Tim Futsal Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih Juara 1 dalam ajang Supersoccer Euro Futsal Championship 2025, turnamen futsal bergengsi yang mempertemukan tim-tim terbaik dari berbagai perguruan tinggi.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata dari kerja keras, semangat juang, dan kekompakan tim UPY dalam menghadapi setiap pertandingan. Tak hanya meraih gelar juara, dua pemain UPY juga menorehkan prestasi individu yang membanggakan:
Yudha Yanuar Amerta dinobatkan sebagai Best Player berkat penampilan konsisten dan kontribusi vital di setiap laga.
Bayu Bagaskoro berhasil meraih gelar Top Scorer setelah mencetak gol terbanyak sepanjang turnamen.
“Prestasi ini adalah buah dari proses panjang, latihan intensif, serta semangat untuk membawa nama baik kampus,” ujar Yudha Yanuar yang di nobatkan sebagai pemain terbaik di turnamen tersebut. “Kami juga mengucapkan terima kasih atas dukungan penuh dari civitas akademika dan seluruh pihak yang telah memberikan semangat selama perjalanan turnamen.”
Kemenangan ini menandai tonggak baru dalam sejarah futsal UPY dan diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi di bidang olahraga maupun akademik.
Diumumkan kepada semua mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta perihal Registrasi Perkuliahan Semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026, silahkan di unduh dibawah ini
Mahasiswi Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang olahraga. Ari Ramandhani, mahasiswa dari Program Studi Manajemen UPY, sukses meraih Juara 1 dalam kategori Festival Kata Perorangan Senior Sabuk Biru Putri pada ajang bergengsi Kejurda Karate Inkanas DIY Piala Kapolda 2025.
Kejuaraan ini diselenggarakan oleh Pengurus Inkanas DIY bekerja sama dengan Polda DIY dan berlangsung pada Sabtu, 12 Juli 2025, bertempat di GOR Tridadi Pangukan, Sleman, dari pukul 08.00 hingga 19.30 WIB. Kejurda ini diikuti oleh seluruh karateka Inkanas se-Daerah Istimewa Yogyakarta, menjadikannya ajang bergengsi sekaligus kompetitif di kalangan atlet karate.
Tujuan dari penyelenggaraan Kejurda ini meliputi:
Melaksanakan program kerja tahunan Inkanas DIY.
Melakukan pembinaan atlet secara berkala.
Memeriahkan peringatan Hari Bhayangkara.
Ari Ramandhani mengungkapkan rasa syukurnya atas capaian tersebut. “Acaranya berjalan sangat lancar dan saya senang bisa berpartisipasi. Harapannya, ajang seperti ini terus berlanjut di tahun-tahun mendatang dengan penyelenggaraan yang lebih meriah dan kompetitif. Semoga dari Kejurda 2025 ini lahir bibit-bibit atlet unggul yang mampu mengharumkan nama daerah, bahkan bangsa, di tingkat lebih tinggi,” ujarnya.
Keberhasilan Ari menjadi bukti bahwa mahasiswa UPY tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga berprestasi di kancah olahraga. Universitas PGRI Yogyakarta senantiasa mendukung penuh pengembangan minat dan bakat mahasiswa baik di dalam maupun luar kampus.
Berikut informasi dan pengumuman Wisuda Periode I tahun akademik 2025/2026 (Offline 27 September 2025). Informasi Selengkapnya bisa di unduh dibawah ini
“Yang penting IPK aman dulu, baru mikir organisasi.” “Ngapain sibuk ikut ini-itu, nanti skripsi molor!” “Organisasi nggak bikin kenyang.”
Kalau kamu mahasiswa, pasti pernah dengar (atau bahkan berpikir) begitu. Wajar. Tapi, kalau boleh jujur—kuliah itu bukan cuma soal hafalan teori dan nilai IPK di KHS. Kampus bukan sekadar tempat duduk manis di kelas, nunggu dosen datang, terus pulang.
Mahasiswa ideal adalah mereka yang aktif. Bukan hanya di dalam kampus, tapi juga di luar kampus.
Kok bisa? Yuk kita kupas dengan gaya santai tapi tetap berbasis pengalaman dan fakta di lapangan.
1. Organisasi & Kegiatan Kampus: Latihan Dunia Nyata
Di organisasi kampus, kamu belajar hal yang nggak kamu dapat di ruang kelas: 📌 Ngatur acara, ribut sama tim, ngadepin deadline, komunikasi antarbidang, sampai nego makanan di vendor yang nggak sesuai kesepakatan.
Semua itu mungkin bikin stres, tapi justru itu latihan kerja nyata. Banyak alumni sukses bilang, pengalaman organisasi yang bikin mereka siap masuk dunia kerja. Bahkan HRD pun lebih suka CV dengan bukti “pernah aktif”, bukan cuma IPK 4.00 tapi minim pengalaman.
