
Berikut informasi nya silahkan di Download
DAFTAR CALON WISUDAWAN WISUDAWATI WISUDA 22 FEB 2025
Pengumuman Wisuda Periode 2 2024-2025
TATA TERTIB PELAKSANAAN WISUDA PERIODE II TA 2024-2025
JADWAL PENGAMBILAN TOGA DAN SAMIR WISUDA PER II 2024


Berikut informasi nya silahkan di Download
DAFTAR CALON WISUDAWAN WISUDAWATI WISUDA 22 FEB 2025
Pengumuman Wisuda Periode 2 2024-2025
TATA TERTIB PELAKSANAAN WISUDA PERIODE II TA 2024-2025
JADWAL PENGAMBILAN TOGA DAN SAMIR WISUDA PER II 2024


Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) dengan penuh sukacita menyambut kedatangan mahasiswa SEA-Teacher Inbound tahun 2025 dalam acara Welcoming Party yang diadakan di Ruang Multimedia Gedung A Lt.3 pada Jumat, 7 Februari 2025. Acara ini dihadiri oleh Rektor UPY, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., Wakil Rektor III, Dr. Septian Aji Permana, M.Pd., dan Ketua Yayasan PGRI Universitas Yogyakarta, Drs. John Sabari, M.Si., yang semuanya sangat mendukung kegiatan ini.

Tiga mahasiswa yang datang jauh dari Mariano Marcos State University, Filipina, yaitu Jazriel Blaire G. Badua, Ramil Olivete Umoso, dan Monique G. Tagaban, memulai perjalanan mereka di Indonesia sebagai bagian dari The 10th Batch of SEA-Teacher Students. Mereka akan berpartisipasi dalam program SEA-Teacher Project, sebuah inisiatif internasional yang digagas oleh The Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO), untuk memperkaya pengalaman mereka dalam mengajar di luar negeri serta bertukar budaya dengan sesama mahasiswa dari berbagai negara.

“Kami sangat senang bisa kembali menyelenggarakan program SEA-Teacher setelah terakhir diadakan pada tahun 2019,” ujar Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., Rektor UPY, dalam sambutannya. “Program ini bukan hanya tentang berbagi pengetahuan pendidikan, tetapi juga tentang membangun persahabatan antar negara, serta menciptakan pengalaman berharga yang akan menginspirasi para pendidik masa depan.”

Tahun ini, UPY bekerja sama dengan sekolah Mutiara Persada dalam program ini, yang memungkinkan para peserta untuk merasakan langsung bagaimana sistem pendidikan di Indonesia, serta belajar dari budaya yang berbeda. Dengan semangat kebersamaan dan saling belajar, para mahasiswa SEA-Teacher berharap dapat memberikan kontribusi positif dalam dunia pendidikan.


Sebanyak 113 mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) mengikuti pelatihan kewirausahaan dan membatik yang berlangsung di Batik Musa Sewon, Bantul. Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya UPY untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan kewirausahaan, yang juga menjadi salah satu fokus utama dalam program PPG.
Acara dibuka oleh Mursaini, S.Si., pemilik Batik Musa, yang dengan ramah menyambut para mahasiswa. Terlihat begitu antusias, 113 mahasiswa yang terdiri dari berbagai program studi PGSD, Matematika, dan BK hadir dengan penuh semangat. Mereka didampingi oleh Koordinator Prodi PPG, Dr. Dhiniaty Gularso, S.Si., M.Pd., Sekretaris PPG, Rian Nurizka, M.Pd., serta dua admin kelas, Rinditya Purnamasari, S.Pd., dan Eria Kumala Dewi, S.Pd.
Pelatihan berlangsung pada Jumat, 20 Desember 2024 lalu, mulai pukul 07.30 WIB dan terbagi menjadi dua sesi yang sangat menyenangkan:
Koordinator Prodi PPG, Dr. Dhiniaty Gularso, mengungkapkan betapa pentingnya pelatihan ini untuk mahasiswa. “Kami ingin mahasiswa kami tidak hanya siap menjadi guru yang cakap, tetapi juga memiliki keterampilan yang berguna dalam kewirausahaan. Semoga ini memberi mereka bekal untuk masa depan yang lebih luas,” ujarnya.
Pelatihan ini juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk lebih dekat dengan budaya Indonesia yang kaya, khususnya batik. Batik Musa Sewon, yang berlokasi di Tarudan Kulon, Sewon, Bantul, DIY, dipilih sebagai tempat pelatihan karena dikenal sebagai pusat pelatihan dan produksi batik yang sangat menghargai kualitas dan tradisi.
Para mahasiswa tidak hanya pulang dengan keterampilan baru, tetapi juga dengan semangat baru untuk melestarikan batik dan membuka peluang usaha di masa depan. Pelatihan ini menjadi titik awal yang positif dalam perjalanan mereka sebagai calon guru yang kreatif, berbakat, dan berjiwa kewirausahaan.


