Diumumkan kepada mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta bahwa dalam rangka meningkatkan kompetensi mahasiswa di bidang bahasa Inggris, maka Universitas PGRI Yogyakarta melalui Pusat Bahasa UPY akan menyelenggarakan English Proficiency Test (EPT) Periode Januari 2025. E-Sertifikat EPT sebagai syarat Ujian Skripsi/Pendadaran serta yudisium dan dapat dicantumkan dalam Surat Keterangan Pendamping Ijasah (SKPI). Adapun jadwal pelaksanaan kegiatan sertifikasi EPT Januari 2025 tersaji dalam tabel berikut :
300 *Pendaftar yang masuk kuota adalah yang telah melakukan pembayaran dan mengupload bukti pembayaran sesuai jadwal.
Batas Upload Bukti Bayar
:
24 Januari 2025 Bukti pembayaran diupload dalam bentuk foto. WAJIB DIBERI NAMA DAN NPM pada foto bukti pembayaran (Detail informasi silahkan dibaca di lembar petunjuk pendaftaran dan WAJIB join grup Telegram).
Pembagian Kelompok
:
30 Januari 2025. (Akan di umumkan di Grup Telegram)
Pelaksanaan Tes
:
05 Februari 2025. (Akan di umumkan di Grup Telegram)
Biaya
:
Rp 150.000,00 (termasuk biaya ujian ulang). Cara pembayaran bisa dilihat dipetunjuk pendaftaran.
Informasi Tambahan:
EPT diperuntukkan bagi mahasiswa minimal semester 6 yang belum pernah mengambil EPT sama sekali atau yang sudah pernah mengikuti EPT diperiode sebelumnya sampai 2× tidak lulus harus mengikuti EPT periode Januari dengan membayar secara manual di Bank BPD lantai 1 gedung C unit 1.
Mahasiswa mengupload bukti pembayaran tepat waktu sesuai jadwal yang ditentukan. Bagi peserta yang terlambat menyerahkan slip otomatis tidak akan masuk ke dalam pembagian kelompok sesuai jadwal karena terhitung belum diverifikasi. Adapun Surat Keterangan Pembayaran (dari Baku mulai angkatan 2019 dst) hanya akan diferivikasi pertanggal 13 Januari 2025 – 24 Januari 2025. Maka, jika Surat Keterangan Pembayaran belum digunakan untuk mengikuti Tes EPT, wajib diperbaharui.
Apabila mahasiswa mempunyai pertanyaan atau kendala, dapat menghubungi admin Pusat Bahasa : 081325815705 (via telegram/ dm instagram).
Peserta EPT Periode Januari 2025 wajib follow akun Instagram @pusatbahasa_upy,
untuk memperoleh informasi lebih lanjut seputar pelaksanaan EPT.
Peserta EPT yang menghendaki adanya EPT Preparation, dapat menghubungi admin Pusat Bahasa sesuai nomor yang tertera diatas.
Demikian pengumuman ini disampaikan untuk menjadikan perhatian sebagaimana mestinya.
Chongqing, China – Pada (14/12/2024) lalu, Water Resource and Electric Engineering College di Chongqing, China, menyelenggarakan International Conference bertema China-ASEAN. Konferensi ini bertujuan untuk memperkuat hubungan antara perguruan tinggi di China dan negara-negara ASEAN, serta menggali potensi kolaborasi dalam bidang pendidikan, riset, dan industri.
Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) merasa terhormat dapat mewakili Indonesia dalam acara bergengsi ini. Dr. Septian Aji Permana, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama, dipercaya untuk menjadi perwakilan dari UPY dalam acara tersebut.
Dalam konferensi yang penuh semangat ini, berbagai perguruan tinggi ASEAN berdiskusi tentang bagaimana pendidikan, riset, dan dunia industri bisa bekerja bersama untuk memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa. Tema konferensi Implementasi Pendidikan, Riset, dan Dunia Industri bagi Mahasiswa menekankan pentingnya menciptakan peluang bagi mahasiswa untuk berkembang dan siap menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin global.
