Penulis: Administrator

  • Selamat Memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW

    Selamat Memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW

    Memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, momen yang mengajarkan kita tentang perjalanan spiritual dan kedekatan dengan Allah SWT. Semoga kita selalu diberi kekuatan untuk meneladani sifat Nabi dalam kehidupan sehari-hari. Mari tingkatkan kualitas ibadah, semangat, dan dedikasi untuk mencapai kebaikan yang lebih tinggi.

  • UPY dan Polres Bantul Sepakat Jalin MoU Kerjasama

    UPY dan Polres Bantul Sepakat Jalin MoU Kerjasama

    Kolaborasi untuk Kemajuan! 🚀🤝

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) dan Polres Bantul resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

    Dengan sinergi ini, UPY dan Polres Bantul berkomitmen untuk menciptakan inovasi, mendukung keamanan, serta membangun generasi unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan.

    Bersama, kita wujudkan perubahan nyata! 💡✨

  • PENGUMUMAN PEMBAYARAN KULIAH & REGISTRASI SEMESTER GENAP 2024/2025

    PENGUMUMAN PEMBAYARAN KULIAH & REGISTRASI SEMESTER GENAP 2024/2025

    INFORMASI PEMBAYARAN KULIAH LEBIH LANJUT BISA DI UNDUH DIBAWAH INI

    INFORMASI REGISTRASI SEMESTER GENAP LEBIH LANJUT BISA DI UNDUH DIBAWAH INI

  • PPKn UPY Gelar Webinar Bela Negara – Penguatan Semangat Bela Negara di Era Digital

    PPKn UPY Gelar Webinar Bela Negara – Penguatan Semangat Bela Negara di Era Digital

    Pada Sabtu, 11 Januari 2025, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas PGRI Yogyakarta menggelar webinar bertajuk “Penguatan Semangat Bela Negara di Era Digital” yang diikuti oleh mahasiswa semester 5. Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah bela negara, dan bertujuan untuk memperdalam pemahaman mahasiswa mengenai semangat bela negara di tengah perkembangan digital yang pesat.

    Webinar kali ini menghadirkan dua narasumber yang sangat berkompeten di bidangnya yaitu Dr. Septian Aji Permana, M.Pd, Dosen PPKn Universitas PGRI Yogyakarta dan LETTU INF Edi Harianto dari Grup II Kopassus. Keduanya membagikan wawasan yang sangat penting tentang bagaimana semangat bela negara dapat terus tumbuh dan diperkuat di tengah tantangan digital.

    Dr. Septian Aji Permana, M.Pd membuka webinar dengan membahas konsep Bhinneka Tunggal Ika, yang mengingatkan kita bahwa meskipun Indonesia terdiri dari berbagai suku, agama, dan budaya, kita tetap satu sebagai bangsa. “Bhinneka Tunggal Ika adalah penggerak kesadaran bela negara. Meskipun kita berbeda-beda, kita harus tetap saling menghargai dan menjaga kesatuan bangsa,” ujar Dr. Septian.

    Sementara itu, LETTU INF Edi Harianto menekankan pentingnya kesadaran bela negara yang menjadi tanggung jawab setiap warga negara. Ia mengutip Pasal 27 ayat (3) UUD 1945 yang menyatakan bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. “Bela negara bukan hanya tugas TNI, tetapi merupakan tanggung jawab kita semua,” tambah Edi Harianto.

    Selain pemaparan materi, acara ini juga dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif yang sangat dinanti-nanti oleh peserta. Banyak pertanyaan menarik yang diajukan, seperti bagaimana media sosial dapat berperan dalam upaya bela negara dan apa yang bisa dilakukan untuk menghadapi ancaman dari oknum-oknum yang merusak persatuan bangsa. Diskusi ini berjalan sangat hidup dan penuh semangat, mencerminkan tingginya minat mahasiswa terhadap isu-isu bela negara di era digital.

    Bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, acara ini diharapkan tidak hanya memberikan pemahaman teoritis mengenai bela negara, tetapi juga mendorong mereka untuk menjadi agen perubahan yang bisa memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan semakin berkembangnya teknologi dan globalisasi, penting bagi generasi muda untuk memiliki kesadaran yang tinggi akan tanggung jawab mereka sebagai warga negara.

    Webinar ini berhasil menyampaikan pesan yang sangat relevan untuk para calon guru, dengan harapan mereka dapat menularkan semangat bela negara kepada generasi mendatang. Dalam menghadapi tantangan globalisasi yang terus berkembang, mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta diharapkan menjadi contoh bagi masyarakat luas dalam memperkokoh persatuan dan kebanggaan terhadap negara.