Nggak perlu antre di bank, nggak pakai ribet! Sekarang, mahasiswa UPY bisa bayar uang kuliah dengan lebih praktis lewat Virtual Account (VA). Cukup pakai HP, pembayaran bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja.
✅ Periode Pembayaran: 1–14 Februari 2025
✅ Pengisian KRS: 17–24 Februari 2025
Dengan sistem ini, kamu nggak perlu repot lagi! Yuk, manfaatkan kemudahannya supaya kuliah tetap lancar! 🚀

Supaya nggak ada drama pas bayar kuliah, ikuti langkah-langkah ini ya:
Sebelum bayar, cek dulu berapa tagihanmu dan dapatkan kode Virtual Account (VA) di sini:
🔗 https://baku.upy.ac.id/tagihan/
📞 Butuh Bantuan?
Kalau ada kendala atau telat bayar, langsung hubungi CP BAKU di 081230708797

Setelah bayar, jangan lupa isi Kartu Rencana Studi (KRS) biar kuliahmu tetap on track!
1️⃣ Login ke SIAK pakai NPM dan Nomor VA sebagai PIN.
2️⃣ Pilih dan isi KRS sesuai jadwal kuliahmu.
3️⃣ Minta persetujuan Dosen PA supaya KRS-mu sah!
📞 Kendala atau Gangguan Sistem?
Hubungi CP BAAK di 082135354575 biar bisa segera dibantu!
Jangan sampai kelewatan ya, pastikan bayar tepat waktu dan isi KRS sesuai jadwal biar kuliahmu tetap lancar!
📌 Tetap update info terbaru dari UPY di:
🌐 Website: upy.ac.id
📱 Instagram: @upyofficial
📘 Facebook: upyjogja
📺 YouTube: upyTV
#KuliahJadiMudah #BayarGampang #UPY


Dalam upaya membekali calon pembina pramuka dengan keterampilan dan pengetahuan yang tepat, Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) baru-baru ini menggelar Kursus Mahir Dasar (KMD) untuk 246 mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) angkatan 2022. Kursus ini berlangsung pada 13 hingga 18 Januari 2025 di Kampus Unit 4 UPY, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
KMD ini bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih dalam tentang Gerakan Pramuka kepada para mahasiswa, serta membekali mereka dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjadi pembina pramuka yang kompeten. Selama kursus, para peserta tidak hanya mempelajari dasar-dasar kepramukaan dan teknik-teknik penting dalam pramuka, tetapi juga belajar tentang manajemen kegiatan, pengembangan karakter, serta kepemimpinan yang menjadi kunci dalam membimbing generasi muda.
Selain belajar teori, mahasiswa juga diberi kesempatan untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman dengan para pembina pramuka yang sudah berpengalaman. Interaksi ini memberikan perspektif baru dan memperkaya wawasan mereka tentang dunia pramuka. Harapannya, setelah mengikuti kursus ini, para mahasiswa bisa menjadi pembina pramuka yang handarbeni, yakni pembina yang memiliki rasa tanggung jawab dan ikatan emosional yang kuat terhadap Gerakan Pramuka.
Dengan bekal ilmu yang mereka peroleh, mahasiswa diharapkan dapat membawa dampak positif di sekolah dan komunitas mereka, serta menularkan semangat pramuka kepada generasi muda yang lebih luas. Para calon pembina ini diharapkan tidak hanya mampu mengajarkan keterampilan pramuka, tetapi juga membantu membentuk karakter, kepemimpinan, dan rasa peduli sosial pada anak-anak dan remaja di sekitar mereka.
Harapan jangka panjangnya, kursus ini akan menghasilkan pembina pramuka yang mampu berkontribusi dalam pembentukan generasi muda yang lebih berkarakter, berjiwa pemimpin, dan peduli terhadap sesama.