Hasil penting dari konferensi ini adalah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Universitas PGRI Yogyakarta dan Water Resource and Electric Engineering College Chongqing. MoU ini akan memperkenalkan program magang bersertifikat bersama, memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman langsung di dunia industri, serta membangun keterampilan yang sangat dibutuhkan di pasar global.
Sebagai langkah lanjutan dari kerjasama ini, pada Februari 2025, Water Resource and Electric Engineering College Chongqing akan mengirimkan mahasiswanya untuk melakukan program magang di Universitas PGRI Yogyakarta. Program magang ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi internasional antara kedua institusi dan memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk belajar dan berkembang dalam lingkungan yang lebih luas.
Harapan besar dari kerjasama ini adalah terciptanya peluang baru bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri, belajar dari pengalaman industri global, dan memperluas jaringan internasional. Selain itu, ini juga menjadi langkah penting dalam mempererat hubungan antara China dan negara-negara ASEAN, dengan pendidikan sebagai jembatan yang menghubungkan dua dunia yang berbeda.
Akhirnya, ujian selesai! Semua mahasiswa pasti merasakan kebahagiaan yang luar biasa saat libur datang, kan? Tapi, sebelum terjebak dalam rutinitas tidur berlebihan atau nonton drama Korea tanpa henti, kenapa gak coba isi waktu liburmu dengan hal-hal positif dan produktif? Santai, di sini aku kasih beberapa ide kegiatan seru yang gak cuma bermanfaat, tapi juga bisa bikin liburan kamu lebih berkesan.
1. Belajar Skill Baru (Biar Gak Cuma Bisa Skrol Instagram)
Setelah berbulan-bulan fokus sama ujian dan tugas-tugas yang bikin otak hampir meledak, liburan ini saat yang tepat buat refresh pikiran dengan belajar hal baru. Coba deh, ambil kursus online yang menarik. Bisa mulai dari belajar desain grafis, video editing, atau bahkan coding. Banyak banget platform yang ngasih kursus gratis atau murah.
Kenapa ini penting? Selain bikin CV kamu lebih keren, belajar skill baru bisa membuka peluang kerja atau freelance yang gak pernah kamu bayangin sebelumnya. Plus, siapa tahu setelah belajar coding kamu malah bisa bikin aplikasi buat curhat tentang betapa susahnya kuliah.
Kalau gak mau serius banget, belajar bikin meme atau konten TikTok juga skill yang nggak kalah penting buat zaman sekarang, kan? hehee..
2. Olahraga Ringan: Yoga atau Lari Pagi
Liburan bukan berarti waktunya cuma tidur. Cobalah olahraga ringan yang bikin tubuhmu lebih segar. Misalnya yoga atau lari pagi. Selain sehat, olahraga juga bisa bikin mood kamu lebih baik setelah ujian yang penuh tekanan. Cobalah sesekali untuk keluar rumah dan hirup udara segar.
Kenapa ini penting? Olahraga gak cuma untuk tubuh, tapi juga mental. Dan siapa tahu, kamu jadi ketemu temen-temen baru yang juga suka olahraga (atau setidaknya yang rajin olahraga selama liburan).
Kalau lari atau yoga itu terlalu berat, cobalah latihan menanggapi pesan dari dosen dengan kalimat yang santai tapi penuh makna. Mental juga perlu dilatih! 😀
3. Baca Buku atau Dengerin Podcast
Setelah lama berhadapan dengan buku kuliah yang bikin mata pedih, liburan ini saat yang tepat untuk membaca buku non-kuliah! Pilih buku yang bisa bikin kamu lebih rileks, entah itu novel fiksi, biografi orang inspiratif, atau bahkan buku yang berhubungan dengan passion kamu. Kalau kamu tipe orang yang lebih suka dengerin daripada baca, coba deh dengerin podcast seru.
