Penulis: Humas UPY

  • Penerimaan Pegawai UPY Tahun 2024 Tahap VII

    Penerimaan Pegawai UPY Tahun 2024 Tahap VII

    Download Pengumuman Penerimaan Pegawai UPY : DOWNLOAD

  • Penandatanganan MoU Kerja Sama antara UPY dan Distrik Pemerintah Yongchuan, Chongqing, China

    Penandatanganan MoU Kerja Sama antara UPY dan Distrik Pemerintah Yongchuan, Chongqing, China

    Pada hari Kamis, 12 Desember 2024, telah dilaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) dengan Distrik Pemerintah Yongchuan, Chongqing, China. Kerja sama ini diinisiasi oleh International Cultural Communication Center Malaysia (ICCM) dan International Transnational Education Association (ITEA).

    Penandatanganan MoU ini menjadi bagian dari acara 2024 China-ASEAN Education Cooperative Week, yang dihadiri oleh delegasi dari beberapa negara ASEAN, termasuk Indonesia, Malaysia, Taiwan, Filipina, Kamboja, dan Singapura. Acara tersebut diikuti oleh lebih dari 700 peserta dan bertujuan mempererat hubungan antara China dan negara-negara ASEAN melalui kolaborasi di bidang pendidikan.

    Salah satu implementasi dari kerja sama ini adalah pemberian beasiswa double degree, program S2, dan S3 untuk mahasiswa UPY. Program ini dijadwalkan akan direalisasikan mulai tahun 2025, dengan pengiriman 30 mahasiswa UPY ke The Chinese Society for Technology Education, Chongqing, China.

    Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama UPY menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan internasional di UPY. “Kerja sama ini tidak hanya mempererat hubungan antara UPY dan mitra internasional, tetapi juga memberikan peluang besar bagi mahasiswa kami untuk berkembang di tingkat global,” ujarnya.

    Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi model hubungan pendidikan yang berkelanjutan antara China dan negara-negara ASEAN, sekaligus memberikan dampak positif bagi peningkatan kompetensi mahasiswa dan penguatan jejaring internasional.

  • Pencegahan Hipotermia Pada Bayi, Dosen UPY Kembangkan Alat Penghangat Bayi Pintar dengan Internet of Things

    Pencegahan Hipotermia Pada Bayi, Dosen UPY Kembangkan Alat Penghangat Bayi Pintar dengan Internet of Things

    Tim Peneliti Kolaborasi Skema Program Inovasi Kreatif untuk Mitra Vokasi (INOVOKASI) dari Direktorat Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi (DAPTV), yang dipimpin oleh Dosen Teknologi Rekayasa Elektro-medis Universitas PGRI Yogyakarta (UPY), Ekha Rifki Fauzi, S.K.M.,M.P.H., menggelar Diskusi Kelompok Terarah (FGD) bersama mitra Klinik Pratama Hidayah.

    Penelitian ini terdiri dari ketua dan anggota peneliti, yaitu: 1) Ekha Rifki Fauzi, S.K.M.,M.P.H. (Universitas PGRI Yogyakarta) sebagai ketua; 2) Herenda Sela Wismaya, S.Si.,M.Si (Universitas PGRI Yogyakarta) sebagai anggota 1; 3) Noor Alis Setiyadi, S.K.M.,M.Kes.,Dr.PH. (Universitas Muhammadiyah Surakarta) sebagai anggota 2, yang berfokus pada pengembangan alat penghangat bayi pintar dengan IoT dalam pencegahan terjadinya hipotermia pada bayi.

    Fauzi mengatakan kegiatan itu bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih mengenail alat penghangat bayi pintar dengan IoT kepada tenaga kesehatan di mitra dalam upaya mencegah terjadinya hipotermia pada bayi, terutama bayi baru lahir berat rendah atau premature.

    Acara dihadiri oleh semua tenaga kesehatan dari mitra, terdiri dari bidan, perawat, dokter, dan mahasiswa, mengangkat tema utama tentang “Tantangan dan Solusi yang dihadapi dalam Pencegahan Hipotermia dengan Alat Penghangat Bayi Pintar”. 

    “FGD tersebut lebih menekankan pada aspek operasional alat, instalasi, perawatan, perbaikan, dan pemeliharaan alat penghangat bayi pintar ini,” papar Fauzi sebagai Pemimpin Peneliti.

