ungkap Professor Datuk Ts. Dr. Massila Kamalrudin dalam sambutannya.

    Dengan semangat sinergi lintas negara, UPY dan UTeM berkomitmen membangun kerja sama berkelanjutan untuk menciptakan dampak positif di bidang pendidikan, teknologi, dan pengembangan masyarakat global.

  • “UPY Teken MoU dengan Punjabi University India, Perluas Jejaring Internasional”

    “UPY Teken MoU dengan Punjabi University India, Perluas Jejaring Internasional”

    Yogyakarta, 8 Juli 2025 – Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat jejaring akademik internasional dengan menyambut kehadiran dosen tamu dari Punjabi University, Patiala, India. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang Rektorat UPY ini juga menjadi momentum penting ditandatanganinya dokumen Memorandum of Understanding (MoU), Memorandum of Agreement (MoA), dan Implementation Arrangement (IA) antara kedua institusi.

    Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dan sivitas akademika UPY, termasuk:

    • Rektor Universitas PGRI Yogyakarta
    • Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama
    • Dekan FKIP serta Ketua-ketua Program Studi di bawah FKIP (Sejarah, PBSI, PPKn, PGSD, PBI, PAUD, PLB)
    • Kepala Kantor Urusan Kerja Sama
    • Divisi Kerja Sama Luar Negeri dan Dalam Negeri

    Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya internasionalisasi UPY untuk memperluas kolaborasi akademik lintas negara. Dalam sambutannya, Rektor UPY, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P menyampaikan rasa bangga atas terjalinnya kemitraan dengan salah satu universitas ternama di India.

    “Kolaborasi ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat jejaring global kampus. Kami berharap, ke depan akan terwujud berbagai program pertukaran akademik dan riset bersama yang bermanfaat bagi kedua belah pihak,” ujarnya.

    Acara berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Selain sesi sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan perkenalan profil masing-masing institusi, dialog interaktif, dan diskusi rencana kerja sama strategis ke depan.

    Kolaborasi antara UPY dan Punjabi University ini memiliki beberapa tujuan utama:

    1. Mempererat hubungan kelembagaan melalui pertukaran dosen dan mahasiswa.
    2. Berbagi pengetahuan dan perspektif global, khususnya dalam bidang pendidikan, bahasa, dan ilmu sosial.
    3. Mendorong kolaborasi riset dan pengembangan akademik lintas negara.
    4. Meningkatkan kompetensi internasional sivitas akademika UPY.
    5. Mendukung atmosfer kampus yang inklusif dan berwawasan global.

    Dengan ditandatanganinya MoU, MoA, dan IA, kedua universitas menyatakan keseriusan dalam membangun kerja sama yang berkelanjutan. Berbagai inisiatif seperti kuliah tamu internasional, seminar bersama, joint research, serta program pertukaran budaya dan akademik akan mulai dijajaki dalam waktu dekat.

    Kehadiran dosen tamu dari Punjabi University tidak hanya menambah warna dalam kegiatan akademik UPY, tetapi juga menjadi inspirasi bagi sivitas akademika untuk terus membuka diri terhadap kolaborasi internasional.

    “Kami percaya, melalui kemitraan seperti ini, mahasiswa dan dosen UPY akan memiliki cakrawala yang lebih luas dan siap bersaing di tingkat global,” tutup Prof. Paiman.