Kenapa ini penting? Selain menambah pengetahuan, baca buku atau dengerin podcast bisa jadi cara efektif untuk “reset” otak kamu setelah stress belajar. Plus, banyak podcast yang lucu dan bisa bikin kamu ketawa-tawa sendiri.
Kalau baca buku atau dengerin podcast masih bikin kamu ngantuk, mungkin perlu coba metode “baca 1 halaman, tidur 10 menit”. Semua butuh latihan, kok! 😀
4. Volunteer: Jadi Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
Pernah kepikiran jadi relawan? Liburan ini bisa jadi kesempatan untuk memberi dampak positif buat orang lain. Banyak banget organisasi yang butuh bantuan, seperti mengajar anak-anak kurang mampu, membantu di panti asuhan, atau bekerja di tempat penampungan hewan. Selain memberi manfaat, kamu juga akan merasakan kepuasan batin yang luar biasa.
Kenapa ini penting? Jadi relawan bisa membuka pandangan kamu tentang dunia di luar kampus dan memberi pengalaman yang gak bisa kamu dapetin di kelas. Plus, ini juga bisa memperluas jaringan kamu, lho!
Kalau kamu bisa bantu orang lain sambil dapet pengalaman baru, siapa tahu kamu bisa jadi “pahlawan liburan” yang dianggap keren sama teman-teman.
5. Menjaga Kesehatan Mental dengan Self-Care
Liburan itu waktu yang pas untuk merawat diri. Cobalah melakukan self-care yang bikin kamu lebih relax. Bisa dengan pergi ke spa, pijat refleksi, atau cuma sekedar jalan-jalan di taman sambil menikmati secangkir kopi. Yang penting, pastikan kamu punya waktu untuk diri sendiri, jauh dari hiruk-pikuk kuliah.
Kenapa ini penting? Kesehatan mental itu sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Liburan adalah waktu yang tepat untuk recharge, biar pas kuliah kembali kamu bisa lebih fokus dan semangat.
Kalau kamu merasa stres, coba deh jalan-jalan ke taman sambil makan es krim. Gak cuma tubuh yang jadi lebih fresh, tapi mood juga ikutan naik! 😀
6. Menjadi Content Creator (Bukan Cuma Nonton, Tapi Juga Berkreasi)
Kalau kamu suka nulis, foto, atau video, liburan ini bisa jadi waktu yang tepat untuk mulai berkreasi. Buat blog, vlog, atau akun media sosial yang bisa jadi portofolio kamu ke depannya. Bisa mulai dengan hal-hal sederhana, seperti berbagi pengalaman ujian, atau hal-hal lucu selama liburan.
Kenapa ini penting? Selain bisa jadi cara untuk mengekspresikan diri, kamu juga bisa belajar banyak hal baru. Bisa jadi, siapa tahu kamu mulai dikenal sebagai content creator dan dapat tawaran endorse (siapa tahu, kan?).
Kalau videomu ternyata viral, kamu bisa dibilang “content creator sukses” meskipun cuma merekam momen lucu pas ngerjain soal ujian! 😀
7. Kunjungi Tempat Baru
Liburan itu kesempatan buat jalan-jalan ke tempat baru. Gak perlu jauh-jauh kok, cukup ke tempat wisata lokal yang belum pernah kamu datangi. Kunjungi museum, taman kota, atau bahkan tempat makan yang belum kamu coba. Siapa tahu, kamu menemukan tempat seru yang jadi favorit baru!
Kenapa ini penting? Selain menyegarkan pikiran, jalan-jalan bisa jadi cara untuk menghilangkan kejenuhan dan menemukan inspirasi baru. Jadi, jangan ragu untuk keluar rumah!
Bisa juga kamu selfie di tempat-tempat Instagramable, terus tulis caption yang bijak kayak “Mencari kedamaian di dunia yang penuh dengan ujian.” hahaa…
8. Membangun Jaringan Sosial (Networking)
Selama liburan, coba manfaatkan waktu untuk membangun relasi dengan teman-teman lama atau dosen. Ajak mereka ngobrol santai, berbagi cerita tentang karier atau passion. Ini juga kesempatan untuk memperluas jaringan, siapa tahu nanti bisa jadi peluang kerja atau kolaborasi seru.