    Fauzi menyebutkan dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia sedang giat membangun ekosistem produksi alat kesehatan dalam negeri. Kondisi ini dipermudah dengan adanya pendanaan dari pemerintah untuk mendorong perguruan tinggi dengan mitra dunia industri berkolaborasi dalam pengembangan teknologi kesehatan.

    Tujuan digelarnya FGD yang berlangsung pada Sabtu, (8/12) itu untuk menyampaikan ke mitra terkait tata laksana penggunaan alat penghangat bayi pintar dalam mendukung pelayanan kesehatan ibu dan anak, khususnya bayi baru lahir berat rendah atau premature di Klinik Pratama Hidayah.

    Selain itu, Fauzi menyampaikan diskusi itu juga bertujuan untuk menggali ide-ide baru dalam pengembangan alat penghangat bayi pintar generasi selanjutnya yang lebih aplikatif penggunaannya dan mendukung kolaboratif lebih era tantara perguruan tinggi dengan dunia industri.

    “Kegiatan ini dibagi dalam dua sesi diskusi. Sesi Pertama, membahan tentang proses operasional alat dan instalasinya di tempat mitra sebagau pengguna. Sedangkan sesi kedua, berfokus pada perawatan, perbaikan, dan pemeliharaan alat,” ungkap Dosen Fakultas Sains & Teknologi UPY itu.

    Beberapa pertanyaan yang diangkat dalam diskusi ini, antara lain, tambah Fauzi, mengenai kemudahan fitur-fitur digital pada alat penghangat bayi dan sistem otomasi yang tersemat pada alatnya dengan sistem monitoring melalui aplikasi di gawai.

    Menurutnya, penanganan hipotermia pada bayi harus didukung dengan alat penghangat bayi yang kekinian teknologinya, seperti adanya Internet of Things yang tersemat pada alat tersebut. Tenaga kesehatan dapat memantau pasien secara waktu nyata hanya melalui aplikasi di gawai untuk melihat indicator suhu tubuh dan detak jantung pasien. Selanjutnya, tenaga kesehatan atau pihak keluarga pasien dapat melakukan kontak secara langsung melalui kamera CCTV yang terpasang pada alat tersebut.

    Di akhir acara, para peserta FGD memberikan rekomendasi terkait pengembangan alat penghangat bayi pintar untuk generasi selanjutnya yang lebih canggih lagi dengan basis teknologi terbaru. Diharapkan, hasil diskusi ini dapat menjadi dasar untuk mengembangkan alat kesehatan produksi dalam negeri yang lebih baik dan lebih aplikatif dalam pencegahan hipotermia di Indonesia pada umumnya, dan di Klinik Pratama Hidayah pada khususnya.

  • Dies Natalis ke-62 Universitas PGRI Yogyakarta: “Membangun Kebersamaan Menuju UPY APIK dan Unggul”

    Dies Natalis ke-62 Universitas PGRI Yogyakarta: “Membangun Kebersamaan Menuju UPY APIK dan Unggul”

    Yogyakarta, 11 Desember 2024 – Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) merayakan Dies Natalis ke-62 dengan tema besar “Membangun Kebersamaan Menuju UPY APIK (Agamis, Profesional, Inovatif & Kebangsaan) dan Unggul.” Acara peringatan diisi dengan kegiatan doa bersama yang berlangsung di Auditorium Unit 1 UPY pada Rabu pagi.

    Doa bersama ini dihadiri oleh jajaran pejabat dan pimpinan universitas, dosen, serta seluruh karyawan UPY. Dalam suasana yang khidmat, para peserta memanjatkan doa untuk kesuksesan, keberlanjutan, dan kemajuan UPY sebagai lembaga pendidikan yang berkomitmen mencetak generasi unggul di masa depan.

    Rektor UPY, Dr. Ir. Paiman, M.P, dalam sambutannya, menegaskan pentingnya kebersamaan di antara seluruh elemen civitas akademika untuk mewujudkan visi universitas. “Tema tahun ini, Membangun Kebersamaan Menuju UPY APIK dan Unggul, adalah pengingat bahwa kerja sama dan sinergi menjadi pondasi utama dalam mencapai kualitas unggul di bidang akademik dan manajerial,” ujarnya.

    Hal senada juga disampaikan Ketua Yayasan Pembina, Drs. John Sabari, M.Si, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kebersamaan dan sinergisitas antar pimpinan dan pegawai. “Rasa kebersamaan perlu dimiliki oleh semua pegawai dan pimpinan karena dengan begitu pekerjaan yang berat akan terasa ringan jika dilakukan secara bersama-sama.”tegasnya.