  • Pendidikan di Era Digital: Tantangan dan Peluang yang Harus Dihadapi

    Pendidikan di Era Digital: Tantangan dan Peluang yang Harus Dihadapi

    Pendidikan selalu menjadi hal yang sangat penting dalam hidup kita. Kini, dengan adanya teknologi, dunia pendidikan mengalami perubahan besar. Pembelajaran yang dulunya hanya dilakukan di ruang kelas dengan metode tradisional, kini bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Namun, di balik kemudahan ini, ada beberapa tantangan yang perlu kita pahami. Artikel ini akan membahas bagaimana pendidikan di era digital mempengaruhi kita, serta peluang dan tantangan yang perlu diperhatikan agar pendidikan semakin efektif di masa depan.

    Perubahan Cara Belajar dan Mengajar

    Sekarang ini, pendidikan tidak hanya terjadi di kelas. Teknologi telah membuatnya lebih fleksibel. Dengan adanya internet, siswa bisa mengakses materi pelajaran kapan saja, baik melalui video, artikel, atau platform pembelajaran online. Ini tentu sangat bermanfaat, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah terpencil dan tidak memiliki akses mudah ke sekolah.

    Bagi para guru, teknologi juga membuka banyak peluang untuk menyampaikan materi dengan cara yang lebih kreatif dan menarik. Misalnya, alih-alih hanya mengandalkan buku teks, guru bisa menggunakan video, simulasi, atau bahkan aplikasi pembelajaran berbasis game. Ini membuat proses belajar tidak hanya lebih mudah, tetapi juga lebih menyenangkan dan interaktif. Teknologi juga memungkinkan guru untuk memberikan feedback yang lebih cepat, karena perkembangan siswa bisa dipantau secara langsung.

    Tantangan yang Dihadapi dalam Pendidikan Digital

    Namun, tentu saja ada tantangan yang harus kita hadapi. Salah satu masalah terbesar adalah akses teknologi yang tidak merata. Tidak semua siswa memiliki perangkat yang memadai, seperti laptop atau ponsel pintar, dan belum tentu juga setiap daerah memiliki koneksi internet yang stabil. Ini bisa menjadi masalah besar, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah terpencil.

    Selain itu, penggunaan teknologi juga bisa menimbulkan distraksi. Banyak siswa yang lebih tertarik membuka media sosial daripada fokus pada pembelajaran. Untuk itu, dibutuhkan pengawasan dan kedisiplinan agar teknologi bisa digunakan secara maksimal untuk tujuan pendidikan.

    Peluang yang Diciptakan oleh Era Digital

    Meskipun ada tantangan, era digital juga memberikan banyak peluang yang bisa dimanfaatkan. Salah satunya adalah kemudahan mengakses berbagai sumber daya pendidikan dari seluruh dunia. Dengan internet, siswa bisa mempelajari materi dari berbagai sudut pandang, bahkan mengakses kursus-kursus yang diajarkan oleh pengajar terbaik di dunia.

    Bagi para guru, teknologi juga membuka peluang untuk terus belajar dan berkembang. Ada banyak kursus online yang memungkinkan mereka meningkatkan keterampilan mengajar, baik dalam menggunakan teknologi pembelajaran maupun metode pengajaran terbaru. Bahkan, para guru bisa saling berbagi pengalaman dan belajar dari rekan-rekan mereka di berbagai belahan dunia.

    Bagaimana Menyongsong Masa Depan Pendidikan Digital

    Untuk memaksimalkan manfaat dari pendidikan digital, perlu adanya kerja sama antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat. Pemerintah perlu memastikan bahwa setiap siswa memiliki akses yang sama terhadap perangkat dan internet. Sekolah juga harus menyediakan pelatihan bagi guru agar mereka bisa memanfaatkan teknologi dengan efektif.

    Orang tua juga tidak kalah penting. Mereka perlu mengawasi penggunaan teknologi oleh anak-anaknya, memastikan bahwa waktu yang dihabiskan di depan layar digunakan untuk kegiatan yang mendukung pembelajaran, bukan hanya bermain game atau browsing di media sosial.

    Pendidikan di era digital memang menawarkan banyak peluang, tetapi juga datang dengan tantangan tersendiri. Untuk bisa memanfaatkannya secara optimal, kita perlu bekerja bersama-sama. Dengan akses yang lebih merata, pengawasan yang lebih baik, dan pemanfaatan teknologi yang bijak, pendidikan digital bisa menjadi alat yang sangat efektif untuk menciptakan generasi yang lebih cerdas dan siap menghadapi dunia yang terus berkembang.