Kenapa ini penting? Jaringan itu investasi yang gak pernah rugi. Siapa tahu, setelah liburan kamu malah jadi punya koneksi yang bisa bantu kamu di masa depan.
Kalau networking ini sukses, kamu bisa dibilang “mahasiswa paling sibuk” karena udah punya banyak temen dan peluang di luar kampus. Jadi, liburan juga bisa jadi kesempatan buat “promo diri”, kan?
Liburan setelah ujian itu gak harus diisi dengan tidur sepanjang hari atau nonton drama Korea non-stop. Cobalah isi waktu liburmu dengan kegiatan yang bermanfaat, baik untuk diri sendiri, orang lain, atau kariermu di masa depan. Liburan tetap bisa seru, produktif, dan penuh tawa!
Jadi, selamat menikmati liburanmu, ya! Jangan lupa, nikmati setiap momennya, tapi tetap jaga keseimbangan antara relaksasi dan produktivitas.
Bengkel PVTO Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) berhasil menyelenggarakan Seminar Desain Teknik yang dilaksanakan pada bulan November 2024 lalu di Ruang Multimedia UPY Unit 1. Seminar ini berhasil menarik perhatian puluhan peserta yang bersemangat untuk mendalami lebih jauh tentang dunia desain dan inovasi teknik.
Dimulai pada pukul 08:30 WIB, seminar ini menghadirkan dua narasumber berpengalaman, Aris Sandi, S.T., M.Eng., dan Ir. Yulia Venti Yoanita, S.T., M.Eng., yang juga bertindak sebagai moderator. Kedua pembicara ini membagikan wawasan tentang tren terbaru dalam desain teknik dan teknologi yang sedang berkembang pesat, serta memberikan keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan di dunia industri.
Aris Sandi, S.T., M.Eng. dalam pemaparannya menekankan pentingnya kemampuan untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi terbaru. Ia menunjukkan bagaimana inovasi dalam desain teknik dapat memberikan solusi konkret bagi berbagai tantangan yang kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, Yulia Venti Yoanita, S.T., M.Eng. menjalankan peran sebagai moderator dengan sangat baik, memastikan diskusi tetap hidup dan interaktif.
Antusiasme peserta sangat terlihat selama sesi tanya jawab, yang penuh dengan pertanyaan menarik dan diskusi yang mendalam. Hal ini menunjukkan betapa besar ketertarikan peserta terhadap materi yang disampaikan. Tak hanya itu, acara ini juga menjadi kesempatan berharga bagi peserta untuk memperluas jaringan profesional, berinteraksi dengan para ahli, serta berbagi ide dengan sesama profesional dan mahasiswa.
Seminar ini tidak hanya memberikan banyak wawasan baru bagi peserta, tetapi juga menjadi bukti nyata komitmen Bengkel PVTO UPY untuk mendukung pengembangan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa, serta mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan dunia industri yang terus berkembang.
Dengan suksesnya acara ini, PVTO UPY berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi pengembangan keterampilan mahasiswa di bidang desain teknik dan teknologi, serta menjembatani kolaborasi yang lebih erat antara dunia akademik dan industri.
Sebuah kabar gembira datang dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY). Pada 31 Desember 2024, prodi PGSD UPY berhasil meraih akreditasi unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kependidikan (LAMDIK), sesuai dengan Surat Keputusan LAMDIK Nomor 2027/SK/LAMDIK/AkS/XII/2024.
Keberhasilan ini merupakan bukti nyata dari komitmen prodi PGSD FKIP UPY untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan yang diberikan kepada mahasiswanya. Akreditasi unggul ini diperoleh setelah melalui evaluasi yang sangat ketat, yang meliputi berbagai aspek penting, mulai dari kurikulum, kualitas pengajaran, hingga fasilitas yang mendukung proses belajar mengajar.