    Kegiatan doa bersama ini juga menjadi momen refleksi dan syukur atas perjalanan panjang universitas selama 62 tahun. Dengan semangat kebersamaan, Universitas PGRI Yogyakarta terus berkomitmen untuk menjadi institusi pendidikan yang Agamis, Profesional, Inovatif, dan Kebangsaan, menuju masa depan yang lebih cerah dan gemilang.

  • “Hujan Terus! Gimana Cara Kamu Tetap Lancar Beraktivitas?”

    “Hujan Terus! Gimana Cara Kamu Tetap Lancar Beraktivitas?”

    Musim hujan adalah waktu yang ditunggu banyak orang, tetapi juga bisa menjadi tantangan. Cuaca yang berubah-ubah, hujan deras, dan kelembapan yang tinggi bisa membuat aktivitas sehari-hari terganggu. Namun, dengan persiapan yang tepat, musim hujan bisa lebih menyenangkan dan tidak mengganggu rutinitas kita. Berikut adalah beberapa tips dan trik yang dapat membantu Anda menghadapi musim hujan dengan nyaman:

    1. Persiapkan Pakaian yang Tepat

    Musim hujan sering kali diiringi dengan cuaca yang dingin dan lembap. Agar tetap nyaman:

    • Bawa Payung atau Jas Hujan: Selalu bawa payung atau jas hujan ketika beraktivitas di luar rumah. Ini sangat membantu untuk menghindari basah kuyup saat hujan tiba-tiba turun.
    • Gunakan Sepatu yang Tahan Air: Pilih sepatu yang tidak hanya stylish, tetapi juga tahan air. Sepatu bot atau sepatu dengan bahan yang tidak mudah menyerap air akan membuat kaki tetap kering.
    • Pakaian Berlapis: Karena cuaca bisa berubah cepat, kenakan pakaian berlapis. Anda bisa menyesuaikan dengan suhu tubuh dan cuaca dengan mudah.

    2. Jaga Kesehatan Tubuh

    Cuaca yang lembap dapat membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit. Berikut beberapa langkah yang bisa Anda lakukan:

    • Minum Air Hangat: Saat hujan, tubuh cenderung lebih dingin. Cobalah minum air hangat seperti teh atau jahe agar tubuh tetap hangat.
    • Vitamin C: Konsumsi makanan kaya vitamin C untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Buah-buahan seperti jeruk, kiwi, dan stroberi sangat baik untuk membantu mencegah flu.
    • Tidur yang Cukup: Musim hujan sering kali membuat kita merasa lebih mengantuk. Jangan abaikan tidur yang cukup agar tubuh tetap fit.

    3. Waspadai Genangan Air

    Hujan lebat bisa menyebabkan banjir dan genangan air. Untuk menghindari masalah ini:

    • Gunakan Sandal atau Sepatu Tertutup: Saat menghadapi genangan air, pastikan kaki terlindungi dengan baik agar terhindar dari kuman dan penyakit.
    • Perhatikan Saluran Air: Pastikan saluran air di rumah tidak tersumbat agar air hujan bisa mengalir dengan lancar. Sering-seringlah membersihkan selokan dan talang air.

    4. Perawatan Kendaraan

    Saat musim hujan, kendaraan memerlukan perhatian ekstra untuk memastikan keselamatan berkendara.

    • Cek Kondisi Ban: Pastikan ban kendaraan Anda dalam kondisi baik dan memiliki alur yang cukup dalam untuk menghindari selip di jalan licin.
    • Periksa Wiper dan Cairan Wiper: Wiper kaca depan yang berfungsi dengan baik sangat penting saat hujan. Pastikan cairan wiper penuh dan wiper dalam kondisi prima.
    • Jaga Jarak Aman: Berkendara di jalan yang basah lebih berisiko, jadi pastikan Anda selalu menjaga jarak aman dari kendaraan lain.