2. Kegiatan Luar Kampus: Buka Wawasan dan Jaringan
Pernah ikut konferensi, volunteering, lomba nasional, atau magang di luar kampus? Selamat, kamu sudah jadi mahasiswa 360 derajat!
Aktif di luar kampus bikin kamu ketemu orang-orang dari berbagai latar belakang, belajar adaptasi, dan memperluas cara pandang. Dunia ini luas, dan kampus bukan satu-satunya tempat belajar.
Lagipula, siapa tahu kamu ketemu mentor, partner bisnis, atau… jodoh? (Serius, banyak yang berawal dari kegiatan sosial atau komunitas. 🤭)
3. Aktif ≠ Sibuk Tanpa Arah
Sering disalahpahami, aktif itu bukan berarti sibuk tanpa arah. Mahasiswa aktif yang cerdas tahu mana prioritas dan mana yang bisa dilepas. Mereka belajar manajemen waktu, tahu kapan harus kerja kelompok, kapan bisa jadi panitia, dan kapan harus rehat.
Ingat: mahasiswa aktif yang sukses itu bukan yang ikut semua kegiatan, tapi yang tahu kegiatan mana yang sesuai tujuan hidup dan passion-nya.
4. Bangun Portofolio, Bukan Cuma Transkrip
IPK boleh jadi syarat administratif, tapi portofolio adalah senjata sebenarnya. Saat kamu lulus, perusahaan atau lembaga nggak cuma tanya: “IPK kamu berapa?”, tapi juga:
“Kamu pernah jadi apa di luar kelas?”
“Pernah handle proyek atau tim?”
“Punya pengalaman kerja nyata?”
“Pernah gagal dan belajar dari kegagalan?”
Kalau kamu aktif, semua itu bisa kamu jawab. Dan percaya deh, itu nilai plus yang sangat berarti di dunia pasca-kampus.
5. Hidup Mahasiswa Lebih Berwarna (dan Berarti)
Percaya atau tidak, mahasiswa yang aktif lebih banyak kenangan dan pembelajaran hidupnya. Mereka lebih kenal siapa diri mereka, lebih berani ambil risiko, dan lebih siap menghadapi dunia nyata.
Capek? Iya. Tapi hidup yang bermakna memang nggak lahir dari zona nyaman, kan?
Kuliah Itu Latihan Hidup, Bukan Sekadar Lulus
Kamu bisa lulus dengan IPK tinggi tanpa ikut apa-apa. Tapi kamu akan bertumbuh lebih cepat kalau membuka diri terhadap berbagai kegiatan. Aktif di kelas untuk ilmu, aktif di luar untuk pengalaman.
Jadi, ayo seimbangkan. Jangan cuma jadi “penghuni tetap bangku kuliah”, tapi juga penjelajah kampus dan dunia luar. Jadilah mahasiswa yang aktif, adaptif, dan kreatif. Karena dunia kerja (dan kehidupan) butuh orang-orang yang tangguh—bukan cuma pintar di atas kertas.
Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali mencetak prestasi membanggakan di kancah nasional. Mahasiswi Program Studi Manajemen, Dyah Kingkin Utami, berhasil meraih medali emas dalam ajang Olimpiade Sains Siswa Nasional 2025 (OSSN 2025) untuk kategori Bidang Ekonomi dan Bahasa Indonesia pada jenjang perguruan tinggi.
Kompetisi yang digelar secara online pada 29 Juni 2025 ini diikuti oleh mahasiswa dan mahasiswi dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. OSSN 2025 merupakan ajang tahunan yang bertujuan untuk mengasah pengetahuan, keterampilan, dan daya saing mahasiswa dalam berbagai bidang keilmuan.
Melalui kerja keras dan semangat belajar yang tinggi, Dyah berhasil menunjukkan kapasitas akademiknya dan bersaing secara nasional dengan peserta-peserta terbaik dari seluruh Indonesia.
“Alhamdulillah, acara berjalan lancar. Saya sangat bersyukur atas pencapaian ini dan berharap ke depan dapat terus mengembangkan diri melalui berbagai perlombaan. Saya juga ingin memperbaiki setiap kekurangan dan memberikan yang terbaik di masa depan,” ujar Dyah.
Pencapaian ini sekaligus menjadi bukti bahwa mahasiswa UPY memiliki daya saing tinggi di bidang akademik, serta mampu beradaptasi dan unggul dalam kompetisi nasional berbasis teknologi digital. Kampus memberikan apresiasi penuh atas prestasi Dyah dan terus mendorong mahasiswa lainnya untuk aktif berpartisipasi dalam berbagai ajang ilmiah.
