Kabar gembira datang dari Program Studi Teknik Rekayasa Elektromedis Universitas PGRI Yogyakarta (UPY). Program studi ini baru saja berhasil meraih akreditasi Baik Sekali berdasarkan Surat Keputusan Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Teknik (LAM-Teknik) No. 0635/SK/LAM-Teknik/VST/XII/2024 yang diterbitkan pada akhir Desember 2024.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen UPY untuk memberikan pendidikan yang berkualitas, terutama di bidang rekayasa elektromedis yang semakin penting seiring dengan perkembangan teknologi di sektor kesehatan. Akreditasi Baik Sekali ini mengukuhkan posisi Program Studi Teknik Rekayasa Elektromedis UPY sebagai salah satu pilihan unggulan bagi mahasiswa yang ingin menekuni dunia teknik medis.
Dekan Fakultas Saintek UPY, Wibawa, M.Kom., mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian ini. “Ini adalah hasil kerja keras dan kolaborasi dari seluruh elemen di fakultas – dosen, tenaga kependidikan, dan tentunya mahasiswa. Akreditasi ini menjadi bukti bahwa kami terus berupaya untuk memberikan pendidikan yang terbaik, sehingga lulusan kami siap bersaing dan berkontribusi dalam dunia teknik dan kesehatan,” ujarnya.
Dengan akreditasi Baik Sekali, Program Studi Teknik Rekayasa Elektromedis UPY telah menunjukkan bahwa kualitas pengajaran, fasilitas, dan lulusan yang dihasilkan memenuhi standar tinggi yang ditetapkan oleh LAM-Teknik. Ke depan, program studi ini berharap bisa terus berinovasi, menyediakan pendidikan yang relevan dengan perkembangan industri, serta menghasilkan lulusan yang mampu menghadapi tantangan di dunia profesional.
Pencapaian ini juga semakin meneguhkan reputasi Universitas PGRI Yogyakarta sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan lulusannya. UPY berharap dapat terus berperan aktif dalam mencetak tenaga ahli yang kompeten di bidang rekayasa elektromedis dan teknologi kesehatan.
Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (HMP PBSI) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) menggelar acara Bincang-Bincang Kreatif pada (18/11) lalu. Acara ini berlangsung meriah dengan dihadiri oleh sekitar 50 peserta, yang terdiri dari mahasiswa PBSI, mahasiswa UPY, serta siswa-siswi dari berbagai SMA/SMK. Acara ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan Semarak Bulan Bahasa yang juga mencakup perlombaan online, seperti Musikalisasi Puisi (Tingkat Nasional) dan Cipta Puisi (Tingkat DIY).
Mengusung tema “Pandai Berbahasa, Lihai Berkarya, Menuju Generasi Visioner”, acara Bincang-Bincang Kreatif menghadirkan dua pembicara yang sangat menginspirasi, yaitu Mutia Senja, penulis dan freelancer, serta Dr. Zela Septikasari, M.Ac., M.Pd, dosen Universitas PGRI Yogyakarta.
Dalam kesempatan ini, Mutia Senja membagikan pengalamannya di dunia kepenulisan. Ia menyampaikan bahwa menulis adalah hobi yang bisa dijadikan sarana untuk mencurahkan perasaan, serta cara untuk mengasah kreativitas. “Jangan takut untuk menulis. Baca lebih banyak, tulis lebih sering, dan gunakan tulisan untuk berbagi cerita,” pesannya. Mutia juga menekankan pentingnya membangun branding pribadi dan terus membandingkan diri dengan diri sendiri, bukan orang lain, agar bisa berkembang lebih baik.
Sementara itu, Dr. Zela Septikasari berbicara mengenai pentingnya literasi dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, literasi adalah kemampuan untuk memahami dan memanfaatkan informasi dalam berbagai bentuk, baik lisan maupun tulisan. Ia juga menekankan pentingnya kemampuan menulis karya ilmiah, yang harus dimulai dengan langkah kecil dari diri sendiri. “Keterampilan menulis karya ilmiah tidak akan berkembang jika kita tidak memulainya dari diri sendiri,” ujarnya.
Selain sesi bincang-bincang yang penuh inspirasi, acara ini juga diakhiri dengan pembagian hadiah kepada para pemenang lomba Musikalisasi Puisi dan Cipta Puisi. Para juara, yang terdiri dari mahasiswa PBSI, mahasiswa UPY, serta siswa-siswi SMA/SMK, menerima penghargaan atas kreativitas dan semangat mereka dalam berkarya.