    5. Ciptakan Suasana Nyaman di Rumah

    Ketika hujan turun, saat yang tepat untuk menikmati waktu di rumah. Beberapa trik untuk menciptakan suasana nyaman di rumah:

    • Dekorasi dengan Lampu Hangat: Lampu dengan cahaya hangat dapat menciptakan suasana yang cozy dan menyenangkan. Cobalah untuk menggunakan lampu meja dengan warna kuning atau oranye yang lembut.
    • Perawatan Rumah: Gunakan dehumidifier atau bukakan ventilasi agar udara di dalam rumah tetap segar dan tidak lembap. Hal ini juga mencegah timbulnya jamur.
    • Nikmati Minuman Hangat: Selain teh atau kopi, Anda juga bisa mencoba minuman hangat lainnya seperti cokelat panas atau wedang jahe yang menenangkan tubuh di hari hujan.

    6. Hati-Hati dengan Bencana Alam

    Musim hujan bisa memicu bencana alam seperti banjir, tanah longsor, atau angin kencang. Pastikan Anda selalu waspada dan mengikuti berita cuaca terkini. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:

    • Periksa Peringatan Cuaca: Pastikan Anda selalu mengikuti informasi terkait cuaca buruk atau potensi banjir dari sumber yang terpercaya.
    • Siapkan Tas Darurat: Pastikan Anda memiliki tas darurat berisi barang-barang penting seperti obat-obatan, dokumen penting, senter, dan air minum. Ini akan sangat berguna jika terjadi keadaan darurat.

    7. Berpikir Positif dan Nikmati Keindahan Hujan

    Meski sering kali hujan dapat mengganggu aktivitas, cobalah untuk melihat sisi positifnya. Hujan membawa kesegaran, membuat udara lebih bersih, dan menyuburkan tanaman. Nikmati suasana tenang saat hujan turun, atau dengarkan suara gemericik hujan dari jendela. Ini bisa menjadi waktu yang baik untuk bersantai, membaca buku, atau menonton film favorit.

    Musim hujan memang membawa tantangan tersendiri, namun dengan persiapan yang tepat, Anda bisa tetap merasa nyaman dan aman. Selalu siap dengan pakaian yang sesuai, jaga kesehatan tubuh, waspadai potensi bencana, dan nikmati keindahan hujan. Dengan begitu, Anda bisa menghadapi musim hujan dengan lebih santai dan menyenangkan.

  • Kuliah Kerja Lapangan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas PGRI Yogyakarta di SD Muhammadiyah 11 Surabaya

    Kuliah Kerja Lapangan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas PGRI Yogyakarta di SD Muhammadiyah 11 Surabaya

    Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas PGRI Yogyakarta mengadakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di SD Muhammadiyah 11 Surabaya (Muhlas) pada 5-8 November 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa PGSD dalam menerapkan ilmu yang telah mereka pelajari di lingkungan pendidikan yang nyata dan terdepan.

    SD Muhammadiyah 11 Surabaya, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Muhlas, merupakan sekolah dasar yang mengutamakan pendidikan berbasis Islam dan karakter. Dengan komitmen kuat dalam memberikan pendidikan terbaik, sekolah ini memadukan kurikulum nasional dengan berbagai program unggulan yang dirancang untuk mendukung perkembangan siswa secara optimal. SD Muhlas juga dikenal karena keberhasilannya dalam menciptakan suasana pendidikan yang ramah, disiplin, dan berprestasi.

    Selama kegiatan Kuliah Kerja Lapangan, para mahasiswa PGSD dari Universitas PGRI Yogyakarta berkesempatan untuk belajar langsung dari pengalaman pengajaran di kelas, mengobservasi berbagai kegiatan yang dilakukan di SD Muhammadiyah 11 Surabaya, serta berinteraksi dengan siswa-siswi yang terkenal dengan sikap ramah dan penerapan nilai 5 S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun).

    Selain itu, para mahasiswa juga memperdalam pemahaman tentang penerapan kurikulum Merdeka yang diterapkan di SD Muhammadiyah 11 Surabaya. Di sekolah ini, terdapat berbagai kelas unggulan, seperti kelas Tahfidz, study club, klinik belajar, outbound, English camp, dan berbagai program pengembangan lainnya yang menunjukkan betapa beragamnya pendekatan yang digunakan untuk mendukung perkembangan siswa.

    Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa PGSD juga terlibat dalam beberapa kegiatan yang berkaitan dengan penggunaan teknologi dalam pendidikan, seperti penggunaan media pembelajaran melalui platform YouTube, Canva, dan berbagai aplikasi lainnya yang mendukung pembelajaran berbasis digital.

    Kegiatan Kuliah Kerja Lapangan ini memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi mahasiswa PGSD Universitas PGRI Yogyakarta dalam memperluas wawasan mereka tentang dunia pendidikan, khususnya yang berfokus pada pengembangan karakter dan pemanfaatan teknologi dalam proses belajar mengajar.