Rektor Universitas PGRI Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian ini. “Kami sangat bersyukur dan bangga dengan pencapaian ini. Ini bukan hanya hasil kerja keras dari seluruh tim pengajar dan staf, tetapi juga merupakan buah dari dedikasi kami untuk selalu memberikan pendidikan terbaik bagi calon guru di Indonesia. Semoga dengan akreditasi ini, semakin banyak mahasiswa yang tertarik untuk bergabung dan belajar di UPY,” ujarnya.
Prodi PGSD FKIP UPY dikenal memiliki kurikulum yang selalu diperbarui untuk mengikuti perkembangan dunia pendidikan, serta didukung oleh dosen-dosen yang berkompeten dan berdedikasi. Selain itu, prodi ini juga memiliki fasilitas yang nyaman dan lengkap untuk mendukung proses belajar mengajar yang optimal. Dengan akreditasi unggul ini, diharapkan kualitas pendidikan yang diberikan bisa lebih diakui secara luas dan semakin membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk berkembang.
Dengan diraihnya akreditasi unggul ini, Universitas PGRI Yogyakarta semakin memperkuat posisinya sebagai lembaga pendidikan tinggi yang siap mencetak guru-guru berkualitas yang dapat menghadapi tantangan pendidikan di masa depan.
Racana Arjuna Srikandi merayakan Milad ke-42 dengan tema “Bersinergi, Satukan Mimpi, Mengabdi Sepenuh Hati”. Acara tersebut dilaksanakan pada akhir Desember lalu di Auditorium UPY dan dihadiri oleh 155 tamu undangan. Serangkaian kegiatan berlangsung dengan menarik dan juga bermakna menjadi sangat spesial bagi setiap yang hadir.
Sejak pagi, para tamu disambut dengan hangat melalui hidangan khas dari UKM Racana Arjuna Srikandi, nasi jagung dan air gula jawa, yang menjadi pembuka acara. Tidak hanya merayakan perjalanan panjang, tetapi acara ini juga dimulai dengan aksi sosial yang tak kalah penting: kegiatan bersih-bersih pantai di Pantai Depok, yang menjadi bagian dari komitmen Racana Arjuna Srikandi untuk menjaga kelestarian lingkungan.
Acara dimulai dengan penuh kekhidmatan, diawali dengan lagu Indonesia Raya, Mars UPY, dan Hymne Pramuka, yang mengingatkan semua akan semangat kebersamaan dan persatuan. Momen sakral dilanjutkan dengan upacara adat yang sangat khas. Pemangku Adat Arjuna, Luthfi Ramadhan, menancapkan anak panah sebagai simbol pembukaan acara, sementara Pemangku Adat Srikandi, Zulfa Indriani, dengan bijak membacakan sandi racana.
Sambutan-sambutan hangat mengisi acara, diikuti dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur, sebelum ditutup dengan upacara adat tutup yang melambangkan akhir dari rangkaian acara formal.
Rizky Regba Aditia, Ketua Dewan Racana Arjuna, dalam wawancara singkat mengungkapkan rasa syukurnya. Menurutnya, Milad ke-42 ini berjalan dengan sangat lancar, bahkan melebihi ekspektasi. “Dari tamu yang hadir hingga rangkaian acara, semuanya terasa sangat spesial dan penuh energi positif,” ujar Regba.
Namun, tidak hanya acara formal yang menarik perhatian. Para tamu juga disuguhkan dengan berbagai acara non-formal yang penuh keceriaan, seperti hiburan, ice breaking yang seru, dan ucapan-ucapan dari sahabat Racana yang menginspirasi. Puncak kegembiraan hadir dengan Flashmob yang mengajak semua orang bergerak bersama, sebelum ditutup dengan sesi foto bersama yang menjadi kenangan indah bagi semua yang hadir.
Racana Arjuna Srikandi mengucapkan terima kasih yang tulus kepada semua pihak yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam acara ini. Semoga semangat untuk bersinergi dan mengabdi sepenuh hati tetap terjaga dan terus menyatukan kita semua dalam setiap langkah.