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) dalam ajang olahraga nasional. Dalam 3rd Victory Nasional Open Taekwondo Championship 2025, yang digelar pada 7–9 Februari 2025 di GOR Padjajaran, Bandung, tim Taekwondo UPY sukses memborong medali dari berbagai kategori.
Kejuaraan tingkat nasional ini merupakan event tahunan yang diselenggarakan oleh Victory Bandung dan diikuti oleh ratusan atlet dari berbagai perguruan tinggi serta klub Taekwondo seluruh Indonesia. Dalam kejuaraan bergengsi ini, lima mahasiswa UPY berhasil meraih medali, sebagai berikut:
🥇 Cindy Ayu Puspita Dewi – Medali Emas, Kategori Kyorugi Senior Under 62 kg Putri
🥉 Alfreda Putri Salsabila – Medali Perunggu, Kategori Kyorugi Senior Under 46 kg Putri
🥈 Joanita Panca Sonya – Medali Perak, Kategori Kyorugi Senior Under 46 kg Putri
🥇 Navira Windyana – Medali Emas, Kategori Kyorugi Senior Under 67 kg Putri
🥇 Fajar Juis Nurhuda – Medali Emas, Kategori Kyorugi Senior Under 54 kg Putra
Seluruh pertandingan berlangsung kompetitif dan lancar. Partisipasi dan keberhasilan mahasiswa UPY dalam ajang ini menjadi bukti bahwa kampus tidak hanya unggul dalam aspek akademik, tetapi juga aktif mendukung mahasiswa dalam pengembangan prestasi non-akademik, khususnya di bidang olahraga bela diri.
“Kejuaraan ini sangat bermanfaat sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menyalurkan minat, bakat, sekaligus mengasah mental kompetitif. Kami bangga atas pencapaian para atlet UPY dan berharap ke depan akan lebih banyak mahasiswa yang mengikuti jejak mereka,” ujar Dr. Septian Aji Permana, M.Pd, Wakil Rektor III UPY.
Diharapkan, kegiatan seperti ini terus digelar secara konsisten, agar mahasiswa dari seluruh Indonesia memiliki ruang untuk berkembang secara menyeluruh—baik secara fisik, mental, maupun karakter.
Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) di kancah nasional. Kali ini, Mentha Ramadhani, mahasiswa Program Studi Matematika, sukses meraih Juara 1 Nasional Olimpiade Matematika Tingkat Perguruan Tinggi Kategori Mahasiswa.
Kompetisi ini merupakan bagian dari Olimpiade Sains Tingkat Perguruan Tinggi, yang diselenggarakan secara daring pada 6 Juli 2025 dan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Ajang ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan edukasi mahasiswa melalui kompetisi akademik yang menantang dan inspiratif.
Mentha berhasil mengungguli peserta lain dalam bidang Matematika, menunjukkan kapasitas intelektual yang tinggi serta dedikasi dalam mengembangkan kemampuan analitis dan logis di tingkat nasional.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas pencapaian ini. Semoga kegiatan seperti ini terus menjadi wadah bagi saya dan mahasiswa lainnya untuk terus tumbuh, belajar, dan menggapai cita-cita,” ungkap Mentha usai pengumuman hasil lomba.
Pihak kampus mengapresiasi capaian tersebut dan menegaskan komitmen UPY dalam mendukung potensi mahasiswa, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik. Prestasi Mentha diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berprestasi dan membanggakan almamater.
Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Kali ini, datang dari ranah non-akademik melalui ajang Miss Beauty Indonesia 2025, yang diselenggarakan pada 9 Juli 2025 di Palembang.
Adalah Anisa, mahasiswi Program Studi Manajemen UPY, yang berhasil meraih gelar Runner Up 4 dalam ajang pageant bergengsi yang diikuti oleh peserta dari seluruh Indonesia. Prestasi ini juga menjadikan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masuk dalam Top 5 nasional, sebuah capaian yang patut diapresiasi.
Miss Beauty Indonesia bukan sekadar ajang pencarian sosok dengan penampilan menarik, tetapi juga mencari figur perempuan muda Indonesia yang memiliki wawasan luas, kepribadian kuat, serta mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat. Dimulai dari seleksi tingkat regional, kompetisi ini menguji berbagai aspek mulai dari public speaking, kepemimpinan, hingga kontribusi sosial.
“Alhamdulillah, acara berjalan dengan lancar tanpa kendala. Keberhasilan Anisa sebagai Runner Up 4 tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi UPY dan DIY. Kami berharap, prestasi ini dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan percaya diri menunjukkan potensi terbaiknya,” ungkap Dr. Septian Aji Permana, M.Pd, Wakil Rektor III UPY.
Partisipasi Anisa dalam ajang ini sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa UPY tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga memiliki kemampuan untuk bersinar di berbagai panggung nasional lainnya, termasuk dalam dunia pageant yang mengedepankan intelektualitas, kepribadian, dan keterlibatan sosial.