  • Meningkatkan Kinerja Pegawai di Lingkungan Kampus untuk Mencapai Hasil Maksimal

    Meningkatkan Kinerja Pegawai di Lingkungan Kampus untuk Mencapai Hasil Maksimal

    Meningkatkan kinerja pegawai di lingkungan kampus menjadi fokus utama untuk mencapai hasil yang maksimal dalam mendukung keberhasilan institusi pendidikan. Berbagai upaya dilakukan untuk memaksimalkan produktivitas dan kualitas kerja para pegawai, dengan tujuan menciptakan suasana kerja yang lebih efisien dan kondusif.

    Pelatihan dan Pengembangan Keterampilan
    Salah satu langkah utama yang diambil adalah memberikan pelatihan dan pengembangan keterampilan kepada pegawai. Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga mencakup pengembangan keterampilan komunikasi, manajemen waktu, dan penggunaan teknologi terbaru. Melalui pelatihan ini, pegawai diharapkan dapat bekerja lebih efisien dan lebih siap menghadapi tantangan kerja di era digital.

    Lingkungan Kerja yang Positif dan Mendukung
    Menciptakan lingkungan kerja yang nyaman juga menjadi prioritas. Para pemimpin di kampus berusaha untuk memastikan bahwa pegawai bekerja dalam suasana yang positif dan mendukung. Ruang kerja yang nyaman, fasilitas yang memadai, serta hubungan yang harmonis antar pegawai adalah faktor-faktor yang sangat berpengaruh terhadap peningkatan kinerja.

    Penghargaan dan Umpan Balik yang Konstruktif
    Selain itu, penghargaan atas pencapaian pegawai menjadi salah satu cara untuk memotivasi mereka. Memberikan umpan balik yang konstruktif juga sangat penting, agar pegawai mengetahui apa yang perlu diperbaiki dan terus mengembangkan diri. Penghargaan atas pencapaian kerja, baik berupa pujian maupun insentif, diharapkan dapat meningkatkan semangat dan motivasi kerja.

    Menetapkan Tujuan yang Jelas dan Terukur
    Dalam rangka meningkatkan kinerja, sangat penting untuk menetapkan tujuan yang jelas dan terukur. Pegawai yang memiliki target yang spesifik dan realistis akan lebih mudah fokus dan bekerja dengan efisien. Setiap pegawai diharapkan memiliki pemahaman yang sama mengenai apa yang diharapkan dari mereka dalam setiap tugas yang diberikan.

    Mendorong Kerja Sama Tim
    Kerja sama antar pegawai juga mendapat perhatian khusus. Kolaborasi antar departemen dan unit akan mempercepat penyelesaian tugas dan meningkatkan kualitas hasil kerja. Dengan meningkatkan kerja sama tim, diharapkan produktivitas pegawai di lingkungan kampus dapat lebih optimal.

  • Prodi PGSD UPY Adakan KKL ke UNNES dan Ikuti Workshop Media Pembelajaran Interaktif

    Prodi PGSD UPY Adakan KKL ke UNNES dan Ikuti Workshop Media Pembelajaran Interaktif

    Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) mengadakan Kunjungan Kerja Lapangan (KKL) ke Universitas Negeri Semarang (UNNES) pada tanggal 5 November 2024. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa PGSD UPY mengikuti kegiatan workshop dengan tema “Media Pembelajaran Interaktif untuk Meningkatkan Karakter Baik (Berbudaya, Agamis, Inovatif, dan Kreatif)”.

    Kegiatan workshop ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya media pembelajaran interaktif dalam menciptakan suasana belajar yang inovatif dan mendukung pembentukan karakter positif pada peserta didik. Mahasiswa UPY dengan penuh antusias mengikuti jalannya acara dan berpartisipasi dalam sesi tanya jawab yang diadakan setelah materi disampaikan.

    Workshop dimulai dengan materi pertama yang disampaikan oleh Bapak Novi Setyasto, S.Pd., M.Pd., dengan tema “Penerapan Augmented Reality (AR) Berbasis Android di Kelas”. Dalam pemaparan materi, Bapak Novi menjelaskan bahwa AR (Augmented Reality) adalah teknologi yang memungkinkan penggabungan objek maya, baik dua maupun tiga dimensi, ke dalam lingkungan nyata. Teknologi ini memungkinkan objek maya tersebut tampil secara real-time dan dapat berinteraksi dengan dunia nyata.