Untuk seluruh Civitas Akademika Universitas PGRI Yogyakarta,
Selamat datang di tahun baru yang penuh harapan! Semoga tahun 2025 membawa banyak kesempatan baru untuk kita semua, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam perjalanan akademik kita. Semoga kebersamaan, semangat, dan kerja keras kita dapat terus memperkuat langkah-langkah besar yang akan kita capai bersama di kampus tercinta ini.
Tahun baru adalah waktu yang tepat untuk menyegarkan kembali tekad dan tujuan kita. Mari kita gunakan momentum ini untuk terus belajar, berinovasi, dan tumbuh bersama. Semoga kita semua diberikan kesehatan, keberkahan, dan kemudahan dalam menjalani setiap tantangan yang ada.
Terima kasih atas dedikasi dan kontribusi luar biasa dari semua pihak yang telah membuat Universitas PGRI Yogyakarta menjadi tempat yang penuh semangat dan prestasi. Mari kita hadapi 2025 dengan penuh optimisme dan kebersamaan.
Selamat Tahun Baru, semoga segala impian kita terwujud!
Kabar gembira datang dari Program Studi Teknik Rekayasa Elektromedis Universitas PGRI Yogyakarta (UPY). Program studi ini baru saja berhasil meraih akreditasi Baik Sekali berdasarkan Surat Keputusan Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Teknik (LAM-Teknik) No. 0635/SK/LAM-Teknik/VST/XII/2024 yang diterbitkan pada akhir Desember 2024.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen UPY untuk memberikan pendidikan yang berkualitas, terutama di bidang rekayasa elektromedis yang semakin penting seiring dengan perkembangan teknologi di sektor kesehatan. Akreditasi Baik Sekali ini mengukuhkan posisi Program Studi Teknik Rekayasa Elektromedis UPY sebagai salah satu pilihan unggulan bagi mahasiswa yang ingin menekuni dunia teknik medis.
Dekan Fakultas Saintek UPY, Wibawa, M.Kom., mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian ini. “Ini adalah hasil kerja keras dan kolaborasi dari seluruh elemen di fakultas – dosen, tenaga kependidikan, dan tentunya mahasiswa. Akreditasi ini menjadi bukti bahwa kami terus berupaya untuk memberikan pendidikan yang terbaik, sehingga lulusan kami siap bersaing dan berkontribusi dalam dunia teknik dan kesehatan,” ujarnya.
Dengan akreditasi Baik Sekali, Program Studi Teknik Rekayasa Elektromedis UPY telah menunjukkan bahwa kualitas pengajaran, fasilitas, dan lulusan yang dihasilkan memenuhi standar tinggi yang ditetapkan oleh LAM-Teknik. Ke depan, program studi ini berharap bisa terus berinovasi, menyediakan pendidikan yang relevan dengan perkembangan industri, serta menghasilkan lulusan yang mampu menghadapi tantangan di dunia profesional.
Pencapaian ini juga semakin meneguhkan reputasi Universitas PGRI Yogyakarta sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan lulusannya. UPY berharap dapat terus berperan aktif dalam mencetak tenaga ahli yang kompeten di bidang rekayasa elektromedis dan teknologi kesehatan.
Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (HMP PBSI) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) menggelar acara Bincang-Bincang Kreatif pada (18/11) lalu. Acara ini berlangsung meriah dengan dihadiri oleh sekitar 50 peserta, yang terdiri dari mahasiswa PBSI, mahasiswa UPY, serta siswa-siswi dari berbagai SMA/SMK. Acara ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan Semarak Bulan Bahasa yang juga mencakup perlombaan online, seperti Musikalisasi Puisi (Tingkat Nasional) dan Cipta Puisi (Tingkat DIY).
Mengusung tema “Pandai Berbahasa, Lihai Berkarya, Menuju Generasi Visioner”, acara Bincang-Bincang Kreatif menghadirkan dua pembicara yang sangat menginspirasi, yaitu Mutia Senja, penulis dan freelancer, serta Dr. Zela Septikasari, M.Ac., M.Pd, dosen Universitas PGRI Yogyakarta.