  • Seminar Kewirausahaan & Expo: Mendorong Semangat Wirausaha dan Pengembangan Potensi Mahasiswa

    Seminar Kewirausahaan & Expo: Mendorong Semangat Wirausaha dan Pengembangan Potensi Mahasiswa

    Universitas PGRI Yogyakarta baru-baru ini sukses menyelenggarakan Seminar Kewirausahaan & Expo yang bertujuan untuk menggali semangat wirausaha di kalangan mahasiswa. Acara yang berlangsung pada Desember 2024 lalu, di Auditorium Universitas PGRI Yogyakarta ini yang mengusung tema “Peran Wirausaha dalam Mewujudkan SDGs,” yang mengajak mahasiswa untuk melihat lebih dalam bagaimana kewirausahaan dapat mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

    Acara ini juga menjadi ajang bagi mahasiswa semester 5 Prodi Akuntansi untuk belajar langsung bagaimana merancang dan memasarkan produk. Dalam expo yang diadakan, mereka memamerkan berbagai produk makanan dan minuman hasil karya mereka yang dibuat dalam mata kuliah Strategi Pengembangan Bisnis. Para mahasiswa tidak hanya mendapatkan ilmu teoritis, tetapi juga pengalaman praktis dalam menjalankan bisnis, termasuk cara berjualan dan berinteraksi dengan pelanggan.

    Seminar ini dihadiri sekitar 165 peserta, termasuk mahasiswa dari berbagai program studi, dosen, staf universitas, hingga mahasiswa dari luar Prodi Akuntansi yang turut memeriahkan acara. Salah satu highlight dari kegiatan ini adalah kehadiran Lusi Ekawati, S.Sn, Owner Benang Lusi, yang menjadi pemateri seminar. Ibu Lusi membagikan pengalamannya dalam menjalankan bisnis, tantangan yang dihadapi, serta bagaimana mengembangkan usaha dengan penuh passion dan ketekunan. Acara ini dimoderatori oleh Zidni Husnia Fachrunnisa, S.E., M.Ak, Dosen Prodi Akuntansi Universitas PGRI Yogyakarta.

    Dengan adanya seminar ini bisa memberi wawasan baru bagi mahasiswa, tidak hanya dalam aspek teori kewirausahaan, tetapi juga bagaimana cara bertahan dan berkembang dalam dunia usaha. Sehingga mahasiswa termotivasi untuk mengembangkan potensi diri dan berani mencoba.

    Selain seminar, expo juga menjadi daya tarik tersendiri, di mana produk-produk yang dipamerkan menjadi bukti nyata kreativitas dan inovasi mahasiswa. Banyak pengunjung yang antusias membeli produk yang ditawarkan, mulai dari dosen, staf, hingga mahasiswa dari berbagai jurusan. Ini menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk belajar langsung tentang dinamika dunia usaha dan bagaimana cara memasarkan produk mereka ke pasar yang lebih luas.

    Seminar Kewirausahaan & Expo ini bukan hanya menjadi wadah pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga menginspirasi mereka untuk lebih percaya diri dalam memasuki dunia kewirausahaan, baik itu melalui usaha kecil maupun besar. Dengan pengalaman yang didapat, diharapkan mahasiswa akan semakin siap untuk menciptakan peluang usaha dan berkontribusi pada perekonomian yang berkelanjutan.

  • Universitas PGRI Yogyakarta Kukuhkan Guru Besar Baru, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P dalam Bidang Ilmu Pertanian

    Universitas PGRI Yogyakarta Kukuhkan Guru Besar Baru, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P dalam Bidang Ilmu Pertanian

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali merayakan pencapaian luar biasa dengan mengukuhkan Rektor UPY, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Pertanian. Upacara pengukuhan tersebut berlangsung dalam suasana khidmat pada Sabtu, 18 Januari 2025, bertempat di Auditorium UPY.

    Acara yang dihadiri berbagai tokoh penting ini dipimpin oleh Ketua Senat UPY, Ahmad Riyadi, M.Kom, dan juga dihadiri oleh Kepala LLDTI V Yogyakarta, Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D, serta Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PGRI, Prof. Unifah Rosyidi, M.Pd. Kehadiran mereka semakin memperkuat makna pengukuhan ini bagi UPY, khususnya untuk Prof. Paiman yang kini meraih jabatan akademik tertinggi tersebut.