Acara ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang berbagi ilmu dan inspirasi, tetapi juga sebagai wadah untuk mendorong generasi muda lebih mencintai bahasa dan sastra Indonesia, serta mengembangkan potensi diri mereka menuju karya-karya yang visioner.
Selamat datang, mahasiswa! Sebentar lagi ujian akan datang menghantui dengan segala kehebatannya, dan untuk menghadapi monster ujian itu, Anda diberi kesempatan istimewa yang dinamakan Hari Tenang. Ah, hari yang dijanjikan sebagai surga bagi para mahasiswa yang ingin menenangkan jiwa dan raga sebelum ujian datang menyerang. Tapi tunggu dulu… Apakah Hari Tenang ini memang seperti yang Anda bayangkan, atau malah lebih mirip dengan film horor yang Anda tonton malam sebelumnya? Yuk, kita selidiki lebih dalam, apakah ini benar FAKTA atau cuma FAKTAmorgana.
FAKTA 1: Hari Tenang itu Bukanlah Hari yang Tenang
Bayangkan: setelah minggu-minggu penuh dengan tugas, presentasi, dan pertemuan kelompok yang tidak ada habisnya, Anda pun akhirnya sampai pada Hari Tenang. “Wah, akhirnya ada waktu buat napas lega!” pikir Anda. Tapi setelah membuka laptop dan melihat daftar tugas yang sudah menunggu, hati Anda langsung jatuh ke lantai. Tugas-tugas itu seolah ikut berbaris dengan rapi, menunggu giliran untuk menyapa Anda. Tugas yang satu lebih menantang daripada tugas yang lainnya, seolah-olah mereka punya perasaan dan tahu kapan Anda sedang stres.
Dan di sini, kita bertanya-tanya: Apakah Hari Tenang yang dimaksud itu adalah waktu untuk belajar atau justru waktu untuk menyelesaikan tumpukan tugas yang tidak ada habisnya?
FAKTA 2: Belajar Itu Penting, Tapi Tidak Selalu Mudah
Pemerintah universitas mungkin berpikir, “Oke, Hari Tenang adalah kesempatan para mahasiswa untuk belajar dengan nyaman.” Namun, kenyataannya, seberapa banyak Anda bisa belajar ketika pikiran Anda terus-menerus dihantui oleh tugas yang tidak pernah selesai? Tugas yang satu minta diprint, yang satu lagi harus dikumpulkan dalam bentuk presentasi video yang harus lebih kreatif dari TikTok Anda.
Tidur pun menjadi barang langka, dan bahkan memikirkan makanan seakan-akan bisa menjadi gangguan besar. Jadi, persiapan untuk ujian? Mungkin. Tapi lebih seringnya, Anda malah terjebak dalam hutan tugas yang tidak kunjung habis.
FAKTA 3: Penciptaan Waktu yang Ajaib
Mari kita bicara soal waktu. Selama Hari Tenang, ada dua jenis waktu yang mungkin Anda temui. Pertama, waktu yang mengalir begitu cepat saat Anda sedang menyelesaikan tugas yang satu dan bertanya-tanya bagaimana ini bisa selesai tepat waktu. Kedua, waktu yang bergerak begitu lambat saat Anda duduk untuk belajar, berusaha mengingat materi kuliah yang mungkin Anda belum sentuh sejak dua minggu lalu.
Saat Anda berpikir sudah hampir selesai, muncul lagi tugas baru. “Tunggu dulu, aku baru saja menyelesaikan satu tugas, kok udah ada lagi yang datang?” Ini adalah “waktu magis” yang hanya bisa diciptakan oleh Hari Tenang.
FAKTAmorgana 1: Hari Tenang Itu Nyata?
Jika Hari Tenang itu adalah sebuah ilusi, kita harus mulai memikirkan kemungkinan bahwa itu sebenarnya adalah sebuah fenomena mistis yang hanya ada di dalam mitos-mitos kampus. Para dosen dengan cerdiknya “melabeli” hari tersebut sebagai kesempatan untuk belajar, namun di balik label tersebut tersembunyi kenyataan bahwa tugas-tugas akan datang menggempur Anda tanpa ampun.
FAKTAmorgana 2: Belajar Itu Butuh Tenang
Jika Anda berhasil mengabaikan semua tugas dan memilih untuk tidur seharian penuh di Hari Tenang, maka Anda akan merasakan kembali sensasi tidur yang hilang selama beberapa minggu terakhir. Namun, begini kenyataannya: tidur itu penting, tetapi ketika Anda terbangun dengan rasa bersalah karena tidak menyelesaikan tugas, ketenangan itu akan segera hilang. Di sinilah masalahnya: apakah hari tersebut digunakan untuk benar-benar belajar atau sekadar menenangkan pikiran, yang akhirnya malah berakhir dengan rasa khawatir?