Dalam kesempatan ini, Mutia Senja membagikan pengalamannya di dunia kepenulisan. Ia menyampaikan bahwa menulis adalah hobi yang bisa dijadikan sarana untuk mencurahkan perasaan, serta cara untuk mengasah kreativitas. “Jangan takut untuk menulis. Baca lebih banyak, tulis lebih sering, dan gunakan tulisan untuk berbagi cerita,” pesannya. Mutia juga menekankan pentingnya membangun branding pribadi dan terus membandingkan diri dengan diri sendiri, bukan orang lain, agar bisa berkembang lebih baik.
Sementara itu, Dr. Zela Septikasari berbicara mengenai pentingnya literasi dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, literasi adalah kemampuan untuk memahami dan memanfaatkan informasi dalam berbagai bentuk, baik lisan maupun tulisan. Ia juga menekankan pentingnya kemampuan menulis karya ilmiah, yang harus dimulai dengan langkah kecil dari diri sendiri. “Keterampilan menulis karya ilmiah tidak akan berkembang jika kita tidak memulainya dari diri sendiri,” ujarnya.
Selain sesi bincang-bincang yang penuh inspirasi, acara ini juga diakhiri dengan pembagian hadiah kepada para pemenang lomba Musikalisasi Puisi dan Cipta Puisi. Para juara, yang terdiri dari mahasiswa PBSI, mahasiswa UPY, serta siswa-siswi SMA/SMK, menerima penghargaan atas kreativitas dan semangat mereka dalam berkarya.
Acara ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang berbagi ilmu dan inspirasi, tetapi juga sebagai wadah untuk mendorong generasi muda lebih mencintai bahasa dan sastra Indonesia, serta mengembangkan potensi diri mereka menuju karya-karya yang visioner.
Selamat datang, mahasiswa! Sebentar lagi ujian akan datang menghantui dengan segala kehebatannya, dan untuk menghadapi monster ujian itu, Anda diberi kesempatan istimewa yang dinamakan Hari Tenang. Ah, hari yang dijanjikan sebagai surga bagi para mahasiswa yang ingin menenangkan jiwa dan raga sebelum ujian datang menyerang. Tapi tunggu dulu… Apakah Hari Tenang ini memang seperti yang Anda bayangkan, atau malah lebih mirip dengan film horor yang Anda tonton malam sebelumnya? Yuk, kita selidiki lebih dalam, apakah ini benar FAKTA atau cuma FAKTAmorgana.
FAKTA 1: Hari Tenang itu Bukanlah Hari yang Tenang
Bayangkan: setelah minggu-minggu penuh dengan tugas, presentasi, dan pertemuan kelompok yang tidak ada habisnya, Anda pun akhirnya sampai pada Hari Tenang. “Wah, akhirnya ada waktu buat napas lega!” pikir Anda. Tapi setelah membuka laptop dan melihat daftar tugas yang sudah menunggu, hati Anda langsung jatuh ke lantai. Tugas-tugas itu seolah ikut berbaris dengan rapi, menunggu giliran untuk menyapa Anda. Tugas yang satu lebih menantang daripada tugas yang lainnya, seolah-olah mereka punya perasaan dan tahu kapan Anda sedang stres.
Dan di sini, kita bertanya-tanya: Apakah Hari Tenang yang dimaksud itu adalah waktu untuk belajar atau justru waktu untuk menyelesaikan tumpukan tugas yang tidak ada habisnya?
FAKTA 2: Belajar Itu Penting, Tapi Tidak Selalu Mudah
Pemerintah universitas mungkin berpikir, “Oke, Hari Tenang adalah kesempatan para mahasiswa untuk belajar dengan nyaman.” Namun, kenyataannya, seberapa banyak Anda bisa belajar ketika pikiran Anda terus-menerus dihantui oleh tugas yang tidak pernah selesai? Tugas yang satu minta diprint, yang satu lagi harus dikumpulkan dalam bentuk presentasi video yang harus lebih kreatif dari TikTok Anda.