Program Studi Akuntansi Universitas PGRI Yogyakarta sukses menggelar sebuah webinar menarik dengan tema “Teknis Perhitungan PPh Pasal 21 Menggunakan TER” pada Desember lalu. Webinar yang diadakan melalui Zoom ini dihadiri oleh sekitar 157 peserta, termasuk mahasiswa dari Program Studi Akuntansi, alumni, serta mahasiswa dari berbagai jurusan lainnya.
Webinar ini dipandu oleh Anandita Zulia Putri, M.Acc., dosen Prodi Akuntansi Universitas PGRI Yogyakarta, yang juga bertindak sebagai moderator. Sementara itu, pembicara utama yang hadir adalah Bapak Eko Susanto, Fungsional Penyuluhan di Kanwil DJP Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam sesi ini, beliau memberikan penjelasan secara mendalam tentang bagaimana cara menghitung PPh Pasal 21 dengan metode TER (Tarif Efektif dan Rasional), serta mengapa hal ini sangat penting untuk dipahami oleh siapa saja yang terlibat dalam dunia perpajakan.
Peserta webinar, baik mahasiswa maupun alumni, tampak sangat antusias dan aktif mengikuti diskusi, mendapatkan wawasan baru tentang perhitungan pajak yang selama ini mungkin masih terasa rumit bagi sebagian orang. Tema yang diangkat kali ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman mengenai teknis perpajakan, khususnya mengenai PPh Pasal 21, dengan harapan peserta bisa lebih siap menghadapi tantangan dunia perpajakan di masa depan.
“Dengan diadakannya webinar ini, kami berharap bisa memberikan wawasan yang lebih dalam kepada mahasiswa maupun non-mahasiswa, agar mereka dapat memahami cara perhitungan pajak, terutama PPh Pasal 21, dengan menggunakan TER. Hal ini sangat penting baik di dunia akademis maupun profesional,” ujar Anandita Zulia Putri, Dosen Prodi Akuntansi UPY.

Universitas PGRI Yogyakarta terus berkomitmen untuk memberikan pendidikan yang relevan dan bermanfaat, serta menyelenggarakan kegiatan yang dapat memperkaya pengetahuan mahasiswa dan masyarakat luas di bidang perpajakan.


Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) melakukan kunjungan ke Universitas Negeri Surabaya (UNESA) pada November lalu. Kunjungan ini bertujuan untuk mengikuti seminar dan workshop dengan tema “Media Pembelajaran Interaktif untuk Meningkatkan Karakter BAIK (Berbudaya, Agamis, Inovatif, dan Agamis).” Kegiatan ini dirancang untuk memberikan wawasan baru kepada para mahasiswa PGSD dalam memanfaatkan teknologi untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik.
Acara dibuka dengan sesi materi dari Bapak Ulhaq Zuhdi, yang membahas tentang “Media Interaktif BAIK dalam Meningkatkan Keterampilan Kreatif dan Bahasa Produktif Mahasiswa PGSD.” Dalam presentasinya, beliau membagikan hasil penelitian yang melibatkan wawancara dengan guru-guru sekolah dasar di Surabaya. Ternyata, meski banyak sekolah yang sudah memiliki komputer dan gadget, pembelajaran TIK di SD Negeri masih sangat terbatas. Bahkan, pembelajaran coding hampir tidak ada, dan sarana yang ada pun belum dimanfaatkan secara optimal. Hal ini disebabkan oleh kekhawatiran akan kerusakan perangkat yang belum banyak dimiliki oleh sekolah.
Setelah itu, Ibu Dr. Muhardilla Fauziah, M.Pd., melanjutkan dengan materi yang lebih mendalam mengenai konsep media pembelajaran. Beliau mengutip pendapat beberapa ahli, seperti Gadne dan Briggs (1979), yang menyatakan bahwa media pembelajaran tidak hanya terbatas pada alat, tetapi juga mencakup manusia dan kejadian yang dapat mendukung siswa dalam memperoleh pengetahuan dan keterampilan. Dr. Fauziah juga mengingatkan bahwa Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, pernah menggarisbawahi pentingnya penguasaan tiga keterampilan bahasa: Bahasa Inggris sebagai bahasa asing, bahasa pemrograman (coding), dan bahasa data.
Kegiatan ini menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa PGSD UPY untuk menggali lebih dalam tentang bagaimana teknologi bisa diterapkan dalam pendidikan dasar, serta pentingnya mempersiapkan generasi muda dengan keterampilan yang relevan untuk masa depan. Workshop ini tidak hanya memberi pengetahuan baru, tetapi juga mendorong peserta untuk lebih kreatif dalam merancang media pembelajaran yang bisa meningkatkan kualitas pengajaran di sekolah dasar.

Harapan dari kegiatan ini adalah agar kolaborasi antara PGSD UPY dan UNESA dapat terus berlanjut, memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan dunia pendidikan, dan menginspirasi para mahasiswa untuk terus berinovasi dalam menciptakan media pembelajaran yang lebih baik.