    Proses pengukuhan dimulai dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi oleh Wakil Rektor II UPY, Sukhemi, S.E., M.Sc. Kemudian, sebuah video profil yang menggambarkan perjalanan Prof. Paiman diputar untuk memberikan gambaran lengkap tentang pencapaian beliau. Setelah itu, pengukuhan secara simbolis dilakukan oleh Ketua Senat UPY, Ahmad Riyadi, M.Kom, bersama dengan Drs. John Sabari, M.Si, yang diakhiri dengan pengalungan samir dan penyerahan plakat Guru Besar kepada Prof. Paiman.

    Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul “Budidaya Padi Sistem Salibu: Sebuah Inovasi untuk Meningkatkan Produktivitas Lahan dan Pendapatan Petani”, Prof. Paiman memaparkan inovasi sistem pertanian yang dapat memberikan dampak besar bagi produktivitas dan kesejahteraan petani. Beliau menekankan bahwa untuk mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan kerjasama dan dukungan sinergis dari berbagai pihak.

    Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D dalam sambutannya memberikan pesan penting mengenai perlunya peningkatan kualitas pendidikan tinggi dan sumber daya manusia (SDM). “Dengan banyaknya potensi yang kita miliki, mari kita berkolaborasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan SDM kita agar dapat menciptakan perubahan yang lebih baik,” ujarnya.

    Sementara itu Prof. Unifah Rosyidi, M.Pd, Ketua Umum PB PGRI, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi terhadap pencapaian Prof. Paiman. Menurutnya, semangat dan komitmen yang ditunjukkan oleh Prof. Paiman bisa menjadi inspirasi bagi seluruh kampus PGRI di Indonesia untuk terus berkembang. “Kami berharap semua kampus PGRI melakukan transformasi yang lebih baik dan memberikan sumbangsih yang positif bagi bangsa dan negara,” ungkapnya.

    Di akhir acara, Armansyah Prasakti, S.H., Spn., M.H., Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Universitas PGRI Yogyakarta (YP UPY), menyampaikan terima kasih kepada semua tamu undangan yang hadir. Ia juga mengungkapkan rasa bangga atas tambahan Guru Besar baru di UPY dan menyemangati seluruh dosen untuk terus berusaha mencapai cita-cita UPY, yakni menjadi universitas terbaik di wilayah LLDIKTI V Yogyakarta.

    Dengan pengukuhan ini, UPY semakin memperkuat tekadnya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan riset, serta memberikan kontribusi bagi masyarakat dan dunia akademik.

  • Seminar Hasil Penelitian: Mengupas “Accountability and Perception of Performance in Organization”

    Seminar Hasil Penelitian: Mengupas “Accountability and Perception of Performance in Organization”

    Program Studi Akuntansi, Fakultas Bisnis dan Hukum, Universitas PGRI Yogyakarta, telah sukses menyelenggarakan Seminar Hasil Penelitian pada November 2024 lalu dengan mengusung tema “Accountability and Perception of Performance in Organization”. Seminar ini dirancang sebagai ruang bagi dosen, alumni, dan mahasiswa untuk berbagi hasil penelitian sekaligus memperluas wawasan dalam menjalankan penelitian berkualitas.

    Dalam seminar ini, tiga pemateri dengan latar belakang dan penelitian yang beragam memberikan paparan yang inspiratif dan informatif:

    1. Ibu Rani Eka Diansari, M.Acc., Ph.D.
      • Penelitiannya mengeksplorasi pengaruh perilaku prososial terhadap akuntabilitas pengelolaan dana desa.
      • Hasilnya menunjukkan bahwa perilaku prososial memiliki dampak positif yang signifikan. Selain itu, komitmen organisasi memperkuat pengaruh ini, sementara kompetensi perangkat desa tidak memiliki efek moderasi yang signifikan.
    2. Rizki Dwi Septiani, S.Ak.
      • Membahas pentingnya digitalisasi dan kreativitas dalam menciptakan keunggulan kompetitif bagi UMKM.
      • Penelitian ini menyoroti bagaimana digitalisasi dan kreativitas memainkan peran penting dalam meningkatkan daya saing usaha serta keberlanjutan bisnis di era modern. Rizki menekankan pentingnya pelaku UMKM untuk lebih adaptif terhadap teknologi digital.
    3. Sherlyntan Mutiara Faiza
      • Fokus pada efektivitas sistem Enterprise Resource Planning (ERP) seperti Odoo dalam mendukung efisiensi bisnis.
      • Penelitiannya menyimpulkan bahwa ERP Odoo membantu mengintegrasikan data penjualan dan akuntansi, mempermudah pencarian informasi, dan secara signifikan meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.