    “AR memberikan pengalaman interaktif yang unik, di mana objek virtual dan nyata dapat terlihat bersamaan dalam satu ruang,” ungkap Bapak Novi. Ia juga menyampaikan contoh-contoh penggunaan AR, seperti game Pokemon Go, serta filter pada aplikasi Snapchat dan Instagram, yang memproyeksikan objek digital di atas dunia nyata.

    Materi kedua disampaikan oleh Bapak Ghanis Putra Widhanarto, S.Pd., M.Pd., yang membahas perbedaan antara Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR). Dalam materi ini, Bapak Ghanis menjelaskan bahwa VR adalah teknologi yang menciptakan lingkungan dunia maya yang sepenuhnya terpisah dari dunia nyata dan memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan lingkungan simulasi komputer yang melibatkan seluruh panca indera.

    Bapak Ghanis juga membahas teori-teori yang berkaitan dengan memori manusia dan bagaimana teknologi VR dan AR dapat berperan dalam proses pembelajaran. Beberapa teori yang diangkat meliputi teori memori kerja, teori beban kognitif, dan teori perkembangan kognitif, yang memberikan gambaran bagaimana manusia memproses informasi dan bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki cara kita belajar.

    Selama sesi tanya jawab, peserta workshop sangat antusias untuk menggali lebih dalam tentang penerapan AR dan VR dalam dunia pendidikan, serta bagaimana teknologi ini dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan karakter peserta didik.

    Melalui kegiatan ini, mahasiswa PGSD UPY mendapatkan wawasan baru yang sangat bermanfaat mengenai perkembangan teknologi dalam pendidikan, serta bagaimana media pembelajaran interaktif dapat digunakan untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih inovatif, berbudaya, dan kreatif. Diharapkan, ilmu yang diperoleh dari workshop ini dapat diterapkan dalam pengajaran dan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan di masa depan.

  • Membangun Generasi Cinta Tanah Air: 113 Mahasiswa PPG UPY Siap Menjadi Guru Patriotik dan Berkualitas

    Membangun Generasi Cinta Tanah Air: 113 Mahasiswa PPG UPY Siap Menjadi Guru Patriotik dan Berkualitas

    Sebanyak 113 mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) FKIP Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) mengikuti Pendidikan dan Latihan (Diklat) Bela Negara dan Wawasan Kebhinekaan di Akademi Angkatan Udara (AAU). Kegiatan yang berlangsung pada 3-4 Desember 2024 ini bertujuan untuk membentuk calon guru yang tidak hanya kompeten secara profesional, tetapi juga memiliki semangat nasionalisme dan cinta tanah air.

    Acara pembukaan berlangsung di Gedung Sabang Merauke AAU dan dibuka secara resmi oleh Kepala Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (Ka PPM) AAU, Kolonel Pas Supomo, yang mewakili Gubernur AAU Marsda TNI Dr. Ir. Purwoko Aji Prabowo, M.M., MDS. Dalam sambutannya, Kolonel Pas Supomo menekankan pentingnya peran guru dalam menanamkan nilai-nilai bela negara dan kebhinekaan kepada generasi muda. “Bela negara tidak hanya soal mempertahankan kedaulatan negara melalui militer, tetapi juga bagaimana guru dapat menjadi teladan yang membangkitkan kecintaan terhadap tanah air,” ujarnya.

    Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama UPY, Dr. Septian Aji Permana, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara UPY dan AAU. “Kegiatan ini adalah langkah strategis untuk membentuk calon guru yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa patriotik,” kata Dr. Septian. Ia menambahkan bahwa guru adalah teladan bagi siswa dan memiliki peran penting dalam mencetak generasi cinta tanah air.

    Pada acara pembukaan, penyematan tanda latihan dilakukan oleh Kolonel Pas Supomo kepada perwakilan mahasiswa, didampingi oleh Dr. Septian Aji Permana. Dengan penyerahan mahasiswa secara resmi kepada pengasuh AAU, para calon guru diharapkan mampu mengemban nilai-nilai bela negara dan kebhinekaan dalam proses pendidikan ke depan.