Pada 20 Januari 2025, Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) dengan hangat menerima kunjungan dari Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon. Bertempat di ruang sidang Rektorat UPY, pertemuan ini dihadiri oleh Rektor UPY, Prof. Dr. Paiman, M.P., bersama jajaran pimpinan universitas, serta Pimpinan Yayasan PGRI Yogyakarta, Drs. John Sabari (Ketua Yayasan UPY) dan Armansyah Prasakti, S.H., SPn., M.H. (Ketua Pembina Yayasan UPY).
Di pihak UGJ, kunjungan dipimpin oleh Rektor UGJ, Prof. Dr. Ir. H. Achmad Faqih, S.P., M.M., IPU., CIRR., beserta jajaran pimpinan universitas. Kunjungan ini bertujuan untuk menggali peluang kerjasama lebih lanjut antara kedua universitas, terutama dalam pengembangan tridharma perguruan tinggi tentang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kerjasama ini merupakan langkah awal yang sangat positif. Kami berharap bisa saling belajar, berbagi pengalaman, dan bersama-sama menciptakan program-program yang lebih baik untuk mahasiswa dan masyarakat,” ungkap Prof. Dr. Paiman, Rektor UPY, dalam sambutannya.

Sementara itu, Prof. Dr. Ir. H. Achmad Faqih, Rektor UGJ, juga menambahkan, “Kami sangat antusias dengan potensi kerjasama ini. Kedua universitas memiliki visi yang sama dalam membangun pendidikan berkualitas, dan kami yakin kolaborasi ini akan memberi dampak positif bagi dunia pendidikan di Indonesia.”
Selama pertemuan, kedua belah pihak sepakat untuk terus memperkuat hubungan dan membuka peluang-peluang kerjasama lainnya, baik dalam bidang akademik maupun riset. Dengan langkah ini, diharapkan kedua universitas dapat berkontribusi lebih besar lagi pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di tanah air.


Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) baru saja melepas keberangkatan mahasiswa peserta program SEA-Teacher yang akan mengikuti program pertukaran pendidikan di Filipina. Acara pelepasan ini berlangsung pada 24 Januari 2025 di ruang Sidang Rektorat, dihadiri oleh Rektor UPY, Prof. Dr. Paiman, M.P., dan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama, Dr. Septian Aji Permana, M.Pd.
Program SEA-Teacher (Southeast Asian Teacher Education) merupakan peluang internasional yang memungkinkan mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman mengajar di luar negeri dan memperkaya wawasan mereka tentang pendidikan di Asia Tenggara. Tahun ini, UPY mengirimkan mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) untuk mengikuti program ini di Filipina.
Dalam sambutannya, Rektor UPY, Prof. Dr. Paiman, menyampaikan pesan semangat kepada para peserta. “Ini adalah kesempatan yang sangat berharga untuk berkembang, belajar hal baru, dan membangun hubungan internasional. Kami berharap kalian tidak hanya mendapatkan pengalaman mengajar, tetapi juga memperluas pandangan kalian tentang dunia pendidikan global,” ujarnya.
Wakil Rektor III, Dr. Septian Aji Permana, juga menekankan pentingnya pengalaman internasional bagi para mahasiswa. “Melalui program ini, kalian tidak hanya akan belajar dari negara lain, tetapi juga berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan teman-teman dari berbagai negara. Ini adalah kesempatan luar biasa untuk saling menginspirasi,” katanya.
Acara pelepasan juga dihadiri oleh perwakilan dosen dari PGSD, yang turut memberikan dukungan penuh untuk keberangkatan mereka. Dengan semangat dan antusiasme tinggi, mahasiswa UPY siap memulai perjalanan mereka dan membawa pulang pengalaman berharga yang akan mendukung perjalanan karier mereka di masa depan.
Program SEA-Teacher ini adalah bagian dari upaya UPY untuk terus membuka peluang bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan global di dunia pendidikan. Diharapkan para peserta tidak hanya memperoleh pengalaman berharga, tetapi juga dapat berkontribusi pada kemajuan pendidikan di Indonesia ketika kembali ke tanah air.


Semoga di tahun baru ini, kita semua diberkahi dengan kebahagiaan, kesehatan, dan kesuksesan yang berlimpah. Mari sambut tahun baru dengan semangat baru untuk terus belajar, berkembang, dan berkontribusi untuk masa depan yang lebih gemilang!
Gong Xi Fa Cai!