Tidur pun menjadi barang langka, dan bahkan memikirkan makanan seakan-akan bisa menjadi gangguan besar. Jadi, persiapan untuk ujian? Mungkin. Tapi lebih seringnya, Anda malah terjebak dalam hutan tugas yang tidak kunjung habis.
FAKTA 3: Penciptaan Waktu yang Ajaib
Mari kita bicara soal waktu. Selama Hari Tenang, ada dua jenis waktu yang mungkin Anda temui. Pertama, waktu yang mengalir begitu cepat saat Anda sedang menyelesaikan tugas yang satu dan bertanya-tanya bagaimana ini bisa selesai tepat waktu. Kedua, waktu yang bergerak begitu lambat saat Anda duduk untuk belajar, berusaha mengingat materi kuliah yang mungkin Anda belum sentuh sejak dua minggu lalu.
Saat Anda berpikir sudah hampir selesai, muncul lagi tugas baru. “Tunggu dulu, aku baru saja menyelesaikan satu tugas, kok udah ada lagi yang datang?” Ini adalah “waktu magis” yang hanya bisa diciptakan oleh Hari Tenang.
FAKTAmorgana 1: Hari Tenang Itu Nyata?
Jika Hari Tenang itu adalah sebuah ilusi, kita harus mulai memikirkan kemungkinan bahwa itu sebenarnya adalah sebuah fenomena mistis yang hanya ada di dalam mitos-mitos kampus. Para dosen dengan cerdiknya “melabeli” hari tersebut sebagai kesempatan untuk belajar, namun di balik label tersebut tersembunyi kenyataan bahwa tugas-tugas akan datang menggempur Anda tanpa ampun.
FAKTAmorgana 2: Belajar Itu Butuh Tenang
Jika Anda berhasil mengabaikan semua tugas dan memilih untuk tidur seharian penuh di Hari Tenang, maka Anda akan merasakan kembali sensasi tidur yang hilang selama beberapa minggu terakhir. Namun, begini kenyataannya: tidur itu penting, tetapi ketika Anda terbangun dengan rasa bersalah karena tidak menyelesaikan tugas, ketenangan itu akan segera hilang. Di sinilah masalahnya: apakah hari tersebut digunakan untuk benar-benar belajar atau sekadar menenangkan pikiran, yang akhirnya malah berakhir dengan rasa khawatir?
FAKTA 4: Ujian Akan Tiba
Ujian itu memang tak terhindarkan. Namun, satu hal yang pasti: apapun yang terjadi di Hari Tenang, ujian akan tetap datang dengan penuh kekuatan dan tantangan. Tugas-tugas yang menumpuk mungkin bisa dipahami dalam semalam (tergantung kecepatan belajar dan tingkat kecemasan Anda), tetapi ujian tidak memberi ruang untuk penundaan.
Jadi, apakah Anda siap menghadapi ujian yang sesungguhnya, atau akan terus berlarian di dunia tugas yang penuh tantangan ini? Itu adalah pilihan Anda, mahasiswa yang berani!
Hari Tenang adalah hari yang penuh ambiguitas. Anda diberi kesempatan untuk “menenangkan” diri, tapi kenyataannya, Anda justru tenggelam dalam tugas yang bertumpuk. Apakah itu sebuah FAKTA atau FAKTAmorgana? Entahlah, yang pasti, ujian tetap akan datang. Jadi, manfaatkan Hari Tenang untuk beristirahat, belajar, atau bahkan tidur sejenak—dan jika tugas datang, mungkin Anda bisa membuat perjanjian dengan mereka: “Oke, aku selesaikan, tapi hanya setelah satu episode drama.”
Ingat, mahasiswa, meskipun hari ini penuh dengan tugas, ketenangan hati dan pikiran adalah yang terpenting untuk menghadapi hari-hari ujian yang penuh drama ini!