    Diklat ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa PPG UPY Gelombang 2 Tahun Ajaran 2024/2025 untuk mempersiapkan diri menjadi guru yang berkualitas, penuh semangat nasionalisme, dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

  • Interactive Speaking untuk Guru SD: Pendekatan Ki Ageng Suryomentaram dan Profil Pelajar Pancasila

    Interactive Speaking untuk Guru SD: Pendekatan Ki Ageng Suryomentaram dan Profil Pelajar Pancasila

    Kerjasama Antara Program Studi PPG FKIP UPY Dengan Komunitas Belajar Pawiyatan Guru Dalem (PAGUDA) di SD Dalem Kotagede Yogyakarta.

    Pelatihan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan menerapkan metode pembelajaran interaktif yang berfokus pada penguatan karakter siswa melalui nilai-nilai Pancasila. Dalam konteks pendidikan, pendekatan ini mengedepankan dialog interaktif yang menggali pengalaman siswa, sehingga mereka dapat memahami konsep secara mendalam. Melalui simulasi nilai-nilai Pancasila, siswa diajak untuk berperan dalam permainan dan studi kasus yang mempraktikkan nilai-nilai seperti gotong royong dan toleransi.

    Tujuan: Menguatkan Profil Pelajar Pancasila pada guru SD melalui pendekatan Ki Ageng Suryomentaram.
    Kegiatan: Pelatihan di SD Negeri Dalem, melibatkan 13 guru.
    Metode: Interactive speaking, dialog aktif, dan refleksi untuk menanamkan nilai Pancasila.
    Manfaat: Meningkatkan kapasitas guru, menciptakan suasana belajar interaktif, dan membentuk karakter siswa.
    Hasil: Peserta menunjukkan antusiasme dan relevansi materi dengan tantangan pengajaran modern.
    Dukungan: Diperlukan kolaborasi dari pemerintah dan komunitas pendidikan untuk keberlanjutan.

    Metode ini juga mengarahkan siswa untuk berpikir mandiri dan kritis, mendorong mereka untuk mengemukakan ide-ide secara inovatif dan mengambil keputusan berdasarkan refleksi. Proses dialog yang aktif memicu siswa untuk menganalisis masalah, mengevaluasi informasi, dan mengembangkan solusi inovatif melalui tanya jawab berbasis masalah. Dengan demikian, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.

    Pelatihan ini diharapkan dapat membekali guru dengan keterampilan praktis untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan kondusif. Guru berperan sebagai fasilitator dan mitra diskusi, yang mendorong partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran. Selain itu, materi pembelajaran dihubungkan dengan nilai-nilai kehidupan nyata, sehingga siswa dapat melihat relevansi langsung antara apa yang mereka pelajari dan kehidupan sehari-hari.

    Filosofi Ki Ageng Suryomentaram, yang terpusat pada konsep kawruh jiwa, menekankan kesadaran individu terhadap dirinya dan lingkungannya. Dalam konteks pendidikan, pendekatan ini menekankan pentingnya dialog yang membangun empati, pemahaman terhadap perbedaan, dan kemampuan refleksi diri. Pendekatan ini sangat relevan untuk mengembangkan dimensi Profil Pelajar Pancasila seperti berpikir kritis, mandiri, dan bergotong royong. Konsep ini relevan dengan pendidikan karena mengajarkan: 1) Pengenalan Diri: Membantu siswa memahami potensi, emosi, dan tujuan hidupnya; 2) Keseimbangan Sosial: Menanamkan empati dan harmoni dalam berinteraksi dengan orang lain; 3) Kesadaran Kolektif: Memupuk rasa kebersamaan dan gotong royong sebagai bagian dari kehidupan. Dalam pembelajaran, ajaran ini mengarahkan siswa untuk tidak hanya menjadi subjek pembelajaran, tetapi juga agen yang aktif dalam menciptakan makna dari apa yang mereka pelajari.

    Pendekatan ini juga sejalan dengan ajaran Ki Ageng Suryomentaram yang menekankan pentingnya kesadaran individu terhadap diri dan lingkungan. Melalui pengenalan diri, empati, dan harmoni, siswa diajarkan untuk memahami potensi, emosi, dan tujuan hidup mereka. Dengan semangat gotong royong, pelatihan ini berkontribusi dalam menguatkan enam dimensi Profil Pelajar Pancasila: beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.

    Dengan dukungan dari pemerintah dan berbagai pihak terkait, diharapkan lebih banyak guru dapat menerapkan pendekatan ini dalam pembelajaran sehari-hari, sehingga generasi pelajar Pancasila yang unggul dan berkarakter dapat terwujud.