FAKTA 4: Ujian Akan Tiba
Ujian itu memang tak terhindarkan. Namun, satu hal yang pasti: apapun yang terjadi di Hari Tenang, ujian akan tetap datang dengan penuh kekuatan dan tantangan. Tugas-tugas yang menumpuk mungkin bisa dipahami dalam semalam (tergantung kecepatan belajar dan tingkat kecemasan Anda), tetapi ujian tidak memberi ruang untuk penundaan.
Jadi, apakah Anda siap menghadapi ujian yang sesungguhnya, atau akan terus berlarian di dunia tugas yang penuh tantangan ini? Itu adalah pilihan Anda, mahasiswa yang berani!
Hari Tenang adalah hari yang penuh ambiguitas. Anda diberi kesempatan untuk “menenangkan” diri, tapi kenyataannya, Anda justru tenggelam dalam tugas yang bertumpuk. Apakah itu sebuah FAKTA atau FAKTAmorgana? Entahlah, yang pasti, ujian tetap akan datang. Jadi, manfaatkan Hari Tenang untuk beristirahat, belajar, atau bahkan tidur sejenak—dan jika tugas datang, mungkin Anda bisa membuat perjanjian dengan mereka: “Oke, aku selesaikan, tapi hanya setelah satu episode drama.”
Ingat, mahasiswa, meskipun hari ini penuh dengan tugas, ketenangan hati dan pikiran adalah yang terpenting untuk menghadapi hari-hari ujian yang penuh drama ini!
Universitas PGRI Yogyakarta kembali menunjukkan keunggulan di kancah internasional! Berikut deretan juara yang berhasil mengharumkan nama UPY:
🏆 1st Place Poster Competition: Riry Dwi Frearita 🏆 1st Place Speech Competition: Yasmin Qurrota Aini 🥈 2nd Place Essay Competition: Cia Renhoran, Acintya P., dan Nasywa F. 📜 Best Advocacy for Literacy Essay: Maa’idatus Salwa, Ria Pangesti Rahayu, dan Rifky Fahrezi A.
Terima kasih atas dedikasi, kerja keras, dan semangat luar biasa dari para mahasiswa UPY. Kalian adalah wujud nyata dari generasi muda yang kreatif dan inspiratif! 💪✨
Kepada seluruh civitas akademika Universitas PGRI Yogyakarta, khususnya yang merayakan, kami mengucapkan: “Selamat Hari Raya Natal, semoga damai dan sukacita Natal membawa berkat bagi kita semua. Mari kita rayakan kelahiran Tuhan Yesus Kristus dengan penuh kebahagiaan, cinta kasih, dan semangat untuk terus berbagi kebaikan kepada sesama. Semoga Natal kali ini membawa kedamaian, harapan baru, dan kesuksesan di tahun yang akan datang. Tuhan memberkati kita semua.”
Salam hangat, Keluarga Besar Universitas PGRI Yogyakarta
Senin, 23 Desember 2024, dosen bergelar doktor Universitas PGRI Yogyakarta mengikuti pelatihan penyusunan proposal penelitian bersama Prof. Wasino. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kualitas penelitian dan kontribusi akademik UPY di kancah nasional maupun internasional.
Semoga pelatihan ini menginspirasi lahirnya karya-karya inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat dan dunia pendidikan! 🌟📚
Pengumuman terkait pelaksanaan Wisuda Sarjana dan Pasca Sarjana Tahun Akademik 2024/2025 yang akan dilaksanakan pada 22 Februari 2025, berikut informasi selengkapnya silahkan di unduh…
Pada Kamis, 19 Desember 2024, Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) menyaksikan sebuah momen yang penuh makna, saat Rektor UPY, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., resmi menerima Surat Keputusan (SK) Profesor dari Kepala LLDIKTI Wilayah V Yogyakarta, Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D. 👏
Penghargaan ini bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi bagi Prof. Paiman, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi seluruh civitas akademika UPY. Ini adalah pencapaian yang menginspirasi kita semua untuk terus bersemangat dalam mengembangkan dunia pendidikan yang lebih baik. 🌟
Dengan amanah baru yang diemban, kami percaya Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P. akan membawa UPY semakin maju dan memberikan dampak positif yang nyata bagi pendidikan dan masyarakat.
Selamat dan sukses, Prof. Paiman! Semoga terus menginspirasi dan membawa UPY ke puncak kesuksesan yang lebih tinggi.
Diberitahukan kepada seluruh mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta Angkatan 2024 bahwa Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) sudah dapat diambil sesuai dengan jadwal pengambilan sebagai berikut :