    Seminar ini bukan hanya forum untuk mempresentasikan penelitian, tetapi juga menjadi ajang diskusi yang memperkaya wawasan para peserta mengenai metodologi penelitian yang relevan dan tantangan yang mungkin dihadapi. Lebih dari itu, acara ini memberikan inspirasi bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan akademik mereka dalam bidang akuntansi dan manajemen organisasi.

  • Hati-Hati dengan Janji Manis dari Kenalan Baru, Jangan Sampai Tertipu!

    Hati-Hati dengan Janji Manis dari Kenalan Baru, Jangan Sampai Tertipu!

    Belakangan ini, semakin banyak laporan tentang penipuan yang bermula dari janji manis kenalan baru, khususnya lewat media sosial. Modusnya sederhana: pelaku mengajak korban bertemu atau jalan-jalan, tapi ujung-ujungnya meminta uang tebusan.

    Hal ini mendorong Lembaga Kemahasiswaan dan Alumni Universitas PGRI Yogyakarta bersama Polsek Kasihan untuk mengingatkan kita semua agar lebih waspada. Sebelum percaya pada kenalan baru, pastikan dulu identitas mereka benar-benar jelas. Jangan mudah tergoda oleh ajakan bertemu, apalagi jika Anda harus pergi sendirian.

    Kalau memang ingin bertemu, disarankan untuk membawa teman sebagai langkah pencegahan. Ingat, lebih baik mencegah daripada menyesal.

    Jika Anda mengalami hal mencurigakan atau menjadi korban, jangan ragu untuk melapor ke Polsek Kasihan melalui Telepon Aduan: 450025 atau WhatsApp: 089526401661.

    Mari bersama-sama saling menjaga dan lebih berhati-hati, terutama saat berkenalan dengan orang baru. Keamanan Anda adalah yang utama.

  • Universitas PGRI Yogyakarta Mulai Penjajakan Kerja Sama dengan Japan Ryutsu Keizai University, Japan Rugby Football Union, dan Pengda Rugby DIY

    Universitas PGRI Yogyakarta Mulai Penjajakan Kerja Sama dengan Japan Ryutsu Keizai University, Japan Rugby Football Union, dan Pengda Rugby DIY

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) dengan penuh kebanggaan memulai langkah baru dalam menjalin kerja sama internasional dengan Japan Ryutsu Keizai University, Japan Rugby Football Union, serta Pengurus Daerah (Pengda) Rugby DIY. Penjajakan kerja sama ini berlangsung pada Senin, 13 Januari 2025, dan disambut hangat oleh berbagai pihak di UPY, termasuk Rektor UPY, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., Ketua Pengurus Yayasan Pembina UPY, Wakil Rektor 3 UPY, Kepala Program Studi Ilmu Keolahragaan, dosen, serta mahasiswa.

    Kegiatan ini menjadi momen penting bagi UPY, sebagai bentuk komitmen untuk terus mengembangkan pendidikan, olahraga, dan menciptakan peluang baru bagi generasi muda Indonesia. Kerja sama ini tidak hanya membuka jalan untuk pertukaran pengetahuan, tetapi juga memperkenalkan olahraga rugby sebagai salah satu cabang olahraga yang memiliki potensi luar biasa di Indonesia.

    Rektor UPY, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., dalam sambutannya mengungkapkan rasa antusiasme dan harapan besar terhadap kolaborasi ini. “Ini adalah langkah besar untuk kita semua. Dengan dukungan dan kerja sama lintas negara ini, kami yakin UPY dapat memberikan kontribusi lebih dalam dunia olahraga, terutama rugby, serta mencetak atlet berprestasi yang dapat bersaing di level internasional,” ujarnya.

    Melalui kerja sama ini, UPY berharap dapat membawa dampak positif bagi perkembangan olahraga di Indonesia, sekaligus memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar dan berinteraksi dengan mitra-mitra internasional yang berpengalaman. Dengan semangat kolaborasi, UPY siap untuk terus melangkah maju dan mewujudkan visi untuk mencetak generasi yang tidak hanya berprestasi di dalam negeri, tetapi juga di dunia internasional.

    UPY percaya bahwa melalui sinergi dan kerja sama yang kuat, masa depan yang gemilang untuk dunia pendidikan dan olahraga akan lebih mudah terwujud.